Empat Impian Gubernur Olly Untuk Sulut Terjawab, Presiden Jokowi Bakal Datang Lagi



Manado, detiKawanua.com – Berada selama dua hari (tanggal 4-5 Juli baru-baru ini) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah menteri meninjau langsung beberapa titik lokasi rencana pembangunan dan pengembangan proyek program prioritas nasional yang menjadi wujud perhatian khusus dan fokus Presiden untuk Bumi Nyiur Melambai dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK).

Sisi lainnya dari kunjungan kerja itu ternyata, proyek program prioritas nasional yang berjumlah empat item yakni, 1. Perluasan Landasan Pacu Bandara Sam Ratulangi (Kota Manado), 2. Pembangunan KEK Pariwisata di Likupang (kabupaten Minut) dan Bunaken(Kota Manado)
3. Pengadaan Jembatan Selat Lembe (Kota Bitung) dan ke-4, kebutuhan listrik dan air di Kecamatan Bunaken (Kota Manado) itu merupakan usulan impian dari Gubernur Olly dan dipenuhi sepenuhnya oleh Presiden Jokowi.
“Saya akan perintahkan kementrian terkait agar proyek usulan Gubernur Sulut mulai dieksekusi dan harus terwujud pada tahun depan (2020),” ujar Presiden usai meninjau sejumlah lokasi di Manado, Minahasa Utara dan Bitung.
Sementara itu gubernur pun mengatakan akan memantau terus apa yang menjadi implementasi perintah dari presiden soal pembangunan di Sulut.
“Sehingga nantinya tahun 2020 itu tuntas juga pak Jokowi bisa kembali datang melihat dan dirasakan manfaatnya untuk seluruh kalangan masyarakat Sulut,”kata Olly sembari menambahkan persetujuan presiden atas pembangunan infrastruktur dimaksud merupakan bukti harmonisasi dan sinergitas yang dibangun (dirinya gubernur) bersama presiden dan para menteri kabinet kerja selama ini.
(Ijo/Atp)



KADIN Minsel kembali ” Bergairah ” , ROYKE SONDAKH : Maju Bersama Rakyat Sejaktera

MINSEL,  DETIKAWANUA. COM – Setelah terpilih sebagai Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan ( Ormas) Pemuda Pancasila Kabupaten Minahasa Selatan ( MINSEL)  kembali figur yang kuat dalam pencalonan Bupati Minsel ini terbilang kebanjiran tawaran dan simpati. Pasalnya pekan lalu Jumat 05/07/2019 Anggota Kamar dagang dan industri ( KADIN ) Minsel secara Aklamasi memilih Ketua KADIN yang baru yaitu ROYKE SONDAKH.

Acara yang di gagas oleh Anggota Kadin Minsel yang sekaligus Ketua Satker Roy Sondakh ini secara demokratis memilih figur yang satu suara dianggap layak dan tepat memimPin Kadin Minsel.

Dengan tema : Meningkatkan kinerja dan mendorong pembangunan di sektor perekonomian yang berdaya saing sehat berhasil dilakukan

Acara bergengsi yang melibatkan unsur pimpinan Kadin Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) ini Akhirnya berhasil membawah Figur Royke Sondakh menjadi Ketua Kadin Minsel periode 2019 – 2024 secara sah dan Demokratis  dipilih oleh 30 lebih Perusahaan sesuai Badan Hukum terdaftar yang hadir di ruang Muskab Kadin Minsel

Hengky yang akrab disingkat HAK menuturkan harapan bagi Kadin yang baru agar lebih bergairah menggerakan roda ekonomi Minsel mengingat potensi yang luar biasa baik darat,  laut maupun udara.

Kepimpinan Kadin Minsel yang baru ditandai dengan penandatanganan berita acara pengesahan pemilihan dan penyerahan Pataka Kadin ke ketua Royke Sondakh dan secara sah Kadin Minsel kembali bergairah dalam upaya bersama pemerintah menggerakan roda ekonomi mikro daerah lewat infrastruktur dan lainnya

Disela acara makan bersama kepada media ini Royke menegaskan Kadin Minsel harus punya motto : Maju Bersama Rakyat sejaktera, ucap Royke Singkat.

