Ibu-Ibu FKPPI Turut Bantu Pengerjaan Poskaling

Rembang, detiKawanua.com – TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 melibatkan beberapa unsur termasuk Forum komunikasi Putra Putri Purnawirawan Dan Putra Putri TNI Polri selalu semangat dalam Kerja bakti pembuatan jalan menuju Dukuh Ngotoko. Selasa ( 23/10).
Hari yang cerah dilokasi TMMD Reguler ke -103 kerja sama dan gotong royong selalu diutamakan dalam melaksanakan kegiatan pembuatan jalan makadam menuju Dukuh Ngotoko, seperti halnya pagi ini ikut andil dalam pengerjaan jalan makadam anggota FKPPI di bawah pimpinan Ibu Vera dengan semangat mengerjakan pekerjaan hari ini.
Memang keakraban yang luar biasa ditunjukkan anggota FKPPI Bersama TNI dan masyarakat terlihat dalam menata batu belah untuk makadam, sulitnya droping material ke lokasi TMMD jalan terjal dan berbatu sehingga pagi ini sudah melewati lereng gunung guder. Selain itu juga nampak pengerjaan poskalming yang ada diwilayah ini. Dengan penuh semangat dan antusias ibu-ibu FKPPI turut membantu pengerjaan poskaling.
Ibu Vera salah satu anggota FKPPI mengatakan, dirinya sangat senang bisa bantubantu disini. “Semoga jalan menuju Dukuh Ngotoko segera terselesaikan dan Warga Masyarakat Desa Pasedan dan sekitarnya bisa menikmati hasil dari TMMD Reguler ke -103,” ujarnya. (*)



Dandim Rembang Sapa Warga Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi warga setempat. Berupa kegiatan pembangunan infrastruktur dan kegiatan nonfisik juga dilaksanakan di TMMD kali ini.
Saat meninjau langsung dilokasi TMMD di Dusun Ngotoko, Dandim Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto S.Sos  menyapa seorang warga yang sedang melintas dengan memikul dua karung rumput untuk makan hewan ternaknya. Selasa (23/10)
“Maaf Bapak bawa apa ini.” Tanya Dandim
“Rumput buat makan sapi, trimakasih Pak Tentara sudah bangun jalan ini. Semoga Pak Komandan kelak jadi Presiden.” Jawab Mbah Suin (70)warga Dusun Ngotoko.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat diwujudkan melalui kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang . Dengan adanya kegiatan TMMD kali ini kedekatan TNI dan Rakyat begitu terasa dan sangat akrab bahkan sudah dianggap keluarga sendiri. (*)



BKD Sangihe : Pengumuman Seleksi Berkas CPNS Mengikuti Tahapan

Tahuna, detiKawanua.com – Sejumlah Daerah lainnya telah mengumumkan hasil seleksi berkas pendaftaran CPNS 2018, hingga hari ini Kabupaten Kepulauan Sangihe belum mengumumkan hasil seleksi tahapan awal.

Namun demikian Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (22/10/2018) Steven Lawendatu menjelaskan, bisa jadi bila sudah dirapatkan panitia, pengumuman bisa dilaksanakan hari ini.
Lanjut, Pengumuman kalau tidak hari ini bisa besok. Sebab kita harus mengikuti tahapan. Tahapannyakan baru mulai hari ini, yaitu tahapan persiapan pelaksanaan seleksi CAT di dalamnya, pengumuman lulus berkas,” ungkap Lawendatu. Kata Lawandatu 
Ia menambahkan, rekapan Pendaftaran Instansi Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Kepualauan Sangihe sebanyak 1698 Pelamar. “Jumlah berkas yang masuk sebanyak 1564 dan berkas yang belum masuk ada 134. Sedangkan pendaftar berdasarkan formasi, tenaga guru 640, tenaga kesehatan 481 dan tenaga teknis sebanyak 577,” kunci Lawendatu (js)



Berbagai Komponen Turut Berperan Di TMMD Rembang, Tak Terkecuali Ibu-Ibu PKK

Rembang, detiKawanua.com – Dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 tahun 2018 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, ternyata bukan sekadar komponen warga saja, seperti karang taruna, aparatur pemerintah, prajurit TNI saja yang terjun dalam pelaksanaan pembangunan sasaran fisik di TMMD reguler ini.
Namun, ibu-ibu PKK Kecamatan Bulu beserta seluruh kader-kadernya berkunjung dan menyatakan siap mendukung dan mambantu demi lancar dan suksesnya pelaksanaan TMMD. Wujud dukungan yang diberikan bukan isapan jempol belaka.
Terbukti, ibu-ibu PKK Kec. Bulu telah membentuk kelompok kerja (Pokja) yang dibagi guna membantu meringankan pekerjaan atau tugas prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD.
 “Sebagai wujud bangga dan senang kami, kami pun menyatakan siap mendukung program TMMD reguler ini. Yang kami lakukan sebagai ibu PKK adalah hadir di lokasi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat Dukuh Ngotoko dan memberikan pelatihan-pelatihan supaya bisa bermanfaat bagi warga,” ujar ibu – ibu PKK. (0720)



Selamat Jalan Jessica, Sang Anak Korban Luka Bakar Ibu Kandungnya Hembuskan Nafas Terakhir



Manado, detiKawanua.com – Jessica Mananohas (10) anak yang menjadi korban kebiadaban dari ibu kandungnya sendiri, Olga alias OS, yang membakar secara sadis membakar Jessica, akhirnya pada Selasa (23/10) siang tadi menghembuskan nafas terakhir di RSUP Kandou Manado.

