Hanya Dua Dinas Satu Biro Di Pemprov Sulut Ini Yang Mampu Tampil Berinovasi



Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang menutup secara resmi Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik se-Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Manado Town Square, Rabu belum lama ini.

Diketahui, Biro Umum Setdaprov Sulut yang dipimpin Clay June Dondokambey berhasil terpilih menjadi juara pertama atau paling inovatif dengan inovasinya yaitu ULA ODSK (Unit Layanan Administrasi Olah Dokumen Sesuai Ketentuan) dengan inovasi ini status dokumen dapat dicek secara online. Selanjutnya juara kedua diraih Dinas Perhubungan Daerah Sulut sedangkan peringkat ketiga yaitu Dinas Kesehatan Daerah Sulut. Sementara itu, tiga besar pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik ditingkat kabupaten/kota masing-masing diraih oleh Pemerintah Kota Manado, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Pada kesempatan itu, Humiang mengapresiasi seluruh panitia pelaksana serta pihak terkait yang telah ikut berkontribusi dalam mensukseskan pelaksanaan pameran kompetisi pelayanan publik yang keempat ini.

“Pameran kompetisi pelayanan publik ini tidak saja menjadi ajang untuk menunjukkan inovasi pelayanan publik yang terbaik, namun juga menjadi sarana bertukar informasi bagi pelaksana pelayanan publik untuk menciptakan ataupun melaksanakan pelayanan publik yang lebih baik kedepan,” kata Humiang.

Lanjut Humiang, pelayanan publik yang efektif, efisien dan prima akan memberikan kontribusi positif bagi proses tumbuh kembang daerah.

Karena itu tambahnya, pameran kompetisi inovasi pelayanan publik ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dan tentunya mengharapkan dukungan dari seluruh perangkat daerah dan unit kerja Pemprov Sulut, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal dan kalangan swasta.

Humiang berharap kedepan setiap instansi di Provinsi Sulut mampu melahirkan inovasi yang nantinya dapat mendukung kualitas pelayanan publik didaerah kearah yang semakin baik, bahkan bisa ikut pada ajang kompetisi inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kemenpan RB.

Usai sambutan, Asisten I Edison Humiang didampingi Kepala Biro Organisasi Glady Kawatu dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulut Helda Tirajoh menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada para pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik perangkat daerah di lingkup Pemprov Sulut serta juara di tingkat kabupaten/kota.




Kata Wagub, Gubernur Olly Ingatkan Integritas Dalam Pelayanan Publik

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah baik di Pemprov Sulut, maupun yang ada di Kabupaten Kota untuk mempunyai intergritas dalam melayani agar tercipta pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wagub Kandouw pada kegiatan pameran kompetisi inovasi pelayanan publik se Sulut, serta pencanangan program One Agency One Inovation (satu instasi satu inovasi) di Manado Town Square.

Wagub juga menyatakan Bapak Gubernur Olly Dondokambey mengharapkan semua Perangkat Daerah untuk lebih optimal guna memberikan pelayanan bagi masyarakat. Agar pelayanan bisa maksimal, perlu adanya pengawasan, untuk itu Pemprov Sulut berterima kasih kepada Ombudsman RI di Sulut yang ikut memantau pelayanan publik di lingkup Pemprov Sulut.

“Pemrov Sulut terus berusaha memberikan pelayanan terbaik, pengawasan Ombudsman perlu, agar meghasilkan penilaian yang objektif,” ujar Wagub dalam sambutan.

Di era keterbukaan ini, Wagub juga mengajak kepada semua stakeholders untuk terus memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melalui momentum pameran ini  memberi penyadaran dan inspirasi untuk berkompetisi memberikan pelayanan terbaik.

Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Sulut, Glady Kawatu dalam laporan mengatakan pameran ini dimaksudkan untuk penjaringan dan pengembangan inovasi di bidang pelayanan untuk memberikan pelayanan efisien, dengan adanya kegiatan ini dapat membangun sinergitas antar sesama stakeholders untuk melayani masyarakat secara optimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB yang diwakiki Kabid Perumusan Kebijakan Pelayanan Publim, Sri Hartini, kepala perwakilan Ombudsman RI Sulut, Helda Tirajoh, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kota, pejabat eselon II lingkup pemprov sulut.




