Tiba Di Manado, Sosok Paman Dari Habib Smith Ini Disambut Bahagia Masyarakat Sulut

Manado, detiKawanua.com – Salah satu sosok ulama ternama di Indonesia yakni, Habib Muhammad Bin Smith, pada Kamis (25/10) tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, kedatangan beliau pun disambut penuh suasana kekeluargaan dari segenap warga dan petinggi-petinggi ormas adat Minahasa beserta Forkopimda Sulut yang dikoordinir langsung Kapolda Sulut, Irjen Pol, Bambang Waskito.

“Terima kasih, selamat kepada semua, damai untuk semua, damai yang terindah,” ucap Habib.

“Pertanyaan tak perlu terlalu banyak, yang penting menghasilkan sesuatu yang rukun, damai, sejahtera dan kasih sayang,” singkatnya saat diwawancarai wartawan.

Pada intinya, kehadiran dirinya di Bumi Nyiur Melambai ini untuk menghadiri agenda keagamaan sekaligus bertemu dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara.

“Saya lahir di Manado, sekolah di Manado, banyak teman saya di sini (Manado) dan ini kota yang penuh kedamaian,” ujarnya yang juga merupakan paman dari Habib Bahar Bin Smith yang pada beberapa waktu lalu hadir di Manado dan sempat terjadi penolakan.

Sementara itu, Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI), Hanny Pantouw menyatakan “aksi” tersebut (penjemputan kepada Habib Muhammad Smith) dilaksanakan untuk meluruskan opini yang beredar pasca penolakan beberapa waktu lalu.

“Seolah diplesetkan bahwa orang Manado anti agama tertentu, padahal tidak seperti itu,” jelas Pantouw sembari mengatakan bahwa aksi itu penting demi perdamaian nasional, untuk menolak isu hoax yang menyebutkan bahwa Kota Manado intoleran.

“Dengan ini kita buktikan bahwa Sulut aman, Sulut cinta damai,” ungkapnya.

Adapun selanjutnya, rombongan Habib Smith pun pada sore hari menjelang malam, menerima undangan khusus dan dijamu langsung Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Sekprov, Edwin Silangen dan sejumlah tokoh agama di Sulut yang bertempat dikediaman rumah pribadi gubernur di Kolongan Minut.

Pada kesempatan penuh hikmad kekeluargaan pada pertemuan tersebut pun berbagai hal terkait keselarasan dan norma-norma toleransi dibahas oleh dua tokoh ternama itu (Habib dan Gubernur). Terpantau media ini, perbincangan komunikasi yang sangat santai berlangsung baik dan penuh canda tawa, Bahkan Habib pun sempat menyapa dan memberi salam kepada isteri Gubernur Sulut yakni Rita Maya Dondokambey-Tamutuan.

Adapun pertemuan ini pun sesuai pesan Habib dan Gubernur merupakan satu pesan moral kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia tentang indahnya

“Kita adalah Provinsi yang cinta damai, kita adalah Provinsi yang toleran, siapa saja bisa datang ke Manado, ke Bumi Nyiur Melambai ini, masalah dia datang kemudian ada tindakan intoleran, ada aparat hukum yang tangani, masyarakat wajib melaporkannya, tidak perlu menghadapi dengan keributan karena kita sebagai masyarakat Sulawesi Utara selalu menggaungkan slogan ‘Torang Samua Basudara dan Torang Samua Ciptaan Tuhan,” ucap Gubernur Olly yang dikutip Juru Bicara Pemprov Sulut, Christian Iroth, dimana kemudian langsung disambut senyum dan jabatan tangan bersama Habib Muhammad Bin Smith.

Sementara itu, Wakil Gubernur Steven Kandouw pun sebelumnya ketika diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur, mengatakan bahwa kedatangan Habib Muhammad Bin Smith tidak ada yang salah.

“Kan tujuannya bagus, baik, tidak ada yang salah, wajar-wajar saja, Sulut itu cinta damai,” ungkap Kandouw.

