TNI Silaturahmi Sambil Menimba Ilmu

Rembang, detiKawanua.com – Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan wujud nyata dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko.
Berbagai macam kegiatan terus berjalan baik kegiatan fisik maupun nonfisik. Di minggu ke tiga ini TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang terus berupaya bekerja dan berbuat yang terbaik demi mewujudkan masyarakat Desa Pasedan ini hidup sejahtera.
Selain bekerja membangun infrastruktur desa, dalam kesempatanya Anggota Satgas TMMD menyempatkan diri untuk berkunjung sekaligus silaturahmi kerumah warga setempat guna menjalin komunikasi serta memupuk jiwa persatuan dan kesatuan bangsa.
Dirumah Bapak Eko (43) warga Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, terlihat Kopda Nyaman menimba ilmu, dengan belajar cara membuat blangkon yang dibuat dari kulit batang pisang yang sudah dikeringkan itu, oleh Bapak Eko dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah blangkon (tutup kepala). Jum’at (2/11)
“Sangat sederhana, namun berkat ilmu yang ditularkan oleh Bapak Eko tersebut, Kopda Nyaman bertambah satu ilmu berkat silaturahmi yang terjalin,” katanya. (*)



Anggota TNI Tanamkan Lingkungan Bebes Sampah Kepada Warga

Rembang, detiKawanua.com – Begitu Kompak dan dan saling bekerjasamanya antara pasukan TMMD ini dengan warga, si pemilik rumah (orang tua asuh) menyapu halaman sedangkan Prajurit membakar sampah.
Praka Nyaman dari satuan Batalyon Inf 410/Alugoro yang tergabung dalam TMMD Reguler ke 103 di Desa Pasedan Kecamatan Bulu, membantu secara ikhlas dan rasa suka rela.
“Kalau lingkungan bersih, maka pandangan matapun tampak jernih,” ungkapnya.
Ia menuturkan kebersihan dan kedisiplinan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam menjalani kehidupan.
“Orang yang disiplin berpeluang besar mencapai keberhasilan dan orang yang hidupnya bersih akan terhindar dari segala macam penyakit,” ujarnya. Jumat (2/11).
Sementara, Suradi (46) selaku orang tua asuh merasa terharu dengan prilaku prajurit yang elok itu. Ia tidak menyangka pula bahwa personil TNI yang menumpang tinggal di rumahnya tersebut bakal mau menyapu atau membersihkan pekarangan rumahnya dari tebaran sampah.
” Saya salut , tak disangka dan diluar dugaan mereka mau membersihkan pekarangan halaman rumah,” ucap Suradi.
Ia mengatakan sebelumnya tidak pernah mengenal secara dekat sosok seorang TNI. Bahkan bertemu di jalan saja ia takut.
“Tapi dengan program TMMD ke kampung saya ini, saya bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan TNI. Saya senang dan merasa dekat dengan mereka,” pukasnya. (*)



Satgas TMMD Rembang Juga Membantu Petani

Rembang, detiKawanua.com – Serda Umar Said Anggota Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang bantu warga Desa Pasedan. Bintara Pembina Desa (Babinsa) sekaligus merupakan personel Satgas TMMD Kodim 0720/Rembang terjun langsung menggunakan membantu menurunkan Pupuk Kandang yang baru saja dibawa oleh Mbak Eni (16), di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jum’at (02/11).
Memasuki musim penghujan kegiatan pengolahan sawah ini yang dimotori Babinsa Pasedan (Serda Umar said) yang langsung membantu mengangkat karung yang berisi pupuk kandang dan diturunkan ke sawah.
“Saya lakukan ini hanya semata-mata demi rakyat. Jangankan mengangkat pupuk, nyawapun saya korbankan demi masyarakat dan negara. Apalagi tentang pangan ini, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk meningkatkan swasembada pangan,” ujar Umar Said.
Ditempat terpisah, Dandim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S. Sos selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-103 menyampaikan apresiasi kepada prajuritnya yang sudah bekerja dengan tulus ikhlas dalam mensukseskan kegiatan TMMD.
“Kemanunggalan TNI-Rakyat adalah wujud nyata dalam mensukseskan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya. (*)



