TNI Bersihkan Umbul-Umbul Di Desa Pasedan

Rembang, detiKawanua.com – Dengan berakhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 dengan ditandai dengan upacara penutupan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Nopember 2018 di lapangan sepakbola Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, maka semua kegiatan yang ada dalam program baik kegiatan fisikmapun non fisik juga sudah selesai dilaksanakan dengan sukses.
Terlihat anggota Koramil 05/Bulu sudah mulai bersih-bersih dan melepas umbul-umbul yang saat itu dipergunakan untuk meramaikan dan mensukseskan rangkaian kegiatan upacara penutupan TMMD. Unbul-umbul yang saat itu dipasang dilapangan sepakbola Desa Kemadu dan sepanjang jalan menuju ke lokasi TMMD di Desa Pasedan.
Lokasi TMMD yang berada di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu sehingga anggota Koramil 05/Bulu saat itu selalu terlibat untuk menyiapkan penyelenggaraan upacara baik pembukaan maupun penutupan yang dilaksanakan kemarin.
Anggota Koramil Bulu dengan kesadaran penuh membantu menyiapkan dan membersihkan sarana/prasarana upacara yang digelar Kodim Rembang tersebut.
“Kami anggota Koramil 05/Bulu ikut aktif mempersiapkan dan pembersihan dalam upacara baik pembukaan  maupun penutupannya, kesuksesan dalam upacara tersebut menjadi tanggung jawab kami juga” Ujar Cholik Mahmudi selaku Bati Tuud Koramil 05/Bulu yang saat itu memimpin kegiatan pembersihan dan pelepasan umbul-umbul. (*)



Tanggapan Warga Usai TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Keseharian kerja Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pasedan yang selalu berkunjung ke rumah-rumah warga, membuat sudah kenal dan akrab dengan Baibinsa Pasedan yang saat ini dijabat oleh Sertu Serka Sutrisno.
Dalam kunjungannya yang hari itu dirumah keluarga Sukinah (76) warga Dukuh Ngotoko, ia mendapatkan sambutan dari tuan rumah yang saat itu sedang duduk-duduk diteras rumahnya, warga Desa Pasedan selama ini menyambut baik kehadiram Babinsa yang hampir setiap hari selalu lalulalang di Desanya untuk melaksanakan patroli wilayah dan Komsos dengan warga binaannya.
Dengan berakhirnya kegiatan TMMD Kodim Rembang tiga hari yang lalu warga Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, warga sampai saat ini masing terngiang dengan keberadaan Satgas di desanya. Warga juga terlihat puas dengan hasil TMMD Kodim Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan itu.
“Saya merasa senang sekali nak, dengan adanya program TMMD yang memperbaiki jalan menuju ke Dukuh Ngotoko ini, sehingga warga kalau mau ke Desa Pasedan bisa lewat dengan nyaman” tutur Sukinah.
Sukinah dan warga Dukuh Ngotoko lainnya terlihat senang dan puas dengan hasil TMMD Kodim Rembang, sehingga warga dalam bepergian sudah tidak kerepotan lagi. (*)



Tim CTI 6 Negara Ini “Minta Restu” OD Jadikan Sulut Pusat Kelola Terumbuk Karang

Minut, detiKawanua.comMenyambangi kediaman dan bertatap muka langsung dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Kamis (15/11) siang tadi, oleh Direktur Eksekutif Sekretariat CTI, Hendra Yusran Siry mengutarakan bahwa keberadaan Provinsi Sulawesi Utara pada sekarang ini akan mendunia dikenal karena dengan adanya keberadaan Gedung Sekretariat Coral Triangle Initiative (CTI) yang sekarang berlokasi di Kawasan Grand Kawanua Internasional City (GKIC) Manado tersebut akan dioptimalkan fungsinya.

Yusran sebagai Direktur Eksekutif CTI yang baru itu meminta dukungan Gubernur Olly agar program pengelolaan terumbu karang dunia yang dipusatkan di gedung “futuristik berbentuk bola dunia” dan merupakan sekretariat bersama 6 negara anggota CTI diantaranya, Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Solomon Island ini agar bisa berjalan dengan lancar.

