15 Bulan Kedepan Lihaga Beach Club Siap Ramaikan Dunia Pariwisata Sulut

Manado, detiKawanua.com – Bergerak di bidang realestate dan bertujuan melanjutkan misi dalam pengembangan lebih baik dan profesional di bidang pariwisata di Sulawesi Utara, oleh PT. Karyadeka Alam Asri merencanakan pengembangan pembangunan sektor pariwisata secara profesional bertaraf internasional di Kawasan Pulau Lihaga Desa Gangga I Kabupaten Minahasa Utara, dengan market ‘Proyek Lihaga Beach Club’. Sebagaimana sektor pariwisata di Sulut juga telah menjadi andalan dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai (Sulut), dan oleh Gubernur, Olly Dondokambey menyebutkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) sepanjang tahun 2017 mencapai 79.000 orang yang mengalami peningkatan lebih dari tahun 2016 lalu yang hanya 40.000 wisman.

Diungkapkan Silvester (Doddy) Korompis yang merupakan Direktur Utama PT. Karyadeka Alam Asri bahwa keberadaan dari Pulau Lihaga tersebut sudah lama dikenal. Namun, melalui pihaknya dalam melakukan pengembangannya juga sesuai dengan aspek-aspek lingkungan hidup dalam artian ramah lingkungan.

“Rencana waktu pembangunan dari sekarang (Bulan Oktober ini,red) hingga 15 bulan kedepan (hingga tahun 2019,red). Untuk total investasi senilai 15 Milliar, dan kami ingin bekerjasama dengan semua pihak terkait yang sudah ada maupun yang baru untuk memasarkan lebih ke Internasional lagi,” terang Doddy (sapaan akrab Silvester,red) saat melakukan Confrensi Pers di salah satu hotel ternama di Manado, Kamis (25/10) pagi tadi.

Adapun pengembangan diatas pulau seluas 5,6 Ha itu, menurutnya terbuka untuk umum atau manfaat sektor parwisata untuk wisatawan lokal dan internasional.

“Rencana pembangunan di Pulau Lihaga Beach Club diantaranya Restaurant, Swiming poll, Sunbathing Pool, Private Club, Dive Center (bekerjasama dengan Dive Center yang sudah ada di Manado), serta Water Sport Center. Untuk fasilitas yang ada itu seperti JETI (Dermaga), Multi Purpose, Generator, Water Treatment, Employee Mass, Container Shop, Public Toilet,” terang Doddy.

Sementara itu melalui Dirut PT Karyagraha Nusantara, Hanny Batuna, menambahkan untuk dalam hal perizinan sudah dikantongi pihak perusahaan yakni IMB Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan pihak Pemda Kabupaten Minut.

“Untuk tenaga kerja itu ada 75 orang untuk staf, dan juga akan memanfaatkan tenaga SDM setempat, selama skil dan kebutuhan yang ada. Kami berinvestasi juga ingin ada meningkatkan bukan hanya dari fasilitas, namun SDM kemampuan pekerja kami sediakan juga untuk ahlinya dari luar sesuai kebutuhan,” terang Hanny, sembari mengatakan yang paling penting adalah Costumer Experince, untuk pelayanan menjadi perhatian penting.

Diketahui adanya Lihaga Beach Club tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonominan regional dan lokal dengan terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat dan memberikan multiplier efek.

Hadir pula dalam dari kalangan akademisi Unsrat Manado, Wiske Rotinsulu selaku moderator pada kegiatan tersebut.

(IsJo)




Ini Tanggapan Kadis DLH Terkait Statement Sekda Mitra

Kadis DLH Mitra,Dr Tommy Soleman

Mitra, detikawanua.com – Adanya Statement Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara (Mitra) Robby Ngongoloy,kepala dinas mundur saja kalau tak mampu mengurus terkaIt Permasalahan TPA, terus bergulir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mitra, Dr Tommy Soleman ketika dimintai tanggapan terkait statement Sekda mengatakan, sebagai bawahan dalam korps ASN tentunya selalu siap dengan segala konsekuensi dalam pekerjaan.

” sebagai bawahan tentu selalu siap untuk dievaluasi, dibina dan diberi peri petunjuk,” ungkap Soleman, (24/10/2018).