Syukuran HUT Kodam XIII Mdk, Pangdam Aritonang: Semakin Solid Dalam Pengabdian Bangsa dan Negara


Manado, detiKawanua.com – Kodam XIII/Merdeka melaksanakan syukuran dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-61, bertempat di aula Grhadika Jaya Sakti Kodam XIII/Merdeka, Manado, Selasa (18/6/2019). 
Dalam sambutannya, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan bahwa Pelaksanaan syukuran kali ini sengaja dilaksanakan secara sederhana, dengan maksud agar lebih mempererat jalinan kebersamaan dan soliditas. Karena soliditas yang mantap mutlak diperlukan, terutama dalam melaksanakan penugasan di lapangan guna mengatasi permasalahan yang terjadi. 
“kegiatan syukuran seperti ini, memiliki makna religius sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam memberikan kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada negara dan bangsa dengan baik.” Ungkap Pangdam.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu sarana efektif untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan soliditas, serta meningkatkan kebanggaan terhadap satuan” Lanjutnya.
Panglima juga mengatakan bahwa Selama 61 tahun pengabdian Kodam XIII/Merdeka telah tumbuh dan berkembang yang ditandai karya nyata maupun keberhasilan yang membanggakan. “Selama tahun pengabdian, Kodam XIII/Merdeka telah tumbuh secara dinamis, kita harus sadari bahwa masih banyak hal yang perlu kita benahi dan  sempurnakan” Urai Pangdam.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Sulut, Kapolda Sulut, Danrem 131/Stg, Danlantamal VIII, Walikota Manado, Danlanudsri, Irdam, Kapok Sahli, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka beserta pengurus, para Asisten, Kabalakdam, para Danrem, LO AL dan LO AU, Danrindam, Danbrigif 22/OM, para Dansat, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS serta segenap undangan dari unsur Pemerintah Daerah, baik Pemprov maupun Pemkot dan Pemkab se-wilayah Kodam XIII/Merdeka.
Autentikasi :
Kapendam XIII/Merdeka, Kol Kav M. Jaelani



Pembentukan Tim Terpadu Bencana OD-SK Disuport Jenderal Bintang Tiga BNPB Ini



Manado, detiKawanua.com – Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengelolaan Bencana Terpadu 2019 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut pada Rabu (19/06) di Hotel Mercure, dihadiri langsung Kepala BNPB RI, Letjen TNI Doni Monardo yang sekaligus membuka rakerda didampingi Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen bersama Kepala BPBD Sulut, Joy Oroh.

Rakerda yang juga diikuti BPBD Kabupaten Kota se-Sulut itu mengambil Tema Lestarikan Alam Agar Terjaga Kehidupan Kita Untuk Menjadikan Sulut Hebat Tangguh Bencana, oleh Monardo mengungkapkan bahwa kegiatan dimaksud sangat penting dan berharap sinergitas pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam penyusunan konsepsi/rencana, terlebih dari pemerintah provinsi untuk bagaimana menghadapi kemungkinan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian.
“Rencana jangka pendek, menengah dan panjang, sehingga bagian pesisir utara Indonesia (Provinsi Sulut) dengan kesiapannya bisa mengantisipasi pada kedepannya,” terang Kepala BNPB.
Selain itu dari informasi yang diterima, Monardo sendiri mendukung pihak Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK) membentuk Tim Terpadu yang terdiri dari para ahli, lembaga-lembaga profesional, ahli bidang geologi, ahli tsunami, vulkanologi serta pakar lainya.
“Ini dalam mengantisipasi wilayah Sulut khususnya dalam banjir dan tanah longsor. Kami dari BNPB memberikan rekomendasi langkah-langkah terkait,” ujar Jendral Bintang Tiga itu sembari menambahkan, BNPB memberikan prioritas bagi wilayah-wilayah terintegrasi peringatan yang tinggi.
Sementara itu, Sekprov Silangen membenarkan bahwa Pemprov Sulut akan membentuk Tim Terpadu yang akan melibatkan para pakar dan peneliti bencana serta akan memberikan edukasi pelatihan atau mensosialisasikan kepada masyarakat Langkah-langkah antisipasi menghadapi terjadinya bencana.
“Penting bagian dari keluarga untuk dilakukan sosialisasi. Disamping pelatihan, ada juga pengoptimal penganggaran dan sarana prasarana agar kesiap-siagaan menghadapi jika kemungkinan terjadi bencana sudah harus siap,” terang Silangen.
Adapun usai kegiatan tersebut, Kepala BNPB dan Sekprov beserta jajaran BPBD Sulut meninjau pemukiman bantuan bencana di Desa Pandu.
(IsJo)



Jumat Nanti, Dispora Boltim Selenggarakan Lari Maraton

Kepala Dispora Boltim, Saprudin Mokoagow. 