(IsJo/hms)




Dandim Rembang Koordinasi Dengan Kades Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Demi kepentingan umum, personel TNI yang  terlibat dalam satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama-sama dengan warga untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat serta demi kelancaran pembangunan infrastruktur dan kegiatan nonfisik di Desa Pasedan Kecamatan Bulu dalam Kegiatan TMMD ini.
Komanndan Kodim 0729/Rembang Letkol Arhanud Andi Budi Sulistianto S.Sos  selaku Dansatgas TMMD selalu berkoordinasi  dan berkomunikasi secara intens kepada pihak-pihak yang terkait guna memperlancar  dan mensukseskan kegiatan TMMD yang sedang berjalan.
Dalam kesempatanya Dandim rembang koordinasi dan berkomunikasi bersama Kades pasedan Bapak Kusman di poskotis. jum’at (26/10). “Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang dapat berjalan lancar dan dapat mencapai target sesuai rencana,” ungkap Dandim Rembang. (*)



Pejabat Kodam IV/Diponegoro Sambangi Langsung Rumah Warga

Rembang, detiKawanua.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal dengan TMMD Reguler ke 103 yang dilaksanakan oleh Kodim 0720/Rembang dilaksanakan di Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu. Berupa Pembangunan beberapa infrastruktur juga pembangunan mental dan karakter warga melalui kegiatan fisik dan nonfisik.
Saat kunjungan tim wasef Kodam IV/Diponegoro dilokasi TMMD, dalam kesempatanya menyambangi salah satu rumah warga yang digunakan untuk menginap beberapa personil anggota satgas TMMD dari Yonif 410/Alugoro. Letkol Infanteri Hartono salah satu tim wasef dari Kodam IV/Diponegoro menyampaikan sesuatu langsung kepada pemilik rumah. Kamis (25/10).
 “Bapak, Ibu mohon maaf kiranya tidak keberatan selama kegiatan TMMD Prajurit-Prajurit Saya untuk sementara waktu  menginap disini.” Ungkap Letkol Infanteri Hartono.
“Iya Pak gak apa-apa, malah kami merasa senag dan bangga karena rumah kami dijadikan tempat menginap Pak Tentara.” Jawab Bapak Wardi warga setempat. 
“Kami juga merasa senang Bapak-Bapak Tentara membangun Desa Kami.” tambahnya. (*)



Apel Pagi Jadi Sarapan Satgas TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Apel pagi pengecekan personel sebelum berangkat melaksanakan kegiatan merupakan kewajiban dan rutinitas yang biasa dilakukan oleh setiap prajurit TNI, sebelum memulai kegiatan kegiatan tugas dinas militer dan apel merupakan cerminan kedisiplinan seorang prajurit. Kamis (25/10)
Ada hal yang unik selama Pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103, sudah hampir dua Minggu terlihat setiap pagi di Desa Pasedan yang akan melaksanakan kerja bakti dan bergotong royong mereka terlihat  mengikuti apel bersama anggota satgas TMMD.
Selain dilakukan pengecekan mereka juga mendengar kan arahan dan petunjuk dari perwira pengawas tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama kegiatan program TMMD Reguler ke -103.
Letnan satu Inf Supriyanto Selaku Komandan Kompi (Danki satgas) pagi itu mengambil apel pagi sebelum melaksanakan kegiatan pengecekan kesiapan personel dan pembagian tugas kelompok kerja.
“Setiap pagi kami laksanakan apel sehingga memudahkan berkordinasi dan pembagian tugas yang akan di laksanakan sehingga pelaksanaan TMMD Reguler ke -103 berjalan lancar dan tepat sasaran”. tuturnya.
Dengan harapan ketika warga masyarakat melihat dalam perjalanan apel sehari – harinya memotivasi memiliki kedisiplinan dan pribadi yang bertanggung jawab. Dengan harapan dengan adanya program TMMD Reguler ke -103 selain pembangunan fisik juga pembangunan non fisik. (*)



