Dukcapil Sulut “Jamin” Proses Daftar Penduduk Aman Dan Cegah Data Ganda

Manado, detiKawanua.com – Pentingnya melakukan tugas dan tanggungjawab seperti, memfasilitasi, berkoordinasi, monitoring, bimbingan teknis (bimtek) serta konsultasi komunikasi ke pusat dan kabupaten kota, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulut pun pada Rabu (07/11) sore tadi telah melaksanakan pembukaan bimtek tentang pendaftaran penduduk, selama tiga hari (hingga tanggal 09 November) di salah satu hotel di Manado.

“Dokumen kependudukan dan sipil itu harus didukung dengan data sehingga dapat dibuktikan secara hukum dikeseluruhan Indonesia dan khususnya di Provinsi Sulut,” terang Kepala Disdukcapil Sulut, Bahagia Mokoagow usai membuka sekaligus membacakan sambutan Gubernur, Olly Dondokambey.

Menurutnya juga, untuk pelayanan dan lebih teknisnya dilapangan untuk kepengurusan dokumen kependudukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat ada pada masing-masing (Disdukcapil) di kabupaten kota.

“Jadi kami (Disdukcapil Provinsi Sulut) memfasilitasi untuk ke Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen (Ditjen) Dukcapil juga ke kabupaten kota,” jelasnya lagi.

Adapun dengan pelaksanaan bimtek kali ini (terkait pendaftaran kependudukan) tujuannya juga kata Mokoagow untuk lebih memastikan bahwa proses pendaftaran penduduk berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi melalui gubernur (Olly Dondokambey) dan wakil gubernur (Steven Kandouw).

“Apalagi dalam memasuki tahun politik tentunya, Dukcapil harus benar-benar menyelesaikan persoalan-persoalan seperti pembersihan penggandaan data (e-KTP) sehingga bisa dijamin tidak ada lagi manipulasi data karena semua sudah satu pintu dari pusat yakni Ditjen Dukcapil,” tandas mantan Penjabat Bupati Bolsel itu.

Hadir dalam kegiatan tersebut para peserta dari Disdukcapil se Kabupaten Kota se Sulut.

(IsJo)




Tanpa Ada Keraguan, Dandim Rembang Ikut Bantu Cor Jalan

Rembang, detiKawanua.com – Kehadiran Komandan Kodim 0720/Rembang yang juga Komandan Satuan Tugas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 menambah semangat para anggota Satgas dan juga warga yang sedang bekerja di lokasi TMMD.
Dansatgas TMMD Kodim Rembang setiap saat selalu hadir ke lokasi TMMD, kehadirannya tidak hanya melihat atau mengawasi, tetapi tidak jarang langsung ikut memegang alat kerja dan membantu bekerja.
“Saya selalu hadir dilokasi TMMD ini, dengan harapan para pekerja baik dari anggota Satgas maupun dari warga Desa Pasedan menjadi bertambah semangat, dan saya juga akan membantu sebisa saya, apa-apa yang sanya sanggup lakukan akan saya lakukan biar pengerjaan program TMMD ini cepat selesai” ungkap Dansatgas TMMD Kodim Rembang sambil terus ikut bekerja meratakan luluh dalam pengecoran jalan tersebut.
Dansatgas TMMD Kodim Rembang yang sekarang dijabat oleh Letkol Arh Andi Budi Sulistianto S.Sos, memang dikenal sebagai pribadi yang tegas dan ringan tangan, sehingga kehadirannya dilokasi TMMD juga sangat dinanti-nanti oleh anggota Satgas dan warga yang bekerja di lokasi TMMD di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Dengan ikut andilnya Dansatgas TMMD Kodim Rembang dalam pengerjaan program tersebut maka semoga kegiatan-kegiatan dalam program tersebut juga akan dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang lebih maksimal. (*)