Londo : SKPD Wajib Bertanggung Jawab Atas Pengunaan Aset Daerah

Tahuna, detikawanua.com – Sosialisasi  pembahas tentang tata cara penggunaan aset barang milik daerah, serta memperjelas tanggung jawab dan kewenangan masing-masing perangkat daerah sebagai pengguna barang harus sesuai mekanisme, giat tersebut dilaksanakan diruang rapat Pemkab Sangihe, Kamis (1/11).
Kabit Aset Badan Keuangan Cherry Londo ditemui sejumlah media selah giat yang dilaksanakan mengatakan, karena selama ini selalu menumpuk di bidang aset jika ada persoalan mengenai aset daerah, padahal tidak seperti itu.
“Seharusnya menjadi tanggung jawab pengguna barang yaitu SKPD, kami hanya mengkoordinir aset – aset  tersebut,” kata Londo.
Lanjut dikatakanya, jadi sosialisani ini membahas tata cara SKPD mengajukan usulan ke Bupati untuk ditetapkan status penggunaan aset daerah sampai di keluarkan SK penetapan oleh Bupati, sehingga para SKPD akan tau penggunaan aset ini akan menjadi tanggung jawab mereka untuk mengamankan, menertibkan dan mengawasi aset daerah yang ada di lingkungannya.
“Mekanismenya Para peminjam aset harus mengajukan usulan melalui kepada dinas badan, tidak harus langsung ke Bupati. Jadi Kepala dinas yang akan mengajukan permohonan ke Bupati disertai dengan alasan dan pertimbangan,” ujar Londo 
Ia berharap, muda-mudahan SKPD dapat memahami bagaimana tata cara penggunaan aset daerah dengan benar dan dapat bertanggung jawab sesuai aturan yang diberlakukan. 
Ditanya perihal pembangunan asrama mahasiwa sangihe di UNIMA, Ia menyebutkan, permasalahan yang ada karena pengadaan lahan. sekarang ini sudah tidak seperti dulu untuk mengurus tanah harus dinilani oleh tim independen, sedangkan tim independen tidak ada di Manado, paling dekat  berada di Makasar.
“Tapi permasalahan ini sudah teratasi, sekarang sudah dalam tahap pembayaran, tadinya untuk pembayaran tanah sebesar Rp 2,8Miliar dengan ukuran 1 hektar lebih .Tapi setelah ada penjajakan dan beriring berjalannya waktu tidak jadi membeli tanah tersebut, dan mendapat tanah yang jauh lebih murah Rp.600juta walaupun ukurannya lebih kecil,” kunci Londo. (js)



Siswa Perbatasan Harumkan Indonesia di Kanca Internasional

Tahuna, detikawanua.com – Pendidikan di Daerah Perbatasan dengan fasilitas penunjang yang tidak sama dan lebih minim dibandingkan daerah yang bukan perbatasan tidak membuat siswa – siswi Sekolah Dasar (SD) Sekolah Lentera Harapan (SLH) tidak bisa dipandang sebelah mata. 
Dibuktikan SLH  yang hadir sejak 2016 dibawa naungan yayasan Pelita Harapan langsung menoreh prestasi yang membanggakan secara nasional, dimana 4 orang siswanya meraih medali perunggu olimpiade matematika yang digelar di sekolah Manado Indepent School (MIS) yang bersaing dengan ketat dan menyingkirkan ribuan siswa lainnya dari seluruh Indonesia serta berhak mewakili Indonesia bersama peraih medali emas dan perak lainnya dari tanah air untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat Asia di Singapore pada Januari 2019 mendatang.
Laurance A Diamanis selaku admin Kepsek kepada sejumlah media, Kamis (01/11) mengatakan pihaknya (SLH) mendapat undangan dari penyelenggara olimpiade matematika atau Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) yang berkedudukan di Singapore melalui kantor Perwakilan Indonesia di Slipi Jakarta barat untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional (Indonesia) yang diselenggarakan di Manado Sulawesi Utara.
Lebih lanjut ia menyebutkan, berdasarkan undangan tersebut, sehingga Sekolah Dasar SLH Tahuna mengirim 39 orang siswa untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut dan dari 39 siswa yang diutus 4 siswa berhasil meraih medali perunggu dan berhak ke tingkat Asia mewakili Indonesia di Singapore Januari 2019.
Untuk itu, saat ini kami melakukan persiapan ekstra dalam mengodok anak – anak ini, baik mempersiapkan materi maupun mental mereka. Ada jam tambahan pelajaran dan ekstrakurikuler bagi mereka demi hasil yang lebih baik nanti di Singapore.
Selain mematangkan persiapan secara teknis, kata dia, tentu ada kendala yang dihadapi kedepan terutama masalah dana tapi kami tidak begitu kuatir karna semua pihak mensuport kami baik dari pihak yayasan terlebih pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Bupati Jabes Ezar Gaghana Memberi dukungan dan respon yang sangat baik demi keberhasilan anak – anak di pentas internasional untuk mengharumkan nama Indonesia terlebih khusus Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin dikenal dunia. Ujar Diamanis 
Sementara itu Kepala Sekolah SD SLH Wira Frandez Simarmata meminta doa dukungan dari orang tua murid bahkan masyarakat Sangihe perjuangan 4 orang siswa SD SLH di Singapore nanti bisa mengharumkan nama Indonesia terlebih Kabupaten Sangihe. Kata Simarmata  
Ditambakannya, saat ini, persiapan selain fokus pada pelajaran matematika kita bekali mereka (siswa) dengan bahasa Inggris agar supaya mereka bisa berkomunikasi dengan baik.
Nama Siswa yang akan mengikuti Olimpiade
– Enchristo Tanogara Salea Siahaan
  TTL : Tahuna, 25 Agustus 2011
   Kelas : II (Dua)
– Injillia Febrianti Jacob 
  TTL : Tahuna, 6 Februari 2011
  Kelas : II (dua) 
– Negara Takarendehang
  TTL : Jakarta, 11 November 2009
  Kelas : III (Tiga)
– Daniel Glorio Alessandro Maralending
  TTL : Tahuna, 28 M



