Warga Dan TNI Kebut Pengecoran Tebing Jalan

Rembang, detiKawanua.com – Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rembang, bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain itu juga untuk memberikan pelayanan yang memadai dan memberikan bantuan infrastruktur yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan hidup orang banyak.
Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Kodim 0720/Rembang, adalah dalam rangka membantu Pemda dalam upaya pelaksanaan pembangunan. Program ini merupakan tugas pokok TNI bidang OMSP (Operasi Militer Selain Perang).
Hari ini sasaran fisik program TMMD khususnya pengecoran Tebing 15m dan tinggi 2 m sudah dikebut pengerjaannya, hari demi hari Satgas TMMD bersama warga dan pihak terkait bekerja bahu membahu membangun tebing dan jalan penghubung antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan. Sabtu (3/11)
Tahap pengecoran tebing jalan guna mencegah jalan  longsor terus berjalan, tampak pada bagian tebing ini banyak pekerja ada disana, disamping itu juga sasaran fisik yang lain terus dilakukan pengerjaan. Dengan kondisi geografi jalan diketinggian dan berbelok, sehingga pengecoran tebing pun dilakukan guna mengantisipasi adanya longsor saat turun hujan. 
Seluruh material yang dibutuhkan untuk pengecoran jalan selalu siap setiap harinya berada ditempat kerja, termasuk mesin pengaduk material (molen) dan personel Satgas TMMD juga sudah bersiaga untuk melaksanakan pengecoran. (*)



Pengerjaan Saluran Air Terhalang Bongkahan Batu

Rembang, detiKawanua.com – Kerjasama dan penuh semangat gotong-royong saat warga dan Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang terlihat disatu sisi pengerjaan saluran air disepanjang penggarapan makadam jalan penghubung Dusun Ngotoko dengan Desa Pasedan.
Ditengah-tengah pengerjaan saluran air, warga dan satgas TMMD mengalami kesulitan karena ada bongkahan batu besar tepat pada saluran air. Pantang menyerah dan seakan tak kenal lelah warga dan Satgas TMMD bahu membahu menghancurkan bongkahan batu tersebut secara manual dan dengan memanfaatkan alat yang ada. Sabtu (3/11)
“Bongkahan batu ini harus dihancurkan, karena saat musim hujan nanti saluran air akan tersumbat dan tidak berfungsi,” ungkap Serda Umar Said.
Sedikit demi sedikit bongkahan batu tersebut mulai mengecil dan hancur, sehingga penggarapan saluran airpun dapat berjalan lancar. Pengerjaan makadam jalan penghubung tersebut sudah mencapai titik akhir antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa pembangunan infrastruktur Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang sudah mulai terlihat dan membawa perubahan diwilayah ini. (*)



TNI Hadir Membangun Desa Demi Kesejahteraan Warga

Rembang, detiKawanua.com – Disela-sela Kegiatan Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang sambangi Ibu Suharti warga Rt 3 Rw 1 Desa Pasedan pengusaha tempe dengan bungkus daun jati, Sabtu (3/11/2018).

Kedatangan anggota Satgas TMMD kerumah ibu Suharti bertujuan untuk berkomunikasi dan disambut hangat sang pemilik rumah sekaligus juga membantu membuat tempe.
“Disamping itu anggota satgas TMMD Serda Wiji Sutrisno juga menanyakan berbagai hal seperti sejak kapan ibu buka usaha membuat tempe ini dan bagaimana cara pembuatan, serta pemasarannya,”ungkapnya.

“Saya menekuni usaha membuat tempe ini sudah lama karena saya meneruskan usaha dari ibu saya, semenjak saya masih sekolah sudah diajari ibu saya,” kata Ibu Suharti

“Saya juga terimakasih karena Bapak-Baoak Tentara membangun jalan desa, nantinya saya lebih mudah dan nyaman saat melintasi jalan menjual tempe. Harga tempe yang saya jual relatif murah hanya 500 rupiah per biji dengan bungkus daun jati karena menurut masyarakat Desa Pasedan bungkus daun jati lebih enak, gurih dibandingkan pplasti,” tambahnya.

