SINERGITAS BAWASLU MINSEL DAN INSAN PERS MENUJU PEMILU YANG BERKWALITAS

MINSEL, detikawanua.com – Pertemuan Insan Pers Biro Minsel dan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) kabupaten Minsel hadir dalam pertemuan ini mewakili Komisioner Bawaslu Minsel , ketua Panitia Pengawas Kecamatan ( PPK ) Amurang Timur Max Tambajong SPd di dampingi Panwascam Doubles Raimon, Jumat ( 07/12/2018  )

Dalam kesempatan tersebut Panwascam yang telah di delegasikan oleh Bawaslu Minsel dan sesuai amanat Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey SE sebagai Kordiv Hukum dan Penindakan Bawaslu Sulut mengatakan Wewenang Bawaslu itu sangat luas dan ini butuh kerjasama dengan semua Steckholders termasuk Insan Pers di kabupaten Minsel

Dirinya optimis sinergitas antara Pers dan Pengawas Pemilu menjadi kekuatan untuk menciptakan pemilu yang berkwalitas

” Awasi dan laporkan caleg dan tim pemenang yang membagi bagikan sembako atau natura lainnya menjelang hari Natal dan Tahun baru. Atau pembagian sembako atau pembagian mateti lainnya betkedok santa clous.” ucap Sengkey

Menurut Sengkey bahwa pembagian materi atau natura dan sembako adalah bagian dari praktek politik uang yg dilarang dlm uu pemilu nomor 7 tahun 2017.

Pada pasal 280 ayat 1 huruf j jelas mengatur soal larangan hal ini. Dan hal ini mrngandung unsur pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan pidana.

“Awasi dan lapotkan bila menemui aksi seperti ini,” ujar Sengkey yg mengaku tak segan segan memproses masalah ini

Salah satu wartawan biro Minsel ” Manado Makatana ” Aloysius Petrus menuturkan Kegiatan seperti ini memang sangat penting mengingat Potensi pelanggaran pemilu sangat besar dan terbuka tak cukup jika mengharapkan personil Panwas Minsel maka sinergitas dengan insan Pers itu akan lebih tercover laporan Pelanggaran Pemilu menujuh Pemilu 2019 yang berkwalitas “, ucap Aloy

Hadir dalam pertemuan yang bertajuk Sinergitas Pengawasan Partisipatif Insan Pers berjumlah 30 media di Biro Minsel dan ini merupakan kali yang kedua karena sebelumnya kloter pertama dengan jumlah yang sama 30 media wartawan biro Minsel.
( Vandytrisno )




Perkim Sangihe peringkat II Pengelolan Keuangan Indonesia Timur

Tahuna, detikawanua.com – Prestasi gemilang diraih Pemkab Sangihe melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), yakni menjadi peringat II pengelolaan keuangan dan serapan anggaran kegiatan perumahan pemukiman.
Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Sangihe, Noval Budiman SE.AK.ME dikonfirmasi wartawan. Pekan lalu. 
Dijelaskan keberhasilan Perkim Sangihe meraih peringkat II pengeleolaan keuangan se-Indnesia Timur, terutama melalui dana alokasi khusus (DAK), dapat memacu pengelolaan yang lebih baik kedepan. Dinobatknya sebagai peringkat ke II se-Indonesia Timur kata Budiman, terkait penyerapan dana program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang telah mencapai 100 persen pencairannya serta progres fisik  dilapangan dari 342 penerima manfaat di 11 kampung, rata-rata sudah diatas 80 persen.
”Sebetulnya untuk yang peringkat I dari kota Ambon hanya terpaut 0,23 persen, jadi kita syukuri bersama atas prestasi yang telah kita raih bersama,”ungkap.
Budiman. Terkait keberhasilan dimaksud, Budiman mengakui tak lepas dari dukungan masyarakat, terlebih masyarakat pemerima bantuan yang dengan sungguh-sungguh memanfaatkan program bantuan rumah tersebut.
”Untuk kedepan program yang sama akan terus dipacu, apalagi pada tahunb 2019 Perkim kembali mendapat bantuan DAK Rp 3,8 miliyar untuk 207 unit rumah serta ketambahan upah kerja masyarakat Ro 2,5 juta per pekerja,”ujarnya.
Sementara itu Sekda Edwin Roring SE,ME dikonfirmasi terpisah, turut membenarkan adanya prestasi Perkim. Roring juga mengingatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab
Sangihe lainnya mampu melakukan hal serupa bahkan melebihinya.
”Ini prestasi yang baik dilakukan Perkim, yang tentunya dengan berbagai kesiapan laporan administrasi dan fisik yang baik membuat pusat memberikan penghargaan. Contoh bagi OPD lain, harus secepatnya memberikan laporan ketika pusat minta, karena pastinya bakal ada penghargaan yang diterima, terutama bakal ada ketambahan anggaran untuk tahun anggaran berikutnya ketika OPD bersangkutan mendapa apresiasi pusat,” tutup Roring. (js)



