Diduga Salah Satu ketua Fraksi Di DPRD Sangihe Makan Gaji Buta

Tahuna, detiKawanua.com – Makan gaji buta, kalimat ini patut disematkan untuk ketua fraksi partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Hanny Wilar, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sangihe II ini diduga tidak pernah hadir dalam agenda paripurna DPRD selama Tahun 2018.
Sikap mangkir dari tugas ini,  terungkap setelah beredarnya surat dari lembaga DPRD Sangihe ditandatangani oleh Ketua DPRD Sangihe Benhur Takasihaeng tertangal 5 November 2018 ditunjukan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sangihe sebagai partai dimana Hanny Wilar bernaung.
Surat dengan nomor 170/13/151 lengkap dengan daftar hadir selama persidangan 2018 terlampir, perihal pemberitahuan bahwa selama sidang paripurna pada masa sidang Tahun 2018 terdapat anggota DPRD dari partai Gerindra Tidak hadir / tidak mengikuti rapat paripurna DPRD atas nama Drs. Hanny Wilar, M.Si.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Sangihe Gunfanus Takalaweng dikonfirmasi sejumlah media tak menampik adanya surat dari DPRD tersebut.
Bahkan menurut Takalawangeng, pihaknya telah membalas surat dari DPRD tersebut.
“DPC Partai Gerindra Kabupaten Sangihe sudah membalas surat dari lembaga DPRD tersebut, kami juga meminta pihak DPRD untuk memproses yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku.
Sebab dari sisi partai juga, yang bersangkutan melanggar AD/ART Partai pasal 25 dan 29 tentang fraksi, pimpinan dan alat kelengkapan parlemen.”tegas Takalawangeng.
Tidak hanya itu saja, selain membalas surat DPRD, DPC Partai Gerindra Sangihe akan menyurat ke DPD untuk menarik anggota tersebut dari DPRD Sangihe.
“Hanny Wilar ini memegang jabatan ketua fraksi maka dengan tidak hadirnya selama masa sidang tahun 2018 tentu bertentangan dengan AD/ART partai.
Bagaimana dia memperjuangkan kepentingan rakyat sebagaiman visi, misi dan manifesto perjuangan partai kalau tidak pernah hadir.
Sehingga akan ada sanksi bagi yang bersangkutan dan kami akan menyurat ke DPD untuk menarik yang bersangkutan dari DPRD Sangihe.”tandasnya
Sementara itu Hanny Wilar ketika dihubungi menampik kalau dirinya tidak pernah hadir paripurna selama masa sidang tahun  2018.
“Tidak benar kalau saya tidak hadir paripurna sepanjang masa sidang Tahun 2018 ini. Seingat saya hanya paripurna tentang pinjaman daerah saya tidak hadir karna itu hak politik saya dan karna saya menurut saya ada yang tidak sesuai mekanisme.”kuncinya (js)



