Dua Hari Ini Berturut-Turut Gubernur Olly Diundang Presiden Ikuti Ratas, Kali Ini Soal PLTSa

Jakarta, detiKawanua.com –  Untuk kedua kalinya, Gubernur Sulawesi Sulut Olly Dondokambey menghadiri rapat terbatas (Ratas) yang kali ini membahas tentang perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Ratas tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Kemaritiman Luhur B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri PUPR Basuki Budimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menristekdikti M. Nasir, Menteri ESDM Archandra Thahar, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Dirut PLN Djoko Abumanan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Walikota Tangeran Arief Wimansyah, Walikota Tangsel Airin Rachmi, dan Walikota Palembang Harnojoyo.
Salah satu masalahnya karena perbedaan harga pembelian listrik dari PLN. Jokowi menekankan supaya PLN mengikuti harga pembelian berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Sebagaimana diketahui, Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Perpres ini dikeluarkan dengan pertimbangan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan.
PLTSa ini akan dikelola oleh pemerintah daerah. Ada 12 daerah yang akan mengelolanya, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang dan Kota Manado.
Presiden Joko Widodo mengatakan, setidaknya sudah 6 kali rapat terbatas mengenai PLTSa dilakukan. Namun sampai saat ini belum ada kemajuan yang berarti. Proyek terkait TPSa masih belum ada yang rampung.
“Sampai sekarang belum ada kemajuan yang berarti. Mudah-mudahan (dalam ratas sekarang) sudah ada yang selesai. Tapi, laporan terakhir belum,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, diharapkan ratas langsung membahas masalah yang belum dituntaskan. Masukan yang diterima Jokowi menyebutkan ada persoalan di PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Jokowi mengatakan hendaknya persoalan terkait PLN dan Kementerian ESDM bisa diselesaikan karena kedua pimpinan lembaga itu hadir juga dalam ratas.
Dalam perpres diatur bahwa setelah pengelola sampah dan pengembang PLTSa ditetapkan, maka gubernur dan wali kota mengusulkan kepada Menteri ESDM untuk memberikan penugasan pembelian tenaga listrik PLTSa oleh PT PLN.
Jokowi menegaskan supaya persoalan fokus kepada penanganan sampah, bukan listrik. “Ini bukan urusan listrik. Yang mau kita selesaikan ini urusan sampahnya. Listrik itu adalah ikutannya,” ujar Jokowi.
KENDALA HARGA:
Seusai ratas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kendala yang masih ada sejauh ini adalah terkait perbedaan pandangan harga antara PLN dan pemerintah daerah.
Dalam perpres, untuk besaran sampai 20MW harga pembelian dari PLN adalah 13,35 sen dollar AS/Kwh dan untuk besaran di atas 20MW harga pembeliannya adalah 14,54 sen dollar AS/Kwh. Ketentuan harga itu dikecualikan bila pembangunan PLTSa dilakukan melalui penugasan kepada BUMN.
“Tadi presiden menegaskan karena perpresnya sudah ada, hitungan (harga pembelian listrik) sudah ada, jadi yang diminta ke PLN adalah perhitungan bukan berdasarkan keuntungan, tapi dalam rangka pembersihan sampah di kota-kota yang ada,” ujar Pramono.

SENIN 15 JULI DIUNDANG PRESIDEN

Sebelumnya pada Senin (15/07) kemarin, Gubernur Olly telah menghadiri undangan ratas terkait tentang pengembangan destinasi pariwisata prioritas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden RI Jakarta.

