Pimpin AIS 20 Negara, Gubernur Olly Dukung Migitasi Perubahan Iklim Negara Kepulauan

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE sebagai pemimpin atas provinsi dengan 287 pulau mendukung penuh terlaksananya The Archipelagic and Island States Forum (AIS) di Manado.
Gubernur Olly menilai agenda yang diikuti delegasi dari 20 Negara Kepulauan itu mampu meningkatkan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim.
Gubernur Olly menuturkan, sebagai bagian integral dan salah satu daerah kepulauan di Indonesia, Sulut menyambut gembira pelaksanaan kegiatan dalam rangka kerja sama pembangunan Negara Kepulauan dan Negara Pulau ini.
Gubernur Olly bersama Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan saat memimpin rapat.
“Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerjasama antar Negara Kepulauan dan Negara Pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim,” kata Olly pada pembukaan AIS di Grand Kawanua Convention Center Manado, (01/11/2018) pagi.
Gubernur Olly juga berharap melalui AIS Forum dapat memberikan informasi penting bagi seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim.
“Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum.
“Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”, ujar Menko Luhut.
Kesepakatan bersejarah oleh Forum yang beranggotakan negara-negara pulau dan kepulauan yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Gubernur Olly serius bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan forum AIS diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi pemerintahan negara-negara anggota untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan – sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, tentang inisiatif perubahan iklim bertema dan perlindungan laut.

Menko Luhut mengatakan negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan yang paling hemat biaya. Sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana negara-negara pulau dan kepulauan menyelesaikan masalah mereka.
“Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya,” kata Menko Luhut.
Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya. Sekdaprov Edwin Silangen bersama 20 negara peserta. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mengambil peran untuk memimpin dan membentuk mekanisme pembiayaan baru untuk mendukung inisiatif perubahan iklim dan proyek-proyek pembangunan di negara-negara anggota Forum.
Di bawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerjasama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana. Bekerjasama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, tata kelola maritim. Mendorong pengembangan tata kelola kelautan.
Country Director UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan bahwa Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkomitmen untuk membantu agar negara-negara pulau dan kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG’s.
“Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka,” kata Bahuet menambahkan.
“Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggotan mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS ” kata Mr. Bahuet.
Dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Delegasi dari 20 negara termasuk Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste dan Inggris menghadiri Forum Menteri AIS.
Pembukaan AIS Forum turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim RI Purbaya Yudhi Sadewa, para delegasi AIS Forum dan pejabat di Lingkup Pemprov Sulut. (Adevetorial Biro Pemerintahan OTDA dan Humas Setdaprov Sulut)



Pembangunan RTLH 2018 di Boltim “Action”, PT Ranomout Resmi Hibahkan Tanah Seluas 11 Hektar

Bupati Boltim melakukan penandatanganan hibah.


Boltim, detiKawanua.com – Janji Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH untuk membangun Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu tahun anggaran 2018, mulai direalisasikan. 
Hal ini tercermin lewat peletakan batu pertama pembangunan RTLH untuk 210 unit rumah di Desa Tutuyan II, pada Jumat (02/11). Menariknya, pembangunan rumah ini dilakukan di lahan seluas kurang lebih 11 hektar, yang merupakan hibah dari PT Ranomout. 
Pimpinan perusahaan PT Ranomout Hendri Tirayoh bersama istrinya Vivian Tirayoh Dimpudus, turut hadir bersama Bupati Boltim dalam acara tersebut.

Sebelum peletakan batu pertama, acara didahului dengan penandatanganan berita acara pelepasan tanah miliki PT Ranomout, untuk diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat Boltim guna pembangunan RTLH. Tampak Bupati sempat meneteskan air mata ketika proses penandatanganan berlangsung.