Adapun informasi duka itu diterima wartawan datang langsung dari Dirut RSUP Kandou Manado, Prof, Jimmy Panelewen.

“Memang benar Jessica sudah mengembuskan napas terakhir pada siang ini,” ujar Panelewen.

Menurut dia sebelumnya, pihaknya sudah melakukan tindakan maksimal. Namun, Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak lain.

“Mungkin ini jalan terbaik bagi Jessica. Karena luka bakar yang dialaminya mencapai 85 persen,” jelas Panelewen.

Diketahui kronologi sebelumnya bahwa Alm.Jessica diduga dibakar oleh ibunya kandungnya (Olga) pada akhir bulan September lalu. Dimana, Alm Jessica tercatat sebagai siswi SD kelas 4 di Desa Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Sangihe.

Adapun ketahui pada kemarin (Senin, 22/10) Alm. Jessica sempat dikunjungi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, serta jajaran Pemprov Sulut di RSUP Kandou Manado.

(IsJo)




Dandim Rembang Bersiap Menuju Sasaran Pengerjaan Jalan

Rembang, detiKawanua.com – Pagi ini, Selasa (23/10), Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S. Sos (Komandan Kodim 0720/Rembang) sekaligus Dansatgas (Komandan Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, sampai di Poskotis (Pos Komando Taktis) TMMD Reg-103, di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, kemudian segera bergegas menuju ke lokasi pembangunan Jalan Makadam dan sasaran lainnya, dengan menggunakan kendaraan Sepeda Motor yang dikemudikan oleh Kopda Isnadi salah satu Satgas TMMD Reg-103, Selasa (23/10)
“Saya mengantarkan Dansatgas ke lokasi menggunakan sepeda motor karena memang permintaan beliau sendiri”, tutur Isnadi.
“Karena memang kondisi Medan serta jalannya sangat tidak mendukung kalau menggunakan kendaraan Mobil”. Saya pun sangat berhati-hati memboncengkan beliau, selama berkendara pun saya sempat tidak percaya diri dan was-was, takut kalau kenapa-kenapa, maklum selama ini ya baru kali ini saya memboncengkan atasan atau pimpinan setingkat Dandim lagi”, pungkasnya. (*)



Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Boltim: Santri Adalah Pionir Perdamaian

Bupati Boltim Sehan Landjar membacakan sambutan Menteri Agama saat Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah sudah sepatutnya memberikan apresiasi bagi perjuangan kaum santri yang secara nyata memberikan andil besar bagi terbentuk dan terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian dikatakan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar SH membacakan amanat Menteri Agama RI, saat memimpin upacara dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, di halaman kantor Bupati Boltim, Senin (22/10).

Peringatan Hari Santri, kata Bupati, harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran, dan berkeadilan.

“Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam Indonesia. Mulai hari itu, kita dengan suka cita memperingati Hari Santri yang merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri,” terangnya.

Tema “Bersama Santri Damailah Negeri”, yang diusung dalam peringatan Hari Santri tahun ini, diangkat bukan tanpa alasan. Bupati menyebut, isu perdamaian yang diangkat merupakan respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoax, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan hingga terorisme.

“Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi islam di Indonesi,” kata Bupati.

Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, Dia berharap, para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. “Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun,” imbau Bupati.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati didampingi Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit, Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assagaf, dan perwakilan Kementerian Agama turut melepas Kirab yang diikuti seluruh santriwan/santriwati se-Sulut.
(Fidh)