Hingga Pagi Hari Bersama Masyarakat ROR-RD Dampingi Wulan Waraney Terpilih 2018

Minahasa, detiKawanua.com – Bertempat di Gedung Walenetouw Kabupaten Minahasa pada Jumat (02/11) pukul 03.00 Wita dini hari, pasangan Wulan Waraney terpilih tahun 2018 pun kini menghiasi suasana kebahagian ribuan masyarakat Minahasa yang menyaksikan malam penganugerahan kepada dua putra putri terbaik di tanah Toar Lumimuut (Minahasa).

Hal lain yang terpantau wartawan, dua orang pejabat penting Minahasa yakni Bupati, Royke O.Roring bersama Wakil Bupati, Robby Dondokambey (ROR-RD) bertahan hingga Jumat dini hari tadi didampingi para isteri tercinta mereka yang juga dihadiri sejumlah pejabat Pemda dan Anggota DPRD Minahasa, menyaksikan terpilihnya Wulan Waraney itu.

Adapun dari 61 orang peserta kontestan terpilih sebagai Wulan yakni, Carra Tewu nomor peserta 31 dan Waraney 2018 adalah, Leon Imanuel dengan nomor peserta 17.

(IsJo)




Keberadaan TNI Dilokasi TMMD Ceriakan Anak-Anak Setempat

Rembang, detiKawanua.com – Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 Kodim 0720/Rembang di Desa selain, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang menyempatkan diri bersosialisasi dengan warga masyarakat Desa Pasedan juga anak – anak di sela – sela kegiatannya.
Seperti yang terlihat saat ini,Serda Safi’i anggota satgas TMMD Reguler ke -103 yang sedang mengobrol dan bercanda tawa dengan anak  – anak sekolah dasar seusai pulang sekolah,Serda Safi’i dan anak – anak sedang asyik berbincang dan bercanda tawa, tampak keceriaan menghiasi wajah anak -anak sesekali bercanda tawa terdengar diantara mereka. Kamis (1/11)
Menurut Serda Safi’i, hal ini dilakukan untuk menghilangkan kesan bahwa TNI itu tidak galak dan seram dihadapan anak – anak ,sekaligus disela – sela candaan diselingi dengan cerita sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan lelucon cara berhitung dengan tujuan untuk menanam kan rasa nasionalisme kepada anak – anak.
Menurut Andi salah satu anak sekolah dasar ia merasa senang bisa ngobrol dan bercanda tawa bareng Bapak TNI. “Saya pengin jadi tentara. Ternyata bapak TNI itu baik, ramah , tidak galak,” akunya.
Sesekali Serda Safi’i bercerita tentang sejarah perjuangan bangsa dan waktu penugasan operasi di Medan tugas, kepada mereka. (*)



Gubernur Olly Pimpin 287 Pulau Dan Diikuti 20 Negara Dunia Dukung AIS

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE sebagai pemimpin atas provinsi dengan 287 pulau mendukung penuh terlaksananya The Archipelagic and Island States Forum (AIS) di Manado. Olly menilai agenda yang diikuti delegasi dari 20 Negara Kepulauan itu mampu meningkatkan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

Olly menuturkan, sebagai bagian integral dan salah satu daerah kepulauan di Indonesia, Sulut menyambut gembira pelaksanaan kegiatan dalam rangka kerja sama pembangunan Negara Kepulauan dan Negara Pulau ini.

“Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerjasama antar Negara Kepulauan dan Negara Pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim,” kata Olly pada pembukaan AIS di Grand Kawanua Convention Center Manado, (1/11/2018) pagi.

Olly juga berharap melalui AIS Forum dapat memberikan informasi penting bagi seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim.

“Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan,” ucap Olly.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum.

“Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”, ujar Menko Luhut.

Kesepakatan bersejarah oleh Forum yang beranggotakan negara-negara pulau dan kepulauan yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Forum AIS diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi pemerintahan negara-negara anggota untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan – sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, tentang inisiatif perubahan iklim bertema dan perlindungan laut.

Menko Luhut mengatakan negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan yang paling hemat biaya. Sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana negara-negara pulau dan kepulauan menyelesaikan masalah mereka.

“Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya,” kata Menko Luhut.

Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mengambil peran untuk memimpin dan membentuk mekanisme pembiayaan baru untuk mendukung inisiatif perubahan iklim dan proyek-proyek pembangunan di negara-negara anggota Forum.

Di bawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerjasama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana. Bekerjasama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, tata kelola maritim. Mendorong pengembangan tata kelola kelautan.

Country Director UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan bahwa Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkomitmen untuk membantu agar negara-negara pulau dan kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG’s.

“Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka,” kata Bahuet menambahkan.

“Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggotan mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS ” kata Mr. Bahuet.

Dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Delegasi dari 20 negara termasuk Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste dan Inggris menghadiri Forum Menteri AIS.

Pembukaan AIS Forum turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim RI Purbaya Yudhi Sadewa, para delegasi AIS Forum dan pejabat di Lingkup Pemprov Sulut.

(IsJo/hms)




Pemilihan Demokratis , AJMS Terbentuk Atas Dasar Kebersamaan Visi/Misi

MINSEL, detiKawanua.com – Pendapat Boleh berbeda soal konsep menyatuhkan para insan PERS di kabupaten Minsel namun satu saja yang sangat penting dalamnya ada kebersamaan visi dan misi setiap wartawan yaitu bagaimana menjaga hubungan baik antar organisasi dan individu para wartawan itu sendiri maka kewajiban dan hak-hak yang sama para Wartawan menjadi penting.

Persepsi inilah yang dibawah oleh para inisiator yang telah ditetapkan sebagai Stering Comite Senin lalu yang pada akhirnya dibentuklah Aliansi Jurnalis Minahasa Selatan (AJMS), yang merupakan penyatuan dari sebagian wartawan FPM, Perjur, JIMS, dan perorangan.

Tindaklanjut dari Pertemuan awal sebagai cikal bakal berdirinya satu organisasi pemersatu dengan Aliansi Jurnalis Minahasa Selatan ini menjadi warna baru bagi keutuhan kembali wartawan biro Minsel maka berlanjut ke Pembahasan AD/ART dan pemilihan  Presidium AJMS yang terdiri dari 7 Personil yang bertempat di RM Hello Amurang, digelar Musyawarah, yang dihadiri oleh sekitar 34 wartawan Biro Minsel, baik media Cetak, Online dan Televisi

Dalam musyawarah tersebut, ditetapkan AD/ART AJMS dan sekaligus juga pemilihan pengurus/presidium AJMS, serta Dewan Pembina AJMS, musyawarah tersebut berlangsung penuh keakraban, dengan menghasilkan AD/ART dan aturan tambahan lainnya, setelah itu dilanjutkan dengan pemilihan Presidium AJMS yang berjumlah 7 Orang dan Dewan Pembina AJMS dengan jumlah 5 Orang.