Diakui Bupati, Ia sangat terharu ketika pimpinan PT Ranomout secara sah melepaskan tanah tersebut untuk diberikan kepada masyarakat Boltim. Dirinya sedikit menceritakan tentang, pertemuan awalnya dengan Hendri Tirayoh, hingga perjuangan untuk membebaskan lahan tersebut sampai ke kementerian. “Saya terharu sekali, sebab jarang ditemui orang seperti pimpinan PT Ranomout ini (Hendri-red), yang secara ikhlas memberikan harta miliknya dengan nilai miliyaran rupiah, untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” kata Bupati menjelaskan penuh haru. 
Bupati menambahkan, Ia bahkan merasa malu dengan apa yang diberikan oleh PT Ranomout. Pasalnya, proses pengurusan administrasi pembelian lahan ini oleh PT Ranomout, yang diurus hingga ke kementerian, tidak pernah mereka (PT Ranomout-red) meminta uang ke saya untuk biaya akomodasi dan transportasi. Mereka justru memakai uang sendiri,” tambah Bupati.
Lanjut Bupati, ketika pertama bertemu dengan pihak perusahaan, Hendri Tirayoh menanyakan tentang apa kebutuhan rakyat Boltim. “Saya jawab, rakyat kami butuh rumah kurang lebih 600 unit, dan itu langsung diiyakan oleh pimpinan perusahaan. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada PT Ranomout atas apa yang telah diberikan, semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, dan membawa kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Boltim,” tandas Bupati.
Usai acara, Pimpinan PT. Ranomut Hendri Tirayoh ketika diwawancarai mengaku, memilih Boltim untuk pemberian hibah karena, Ia tahu bahwa Bupati Boltim mempunyai ide-ide cemerlang untuk pembangunan dan kemajuan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya tahu Bupati Boltim orangnya luar biasa dan baik. Kami sedikit memiliki kesamaan yakni ingin sekali membantu orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan,” terang Hendri.

Dijelaskannya, Dirinya merasa terpanggil ketika mengetahui Bupati Boltim sedang berupaya untuk membantu warga kurang mampu dengan memberikan rumah dan tanah secara gratis. “Memang proses pengurusan administrasinya cukup lama sampai kami harus bolak-balik Jakarta. Bersyukur hari ini, semua harapan itu bisa terealisasi. Tidak ada perjanjian apapun antara Saya dengan Bupati terkait pemberian tanah secara cuma-cuma ini, tapi murni karena ingin membantu,”  jelas Hendri.
Ia juga mengaku bahwa pemberian tersebut sengaja diberikan kepada Bupati secara pribadi, untuk mempermudah proses pengurusan administrasi di Pusat. “Nanti setelah diserahkan ke Bupati, barulah Bupati memberikannya kepada masyarakat, melalui pembuatan sertifikat tanah,” ucapnya.
Terinformasi, berdasarkan data dari Dinas Sosial, program bantuan RTLH Boltim, tahun anggaran 2018 sebanyak 750 unit rumah. Jumlah tersebut terbagi di tujuh kecamatan antara lain, Kecamatan Kotabunan 144 unit, Kecamatan Motongkad, 53 unit, Kecamatan Nuangan 26 unit, Kecamatan Mooat 59 unit, Kecamatan Modayag 77 unit, Kecamatan Modayag Barat 54 unit, Kecamatan Tutuyan 337 unit. Khusus dengan luas tanah keseluruhan yang telah dibeli sebelumnya oleh Bupati seluas 22 Hektar, ditambah 11 hektar yang diberikan oleh PT Ranomut.
Rencananya untuk 11 Ha tersebut, akan dibangun rumah sebanyak 600 unit secara bertahap, Tahun ini lebih dahulu dibangun 210 unit dengan jalan pemukiman seluas 10 meter.
(Fidh)



Dari 257 Lulusan Akpol, Ernesto Kandouw Salah Satu Putra Daerah Sulut

Magelang, detiKawanua.com – Upacara Wisuda Prabhatar Akademi Polisi (Akpol) dan Akademi TNI 2018, pada Kamis (01/11) telah dilaksanakan di Lapangan Saptamarga Akademi Militer (Akmil) Magelang Provinsi Jawa Tengah dan dipimpin langsung Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto yang juga selaku Inspektur Upacara (Irup) pada kelulusan 776 Taruna yang terbagi 519 Taruna TNI dan 257 Taruna Akpol.