SETARA Institute: Manado Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2018

Walikota Manado saat menerima penghargaan  Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2018


Manado, detiKawanua.com – Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2018 lalu, dari hasil studi indexing yang dilakukan SETARA Institute, Kota Manado meraih peringkat toleransi tertinggi dari 9 kota di Indonesia.

“Manado sebagai salah satu dari 10 kota dengan peringkat toleransi tertinggi di Indonesia pada tahun 2018 ini,” jelas Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi, Jumat (7/12/2108).

Menurut Hendardi, rangking Manado sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia tahun 2018 ini tak tersingkirkan oleh daerah lain di NKRI.

“Ibukota Provinsi Sulut ini kembali meraih penghargaan kedua kalinya dari SETARA Institute setelah sebelumnya tahun 2017 lalu, mengalahkan Kota Salatiga di posisi paling tinggi IKT,” jelasnya.

Penghargaan Kota Paling Toleran 2018 sendiri diserahkan langsung Mendagri Tjahjo Kumolo kepada Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) pada Jumat (7/12/2018), di Hotel Ashley, Jl. KH Wahid Hasyim, No.73-75 Jakarta Pusat.

Program IKT bertujuan menilai praktik-praktik toleransi dalam tata pemerintahan kota dan memberikan insentif sosial bagi kota-kota yang telah bekerja keras memajukan praktik-praktik toleransi dalam tata kelola keragaman masyarakat di masing-masing kota.

“Ini salah satu inisiatif untuk mempromosikan toleransi yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota. Kami melakukan promosi, kajian dan pendidikan publik terkait dengan pluralisme, kemanusiaan, demokrasi, hak azasi manusia dan perdamaian,” pungkas Hendardi.

Untuk diketahui, SETARA Institute merupakan organisasi perkumpulan yang bertujuan mewujudkan masyarakat setara, plural dan bermartabat. Penilaian kota paling toleran dilakukan SETARA Institute dengan melakukan IKT. ***

(Indra)




Dana BOS Dan Sertifikasi Sudah Cair, Dikda Sulut Kantongi 5 Sekolah Tak Bisa Menerima

Manado, detiKawanua.com – Posisi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan IV sudah berada di Bank Sulut Gorontalo (BSGo) setelah dicairkan dari kementerian sejak tanggal 29 November, dan tertanggal 5 Desember (beberapa hari lalu) itu sudah disalurkan/cairkan kepada sekolah-sekolah. Dalam artian pencairan kali ini adalah yang tercepat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh diruang kerjanya, Jumat (07/12).

“Dari data yang ada tinggal 5 sekolah yang belum menerima BOS karena belum menyelesaikan pertanggungjawaban triwulan III. Ini saya warning ke 5 sekolah ini,” ujarnya tanpa menyebutkan nama ke 5 sekolah itu.

