Hingga Diakhir 2018 Ini, Dinsos Boltim Pacu Pembangunan Ratusan RTLH

Kepala Dinsos Boltim, Rudi S Malah


Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), telah banyak melakukan atau menyalurkan bantuan kepada masyarakat (warga) yang layak dan pantas menerima bantuan. Diantara sejumlah bantuan dimaksud, oleh Pemda melalui Dinas Sosial (Dinsos) Boltim yakni berupa bantuan kepada penyandang cacat, KUBE serta beberapa bantuan sosial lainnya dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke warga kurang mampu (miskin-red).
Seperti diakui Kepala Dinsos Boltim, Rudi S. Malah kepada media ini bahwa, pihaknya sudah menyalurkan beberapa dari sejumlah bantuan. Dan masih melakukan penyaluran untuk warga yang berhak menerima seperti, penyandang cacat, KUBE, bantuan sosial lainnya serta pembangunan RTLH ke warga yang masuk dalam kategori kurang mampu dari segi pendapatan tarap ekonomi (miskin) “yaa sudah kita salurkan bantuan- bantuan sosial di tahun ini, namun masih ada pekerjaan dalam bentuk bantuan juga harus kita realisasikan dipenghujung tahun ini. Diantaranya, untuk pembangunan RTLH 750 unit. Kita sudah bangun sekitar 270 unit. walaupun, memang deadline pekerjaanya hingga Desember mendatang tetapi pembangunannya terus berjalan hingga kini” terang, Rudi siang tadi
Pihaknya, kata Rudi, juga membangun RTLH dilahan yang telah dihibahkan PT Ranomout seluas 11 Hektare (Ha) dengan kapasitas jumlah 600 unit RTLH.  Itu sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Pak Bupati Boltim bersama pihak perusahaa pekan kemarin. Kita upayakan tahap pertama pembangunannya 210 unit dengan anggaran senilai Rp18.223.000 per unit “pembangunannya memakan waktu sekitar 2 bulan. total anggaran 210 unit tersebut, Rp 3.826.830.000 dengan ukuran rumah 6×5 meter. Lokasi pembangunan di desa Tutuyan II kecamatan Tutuyan. Saya optimis tahap pertama kita upayakan 60 unit selesai. Walaupun memang tinggal sebulan lebih waktu pembangunan dan akan memasuki tahun anggaran baru” paparnya
Rudi menambahkan, bahwa ada kemungkinan akan terjadi silpa sebab, tidak akan terserap semua. Ini sudah dipenghujung tahun. Saat ini, baru tahap persiapan bahan bangunan RTLH tahap pertama untuk 210 unit. Jadi kita lanjutkan pembangunan di 2019 mendatang dengan nominal anggaran naik menjadi Rp 19.723.000 jadi berbeda dengan tahun ini. Tahap ke 2 dan 3 juga dibangun tahun depan, bersamaan dengan pembangun RTLH yang lahannya sudah siap diantaranya, lokasi pembangunan di desa Loyow, desa Bai kecamatan Nuangan. desa Motongkat kecamatan Motongkad. desa Bulawan, desa Kotabunan Induk, desa Buyat kecamatan Kotabunan. deaa Tombolikat Induk dan desa Tombolikat Selatan kecamatan Tutuyan. desa Modayag, desa Moyongkota kecamatan Modayag” ungkap, Rudi diruang kerjanya.
(Fidh)



