Hampir Sehari, Gubernur Olly Berbaur Dengan Kaum Milillenial Didua Lokasi Ibadah Paskah Ini


Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri Ibadah Paskah SMAN 1 Manado, Jumat (26/4/2019) pagi hingga siang tadi.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly memberikan pesan kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Manado untuk selalu optimis dan mengandalkan Tuhan dalam mencapai cita-cita.
“Jangan lupa untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal,” kata Olly.
Olly juga mengimbau seluruh generasi muda SMAN 1 Manado dapat terus menjadi generasi yang takut akan Tuhan, serta generasi cerdas yang jauh dari narkoba, miras, pornografi, sekaligus senantiasa tampil sebagai generasi pemersatu bangsa, yang menyadari bahwa keberagaman bangsa ini adalah karunia Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan serta dimanfaatkan sebagai potensi pembangunan bangsa.
Adapun Ibadah Paskah SMAN 1 mengangkat tema pergumulan menguji iman dan kesetiaan yang diambil dari Kitab Yesaya 41:10 yaitu janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. 
Ibadah Paskah turut dihadiri Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, para pejabat Pemprov Sulut, Kepala Sekolah SMAN 1 Manado beserta seluruh guru dan siswa.
Adapun, usai perayaan Paskah di lingkungan SMU 1 Manado, selanjutnya oleh gubernur pada menjelang sore tadi, melanjutkan dengan kegiatan yang sama di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso Kabupaten Minahasa, namun pada perayaan itu bersama ribuan Pemuda GMIM dari 12 rayon.
Terpantau antusiasme para milenial yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulut untuk mengikuti ibadah agung serta selebrasi Paskah Pemuda GMIM bertema ‘hope for our nation’ yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey ini tak terbendung.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menyampaikan pesan Paskah. Olly mengatakan momentum Paskah dapat memotivasi kaum Milenial GMIM untuk selalu menjadi teladan dalam seluruh kehidupan.
“Pemuda GMIM adalah obor pembangunan dan pemersatu bangsa,” kata Olly lalu disambut tepuk tangan seluruh kaum milenial GMIM.
Lanjut Olly, selebrasi Paskah tak terlepas dari proses perjalanan para murid-murid Tuhan Yesus dengan setiap perannya masing-masing hingga nekad memperjualbelikan Tuhan. Menurut Olly, tokoh-tokoh yg diperankan di Alkitab memperlihatkan kehidupan nyata di era sekarang ini.
“Bagaimana peran Yudas, bagaimana peran Petrus, bagaimana peran Pilatus, bagaimana peran Barabas dan bagaimana peran Maria dan peran Kayafas. Semua peran masing-masing dipertontonkan kepada kita semua,” ucap Olly.
“Sebagai umat Kristiani kita bisa melihat dan mempelajari mana yang harus kita lakukan agar kita selamat di bumi dan selamat di surga,” sambung Olly.
Disamping itu, Olly juga mengajak kaum Milenial GMIM untuk mempersiapkan diri untuk mengambil peluang dalam pembangunan Sulut di sektor Pariwisata dan sektor lainnya. Khusus di sektor pariwisata, Olly menyebut dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan yang bakal menelan anggaran 26 triliun membutuhkan 262 ribu tenaga kerja.
“Pintu gerbang Sulut terbuka seperti yang ditulis oleh tokoh Dr. Sam Ratulangi bahwa Sulut adalah pintu gerbang Pasifik. Selain KEK Pariwisata tentunya didukung oleh penerbangan langsung dari Sulut ke mancanegara dan status Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub,” beber Olly.
Karenanya, Olly meminta pemuda GMIM selalu mendukung program Presiden Joko Widodo dan pemerintah provinsi agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menggali potensi diri untuk dijadikan senjata dalam menghadapi era 4.0.
“Jangan kita lengah. Kalau kita lengah kita akan ditinggalkan pada masa yang akan datang. Mari kita bersama-sama mempersiapkan generasi untuk melanjutkan pembangunan sulut,” ajak Olly.
Ibadah agung serta selebrasi Paskah Pemuda GMIM turut dihadiri Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey, Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina dan Ketua Komisi Pemuda GMIM Penatua Pricilia Tangel.
(IsJo/tim)