Salah satunya sosok putra terbaik Sulut yang telah lulus dan diwisuda Taruna Akpol 2018 saat itu adalah Ernesto Kandouw. Pada kesempatan itu juga, sambutan Panglima Hadi bahwa kegiatan tersebut merupakan Latihan Dasar Integrasi Taruna untuk memupuk kebersamaan dan sinergitas antara Taruna Polri dan TNI. Hal ini akan menjadi modal dasar sinergitas dalam tugas sehingga terbangun kemudahan dalam berkoordinasi.

Sementara itu kepada wartawan, Steven Kandouw selaku ayah dari Ernesto pun mengungkapkan rasa syukur dari keluarga besar Kandouw-Tanos kepada Tuhan atas keberhasilan yang diraih dari  putra sulungnya bersama isteri tercinta Kartika Devi Kandouw Tanos.

“Ini karena berkat kasih dan karunia Tuhan yang besar, putra kami (Ernesto) lolos dalam seleksi penerimaan Akpol tahun 2018. Saya berharap kepada dia agar berdoa, belajarlah dengan tekun dan tabah menjalani pendidikan kedepan nanti,” ungkap Kandouw yang juga Wakil Gubernur Sulut itu.

Lain halnya lagi dengan ungkapan dari sang ibu tercinta Ernesto yakni, Kartika Devi yang juga sebagai Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut itu, dalam laman akun Facebook (Fb) miliknya mengungkapakan curahan hati (Curhat) yang tertulis “Saking Bangganya Kamu, Anakku Tercinta, Ernesto ….,,,, dan lain-lain. Tapi kau berhasil# ​​Wisuda Prabahtar TNIAKPOL 2018 #Magelang”.

Diketahui hadir dalam upacara tersebut, Kapolri Jenderal Polisi,Muhammad Tito Karnavian yang diwakili Wakalemdiklat Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Umar, bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, Kasad, Kasal, Kasau, Danjen Akademi TNI, Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, Gubernur Akmil, Gubernur AAL dan Gubernur AAU.


(IsJo)




Sosialisasi Penerimaan Anggota TNI Tahun 2018 Didesa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Komandan Koramil (Danramil) 08/Sluke Kodim 0720/Rembang, Kapten Arh Sumijan menemui para pemuda dan orang tua, warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jum’at (02/11).
Danramil Sluke melakukan itu saat Kampanye Kreatif dan Werving tentang Penerimaan Calon Anggota TNI/TNI AD Tahun 2018.
Kegiatan Danramil Sluke itu dalam rangka kegiatan non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018. Kegiatan itu dihadiri para pemuda dan orang tua di wilayah Desa Pasedan.
Dalam arahannya kepada para pemuda, Kapten Arh Sumijan memberikan pemahaman tentang ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi bila pemuda mau.mengikuti seleksi Calon Tamtama, Bintara dan Perwira TNI/TNI AD.
Namun hal mendasar yang wajib dipenuhi setiap peserta seleksi adalah sehat jasmani dan rohani. Selain itu tidak memiliki masalah yang melanggar hukum. “Jadi yang masuk menjadi anggota TNI itu adalah peserta yang sehat jasmani dan rohani serta tidak cacat hukum,” tandas Danramil Sluke.
Menurut Kapten Arh Sumijan, menjadi anggota TNI merupakan kebanggaan orangtua. Untuk itu, bila ada pemuda yang bercita-cita jadi anggota TNI, maka wajib hukumnya untuk memenuhi syarat tersebut.
Hal lain yang juga harus diperhatikan, lanjut dia, adalah menjauhi pergaulan yang kurang baik seperti mengkonsumsi alkohol, narkoba dan lainnya.(*)



Gathering Media Massa, Karo Kumendong Sampaikan Pesan Gubernur Olly Ini

Manado, detiKawanua.com -Berusaha dan mengoptimalkan tugas-tugas di Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, yang sebagaimana merupakan mitra kerja dengan wartawan, terlebih dalam tugas yang positif dan profesional dalam membangun Sulawesi utara. Oleh Biro Pemerintahan OTDA dan Humas Setdaprov Sulut pada Jumat (02/11) siang tadi menggelar Gathering Media Massa bersama wartawan di salah satu hotel di Manado, yang telah dibuka langsung Karo Pemerintahan OTDA dan Humas, Jemmy Kumendong yang mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, sekaligus sebagai pemateri dalam kegiatan itu.