Meski Tangan Lecet, TNI Tetap Bekerja Demi Kepentingan Bersama

Rembang, detiKawanua.com – Kerjasama dan penuh semangat gotong-royong saat warga dan Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang terlihat disatu sisi pengerjaan saluran air disepanjang penggarapan makadam jalan penghubung Dusun Ngotoko dengan Desa Pasedan.
Ditengah-tengah pengerjaan saluran air, warga dan satgas TMMD mengalami kesulitan karena ada bongkahan batu besar tepat pada saluran air. Pantang menyerah dan seakan tak kenal lelah warga dan Satgas TMMD bahu membahu menghancurkan bongkahan batu tersebut secara manual dan dengan memanfaatkan alat yang ada. Rabu (7/11)
“Bongkahan batu ini harus dihancurkan, karena saat musim hujan nanti saluran air akan tersumbat dan tidak berfungsi,” ungkap Satgas TMMD dari Angkatan Laut.
“Tangan lecet tidak jadi soal, yang penting harapan warga masyarakat setempat segera terwujud.” Tambahnya.
Sedikit demi sedikit bongkahan batu tersebut mulai mengecil dan hancur, sehingga penggarapan saluran airpun dapat berjalan lancar. Pengerjaan makadam jalan penghubung tersebut sudah mencapai titik akhir antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa pembangunan infrastruktur Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang sudah mulai terlihat dan membawa perubahan positif diwilayah ini. (*)



Pengecoran Tebing Jalan Selesai Dikerjakan TNI Dan Warga

Rembang, detiKawanua.com – Jalan merupakan akses transportasi  yang sangat penting bagi warga untuk kegiatan sehari hari  baik keluar masuk desa, kegiatan pertanian, hubungan sosial dan kegiatan lainnya. Dan infrastruktur inilah yang sangat dibutuhkan warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.
Meskipun jalannya sudah dibangun bahkan dicor, tetapi bila kondisi pinggir jalan yang terjal atau tebing dan jalan itu tikungan, maka tebing itupun harus dibangun juga, supaya jalan tidak longsor saat musim hujan dan tergerus air. Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memahami akan hal itu.
Tampak jelas bahwa Satgas TMMD telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor saat turun hujan pada jalan yang menikung dan pinggirnya tebing, sehingga pada lokasi itu dibangunlah tebing untuk penahan jalan dengan cara dicor. Pengecoranpun sudah mencapai finish tinggal pembenahan-pembenahan bahu kanan kiri tebing. Rabu (07/11)
Biar pemakaian jalan lebih awet dan tidak mudah rusak, maka kanan kiri jalan dikasih tanah hurug atau borem jalan bahkan ada yang dicor bila kanan kiri jalan itu curam, baik itu pada jalan cor atau jalan yang dimakadam. Hal itu dilakukan supaya saat musim hujan tiba, makadam yang sudah digelar dijalan tidak mudah hilang terbawa arus air. (*)



TNI Gandeng Disdukcapil Rembang Permudah Warga Pasedan Urus E-KTP

Rembang, detiKawanua.com – Era moderen dan serba digital dalam pelayanan pemerintahan yang berbasis online pada saat ini berlaku diseluruh indonesia  termasuk pembuatan E-KTP. Hal tersebut mendorong bagi TNI melalui kegiatan Tentara Manunggall Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu.
Dalam kesempatat ini Kodim 0720/Rembang menggandeng Disdukcapil Rembang untuk memberikan pelayan pembuatan E-KTP kepada warga masyarakat Desa Pasedan dan sekitarnya, kegiatan ini diselenggarakan dibalaidesa Pasedan. Rabu (7/11)
Antusias warga masyarakat diwilayah ini begitu luar biasa dengan adanya pelayanan pembuatan E-KTP didesa pasedan ini. Dalam kesempatan yang langka ini, warga masyarakat setempat tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung menyerbu balaidesa pasedan untuk membuat E-KTP. 
Upaya Kodim 0720/Rembang melalui kegiatan TMMD Reguler ke-103 diwilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu ini, selain membangun beberapa infrastrruktur desa, kegiatan TMMD juga mempermudah bagi warga masyarakat  setempat untuk mendapatkan pelayanan pemerintahan. Dengan adanya pelayanan E-KTP ini, warga masyarakat Desa Pasedan Kecamatan Bulu ini tidak kesulitan lagi mengurus E-KTP.
Wujud kepedulian TNI terhadap rakyat semata-mata demi kesejahteraan bagi rakyat itu sendiri. TNI beasal dari rakyat dan untuk rakyat. (*)



Mesin Babat Rumput Juga Dimanfaatkan Dilokasi TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB, di Jalan Makadam Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, tidak seperti biasanya, terdengar suara mesin yang menganga dan berdesing-desing dari kejauhan. Ternyata itu suara irama putaran baling-baling yang berasal dari mesin rumput yang sedang digunakan Serda Bambang. S, anggota Satgas (Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang dan pak Mardi (45), warga Pasedan, yang sedang membersihkan rumput dan tanaman lainnya di pinggir jalan. Rabu (7/11)
“Pak Mardi memang yang mengajak saya berangkat lebih awal, karena katanya beliaune hari ini mau ada keperluan, jadi nanti mau pulang mendahului,” kata Serda Bambang.
“Biar terlihat rapi dan lebih indah dipandang mata, saya diperintahkan untuk mempersihkan pinggir jalan yang sudah selesai diperbaiki. Dan sebenarnya yang diberi tugas 5 orang dengan rekan saya, paling sebentar lagi mereka juga datang.” Pungkasnya. (*)



Nota Dinas Masih Terus Dipraktekkan di Pemkab Sangihe

Ilustrasi.