JL Ditahan Melebihi Batas Waktu

Tahuna, detikawanua.com – Penahanan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Tahuna, dikeluhkan keluarga JL yang di tahan di lembaga pemasyarakatan Tahuna.
Adik korban yang tidak mau namanya dipublikasikan,  mengatakan mereka heran dengan penahanan yang dialami kakaknya (JL),  karena terhadap putusan pengadilan tinggi sebelumnya keluarga mangajukan banding sehingga keluar surat penahanan sampai dengan tanggal 23 Juli 2019, sampai menunggu putusan banding.
“Disurat penahanan Pengadilan Negeri Tahuna tertuang masa penahanan sampai dengan tanggal 23 Juli 2019, tetapi kemarin tanggal 24 Juli 2019 kakak saya masih ditahan, kan seharusnya dibebaskan  dan sampai sekarang ini kami belum tau apa sudah keluar putusan banding atau belum”ucapnya
Dirinya pun menambahkan bahwa kalau mengacu pada surat penahanan dari Pengadilan Negeri sudah berakhir pada tanggal 23 kemarin,  tetapi sampai saat ini kakaknya masih ditahan dilapas Tahuna.
Sementara itu Kepala Lapas Tahuna Alfonsus Wisnu Adianto ketika dikonfirmasi sejumlah media dikatakannya “memang benar sampai saat ini saudara JL masih kami tahan,  dan itu pun sudah sesuai dengan putusan pengadilan yang pertama yaitu hukuman penjara 12 tahun.
Jadi memang benar saudara JL masa tahanan pengadilan tinggi itu berakhir tanggal 23 April kemarin,  tetapi jangan lupa saudara sudah mempunyai putusan pengadilan tinggi  pertama yaitu 12 tahun penjara,  dan dengan dasar putusan itulah kami tidak melepaskan saudarah JL.” Jelasnya
Lanjut dia, kalaupun sampai keputusan banding keluar masa penahanannya yang selama ini pasti akan dihitung untuk mengurangi masa tahanannya.
“Putusan finalnya sudah keluar pasti masa penahanannya sekarang ini akan dihitung, atau akan dikurangi dengan putusan banding yang ditempuh keluarga,  jadi kalau menurut saya tidak jadi masalah tetap akan diperhitungkan,  dan saya tidak mungkin menahan tahanan semau saya tanpa dasar,  karena anggaran untuk biaya hidup dilapas ini sangat terbatas” tutupnya. (js)



Tembus 600 Persen 3 Event Berkelas Internasional, Sulut Digelari ‘THE RISING STAR’ Sektor Pariwisata



Jakarta, detiKawanua.com – Kementerian Pariwisata menobatkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.
Prestasi gemilang itu membuat Sulut diganjar penghargaan The Rising Destination Of The Year 2019 oleh Kemenpar yang diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya kepada Gubernur Olly Dondokambey pada event Jakarta Marketing Week, Kamis (25/4) tadi malam.
Sebelumnya, Menpar Arief mengatakan pariwisata Sulut khususnya Kota Manado memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir. Ia meyakini pertumbuhannya sebesar 6 kali lipat atau 600 persen sehingga layak mendapat penghargaan sebagai ‘The Rising Star’.
Menpar Arief menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, utamanya ke Manado pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.
“Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen,” ujar Menpar.
Menpar Arief Yahya mengatakan, CEO Commitment dari pimpinan daerah (gubernur, bupati, dan walikota) menjadi salah satu kunci keberhasilan Sulut dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Sulut tahun ini memiliki 3 event unggulan masuk dalam 100 Wonderful Event 2019,” sebut Menpar Arief.
Ia mengatakan, 3 event pariwisata di Sulut berkelas internasional. Ketika event tersebut yaitu Festival Bunaken 26-29 Juli 2019, Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2019, dan Tomohon International Flower Festival 17-12 Agustus 2019 yang dimasukkan kedalam 100 Wonderful of Event 2019.
Agenda tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Presiden World Marketing Association Hermawan Kartajaya.
(IsJo/*)