Gaghana : Doa Masyarakat Sangihe Terkabul, Pinjaman 170 M Terealisasi

Tahuna, detikawanua.com –  Dana pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kementrian Keuangan (Kemenkeu) sebesar 170 M akhirnya terealisasi. Hal ini tak lepas dari dukungan masyarakat Sangihe yang berharap dana tersebut  dicairkan.
Dimana Rabu (21/11/2018) telah dilakukan penandatanganan persetujuan pinjaman Rp 170 M oleh Pemerintah Kabupaten Sangihe, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Sangihe dan Pimpinan Bank Sulut-Go di Kantor Bank Sulut-Go Manado.
Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana SE ME kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/11/2018) mengatakan Ini merupakan fasilitas yang ada pada Pemerintah pusat kepada Daerah, yang diberikan berupa uang untuk berinovasi dalam percepatan pembangunan, hal ini adalah intruksi dari Presiden pada bulan september tahun 2017 lalu, yang dibicarakan kepada Bupati/Walikota di Istana Negara, sehingga setelah mendapatkan informasi ini saya mengambil langka  selanjutnya,” kata Gaghana.
Lanjut dia, penandatanganan pinjaman Rp 170 M ini saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Sangihe, karena atas doa dan dukungan tak henti kepada pemkab Sangihe sehingga dana pinjaman Rp 170 M bisa terealisasi.
“Tak lupa juga kepada pihak legislatif yang sudah besinergi dan bekerja keras dengan kami pihak eksekutif sehingga dana tersebut bisa dicairkan,” ujar Gaghana.
Tambanya, semoga sikap kebersamaan membangun Sangihe akan terus terjalin dan mampu membawa bumi Tampunganglawo menjadi Kabupaten perbatasan yang maju dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.
Sementara itu Ketua DPRD Sangihe Benhur Takasihaeng mengungkapkan, dana tersebut sangat dibutuhkan Kabupaten Kepulauan Sangihe sesuai harapan masyarakat.
“Jadi kami sebagai wakil rakyat wajib memperjuangkannya. Semoga dengan cairnya dana ini sejumlah pembangunan yang tertunda dapat terwujud sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Sangihe dapat menikmatinya,” singkat Takasihaeng. (js)



DIDUGA DIKEBIRI , LOKOY : ” HARUS TRANSPARAN POTONGAN GAJI HONORER PETUGAS PERSAMPAHAN “.

MINSEL, detikawanua.com – Miris.. Dan sangat tidak manusiawi , pasalnya para Honor Petugas Kebersihan kabupaten Minsel yang awalnya mengharapkan ada ketambahan gaji Petugas Kebersihan dari Rp 1,800,000 justru sebaliknya hanya Rp. 1.550.000 membuat para pekerja terbebani bahkan dari informasi yang diterima media ini potongan yang awalnya seragam Rp . 250.000 ternyata ada yang lebih dari itu dengan kata lain tidak sampai Rp 1 juta disebabkan karena tidak masuk kerja atau malas sesuai penilaian Atasan di bidang persampahan

Kebijakan potongan gaji Petugas Sampah yang sering di istilahkan ” Pasukan Kuning ” ini memukul telak keluarga-keluarga para pekerja sampah apalagi anak-anak yang masih sekolah dan mengharapkan hasil sebagai Pekerja sampah

Informasi dari beberapa Petugas sampah di kabupaten Minsel menuturkan Kebijakan Pemotongan Gaji Pasukan Kuning terkesan dipaksakan karena menurut mereka potongan itu tidak perna di sosialisasikan oleh Dinas PU dan Persampahan Kabupaten Minsel dan tidak beralasan karena kok ada ketambahan Petugas sampah antara bulan April – Mei

” torang pe gaji da potong Rp. 250.000 ditambah lagi potongan lain kalau tidak masuk kerja tapi inikan tanpa sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya justru kami mengharapkan ada kenaikan gaji yang ada potongan karena anggaran tidak cukup , jelas Para Pekerja sampah

Tokoh masyarakat Minsel, Karel Hendrik Lakoy ( KHL ) dengan tegas menyatakan Petugas Sampah memang pekerjaan yang hina tapi sangat mulia karena berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan lingkungan , kalau memang ada pemotongan apa dasarnya , Kadis PU dan Kabid Persampahan harus bertanggung jawab kalau memang ada potongan tanpa kajian matang dan diduga kadis PU dan kabid Persampahan sengaja Kebiri Gaji Honorer Petugas Sampah

” Kadis PU dan Kabid Persampahan harus punya alasan tepat karena mendengar penjelasan para Honor petugas sampah ternyata ada penambahan petugas sampai 20 orang yang sebelumnya hanya 65 orang sekarang 85 orang maka alasan potongan gaji itu tidak berdasar dan tanpa sosialisasi sebelumnya dan petugas sampah dipaksa harus tanda tangani gaji yang diberikan padahal sudah dipotong Rp 250.000 maka Kadis PU dan Kabid Persampahan harus bertanggung jawab. Jangan -jangan sengaja dikebiri untuk pribadi. Ketus Lakoy

Saat bertandang ke Dinas PU dan Persampahan , Kabid Persampahan tidak berada ditempat tapi menurut staf Kabid yang juga Sekretaris Dinas PU Minsel sedang Tugas luar.