Lebih lanjut soleman mengatakan, kiranya masyarakat bisa memaklumi karena kendala yang terjadi saat ini akibat alat yang beroperasi dilokasi TPA mengalami kerusakan dan terus diperbaiki oleh teknisi.

” buldoser yang menangani penimbunan sampah saat ini sementara rusak, kami terus usahakan perbaiki berkali kali tapi belum mendapat hasil maksimal, saat ini sementara kami menghubungi teknisi dari trakindo,harap dimaklumi”jelas Soleman.

Sementara itu, sejumlah warga yang memiliki perkebunan disekitaran lokasi TPA mengatakan, sangat terganggu dengan dampak dari pengelolaan TPA yang tidak maksimal.

” lalat berterbangan dan bau busuk sangat mengganggu aktivitas kami sebagai petani, bahkan kalau mau makan harus fokus menghadapi lalat lalat, “ucap salah satu warga yang mengaku memiliki lahan pertanian disekitaran TPA. (Indri Rambi)




Kembali Maju DPD RI , Senator STEVANUS LIOW : ” Saya Ingin MELAYANI Dan MENGABDI “.

MINSEL, detikawanua.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD )  Ir Stefanus BAN Liow MAP , Rabu Kemarin  ( 24/10/2018 ) mengadakan pertemuan dengan para wartawan yang meliput di biro Minahasa Selatan (Minsel) di Teras Cafe pusat kota Amurang dengan Balutan ” Senator pulang Kampung “

Dalam pertemuan yang singkat ini Senator yang adalah putra asli Rumoong Bawah dan Tuama Minahasa selatan mengatakan, bahwa kesiapannya untuk maju kembali sebagai calon DPD RI utusan SULUT merupakan suatu Panggilan bagi dirinya untuk melihat apa yang kurang di masyarakat. Saya hanya ingin menguatkan visi saya yaitu untuk menjembatani kepentingan daerah mendorong untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

” Yang pasti masih banyak yang perlu dilakukan yaitu masalah kesehatan , Pemuda bagaimana kemudian fasilitas di bidang kesehatan pendidikan sosial dan berbagai program lainnya seperti mencegah masuk nya paham radikalisme serta terorisme, dan kesemuanya itu memang harus di kawal ” ucap Steva

Dan berharap dukungan masyarakat Minsel dan Sulut kembali bersama bersatu melakukan tugas mulia ini dan berjuang bersama karena menurut Steva satu motto dirinya yaitu Melayani dan Mengabdi, tentunya Untuk Masyarakat dan terutama Untuk Tuhan
( Vandytrisno )




3.000 Mahasiswa Dikuliahi Gubernur Olly Soal Nilai-Nilai Pancasila Era Milenial

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada 3.000 mahasiswa generasi milenial Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada Talkshow Pancasila Goes To Campus yang mengusung tema ‘Membumikan Pancasila Di Era Milenial’.

“Pancasila senantiasa harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti, dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan guna tetap kokoh sebagai living ideology,” kata Olly di Auditorium Unsrat Manado, Rabu (24/10).

Olly menggunakan bahasa lugas sehingga mudah dimengerti para mahasiswa. Olly juga aktif berinteraksi sehingga penyampaian materi menggugah minat seluruh mahasiswa yang memadati ruangan.

Gaya mengajar Olly yang kekinian membuat para mahasiswa milenial makin bersemangat mengikuti talkshow yang menjadi aksi nyata Gerakan Indonesia Bersatu pada iven Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) yang akan berlangsung pada tanggal 26 – 28 Oktober 2018.

Olly menuturkan, alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya oleh kalangan mahasiswa karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia sempat mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang mulai melupakan Pancasila.

“Amnesia bangsa terhadap pancasila harus dicegah. Sangat tepat keputusan Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila,” ujar Olly lalu disambut tepuk tangan seluruh mahasiswa.

Karenanya, Olly meminta semua mahasiswa milenial Unsrat untuk memahami pentingnya sejarah lahirnya Pancasila.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, agar kelestarian Pancasila dapat terus dijaga, dikawal dan diamalkan dalam praktis kehidupan kemasyarakatan,” ucap Olly.