Semarak HUT Ke- 9 Desa Liwutung Satu Siapkan Konsep Tempo Doeloe

Hukum Tua Dan Perangkat Desa Ziarah di Makam Mantan Hukum Tua serta Tokoh Masyarakat 

Pasan,
detiKawanua.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 9, Desa Liwutung Satu
mempersiapkan konsep menarik bahkan tak tanggung tanggung mengangkat budaya
Tempo Doeloe.
Hukum Tua Desa Liwutung
Satu, Marlin Owu,SP kepada media ini mengatakan, Puncak Hut nantinya jatuh
tanggal 28 April 2019 dan  sengaja
mengangkat budaya tempo doeloe untuk kembali mengangkat budaya lokal di
kecamtan  Pasan seperti prosesi makan
didaun pisang saling berhadapan dan didahului dengan menyanyikan mars makan sambil
kaum muda melayani para orang tua dan sebelum makan ada yang nantinya
membunyikan gemerincing gelas dan leper untuk mengajak hadirin diam sejenak
untuk berdoa makan.
“ kami sengaja
mengangat Tema “ Liewutung Satu Tempo Doloe” nantinya pada acara puncak ada
makan bersama atur di daun pisang dan duduk berjejer di meja panjang, seperti
apa yang dilakukan orang tua dulu dulu dalam setiap hajatan, disitu juga
akan  berperan bagaimana para anak muda
melayani orang tua yang kita kenal istilah salawir dan disetiap tahap ditandai
gemerincing bunyi gelas yang dipukul sendok untuk menandakan adanya arahan dan meneduhkan
suasana tanpa harus menegeluarkan perintah ” terang Owu (26/4/2019).
Jalan Sehat Ala Klub Tempo Doeloe 
makan Bersama ala doeloe-doeloe
Lebih lanjut
dikatakan Owu, dalam rangka memperingati Hut desa kali ini, Panitia juga sudah
menggelar beberapa kegiatan sejak pembukaan yang ditandai dengan jalan sehat
ala Klub tempo dulu serta telah melakukan Ziarah ke makan para hukum tua dan
tokoh desa.
“ nanti juga
sebentar malam akan ada lomba manuak mandong yakni seni menyanyi saat bekerja
dikebun dalam kelompok kerja untuk membakar semangat dalam bekerja, yang
pastinya kami tekankan untuk bagaimana kita generasi penerus untuk terus
mencintai budaya dan menghargai para pendahulu yang telah menjadi para pahlawan
desa,” pungkas Owu. (Indri Rambi)




BPBD Boltim Lakukan Kegiatan Menanam Ratusan Pohon

Sekda Boltim saat membuka kegiatan sosialisasi kebencanaan dan penanaman ratusan pohon.

Boltim, detiKawanua.com – Pelaksanaan sosialisasi kebencanaan dan kegiatan penanaman pohon sukses dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim),  Senin (25/04/2019) hari ini, bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, pada (26/04/2019) besok. Kegiatan tersebut, dibuka resmi oleh Sekretaris daerah (Sekda) Ir. Hi. Muhammad Assagaf mewakili Bupati Boltim, dihadiri Asisten II, sejumlah kepala-kepala SKPD lingkup Pemda Boltim.