Dikatakannya juga dalam pencairan BOS tidak ada hambatan jika berkas administrasi sudah lengkap sehingga tinggal “berurusan” langsung ke Bank Sulut.

“Usahakan sampai pekan ini sudah dicairkan semua,” himbau Punuh.

Selain itu juga terkait dengan sertifikasi guru kata Punuh sudah turun juga dari kementerian sejak dua pekan lalu (anggarannya ada) namun harus dilakukan verifikasi validasi nama by name by addres.

“Jangan sampai salah satu huruf saja pasti ditolak oleh bank. Ada 4.164 guru dan kemarin telah dilakukan pencairannya. Ini semua yang menjadi perhatian agar tidak ada informasi simpang siur,” tandas Punuh.

(IsJo)




Mangindaan Awasi Usulan Pembangunan Daerah Perbatasan

Tahuna, detikawanua.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah perbatasan gerbang maritim patut diperhatikan untuk menjadikan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana pembangunan bidang Kesehatan nantinya akan diperjuangan oleh Wakil Ketua MPR RI, E E Mangindaan.
Hal ini dikatakan saat melaksanakan kunjungan ke Wilayah perbatasan di Kabupaten Sangihe usai menggelar pertemuan bersama jajaran Pemkab Sangihe, Kamis (6/12/2019).
Mangindaan mangatakan untuk mengawal setiap program pembangunan di Daerah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Sangihe kearah yang lebih baik.
“Kegiatan ini sebenarnya tindak lanjut dari hasil rapat pada Bulan November 2018 lalu. Apa yang harus dikerjakan setiap instansi terkiat, itu saya akan mengecek setelah dua tahun, agar supaya kelihatan realisasinya lebih baik dari Biro perbatasan Gubernur. Dan ternyata sebaian sudah terealisasi dan sebagian masih belum,” kata Mangindaan.
Lanjut dikatakanya, pada saat rapat lalu telah kami usulkan untuk memperhatikan bidang kesehatan. Dan ternyata bidang kesehatan tersebut sudah terealisasi.
“Kesehatan yang ada di perbatasan itu harus segera diperharikan, waktu itu saya meminta kepada kementrian kesehatan untuk diperharikan, dan ternyata unuk kesehatan itu ada meskipun danaya terbagi untuk membangun rumah sakit beserta isinya. Sedangkan yang masih belum terealisasi iti rumah Dinas dari dokter, berarti hal ini perlu tambahan anggaran,” Kunci Mangindaan (js)



Reses III Tahun 2018, Anggota DPRD Sulut Turun Ke Dapil Serap Aspirasi Konstituen

Wakil Ketua DPRD Sulut,  Wenny Lumentut saat Reses.

Manado,  detiKawanua.com – Masa Reses III Tahun 2018 digunakan Anggota DPRD Sulut untuk turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing guna menyerap, menampung aspirasi konstituen.
Sebagaimana yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Sulut,  Wenny Lumentut saat bertatap muka dengan ribuan warga Kota Tomohon beberapa diantaranya mengeluhkan perkembangan supermarket di setiap kelurahan yang di nilai membunuh perekonomian masyarakat kecil. 
Warga Tomohon Yang menghadiri Reses. 
Menanggapi yang di keluhkan warga, Wenny Lumentut menyampaikan akan berkoordinasi langsung dengan Walikota Tomohon.
“Dulu banyak pemilik warung-warumg bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke perguruan tinggi, untuk itu kami akan menyampaikan dan berkoordinasi dengan Walikota Tomohon untuk dibatasi supermarket di tomohon, kalau bisa setiap kelurahan satu saja supermarket,” jelas Lumentut, sabtu (01/12) bertempat di Kelurahan Kolongan Kota Tomohon. 
Ketua DPRD Sulut,  Andrei Angouw Saat Reses. 
Sementara itu, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw  dari dapil Kota Manado mengadakan reses di kompleks Gereja Adulam Tingkulu. Warga meminta agar bisa memperjuangkan jalan Maengket untuk diperbaiki dan dibuatkan saluran air.
Menerima aspirasi tersebut, Andrei Angouw menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemkot Manado yang memiliki kewenangan.
“Tentu setiap pembangunan infrastruktur berdasarkan kewenangan berbeda. Soal drainase itu menjadi kewenangan pemerintah kota, ditampung nanti saya sampaikan,” Kata Angouw, Minggu (02/12).
Anggota DPRD Sulut,  Ferdinand Mangumbahang saat Reses. 