Sebelumnya informasi yang di terima media ini para Honorer Petugas Sampah di kabupaten Minsel mengeluh dengan Nasibnya akibat gaji yang di dapat selama 3 bulan di potong masing-masing Rp.250 ribu per Bulan dan ada juga potongan lainnya.
( Vandytrisno )




Bupati Landjar Pimpin Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Bupati Sehan Salim Landjar saat memimpin Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bolaang Mongondow Timur. 


Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Kamis (22/11/2018), menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal Hijriyah.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH, sekaligus menghadirkan penceramah yakni ustadz Abdurahman Mahrus MA. 

Melalui kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh tamu undangan yakni seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim di lingkup Pemkab Boltim, untuk meneladani semua sifat Rasul.

“Melalui momentum peringatan hari lahir Baginda Rasul ini, saya berharap agar teladan dan petunjuk yang telah beliau wariskan kepada para sahabat, kemudian generasi selanjutnya yang saat ini telah sampai kepada kita selaku umatnya, dapat diamalkan sebanyak mungkin sesuai dengan apa yang beliau ajarkan, tidak melenceng, tidak dikurangi dan juga tidak dilebihkan,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan tiap tahun telah menjadi agenda rutin yang wajib dilaksanakan. Hal ini sebagai ungkapan kemuliaan, keagungan, kebesaran dan kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan Bupati, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, yang patut menjadi bahan renungan adalah nilai-nilai luhur yang tertanam dalam diri Rasulullah. Yaitu menghadirkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam diri, dengan menanamkan sifat-sifat siddiq (benar/jujur), amanah (bisa dipercaya/konsisten terhadap amanah), tabligh (menyampaikan kebenaran serta ber-amar ma’ruf nahi munkar, menyeru kepada perbuatan yang baik dan mencegah kemaksiatan), serta fathonah (cerdas).

“Semua itu perlu kita aktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja. Dengan demikian, insya Allah kita dapat menjalankan tugas yaitu melayani dan membawa masyarakat Bolaang Mongondow Timur menjadi damai, adil, makmur dan sejahtera, sama halnya yang telah dilakukan Rasulullah Saw pada masyarakat Madinah,” jelas Bupati.

(Fidh)



Bersama BKSAUA, Pemprov Sulut Terus Bangun Sinergitas Wujudkan Daerah Aman, Maju dan Berdikari

Manado, detiKawanua.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak henti-hentinya membangun sinegritas dengan berbagai lapisan masyarakat dalam menciptakan Sulut sebagai daerah yang maju, berdikari serta aman.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen dalam Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Sulut bersama BKSAUA (Badan Kerjasama Antar Umat Beragama) yang dilaksanakan di Hotel Swissbell Manado, Kamis (22/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos, dan Ketua Presidium BKSAUA KH.Abdul Wahab Abdul Gafur, lapisan toko agama serta utusan dari setiap SKPD yang terkait dan jajaran kepolisian.

Sekprov dalam arahannya memberikan apresiasi atas terselengarahnya kegiatan ini. Pembangunan yang terjadi di Sulut serta tumbuhnya perekonomian tak lepas dari kehidupan masyarakat yang tetap rukun dan damai. Lanjutnya pula, stabilitas keamanan serta kehidupan yang rukun dan damai harus tetap dijaga dan dipertahankan serta ditingkatkan.

Sejalan dengan itu, Sekprov berharap terus adanya dukungan dari setiap komponen masyarakat secara khusus kontribusi aktif dari badan kerjasama antar umat beragama yang merupakan garda terdepan, pioner dan pelopor bagi terwujudnya kehidupan yang rukun dan damai.