Para peserta sosialisasi dan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena pentingnya bagi kita semua untuk melakukan penghijauan melalui kegiatan tanam pohon. Saya minta agar di hari kesiapsiagaan nasional ini, dapat direalisasikan melalui gerakan penanaman pohon dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh komponen masyarakat. Berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan hutan dan lingkungannya yang baik dan lestari.

“Membangun kebiasaan menanam menjadi kebutuhan secara berkelanjutan, kepada warga masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini agar mulai menanam dari pekarangan. Semoga kegiatan ini mampu memberikan motivasi dan pemahaman terhadap masyarakat guna kelestarian hutan dan lingkungannya,” ucap Sekda.

Asisten II Pemkab Boltim Sonny Waroka saat menamam pohon. 

Lanjutnya setiap siswa-siswi yang lulus harus menanam 10 pohon. ini instruksi Bupati. Dan hutan kota, akan dijadikan hutan wisata namun  harus menjadi lingkungan yang asri. Nanti, kita anggarkan. Aktivitas menghijaukan adalah kewajiban kita semua, bukan hanya pemerintah. Peran kita sebagai motivator untuk edukasi, namun kegiatan penghijauan adalah tanggung jawab bersama. Sebab banyak hutan kita sudah terlantar dan rusak dirambah. Mari kita mencintai hutan. Mari kita menanam,” kata Sekda menutup sambutannya.

Tujuan kegiatan penanaman ratusan jenis pohon ini, kata Kepala BPBD Boltim, Drs. Elvis H Siagian MSi, bahwa untuk peningkatan kesadaran masyarakat dan anak sekolah tentang bencana serta penghijauan dengan adanya penanaman berbagai jenis pohon (bibit-red).

“Kita lakukan sosialisasi peningkatan pemahaman tentang kebencanaan. Kedua, dilakukannya penanaman pohon,” kata Elvis.

Kaban BPBD Boltim Elvis Siagian dan Kabid Yanto Modeong sedang menanam pohon.

Dia menambahkan, kita ikut sertakan 10 peserta Komunitas Pecinta Alam (KPA) di kecamatan Tutuyan, siswa-siswi SMPN 1 Tutuyan 30 peserta, SMPN 2 Tutuyan 30 peserta, SMA 30 peserta dan SMK juga 30 peserta,” papar Elvis.
Senada dikatakan Kepala bidang (Kabid) Kesiapsiagaan Pencegahan Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Boltim, Yanto Modeong ST. Menurutnya, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, kita melakukan penanaman bermacam bibit pohon kenari, kemiri, Nanti serta cempaka untuk mangrove.

“Jumlah pohon ada sekitar 500 bibit. Kita harapkan, kepada warga masyarakat untuk bagaimana kita cinta lingkungan yang asri. Kita tanam pohon kemiri dan kenari, sebab nilai ekonominya akan berdampak juga kepada kita manusia,” jelas Yanto.

Diketahui, penanaman bibit pohon oleh BPBD Boltim terdapat di dua titik, yakni di hutan kota belakang kantor Bupati dan di seputaran pesisir pantai Tutuyan.
‌(Fidh)



Seriusi Masalah Pendidikan di Sulut, Wagub: Harus Ada Sinergitas Horisontal Vertikal


Manado, detiKawanua.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw membuka secara resmi Gebyar Hardiknas Sulut tahun 2019, di aula SDM, Kantor Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Kamis (25/4/2019).

Saat meberikan arahan, Wagub Kandouw menegaskan bahwa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulut perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah Kabupaten Kota dalam memajukan bersama sektor pendidikan. Jika ada masalah dicarikan solusi bersama, tidak saling menyalahkan.