Selain Pancasila, Olly juga mengingatkan mahasiswa Unsrat untuk memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan lainnya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD RI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menariknya, Olly mengutip pandangan Presiden Soekarno bahwa empat pilar kebangsaan adalah karakteristik khas Bangsa Indonesia. Strategi itu semakin memudahkan para mahasiswa memahaminya.

“Dalam pandangan Presiden Soekarno, tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama. Tiap-tiap bangsa memiliki karakteristik sendiri dengan cara berjuang sendiri. Karakteristik Indonesia adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukan. Perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang karakteristik tersebut,” beber Olly.

Lebih jauh, Olly juga menerangkan konstruksi empat pilar kebangsaan. Ia menegaskan penyebutan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah dimaksudkan bahwa keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda.

“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain. Pilar NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah terkandung dalam UUD 1945, tetapi dipandang perlu untuk dieksplisitkan sebagai pilar-pilar tersendiri sebagai upaya preventif mengingat besarnya potensi ancaman dan gangguan terhadap NKRI dan wawasan kebangsaan,” papar Olly.

“Adapun UUD1945 adalah konstitusi negara sebagai landasan konstitusional bangsa Indonesia yang menjadi hukum dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan di bawahnya. Sedangkan NKRI merupakan bentuk negara yang dipilih sebagai komitmen bersama. NKRI adalah pilihan yang tepat untuk mewadahi kemajemukan bangsa,” kunci Olly.

Usai talkshow Membumikan Pancasila Di Era Milenial, Olly bersalaman dengan para mahasiswa milenial yang menghampirinya. Olly pun mengajak wefie para mahasiswa. Talkshow turut dihadiri Rektor Unsrat Ellen Kumaat, Kaban Kesbangpol Sulut Meiki Onibala dan civitas akademika Unsrat.

(hms/IsJo)




285 Peserta Pesparani Uskup Manado ke Ambon, OD-SK Ingatkan 4 Hal Penting Ini Termasuk Melawan Hoax


Manado, detiKawanua.com – Kontingen Pesparani Keuskupan Manado yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) di Kota Ambon-Maluku pada tanggal 27 Oktober-2 November  2018 nanti, telah dilepas Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, Rabu (24/10) di Kantor Gubernur.
Wagub pada kesempatan itu mengingatkan empat hal kepada peserta dalam mengikuti Pesparani seperti, sukses pertumbuhan rohani, sukses prestasi, sukses keberangkatan dan sukses melawan hoax.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulut mewakili Bapak Gubernur (Olly Dondokambey) menyampaikan selamat mengikuti lomba Pesparani di Ambon. Saya berpesan kiranya kontingen bisa sukses, dan ini penting sekali selain dapat menampilkan yang terbaik  untuk meraih prestasi yang membanggakan. Kesuksesan keuskupan Manado adalah kesuksesan Provinsi Sulawesi Utara”, ucap Kandouw, sembari berharap kepada peserta untuk mampu memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk semakin meningkatkan kebersamaan, kualitas diri, penghayatan nilai-nilai keagamaan  dengan lagu-lagu pemujaan kepada Tuhan yang penuh dengan pesan pesan moral yang berarti terhadap peningkatan kualitas kehidupan.
Sementara, Ketua umum Lembaga Pembinaan Pemberdayaan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD), Wenny Lumentut  mengharapkan agar kontingen Pesprani bisa berprestasi dalam lomba Pesparani di Ambon Nanti.
“Jadi ada 258 orang kontingen yang akan ikut Pesparani. Kita doakan agar sukses seperti yang disampaikan Pak Wagub. Mudah-mudahan mendapat hasil uang maksimal,”ujar ketua LP3KD Wenny Lumentut didampingi Wakil Ketua, Fabian Kaloh dan Bendahara Lucia Taroreh.
Sebelumnya, Ketua kontingen Edwin Kindangen melaporkan berbagai persiapan dari panitia dalam mengikuti lomba yang berlangsung dari tanggal 27 Oktober s/d  2 November  2018 dengan 12 kategori lomba dan diikuti oleh  34 Provinsi di Indonesia yang akan dihadiri sekitar 12 ribu orang.
Adapun setelah pelepasan kontingen, berkat dan pengutusan kontingen dilakukan oleh Uskup Manado, Rolly Untu. MSC
(hms/IsJo)



