Hibahkan 1 Unit Kendaraan Inova Untuk SAG, Gubernur Olly Sebut Sebagai Operasional

Manado, detiKawanua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut pada Rabu (06/02) siang tadi di halaman kantor gubernur telah menyerahkan hibah 1 unit mobil operasional kepada pengurus Sinode Am Gereja-Gereja di wilayah Sulutteng (Sulut, Sulawesi Tengah).

Melalui Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan bahwa pemyerahan hibah kendaraan tersebut untuk membantu pekerjaan operasional bagi pengurus.

“Mereka (pengurus) harus bekerja se-Sulutenggo jadi kendaraan itu guna memudahkan pekerjaan mereka,” terang gubernur.

Adapun sebelumnya penyerahan tersebut diwakilkan Kepala Biro Umum Setdaprov, Clay J.Dondokambey yang juga dihadiri Kaban Keuangan dan Aset Daerah, Gammy Kawatu dan Kepala Satpol-PP Sulut, Evans Liow.

(IsJo)




Kodam Merdeka Siagakan Satgas Pam Puter di Batas Philipina Indonesia

Manado, detiKawanua.com –  Komando Daerah Militer(Kodam) XIII/Merdeka melaksanakan apel gelar kesiapan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Pulau-Pulau Kecil Terluar (Satgas Pam Puter) TA 2019, yang bertempat di Lapangan Makodam XIII/Mdk. Manado, Senin (4/2).

Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Mdk Brigjen TNI, Fajar Setyawan selaku pimpinan apel membacakan amanat Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Tiopan Aritonang yang mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan Satgas baik personel maupun materiil.

“Gelar kesiapan pasukan ini merupakan salah satu upaya pimpinan untuk mengecek dan memastikan sejauh mana  kesiapan Satgas untuk menjalankan tugas negara, yakni menjaga dan mengamankan pulau- pulau terluar Indonesia yang berada di daerah perbatasan Indonesia-Philipina, baik dari segi personel, kesehatan, dan alat perlengkapan yang dibawa”,kata Pangdam.

Pangdam sangat percaya bahwa satuan ini bisa melaksanakan tugas di medan operasi dengan baik.

“Saya sangat berharap bahwa kalian, para Prajurit Jaya Sakti Kodam XIII/Merdeka, dapat menjalankan tugas negara yang mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tunjukkan bahwa kalian adalah Prajurit  Jaya  Sakti  yang  dapat diandalkan untuk menjalankan tugas negara dengan penuh semangat dan dilandasi sikap disiplin yang tinggi.” harap Mayjen Tiopan.

Pangdam menyampaikan, tugas ini akan berlangsung selama 9 bulan,  maka perlu disiapkan segala sesuatunya dengan baik,mengingat tugas pengamanan ini akan berlangsung selama 9 bulan, maka harus dipastikan bahwa setiap prajurit harus benar-benar menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan baik pribadi maupun untuk satuan.

“Agar kalian nanti tidak malah menyulitkan warga yang tinggal di sana. Manfaatkan waktu yang ada secara maksimal sebelum berangkat untuk melengkapi segala sesuatu yang dibutuhkan nantinya di tempat tugas”, pungkas Panglima.
Autentikasi :
Kapendam XIII/Mdk Kolonel Kav M Jaelani

(Bag Pendam XIII Mdk/IsJo)




Bongkar Sindikat Curas , 3 Tersangka diamankan Tim Resmob Polres Minsel

Bongkar sindikat Curas, 3 (tiga) tersangka diamankan Tim Resmob Polres Minsel

Humas Polres Minsel
MINSEL, DETIKAWANUA.com –  Sebanyak tiga orang tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) berhasil diamankan oleh personel Tim Reserse Mobile (Resmob) Sat Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Minahasa Selatan, pada Selasa (05/02/2019).

Ketiga tersangka yang diamankan berinisial RS alias Rizky, 20 tahun, warga Desa Pinokalan, Kecamatan Danowudu, Kota Bitung; AM alias Alfriadi, 19 tahun, warga Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara; dan AK alias Audi, 33 tahun, warga Desa Tewaang, Kota Bitung.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Arie Prakoso, SIK, menerangkan bahwa ketiga tersangka melakukan aksinya dengan berbagai modus dan peran masing-masing.