Bupati Rembang Minat Blangkon Dari Pelepah Pisang, Dilokasi TMMD

Rembang, detiKawanua.com – Tim Wasev (Pengawas dan Evaluasi) TMMD dari Pusterad Brigjen TNI Arif Susilo mengunjungi langsung ke lokasi TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang yang dilaksankan di Dusun Ngotoko Desa Pasedan. Dalam kunjungannya didampingi langsung Bupati Rembang (H. Abdul Hafidz), Dandim Rembang (Letkol Arh Andi Budi Sulistianto) Kapolres Rembang dan pejabat terkait. Kamis (08/11).
Tiba Di Balai Desa Pasedan Tim Wasev langsung di sambut dengan berbagai tari tarian kemudian, selanjutnya mendatangi lokasi pasar murah yang berada dilokasi.
Joko Eko (41) Suharto warga Desa Pasedan yang setiap hari merupakan pengrajin blangkon yang terbuat dari kulit pelepah pisang mendapatkan berkah pada kunjungan tim Wasev dari Pusterad kali ini, stand penjualan blangkon milik Bapak Joko Eko Suharto mendapatkan kunjungan langsung oleh Bupati Rembang (H. Abdul Hafidz) kemudian Bupati langsun membelinya.
Joko Eko Susilo sangat merasakan kegembiraannya karena dengan program TMMD kerajinannya dikenal orang nomor satu di Kabupaten Rembang.
“Semoga apa yang terjadi hari ini bisa membuat usahanya semakin maju dan bisa bertambah penghasilan, dan meningkatkan pendapatan,” ujar Joko Eko.
Dalam rangkaian kunjungan Tim Wasev Pusterad selain meninjau lokasi TMMD diadakan pula pasar murah, pengobatan gratis dan kegiatan lainnya. (*)



Bazzar Murah Dilokasi TMMD Rembang Juga Pamerkan Kerajinan Tangan Warga Setempat

Rembang, detiKawanua.com – Seni adalah bahasa, seni indah dan mulia, pemersatu antar bangsa, itulah yang patut kita ucapkan terhadap para seniman-seniman, baik itu seni lukis, seni suara, dan seni-seni lainnya. Karya seni yang dihasilkan dari kesungguhan dalam melakukannya pasti akan mendapatkan hasil yang optimal.
Di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah adalah tempat dimana dilaksanakannya TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 ada seorang seniman, dia adalah Bapak Joko warga setempat dengan kreatifnya ia memanfaatkan pelepah pisang untuk dijadikan karya seni, bapak Joko membuat blangkon dengan bahan dasar pelepah pisang, selain blangkon pelepah pisang dibuat juga kaligrafi dan replika rumah. Kamis (08/11)
Hari ini Satgas TMMD Kodim 0720/Rembang menggelar pasar murah bertempat di halaman Balai Desa Pasedan mulai dibuka pukul 08.00 Wib, disitu disediakan sembilan bahan pokok. Dengan adanya pasar murah, bapak joko mengambil momen tersebut untuk ikut menjajakan hasil karyanya dipasar murah.
“Saya sengaja ikut mengambil stand di pasar murah ini, untuk mengenalkan karya saya yang berasal dari pelepah pisang ini. Siapa tahu nanti orang-orang yang datang ada yang tertarik dengan karya saya, lalu membelinya itu kan rezeki juga” Ungkap Joko. (*)



Karame SS U17 Juarai Piala Walikota Manado 2018

Manado, detiKawanua.com – Tiga gol yang dilesakkan ke gawang Forza FC Manado pada babak kedua, mengantarkan Karame SS Manado menjuarai iven Open Tournament Walikota Manado Cup 2018 kelompok umur U17.
Dalam pertandingan Final yang digelar di Stadion Klabat Manado pada Kamis (8/11/2018) sore, Karame SS berhasil mengalahkan Forza FC Manado dengan skor 3-1. Padahal, di babak pertama, Karame tertinggal 1 gol dari Forza. 
Sementara pada Rabu (7/11/2018) kemarin, Panther FC berhasil merebut Juara 3 dalam iven yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) ini, usai mengalahkan Maesa FC dengan skor 4-0.
Kadispora Kota Manado Laurens Umboh dalam sambutan penutupan mengatakan, Pemkot Manado akan terus konsen dalam memajukan olahraga di Kota Manado. Salah satunya melalui iven Piala Walikota Manado 2018 ini. 

“Kompetisi menjadi penting dalam pembinaan olahraga. Kita bisa mengkur keberhasilan para pemain kita, melalui hasil yang didapat pada sebuah pertandingan. Dan bagi para pelatih, kompetisi menjadi indikator terpenting, apakah materi pelatihan yang diberikan bisa diaplikasikan dengan baik oleh para pemain atau tidak,” ujar Kadis Umboh dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Pemuda Dispora Manado Victor Singal.
Dirinya melanjutkan, manfaatkan momen kompetisi ini. Teruslah berusaha. Karena para pemain hebat tidak akan lahir kalau tidak ikut latihan, pemain jago tidak akan tercipta tanpa ikut kompetisi,” tegasnya.
“Saya percaya jerih juang tidak akan sia-sia. Selamat bagi para pemenang. Dan bagi yang belum berhasil, teruslah berlatih hingga meraih hasil terbaik,” pungkasnya. 
Untuk diketahui, selain menyerahkan piala tetap kepada Juara 1, 2 dan 3, dilakukan juga penyerahan trophi untuk pemain terbaik, top score, dan tim fair play. Pemain Terbaik diraih oleh Marcelino Bawole (Forza FC Manado), Top Score oleh Virgio Sakodi (Panther FC Manado), dan Tim Fair Play dimenangkan oleh PS Bina Citra.
(Indra



