Bersama Walikota Eman, Christian Iroth Jubir Pemprov Sulut Ini Jabarkan Soal Tugas Kehumasan

Tomohon, detiKawanua.com – Kabag Humas Pemprov Sulut, Christian AR. Iroth SSTP, mengatakan Humas merupakan bagian penting dan sentral dalam keberhasilan pemerintahan baik di provinsi (Pemprov) maupun kabupaten dan kota.

“Kehumasan sangat penting dalam menopang kebijakan dan berbagai program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,”  jelas Iroth yang tampil sebagai narasumber dalam kegiatan “Fasilitasi dan Pembinaan Kehumasan” di lingkup kerja Pemkot Tomohon, Rabu (21/11) kemarin.

Pada kesempatan yang turut dihadiri langsung  oleh Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, dan jajaran Kehumasan Pemkot Tomohon, Iroth dalam kapasitas sebagai Kabag Humas Pemprov Sulut dan Juru Bicara Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, berbagi pengalaman dan cerita mengenai kinerja Kehumasan yang telah berjalan dengan baik selama ini.

Walikota Eman sendiri mengapresiasi Iroth dan jajaran yang bersedia membagi pengalaman untuk bisa diimplementasikan dalam kinerja Kehumasan Pemkot Tomohon.

“Diharapkan kegiatan ini bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi Kehumasan Pemkot Tomohon,” tandas Eman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Humas dan Protokol, Maikel Joseph dan pegawai di lingkup kerja Pemkot Tomohon.

(IsJo/*)




Soal Anggaran 2019 Pemprov Sulut, Gubernur Olly Prioritaskan Program Untuk Sulut Lebih Baik Kedepan

Manado, detiKawanua.com – Apresiasi diberikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey kepada pihak DPRD Provinsi Sulut yang telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggararan (TA) 2019 pada Senin (19/11) di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut. Pada kesempatan itu, gubernur melantunkan sebuah pantun yang mempunyai makna mendalam yakni “Dari Manado ke Kampung Cempaka, Lewati Jembatan Lihat Kelapa Yang Lebat. Bersama DPRD Kita Terus Kerja Bersama Lahirkan Karya Untuk Sulut Hebat”. Demikian bunyi pantun yang menurutnya bertujuan untuk memotivasi langkah dirinya bersama semua pihak dalam melanjutkan pembangunan di Sulut kedepan, sembari mengapresiasi seluruh fraksi DPRD Sulut yang telah memberikan pendapatnya menerima Ranperda APBD T.A 2019 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda).

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota DPRD Sulut, atas penyelenggaraan rapat paripurna ini dan memberikan persetujuan terhadap Ranperda Provinsi Tahun Anggaran 2019,”tambah Olly.

Menurutnya secara teknis program dan kegiatan dalam Ranperda T.A 2019 tersebut mengacu pada Tema RKPD Tahun 2019, yakni: Mempercepat Kemandirian Ekonomi, Kedaulatan Politik dan Budaya Melalui Pembangunan Infrastruktur Yang Berkualitas dan Tersebar di 10 Prioritas Pembangunan.

“Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, Pembangunan pendidikan; Pembangunan kesehatan; Revolusi mental dan reformasi birokrasi; Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah termasuk Wilayah Perbatasan; Kedaulatan pangan; Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden dan Legislatif; Peningkatan daya saing investasi; Pembangunan pariwisata dan Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim,”ungkap Olly.

Lebih lanjut dirinya mengajak semua pimpinan dan anggota DPRD Sulut untuk terus mengawal kebijakan dan program kerja yang tertata dalam APBD T.A 2019 hingga akhir pelaksanaannya dan menjaga sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mendukung setiap prioritas pembangunan daerah.

“Di tahun 2019 nanti kita akan merampungkan pembangunan infrastruktur untuk akses ekonomi ke berbagai wilayah. Di tahun 2019 juga merupakan  tahun demokrasi, dimana akan dilangsungkan Pemilu Presiden/Wakil Presiden dan Legislatif, sehingga kondusifitas masyarakat harus menjadi prioritas khusus,”imbuh Olly.