“Dari hasil pengembangan kasus berdasarkan laporan polisi nomor LP/51/I/2019/SULUT/ResMinsel ini diketahui bahwa tersangka lelaki RS berperan sebagai sopir kendaraan, lelaki  AM sebagai pembeli di warung, dan lelaki AK sebagai eksekutor atau yang melakukan perampasan barang perhiasan,” terang Kasat Reskrim.

Adapun korban dari aksi pencurian dengan kekerasan ini yaitu seorang wanita lansia, Julianti Lintong, 61 tahun, warga Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang. “Para tersangka kami amankan di wilayah Kota Bitung setelah berkoordiasi bersama Tim Buser Polres Bitung. Barang bukti yaitu kalung emas seberat 17,4 gram,” pungkas AKP Arie.
( Vandytrisno /hpom )




Gelar Mogok Makan, Dua Imigran Diopname

Imigran Afganistan Amira (44) saat di rawat di RS Advent Manado.

Manado, detiKawanua.com – Dua pencari suaka imigrasi manado yakni Amira (44) dan Akila (44) diopname dirumah sakit Advent Manado akibat melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes karena merasa diperlakukan sebagai tahanan.
Saat di temui Selasa (05/02) malam, Amira  ibu dari tiga anak ini pun menumpahkan keluh kesah selama ini dirinya menjadi pencari suaka.”20 tahun menjadi tahanan PBB duka ini tak kunjung berakhir,” tutur Amira dengan suara pelan.
Sejak tanggal 1 Februari 2019, lanjut Amira, PBB telah menghentikan bantuan untuk mereka. Dan, sesuai perkataan pihak Imigrasi Manado, para pencari suaka asal Afganistan berkisar 12 orang menjadi tanggung jawab Imigrasi Manado.
Namun disayangkan, justru inilah yang menjadi protes para pencari suaka tersebut, disinyalir mereka diperlakukan seperti tahanan.
“Dua adik kami yang masih duduk di bangku SD tidak diperbolehkan sekolah lagi. Kami tidak bisa keluar, pintu digembok dari luar,” ujar Yahya(19) juga seorang imigran.
Makanan yang diberikan pula itu siap saji. “Seperti makanan yang ada di penjara. Ayah kami sekarang sedang sakit, menurut ibu lebih baik berikan bahan makanan nanti ibu sendiri yang memasaknya, kan ibu tau makanan yang boleh di makan ayah,” ungkap Yahya.
Ditambahkannya, sebagai manusia mereka menginginkan perlakukan yang wajar seperti lainnya, walaupun secara sadar mereka pun mengerti situasi dan kondisi saat ini.
“Kami sudah 20 tahun jadi tahanan PBB. Saya saja lahir di Indonesia, bahkan adik-adik saya diberi nama Tahanan PBB dan Tahanan PBB 2. Sungguh tak masuk akal memberikan nama tersebut terhadap adik-adik saya, tapi itulah bentuk ketidaksanggupan seorang ibu dengan keadaan yang diterima sekaligus protes,” tutur Yahya.
Kalaupun diberikan pilihan, dirinya bersama keluarga yang lain sangat ingin menjadi Warga Negara Indonesia  (WNI).
“Apadaya, informasi yang kami terima sangat berat. Harus 50 tahun tinggal di Indonesia, dan harus memiliki paspor. Kami terbelenggu dan tak berdaya,” welas dia.
Mereka (pencari suaka asal Afganistan) juga merasa keberatan atas syarat yang diberikan PBB.
“Kami bisa ditanggung PBB lagi asal melupakan kejadian 20 tahun silam,” kata Yahya, sembari menambahkan bila keadaan serupa pun pernah dialami saat tinggal di Imigrasi Sumbawa beberapa tahun lalu.
“Tolong kami, kami juga manusia, negara kami kacau balau, disini kami tersiksa oleh situasi dan kondisi. Bantu kami, bantu kami bapak/ibu yang duduk di instansi Hukum dan HAM. Kami berhak untuk hidup, kami berhak untuk mengecam pendidikan,” tandas Yahya yang didampingi saudari sepupu Fatima.
Terinformasi, Amira dan Akila dirawat di Rumah Sakit Advent sejak sabtu pekan lalu, hingga ini diberitakan. (*)