Sementara itu oleh Gubeenur Olly menyambut baik niat kedatangan pihak CTI yang juga ingin mensupport program Pemerintah Provinsi Sulut termasuk melibatkan teknokrat dan stakeholders untuk bekerja sama dalam pengelolaan sumberdaya hayati laut – terumbu karang dan konservasi pesisir dan laut. Dimana, sekretariat CTI juga menunjukkan keterlibatan langsung Sulut dan juga Indonesia dalam pengelolaan kekayaan dan keanekaragaman hayati laut yang menjadi perhatian dunia saat ini.

Selain itu, Olly juga mendukung rencana CTI mengadakan kegiatan MICE berupa pertemuan-pertemuan, simposium dan seminar internasional tentang terumbu karang termasuk kegiatan internasional yaitu peringatan 10 tahun berdirinya CTI yang akan menghadirkan 6 kepala negara. Sebelumnya, pada Mei 2019, para menteri negara anggota CTI juga berencana melakukan pertemuan di Sulut.

Adapun pertemuan ini turut dihadiri Nora Ibrahim, Deputy Executive Director Program Services (Malaysia); Gregory Bennet Technical Program Senior Manager (Salomon Island), Janet Polita Communication and Information Manager (Filipina), Tim Kemenlu RI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ronald Sorongan dan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Sulut, Franky Manumpil.

(IsJo)




Ada Manfaat Lain Keberadaan Poskamling Di Dusun Ngotoko

Rembang, detiKawanua.com – Hasil TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang langsung dirasakan oleh pedagang sayuran yang tiap hari keliling ke Dukuh Ngotoko Desa Pasedan.
Salah satunya ibu Salamah pedagang sayuran dan kebutuhan yang di perlukan dapur, hampir tiap hari keliling ke pasedan Ngotoko. Kamis(15/11/2018).
“Saya tiap hari jualan keliling Pasedan Ngotoko, dulu sebelum jalan di bangun sulit dilewati apa lagi musim hujan malah tambah parah, hampir tiap hari tiap selesai naik ke Dukuh Ngotoko, sepeda motor saya rusak, baut kendor dan ban sering bocor,” Ucapnya.
“Alhamdulillah dengan masuknya TMMD Reguler jalan sekarang sudah bagus, mulus naik sepeda motor pun juga nyaman dan sepeda motor saya juga jarang servis.” tambahnya. (*)



Pasca TMMD Rembang, Komunikasi TNI Dan Warga Terus Berjalan

Rembang, detiKawanua.com – TMMD Rembang mampu membawa Kondisi wilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu kian membaik dan terus berkembang setelah dilaksanakannya kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang baru saja membangun beberapa infrastruktur diwilayah ini.
Upaya TNI dalam membantu pemerintah setempat untuk mempercepat pembangunan diwilayah pedesaan sangat tepat dan mendapat apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut mampu merubah kondisi sosial diwilayah ini, terutama warga masyarakat setempat merasa senang dan mendapatkan suatu keadilan dan diperhatikan oleh pemerintah dengan adanya beberapa pembangunan infrastruktur diwilayah ini.
Saat ditemui dirumahnya, seorang warga mengatakan “Sekarang Desa kami sudah berubah terutama infrastruktur jalan diwilayah ini sudah sangat bagus, ini semua berkat kerja keras Bapak-Bapak TNI.”  Ungkap Ibu Ngami (40) warga Dusun NgotokoKamis (15/11)
Dan hasil beberapa pembangunan infrastruktur diwilayah ini dapat dirasakan langsung oleh warga masyarakat setempat dan sekitarnya serta memberikan dampak yang sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi. Kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang merupakan wujud kepedulian TNI terhadap wilayah pedesaan yang belum tersentuh pembangunan oleh pemerintah setempat.
Meskipun kegiatan TMMD sudah berakhir, akan tetapi TNI terus pro aktif berkomunikasi  dengan warga masyarakat diwilayah ini demi menjaga kebersamaan yang sudah terjalin selama kegiatan TMMD berlangsung. (*)