Kepala Biro Kesra dr. Kartika Devi Kandouw Tanos mengatakan lewat kegiatan ini peran BKSAUA semakin dioptimalkan, terus menjalin komunikasi antar umat beragama serta meningkatkan sinegritas dengan pemerintah.

Nampak kegiatan rakor tersebut dilanjutkan dengan diskusi serta pemaparan materi oleh utusan dari setiap agama yang ada, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budah dan aparat kepolisian.

(IsJo/*)




Wagub Menilai SMK EXPO 2018 Dikda Sulut Harus Jadi Parameter Pendidikan

Manado, detiKawanua.com – Dibukanya kegiatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Expo 2018 yang di prakarsai Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut di Kompleks Manado Town Squar (Mantos) pada Kamis (22/11) pagi tadi yang berlangsung hingga tanggal 24 nanti (selama 3 hari). Oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw menghimbau agar kegiatan tersebut efektifnya juga jika ada kompetisi melibatkan masyarakat umum serta ada sesi acara tanya jawab langsung, tidak terkesan hanya display satu arah.

“SMK Expo harus dibuatkan cluster.Seperi contoh, SMK dari Minahasa Tenggara digabung dengan Minahasa Selatan, dari Tomohon dengan Minahasa dan lihat mana yang terbaik,” terang Wagub, saat sambutan sekaligus telah membuka kegiatan tingkat Provinsi Sulut itu.

“SMK expo ini menurut hemat saya jadi parameter. Jadi kalau sekarang baru 14 SMK yang ikut, nanti berikutnya harus lebih banyak lagi,” ujarnya.

Disamping itu Kandouw mewakili Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) mengingatkan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Sulut sekarang ini harus berbenah karena, dunia pendidikan Sulut notabenenya mulai mengalami penurunan kualitas.

“Tahun 70-80an dunia pendidkan kita tak pernah keluar lima besar. Sulut jadi roll model, bahkan dari luar pun datang sekolah di sini. Tapi tahun-tahun terakhir ini fakta mengatakan daerah lain sudah menyamai kita bahkan melewati kita. Kian hari kian berkurang anak sekolah lain datang ke sini,” bebernya.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut Wagub pun menghimbau agar dunia pendidikan ini menjadi pekerjaan rumah yang besar.

“Dengan kata lain ini harus jadi pengingat kita. Paling tidak inwork looking apakah kaidah-kaidah, norma-norma, substansi pendidikan sudah betul kita hayati dengan baik terutama para guru dan kepala sekolah,” tutupnya.

Sementara itu oleh Kepala Dikda Sulut, Grace Punuh saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa pada tahun 2019 nanti pihaknya akan mengemas kegiatan SMK Expo serupa dengan sesuatu hal yang berbeda dan berinovasi.

“Kita pasti berbenah. Kegiatan ini diharapkan kedepan tersentuh di cabang dinas. Jangan hanya sekolah di Manado dan sekitarnya saja yang ikut,” katanya sembari menambahkan, sebenanya yang ditawarkan seluruh SMK tapi yang bersedia hanya 14.

“Yang tidak ikut itu bisa saja karena persoalan transportasi. Makanya berikut akan dibuat di cabang dinas masing-maing,” kata Punuh.

Adapun dalam kegiatan SMK EXPO 2018 itu oleh SMK menampilkan masing-masing keunggulan inovasi melalui stand yang tersedia.

(IsJo/*)