Tahuna, detikawanua.com – Sistem birokrasi di lingkup pemkab sangihe belum seutuhnya berjalan maksimal,tetapi fenomena pindah-memindah Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terus di praktekkan. Padahal Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME pernah menegaskan agar praktek seperti ini tidak lagi dilakukan oleh setiap Organisasi Peringkat Daerah (OPD) demi kelancaran dan peningkatan kinerja. Apalagi yang berkaitan dengan ASN punya kapasitas dan loyalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai jabatan yang diamanahkan. 
Terbukti Hendrik Hangau (HH)  salah satu ASN yang bertugas di Badan Keuangan pemkab sangihe,dirinya diberikan nota dinas tanpa alasan yang jelas. Diduga ASN tersebut sengaja dipindahkan oleh Kepala Badan Keuangan F. Montang dikarenakan ada masalah pribadi dan bukan soal kinerja. Karena menurut informasi yang diperoleh sejumlah awak media bahwa ASN yang diberikan nota dinas sempat memergoki pimpinannya didalam mobil dinas dengan Pria Idaman Lain (PIL).
“Soal dipindahkan jika ada kesalahan atau dikordinasikan terlebih dahulu masih bisa kita terima,tetapi ini sudah tak sesuai aturan dan saya punya kepala bidang juga tak mengetahuinya. Jika memang ada masalah pribadi diungkapkan atau ditegur terlebih dahulu,jangan langsung diberikan nota dinas seperti ini,mungkin karena saya pernah memergoki yang bersangkutan pernah berbuat tak senonoh dengan teman sekantor,”beber Hedrik Hangau ke sejumlah awak media.
Ucapan serupa juga diungkapkan Wasti Kamurahan ketua LSM Kelomasperak yang mengatakan dalam melakukan nota dinas harus jelas tanpa ada unsur pribadi. Sebab masalah antara kepala badan keuangan dengan hendrik hangau salah satu stafnya hanya diketahui hanya masalah pribadi dan bukan karena pekerjaan. Apalagi santer terdengar bahwa kepala badan keuangan memiliki PIL yang tak lain adalah bawahannya sendiri.
“Ini pasti masalah pribadi dan bukan soal kinerja,santer terdengar bahwa yang menemukan kepala badan berduaan dalam Mobnas adalah ASN yang sekarang mendapat nota dinas,”ujar kamurahan.
Lanjut dikatakannya Bupati harus lebih bijak dalam mengambil sikap atas masalah ini,karena ASN yang diberikan nota dinas sangat baik dan loyal dalam menjalankan tugasnya. Jangan hanya mendengar secara sepihak atas laporan yang diberikan pejabat yang bersangkutan,sebelum dampak negatifnya akan sangat berpengaruh terhadap daerah ini.
“Kami harapkan kepada Bupati untuk lebih bijak dan jangan hanya mendengar alasan sepihak dari pejabat yang bersangkutan,dari hasil konfirmasi dengan sejumlah ASN di Badan Keuangan kinerja hendrik hangau sangat baik dan mampu meredakan setiap masalah,apalagi ketika berhadapan dengan kapitalaung saat pencairan dandes,”harapnya. 
Ditambahkannya juga ada ASN di lingkup Badan Keuangan yang sudah mendapat nota dinas tetapi belum juga dikeluarkan dari instansi tersebut,sebab yang bersangkutan dekat dengan kepala badan keuangan saat ini. (js)