Acara dihadiri oleh Ketua Kadin Sulut Hengky.A Gerungan dan beberapa wakil ketua antara lain Denny Pesik , wakapolres Minsel Kompol. Revly Tampanguma dan perwakilan Kejaksaan Negri Amurang
( Vandytrisno)




Libas Persiba Balikpapan 2-0, Gubernur Olly Akui Kehebatan Tim Sulut United


Manado, detiKawanua.com – Tampil memukau dan energik, tim tuan rumah asuhan Herry Kiswanto yakni BFC Sulut United pada Minggu (07/07) sore tadi di Lapangan Stadion Klabat Manado, tumbangkan tim Persiba Balikpapan 2-0, yang tercipta melalui kaki Sahar Tehupelasury (pada menit ke 16 babak pertama) dan Martinus Noviantho Ardi (tendangan pinalti menit ke 51 babak kedua) yang menembus jaring tim Persiba Balikpapan yang dikawal kiper Ferdiansyah.
Sebelumnya pantauan wartawan, satu persatu serangan dari tim asuhan Salahudin (tim Persiba Balikpapan) mampu dihalau para pemain Tim Sulut United hingga diakhir pertandingan skor tetap 2-0.
DITONTON LANGSUNG GUBERNUR OLLY, SULUT UNITED TUAI APRESIASI
Adapun Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang juga menyaksikan langsung laga kedua tim Liga 2 Indonesia Baru (LIB) itu pun terlihat begitu senang yang diusai pertandingan ketika diwawancarai wartawan pun mengungkapkan bahwa permainan dari Tim Sulut United kali ini benar-benar luar biasa.
“Kemenangan ini bukan kemujuran lagi tapi Sulut United benar-benar luar biasa cukup fantastis dari babak pertama hingga babak terakhir Sulut United semakin solid menguasai laga pertandingan sehingga kini sudah (menambah) membuahkan hasil tiga poin. Dan ini akan semakin melaju ke putaran selanjutnya pada Liga II tahun ini,” ucap gubernur sembari merasa optimis akan meraih kemenangan pada pertandingan kandang selanjutnya serta dapat lolos nanti menuju Liga I.

TANGGAPAN KEDUA PELATIH TIM
Sementara itu, Pelatih Sulut United Herry Kiswanto mengaku gembira dengan kemenangan timnya.
“Saya sangat respek dengan daya juang anak-anak. Namun kita tidak boleh terlena dengan 2 laga kemenangan dikandang dan akan lebih berbenah dan fokus pada pertandingan selanjutnya,” terang Herry.
Adapun melalui Pelatih tim Persiba Balikpapan Salahhudin pun mengakui anak asuhan sudah bermain cukup baik. Namun, terjadi miskomunikasi dilini belakang berakibat terjadinya bagi tim tuan Sulut United.
“Untuk kedepan akan menjadi bahan evaluasi bagi tim. Secara keseluruhan tim kami sudah bermain cukup baik, namun terjadi miskomunikasi dilini belakang berakibat terjadinya bagi tim tuan  Sulut United,” tandas Salahudin.
Diketahui Sulut United sudah mengumpulkan 7 poin dari 4 kali bermain.
(Ijo/tim)



Rayakan dengan Sederhana, Nikmat Sukacita HUT ke-85 KGPM IMANUEL Wuwuk

MINSEL,  DETIKAWANUA. COM – Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun KGPM Sidang IMANUEL Wuwuk Raya yang ke – 85 (7 Juli 1934 – 7 Juli 2019 ) berlangsung sederhana namun hikmat , Minggu ( 07/07/2019 )

Ibadah yang dipimpin oleh Ketua Majelis Gembala KGPM,Gbl Tedius Kwemba Batasina,STh mengambil bacaan Firman 1 Tawarikh 29 : 10 – 19 yang mengajak umat untuk hidup dalam Penyembahan dan Persembahan..

“Tetap menyembah Tuhan karena Dialah yang menjaga kita dan mempersembahkan hidupNYA untuk kita karna bagi Dialah kebesaran,kejayaan,kehormatan,kemasyuran dan keagungan bagi Dialah kemulian sampai selama-lamanya. Ajak Batasina dalam Khotbanya.