Ratas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

(1s70/tim)



Selama 3 Hari, Kemenag Godok Peserta Soal Peningkatan Kualitas Pelayanan Masjid Ditempat Publik

Manado, detiKawanua.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI memilih Sulawesi Utara (Sulut) sebagai tuan rumah pelaksanaan Workshop Kementerian yang bertempat di Grand Kawanua International Centre (GKIC), Manado, yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (15/07) hingga Rabu besok (17/07).
Kegiatan workshop Pengelolaan Masjid Tempat Publik di Provinsi Sulawesi Utara mengangkat tema “Bersama Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masjid di Tempat Publik” dibuka langsung oleh Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag RI DRS Tarmizi tohor, MA.
Dalam sabutannya, ia memberikan apresiasi dan bangga bahwa bisa melaksanakan kegiatan workshop dan dapat bertatap muka dengan seluruh pengurus masjid dan para imam masjid di sulut. Iaoun berharap dalam workshop dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh peserta sehingga memahami benar fungsi dan tugas dari Badan Keimaman dan BTM.
“Saya memberikan apresiasi kepada pengurus BTM dan Imam yang sudah mengikuti kegiatan ini. Semoga banyak manfaat yang bisa didapat,” kata Tarmizi.
Sementara pemateri Kepala Seksi Bimas Islam Kanwil Agama Sulut DRS H. Kalo Hairun memberikan materi terkait tugas dan fungsi Imam dan BTM dalam mengelola masjid dan jamaah. 
Katanya ada tiga fungsi BTM yaitu I’darah, I’marah dan Ri’ayah. Sedangkan fungsi imam yaitu memimpin shalat dan hajatan jamaah.
“Pengurus harus tau tupoksinya sehingga jangan terjadi perselisihan. Pun dengan imam yang tugas utamanya memimpin shalat,” kata Kalo.
Selain itu, ia menghimbau bagi pengurus masjid agar mengajukan permohonan apabila ada masjid yang dianggap bersejarah.
“Kriterianya yaitu pendiriannya, bangunan yang mempunyai nilai histori, juga aktifitas yang mempunyai nilai sejarah,” kata Kalo. Sembari mencontohkan Masjid Ash – Shalihin di Kelurahan Dendengan Dalam Kampung Merdeka yang memiliki kriteria tersebut. 
“Masjid manapun boleh asal jelas asal usulnya,” tandas Kalo.
dilanjutkan dengan pemateri dari oleh Ahmad Zamroni Kepala Seksi Kemajidan Rais Bin Syar Kemenag RI.
(tim)



Sehat dan Pererat Silaturahmi, Persit Koorcabrem 131/Stg Gelar Senam Dan Makan Beralaskan Daun Pisang

Manado, detiKawanua.com – Kegiatan Senam Sehat bersama yang mengambil tema “Mens Sana In Corpore Sano” (Di Dalam Tubuh Yang Kuat Terdapat Jiwa Yang Sehat), yang diprakarsai  Persatuan Isteri Prajurit (Persit) Kartika Cahdra Kirana (KCK) Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka, Selasa (16/07) pagi tadi di lapangan upacara Makorem 131/Santiago, selain bertujuan untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh agar selalu bugar serta menjaga otot tidak kaku, juga sebagai ajang silaturahmi dan keakraban antara sesama Ibu-Ibu Persit Korem 131/Santiago dan jajarannya serta sarana alternatif untuk refreshing bagi ibu-ibu Persit sebagai ibu rumah tangga dan juga yang bekerja. Demikian disampaikan Ketua Persit KCK Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka, Ny. Mita J. Robert Giri.
“Jadi antara mengurus rumah tangga, kerja dan olahraga harus seimbang, sebab ada pepatah mengatakan di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat,” ucapnya.
Lanjut Mita, bahwa senam juga merupakan salah satu jenis olahraga yang mempunyai beragam manfaat, baik bagi fisik, maupun mental dan sosial, sangat bermanfaat dalam mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak (motor ability). 
“Senam juga akan mengembangkan daya tahan otot, kekuatan, power, kelenturan, koordinasi, kelincahan, serta keseimbangan. Apalagi  jika diimbangi dengan kegiatan yang menuntut sistem kerja jantung dan paru (cardio-vaskular system). Dengan melakukan olah raga senam secara teratur akan membuat kesehatan dan perkembangan fisik menjadi baik dan seimbang,” terangnya.
Isteri dari Danrem 131/Stg Brigjen Robert Giri itu juga meyakini bahwa terdapat sumbangan yang sangat besar dari olahraga senam dalam meningkatkan self-concept (konsep diri), dan hal itu dapat terjadi karena kegiatan senam menyediakan begitu banyak pengalaman dan manfaat.
“Dengan berolahraga senam, orang mampu mengontrol tubuhnya dengan keyakinan dan tingkat keberhasilan yang tinggi, sehingga memungkinkan dapat membantunya membentuk konsep yang posisitf,” pungkas Mita.
Diketahui kegiatan senam bersama itu dipandu para instruktur senam dari salah satu sanggar senam yang ada di Kota Manado. Yang selanjutnya usai senam, sebagai bentuk guna lebih mempererat keakraban diantara sesama Persit,  pada kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian hadiah bagi Ibu-ibu Persit yang mempunyai penilaian gerakan dalam senam yang terbaik. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi makan bersama beralaskan daun pisang dengan Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri, S.I.P selaku Pembina Persit KCK Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka.
Hadir pada kegiatan tersebut Kasrem 131/Santiago bersama Wakil Ketua Persit Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka beserta pengurus, Para Kasi Korem serta Ketua-Ketua Cabang dan pengurus jajaran Korem 131/Santiago.