Rapat paripurna turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur, Steven Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, serta para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (IsJo/*)

Berikut penyusunan struktur RAPBD T.A. 2019 untuk mencapai target 10 prioritas pembangunan tersebut.

Pendapatan Daerah
Total Pendapatan Daerah sebesar Rp.4.098.657.797.000,- dengan rincian:

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.1.269.244.160.000,-

Dana Perimbangan Rp.2.702.511.639.000,-

Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.126.901.998.000,-

Belanja Daerah
Total Belanja Daerah sebesar Rp.4.504.485.841.000,- dengan rincian:

Belanja Tidak Langsung, yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan dan belanja tidak terduga sebesar Rp.2.150.949.167.000,-

Belanja Langsung, yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal sebesar Rp.2.353.536.674.000,-

Pembiayaan Daerah
Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2019 sebesar Rp.425.828.044.000,- Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp.20.000.000.000,-.


(IsJo/*)




DPRD Sulut Gelar Paripurna Penetapan APBD T. A 2019

Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw menyerahkan Perda APBD T.A 2019 kepada Gubernur Sulut.
Manado,  detiKawanua.com –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut)  menggelar Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulut Tahun Angaran 2019 untuk di tetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Sulut .
Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, di dampingi Wakil Ketua Stevanus Vreke Runtu,  Wakil Ketua Marthen Manoppo, Wakil Ketua Wenny Lumentut, dan dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, Senin (19/11).
Ketua DPRD Sulut,  Andrei Angouw Menandatangani Perda APBD T. A 2019
Dalam Paripurna tersebut Badan Anggaran (Banggar) memberikan beberapa poin  catatan yang menjadi sorotan yakni diharapkan adanya penerimaan pelatihan untuk tenaga pengajar guna meningkatkan kualitas di tingkat SMA, pemberian sarana dan prasarana seperti laboratorium, seragam dan lainnya. 
Disamping itu, selain persoalan Infrastruktur ruas jalan di daerah, Pariwisata, sarana fasilitas olahraga Di KONI, diharapkan juga dapat memberikan Beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, namun harus ada standar bagi penerima. Bantuan anggaran untuk anak-anak autis, pembangunan puskesmas dan tenaga medis, pengadaan ambulance di daerah terpencil. BPJS wajib memperhatikan sistem dan mekanisme pelayanan agar tidak merugikan masyarakat.
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey Menandatanangani Perda APBD T.A 2019
Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan sambutan mengatakan, sangat mengapresiasi kerja DPRD Sulut.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan segenap Anggota DPRD Sulut atas penyelenggaraan rapat paripurna ini dan memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2019,” ujar Dondokambey. 
Suasana Rapat Pariputna Berlangsung.
Gubernut juga menjelaskan secara teknis program dan kegiatan dalam Ranperda APBD Provinsi Sulut T.A. 2019 mengacu pada Tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019, yakni : Mempercepat kemandirian ekonomi, kedaulatan politik, dan budaya melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas yang tersebar di 10 prioritas pembangunan.
“Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Pembangunan pendidikan; Pembangunan kesehatan; Revolusi mental dan reformasi birokrasi; Infrastruktur dan pengembangan wilayah termasuk wilayah perbatasan; Kedaulatan pangan; Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden dan Legislatif; Peningkatan daya saing investasi; Pembangunan pariwisata dan Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim,” terangnya.
Gubernur Sulut juga mengajak semua pimpinan dan anggota DPRD Sulut untuk terus mengawal kebijakan dan program kerja yang tertata dalam APBD T.A 2019 hingga akhir pelaksanaannya dan menjaga sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mendukung setiap prioritas pembangunan daerah.
“Di tahun 2019 nanti kita akan merampungkan pembangunan infrastruktur untuk akses ekonomi ke berbagai wilayah. Di tahun 2019 juga merupakan tahun demokrasi, dimana akan dilangsungkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Legislatif, sehingga kondusifitas masyarakat harus menjadi prioritas khusus,” tandasnya. (Adv) 



HARGA KOPRA ANJLOK , FRITJE DURANDT : ” BUTUH INOVASI DAN TINDAHKAN NYATA PEMERINTAH”.