Di Dapil Nusa Utara, Anggota DPRD Sulut  Ferdinand Mangumbahang dan
Meiva Salindeho,  dalam reses di tempat yang berbeda keduanya menyerap sejumlah masukan masyarakat untuk diusulkan dan ditindaklanjuti oleh pihak eksekutif.
Aspirasi yang diterima Ferdinand Mangumbahang saat reses di desa Naha Kecamatan Tabukan Utara. Keluhan seperti anjloknya harga kopra, dukungan serta realisasi ternak sapi dan kambing untuk kelompok masyarakat, pupuk dan bibit untuk tanaman usaha masyarakat terlontar dari mulut warga. Masyarakat juga meminta bantuan untuk pembangunan gereja-gereja, modal berjualan di pasar, lapangan pekerjaan di Rumah Sakit Pratama, bantuan mesin katinting/perahu mesin, bantuan alat tangkap, bantuan alat produksi minyak kelapa, perbesar lapangan sepak bola di Naha, dan bantuan mesin paras untuk lapangan olahraga.
Anggota DPRD Sulut, Meiva Salindeho saat Reses. 
Ditempat terpisah,  Aspirasi masyarakat yang disampaikan pada Meiva Salindeho, Rabu (05/12) bertempat di Politeknik Nusa Utara, di antaranya terkait belum adanya laboratorium perikanan yang menjadi pilot project dalam rangka peningkatan dunia perikanan, kelautan, dan kemaritiman di Wilayah Nusa Utara; perlu adanya ambulans darat dan ambulans laut, dan pembangunan workshop pengolahan ikan untuk pengembangan kompetensi mahasiswa perikanan. Seluruh aspirasi tersebut dikatakan Meiva Salindeho Lintang akan disampaikan untuk perencanaan APBD Perubahan 2019. (Adv) 



Wabup Boltim Buka Temu Karya Pemuda

Wabup Gumalangit saat membuka Temu Karya Pemuda Boltim, Kamis (6/12/2018).


Boltim, detiKawanua.com – Untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat para pemuda di bidang kreatifitas, seni dan budaya, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar temu karya pemuda di Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad. Kegiatan dibuka Wakil Bupati Boltim Drs Rusdi Gumalangit.
Kegiatan yang diikuti perwakilan pemuda desa serta perwakilan organisasi kepemudaan tingkat kecamatan dan kabupaten ini dilaksanakan atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman, kreatif, inovatif, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

“Ddengan mewujudkan pemuda yang maju, berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” ujar Wabup.

Para pemuda, kata Dia, harus punya dedikasi untuk lebih maju lagi dengan bekerja keras serta punya pemikiran inovatif.

“Organisasi kepemudaan yang ada di Boltim harus punya program jelas, dan mendukung program pemerintah menuju pembangunan yang lebih baik,” tuturnya.

Wabup berharap para pemuda menjadikan kegiatan temu karya pemuda sebagai ajang dalam mengembangkan potensi diri.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan temu karya pemuda ini, Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemuda-pemudi yang inovatif dan produktif,” sebutnya.

Sementara, Ketua Pantia Pelaksana Syarifudin Ali Idrus menambahkan, temu karya pemuda akan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2018.