Waspada… Pampang Foto CEP , Akun Palsu ” Cristiany ” Cari Mangsa

MINSEL, DETIKAWANUA.com – Melihat kecendrungan Teknologi Android , pentium , dan lainnya yang semakin tinggi maka Bagi Pengguna media sosial facebook. Utamanya warga Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara pada umumnya harus ekstra hati-hati karena penipuan mengatasnamakan seseorang bisa saja terjadi

Hal ini dialami orang nomor satu di Minsel Dengan aksi akun bodong facebook yang mengatasnamakan Bupati Minahasa Selatan Christiani Eugenia Paruntu menebar dan melakukan penipuan dengan meminta dan memeras.

Akun facebook yang mengatasnama Christiany Tetty itu melancarkan aksi penipuan dengan menawarkan jasa CPNS dan meminta sejumlah nominal uang.

“Hati-hati akun palsu. Mohon bantuannya untuk menginformasikan kepada semua khalayak akun tersebut adalah palsu. Jangan sampai ada korban,” ungkap Bupati Tetty Paruntu.

Ibunda calon DPR-RI Adrian Jopie Paruntu (AJP) itu menegaskan bahwa akun tersebut adalah palsu dan bukan merupakan akun pribadinya. Jangan sampai ada yang tertipu dan jadi korban
( Vansytrisno )




CEP Ucapkan Selamat Tahun Baru Chinese ( Imlek ) , Gong Xi Fa Cai

MINSEL, DETIKAWANUA.com – Ajakan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Dr Christiany Eugenia Paruntu SE di momend Tahun Baru Imlek 2570 yang akrab dengan Tahun Baru Cina agar semakin menjunjung tinggi ketakwaan terhadap Tuhan yang memberikan kita berkat dan kekuatan serta Kesehatan

Hal ini dikatakan Bupati lewat Kabag Humas dan Protokoler Minsel Altin Sualang SSTP MSi di hari yang penuh berkah bagi warga masyarakat yang merahkan Imlek

“ Mari kita mendekatkan diri dengan ajaran Tuhan, bersahabat dengan semua orang, tetap berpikiran positif , dan semoga di tahun ini kita menjadi manusia yang sukses, sabar dan penuh rasa syukur. Gong Xi Fa Cai.ucap Tetty

Lanjut Tetty sapaan Bupati Cantik tentu pemerintah berharap warga Minsel berlimpah cinta dan kedamaian.

“Khususnya di tahun politik ini, saya berharap hilangkan permusuhan, berdamai dengan semua orang termasuk berdamai dengan lingkungan,” ketus Bupati Tetty Paruntu.

Adapun hari ini merupakan pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa atau biasa disebut tahun baru China alias Imlek. Ketika tahun baru Imlek tiba, banyak orang yang mengucapkan Gong Xi Fa Cai.
( Vandytrisno )




Warga Desak Gakkumdu dan Siap Kawal Proses Kasus FER Caleg Nasdem

Manado, detiKawanua.com – Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oknum Caleg Partai Nasdem untuk DPR RI, Felly E. Runtuwene (FER) tentang penyebaran bahan kampanye di Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Senin lalu, saat ini tengah ditangani Sentra Gakkumdu (Penegak Hukum Terpadu) Kabupaten Minahasa, mendapat desakan serius dari warga Minahasa yang meminta pihak Gakkumdu secepatnya menuntaskan kasus tersebut karena dinilai sangat mencoreng institusi pendidikan pendidikan di Unima.

Salah satunya Dino Sekoh yang merupakan tokoh pemuda mendesak Gakkumdu secepatnya menyelesaikan dan transparan dalam penanganan kasus tersebut.

“Jika terbukti sengaja berkampanye dengan membagikan alat-alat yang mengandung kampanye di lembaga pendidikan, apalagi jika terjadi dugaan money politic di wilayah kampus, maka itu sanksinya berat hingga harus diskualifikasi agar bisa menjadi pembelajaran bagi Caleg lainnya,” ujar Dino.

Hal yang sama juga diungkapkan Reajen L (pemuda Tondano) pun mendesak Gakkumdu agar secepatnya dan transparan dalam penanganan dugaan pelanggaran kampanye oknum Caleg Nasdem Felly.