TNI Polri Bersama Masyarakat Sukseskan TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Jalan merupakan akses transportasi yang sangat penting bagi warga untuk kegiatan sehari hari  baik keluar masuk desa, kegiatan pertanian, hubungan sosial dan kegiatan lainnya. Dan infrastruktur inilah yang sangat dibutuhkan warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, dimana kegiatan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler 103 Kodim 0720/Rembang sedang berjalan.
Kondisi jalan berupa tanah dan bebatuan serta jalur terjal dan jalan yang naik turun serta berliku, kondisi seperti ini yang menjadikan sasaran Program TMMD Reguler ke-103 TA 2018 diarahkan kesana, dengan tujuan untuk memperbaiki infrastruktur di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Karena pekerjaan fisik makadam jalan ini paling panjang dan membutuhkan waktu paling lama, sehingga Tim Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0720/Rembang bekerja sama dengan Polri, TNI AL (Pos AL) Rembang dan juga masyarakat setempat, bekerja keras dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan makadam jalan.
“Karena makadam jalan ini adalah pekerjaan yang memerlukan waktu dan tenaga yang extra lebih, sehingga kami bersama elemen masyarakat terus berusaha semaksimal mungkin agar cepat selesai tepat waktu,” ujar Dansatgas. Kamis (25/10)
Ditemui secara terpisah, Kepala Desa Pasedan berharap semoga dengan dibangunnya jalan lewat program TMMD ini bisa membantu kesulitan warga khususnya bidang transportasi, dan khusus Dukuh Ngotoko bisa menjadi lebih maju dengan terbukanya akses transportasi ini. (*)



Sukseskan Program TMMD, AL Bergabung Dengan AD

Rembang, detiKawanua.com – Untuk menyukseskan jalannya pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, personel pasukan TNI-AL dari kesatuan Pangkalan TNI-AL Semarang yang berdinas di Pospamla Rembang, turut diterjunkan.
Mereka bekerja membantu pembangunan makadam jalan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang sepanjang 2.358 meter sebagai lokasi TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang. Kamis(25/10)
Pasukan TNI-AL sejumlah 10 orang ini dipimpin langsung oleh Serka Lis Supeno. Selama kegiatan TMMD tersebut Pasukan TNI-AL itu bergabung dengan Satgas TMMD Kodim Rembang untuk menyukseskan tugas militer selain perang. Tugas-tugas selain Perang ini misalnya membantu masyarakat dalam bencana alam dan kegiatan sosial lainnya.
Melalui TMMD reguler ke-103, personel pasukan TNI- AL ini dapat membantu percepatan pembangunan dari program pemerintah. Mulai dari pembangunan betonisasi, Makadam jalan, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan Poskamling.
“Saya merasa senang dengan adanya program TMMD ini. Utamanya dalam pembangunan jalan yang menghubungkan antara Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan yang sangat bermanfaat untuk warga,”katanya. (*)



Radio Bateray Masih Exis Di Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Semangat dalam menjalankan sebuah pekerjaan adalah suatu keharusan, karena dengan semangat yang tinggi hasil dari pekerjaan yang dilakukan akan terwujud sesuai harapan. Pasti kegembiraan akan menyambut dari hasil sebuah pekerjaan yang dilakuaknnya. Pengerjaan jalan makadam sepanjang 2358 meter masih terus berjalan dan terus dikebut dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang.
Berbagai macam cara warga maupun satgas TMMD bekerja sambil menghibur diri. Pada saat pengerjaan jalan makadam tampak seorang warga membawa sebuah radio baterai yang dipergunakan untuk menghibur warga dan satgas TMMD saat bekerja. Kamis (25/10)
 “Dengan radio ini kami bisa mendengarkan berita maupun lagu-lagu dangdut. Dan kami pun sangat terhibur,” ungkap Mulyadi warga Desa Pasedan.
Semangat kerja warga dan satgas TMMD dalam membangun jalan memang luarbiasa, tak kenal lelah dan tak kenal menyerah meski dibawah terik matahari namun mereka tetap bekerja bahu membahu. Sedikit demi sedikit pengerjaan jalan makadam sudah mulai kelihatan hasilnya. Diharapkan TMMD diwilayah ini bisa membawa perubahan yang positif dan berarti bagi masyarakat diwilayah ini. (*)