Anggota satgas TMMD mengucapkan banyak terima kasih karena panjang lebar sudah diajari ilmunya bagaimana cara membuat tempe begitu sebaliknya ibu suharti juga mengucapkan banyak terima kasih. (*)




Ratakan Tanah, Personil TMMD Tuntaskan Pekerjaan

Rembang, detiKawanua.com – Dengan bergotong royong pekrjaan seberat apapun akan terasa ringan, hal tersebut tak jauh beda saat warga dan Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlokasi di jalan penghubung antara Dusun Ngotoko dengan Desa Pasedan.
Setelah sebagian penggarapan makadam jalan selesai, satgas TMMD dan warga beramai-ramai meratakan tanah uruk sisa pengerukan tebing disalah satu sisi makadam jalan tersebut. Sebelum berpindah pengerjaan sasaran makadam jalan, gundukan tanah tersebut terlebih dahulu diratakan sebab posisi gundukan tah lebih tinggi daripada jalan sehingga pada saat musim hujan tiba gundukan tanah tersebut akan longsor dan menutupi badan jalan. Sabtu (3/11)
Walau cuaca sangat panas namun tak menyurutkan semangat wrga dan satga TMMD untuk tetap bekerja bahu membahu menuntaskan pekerjaan. Kesamaan visi dan misi mampu menciptakan kesinambungan yang elok serta berjiwa besar demi kepentingan bersama, utamanya demim kesejahteraan warga masyarakat setempat.
Dengan telah dilaksanakannya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang ini hubungan antara TNI dan Rakyat semakin erat dan kuat. Hal tersebut merupakan wujud daripada Kemanunggalan TNI dan Rakyat. (*)



Stok Semen Dilokasi TMMD Rembang Masih Aman

Rembang, detiKawanua.com – Dalam proses pengerjaan pengecoran jalan maupun belasan bedah rumah milik warga Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 yang diselenggarakan oleh Kodim 0720/Rembang.
Berbagai macam material bangunan telah disiapkan sebelum pembukaan TMMD pertengahan bulan oktober lalu. Salah satunya material bahan bangunan berupa semen, Kapten Infanteri Wardiyana selaku koordinator lapangan selalu mengecek kebbututhan material yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko. Sabtu (3/11)
Poskotis dijadikan tempat penimbunan bahan bangunan dengan tujuan untuk mempermudah dalam pengecekan.
“Setiap hari saya selalu mengecek kebutuhan material, saya lihat kemaren stok semen sudah mulai menipis,” ungkap Kapten Wardiyana.
“Dan hari ini juga material semen saya datangkan lagi, agar pengerjaan pembangunan infrastruktur tidak terhambat.” tambahnya. (*)



Motor Satria vs Mikrolet

Tahuna, detikawanua.com – Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi, Jumat (2/11) sekitar pukul 21.00 Wita.
Sepeda motor Satria FU bernomor polisi DB 9676 CI, menabrak mobil anggkutan kota Mikrolet Nopol Dl 1641, yang  mengakibatkan pengendara sepeda motor Satria mengalami patah kaki kiri dan paha kanan.
Kronoligis kejadian dari data sementara yang diterima Kepala Unit (Kanit) Lalulintas (Lantas) IPDA Meldi Roring mengatakan pengendara speda motor yang dikendari oleh Jefry Mokodatu (25) warga Basau Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, menabrak Mikrolet yang dikendarai Sopir Stener Salawati (25) warga Kelurahan Akembuala Kecamatan Tahuna. Kata Roring 
Lanjut dikatakanya, pengendara sepeda motor melaju dari Kelurahan Mahena dengan keadaan mabuk dengan alasan menuju SPBU Tahuna untuk mengisi bensin, melewati jalur Bungalawang dengan kecepatan tinggi dan melambung kendaraan didepanya, sehingga pengendara motor tersebut keluar jalur dan menabrak Mikrolet.
Tamba dia, pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk dilakukan perawatan medis, dari kecelakaan ini pengendara sepeda motor tersebut mengalami patah kaki disebelah kiri dan patah paha disebelah kanan, sampai berita ini diturunkan pihak berwajib  masih mendalami kejadian tersebut. (js)



Polwan Dan Kowad Ajarkan Yel-yel Murid Paud

Rembang, detiKawanua.com – Kunjungan Kowad Kodim 0720/Rembang dan Polwan Polres Rembang, membuat anak-anak PAUD Nurussiban merasa senang sekali, karena selain diberikan materi wawasan kebangsaan sebagai kegaitan sasaran Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, mereka juga diajak bermain dan mendapatkan sejumlah jajanan dan minuman.
Dan saat berfoto bersama sedang mengucapkan Yel-Yel, “Semangat” TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang sukses dan pasti bisa, ada kejadian lucu yang terjadi, ada salah satu murid yang megucapkan kata “Saya tidak bisa.” Kamis (1/11).
“Saya memang tidak bisa kok buk,” kata Sigit salah satu murid PAUD Nurussiban.
“Tidak bisa apa nak,” saut Peltu Siryati Kowad Kodim 0720/Rembang.
“Tidak bisa ikut membantu pekerjaan membangun jalan saya yang rusak buk.” tandasnya.
“Oalah nak-nak, saya kira apa.” Tanggapannya. Bersamaan dengan itu semua tertawa dan geleng-geleng kepala. (0720)