Jelang Hari Raya Natal, Disperindag Sangihe Bakal Gelar Pasar Murah

Tahuna, detikawanua.com – Menjelang hari raya keagamaan bagi umat Kristiani yaitu hari raya Natal, pastinya sembilan kebutuhan pokok (sembako) menjadi sasaran utama untuk dibeli. Dengan mengantisipasi melonjaknya kebutuhan sembako tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan menggelar pasar murah pada Bulan Desember mendatang.
Hal ini dikatakan Kepala Disperindag Ir Feliks Gaghaube kepada sejumlah media Rabu (21/11/2018), untuk stok dari sembako tersebut bahwa pihaknya telah menyediakan 50 sampai 110 ton.
Lanjut dia, jadi untuk stok sembako sudah tersedia kurang lebih 50 sampai 110 ton pada distributor. “Ini juga kami sementara menunggu kapal tol laut akan masuk terakhir dengan kondisi stok semakin terjamin, sedangkan untuk pelaksanaan pasar murah bahwa pihakya telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut. Kata Gagaube 
Tambanya, untuk pelaksanaan pasar murah tersebut kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, bahwa mereka akan siao membantu Kabupaten Sangihe untuk melaksanakan pasar murah, pada lokasi strategis hingga bisa dijangkau oleh masyarakat umum.
“Untuk pelaksanaan di Daerah pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Bulog. Sementara untuk daerah pelaksanannya kami akan terus berkoordinasi dengan Bulog sebagai  penyangga Nasional dan juga akan berkoordinasi dengan para distributor-distributor,” ungkapnya sembari menambahkan, masyarakat dapat membatu untuk memantau barang kadaluarsa dipusat perbelanjaan dan pasar. (js)



Angkat Tema Rukun, Ragam, Sepadan, ICRS-British Council Adakan Lokakarya Agama dan Keberagaman di Manado

Suasana saat lokakarya.

Manado, detiKawanua.com – Indonesia Consortium For Religious Studies (ICRS) yang bekerja sama dengan British Council, mengadakan lokakarya ‘Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman’, bertempat di ruang serbaguna Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (22/11/2018).
Acara yang mengangkat tema “Rukun, Ragam, Sepadan ini, difasislitasi juga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Kementerian Agama RI
Dr Leonard Epafras selaku Pimpinan Program ICRS mengatakan, tujuan dari acara ini adalah memperkuat dan memperkaya kesadaran, nilai-nilai keterbukaan, pengertian, toleransi, dan interaksi di antara komunitas keagamaan.
“Ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan ruang belajar bersama pemerintah, akademisi, dan elemen-elemen masyarakat lokal untuk membangun agenda-agenda keadilan sosial, sehingga dapat menjadi penyokong pembaruan kebijakan, dalam rangka menjamin keselarasan hubungan antar manusia. Dan ini memanfaatkan keberagaman sebagai aset dalam memperkuat persatuan dan membangun bersama, menuju bangsa Indonesia yang lebih baik tanpa diskriminasi, dan saling menghargai,” ujarnya.
Ia melanjutkan, bahwa ICRS adalah konsorsium dari tiga universitas di Yogyakarta, yaitu Universitas Gajahmada, Universitas Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana, yang menyelenggarakan kajian antaragama dan isu-isu sosial budaya yang berkaitan dengan agama yang  menyelenggarakan acara yang sama di tiga kota di Indonesia, yakni Medan, Manado, dan Ambon, dan melibatkan orang lokal menjadi panitianya, selain mengetahui dinamika daerahnya. Agar supaya juga bisa memperluas kerjasama dan pergaulan.
“Acara ini melibatkan 60 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, guru agama, aktivis kepemudaan, perwakilan-perwakilan lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, dan forum kerukunan umat beragama,” jelasnya.
Saat membuka acara tersebut, Kakanwil Kemenag Sulut DR H Abdul Rasyid MAg mengatakan, bahwa acara ini sejalan dengan arahan bapak Menteri Agama, bahwa Kementerian Agama menjadi garda terdepan dan menjadi pelopor dalam gerakan moderasi keagamaan.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Semoga suasana damai yang kita bangun ini akan tetap terjaga, terlebih di Sulawesi Utara,” ujarnya. 
Untuk diketahui acara tersebut juga dihadiri oleh DR Sekar Ayu Aryani dan Ida Fitri Astuti dari ICRS, serta Ambarizky dari British Council.
(Rul)



Humas Polri Gelar Literasi Media untuk Wartawan Online dan Pegiat Medsos di Sulut