Pada kesempatan tersebut juga nampak hadir pemateri, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulut, Victor Rarung, Kabag Humas/Juru Bicara Pemprov Sulut, Chirtian Iroth dan Kepala Biro Umum, Clay J. Dondokambey.

Kumendong dalam membacakan sambutan Gubernur Olly, berpesan kepada para wartawan khususnya yang melakukan tugas peliputan dilingkup Pemprov Sulut untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut sebaik-baiknya dan untuk lebih meningkatkan sinergitas, serta peran media dalam menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik.

“Saya (Gubernur) memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas pelaksanaan kegiatan ini. Kiranya dalam menyebarkan informasi itu juga sesuai dengan kenyataan sebenar-benarnya, dan jangan menginformasikan hoax atau tidak benar serta tidak melakukan konfitmasi berita/sumber tidak jelas,” terang Kumendong, sembari mengungkapkan hingga saat ini para media/wartawan masih merasakan peningkatan sinergitas yang semakin terasa.

Hadir pula Kasub Lucky Gerungan, para staf Pemerintahan dan Humas beserta para wartawan.

(IsJo)




Masjid Al-Mubarok Jadi Tempat Sholat Jum’at Satgas TMMD Dan Warga

Rembang, detiKawanua.com – Kegiatan Keagamaan merupakan salah satu wahana Sangat efektif dari anggota satgas merangkul simpati warga masyarakat Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan. Seperti ibadah sholat Jum’at berjamaah di masjid Al-Mubarok di dukuh Ngotoko. Jum’at (2/11). Kegiatan TMMD reguler ke-103 tetap prioritaskan pada pembangunan fisik yaitu makadam jalan dan pengecoran jalan beton.
Kehadiran anggota satgas TMMD reguler ke -103 yang ikut memadati Masjid disambut baik oleh para ulama dan warga masyarakat setempat, sholat Jum’at wajib hukumnya bagi umat Islam dan dapat menjalin hubungan silaturahmi dengan sesama umat muslim.
Selepas pelaksanaan ibadah sholat Jum’at, anggota satgas TMMD reguler ke-103 bersama jamaah dan warga masyarakat setempat berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar pelaksanaan program TMMD reguler ke -103 di berikan kelancaran dalam semua kegiatan.(0720)



Satgas TMMD Jalin Komunikasi Dengan Pihak Sekolah

Rembang, detiKawanua.com -Kapten Inf Bambang Sutedjo Pawas (Perwira Pengawas) Satgas (Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, sedang berkoordinasi dengan Juanda (Kepala SD N 2 Pasedan), di ruang Transit tamu SD N 2 Pasedan, Desa Pasedan, Kecamtan Bulu, Kabupaten Rembang, Kamis (1/11).
Kapten Inf Bambang Sutedjo beserta dengan rombongan Kowad Kodim 0720/Rembang dan Polwan dari Polres Rembang, berkoordinasi terkait rencana pemberian wawasan kebangsaan kepada murid-murid SD N 2 Pasedan, dimana wawasan kebangsaan yang diberikan masuk kedalam program sasaran Non Fisik TMMD Reg-103 dan harus diberikan sebelum pelaksanaa kegiatan TMMD Reg-103 selesai dilaksanakan.
“Saya berkoordinasi dengan pak Juanda untuk memperkenalkan Peltu Siryati (Kowad Kodim 0720/Rembang) dan rekan-rekannya, karena memang mereka baru pertama kalinya kesini. Nanti setelah ini mereka yang mengisi materi dan saya melanjutkan tugas saya untuk mengawasi ke lokasi TMMD Reg-103,” kata Kapten Bambang. (*)



Pengerjaan Poskamling Dilokasi TMMD, 100% Selesai

Rembang, detiKawanua.com – Upaya menjaga keamanan lingkungan sangatlah penting, meskipun pemerintah telah menjamin keamanan kita, apabila lingkungan yang kita tempati sudah tidak aman lagi, maka tentunya kita pasti sudah tidak nyaman lagi bertempat tinggal dilingkungan tersebut.

Memasuki minggu ketiga TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu telah berlangsung pembangunan beberapa infrastruktur yang menjadi target program ini, termasuk pembangunan Pos Kamling. Tampak Pos Kamling yang dibangun itu sudah selesai dikerjakan, dan dicat warna hijau. Jum’at (02/11).