Angkatan Laut Turut Sukseskan TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Anggota dari TNI AL bergabung dalam satgas TMMD Reg 103, Sejumlah 10 orang akan melaksankan kegiatan TMMD Reg 103 di Dusun Ngotoko Desa Pasedan kecamatan Bulu. jumat(02/11/2018)
Sebelum melaksanakan kegiatan anggota melaksanakan apel pagi, Dalam rangka menyukseskan Program TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, pasukan TNI-AL ikut membantu pembangunan talud tebing di Dusun Ngotoko Desa Pasedan.
Pasukan Anggota TNI AL sebanyak 10 orang ini dipimpin Serma Sugiyarto. Selama giat TMMD ini mereka bergabung dengan Kodim Rembang. Selama ini mereka juga membantu masyarakat menangani pembuatan jalan dan kegiatan sosial lainnya.
”Yang kami lakukan antara lain pembangunan talud tebing, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), poskamling,” ucapnya.
Martono, salah seorang warga Pasedan merasa senang dengan adanya program TMMD ini. Dia berharap pembangunan talud tebing ini bisa mencegah longsor saat musim penghujan.
”Sekarang kampung kami ramai karena banyak Satgas TMMD dari TNI. Suasana semakin akrab,” tegasnya(*)



Antisipasi Longsor, Satgas TMMD Juga Cor Tebing Jalan

Rembang, detiKawanua.com – Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rembang, bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain itu juga untuk memberikan pelayanan yang memadai dan memberikan bantuan infrastruktur yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan hidup orang banyak.
Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Kodim 0720/Rembang, adalah dalam rangka membantu Pemda dalam upaya pelaksanaan pembangunan. Program ini merupakan tugas pokok TNI bidang OMSP (Operasi Militer Selain Perang).
Sasaran fisik program TMMD ada beberapa poin, termasuk didalamnya adalah pengecoran jalan sepanjang 420 m. Jalan dekat Gunung Gunder  begitu orang Pasedan bilang, hari demi hari Satgas TMMD bersama warga dan pihak terkait bekerja bahu membahu membangun jalan penghubung antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan. Jum’at (2/11)
Tahap pengecoran jalan terus berjalan, disamping itu juga dilakukan pengecoran tebing jalan guna mencegah jalan  longsor. Dengan kondisi geografi jalan diketinggian dan berbelok, sehingga pengecoran tebing pun dilakukan guna mengantisipasi adanya longsor. 
Seluruh material yang dibutuhkan untuk pengecoran jalan selalu siap setiap harinya berada ditempat kerja, termasuk mesin pengaduk material (molen) dan personel Satgas TMMD juga sudah bersiaga untuk melaksanakan pengecoran. (*)



TMMD Rembang Membawa Perubahan Infrastruktur Desa

Rembang, detiKawanua.com – Keberadaan jalan makadam yang dibangun dalam rangka TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, mulai dinikmati warga. Jalan sepanjang sekitar 2.358  meter berupa makadam dan beton sepanjang 420 meter sudah digunakan untuk berbagai keperluan.
Warga dari berbagai lapisan sudah menggunakan jalan itu sejak permukaannya kering, jalan itu sekarang digunakan untuk berbagai akses, mulai pertanian, perekonomian dan juga pendidikan. Sebelum dibangun prajurit TNI, jalan Desa Pasedan menuju dukuh Ngotoko itu terjal dan menanjak. Saat hujan mengguyur, sudah bisa dipastikan kondisi permukaan jalan berlumpur dan sulit dilalui.
Seorang warga setempat, Sumiyati (29) mengatakan, kondisi jalan menuju Ngotoko berbeda jauh dengan sebelumnya. Sekarang, warga sudah bisa melintasi jalan itu menggunakan berbagai kendaraan, termasuk roda empat.
“Dulu sebelum dibangun TNI, jalan tidak rata banyak lubang, belum lagi kalau turun hujan pasti banyak air menggenang sehingga berlumpur. Tetapi sekarang sudah beda, jalan sudah halus. Kami berterima kasih kepada TNI,” terang Sumiyati.
Kepala Desa Pasedan Bapak Kusman mengungkapkan, selain jalan makadam hasil pengerjaan TMMD yang juga sudah bisa dimanfaatkan adalah Pos Kamling. Sementara itu, pos untuk keamanan itu digunakan sebagai tempat berkumpul warga saat malam hari.
“Meskipun TMMD belum ditutup, tetapi berbagai program sudah mulai bisa dirasakan masyarakat. Ada jalan makadam dan Pos Kamling yang sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya. (*)