Asik Konsumsi Miras, 2 Wanita Diamankan Polsek Malalayang

Para Pelaku saat berada di Mapolsek Malalayang. /ist

Manado, detiKawanua.com – Kedapatan sedang mengkonsumsi miras jenis Bir Valentin dan Captikus, 2 wanita diamankan Polsek Malalayang pada Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 11.00 Wita.
Keduanya masing-masing AK alias Angel (27), dan SK alias Suci (25) ditemani 4 pemuda yakni RP alias Rangga (20), FS alias Fangky (30), RS alias Randy (32),  dan JT alias Jemmy (29), tengah asik mengkonsumsi miras di Kelurahan Malalayang Satu Lingkungan VII atau Kompleks H dan F.
Menurut Kapolsek Malalayang Kompol Elia Maramis, awalnya pihaknya menerima informasi dari warga, bahwa ada sekelompok pemuda yang lagi asik minum-minuman keras yang selalu meresahkan warga.
“Berdasarkan hal tersebut, anggota langsung menuju ke TKP. Saat tiba di TKP, benar ada sekelompok anak muda yang sedang  asik miras,” ujar Maramis.
Ia menjelaskan, keenam anak muda tersebut, langsung digiring ke Mapolsek Malalayang untuk kami bina.
“Sesampai di Mapolsek Malalayang, keenam anak muda tersebut kami lakukan pembinaan. Agar mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” kata Kapolsek.
(Rul)



Warga Desa Pasedan Mengaku Puas Hasil Kerja Nyata TNI

Rembang, detiKawanua.com – Kondisi wilayah Desa Pasedan Kecamatan Bulu kian membaik dan terus berkembang setelah dilaksanakannya kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang baru saja membangun beberapa infrastruktur diwilayah ini.
Dan hasil beberapa pembangunan infrastruktur diwilayah ini dapat dirasakan langsung oleh warga masyarakat setempat dan sekitarnya serta memberikan dampak yang sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi. Kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang merupakan wujud kepedulian TNI terhadap wilayah pedesaan yang belum tersentuh pembangunan oleh pemerintah setempat.
Meskipun kegiatan TMMD sudah berakhir, akan tetapi TNI terus pro aktif berkomunikasi  dengan warga masyarakat diwilayah ini demi menjaga kebersamaan yang sudah terjalin selama kegiatan TMMD berlangsung. Kamis (15/11)
Upaya TNI dalam membantu pemerintah setempat untuk mempercepat pembangunan diwilayah pedesaan sangat tepat dan mendapat apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut mampu merubah kondisi sosial diwilayah ini, terutama warga masyarakat setempat merasa senang dan mendapatkan suatu keadilan dan diperhatikan oleh pemerintah dengan adanya beberapa pembangunan infrastruktur diwilayah ini.  
“Pada umumnya Kami merasa sangat puas dengan adanya TMMD didesa kami, sekarang Desa Pasedan ini sudah berubah dan kedepan bisa lebih maju lagi.” Ungkap Kepala Desa Pasedan Bapak Kusnan. (*)



Salah Satu Dari Belasan Rumah Yang Direhap TNI

Rembang, detiKawanua.com – Sarbu, warga RT. 05 RW. 01 Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Sepertinya sangat senang sekali perasaannya akhir-akhir ini. Pasca dilaksanakannya kegiatan TNI Manunggal  Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, kami mencoba mencari informasi kepada masyarakat sekitar bagaimana tanggapan dan komentar-komentar mereka setelah dilaksanakannya TMMD di Desa mereka. Rabu (14/11)
Saat kami datangi untuk yang beberapa kalinya, semenjak awal dimulainya rehab rumah dalam program TMMD Reg-103, dimana rumahnya tersebut masuk kedalam sasaran tambahan sasaran Fisik TMMD Reg-103 atau RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang harus diperbaiki. Sampai saat kami temui hari ini tadi, Sarbu tampak ketawa-ketiwi dengan wajah yang selalu ceria saat diwawancarai.
“Terimakasih pak TNI, karena telah membangun rumah saya, semoga kedepannya TNI semakin sukses dan Jaya,” begitulah kurang lebihnya.” Kata Sarbu.
Dari sekian banyaknya warga, Sarbu salah satu warga yang beruntung menerima rehab rumah dalam program TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang. Masalahnya masih ada 13 RTLH lagi yang sebenarnya belum terselesaikan dalam program pembangunan TMMD Reg-103. Dan hal tersebut berkaitan dengan anggaran Desa yang belum terealisasi sebagai dasar dalam pembangunan. Sedangkan rumah Sarbu termasuk 3 unit RTLH yang dana dan anggarannya dari bantuan CSR PT. Semen Indonesia. (*)



BBPOM Manado Imbau Masyarakat Hati-hati dalam Beli Kosmetik, Jamu dan Makanan yang Mengandung Zat Berbahaya

Produk ilegal yang dipajang BBPOM Manado di acara monitoring. 