Boltim, detiKawanua.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Labupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Jumat 21 Juni bakal menggelar lomba olahraga lari Maraton massal yang diikuti 400 peserta dari SMK/SMA dan SMP/MTS sederajat se-Boltim.
Seperti yang disampaikan Kepala Dispora Boltim Saprudin Mokoagow kepada sejumlah awak media, bahwa kegiatan tersebut sudah tertata di Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 
Maraton massal adalah program Dispora yang setiap tahun digelar. Kegiatan ini pun akan dijadikan salah satu wadah untuk menseleksi peserta yang nantinya akan mengikuti event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November 2019 mendatang yang akan dilaksanakan di Kota Bitung sesuai agenda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),” terang Saprudin di ruang kerjannya, Selasa (18/06) kemarin.
Bagi peserta yang ikut Maraton Jumat nanti, agar bisa menunjukan bakat dan skilnya masing-masing.

“Saya harap, calon-calon atlet Maraton kita, bisa mengharumkan nama daerah (Boltim). Lintasan sepanjang 10 km, peserta akan dilepas dari Lapangan Bogani Kotabunan dan finish di Lapangan Ibantong Togid. Pukul 07.00 pagi pelepasan,” kata Dia.

Pihaknya juga telah menyiapkan hadiah berupa trophi dan uang pembinaan, untuk peraih juara 1, 2, dan 3. Sejumlah fasilitas pun akan disediakan Dispora.

“Lami akan siapkan fasilitas seperti kostum dan air mineral untuk 400 peserta. Nanti kami akan meminta pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengawal jalannya kagiatan itu, menjaga jangan sampai ada peserta yang kelelahan saat lomba berlangsung,” ujarnya.

Terformasi, undangan Maraton massal akan disalurkan ke tiap SMK/SMA, SMP/MTS se-Boltim pada Rabu 18 Juni (hari ini). 
(Fidh)



Diskominfo Boltim Bakal Miliki Kantor Baru Tahun Mendatang

Kepala Diskominfo Boltim, Hamdi Egam.


Boltim, detiKawanua.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tengah menyusun perencanaan pembangunan kantor, agar tahun depan (2020, red) sudah memiliki kantor sendiri.
Kepala Diskominfo Boltim Hamdi Egam, mengatakan, sesuai dengan penyampaian Bapak Bupati bahwa pada tahun depan setiap SKPD sudah memiliki kantor sendiri, di antaranya adalah Diskominfo.

“Perencanaannya sudah ada dan siap dijalankan. Rencana tahun depan kita sudah miliki kantor sendiri, yang letaknya tidak jauh dari Kantor Bupati, tepatnya di samping bangunan kantor Badan Keuangan yang baru,” kata Hamdi di ruang kerjanya pada Rabu (19/06).

Lebih lanjut, Dirinya menuturkan, jika sudah menempati kantor sendiri maka sudah bisa dibuat server sendiri.

“Lalau sudah ada kantor, maka kita sudah bisa ada server sendiri. kalau sekarang kita masih menyewa bangunan kantor sehingga untuk pemasangan jaringan terkoneksi internet seperti e-Planing, e-Budgeting, masih terkoneksi di instansi terkait. Jika sudah ada kantor sendiri, kita sudah bisa mengontrol melalui server,” terang Hamdi kepada sejumlah awak media siang tadi.

(Fidh)



Jelang Panen, Petani Berharap Harga Cengkeh Merangkak Naik

Cengkeh yang sedang dijemur.


Boltim, detiKawanua.com – Jelang panen tanaman cengkeh di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), para petani mulai khawatir soal harga turun saat panen raya tiba.
Menurut pengakuan sejumlah petani, saat ini harga cengkeh kering per kilonya sekitar Rp 70 ribu. Namun, para petani ini mulai gelisah karena khawatir pada panen raya nanti apakah harga cengkeh naik atau sebaliknya.
Seperti dtuturkan salah-satu warga Desa Tombolikat Delatan (Tomsel), Musmulyadi Mokodompit, bahwa saat ini harga cengkeh hanya sekira  70-an ribu rupiah perkilo. Jangan-jangan harga ini akan turun saat panen raya nanti. Kemungkinan akhir awal Juli hingga Agustus tahun ini, kita memetik buah cengkeh (panen-red),” ungkapnya, Rabu (19/06).
Harga cengkeh tahun lalu, kata Dia, masih lebih baik dibandingkan dengan harga sekarang hanya Rp 70 ribu rupiah per kilogram.