Gerakan Donor Darah Juga DigalakanTNI

Rembang, detiKawanua.com – Disela-sela melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Desa Pasedan,Serka Edi Supriyanto masih bisa melaksanakan Donor Darah di Balai Desa Pasedan yang diadakan oleh PMI Rembang, Kamis (8/11).
Program TMMD Reguler 103 Desa Pasedan walaupun menguras tenaga, tapi tidak dirasakan oleh Serka Edi Supriyanto untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dengan mendonorkan darahnya kepada PMI Rembang di Balai Desa Pasedan. Tak kenal lelah dan tak surut langkah untuk tetap ikhlas membantu sesama, itulah sosok Serka Edi Supriyanto anggota Koramil 08 Sluke Kodim 0720/ Rembang. Selain membantu secara fisik, masih mampu membantu secara non fisik dengan seluruh jiwa raga.
Selesai melaksanakan Donor Darah, Serka Edi bukan melaksanakan istirahat sesuai anjuran Dokter, tetapi tetap kembali ke lokasi TMMD untuk melanjutkan tugasnya membantu Satgas TMMD yang sedang melaksanakan pembangunan macadam jalan.
“Saya sudah terbiasa donor darah, rutin saya laksanakan 4 bulan sekali, jadi setelah donor saya siap membantu Satgas TMMD melanjutkan pekerjaan,” ungkap Edi.(*)



Lewat LIDA-2, Indosiar Cari Penyanyi Dangdut Terbaik di Sulut

Foto: istimewa

Manado, detiKawanua.com – Sebagai stasiun TV yang unggul dalam program talent search termasuk musik dangdut, Indosiar terus berupaya untuk memperluas khasanah musik dangdut ke penjuru negeri. 
Diketahui, pada tahun yang lalu, Indosiar telah sukses menggelar ajang pencarian bakat terbesar Liga Dangdut Indonesia (LIDA) hingga memperoleh Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia, untuk program LIDA sebagai Program Pencarian Bakat dengan Peserta dari Provinsi Terbanyak. 
Pada tahun ini, Indosiar kembali akan menjaring duta-duta dangdut terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Kali ini LIDA 2 menggelar audisi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang diselenggarakan di Best Western The Lagoon Manado beralamat Kompleks Bahu Blok A3 Jl. Wolter Monginsidi No. 1 Manado pada hari Kamis, (08/10 2018).
Menurut Ekin Gabriel selaku VP – PSRD Division Head, di Tahun ke-2 penyelenggaraan program Liga Dangdut Indonesia, akan mempertemukan duta dangdut terbaik dari provinsi paling barat di Indonesia sampai paling timur. Mereka akan membawa beragam kekayaan budaya hingga mengenalkan kearifan lokal dari provinsi asalnya di panggung LIDA 2. 
“Melalui program Liga Dangdut Indonesia 2 ini, Indosiar berharap dapat menjadi program yang inspiratif dan akan melahirkan Idola Indonesia dengan kualitas vokal dangdut terbaik, hingga turut meramaikan industri hiburan tanah air,” tuturnya.
Ekin melanjutkan, calon peserta yang memiliki bakat menyanyi dangdut pria maupun wanita berusia 15 – 25 tahun, dapat datang langsung ke lokasi audisi dengan membawa data diri beserta foto. 
“Formulir pendaftaran dapat diambil langsung di lokasi audisi secara gratis. Calon peserta hanya diperbolehkan mengikuti audisi LIDA 2 di provinsi yang sesuai dengan keterangan di kartu identitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, audisi LIDA2 ini berbeda dengan LIDA tahun sebelumnya. Tahun ini akan digelar semakin kompetitif dengan memilih Idola Indonesia yang mewakili seluruh provinsi. 
“Proses audisi di masing-masing provinsi, nantinya Indosiar akan membawa data dari 10 peserta terbaik ke Jakarta, yang kemudian akan diseleksi kembali untuk memilih duta dangdut terbaik, yang akan bersaing di panggung LIDA 2,” tutupnya 
Sebelumnya, audisi LIDA 2 telah menyambangi Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Bali, serta Yogyakarta, dan masih akan terus berlanjut ke 19 provinsi di Indonesia lainnya. Pekan depan Indosiar akan menyambangi Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara pada hari Minggu, 11 November 2018. Ikuti audisi Liga Dangdut Indonesia 2 di Provinsi Anda! Gratis!
(Rul