Manado, detiKawanua.com – Dalam pelaksanaan monitoring evaluasi pengawasan bahan berbahaya di salah satu hotel di Manado, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado memajang dan menunjukkan beberapa kosmetik dan jamu berbahaya, Rabu (14/11/2018).
Menurut Kepala BBPOM di Manado dr Sandra MP Linthin Apt MKes, kosmetik dan jamu yang mengandung bahan berbahaya yang diperlihatkan tersebut, ada empat yang dilangga. Sehingga dari pihaknya mengkategorikan produk ilegal.
“Produk tersebut tidak memiliki nomor izin edar, lalu nomor izin edar tidak berlaku, selanjutnya nomor izin edar fiktif, serta nomor izin edar sudah dicabut karena mengandung bahan berbahaya. Dan juga produk jamu mengandung bahan kimia obat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, terkait penggunaan obat tradisional, setelah meminumnya efeknya cepat sekali menyembuhkan harus berhati-hati, sebab obat tersebut mengandung bahan kimia obat. Sebab dosis yang ditambahkan dalam obat tradisional itu tidak terkontrol, sehingga  organ tubuh terutama ginjal dipaksa kerja keras. Hal sama juga dalam penggunaan kosmetik yang cepat efeknya. 

“Kami mengimbau untuk  waspada, karena kemungkinan besar mengandung merkuri dan bahan berbahaya lainnya. Kelihatannya tidak ada efek bagi tubuh, namun sangat membahayakan bagi kesehatan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, BPOM juga mengingatkan  kepada para pelaku usaha dan pedagang mie basah, agar tidak  memakai zat-zat berbahaya seperti mencampur dengan borax dan formalin.
“Dari hasil pengawasan sudah terjadi penurunan yang signifikan terhadap penggunaan borax di mie basah,” katanya.
Dalam pelaksanaan monitoring evaluasi pengawasan bahan berbahaya yang dilaksanakan oleh BBPOM Manado tersebut, yang ikut  menyampaikan materi yakni dari MUI Nasrudin Yusuf dan Dinas Provinsi Sulut Laura Mengko.
(Rul)



Hingga 2019 Kepel Pastikan PU-PR Bergelut Dengan 3 Proyek Ratusan Miliar

Manado, detiKawanua.com – Sejumlah ruas jalan yang menjadi wewenang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut baik yang sudah terbuka sejak awal dan akan dilanjutkan pekerjaanya pada tahun 2019 nanti seperti penyelesian jalan di Desa Wasian Minahasa Utara yang kemudian dilanjutkan dengan pelebaran.

“Kemudian itu dilanjutkan dengan jalan Ring-road II yang keluar ke arah Paniki itu akan dituntaskan, selanjutnya dari jalan Soekarno keluar arah Paniki itu dituntaskan akan juga,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah Sulut, Steve Kepel pada wartawan.

“Ini artinya sudah fungsional. Begitu juga dengan akses jalan ke Tetempangan itu semua ditahun 2019,” tambahnya.

Ketika ditanyai soal besaran angggaran yang nantinya terkuras dalam sejumlah proyek tersebut, Kepel memperkirakan semuanya membutuhkan anggaran sekitar 250 Miliar.

“Anggaran itu peruntukannya bagi semua jalan dan termasuk juga pembuaatan talud hingga perlindungan jalan. Dibandingkan anggaran tahun 2018, nantinya di tahun 2019 anggaran naik sekitar 10 persen,” ujar dia sembari mengatakan bahwa terdapat juga ruas jalan yang secara berkala akan direhabilitasi.

“Itu permukaan jalannya sudah keropos hingha ada lubang-lubang besar atau kecil semua akan dilapisi lagi. Ada juga ruas jalan yang lubangnya sudah dalam maka kami tingkatkan lagi kembali ke kondisi semula, kami juga terus pacu pekerjaan diakhir 2018 ini,” tutupnya.

(IsJo)