“Harus ada sinergitas untuk masalah pendidikan baik secara horizontal maupun vertikal.Masalah senergitas sering terjadi di kabupaten/kota. Masih ada ego sektoral, hal ini yang ditemukan dilapangan, tidak ada yang ditutupi dan ini harus ada solusi yang baik,” ungkap Wagub.
Wagub mengakui dunia pendidikan Sulut masih masih perlu ditata lagi agar semakin berkualitas, penempatan guru belum sesuai dengan merit system. Namun, Pemprov Sulut terus berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan seperti dengan memberikan gaji bagi para guru THL setara dengan UMP Sulut, hal tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik untuk terus mengabdi demi kemajuan pendidikan daerah.
Terkait kegiatan gebyar hardiknas sulut, ditagaskan harus ada catatan evaluasi secara bersama, baik mata pelajaran, metodologi, kompetisi evaluasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal. 
Kadis Pendidikan Daerah Sulut, Grace Punuh mengatakan dengan dilaksanakanya kegiatan gebyar Hardiknas serta peringatan Hardiknas kali ini diharapkan dapat menjadi momen utama dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter.
Dirinya mengatakan, kini kearifan lokal dan SDM sangat banyak, arus globalisasi memberikan dampak positif dan negatif. Apabila dengan tidak mengenalkan budaya daerah, maka tidak heran generasi mendatang akan lebih dekat dengan budaya negara lain.
(IsJo/*)



Pemilu di Sulut Berlangsung Aman dan Lancar, Presiden Jokowi Serta Pemerintahan OD-SK Ucap Terima Kasih

Foto bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE dan Presiden RI Ir.Joko Widodo beserta kepala daerah di Sulut.

Jakarta, detiKawanua.com  – Prosesi pesta demokrasi Pemilu (Pemilihan Umum) serentak se-Indonesia Tahun 2019 dengan dua kategori yakni, Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Calon Presiden dan Wakil Presiden yang di gelar tanggal 17 April pekan lalu hingga hari ini Kamis (25/04), keadaan di Sulut tergolong aman dan sukses . Hal demikian pun di Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur, Drs Steven O.E Kandouw (OD-SK) dikenal baik dimata dunia sebagai daerah dengan tingkat kerukunan dan toleransi umat yang baik, melalui Presiden RI Ir Joko Widodo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak penyeleanggara KPU dan Bawaslu, TNI-Polri, dan masyarakat Sulut atas kelancaran serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban, selama jalannya pelaksanaan Pemilu 2019. 
Presiden Jokowi sendiri pun memberikan ucapan terima kasih kepada pemerintahan OD-SK bersama masyarakat Sulut, selain atas suksesnya pemilu di Sulut yang berjalan dengan aman, juga tingginya kesadaran masyarakat Sulut atas pentingnya menyalurkan hak suara dalam pemilu, guna menentukan nasib bangsa dan negara kedepan.
Begitupun ucapan terima kasih dan apresiasi dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang telah mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan selama pemilu. Dimana hal tersebut menurut gubernur, menjadi catatan penting bagi daerah dengan satu persatuan yang kokoh guna kemajuan daerah dan bangsa.
Gubernur pun disatu sisi lain, terus menghimbau dan berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga bingkai persaudaraan dan tali silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah agar sinergitas dalam pembangunan daerah Bumi Nyiur Melambai ini semakin maju, baik disektor ekonomi kesejahteraan rakyat, pariwisata, pendidikan dan kesehatan untuk Sulut semakin Hebat kedepan.
Begitupun kepada pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu juga jajarannya sampai ke desa-desa, serta penjagaan keamanan dari pihak TNI Polri yang sangat baik dalam pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 ini.
(Advetorial Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulut)



Pemkab Mitra di Apresiasi Terkait Transparansi Pengelolaan Keuangan

Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Joke Legi
mitra,detiKawanua.com – Dibawah Kepemimpinan Bupati James Sumendap, pengolaan
keuangan kabupaten Mitra terus menuju ke arah yang makin transparan. Mulai
tahun ini pelaporan progres pembangunan dan pengelolaan keuangan seluruh 

Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, Sekolah, hingga Desa wajib dipaparkan
setiap pekannya. Tujuan diterapkannya agar memungkinkan masyarakat untuk
mengawasi langsung setiap program dari masing-masing instansi. Sehingga
masyarat bisa mengetahui setiap progres realisasi dari tiap program pemerintah
(lihat foto).