Ibadah syukur dilanjutkan dengan acara pemasangan lilin angka 85 tahun yang dipandu langsung oleh Gbl Patricia Batasina Ratu,STh..turut hadir pada pemasangan lilin adalah ketua BPS Pnt Hans Rompas,SPd dan ketua PMS Gbl Selvi Agouw,MTh didampingi Pimpinan Komisi dan para Penatua Diaken kepel 1 – 14..Turut dihadiri unsur pemerintah desa Wuwuk dan desa Wuwuk barat,para undangan serta Jemaat KGPM IMANUEL Wuwuk Raya

Harapan di usia yang baru semakin memupuk persatuan dan kebersamaan antar jemaat,saling mendoakan dan semakin giat melakukan pekerjaan Tuhan terlebih juga menghadapi Sidang Raya ke 34 tahun 2020 dimana KGPM IMANUEL Wuwuk Raya menjadi Tuan dan Nyonya rumah,ujar Pnt Hans Rompas,SPd di dampingi para Majelis Gereja
( Vandytrisno )




Gaghana Terima Manggala Karya Kencana di Harganas ke XXVI

Tahuna, detikawanua.com – Program Keluarga Berencana yang sudah terbilang berhasil dilaksanakan pemerintah kabupaten kepulauan sangihe akhirnya mendapat nilai positif dari pemerintah pusat. Penghargaan Manggala Karya kencana yang diterima langsung oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME yang diserahkan oleh Menteri koordinator Pembangunan manusia dan kebudayaan Puan Maharani di Banjarmasin Sabtu (6/7) pekan lalu menjadi satu bukti bahwa program BKKBN terbilang sukses di Bumi Tampungang Lawo.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dr Oktavianus Papodi saat ditemui harian ini di lokasi penyerahan mengatakan penghargaan ini juga diterima oleh 17 Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia dan untuk Sulawesi Utata diterima oleh Gubernur Olly Dondokambey bersama Bupati Jabes Ezar Gaghana karena dinilai sukses mendorong pembangunan bidang BKKBN di wilayahnya masing-masing. Seperti pembentukan kampung KB dan grand design pembangunan kependudukan,termasuk dukungan terhadap program GenRe dan peningkatan SDM para kader.
“Ada penilaian tersendiri terhadap Provinsi Sulut dan Sangihe atas raihan penghargaan ini,oleh karena sukses dalam melaksanakan program BKKBN di wilayah pemerintahannya,” ucap Papodi.
Ditempat yang sama Bupati Jabes Ezar Gaghana setelah menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Puan Maharani mengatakan untuk menerima penghargaan ini harus melewati seleksi ketat,setidaknya ada tiga penilaian terakhir yang dilakukan oleh sekretariat militer presiden RI,Biro tanda jasa dan kehormatan yang sengaja melakukan presentasi ke kepala daerah penerima.
“Penghargaan ini milik semua masyarakat sangihe yang telah berperan aktif dalam mensukseskan program pemerintah pusat tentang BKKBN,oleh karenanya apapun prestasi yang telah kita raih harus dipertahankan. Mari kita terus berkarya dan bekerja membawa sangihe menuju perubahan,” pungkasnya. (js)



Mobuya FC Juara di Final Palelon Cup 2019, Royke Berharap Bola Kaki Dapat Gali Potensi Generasi Muda



Minsel, detiKawanua.com – Bertanding di Lapangan Maesa Palelon – Modoinding Minahasa Selatan pada Minggu (07/07) sore, kedua tim terbaik yang lolos ke babak final Palelon Cup 2019 yakni, Mobuya FC Bolmong Vs PSTM FC Tompaso, saling aduh strategi kekuatan dalam menyerang yang pada akhirnya pertandingan tersebut dimenangkan tim Mobuya FC dengan skor akhir 4-1.

Walaupun dibabak pertama Mobuya yang sempat tertinggal 1-0 lewat goal ‘bunuh diri’ dari Fernando pongayow, namun tim Bolmong tersebut tak patah semangat sehingga mampu menyamakan angka menjadi 1-1 pada menit ke 20 melalui tendangan Hopni Hontong yang kemudian bertambah lagi dua gol dari kaki penyerang Mobuya, Arnoldi Poli sehingga pada babak pertama berakhir dengan skor 3-1.

Adapun masuk babak kedua, tim PSTM Tompaso mencoba merubah strategi permainan sekaligus melakukan pergantian pemain, namun sayangnya ‘dewi fortuna’ belum berpihak pada tim tersebut yang pada sebaliknya Mobuya FC mampu menambah satu gol dari Hopni Lontong yang sehingga peluit akhir pertandingan wasit Billy Komaling ditiupkan, skor kemenangan 4-0 untuk tim Mobuya FC.

Sementara itu melalui Kuntua Palelon, Royke Pinasang yang selaku pemerintah desa mengapresiasikan jalanya pertandingan babak final tersebut dengan aman dan tertib serta menjunjung tinggi sportifitas.