Gempa Guncang Sangihe 5,3 SR, Tepi Pantai Apes Anjlok Sepanjang 75 Meter

Tahuna, detikawanua.com – Gempa bumi yang melanda Kabupaten Kepulauan sangihe pada selasa (7/11) sekira pukul 10.00 Wita memiliki dampak tersendiri bagi alam dan masyarakatnya. Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) sempat membuat semua masyarakat panik dan lari ketakukan keluar rumah, kantor maupun pusat perbelanjaan. 
Akibat insiden ini, ditemukan longsoran di tepi pantai kelurahan Apeng Sembeka sepanjang sekitar 75 merer sedalam 5 sampai 7 meter,dan terdapat rusak ringan dibeberapa bangunan di Kota Tahuna. 
Hal ini dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Revolius Pudihang. Dia mengatakan, berdasarkan dampak gempa tidak ada korban jiwa namun, beberapa gedung di Kota Tahuna mengalami rusak ringan. Anak-anak sekolah dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tak ada gempa susulan.
“Pasca gempa kekuatan 5.3 SR, 6 November 2018 pukul 09:09:51 WIB selama 3 detik, ada fenomena alam yang sempat menjadi tontonan masyarakat yakni longsoran ditepi pantai sepanjang sekitar 7 meter kedalaman di Boulevard tahuna dan ini masih dipantau dampak dan penyebab longsor dimaksud,”ungkap Pudihang.  
Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME saat memantau lokasi binir pantai yang anjlok mengimbau kepada masyarakat Sangihe agar tidak panik dan tidak menyebarkan issu yang meresahkan.“Berdasarkan data dari BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Jadi masyarakat diharapkan tetap berdoa agar Kabupaten Sangihe dijauhkan tetap dalam lindungan Tuhan,”pungkas orang nomor satu dibumi tampungang lawo.(js)



Kepala Staf Kodim Rembang Cek Penggarapan Tugu Prasasti

Rembang, detiKawanua.com – Dalam kesempatannya Kepala Staf Kodim 0720/Rembang  Mayor Caj Yoyok Sunaryo S.Ip  melaksanakan kunjungan kelokasi TMMD, dimana dilokasi tersebut Praka Angga, anggota Satgas (Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang dari Yonif (Bataliyon Infantri) 410/Alugoro dan rekannya, mengerjakan simbol kebanggaan Kesatuan Bataliyonnya dalam sebuah karya seni Relief (Lukisan timbul), di Tugu Prasasti TMMD Reg-103 yang dibuatnya, di jalan masuk Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Rabu (7/11)
“Dalam membuat Tugu Prasasti ini saya hanya mengikuti Naluri saya saja, entah bagus entah jelek ya beginilah hasilnya,” Kata Praka Angga.
“Sebelumnya sudah saya tanyakan kepada Danki SSK, beliau menyampaikan bahwasanya kata Serma Slamet Koordinator pembangunan TMMD, penerapan simbol kesatuan Bataliyon kami dalam Tugu Prasasti tidak apa-apa, yang terpenting tercantum tulisan TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang TA. 2018,” terangnya.
“Semoga hasil karya saya dan hasil karya kami disini semuanya bisa dikenang sekaliguis jadi kebanggaan warga Desa Pasedan.” Pungkasnya.
Tugu Prasasti sebagai penanda dan kenang-kenangan bahwa TMMD pernah dilaksanakan di Desa Pasedan sudah selesai dikerjakan dan tinggal tahap Finishing dengan pengecatan. Semua pekerjaan juga sudah hampir terselesaikan. Waktu penutupan kurang dari sepekan, anggota Satgas dan warga setempat dikerahkan agar pekerjaan segera terselesaikan. (*)



Satgas TMMD Rembang Pasang Umbul-Umbul Disepanjang Jalan Menuju Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Satuan tugas (Satgas TMMD) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim Rembang tidak hanya berjibaku dengan alat pertukangan dan batu belah bahan makadam jalan saja. Terlihat beberapa anggota Satgas TMMD dijalan Desa Pasedan dengan membawa bambu beserta umbul-umbulnya, Rabu (7/11)
Dipimpin Serka Sumbito, para anggota Satgas TMMD membawa dan memasang umbul-umbul yang sudah disiapkan. Serka Sumbito menyampaikan bahwa pemasangan umbul-umbul ini untuk memeriahkan Desa Pasedan,
“Karena ada kegiatan TMMD di Pasedan, jadi desa sini harus meriah, maka kami pasang umbul-umbul sebagai tanda sedang dilaksanakannya TMMD disini,” ujarnya.
Pagelaran TMMD di Desa Pasedan sudah berjalan beberapa pekan yang lalu. Saat ini TMMD sudah memasuki tahap akhir. Rencananya kegiatan ini akan ditutup pada 13 November mendatang. (*)