“Berbagai kegiatan akan dilaksanakan, di antaranya pemberian materi terkait masalah kantibmas di kalangan pemuda, penyalahgunaan obat terlarang/narkoba, latihan dasar kepemimpinan, serta pemberdayaan pemuda. Selain itu juga dilaksanakan Lomba kreatifitas pemuda, tarian tradisional, lomba pidato, dan lomba olahraga tradisional,” terangnya.

Turut hadir Camat Motongkad Mochtar Gaib SP, Camat Modayag Uyun Pangalima, Kapolsek Nuangan, serta aparat desa se-Kecamatan Motongkad.
(Fidh)



Kunjungan Kerja Wakil Ketua MPR RI Di Kabupaten Sangihe

Tahuna, detikawanua.com – Kunjungan kerja Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Oleh Wakil Ketua MPR RI E E Mangindaan, di Daerah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (6/12), bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.
Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME dalam sambutanya menyampaikan ” Ini menjadi sebuah momentum yang kita bangun dan rasakan, dalam sebuah kebersamaan dalam konteks NKRI. Untuk itu kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran bapak-bapak sekalian dapat berkunjung ke daerah kami di wilayah perbatasan ini,” ujar Gaghana.
Lanjunya, perlu disampaikan bawa visi dalam pelaksanaan pembangunan pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, adalah berorientasi dengan kondisi real daerah perbatasan  NKRI sebagai gerbang merintim Indonesia yang maju sejahtera dan mandiri.
“Visi ini terangkat dengan kondisi real yang berkomitmen sebagai daerah perbatasan sebagai daerah Kepulauan, yang betul-betul kita manfaatkan untuk sebuah kemajuan, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,” ungkap Gaghana.
Tempat yang sama  Wakil Ketua MPR RI E E Mangindaan mengatakan ” Kami sebagai pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat bersama teman-teman merasa bahagia dan senang sekali dapat bersilaturahmi dengan warga masyarakat di Kabupaten Sangihe yang merupakan Garda terdepan,”
Mangindaan menjelaskan, dipusat juga memberikan gelar bermacam-macam yaitu permata dari beranda utara Indonesia, kalau zaman Gubernur dulu dirinya mengkatakan Sangihe Talaud, perbatasan adalah Benteng Pancasila.
“Jadi berbagai gelar berbagai harapan tentunya dalam rangka kita membangun Indonesia tercinta, khususnya di daerah perbatasan,” ucap Mangindaan.
Berbicara tentang Sangihe Mangindaan mengatakan, yaitu berbicara tentang sebuah keindahan alamnya sehingga dikenal sebagai Permata dan beranda di utara Indonesia, tapi ada lebihnya yaitu keindahan budaya Sejarah dan keramahtamahan penduduknya, sikap rendah hati itu ada pada rakyat Sangihe.
“Saya tahu sebagai salah satu daerah perbatasan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, posisi penting dan strategis dari seluruh perbatasan termasuk Sangihe, karene pada hakekatnya merupakan suatu kebanggaan apabila kita sama-sama membangun,” tutupnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut  anggota MPR RI, Dra Guntur Sasono  M Si, Ir Marhani Pua M A, Kepala Biro Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jemy Gagola, pejabat Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, Forkopimda Sangihe, sebagai peserta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sangihe, Camat, Lurah se Sangihe, tokoh masyarakat, tokoh Agama. (js)



Hadiri Pembukaan Sosialisasi Pengembangan KLA, Sekda: Anak Merupakan Investasi Bangsa

Sekda Boltim memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Pengembangan KLA.


Boltim, detiKawanua.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Ir Hi Muhammad Assagaf, Kamis (06/12/2018) siang, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA). 
Sosialisasi yang digelar di Gedung PKK Desa Togid ini, merupakan bagian dari program Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Boltim tahun 2018, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas P3A Provinsi Sulut. Sedangkan peserta yang hadir adalah para camat, Sangadi, serta stakeholder lainnya. 
Lewat sambutannya, Sekda menerangkan bahwa kebijakan KLA bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Sehingga, pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan.