Lawensatu : Tiga Hari Kedepan Kartu Peserta Pelamar Akan Di Serahkan

Tahuna, detikawanua.com – Tahapan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di Kepulauan Sangihe berlangsung sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, Rabu (24/10/2018) Para Pencari Kerja (Pencaker) yang telah dinyatakan lulus berkas CPNS memadati Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Sangihe untuk mengambil kartu tanda peserta.
Salah satu Pencaker dari Kampung Kauhis Ervina Lalelah kepada sejumlah media mengatakan dirinya merasa senang bisa lulus berkas. “Saat ini kami sedang antri untuk mengambil kartu tanda peserta, Saya merasa senang bisa lulus berkas, setelah berjuang beberapa waktu lalu dengan jaringan yang kurang bagus untuk melakukan pendaftaran melalui sistem online, dan kemarin nama saya ada dipapan pengumuman dinyatakan lulus berkas,” kata Lalelah.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Sangihe Steven Lawendatu mengatakan, penyerahan kartu peserta ujian bagi pelamar dilakukan kurang lebih selama tiga hari kedepan. Dari tahapanya hingga saat ini belum ditemukan masalah.
“Sampai hari senin kemarin kami telah melakukan rapat panitia seleksi tingkat Kabupaten tentang peserta yang dinyatakan lulus, jadi ada 42 orang yang tidak memasukan berkas secara fisik, sedangkan 45 tidak memenuhi persayatan untuk IPK minimalnya dari Menpan, 2,75,” kunci Lawendatu. (js)



TNI Gandeng Disperindag Rembang Ajarkan Wira Usaha Kepada Ibu-Ibu Warga Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Pada sebuah negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, peranan para pewirausaha tidak dapat dikesampingkan, terutama dalam melaksanakan pembangunan. Para wirausahawan dapat berkreasi serta melakukan inovasi secara optimal dengan mewujudkan gagasan-gagasan baru menjadi aksi yang nyata sehingga dapat membantu suatu bangsa untuk berkembang lebih cepat.
Maka dari itu Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang mengandeng Disperindag Kabupaten, untuk memberikan pelatihan kepada warga masyarakat Desa Pasedan, Kecamatan Bulu. Rabu(24/10)
Mariyati(35) warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu yang saat itu mengikuti pelatihan mengatakan bila ada pelatihan seperti ini mereka senang sekali, tapi sayangnya pelatihan seperti sekarang baru sekali ini. Maka kami harapkan pelatihannya berlanjut terus,” ungkapnya.
Dalam kegiatan pelatihan ini, membatik salah satu kegiatan yang diperkenalkan kepada warga masyarakat Pasedan. Antusiasme warga mengikuti pelatihan ini layak mendapat acungan jempol. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Pasedan memiliki niatan untuk mengembangkan konomi melalui berwira usaha.(0720)



UMKM Jadi Solusi Alternatif Bagi Warga Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Ini tujuan digelarnya pelatihan industri kecil oleh Satgas TMMD Kodim Rembang bagi warga di Desa  Pasedan (desa sasaran TMMD). Sebagaimana diketahui, bahwa untuk menggelar pelatihan itu, Kodim Rembang menggandeng Disperindagkop  UMKM Rembang, Pelatihan berlangsung di Balai Desa Pasedan.
Bapak Kuswandi SH. salah satu narasumber mengemukakan,  industri kecil,  merupakan usaha ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah dimana  sebagian besar dilakukan oleh golongan ekonomi lemah.Oleh karenanya, industri kecil penting peranannya dalam pemerataan, perluasan penyerapan tenaga kerja, perluasan kesempatan berusaha, sampai mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, narasumber lain,  Bapak Sriyono  menjelaskan,  kedudukan manusia dalam suatu dunia usaha sangat menentukan karena posisinya selain sebagai obyek juga subyek dalam proses pencapaian hasil usaha. Oleh karena itu hidup matinya suatu dunia usaha, faktor manusia sangat menentukan. Pentingnya faktor manusia dalam dunia usaha, maka perlu mendapat perhatian yang lebih besar agar mampu meningkatkan daya saing dalam dunia usaha.
Pelatihan dimaksud  sejalan dengan maksud dan tujuan  Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Cilacap dalam rangka menumbuhkan wira usaha baru di Desa Pasedan. “Mencermati fenomena tersebut maka perlu pembinaan secara simultan sesuai bidang usaha yang dikembangkan, baik pada usaha industri kecil maupun menengah,”  ungkap Kuswandi.
Dengan pelatihan itu diharapkan,  para pelaku Insdutri Kecil Menengah (IKM),   memiliki pengetahuan, keterampilan ,  serta kecakapan manajemen pemasaran. Contoh sederhana yang biasanya menjadi problem bagi industri-industri kecil untuk memesarkan dagangannya,  belum memiliki kemasan yang menarik, label dan merek. Permasalahan berikutnya adalah,  harga penjualan produk belum mendatangkan laba yang wajar, saluran distribusi (perantara) belum mampu menyalurkan (mendistribusikan) dalam skala besar. (*)