“Ini yang kami mulai berlakukan. Dimana setiap minggu
laporan harian baik pembangunan ataupun keuangan harus dipaparkan ditiap papan
SKPD, Setda, Setwan, Sekolah dan desa. Jadi dengan begitu jika ada laporan
masyarakat bisa langsung sampaikan ke inspektorat. Selanjutnya inspektorat
wajib menindaklanjuti dalam waktu 24 jam,” jelas Bupati Mitra James
Sumendap yang turut menambahkan untuk dandes dan dana Bos wajib dilaporkan
setiap pekan di rumah Ibadah, baik gereja ataupun mesjid.
Sekda Mitra Robby Ngongoloy
Tak cuma itu, bahkan seluruh program pemkab ini dipastikan
dipantau langsung ke link KPK kejaksaan, dan kepolisian. “Ini dalam rangka
good govenance dan clean governance. Serta semuanya wajib sesuai aturan,”
tambah Bupati yang berhasil membawa Mitra meraih opini WTP dalam tiga tahun
terakhir. 
James Sumendap Saat Memberikan Masukan bagi KPK
Adapun dalam pemberlakukan transparansi, turut didukung
dengan diterapkannya Gerakan non tunai Kabupaten Mitra. Dimana semua kegiatan,
hingga pengadaan barang dan jasa pencairannya langsung dilakukan dari khas
daerah menuju rekening penerima (lihat grafis). “Implementasi non tunai
ini artinya semua transaksi tidak menggunakan uang tunai. Itu berarti tidak ada
penghasilan yang dapat disembunyikan,” pungkas Sumendap.

Baliho Transparansi Pelaporan Keuangan 
Sementara Penerapan transparansi laporan progres pembangunan
dan  keuangan di Kabupaten Mitra mendapat
tanggapan positif dari pakar Ekonomi Sulut Dr Herman Karamoy, Ak, MSi. Dimana
akademisi yang juga menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unsrat ini
kagum dengan transparansi anggaran di Kabupaten Mitra. “Saya sendiri kaget
melihat betapa transparannya laporan keuangan di Kabupaten Mitra. Dimana setiap
SKPD memajang papan rencana kegiatan beserta anggaran dan realisasinya di
masing-masing halaman kantor,” kata Karamoy saat ditemui lokasi
perkantoran Blok B, Selasa, (12/2) lalu.

Menurut Karamoy, penerapan tranparansi di Kabupaten Mitra
menandakan akuntabilitas keuangan sangat baik. “Karena tranparansi
berhubungan dengan akuntabilitas,” kata Karamoy yang sebagai Unsur
Pelaksana pengkajian daya saing daerah kab/kota pada sosialisasi Badan
penelitian dan pengembangan (balitbang) Sulut, kemarin.

Untuk itu, menurut Karamoy hal tersebut wajib ditiruh daerah
lain. Apalagi penerapan transparansi ini baru pertama kali dilihatnya di dalam
suatu pemerintahan daerah. “Mitra menjadi contoh sebagai daerah laporan
keuangannya sangat transparan. Sehingga ini wajib ditiruh daerah lain. Bukan
hanya di Sulut saja. Namun untuk di Indonesia wajib dilaksanakan hal seperti
ini,” jelasnya..

 Tranparansi keuangan Pemkab Mitra pun mendapat apresiasi oleh Budi
Waluya kepala koordinator unit supervisi KPK RI wilayah IX meliputi Sulut
Sulteng Malut dan Maluku.