“Terima kasih kepada seluruh tim sepak bola yang mengikuti pertandingan Palelon Cup 2019 ini. Semoga ajang ini bisa menjadi saling mempererat kebersamaan antar klub bola. Selaku pemerintah desa saya juga memberikan apresiasi kepada para panitia pelaksana yang sudah bekerja keras hingga terlaksananya kejuaraan Palelon Cup 2019. Semoga dengan kegiatan ini juga dapat menggali potensi bagi generasi muda nantinya,” terang Royke yang saat itu didampingi Ketua Panitia Palelon Cup 2019, Tonny Luntungan, S.IP.

(Ijo)




Libatkan Elemen masyarakat Situasi Kamtibmas Kondusif, ini 6 Program unggulan Polres Minsel

Situasi kamtibmas kondusif, Ini Enam (6 ) program unggulan Polres Minsel

Humas Polres Minsel

MINSEL,  detiKawanua.com – Situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) serta Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) selang tahun 2018 hingga akhir semester satu tahun 2019 menunjukan kondusifitas yang positif ditandai dengan menurunnya angka kriminalitas maupun lakalantas.

Hal tersebut tidak lepas dari upaya jajaran Polres Minsel dalam mengoptimalkan kegiatan pembinaan dan pemeliharaan kamtibmas (Harkamtibmas) dengan melibatkan semua unsur elemen masyarakat, Pemerintah dan tokoh agama.

Optimalisasi kegiatan Harkamtibmas ini dilakukan dengan membuat inovasi kreatif dalam bentuk program unggulan yang saat ini telah familiar di tengah-tengah masyarakat.

Program unggulan yang dibuat oleh jajaran Polres Minsel yaitu P2S (Polisi Peduli Sesama), Polisida (Polisi peduli generasi muda), Jumling (Jumat Keliling), Midah (Minggu Ibadah), Sanjung (Sabtu berkunjung) dan Prima Minstra (Pendekatan Religius Idaman Masyarakat Aman Minsel-Mitra).

“P2S atau Polisi peduli sesama, kami lakukan dengan memberikan bantuan dalam bentuk santunan berupa barang maupun uang kepada warga kurang mampu, ibu janda dan anak yatim piatu. Polisida dilakukan dengan menjadi Pembina upacara di sekolah-sekolah memberikan sosialisasi hukum kepada para pelajar serta materi pelajaran moral dan etika,” terang Kapolres Minsel AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (06/07/2019).

Lanjut Kapolres, untuk Jumling dilakukan personel yang beragama Islam memberikan ceramah kamtibmas di Masjid-masjid pada kesempatan Sholat Jumat. Sedangkan Midah dilakukan personel yang beragama Kristen dan Katolik, menyampaikan pesan kamtibmas pada kesempatan ibadah Minggu di Gereja.

“Kalau Sanjung itu dilakukan tiap hari Sabtu, dimana personel melakukan kegiatan sambaing atau kunjungan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat untuk berdiskusi terkait dinamika situasi kamtibmas yang ada,” tambah Kapolres.

Untuk program Prima Minstra merupakan upaya penyelesaian permasalahan atau perkara melalui pendekatan religi. “Para pelaku tindak pidana ringan; misal keributan, mabuk, kami bawa ke rumah ibadah, seperti Masjid dan Gereja untuk didoakan dan membuat pernyataan di depan jemaat, tidak akan mengulangi perbuataannya,” ujar Kapolres.

Selain itu, Polres Minsel juga memiliki aplikasi online berbasis Android yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. “Namanya Smart Minstra, kepanjangan dari System Management Automatic Reaction and Traffic. Melalui aplikasi online ini, masyarakat dapat memberikan informasi atau laporan secara aktual kepada kami pihak kepolisian yang langsung akan direspon cepat oleh personel piket pelayanan. Informasi yang dapat disampaikan misalnya kejadian kriminalitas, lakalantas, ataupun kejadian kontijensi melalui fitur laporan online dan Panic Button,” jelas Kapolres.