“Tahun lalu harga cengkeh berkisar 90-an ribu rupiah perkilo, itupun sedikit ada kenaikan harga. Tetapi, tahun ini kemungkinan turun harga, apalagi di musim penghujan seperti saat ini, cengkeh tidak bisa dijemur. Akibatnya bisa rusak dan harganya ikut anjlok,” ujar Chup, sapaan akrabnya kepada media ini.

Dia berharap, harga cengkeh bisa stabil dari harga tahun lalu atau bisa naik hingga Rp 100 ribu untuk petani.

“Saya dan petani cengkeh lainnya berharap agar harga bisa stabil. Besar harapan kita terhadap hasil panen sebab menanam dan memelihara tanaman cengkeh tergolong sangat susah, sehingga mestinya harga harus sebanding dengan hasil panen,” keluhnya, yang turut diiyakan Marwan.

(Fidh)



Dispar Boltim Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Asisten II Setdakab Boltim saat membuka Pelatihan Pemandu Wisata Trekking. 


Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar pelatihan pemandu wisata trekking, tepat di Balai Desa Tutuyan Dua, Kecamatan Tutuyan, Rabu (19/06).
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Assisten II Pemda Boltim Sony Waroka, juga menghadirkan pemateri dari provinsi yakni Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Heron Sumampouw dan Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI) Jefri Rompis.
Terkait kegiatan dimaksud, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Boltim Tierza J. Damopolii mengatakan, pelatihan pemandu wisata trekking dimulai hari ini sampai pada Kamis 21 Juni.

“Pelatihan berlangsung selama 3 hari ke depan. Trek pertama, peserta akan mengunjungi Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan. Selanjutnya akan melakukan trekking ke lokasi-lokasi yang berpotensi wisata yang ada di pegunungan Bukaka,” jelas Tierza saat bersua dengan sejumlah awak media.

Kata dia, pendaftaran dibuka sejak tanggal 15 juni pekan lalu dan batas pendaftaranpun sampai dengan hari ini.

“Pendaftaran dibuka untuk umum, dan sampai siang ini sudah ada 60 peserta yang mendaftar namun baru 27 peserta yang menghadiri pembukaan karena peserta lain yang berasal dari desa Bukaka sudah stand by di lokasi (Bukaka-red),” katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Boltim M. Rizky Lamaluta saat disambangi di ruang kerjanya mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi milenial Boltim di bidang pariwisata.

“Legiatan ini akan mengenalkan alam kepada generasi muda di Kabupaten Boltim,” ucap Rizky.

(Fidh)