 “Sudah jelas-jelas ada pembagian alat kampanye berupa alat tulis pulpen dan jam dinding berwarna biru dengan logo partai (Nasdem) lengkap tertulis nama Caleg Felly Estelita Runtuwene No 5, pada mahasiswa Unima yang akan KKN,” terang Reajen.

“Secara kasat mata yang bersangkutan sudah terbukti bersalah, jadi Gakkumdu harus secapatnya menuntaskan dan transparan dalam penanganan kasus ini,” tegasnya lagi sembari mengatakan para pemuda Minahasa akan ikut mengawal penanganan kasus ini.

Sementara itu melalui pengamat politik, Taufik M. Tumbelaka, menilai bahwa pihak pimpinan Unima harus ikut bertanggung-jawab ketika dugaan pelanggaran kampanye dari oknum Caleg Felly Runtuwene.

“Menurut saya pihak Unima juga tidak boleh lepas tangan. Bagaimanapun kehadiran ibu Felly berdasarkan undangan resmi. Ibarat tamu saya undang ke rumah, ketika terjadi masalah maka saya sebagai tuan rumah ikut bertanggung-jawab,” jelas Tumbelaka.

Sebelumnya juga pekan lalu telah ada pernyataan dari Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda bahwa telah rapat Sentra Gakkumdu yang terdiri dari unsur Bawaslu, penyidik Polri serta Jaksa, dimana hal itu sementara dilakukan pendalaman dan penyelidikan.

“Pendalaman dan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan kepada pelapor, terlapor, saksi dan pihak-pihak terkait termasuk pemeriksaan ahli,” jelas Herwyn Malonda.

Adapun oleh oknum Caleg Felly Runtuwene kepada wartawan dalam klarifokasinya telah membantah melakukan pembagian peralatan kampanye pada mahasiswa KKN Unima.

Diketahui kasus tersebut diduga terjadi saat Felly Runtuwene dipercayai sebagai pembicara di pembekalan ribuan mahasiswa Unima yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Auditorium Unima, Senin (28/01/2019) lalu, yang kronologinya terjadi (pembagian atribut kampanye) itu disaat sesi dialog yang dibagikan kepada para peserta (mahasiswa Unima yang hadir saat itu).


(IsJo/*)




Anak Penderita Kanker dan MIS pun Menyatu di HUT Oswaldo ke 10

Manado, detiKawanua.com – Genap usia 10 tahun putra bungsu dari pasangan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Kartika Devi Kandouw Tanos, yakni Oswaldo Kandouw, oleh keluarga dimaknai dengan penuh kebersamaan dan kesederhanaan. Hal lain yang menarik terpantau dari acara HUT Oswaldo yang dilaksanakan di halaman Rudis Wagub di Bumi Beringin Manado pada Selasa (05/02) itu pun ternyata dihadiri undangan anak kerabat dan teman sekolah Oswaldo, namun para anak penderita kanker dari Yayasan Kanker Anak Estella Rumah Sakit Umum Prof Kandou Manado pun diundang dalam acara tersebut.

Terlihat anak-anak dari Kanker Estella ikut membaur bersama anak-anak undangan lainnya yang sebagian besar merupakan teman sekolah Oswaldo di Manado Independent School (MIS). Begitu pun dengan anak-anak sahabat dari orang tua Oswaldo, termasuk dari lingkup Pemprov Sulut turut hadir bersama orang tua. Seperti Karo Umum Pemprov Sulut Clay Dondokambey bersama istrinya memboyong tiga putrinya. 

Dimana doa ucapan syukur dan puncak acara pemasangan lilin serta peniupan lilin dengan angka 10 yang dilakukan Oswaldo dengan didampingi kedua orang tuanya. Adapun acara HUT dengan konsep game basket ball itu pun berlangsung menarik dengan dipandu MC kocak, Onie Epenk, yang memainkan sejumlah game-game menarik yang tak hanya melibatkan anak-anak, tapi juga orang tua.

“Terima kasih atas doa dan  kehadiran pada acara HUT ke 10 anak kami Oswaldo Kandouw,” ucap ibunda tercinta Devi Tanos.