Kunjungan Tim Wasev Didampingi Bupati Rembang Dilokasi Pengecoran Jalan

Rembang, detiKawanua.com – Tim Wasev (Pengawas dan Evaluasi) TMMD dari Pusterad Brigjen TNI Arif Susilo mengunjungi langsung ke lokasi sasaran fisik pengecoran jalan TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang yang dilaksankanj di Dusun Ngotoko Desa Pasedan. Dalam kunjungannya didampingi langsung Bupati Rembang (H. Abudl Hafidz), Dandim Rembang (Letkol Arh Andi Budi Sulistianto) kapolres Rembang dan pejabat terkait. Kamis (08/11).
Tiba Di Balai Desa Pasedan Tim Wasev langsung di sambut dengan berbagai tari tarian kemudian, selanjutnya mendatangi loksi pasar murah yang berada dilokasi.
Setelah menerima sambutan tim Wasev langsung meninjau lokasi sasaran TMMD yang masih dikerjakan oleh anggota Satgas dilapangan.
Brigjen TNI Arif Susilo menjelaskan, bahwa kedatangannya di Rembang bersama anggota tim,  dalam rangka untuk melihat langsung dari dekat pelaksanaan TMMD Reguler Ke 103 Kodim Rembang yang ada di Desa Pasedan kecamatan Bulu.
”Kami juga ingin mencocokan apakah apa yang dilaporkan ke komando sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan berdasarkan pantauan langsung dilokasi apa yang di laporakan oleh Kodim Rembang sudah sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan,” terang Brigjen TNI Arif Susilo.
Tujuan TMMD, menurut Arif Susilo ada dua yaitu fisik dan non fisik. Tujuan fisik TMMD yaitu untuk meningkatkan akses jalan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan akses transportasi. Sedangkan tujuan non fisik TMMD adalah untuk menambah ketrampilan masyarakat Kabupaten Rembang dalam rangka menghadapi era globalisasi.
“Kalau kita mendapatkan ketrampilan, jangan sampai kita hanya akan menjadi penonton di negeri kita sendiri. Kita harus bisa bermain dalam arti positif yaitu kita selalu menjadi pelaku usaha yang ada di negeri kita sendiri,” tegasnya.
Setelah tinjau di lokasi pengecoran tim Wasev Pusterad melanjutkan ke sasaran TMMD Kodim Rembang yang lain dengan mengucapkan terima kasih kepada anggota Satgas bersama warga yang sedang bekerja serta memberikan semangat kepada satgas.(*)



Bersama Komunitas Jeep Rembang Tim Wasev Beserta Rombongan Menuju Lokasi TMMD

Rembang, detiKawanua.com – Dukungan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim Rembang terus berdatangan. Kali ini Komunitas Jeep Rembang pimpinan Bapak Anwar turut hadir di lokasi TMMD untuk bersatu memberikan semangat dan bekerja bersama-sama membangun desa. Kamis (8/11).
Dengan mengendarai kendaraan jeep, mereka yang tergabung dalam Komunitas Jeep Rembang menuju lokasi TMMD Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu.
 Anwar mengatakan akan selalu mendukung semua kegiatan TMMD Desa Pasedan.
“Kami kesini untuk mendukung TMMD Kodim Rembang, Dulu sebelum ada kegiatan  TMMD, Jalan Ngotoko-Pasedan dalam kondisi rusak parah, tetapi sekarang sudah bagus,” jelasnya.
Kebetulan saat itu ada kunjungan dari tim Pengawas dan evaluasi (wasev) dari Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad). Kegiatan di balai Desa Pasedan juga cukup ramai. Satgas TMMD menggelar acara sosial diantaranya donor darah, pasar murah, pelayanan E-KTP dan lainnya.(*)