Keseluruhan program unggulan yang sudah dibuat oleh jajaran Polres Minsel ini dipersembahkan untuk masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas khususnya di wilayah hukum Polres Minsel.
( Vandytrisno)




Gubernur Olly Diwakili Asisten III Letakan Batu Pertama Masjid As-Shalihin Dendal


Manado, detiKawanua.com  – Pembangunan Masjid As-Shalihin Dendengan Dalam Lingkungan 2 Kampung Merdeka Kecamatan Paal Dua ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi Sulut Praseno Hadi, Sabtu (06/07).
Dalam sambutannya, gubernur melalui ass III memberikan selamat atas peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Ash-Shalihin Kelurahan Dendengan Dalam, dan juga berharap kebersamaan dan tekat Jamaah dapat membantu mempercepat setiap tahapan pembangunan sehingga dapat berjalan dengan baik karena pembangunan Masjid ini dilakukan guna kepentingan Masyarakat yang ada di Kelurahan Dendengan Dalam terlebih khusus Jamaah Masjid Ash-Shalihin. 
Tak lupa pula gubernur mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa hidup berdamai dengan Tuhan, Berdamai dengan Sesama, berdamai dengan diri sendiri serta berdamai dengan lingkungan sekitar dalam bingkai semangat dan kesadaran bahwa Torang Samua Ciptaan Tuhan.
“Supaya Provinsi Sulawesi Utara melalui Masyarakatnya dapat Mewujudkan Sulawsi Utara Berdikari dalam Ekonomi Berdaulat dalam politik dan Berkepribadian dalam Budaya,” katanya.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid As – Shalihin, Raden Suratman memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi karena telah mengsuport pembangunan masjid sehingga pelaksanaan peletakan batu pertama dapat berjalan. Ia juga berharap dukungan penuh dari seluruh jamaah masjid sehingga apa yang menjadi target dapat tercapai.
“Ini fasilitas kita bersama, ini milik kita bersama, jangan ada sekat diantara kita. Mari kita bergandengan tangan untuk membangun masjid yang sama – sama kita miliki,” katanya. Sembari mengatakan jika kita ingin berjalan cepat maka berjalanlah sendiri tapi jika kita akan berjalan jauh maka berjalanlah bersama.  Seperti pembangunan masjid yang memerlukan waktu panjang dalam proses pembangunan, sehingga perlu bersama – sama membangunnya.
Usai itu dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur yang diwakili oleh Asisten III, kemudian Kanwil Agama Provinsi Sulut, Kanwil Pegadaian Wilayah V Sulut dan Imam Masjid As-Shalihin Kampung Merdeka. (tim)



BKKBN RI Anugerahi Manggala Karya Kencana ke Gubernur Olly dan Ibu Rita Atas Komitmen, Dukungan Program Kependudukan


Banjarmasin, detiKawanua.com – Gubernur Olly Dondokambey bersama sang istri tercinta Ketua TP PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menerima penghargaan tertinggi dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yakni Manggala Karya Kencana.
Penghargaan itu diterima pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke XXVI Tahun 2019 di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (5/7) tadi malam.
Gubernur Olly meraih Manggala Karya Kencana untuk kategori Gubernur. Adapun Ibu Rita menerima penghargaan yang sama dalam kategori Ketua TP PKK Provinsi.
Selain Gubernur Olly, penghargaan ini diberikan kepada 92 kepala daerah se-Indonesia atas prestasi, komitmen, dukungan dan dharma bakti dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan di daerahnya.
Olly dinilai sebagai kepala daerah yang berdedikasi tinggi atau sangat peduli dan berperan dalam pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam Pembangunan Keluarga Sejahtera (KKBPK) di Sulut.
(Ijo/tim)



Apresiasi Wujud Nyata Pemerintahan OD-SK, Presiden Jokowi Suport Kemajuan Serta Kesejahteraan Sulut Melalui Sejumlah Program Nasional