“Terkait laporan belanja setiap SKPD yang ditempelkan di
papan setiap minggu sebagai bagian tranparansi, hal ini kami sangat apresiasi,”
ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi
inovasi tranparansi dan akuntabel seperti yang diberlakukan di Kabupaten Mitra.
“Ini patut kita dukung dan apresiasi karena tranparansi dan
akuntabel ini juga merupakan bentuk pencegahan korupsi,” tandasnya. (Advetorial)




Pimpin Upacara Peringatan Hari Kartini ke-140, Ini Pesan Bupati Boltim

Bupati Boltim Sehan Landjar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kartini ke-140.


Boltim, detiKawanua.com  – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar SH memimpin upacara untuk memperingati Hari Kartini ke-140, bertempat di halaman depan Kantor Bupati Boltim, pada Kamis (25/4/2019) pagi tadi.
Pada kesempatan itu, Bupati mengapresiasi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selalu aktif dalam setiap kegiatan.

“Pada tanggal 21 April kemarin, merupakan kelahiran Pahlawan Nasional ‘Ibu Kartini’ yaitu pejuang emansipasi, yang kita peringati sebagai Hari Kartini. Dan bagi pejabat atau para ASN, Saya apresiasi karena telah disiplin mengikuti setiap pelaksanaan kegiatan upacara bendera dan apel pagi-sore di masing-masing satuan kerja,” terang Bupati.

Pelaksanaan peringatan Hari Kartini, kata Bupati, jangan hanya dijadikan sebagai kagiatan seremonial.
“Peringatan Hari Kartini, tentunya lebih tepat bila dilakukan bukan hanya secara seremonial saja, akan tetapi selayaknya untuk direfleksikan dalam kegiatan aktual yang selaras dengan cita-cita perjuangan Raden Ajeng Kartini, yaitu mencerdaskan bangsa, sejahtera dan berguna bagi sesama,” tutur Bupati.

Lanjut dikatakan Bupati, janganlah hanya pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilkan hasil karya dan cipta kaum wanita.

“Harusnya lebih dari itu. Mudah-mudahan setiap hari dan setiap masa, perempuan Indonesia tetap berjuang dan tetap bercitra sebagai bagian dari bangsa yang harum namanya. Sebagai anak bangsa semestinya mengetahui dan paham akan makna perjuangan Ibu Kartini,” harapnya.
Dalam kesamaan derajat, perempuan dan laki-laki tentunya jangan sampai kebablasan sesuai masing-masing kodrat. 

“Pria dan perempuan mempunyai peranan yang berbeda. Sebagai seorang perempuan tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya, sebagai seorang perempuan. Perempuan yang sudah menikah dan memilih berkarir tetaplah sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Dialah garda pertama atas pendidikan anak-anaknya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, kepeloporan Raden Ajeng Kartini wajib ditiru dan diamalkan.
“Semangat untuk keluar dari ketertindasan, memperjuangkan sesamanya, maju dan berkembang, serta semangat pantang menyerah pada keadaan. Semangat itu juga memperlihatkan betapa hak asasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan, terlebih hak perempuandalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa,” kata Bupati.

Bupati berpesan, sebagai komponen bangsa semestinya bangga, karena di negeri ini telah banyak sosok perempuan berprestasi seperti menjadi presiden, menteri, bupati, camat, kepala desa, pimpinan perusahaan, kepala dinas, dan sebagainya.

“Tidaklah berlebihan, kiranya jika perempuan sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di Kabupaten Boltim ini telah banyak perempuan yang memiliki kedudukan tinggi. Ini menunjukan bahwa bangsa kita khususnya kaum perempuan, benar-benar telah menyadari akan peran dan kemampuannya dalam ikut membangun dan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” pujinya.

Semoga kaum perempuan Indonesia tetap tangguh dan mampu menjaga kehormatan.