Kurun Waktu Juli-Oktober 2018, Polda Sulut Ungkap Kasus Curanmor dan Pemalsuan Surat Kendaraan

Kapolda Sulut saat konfrensi pers. /ist

Manado, detiKawanua.com – Dalam kurun waktu bulan Juli hingga Oktober 2018, Tim Lapangan Ranmor Direktorat Reskrimum Polda Sulut yang dipimpin AKP Rivo Malonda, berhasil mengungkap dan melakukan penangkapan terhadap kelompok pelaku penggelapan dan pemalsuan surat kendaraan bermotor (STNK) roda empat di wilayah Sulut.
Walhasil, Sebanyak 14 tersangka berhasil diamankan dari beberapa lokasi berbeda
Hal ini di sampaikan oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Bambang Waskito, saat Konferensi Pers didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Hari Sarwono dan Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Lobi lantai 1 Mapolda, Kamis (8/11/2018).
Dalam konferensi pers yang dihadiri juga para korban curanmor, Kapolda Sulut sangat menyayangkan ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Disini ada empat anggota saya yang terlibat, ini akan saya tindak dengan tegas. Harusnya melindungi melakukan penegakkan hukum, justru malah sebaliknya terlibat di dalam hal-hal seperti ini. Kalau memang unsurnya cukup, saya pecat. Ya ini pelajaran untuk semuanya,” ujar Kapolda.
Adapun keempat belas tersangka tersebut, yaitu: RM alias Rendy (29) warga Toruakat Dumoga, ML alias Melki (42) warga Tanjung Batu Manado, RG alias Retno (31) warga Desa Pusian Dumoga, HJ alias Hen (30) warga Kelurahan Bitung Amurang, RK alias Ricky (30) warga Desa Tumpaan, MP alias Rina (48) warga Singkil Manado, JM alias Jul (31) warga Kotamobagu, SM alias Ser (41) warga Kotamobagu, GM alias Gito (30) warga Kotamobagu, HK alias Heldy (41) warga Moat Boltim, MM alias Marthen (32) warga Toruakat Dumoga, HI alias Hengky (43) warga Gorontalo, HM alias Hamdan (50) warga Kotamobagu, TA alias Taufiq.
Adapun kronologis penangkapan pelaku, yakni lima tersangka yaitu RM, ML, RG, HJ dan RK ditangkap petugas saat sedang melakukan transaksi di depan RM City Ekstra Malalayang Manado pada 12 Juli 2018.
Pada penagkapan tersebut  petugas menemukan 2 buah mobil, setelah dicek ternyata STNK palsu. Modusnya merubah STNK dan TNKB.
Selanjutnya, Pada tanggal 13 Agustus 2018, Polisi menangkap perempuan MP alias Rina di Kota Cirebon. Tim kemudian melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap tersangka lainnya. JM ditangkap di Kotamobagu pada tanggal 20 September 2018.
Tidak sampai di situ, Tim juga melakukan pengembangan terhadap pembuatan STNK palsu dan menangkap beberapa tersangka pada tanggal 20 Agustus 2018, yaitu SM, GM dan HD. Ketiganya ditangkap di Kotamobagu. Pada tanggal 13 September, Tim menangkap lelaki MM di Kotamobagu dan lelaki HI ditangkap di Gorontalo.
Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 2018, Tim melakukan penangkapan terhadap lelaki HD dan lelaki TA, yang juga terlibat dalam pembuatan STNK dengan data kendaraan yang dipalsukan.
Adapun barang bukti saat ini yang disita yaitu 18 (delapan belas) unit kendaraan roda empat, 4 (empat) lembar STNK palsu kendaraan roda empat, 1 (satu) lembar STNK asli kendaraan roda empat, 2 (dua) lembar pajak palsu ranmor roda empat, dan 1 (satu) lembar pajak asli ranmor roda empat
Saat ini berkas ketujuh tersangka yaitu, MP, SM, RM, RG, ML, HJ dan RK bersama barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulut (Tahap II).
Untuk para tersangka GM, HD, MM dan HI, berkas perkaranya sampai saat ini sudah tahap I di Kejaksaan Tinggi Sulut. Sedangkan lelaki JM, HN dan TA sementara dalam tahap pemberkasan.
Dengan adanya pengungkapan dan penangkapan curanmor yang selanjutnya memalsukan surat-suratnya Kapolda mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Utara, apabila mau melakukan transaksi kendaraan, agar melakukan pengecekan keabsahan surat-surat ke Polri,
“Sebelum membeli kendaraan harus di cek kelengkapan suratnya apakah surat-surat tersebut asli atau tidak, curian atau tidak,” imbau Kapolda Sulut.
Salah satu korban penggelapan kendaraan bermotor, Bernard Saroinsong (54) warga Ranotana Lingkungan 4 Manado, sangat bersyukur mobil Fortuner VRZ miliknya berhasil ditemukan oleh Polisi.
Hal itu diucapkannya saat di berikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu di konfrensi pers tersebut
“Saya sangat berterima kasih kepada Kepolisian, dan mengapresiasi kinerja Polda Sulut. Semoga Tuhan selalu membuka jalan memberkati bapak Kapolda dan jajaran,” ucapnya.
Di hadapan media ia menjelaskan, mobilnya hilang sejak 1 Mei 2017, plat nomornya sudah diganti. Modusnya, kata Bernard, dipinjam untuk dipakai KPK, tapi ternyata disikat para sindikat dengan merubah plat nomor dan STNK.
“Selama 1 tahun 4 bulan kami berusaha cari sampai di Makassar, Palu dan Gorontalo, ternyata dapat di Bolmong,” ujarnya dengan wajah yang gembira.
(Rul)