MINSEL  detiKawanua.com –  Anjloknya harga Kopra yang terjadi 1 Semester lebih membuat rakyat menjerit hal ini sangat juga dirasakan bukan hanya kaum Adam tapi juga kaum Hawa apalagi yang menyandang predikat mak-mak mereka merana karena hasil suami yang biasa Rp.170 ribu / hari kali ini harus menerima Rp. 50 ribu /hari jika di rata-ratakan mulai awal kerja sampai selesai.

Yang jelas harga Kopra yang hanya Rp.3.800/kg memukul telak para petani kelapa yang juga berdampak besar terhadap ekonomi keluarga apalagi yang sedang menyekolahkan anak dan persoalan dasar lainnya seperti Kesehatan , pemenuhan kebutuhan pokok semua jadi berantakan.

Salah satu Calon Legislatif ( Caleg ) Daerah Pemilhan 5 ( Dapil 5 ) Fritje Durandt STh mengakui anjloknya harga memukul semua masyarakat petani Kelapa dan pemilik kelapa kalau ini terus terjadi dan menjadi-jadi kemungkinan besar Komuditi kelapa akan diganti dengan ladang kosong dan atau diganti dengan komuditi lainnya karena dampaknya luar biasa namun Pemerintah terkesan tidak bergerak dan diam seribu bahasa, ini harga diri kita Sulut khususnya MINSEL.

” saya kira semua Stekholder harus bergerak jangan diam mulai dari Eksekutif , Legislatif , Pengusaha dan masyarakat harus bergerak maju menentang perlakuan tanpa ada usaha konkrit dari Pemerintah. Dan semua harus bersatu jangan menyerah dengan permainan pasar internasional yang menyengsarahkan masyarakat secara membabi butah karena politik Ekonomi internasional selamanya memihak pada kaum lemah dan tertindas. karena pada prinsipnya Kerjasama Internasional mempunyai Tujuan dan manfaatnya yaitu :

Secara umum tujuan dari kerjasama internasional adalah mewujudkan perdamaian dunia serta kemakmuran dunia.  Namun tujuan tersebut bisa dijabarkan kembali ke dalam uraian yang lebih rinci. Adapun beberapa tujuan dari kerjasama internasional antara lain sebagai berikut:

Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara
Mewujudkan pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia
Menciptakan keadilan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyatnya
Memperluas lapangan kerja
Memperkuat rasa persahabatan

Itulah beberapa tujuan melakukan kerjasama internasional. Tujuan- tujuan lain yang lebih khusus disesuaikan dengan kepentingan masing- masing negara anggota yang tergabung dalam oranisasi tersebut.

Manfaat Kerjasama Internasional

Setiap hubungan dengan pihak lain pasti akan membawa dampak positif. Setiap dampak positif kita rasakan sebagai manfaat. Seperti halnya dengan kerjasama internasional. Kerjasama internasional merupakan hubungan yang dapat mendatangkan banyak manfaat. Beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dari kerjasama internasional antara lain sebagai berikut:
Saling menguntungkan masing- masing negara dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi . Jelas Fritje

Salah satu Tokoh masyarakat Minsel Roby Rumengan yang merasa kecewa dengan keadaan ini Pada Akun resminya menganggap ..70 persen orang minsel  dan 65 persen orang sulut kehidupannya bergantung pada hasil pohon kelapa …lebih populer KOPRA…harga yg dipatok oleh pedagang pengumpul bahkan satu-satunya perusahaan corporate CARGIIL….. tdk sesuai lagi dengan pasaran nasional…..petani bertanya? kenapa  harga di minsel beda dengan di Bitung dan daerah lain di Indonesia.