Drum Band Jadi Kegiatan Exstrakurikuler Faforit Pelajar SDN 2 Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Pasedan yang berada di ujung desa Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang perlu di tiru oleh sekolah yang lain, bahkan sangat luar biasa sekali yang notabene sekolah di pinggiran desa tidak kalah dengan sekolah di perkotaan karena memiliki Group Drum Band yang handal. Rabu (24/10/2018).

Layaknya para pemain drum band senior tetapi masih usia anak-anak sudah mempunyai kemampuan seperti orang dewasa, mereka dapat memainkan berbagai macam variasi lagu dengan sempurna.

“Bukan hanya lagu-lagu nasional saja melainkan lagu-lagu jawapun mereka kuasai, bahkan kadang-kadang mereka juga menawarkan pada penonton minta lagu apa,” ujar rita siswa yang duduk di bangku kelas 6.

Group Drum Band ini selalu menjadi perhatian publik, baik para orang tua siswa, maupun masyarakat di sekitar sekolah, saat pelaksanaan upacara bendera setiap hari senin. Bahkan sering ditampilkan pada acara momen tertentu seperti perayaan karnaval atau pertandingan yang lainnya.

Siswa siswi SDN 2 Pasedan ini mengetuk warga dengan alunan lagu-lagu yang ia tampilkan. “Tentunya hasil yang luar biasa ini bukan hanya membalikkan telapak tangan saja, melainkan semangat untuk belajar dan berlatih dengan semangat, ikhlas tentunya semangat para individu siswa yang tinggi,” imbuh Bapak Juwanda S.Ag selaku kepala SDN 2 Pasedan.

“Satgas TMMD Reguler ke 103 disela-sela waktunya ikut bergabung memberikan suport untuk selalu di tinggkatkan, belajar terus jangan bangga sampai disini saja bahkan personel korsik Kodim Rembang ikut menyalurkan sedikit ilmunya trik drum band biar lebih hebat,” ujar Kapten Budi. (*)




Personil TMMD Siapkan Alat Berat Gilas Batu Landasan Jalan Makadam

Rembang, detiKawanua.com – Warga Desa Pasedan,tampak sumringah dan menyambut antusias kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang pagi ini.
Terbukti, puluhan warga setempat tampak ikut berbaur dengan TNI saat bergotong-royong TMMD,Rabu (24/10/2018). Kegiatan TMMD  di wilayah Kodim Rembang sudah memasuki hari yang ke 10 hari,sudah kegiatan fisik yang sudah kelihatan di kerjakan meskipun masih banyak juga jalan yang perlu di buka,guna pengecoran.
Puluhan warga Desa Pasedan dan Satgas TMMD sejak pagi sudah siap dengan segala peralatan kerja untuk membuka lahan yang akan diperuntukkan sebagai jalan penyambung Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan. Dengan penuh semangat gotong-royong, warga yang berbaur dengan anggota TNI tampak saling bahu membahu menata jalan yang meski dengan alat yang sederhana. Rabu (24/10)
Menjelang siang hari alat berat diturunkan dan siap menggilas batu-batu keras landasan jalan makadam.
“Dengan penggilasan batu menggunakan alat berat ini, landasan jalan akan menjadi lebih kuat dan kokoh.” Ungkap Bapak Wakiman (40) Operator Alat Berat.
Memang, selama ini akses penghubung Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan sanggat terisolir dengan desa lain karna letak dan Geografisnya termasuk desa pegunungan, sehingga bila kedepannya terbentuk jalan, maka aktivitas warga Pasedan dapat terbantu, khususnya untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.(*)