Pejual Kasur Berharap Pengerjaan Jalan oleh TMMD Cepat Selesai

Rembang, detiKawanua.com – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang masih berlangsung, warga di Dukuh Ngotoko berjanji akan merawat bangunan-bangunan yang telah dibuat Satgas TMMD nantinya. Kegiatan TMMD di Wilayah Desa Pasedan  masih berlangsung dan terus berjalan.
Pembangunan dami pembangunan terus dikerjakan oleh satgas TMMD bersama warga setempat serta unsur-unsur yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan adanya pembangunan beberapa infrastruktur dalam kegiatan TMMD Reguler ke-103 serta kegiatan non fisik yang sudah dan yang akan dilaksanakan nantinya dapat membawa perubahan yang positif serta bisa dirasakan langsung oleh warga setempat.
Saat pengerjaan jalan makadam, nampak seorang penjual kasur sedang berusaha melintas dijalan setapak menuju Dusun Ngotoko untuk menjualnya. Penuh konsentrasi dan exstra hati-hati penjual kasur itu terus berjuang menyusuri jalan setapak demi menafkahi istri dan anaknya.
“Mudah-Mudahan Pembangunan jalan oleh TNI cepat selesai dan saya bisa dengan mudah melewati jalan ini,” ungkap penjual kasur saat melintas. Kamis (25/10)
Secara umum, warga Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko merasa sangat senang dan sangat berterima kasih dengan adanya TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang yang berlokasi diwilayah ini. (*)



Satu-satunya Jalan Panghubung Desa Ditutup Dengan Batu

Rembang, detiKawanua.com – Pembangunan jalan diwilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu yang diselenggarakan Kodim 0720/Rembang melalui kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa  (TMMD) Reguler ke-103 telah berjalan dan sedang dalam pengerjaan Satgas TMMD bersama warga setempat. Kemanunggalan TNI dan Rakyat menjadi pondasi yang kokoh dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indanesia (NKRI). Kegiatan TMMD  diwilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko disambut baik oleh warga setempat serta dukungan dari beberapa pihak yang terkait.
Bekerja secara bersama-sama dan penuh keakraban selalu ditunjukan oleh warga dan satgas TMMD saat bekerja menggarap jalan makadam, dimana jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan penghubung antara Desa Pasedan dengan Dusun Ngotoko. Satgas dan warga tampak antusias dan semangat saat penataan batu-batu yang berfungsi sebagai landasan jalan makadam tersebut, sedikit demi sedikit terkumpul ditengah jalan dan siap untuk diratakan. Kamis(25/10)
TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu berdampak positif bagi warga dan satgas. TNI dalam peranya untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, selain itu TMMD juga menyatukan seluruh lapisan komponen masyarakat yang ada diwilayah ini. (*)



TNI Bersama DKP Rembang Turut Kembangkan Potensi Perikanan

Rembang, detiKawanua.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang dan Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama dengan masyarakat Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang, melepaskan bibit ikan nila di embung Kajar Desa Pasedan. Kamis(25/10)
Petugas dari DKP Kabupaten Rembang bapak Abu Rosidin S. P mengatakan, pelepasan bibit ikan nila ini untuk menjaga ekosistem di embung tersebut. Dan dengan ukuran embung 23×18 meter dan kedalaman 4 meter merupakan ukuran yang cukup luas. 
“Dengan ukuran yang luas, benih ikan nila akan berkembang dengan baik. Nantinya bisa di manfaatkan oleh warga sekitar. Yang penting jangan diracun dan distrum, karena dua hal itulah yang akan memusnahkan ikan,”ungkap Abu Rosidin pada acara pelepasan benih ikan di Pasedan.
Dengan pelepasan benih ikan nila di embung Kajar, Desa Pasedan diharapkan dikemudian hari embung tersebut dapat mempunyai multi fungsi. Disamping fungsi pokoknya sebagai pusat pengairan pertanian, dapat juga dimanfaatkan untuk pemancingan.(*)