Tak Diterima Oleh Pengusaha, Ikan Hasil Tangkapan Terpaksa Dibuang ke Laut

Tahuna, detikawanua.com – Masalah ikan yang dibuang ke laut pasca hasil tangkap masyarakat nelayan akhir-akhir ini menjadi perbincangan sejumlah kalangan.
Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) Tahuna Prof Dr Ir Frans Gruber Ijong angkat bicara terkait pembuangan ikan ke laut oleh nelayan. 
Menurut Ijong, kejadian ini sangat disayangkan bila terulang kembali. Untuk itu dirinya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Dinas tekinis dapat melakukan interfensi lebih, sehingga kekayaan laut Sangihe dapat dikelola secara maksimal dan tidak mubasir.
“Yang perlu kita bangun sekarang adalah infralstrukur dasar, yaitu pabrik es, penyimpangan dan pembekuan untuk ikan yang dikenal dengan cool storage. Yang sebenarnya ini sudah ada dan ini merupakan upaya dari Pemerintah, cuman yang saya lihat itu paksial,” ucap Ijong.
Dia menyarankan, masyarakat harus tahu mengelola ikan, agar ikan itu tetap digunakan.
“Bagi masyarakat dapat mampu menerapkan teknologi, diantara pembuatan ikan asap (fufu) ataupun ikan asin,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Toko Muda asal Sangihe Rony Serang terkait hasil tangkapan masyarakat yang berujung dibuang ke laut. 
Serang menjelaskan, Dinas Kelautan dan Perikanan selaku liding sektor dapat melakukan terobosan dalam menyediakan pasar. Sementara disisi lain masyarakat harus dibekali cara pengawetan.
“Hal ini menjadi PR bagi Dinas Kelautan dan Perikanan agar menaruh perhatian betul. Karena Pemerintah Puasat sudah berkomitmen untuk mengembalikan ini, bagaimana menanggapi hasil tangkapan berlimpah seperti ini, berarti hal yang harus dilakukan menyediakan es, karena masyarakat kewalahan untuk pengawetan,” tandas Serang.
Terpisah Asisten Ekonomi Setda Sangihe Ben Pilat menyatakan, jadi untuk kapasitas Pelabuhan Perikanan di Dagho itu hanya bisa menampung 8 ton saja, dari hasil tangkapan yang diberikan oleh pemasok tetap baik itu ikan mahal maupun ikan murah.
“Memang kami akui yang menjadi kendala terkait hal ini adalah kekurangan es. Padahal, beberapa waktu lalu banyak sarana prasarana yang dibangun. Sekarang kami berharap masyarakat menggunakan industri rumahan,” kata Pilat, Salasa (18/6/2019).
Terkait dengan ikan yang di buang ke laut Dirinya juga ikut prihatin, tetapi dengan terjadinya hal seperti ini, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan khususnya. Bahwa mencari es bila kembali dari laut maka ini adalah prosedur yang salah.
“Karena dalam kualitas menjaga mutu ikan, sebelum pergi melaut es batu harus disiapkan, dikarenakan penanganan hasil tangkapan diatas kapal sangat menentukan terjaganya mutu ikan” beber Pilat.
Memang kemarin di Dagho ada beberapa ikan yang dibuang ke laut. Sebenarnya ini jangan dibuang, ada juga beberapa nelayan seperti di Ngalipaeng yang jatahnya 2 ton perhari dan melebihi jatah, hasil tangkapan tersebut diberikan kepada masyarakat disana. 
“Jadi ada oknum yang menjual dan ditolak itu karena dia bukan pemasok tetap, dia menjual di Tahuna dan balik lagi ke Dagho. Sementara penangnaan pasca tangkap ini keliru,” jelasnya.
“Dan sayangnya mereka tidak memberikan kepada masyarakat Dago dan selitarnya entah dijual murah ataupun diberikan cuma-cuma, tetapi mereka lebih memilih untuk dibuang,” sambung dia.
Yang dia harapakan, dengan segala keterbatasan sarana prasarana infrakstruktur khususnya pabrik es, dia harapkan masyarakat juga perlu mengetahuinya.
“Sedangkan untuk Alat Beku Sementara (ABS) ini kami sedang berupaya apakah lewat Pemerintah Daerah, Pusat maupun imfestor, dan bagaimana meningkatkan kapasitas dari ABS tersebut,” kuncinya. (js)



Pemkab Evaluasi Penggunaan Dandes Empat Kecamatan Selesai Monev

Wabup Boltim saat memimpin Monev.

Boltim, detiKawanua.com – Pemkab Boltim mulai melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap satu 2019 di tujuh kecamatan, sekaligus penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Perubahan 2019. 
Monev yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup), Rusdi Gumalangit didampingi, Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Assagaf bersama sejumlah instansi terkait ini, berlangsung sejak sejak Selasa 18 Juni hingga Kamis 11 Juli nanti.

Sekda Muhammad Assegaf mengatakan, Monev Dandes dan ADD bertujuan mengukur sejauh mana capaian program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah desa.

“Yang akan dievaluasi penggunaan DD dan ADD tahun 2017, 2018, dan 2019 tahap 1, serta penyusunan APBDes Perubahan 2019,” terangnya.

Selain itu, tim mengevaluasi penggunaan dana oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“BUMDes juga dievaluasi karena beberapa desa sudah mendapat dana cukup besar,” katanya.

Sebelumnya, Wabup Rusdi Gumalangit menuturkan, Monev sangat penting guna mengontrol penggunaan anggaran oleh pemerintah desa.

“Pemerintah daerah berharap penggunaan Dandes oleh pemerintah desa tepat sasaran,” harap Wabup.

Diketahui, Monev sudah dilaksanakan di empat kecamatan masing-masing, Kecamatan Modayag, Modayag Barat, Mooat, dan Nuangan.
(Fidh)