“Kuat dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa tetap tangguh dalam menjaga nama baik keluarga,” ucap Bupati.
(Fidh)



Pemkab Mitra di Apresiasi Terkait Transparansi Pengelolaan Keuangan

Bupati dan wakil bupati Minahasa Tenggara


mitra,detiKawanua.com – Dibawah Kepemimpinan Bupati James Sumendap, pengolaan
keuangan kabupaten Mitra terus menuju ke arah yang makin transparan. Mulai
tahun ini pelaporan progres pembangunan dan pengelolaan keuangan seluruh Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, Sekolah, hingga Desa wajib dipaparkan
setiap pekannya.

Tujuan diterapkannya agar memungkinkan masyarakat untuk
mengawasi langsung setiap program dari masing-masing instansi. Sehingga
masyarat bisa mengetahui setiap progres realisasi dari tiap program pemerintah .

“Ini yang kami mulai berlakukan. Dimana setiap minggu
laporan harian baik pembangunan ataupun keuangan harus dipaparkan ditiap papan
SKPD, Setda, Setwan, Sekolah dan desa. Jadi dengan begitu jika ada laporan
masyarakat bisa langsung sampaikan ke inspektorat. Selanjutnya inspektorat
wajib menindaklanjuti dalam waktu 24 jam,” jelas Bupati Mitra James
Sumendap yang turut menambahkan untuk dandes dan dana Bos wajib dilaporkan
setiap pekan di rumah Ibadah, baik gereja ataupun mesjid.

Tak cuma itu, bahkan seluruh program pemkab ini dipastikan
dipantau langsung ke link KPK kejaksaan, dan kepolisian. 
“Ini dalam rangka
good govenance dan clean governance. Serta semuanya wajib sesuai aturan,”
tambah Bupati yang berhasil membawa Mitra meraih opini WTP dalam tiga tahun
terakhir.
Sumedanp saat memberikan masukan ke KPK
Sementara Penerapan transparansi laporan progres pembangunan
dan  keuangan di Kabupaten Mitra mendapat
tanggapan positif dari pakar Ekonomi Sulut Dr Herman Karamoy, Ak, MSi. Dimana
akademisi yang juga menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unsrat ini
kagum dengan transparansi anggaran di Kabupaten Mitra. “Saya sendiri kaget
melihat betapa transparannya laporan keuangan di Kabupaten Mitra. Dimana setiap
SKPD memajang papan rencana kegiatan beserta anggaran dan realisasinya di
masing-masing halaman kantor,” kata Karamoy saat ditemui lokasi
perkantoran Blok B, Selasa, (12/2) lalu.

Menurut Karamoy, penerapan tranparansi di Kabupaten Mitra
menandakan akuntabilitas keuangan sangat baik. “Karena tranparansi
berhubungan dengan akuntabilitas,” kata Karamoy yang sebagai Unsur
Pelaksana pengkajian daya saing daerah kab/kota pada sosialisasi Badan
penelitian dan pengembangan (balitbang) Sulut, kemarin.
Untuk itu, menurut Karamoy hal tersebut wajib ditiruh daerah
lain. Apalagi penerapan transparansi ini baru pertama kali dilihatnya di dalam
suatu pemerintahan daerah. “Mitra menjadi contoh sebagai daerah laporan
keuangannya sangat transparan. Sehingga ini wajib ditiruh daerah lain. Bukan
hanya di Sulut saja. Namun untuk di Indonesia wajib dilaksanakan hal seperti
ini,” jelasnya.
Tranparansi keuangan Pemkab Mitra pun mendapat apresiasi oleh Budi
Waluya kepala koordinator unit supervisi KPK RI wilayah IX meliputi Sulut
Sulteng Malut dan Maluku.
“Terkait laporan belanja setiap SKPD yang ditempelkan di
papan setiap minggu sebagai bagian tranparansi, hal ini kami sangat apresiasi,”
ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi
inovasi tranparansi dan akuntabel seperti yang diberlakukan di Kabupaten Mitra.
“Ini patut kita dukung dan apresiasi karena tranparansi dan
akuntabel ini juga merupakan bentuk pencegahan korupsi,” tandasnya.