Salah satu bentuk kekecewaan masyarakat mulai memotong batang pohon kelapa seperti yang dilakukan Teddy Ferdy Ruasey yang juga mantan hukumtua desa Kilometer Tiga ” Ya kalau Saya 355 pohin sudah di tebang mo apa lagi, bibit kayu sudah tersedia, tinggal 3700 pohon lebih yang masih utuh, ujar Ruasey

Berbagai bentuk kekecewaan warga Sulut lebih Khusus Minsel juga akan terungkap dalam bentuk Unjuk rasa pada Rabu 21 November 2018 di PT Cargill Amurang dan PT Bukit pekan ini.
( Vandytrisno )




Hari Ini Pasar Pondabo Tutuyan Mulai Dioperasikan, Pedagang Mulai Berjualan

Kadisperindagkop-UKM Boltim Ramlah Mokodompis di tengah para pedagang Pasar Pondabo Tutuyan. 


Boltim, detiKawanua.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dispendagkop) UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), hari ini melakukan pemindahan para pedagang ke Pasar Pondabo Tutuyan.
Sejumlah pedagang yang awalnya berjualan di ruas jalan Trans Boltim Tutuyan tersebut, kata Kepala Disperindagkop UKM Boltim, Ramlah Mokodompis sudah dipindahkan ke pasar Pondabo. 
“Kita sudah sediakan fasilitas serta bangunan pasar guna pendukung aktifitas puluhan pedagang sembako serta penjual ikan dan pedagang barang-barang kebutuhan lainnya,” ungkap Dia.
Katanya, di antara fasilitas pasar disediakan oleh pemerintah bagi pedagang yakni berupa kios, lapak, listrik, serta air bersih. “Untuk kios pedagang 30 unit. Sedangkan, lapak ada 3 untuk penjual ikan. hampir semuanya pedagang lokal. Kita rencanakan, dibuat jadwal hari Rabu untuk hari pasar keliling bagi siapapun,” kata Ramlah, Senjn (19/11/2018).
Lanjutnya, saat ini sekitar 50 pedagang yang sudah aktif berjualan. Sebelumnya Saya menyurat kepada seluruh pedagang, bahwa Senin tanggal 19 November 2018 pedagang harus pindah ke pasar yang sudah siap dioperasikan. “Iya saya menyurat ke pedagang. Dan akhirnya mereka mengindahkan. Ada 50 pedagang baik dari Tutuyan, lainnya dari Kotabunan,” ujarnya, siang tadi.
Selain itu, Ramlah menambahkan, bahwa sekitar setahun pasar dimaksud, belum ada retribusi pasar. Pun begitu, pihaknya akan lakukan pantauan terkait peningkatan pendapatan pedagang pada perkembangan pasar. “Kita rencanakan lampu penerang jalan menuju pasar, serta paving blok di depan kios tempat parkir kendaraan pada tahun depan. Kita upayakan pengembangan pasar, walaupun  pasar tergantung masyarakat (pedagang/pembeli) yang datang di pasar,” jelasnya.
Sementara, salah-satu pedagang sembako menuturkan, biasanya kami dapat untung ratusan ribu per hari saat masih berjualan di pinggir jalan. Mudah-mudahan dengan fasilitas pasar Pondabo yang disediakan pemerintah ini, akan membawa berkah bagi kami pedagang. “Iya, hari ini sudah mulai berjualan disini. Walaupun, kami belum tahu pasti berapa keuntungan jualan, yang tergantung pembeli. Kami bersyukur dapat fasilitas dari pemerintah untuk berjualan di sini,” kata pedagang yang namanya enggan dipublis, yang turut diiyakan pedagang lainnya.
(Fidh)



FMIPA Unsrat Lakukan Penyuluhan Pemanfaatan Tumbuhan Obat pada PKK Desa Tumaluntung Satu

Dr Max RJ Runtuwene saat membawakan materi. /ist


Manado, detiKawanua.com – Kelompok Studi Kimia Organik Bahan Alam FMIPA Unsrat Manado, telah melakukan penyuluhan tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional pada Ibu-ibu PKK Desa Tumaluntung Satu Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. 

Kegiatan penyuluhan yang dihadiri Kepala Desa Tumaluntung Satu Arthur Mokalu SE serta perangkat desa (pala dan meweteng), serta diikuti ibu-ibu PKK dari kelima jaga yang ada di Tumaluntung Satu ini, dilaksanakan  pada Senin (29/10/2018).