Warna hijau selalu yang dipilih TNI dalam pengecatan beberapa bangunan, baik itu kantor, rumah dinas termasuk Pos Kamling yang baru saja selesai dibangun dalam program TMMD ini, karena warna itu identik dengan TNI. Kesungguh-sungguhan Satgas TMMD Reguler ke 103 ini ditunjukkan dengan beberapa target pembangunan dalam program ini yang sudah hampir selesai seperti contoh Pos Kamling.

Harapan warga dengan dibangun Pos Kamling tersebut, agar dapat digunakan untuk berjaga-jaga demi kemanan lingkungan desa, walaupun selama ini Dukuh Ngotoko masih aman, tidak ada gangguan keamanan yang berarti termasuk pencurian. (*)




Gotong Royong TNI Dan Warga Dilokasi TMMD

Rembang, detiKawanua.com – Warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang saat ini sedang disibukan oleh Kodim 0720/Rembang dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 tahun 2018 yang saat ini dilaksanakan di desa itu.
Secara bergiliran warga ikut bekerja dilokasi TMMD tersebut, sehingga setiap hari ada warga yang bekerja bersama anggota Satgas TMMD dalam perbaikan akses jalan warga Dukuh Ngotoko.
Walaupun pekerjaan dalam program TMMD Kodim Rembang kali ini dikategorikan berat, tetapi mereka tampak dengan senang hati dalam bekerja bersama anggota Satga, karena mereka sudah menyadari bahwa keberadaan Satgas TMMD Kodim Rembang di Desanya senantiasa hanya demi mengentaskan rakyat yang selama ini mereka hidup didaerah terpencil yang terisolir.
Warga secara bergotong-royong bekerja bersama anggota Satgas dalam kegiatan apapun dilokasi TMMD tersebut. Tampak warga sedang melangsir material untuk makadam jalan yang kebetula terletak agak jauh dengan tempat pengerjaan makadam itu.
“Kami bangga dengan TNI, mereka mau bekerja keras membanting tulang demi masyarakat, hal itu patut kita tiru. Kekompakan mereka tidak diragukan lagi” tutur salah satu warga.
Dengan adanya kondisi jalan yang kurang memungkinkan untuk pengedropan material, sehingga terkadang material didrop agak jauh dengan tempat mereka bekerja. dan pera pekerja secara bersama melangsir untuk mendekatkan material tersebut. (*)



Satu Demi Satu Bedah Rumah Dilokasi TMMD Terus Dikerjakan

Rembang, detiKawanua.com – Seminggu setelah dibuka secara resmi oleh wakil gubernur Jawa tengah H. Taj Yasin, anggota satgas TMMD Reguler ke -103 mulai tancap gas rehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik Mbah Suin (67) warga Desa Pasedan Rt 05 Rw 01, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang mulai di kerjakan. Jum’at (2/11)
Dari pantauan lokasi, warga masyarakat Desa Pasedan Bersama Anggota Satgas TMMD Reguler ke -103 mulai membongkar bangunan rumah milik Mbah Suin.
Sebagian lagi sibuk menyiapkan material seperti batu untuk pondasi, pasir,dan pembuatan adukan untuk pasang pondasi.
Dandim 0720/Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto S.Sos  menyampaikan pelaksanaan bedah RTLH menjadi bagian dukungan TNI mengurangi warga masyarakat miskin melalui program yang dijadikan TMMD Reguler ke -103.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Rembang dan perusahaan semen Indonesia mewujudkan program RTLH bagi warga masyarakat Desa Pasedan,” jelasnya.
Sementara Mbah Suin dan keluarga nya mengaku sangat senang menjadi salah satu penerima manfaat program RTLH.
Ia sebelumnya tidak pernah menyangka namanya masuk daftar menjadi penerima manfaat program RTLH dan dengan adanya kabar baik tersebut niatan ingin memperbaiki rumah terwujud.
“Saya senang sekali, sudah lama ingin merehab rumah, tapi malah dapat bantuan bedah rumah. Ya Syukur Alhamdulillah “. Ucapnya. (*)