Manado, detiKawanua.com – Memasuki tahun politik, kami mengimbau untuk tidak saling memprovokasi dan menyebar berita-berita ujaran kebencian.
Demikian penegasan Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal SIK MH yang diwakili oleh Kabag Diseminasi Info Digital (Disindig) Biro Multimedia Divisi Humas Polri Kombes Pol Heru Yulianto SH dalam acara ‘Literasi Media’ oleh Divisi Humas Polri di Wilayah Hukum Polda Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar di Hotel Gran Puri Manado. 
Lebih lanjut dikatakannya, para wartawan media online dan pegiat media sosial (medsos) dalam menghadapi Pemilu 2019 ini, harus cerdas dan bijak menggunakan medsos. Media sosial bukan ruang privat tapi ruang publik, karenanya jangan membuat dan menyebar berita hoax.

“Berita hoax dibuat oleh orang pintar tapi jahat, dan disebar oleh orang bodoh tapi baik,” tegasnya dalam giat yang mengangkat tema ‘Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial’, Kamis (22/11/2018).
“Jika Anda menemukan sebuah berita hoax di medsos, lakukan 4 hal ini, ‘baca, tanya, krosscek dan lapor’. Cukup sampai di kita. Stop sebar berita hoax di media sosial,” pungkasnya. 
Untuk diketahui, giat ini diisi dengan dialog yang menghadirkan narasumber dari Humas Polri, Humas Polda Sulut, Diskominfo Sulut, dan Dosen dari Unsrat.
(Indra



Di Rakor Hight Level Meeting Bersama TPID Ini, Gubernur Olly Himbau Jaga Kenaikan Harga Dan Inflasi Sulut

Manado, detiKawanua.com – Mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, pihak Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah melaksanakan Rakor Hight Level Meeting TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) di kantor cabang BI Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (21/11).

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen membuka langsung kegiatan yang dihadiri oleh kepala-kepala dinas yang terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly melihat bahwa hal-hal seperti ini sangat perlu, diantaranya koordinasi antara satu dengan yang lain sangat penting dalam menjaga inflasi.

“Ini sangat perlu dilakukan untuk mengambil satu keputusan untuk menjaga inflasi di Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.

Disamping itu juga dalam upaya menjaga pengendalian inflasi agar dapat terkendali, gubernur menawarkan 4K sebagai solusi agar laju inflasi di Bumi Nyiur Melambai tetap stabil.

“Yang perlu diperhatikan keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi yang efektif,”terang orang nomor satu di Sulut itu.

Lanjut pula berkaitan dengan keterjangkauan harga, Olly menerangkan faktor belanja masyarakat mendorong perkembangan ekonomi yang ada. Sedangkan ketersediaan pasokan yakni harus ada cadangan. Gunanya apabila terjadi kelangkahan ada ketersediaan.

Sementara itu untuk kelancaran distribusi, Gubernur juga mengingatkan jalur trans Sulawesi harus bebas dari pungutan liar terlebih dalam pendistribusian pasokan. Tambahnya pula harus ada komunikasi agar hambatan-hambatan dapat teratasi. Misalnya menurut Gubernur, ketersediaan panen raya di suatu tempat dapat dikomunikasikan sehingga tidak terjadi gagal panen.

Lebih dalam lagi, Gubernur menyampaikan kepada peserta apabila inflasi yang ada di Sulut tertinggal tidak guna pertumbuhan ekonomi Sulut, dan ini yang harus dijaga sehingga masyarakat mendapatkan pendapat yang baik.

Sebelumnya ditempat yang sama, Direktur BI Sulut Bpk Soekowardojo menerangkan bahwa Sulawesi Utara mencatatkan inflasi terendah se-pulau Sulawesi. Disamping itu juga, kegiatan ini akan mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia, transoprtasi udara dan bahan pangan menjelang natal dan tahun baru. Lanjutnya pula, dalam rakor ini akan merancang TPID 2019 2021

(IsJo/**)