(IsJo/*)




Prihatin Atas Musibah Dialami Masyarakatnya, ROR-RD Beri Santunan 10 Juta per Keluarga

Minahasa, detiKawanua.com –  Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan pada para korban bencana kebakaran yang terjadi di Kompleks Pasar Tondano, Pemkab Minahasa menyalurkan sejumlah bantuan. Bupati Ir Royke Octavian Roring MSi bersama Wabup Robby Dondokambey SSi (ROR-RD) yang menyerahkan langsung bantuan pada empat keluarga, masing-masing  Keluarga Hamza-Padja, Keluarga Sumendap-Mandolang, Keluarga Arsad-Dapi dan Keluarga Martimin, yang diantar langsung di tempat tinggal korban, Senin (04/02).

“Kami mewakili pemerintah Kabupaten Minahasa turut prihatin atas musibah yang terjadi,” ujar Bupati ROR, didampingi Wabup RD, sembari mengimbau bagi masyarakat yang ada di sekitar Pasar Tondano dan seluruh masyarakat Minahasa untuk memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran.

Adapun bantuan yang diberikan berupa bantuan dana sebesar Rp10 juta kepada tiap-tiap keluarga, serta bantuan dari BNPB berupa sembako.

Turut hadir Sekda Minahasa Jeffry R Korengkeng SH MSi bersama jajaran Pemkab, Camat Tondano Barat dan Lurah Wawalintouan.

(*/IsJo)




Malam Pisah Tahun Imlek ke 2570, Gubernur Olly Sebut Sulut Jadi Provinsi Paling Toleran

Manado, detiKawanua.com – Malam Hari Raya Imlek bagi warga Thionghoa (China) merupakan malam pisah tahun 2018 ke 2019, yang kali ini Imlek ke-2570 jatuh pada hari Selasa (05/02). Adapun, pada malam perayaan sambut tahun baru Cina/Imlek (Senin malam tadi) di Kompeks Klenteng Ban Hin Kiong Manado, yang dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Ketua TP PKK Sulut, Rita Dondokambey-Tamuntuan, Sekertaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen, Forkopimda juga tamu Dubes RI untuk Negara Cina beserta rombongan delegasi.

Gubernur dalam sambutannya selain mengucapan selamat tahun baru Imlek bagi seluruh warga Thionghoa yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, juga mengingatkan untuk menjadikan malam pisah tahun ini sebagai momentum penting untuk kebersamaan, saling mengasihi dan membangun daerah serta kesejahteraan bersama.

“Terkai itu juga menjadi nilai-nilai yang baik. Imlek merupakan pergantian tahun dan patut disyukuri sehingga kita di Indonesia semakin eksis dan dijadikan momentum renungan dibarengi dengan terus transpformasi diri, pembangunan daerah dan kesejahteraan” terang Olly, sembari mengatakan bahwa Imlek jangan hanya dijadikan simbol dimaknai hanya sebuah tradisi saja, tapi jadikan wahana tindakan yang luhur, saling menghormaati, harmonisasi, dan menyatu bersama dengan alam semesta dalam bingkai “Torang Samua Ciptaan Tuhan”.

“Semakin meningkatkan kepekaan dan kebersamaan agar dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan di Sulut, termasuk yang sekarang tren North Sulawesi, sehingga untuk dapat mengajak dalam budaya dan seni di Sulut dan penunjang pariwisata,” ungkap gubernur.

Disisi lain menurutnya juga mengapresiasikan kinerja dari aparat keamanan yang hingga kini terus menjaga keamanan di Sulut, sehingga tercipta Sulut yang meraih penghargaan menjadi provinsi paling toleran di Indonesia.

“Namun hal itu juga lahir dengan melibatkan peran para tokoh agama dan masyarakat sehingga, keamanan Provinsi Sulut kini merupakan salah satu penunjang kedatangan para turis. Yang terpenting juga kami selaku pemerintah provinsi sangat merasa berduka dengan musibah bencana alam yang terjadi di Manado, atas 4 korban yang meninggal dunia. Kami dan saya selaku gubernur turut berduka cita yang dalam” ucap gubernur.

Adapun pada kesempatan itu, gubernur bersama para undangan juga disajikan berbagai pertunjukkan atraksi seni budaya tradisi khas Thionghoa dalam menyambut malam pisah tahun, yang dipuncak kegiatan oleh Gubernur Olly diberikan kehormatan untuk menekan tombol tanda pisah tahun dan sambut tahun baru Imlek.

(IsJo)