(1s70/Penrem 131/Stg)



Dispora Boltim Persiapkan Pematangan Paskibraka

Kepala Dispora Boltim, Saprudin Mokoagow.

Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) saat ini, dalam tahapan pematangan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang nantinya akan melaksanakan tugas untuk mengibarkan bendera merah putih, dilapangan Pondabo Tutuyan pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 pada 17 Agustus bulan mendatang.
Kepala Dispora Boltim, Saprudin Mokoagow menuturkan, tahapan samua sudah kami lakukan mulai dari seleksi. Dan pekan depan tahap karantina “Paskibra yang akan bertugas, hasil seleksi pelajar siswa – siswi SMA sederajat se-Kabupaten Boltim, dimana mereka akan bertugas dilapangan, saat pengibaran dan penurunan bendera. Pekan depan mereka akan di Karantina. Selama menjalani Karantina, seluruh personil Paskibra menerima pelatihan bersifat fisik serta pembekalan mental. Seluruh personil Paskibra dilatih oleh unsur Kepolisian, TNI, dan pihak Kantor Pemuda dan Olah raga Boltim, serta beberapa purna Paskibra” ungkap, Saprudin kepada awak media (16/07)
Katanya, pihaknya sudah menggelar rapat evaluasi bersama Sekretaris daerah (Sekda) Boltim, Ir. Muhammad Assagaf  “Sekda mengkrocek sejauh mana persiapan kami, mulai dari awal sampai tahapan pelaksanan tanggal 17 Agustus. Hal ini penting, apa sudah siap, atau ada kendala lainya. Seperti anggaran, mengenai kesiapan seragam, dan pelatihanya” jelas, Dia
Dirinya berharap, agar para peserta dapat persiapkan diri sebaik -baiknya. Jaga kesehatan, jaga konsentrasi dan bangun kekompakan satu sama lain “seperti pesan Pak Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar SH, kepada Paskibraka yang sebelumnya,  bahwa tugas sebagai pengibar bendera adalah misi mulia dan merupakan sebuah kehormatan, dimana orang yang diberikan tugas tersebut telah diberi kepercayaan yang begitu tinggi. Sehingga diharapkan, tugas penting tersebut dapat dilaksanakan sebaik mungkin” pinta, Saprudin siag tadi
(Fidh)



Viral di FB, Akhirnya MK warga Ambar diringkus Polisi

Setelah viral di FB, pelaku penganiayaan di Tewasen diringkus Polisi

Humas Polres Minsel
MINSEL,  DetiKawanua.com – Lelaki MK alias Musa (25), warga Desa Tewasen Jaga VIII, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, diamankan piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Amurang pada Selasa siang (16/07/2019).