Sulut, detiKawanua.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey,SE, Ketua TP-PKK Sulut, Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut, Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, bersama Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI. Tiopan Aritonang, Kapolda Sulut IrjenPol. R Sigid Tri Hardjanto dan Danrem 131/Santaiago Brigjen TNI. Robert Giri beserta jajaran Forkopimda Sulut, Pejabat TNI Polri dan jajarannya, menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 11:00 Wita.
Maksud kedatangan atau kunjungan kerja dari Presiden Jokowi kali ini antara lain untuk meninjau KEK Likupang, Menyerahkan Sertifikat Tanah, Meninjau Pelabuhan Manado, Meninjau KEK Bitung.
RENCANA PENGEMBANGAN/PEMBANGUNAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI
Usai menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Jakarta, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung meninjau lokasi yang direncanakan sebagai tempat perluasan bandara tersebut.
Di lokasi itu, Kepala Negara mendapatkan penjelasan dan pemaparan data mengenai proyek perluasan bandara oleh Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose.
“Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (turis) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” ujar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas peninjauan pada Kamis, 4 Juli 2019.
Masuknya wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan memang meningkat dan mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.
“Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.
Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.
Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi tujuan utama Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara hari ini.
“Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.
Sejumlah jajaran terkait juga turut serta bersama dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tuntas pengembangan pariwisata di provinsi yang dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia. 
Diantaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.
“Semua kementerian ikut, Angkasa Pura ikut, Gubernur ikut, nanti Bupati dan Wali Kota juga ikut bersama-sama. Ini kalau enggak diintegrasikan enggak akan selesai-selesai padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” tuturnya.
Apabila terlaksana, Presiden Joko Widodo berharap agar perluasan Bandara Sam Ratulangi tersebut dapat semakin meningkatkan industri pariwisata Sulawesi Utara dan memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan layanan transportasi udara yang lebih baik.
Masih dihari yang sama, Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey langsung meninjau rencana pengembangan kawasan pariwisata yang terletak di KEK Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.
Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah memerlukan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.
“Kita ini turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan semakin banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat. Harus sambung semua,” ujar Jokowi.
PRESIDEN JOKO WIDODO KUNJUNGI LOKASI KEK TANJUNG PULISAN-LIKUPANG MINUT
Dalam hal pengajuan wilayah untuk KEK Tanjung Pulisan yang hari ini disambangi Presiden misalnya, banyak persoalan dan pengambilan kebijakan yang membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak untuk dapat segera diselesaikan. Maka itu, dalam kunjungannya kali ini, Presiden hendak memastikan bahwa semua kendala yang ada dapat segera teratasi.
“Ini mau kita selesaikan biar investasi itu langsung datang. Kalau enggak rampung-rampung, payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai,” tuturnya.
Pemerintah pusat sendiri memberikan dukungan penuh dan investasi berupa pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulawesi Utara. Beberapa di antaranya ialah perluasan terminal bandara Sam Ratulangi di Manado, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol yang akan memudahkan wisatawan menuju lokasi.
Presiden juga mengingatkan, seiring dengan peningkatan wisatawan yang datang ke Sulawesi Utara dan KEK Tanjung Pulisan nantinya, maka provinsi tersebut memerlukan ketersediaan sarana akomodasi yang mampu menampung arus wisatawan yang bertambah.
“Di Sulawesi Utara butuh tambahan hotel banyak sekali. Yang menyampaikan itu maskapai dan biro perjalanan. Banyak sekali yang ingin datang ke sini. Tapi di sini ada yang sudah siap, ada yang belum siap. Ini pemerintah pusat ingin membackup hal-hal yang belum siap tadi,” ucap Jokowi.
Di sisi lain, untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pihaknya memerlukan partisipasi dari masyarakat. Masyarakat disebutnya memainkan peranan penting dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan sehingga para pendatang merasa nyaman untuk berwisata di tempat itu.
“Yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan misalnya hal-hal yang kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar,” ujar Presiden.
Dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, untuk merencanakan atraksi wisata yang rutin sehingga Sulawesi Utara memiliki agenda wisata yang terjadwal dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata membuat annual event yang pasti. Jadi orang ke sini itu ada terus yang ditonton. Minimal setiap minggu itu harus ada. Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya entah di Manado atau KEK-nya,” tandasnya.
PRESIDEN SERAHKAN LANGSUNG 2.000 SERTIFIKAT TANAH KEPADA MASYARAKAT SULUT
Usai meninjau KEK Likupang, Jokowi dan Gubernur Olly beserta jajaran kabinet membagikan sertifikat tanah untuk ribuan masyarakat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado. Pada kegiatan kali itu, Jokowi telah secara simbolis membagikan 2.000 sertifikat kepada masyarakat Sulawesi Utara.
Di hadapan masyarakat, Jokowi juga memuji kebijakan Gubernur Olly yang membebaskan seluruh biaya administrasi pengurusan sertifikat tanah bagi masyarakat Sulut.
“Bapak dan ibu di Sulawesi Utara beruntung punya Pak Olly. Karena biaya administrasi sertifikat sudah ditanggung pemerintah daerah,” kata Jokowi.
Lanjut Jokowi, program sertifikat tanah itu penting dan memiliki manfaat besar sebagai tanda bukti sah hak atas tanah.
“Simpan bak-baik sertifikat tanahnya. Difotokopi, diberi plastik, disimpan di tempat yang aman jarena sertifikat tanah ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” beber Jokowi.
Jokowi memberikan gambaran zaman dulu hanya 500 ribu bidang tanah yang bisa disertifikat dalam setahun. Artinya, seorang masyarakat perlu waktu kira-kira 160 tahun agar tanahnya bisa disertifikat.
“Siapa yang mau menunggu 160 tahun? Ayo maju sini, saya kasih sepeda gratis,” kata Jokowi.
Jokowi juga meminta kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan sertifikat.
“Tidak masalah sertifikatnya disekolahkan tapi harus bijak, harus dipakai untuk modalnya untuk usaha, kerja atau investasi. Jangan untuk konsumtif,” kunci Jokowi.
ROMBONGAN PRESIDEN SEMPATKAN DIRI MELIHAT JENDELA INDONESIA SERTA KULINER MANADO
Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.
Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.
Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.
“Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.
Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado.
“Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.
Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.
“Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya.
Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi utara.
“Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan,” ucapnya.
“Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan,” Presiden menambahkan.
PRESIDEN JOKOWI BERSAMA ROMBONGAN MENGUNJUNGI LOKASI WISATA TAMAN LAUT BUNAKEN SERTA BERINTERAKSI DENGAN MASYARAKAT SEKITAR
Adapun pada hari kedua, Jumat (5/7/2019) pagi, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Jajaran Kabinet serta Gubernur Olly Dondokambey,SE meninjau destinasi wisata yang ada di provinsi tersebut. 
Keduanya menyambangi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati.
“Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden Jokowi saat berada di Dermaga Bunaken.
Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7.
Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menuju laut lepas dan menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan di tempat dengan biodiversitas tertinggi di dunia. 
Terkesima dengan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. 
Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. 
“Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujarnya.
Sadar akan potensi besar tersebut, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang. 
“Ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Kepala Negara.
Kawasan wisata tersebut memang menjadi salah satu magnet pariwisata Provinsi Sulawesi Utara. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing. 
Terkait hal itu, Presiden menegaskan bahwa pihaknya berkejaran dengan waktu dan permintaan yang semakin meningkat dari para wisatawan.
Maka itu, pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.
“Kita ke lapangan ingin mengejar itu. Kalau biasa-biasa saja kita mungkin enggak (upaya), tapi ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk dan kita harus menyiapkan,” tuturnya.
Menurutnya, pembenahan dan pengembangan serupa juga akan dilakukan di destinasi wisata yang ada di provinsi lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. 
Dalam beberapa waktu mendatang, Presiden berencana untuk mulai turun ke destinasi lain, salah satunya Labuan Bajo yang ada di NTT, untuk turut memberikan dukungan bagi pemerintah setempat dalam mengembangkan potensi pariwisata yang berdampak pada perekonomian daerah. 
“Artinya, anggaran yang kita gunakan ini harus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat. Kita mulai ke sana. Jadi infrastruktur itu betul-betul memberikan dampak terhadap investasi dan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.
PRESIDEN JOKOWI MELIHAT LANGSUNG KONDISI PELABUHAN BITUNG SERTA JEMBATAN YANG MENGHUBUNGKAN ANTARA KOTA BITUNG DAN PULAU LEMBEH
Selanjutnya, rombongan Presiden Jokowi pun usai dari Bunaken langsung melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bitung.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi kembali memuji upaya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membangun konektifitas melalui jembatan yang akan menghubungkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh yang bakal segera terwujud. 
“Pemerintah pusat berjanji mendukung penuh pembangunan jembatan Lembeh. Tahun depan jembatannya dimulai dari sini ke Lembeh, nanti pariwisatanya hidup, industrinya hidup di kawasan yang berbeda,” ucap Jokowi sambil didampingi Gubernur Olly.
Meski jembatan berdiri, menurut Presiden, industri pelayaran juga tidak serta merta gulung tikar.
“Nanti otomatis datang kalau turisnya banyak, tidak hanya di sekitar Manado ataupun di Bunaken tapi ini juga salah satu alternatif yang bisa dilihat bagus loh, bawah airnya juga cantik jadi industri ya dialihkan, kan ada yang lain, di sini bukan hanya urusan ke Lembeh saja, ke Ternate, Tobelo,” tutur Presiden.
Disamping itu, Jokowi juga mengungkapkan perbaikan Pelabuhan Bitung untuk mendorong volume ekspor-impor melalui pelabuhan tersebut.
“Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” kata Presiden Jokowi.
Pelabuhan Bitung sendiri adalah pelabuhan internasional yang ditargetkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dinyatakan sebagai salah satu prioritas pembangunan pemerintah.
Di samping itu, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).
“Ini sekali lagi kita tetap melihat fasilitas-fasilitas yang mendukung KEK, begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap, maka KEK-nya berjalan,” kata Presiden.
Saat ini Pelabuhan Bitung sedang dalam masa perbaikan dan ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2019.
“Kami ingin melihat semuanya, misalnya pelabuhan ini akan dimulai perbaikan pada bulan Oktober sehingga bisa untuk pelabuhan rakyat dan pelabuhan yang ada sekarang. Sudah tadi saya sampaikan, Pak Walikota, Pak Gubernur juga, lahan disiapkan dari pemda, kemudian ada yang bangun dari Kementerian Perhubungan. Setahun lah rampung,” kata Presiden Jokowi.
AKHIRI KUNJUNGAN KERJA DI SULUT, PRESIDEN TINJAU LOKASI PEMBANGUNAN JALAN TOL MANADO-BITUNG.
Usai meninjau Pelabuhannya Bitung, Presiden Jokowi melihat perkembangan pembangunan jalan tol Manado-Bitung.
Kepala Negara memastikan bahwa pembangunan jalan tol yang sempat terkendala persoalan pembebasan lahan itu akan terus berjalan dan segera diselesaikan.
“Jadi tol Manado-Bitung lapangannya masih kurang 13 kilometer yang belum pembebasan (lahan), tapi proses berjalan,” ujarnya di lokasi peninjauan.
Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut ditargetkan untuk diselesaikan pada awal tahun depan. Kendala yang ada di lapangan juga disebutnya dapat segera teratasi.
“Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret-April. Insyaallah,” ucapnya.
Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.
“Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.
Peninjauan tersebut dilakukan Presiden dan rombongan dalam perjalanannya menuju KEK Bitung. Sebelum meninjau tol itu, Kepala Negara juga sempat meninjau pengembangan pelabuhan Manado yang direncanakan akan dikembangkan di sekitar area tersebut kawasan baru berupa wisata kuliner.
Selain itu, Presiden juga merespons permintaan warga Bunaken tentang permasalahan air bersih. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengerjakan proyek penyediaan air bersih.
“Tahun ini dimulai yang di Bunaken. Air bersih akan dikerjakan Menteri PU,” ujar Presiden.
Kehadiran Presiden Jokowi ke-enam kalinya di Sulut ternyata membawa banyak dampak positif diberbagai sektor, terutama disektor pariwisata. Hal ini bisa dilihat saat Presiden Joko Widodo memuji kejelian Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam membangun sektor pariwisata Sulut.
“Ekonomi di sini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” kata Jokowi.
Untuk itu, Jokowi berjanji akan mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata demi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Sulut.
“Kita ingin mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara. Tadi saya sudah ke tempat wisata di Likupang Minahasa Utara,” beber Jokowi.