“Kebijakan ini merupakan implementasi dari tidak lanjut komitmen dunia, melalui World Fit For Children, dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya” terang Assagaf. 

Sekda menambahkan, sosialisasi ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Boltim. Sebab, anak merupakan generasi penerus bangsa maka wajib hukumnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan anak bangsa.

“Saya menggarisbawahi, salah satu poin penting dari proses pengembangan Kabupaten Layak Anak yaitu koordinasi para stakeholder pemenuhan hak anak, yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan, karena Anak adalah Investasi masa depan bangsa,” tandas Sekda, seraya membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh perwakilan dari Dinas P3A Provinsi Sulut. 
(Fidh)



Perjuangan OD-SK Naikkan Harga Kopra Di Sulut Terang Bederang, Wagub Temui 3 Raksaksa Kopra Ini

Jakarta, detiKawanua.com Tindak lanjut memperjuangkan persoalan anjloknya harga kopra di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin terang-bederang dan diseriusi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK), sebagaimana kini pada Kamis (06/12) di Gedung Menara Revindo Kebon Sirih-Jakarta, oleh Wagub Kandouw telah bertemu langsung dengan “petinggi” pihak pabrikan pembeli kopra terbesar di Bumi Nyiur Melambai (Sulut) yaitu, PT Cargil yang diwakili, Arif salah seorang Direktur dan Imelda selaku Plant Manager, Pimpinan PT Multi Nabati Bitung dan PT Agro Makmur yang diwakili, Rapolo Hutabarat.

Wagub pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemprov Sulut memahami situasi dan kondisi fluktuasi harga kopra menurun hingga saat ini sebagai akibat dari konsumsi dan permintaan pasar dunia yang menurun namun, disatu sisi meminta agar perusahaan-perusahaan yang merupakan pembeli utama komoditi kopra tersebut bisa tergerak hatinya untuk melihat kondisi rakyat Sulawesi Utara yang sebagian besar adalah petani kopra.

“Dengan mengurangi sedikit keuntungannya (pihak perusahaan) dan menaikkan harga pembelian kopra dari masyarakat bisa membantu, terlebih saat ini sebagian besar para petani sedang dihadapkan dengan momentum hari besar perayaan Natal,” terang Wagub dalam pertemuan yang terbilang cukup alot dalam mengambil kesepakatan bersama itu.

Selanjutnya terinformasi bahwa ketiga perusahaan tersebut akhirnya merespons positif keinginan dari Pemerintah Provinsi Sulut dengan memintakan agar pihak pemprov juga mengeluarkan surat himbauan ke pihak perusahaan sebagai pijakan dasar bagi perusahaan dalam mengambil keputusan (menaikan harga).

Disisi yang lain dari pihak PT Cargil pun menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya tengah bermitra dengan sekitar 88 orang petani kopra yang tersertifikasi dan membeli kopra dengan harga yang jauh lebih tinggi/premium. Sehingga mengharapkan kepada Pemprov Sulut bisa memfasilitasi para petani yang bersertifikat lebih banyak lagi agar produk kopra terstandarisasi sehingga hasil kopra mereka bisa dibeli dengan harga tinggi.

Adapun dalam kesempatan itu ketiga perusahaan-perusahaan telah berkomitmen untuk turut serta mendukung menanggulangi penduduk miskin di Sulawesi Utara melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang nantinya diarahkan untuk penyediaan sarana perumahan atau rumah layak huni.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Asisten II Setdaprov Sulut, Rudi Mokoginta, Karo Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong, Karo Ekonomi, Frangky Manumpil dan Kabid Perdagangan Dinas Perindag Sulut, Hanny Wayong.

Diketahui sebelumnya, selain perjuangkan kenaikan harga kopra di Manado dan Jakarta, oleh OD-SK (diwakili Wagub Kandouw) telah berjuang hingga ke Negara Belanda sebagai salah satu negara pengelola minyak kelapa.

(IsJo/*)