MK diamankan selaku tersangka dalam tindak pidana penganiayaan terhadap korban seorang perempuan berinisial AR alias Arindra (25), warga Kelurahan Malalayang Satu, Kota Manado.

Tersangka dilaporkan telah melakukan aksi penganiayaan dengan cara memukul korban di bagian wajah yang menyebabkan mata sebelah kiri korban mengalami memar serta lebam / bengkak.

“Dari hasil interogasi awal kami diketahui bahwa tersangka dan korban menjalin hubungan asmara tanpa status. Keduanya telah tinggal satu atap selama kurang lebih 3 (tiga) tahun dan memiliki seorang anak,” terang Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, SH,SIK.

Kejadian penganiayaan ini bermula saat korban meminta uang kepada tersangka untuk membeli susu anak mereka, kemudian terjadi adu mulut yang berakhir pada aksi pemukulan. “Peristiwa penganiayaan ini sempat diupload oleh korban di media social Facebook (FB), yang langsung kami respon cepat dengan mengamankan tersangka,” ungkap Kapolsek.

Saat ini terpantau tersangka telah di amankan di Polsek Amurang untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.
( Vandytrisno)




Tahun Ini Ratusan Paket Pekerjaan Pemda Boltim, Haris: Kita Laksanakan Sesuai Mekanisme

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemda Boltim, Haris Pratama Sumanta.


Boltim, detiKawanua.com – Sekitar 126 paket proyek fisik tahun 2019 ini, berhasil dilelang oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang terdiri dari 74 paket.
Dijelaskan, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah kabupaten (Pemkab) Boltim, Haris Pratama Sumanta ST, bahwa total keseluruhan paket proyek ada 126 jenis pekerjaan. Masing – masing terdiri dari 74 paket diantaranya, non tender. Dan 52 paket proyek ditenderkan senilai Rp 93 miliar “dari 74 paket non tender, terdapat 72 paket yang terkontrak. Sedangkan 52 proyek tender, baru 34 paket sudah ada pemenang” paparnya
Sesuai hasil verifikasi, kata Haris, dokumen tender 16 paket yang masuk, 8 paket yakni dalam proses residu dokumen oleh pokja pemilihan, kemudian 7 paket, sudah ditayang pada tanggal 8 Juli pekan kemarin “hanya 1 paket di kembalikan ke SKPD” ujarnya, kepada awak media
Secara keseluruhan, proses pengadaan barang/jasa Pemkab Boltim, berjumlah 126 paket dari 16 SKPD “hasil pengadaan barang dan jasa Pemkab Boltim, dilaksanakan sesuai mekanisme melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) periode 4 Juli 2019” jelas, Haris diruang kerjanya (16/07)
Pihaknya melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab sesuai aturan. Sehingganya, para kontraktor yang dinilai bermasalah tidak akan diikutsertakan “kontraktor yang sudah pernah melakukan pelanggaran dalam pekerjaan, pastinya tidak akan di ikutsertakan dalam proses lelang. Kami tidak akan memberikan ruang kepada kontraktor yang sudah melanggar aturan” ucap, Haris dengan tegas siang tadi
(Fidh)



Berinovasi Kelola BUMDes, Ini Kata Sangadi Tombolikat Induk

Sangadi Tombolikat Induk, Muhammad Nur Alheid. 

Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tombolikat Induk, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berinovai bentuk Badan Usaha Desa (BUMDes).
Soal pembentukan BUMDes, kata Kepala Desa (Sangadi-red) Tombolikat Induk, Muhammad Nur Alheid, bahwa dibentuknya kembali penggurus BUMDes ini untuk mengembangkan potensi dan inovasi desa.