Kepala Desa Tumaluntung Satu Arthur Mokalu SE tengah memberikan sambutan. /ist

Menurut tim penyuluh yang terdiri dari Dr Max Runtuwene, Dr Dewa Katja, Dr Ratna Siahaan, dan Vanda Selvana Kamu SPd MSi, juga mahasiswa jurusan Kimia ini, latar belakang kegiatan adalah selama ini kegiatan yang dilakukan ibu-ibu PKK desa Tumaluntung Satu belum berjalan optimal sebagaimana yang menjadi tujuan pemberdayaan anggota PKK untuk hidup sejahtera, maju dan mandiri.  
Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK, menurut Runtuwene, cenderung hanya memenuhi program yang seremonial saja, seperti kegiatan arisan ibu-ibu PKK. Belum ada kegiatan yang fokus pada usaha meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dan kegiatan yang memanfaatkan bahan-bahan alam menjadi suatu komoditi yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Foto bersama tim pengabdian dengan aparat desa. /ist

“Dalam menunjang pembangunan di desa, khususnya dalam kegiatan lomba desa, berbagai kegiatan dilakukan oleh ibu-ibu PKK seperti pemanfaataan pekarangan dengan menanam tumbuhan obat yang dikenal dengan “Apotik Hidup”. Namun demikian kegiatan ini hanya bersifat insendental dan tidak ada usaha untuk memelihara atau menindak lanjuti program “Apotik Hidup” tersebut,” jelas Runtuwene. 


“Hal ini disebabkan karena tidak adanya pengetahuan yang memadai dalam memanfaatkan dan memberdayakan tanaman yang terdapat dalam “Apotik Hidup” tersebut,” tambahnya. 
Lebih lanjut dikatakannya, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang pengembangan dan pemanfaatan Tumbuhan Obat untuk ibu-ibu PKK desa Tumaluntung Satu, sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap tentang pemanfaatan tumbuhan obat.

Sebagian peserta penyuluhan. /ist

“Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah penyuluhan tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat. Evaluasi Keberhasilan penyuluhan menggunakan pretes dan postes. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen Evaluasi mencakup aspek kognitif  dan afektif,” paparnya.

“Hasil penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 5,03 menjadi 7,67, sedangkan sikap dari 5, 76 menjadi 8,21. Hasil yang dapat disimpulkan, adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap yang positif tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat pada ibu-ibu PKK Desa Tumaluntung Satu,” pungkasnya. 

(Indra)



Pensiunan PNS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Hotel

Tim identifikasi melakukan olah TKP. 

Manado, detiKawanua.com – Warga yang berada di Kelurahan Komo Luar lingkungan 2 dihebohkan dengan penemuan mayat di dalam  kamar mandi Hotel Ahlan, Senin (19/11/2018) pukul 10.00 Wita.
Mayat tersebut ditemukan oleh salah satu petugas hotel dalam keadaan duduk tertelungkup.
Menurut Irman Nusi, saksi mata yang juga petugas di Hotel Ahlan, saat itu dirinya hendak mengecek kamar 204 yang ditempati oleh lelaki tersebut.
“Saat saya membuka pintu kamar, masih dalam keadaan terkunci. Karena merasa penasaran, saya langsung membuka paksa pintu  tersebut dan melihat tidak ada orang di dalam kamar.
“Setelah saya mengecek di kamar mandi/toilet, ternyata tamu tersebut sudah meninggal dalam keadaan tertelungkup,” terangnya.
Setelah mengetahui hal tersebut, dirinya langsung memberitahukannya kepada temannya yaitu Masita Pakaya untuk menghubungi pihak kepolisian.
“Setelah melihat tamu tersebut sudah meninggal dunia, saya langsung memberitahukan teman saya dan menghubungi polisi,” tuturnya. 
Sementara itu, menurut Kapolsek Wenang Kompol Syiaful Wachid setelah memeriksa barang-barang korban, pihak kepolisian berhasil mengetahui identitas mayat lelaki tersebut lewat KTP-nya, yang diketahui bernama Nurdin P, pekerjaan PNS, lahir di Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban sendiri ditemukan menggunakan baju kaos warna merah, celana pendek warna putih.
“Setelah berhasil mengumpulkan data korban, langsung diadakan penyelidikan lebih lanjut. Dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulut,” ujar Kapolsek Wenang.
(Rul)