Warga Desa Pasedan Bagikan Masker Dilokasi TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Pasca TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bergulir di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, anggota Satgas TMMD langsung menuju sasaran untuk mengerjakan jalan makadam dan pengecoran. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan musim kemarau. Cuaca yang panas menyebabkan tanah kekeringan dan berdebu, Senin (22/10).
Banyaknya debu yang berterbangan dapat menjadi ancaman bagi anggota Satgas TMMD terkena penyakit ISPA(Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Apabila ada anggota Satgas TMMD yang sakit maka pekerjaan pun akan terjadi kendala. Kirmanto Warga Desa Pasedan RT 02/ RW 04 ingin jalannya segera jadi dan segera bisa dinikmati sehingga tidak mau ada anggota Satgas TMMD yang sakit. Dia (Kirmanto) berinisiatif membagikan masker kepada anggota satgas TMMD untuk mencegah ancaman ISPA yang datang menyerang.
Bapak Kirmanto mengatakan kesehatan anggota satgas TMMD itu harus diutamakan karena mereka tiap hari bekerja. “Bapak-Bapak Tentara ini kan kerjanya tiap hari membangun jalan kami, dan selalu berhadapan dengan debu, sebagai perhatian kami mungkin hanya sebuah masker ini yang bisa kami berikan untuk melindungi dari debu yang berserakan,” tandas Kirmanto.
Berbagai tantangan dialami oleh anggota Satgas TMMD, yang paling berat adalah medan yang terjal dan udara berdebu. Desa yang berada di dataran tinggi ini aksesnya sangat terjal dengan kecuraman yang tinggi. Terik matahari tidak dirasakan Satgas dan warga untuk mencapai target yang harus selesai dalam 30 hari kedepan. (*)



“Mbah Sarmi Pengrajin Tikar Dari Daun Pandan”

Rembang, detiKawanua.com – Mempelopori usaha-usaha untuk kesejahteraan masyarakat, anggota Satgas TMMD Reguler ke 103, Serda Wiji Sutrisno membantu mbah Sarmi (71), pengerajin membuat tikar dengan bahan dasar daun pandan bertempat di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Senin (22/10)

Kegiatan ini dilakukan oleh anggota Satgas TMMD kepada masyarakat bertujuan untuk mendongkrak usaha dari tingkat kecil dan menengah sehingga kemakmuran warga yang ada di wilayah Pasedan dapat terwujud.
Saat dikonfirmasi, Wiji Sutrisno mengatakan, untuk mengikat tali silaturahmi antara TNI khususnya Babinsa yang ada di Wilayah Kodim Rembang, sangat penting dilaksanakan kegiatan anjangsana melaui Komunikasi Sosial (Komsos) untuk mengetahui situasi keadaan wilayah baik dari segi Geografi, Demografi dan Kondisi sosial hingga wilayah terkecil yakni Desa Pasedan, khususnya Dukuh Ngotoko.
Lanjutnya, apalagi budaya pengerajin pembuat tikar, tidak segampang yang kita lihat seperti membalikkan telapak tangan dalam proses pembuatan kerajinan tersebut.
“Seperti proses bersihkan dan buang duri yang ada pada daun pandan, daun pandan tersebut kemudian dipotong-potong (1 cm – 3 cm) sesuai keinginan yang nantinya akan kita anyam, potongan-potongan daun pandan tersebut kita rebus hingga 45 menit, (agar getah pada daun menghilang dan membuat warna daun tersebut menjadi putih kekuningan)
Rendam dan diamkan dalam bejana atau baskom besar yang berisi air selama satu malam, daun pandan dijemur pada terik matahari, sampai warna pada daun pandan berubah menjadi putih (warna dasar), setelah itu daun pandanpun siap diolah kembali untuk memberikan berbagai warna yang kita sukai, hingga daun pandan pun siap untuk dianyam menjadi tikar, tas,bantal kursi, alas kursi, dompet dan lain – lain. Sehingga keahlian khusus diperlukan orang yang mahir,” imbuhnya.
Mbah Sarmi (71) mengatakan ucapan terimakasih kepada Pak Wiji yang ikut terjun langsung serta membantu kami hingga usai sehingga moril kami bertambah semangat. Semoga kebaikan bapak – babapk TNI yang sedang membangun desa kami dapat balasan oleh yang maha kuasa.
Ia berharap satgas TMMD ini, dapat melirik dan membantu hasil buatan pengerajin tradisional tikar, dalam proses pendistribusian baik didalam maupun keluar daerah. (*)



Korlap TMMD Terjun Langsung Dilapangan

Rembang, detiKawanua.com – Hari demi hari pengerjaan jalan makadam sepanjang 2358 kilometer di Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu terus berjalan dan dikebut pengerjaanya sesuai target yang sudah direncanakan dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang.

Kapten Infanteri Wardiyana yang sehari-hari berdinas di Kodim 0720/Rembang menjabat sebagai Perwira Seksi Teritorial selaku koordinator lapangan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang turut terjun langsung membantu pengerjaan jalan makadam bersama satgas TMMD lainya, sehingga mudah memantau dan sekaligus memberikan arahan-arahan yang sekiranya perlu untuk disampaikan langsung kepada personil satgas TMMD dan warga setempat yang sedang bekerja secara bersama-sama. Senin (22/10).
“Kerjasama yang diperlihatkan Satgas TMMD dan warga saat bekerja sudah cukup bagus , dan saya pun turut membantu langsung disini, semoga pengerjaan sampai dengan selesai nanti  sesuai target yang sudah direncanakan.” ungkap Kapten Wardiyana. (*)