Jokowi mengaku telah mendengar setiap usulan dari Gubernur Olly terkait pembangunan infrastruktur pariwisata yang dikerjakan di Sulut diantaranya perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Jalan sempit nanti dibesarin, terminal bandara di perbesar. Saat ini baru menampung 2 juta penumpang per tahun. Nanti setelah diperbesar agustus 2020 bisa menampung 6 juta penumpang,” ucap Jokowi.
“Selain terminal, landasan pacunya juga diperpanjang supaya pesawat berbadan lebar bisa mendarat,” sambung Presiden.
Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian Jokowi atas pembangunan sektor pariwisata Sulut.
“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terimakasih kepada Jokowi yang sudah berkali-kali mengunjungi Sulut,” kata Olly.
Olly berjanji akan selalu mendukung kepemimpinan Jokowi demi Sulut yang lebih hebat ke depan.

“Atas semua ini kami akan mendukung terus kepemimpinan Bapak Presiden selama lima tahun ke depan,” ucap Olly.

Diketahui, baru-baru ini Kementerian Pariwisata RI bahkan menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600% dalam empat tahun terakhir.
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.
Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen
Selain itu, Sulut tahun ini memiliki 3 event pariwisata unggulan berkelas internasional yang masuk dalam 100 Wonderful Event 2019.
Ketiga event tersebut yaitu Festival Bunaken 26-29 Juli 2019, Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2019, dan Tomohon International Flower Festival 17-12 Agustus 2019 yang dimasukkan kedalam 100 Wonderful of Event 2019. 

Adapun kunjungan Presiden Jokowi ke Sulut kali ini ikut didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Johan Budi.

(ADVETORIAL BIRO PROTOKOL dan HUMAS SETDAPROV SULUT)