SAS Tampil Sebagai Salah Satu Penentu Di Putra Putri Hukum 2018

Manado, detiKawanua.comWakil Walikota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan dipercayakan sebagai Juri Kehormatan pada Malam Puncak Pemilihan Putra Putri Hukum 2018 yang digelas Senin (19/11) malam di Mantos Manado.

SAS sebutan akrab Wawali Tomohon itu pun memberi apresiasi kepada pihak Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado terutama pihak panitia yang telah mempercayakan dirinya sebagai salah satu juri pada kegiatan bergengsi itu.

 “Saya mengucapkan terima kasih telah diberi kepercayaan menjadi Juri Kehormatan pada kegiatan ini,” ujarnya.

SAS pun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para mahasiswa sehingga bisa menjadi teladan dalam lingkungan kampus ataupun dalam kesehariannya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menggali potensi diri, meningkatkan minat dan bakat bahkan prestasi demi masa depan para mahasiswa,” tandas Wawali Tomohon itu.

(IsJo/**)




Suprise ke 57, Terobosan Gubernur Olly Sebagai Sang Pembuka Gerbang Ini Siap Mendunia

Minut, detiKawanua.com – “Sang Pembuka Gerbang” merupakan buku terobosan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) membangun Pariwisata Sulut yang pada Minggu (18/11) tadi malam, resmi diluncurkan di Hotel Sutan Raja Minahasa Utara (Minut).

Sang Pembuka Gerbang Olly Dondokambey mengaku kaget, berterima kasih dan mengapresiasi terhadap editor Steven Kandouw, penulis Dino Gobel, begitu pun sutradaranya .

“Hari ini saya kaget dan sangat bahagia karena adanya peluncuran buku Sang Pembuka Gerbang yang bertepatan dengan perayaaan HUT saya yang ke 57.Sebenarnya, apa yang diceritakan dalam buku ini bukan merupakan kerja keras saya, melainkan karena diberikan sesuatu yang juga ikut dibantu oleh teman-teman,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, atas dukungan tersebut dalam empat bulan ini begitu cepat naiknya Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulut.Selain itu, Dondokambey mengungkapkan, adanya buku ini adalah sesuatu yang lahir dari kekosongan.

“Dalam buku ini menceritakan diri saya sejak menjadi Gubernur Sulut, ini berkat Tuhan, dan Tuhan itu adil, sebab perekonomian Sulut naik terus sehingga manfaat kepada masyarakat sangat banyak,” kata Olly sembari menambahkan ini juga berkat Kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).

Sebelumnya, Editor Buku Sang Pembuka Gerbang, yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw menuturkan, yang membedakan manusia dengan ciptaan lain adalah mendokumentasikan peristiwa perjalanan hidup manusia.

“Maka dari itu, dalam menuliskan dokumentasi ini penting.Apalagi pada (4/7/2018) merupakan peristiwa penting yang dialami penduduk Sulut, karena pariwisata terjadi lonjakan yang amat dahsyat yakni kunjungan Wisatawan Mancanenegara (Wisman) 10 ribu per bulan,” ucap Kandouw.

Ditambahkannya, ini karena kerja keras seorang Olly Dondokambey, sebab menurut hemat saya ini harus diwariskan kepada anak cucu kita, dengan catatan hal tersebut susah diikuti oleh Provinsi lain.

“Oleh karenanya, ini harus diimplementasikan agar dibaca oleh semua orang, dan masyarakat di Indonesia harus mengikuti apa yang dirasakan masyarakat Sulut. Bapak Olly anda orang besar,” ujar Kandouw seraya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-57 untuk Gubernur Olly Dondokambey yang merayakannya hari ini.