Sistem ULA Berprinsip OD-SK Pastikan Mudahkan Surat Masuk Keluar Transparansi

Manado, detiKawanua.com – Kepala Biro Umum Setdaprov Sulut, Clay J Dondokambey mengungkapkan kedepan untuk proses masuk keluar surat menyurat untuk pimpinan bakal melalui sistem  Unit Layanan Administrasi (ULA) yang dikelola dengan prinsip OD-SK (Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw) olah dokumen sesuai ketentuan yang diberlakukan melalui Biro Umum dan Protokol.

“Dulu pengelolaan administrasi masih dikelola secara parsial, artinya surat menyurat itu memang tersentral ke Biro Umum tapi surat masuk keluarnya itu masih diantar ke masing-masing biro dulu. Nah, ini yang nantinya akan diatur (sistem ULA) kita upayakan semua terintegrasi semua harus masuk ke Biro Umum. Yang diatur bukan subtansi surat apa yang diberikan tetapi alur pelayanan surat itu yang diatur,” terang Clay.

Dirinya juga membenarkan termasuk surat yang ditujukan ke gubernur dan wakil gubernur itu dipastikan bisa langsung mendapatkan informasinya sudah sampai dimana keberadaan surat tersebut.

“Itu bisa dicek real time, kapan dimasukan, prosesnya sudah sampai dimana dan kapan bisa diambil,” jelas Clay, sembari membenarkan bahwa kedepan proyeksinya tidak ada lagi persoalan tentang keterlambatan pengurusan surat masuk keluar.

Sebelumnya juga belum lama ini saat kegiatan Media Gathetring bersama wartawan, Clay yang juga sebagai narasumber waktu itu mengungkapkan kedepan jika sistem ULA diterapkan pada instansi-instansi lingkup Pemprov Sulut itu, tidak ada lagi alasan lagi bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam pengurusan layanan publik terlebih tentang administrasi atau surat menyurat yang lambat, terlebih jika surat tersebut ditujukan atau yamg sudah berada di meja Gubernur Sulut (Olly Dondokambey).

“Paling tinggi berkas atau surat yang masuk dan ada di meja pak gubernur itu jika pak gubernur berhalangan datang itu hanya satu sampaindua hari saja dan hal itupun jarang terjadi, karena saya bisa pastikan itu di meja pak gubernur selalu bersih dari dokumen surat apalagi sampai menumpuk-numpuk itu tidak ada,” beber Clay.

(IsJo)