Salah satu penggagas dan masuk dalam presidium AJMS, Rull Mantik mengatakan sesuai dengan AD/ART dari AJMS, organisasi atau wadah ini dibentuk dengan maksud membentuk jurnalis Minahasa Selatan yang profesional, berkompeten, mandiri, serta memperjuangkan kebebasan pers dalam beraktivitas, seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Tujuan dari dibentuknya AJMS ini yakni, Memupuk rasa persatuan antar wartawan, membangun profesionalisme seorang wartawan/jurnalis dalam melaksanakan tugas, sebagai kontrol sosial, dan memperjuangkan kesejahteraan wartawan, AJMS beranggotakan wartawan produktif dari media yang aktif dan profesional,” papar Rull
” yang pasti Organisasi ini berdasarkan atau berazaskan Pancasila dan UUD 1945. Lanjutnya.

Berikut Ketujuh Orang Presidium AJMS yang terpilih;

1. Rull Mantik

2. Victor Rantumbanua

3. Adolof Mamoto

4. Hanny Pantow

5. Junsem Saroinsong

6. Vandy Trisno Talumepa

7. Onal Mamoto.

Dan Dewan pembina AJMS, beranggotakan;

1. Andris Pattyranie

2. Aloysius Petrus

3. Simon Manorek

4. Christian Ngau

5. Alon Rumagit.

Nantinya, struktur-struktur lainnya seperti bidang-bidang akan disusun oleh Presidium AJMS, untuk melengkapi daftar struktur AJMS.

“Mari kita bersatu, dalam wadah AJMS, dan menjadi seorang jurnalis Minahasa Selatan yang profesional, berkompeten, dan jadikanlah media sebagai kontrol sosial,” tambah Andries Pattyranie salah satu Dewan Pembina AJMS

( VANDYTRISNO/H**)




Proyek Awal GREEN HOUSE ” Makan Korban “, Upah Dinanti Kontraktor ” Tumingkas”

Foto : model Green House Lama

MINSEL, detiKawanua.com – Babak Baru simpang siurnya pengerjaan proyek Green House ( GH ) Tahap awal di Kabupaten Minsel kembali mencuak dari Pengerjaan dengan kategori Mubasir sampai dengan Belum di bayarnya upah para pekerja ditambahlagi tidak becusnya cara kerja kontraktor utama yang disebut-sebut memakai jurus lari pun belum selesai juga sampai hari ini.

Hal ini menjadi keluhan para pekerja borongan proyek GH awal di Minsel dengan bandrol  Miliaran Rupiah hanya dengan 20 unit GH yang rencana awal 60 unit GH akhirnya para pekerja yang di rugikan sebut saja Bapak Noldy Kapoh, sesuai pengakuannya Pekerjaan yang dikerjakan sudah selesai dengan spesifikasi pekerjaan yang di minta, dilakukan dan borongan kerja pada pekerjaan tersebut bukan hanya Green House tapi juga Pagar RSUD Minsel, jika di kalkulasi hampir 100 juta yang belum di bayarkan padahal dirinya sudah mengambil kebijakan sesuai petunjuk Pihak Kontraktor untuk tanggulangi upah pekerja lainnya dengan pinjaman

” saya sebagai pekerja borongan pada spesifikasi kerja tertentu baik di Green House maupun Pagar RSUD yang sudah selesai sesuai kontrak kerja dan kami sementara menanti upah yang harusnya dibayarkan bulan April sampai sekarang belum kunjung di cairkan bahkan sudah lapor ke Polres Minsel tapi tidak digubris. ” jelas Noldy

Mantan Kadis Pertanian beberapa waktu lalu saat masih menjabat Kepala Dinas pun sudah mengakui ada sebagian upah pekerja yang belum di bayarkan tapi itu dari Kontraktor bukan dari Dinas tanggung jawabnya , itupun menurut Frans Tilaar itu sudah masuk pendampingan TP4D

Kadis Pertanian Frangky Pasla Mengakui dirinya tidak ingin jawab kalau bukan kewengannya karena itu sudah berlalu dan sekarang sudah dilanjutkan dengan anggaran sisa dengan kontraktor yang baru dan pekerjaan Bor air di 60 unit itu hanya kebijakan saja

Sebelumnya Pengerjaan Green House oleh CV Amurang Makmur Sejaktra ( bapak Gerald )  tidak selesai dan mubasir pada awal januari lalu dan akhirnya beberapa anggota dewan pun mengakui anggaran dan Juknis pengerjaan GH sebenarnya tidak perna di bahas di tingkat komisi dan ini hanya rekayasa anggaran alias inprosedural atau tidak sesuai mekanisme penetapan anggaran.
( Vandytrisno )