Penulis buku Dino Gobel mengakui memang berbeda antara menulis dan menceritakan.Namun, alasan ditulisnya buku ini adalah untuk menceritakan keistimewaan sosok Olly Dondokambey.

“Buku ini menceritakan fakta dan data tentang bagaimana Pak olly sejak
Tanggal 04 Bulan 7 Tahun 2018 dalam membangun pariwisata Sulut, dimana terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisatawan asing di Bumi Nyiur Melambai (Sulut).

Disisi lain, tambah Gobel, disodorkannya buku ini, karena Sulut berpartisipasi dalam perekonomian di Asia Pasifik, sehingga dalam buku ini meguraikan bagaimana pariwisata Sulut berkembang dengan pesat.

“Apalah artinya buku ini kita tulis, namun tidak diback up dan dicetak oleh industri nasional dan internasional,” pungkasnya.

Dalam peluncuran buku ini dilakukan penandatanganan buku oleh Gubernur Olly, disaksikan langsung Ketua BPK V, Komjen Filipina, Kakanwil Kemenag Sulut, Direktur Gramedia, Anggota DPR RI Komisi XI Periode 2004-2009 dan Periode 2009-2014, Forkopimda, Walikota dan Bupati se Sulut, Ketua dan Anggota DPR Provinsi Sulut, Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan dan Dr Devi Kartika Kandouw-Tanos MARS, serta Pejabat Eselon II Pemprov Sulut, yang pada acara tersebut turut di memeriahkan acara ini artis ibukota Via Vallen.

(IsJo/**)




Aparat Desa dan TPID Kecamatan Tibawa Kunjungi Boltim

Para Aparat Desa dan TPID Kecamatan Tibawa.


Boltim, detiKawanua.com – Tertarik dengan pengembangan inovasi desa yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), aparat desa beserta Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) se-Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo mengunjungi Boltim pada Jumat (17/11) kemarin. 
Rombongan dipimpin langsung Sekretaris Kecamatan Tibawa, Rizal Botutihe dan disambut Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH di kediamannya di desa Togid, Kecamatan Tutuyan. Selanjutnya, didampingi Ketua TP PKK Boltim Ny Nursiwin Dunggio, rombongan diarahkan ke desa Bukaka Kotabunan untuk melihat lebih dekat program 1 rumah 1 kolam dan pengerjaan embung desa.

Dari Bukaka, rombongan kemudian dibawa menuju desa Atoga Timur yang merupakan juara lomba tingkat desa se-Kabupaten Boltim dan juara kedua lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Di desa Atoga Timur, rombongan melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan tangan dari bonggol jagung dan wisata alam yang saat ini tengah dikembangkan desa itu. 

Sekretaris Kecamatan Tibawa Rizal Botutihe mengungkapkan, tujuan kedatangannya bersama aparat di 16 desa dan TPID se-Kecamatan Tibawa adalah untuk melakukan studi tiru berbagai program inovasi desa yang ada di Boltim.

“Fokusnya, studi tiru embung desa maupun Bumdes. Tentunya hal yang baik di Boltim akan kita terapkan di Kecamatan Tibawa,” terang Rizal.

Bupati Boltim Sehan Sehan Landjar SH juga mengungkapkan, masing-masing daerah memiliki formulasi berbeda dalam mengembangkan inovasi desa. Di Boltim, selain support dan reward kepada seluruh pihak yang terlibat, dirinya juga melakukan diskresi dengan memberikan ruang yang cukup dari sisi pembiayaan.
“Inovasi desa rujukannya sudah ada dari Kemendes. Tinggal tata cara pelaksanaannya sedikit berbeda, dan sejauh mana keberanian pemerintah daerah untuk memberi ruang dalam pembiayaan,” ujarnya.
Di samping itu, kata Bupati, para Kepala Desa (Sangadi, red) juga harus selalu didorong untuk lebih kreatif menciptakan, inovasi sesuai potensi sumberdaya yang ada di desanya.
“Dengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dituntut kreatifitas para Sangadi untuk mengelola uang itu,” ucap Eyang, sapaan akrab Bupati Boltim.
(Fidh)