“Rencana kita bakal kembangkan melalui mesin fotocopy BUMDes. Sebab, di desa kita belum ada mesin cetak fotocpy yang berpotensi. Karenanya, melalui BUMDes kita kembangkan,” terang Nur.

Untuk sumber anggarannya, tutur Nur, dari BUMDes sendiri senilai Rp 78,853 ribu. Di samping rencana mengelola mesin fotocopy, juga ada pengelolaan pupuk tanaman yang sumbernya terdapat di desa kita.

“Ya dalam waktu dekat, BUMDes mulai action. Hanya saja saat ini kita masih dalam proses menerbitkan SK pengurus BUMDes. Tahun ini kita prioritaskan pengembangan BUMDes yang dinakhodai Gusri Mokoginta, Sekretaris Hawasia Puputungan, dan selaku Bendahara Aneke Mamarimbing. Jadi mereka terpilih secara musyawarah mufakat melalui rapat desa yang melibatkan semua elemen masyarakat,” bebernya didampingi Sekretaris Desa Mahmud Riyadh Alheid.

Lanjut Sangadi katakan, Saya selaku Sangadi mengimbau kepada pengurus BUMDes Tombolikat Induk, supaya ke depan nanti dana pengelolaan BUMDes jangan dipinjamkan kepada orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya imbau, jangan ada hal-hal atau persoalan keuangan terkait BUMDes yang nantinya berurusan dengan ranah hukum. Saya tidak mau terlibat  hukum soal pengelolaan BIMDes. Saya akan selalu lakukan meonitoring dan evaluasi,” ucap Aba’ tegas sembari mengimbau.

Dirinya juga menambahkan,  untuk pemberdayaan petani yang dinilai kurang mampu, melalui pengadaan bantuan jenis racun rumput, bibit bawang merah, dan bibit durian, itu kita anggarkan lewat Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 120 juta. Kita sedang lakukan pendataan petani. Minggu ini kita salurkan.

“Tak hanya itu, di Tahap Dua ADD ini, pemberdayaan UKM Rp 80 juta kepada warga penjual kue, perbengkelan, dan pertukangan,” ungkap Sangadi kepada media ini, Selasa (16/07), saat disambangi di kantor desa dan turut diiyakan Kaur Pembangunan Nancy Apande.

Diketahui, tahun ini keseluruhan Alokasi Dana Desa (ADD) Tombolikat Induk senilai Rp 554,200.558 ribu Sedangkan untuk Dana Desa (DD) Rp 778,226.835 ribu. Untuk DD tahap kedua Rp 3011 juta. Dan ADD tahap kedua Rp 221,680.223 ribu. Untuk luas wilayah desa yakni, 116 Hektare (Ha), dengan jumlah penduduk 1126 jiwa, terbagi atas 608 laki laki, 581 perempuan, lanjut usia (Lansia) 79 orang, wajib pilih 879 orang, serta jumlah Kepala Keluarga (KK) 356 orang, rumah penduduk 347, yang tidak mempunyai rumah dan lahan 29 orang.
Sumber: Data Desa Tombolikat Induk.

(Fidh)



DLH Boltim Lakukan Pemantauan 11 Titik Kualitas Air Sungai dan Danau

Tim DLH Boltim saat pengambilan sampel air sungai.

Boltim, detiKawanua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sejak beberapa bulan kemarin, telah melakuka pengambilan sampel air dalam program pemantauan kualitas air sungai dan air danau.
Dikatakan Kepala DLH Boltim Sjukri Tawil, ada 11 titik sungai serta danau kita lakukan pemantau pengambilan sampel, di antaranya PDAM Kotabuan, air baku Kotabunan, Danau Bunong, Danau Tondok, Danau Moaat, Sungai Modayag, Sungai Motongkad, Sungai Nuangan, Sungai Buyat, Sungai Paret, dan Sungai Molobog.

“Kita sudah pantau dan ambil sample di 3 titik, yakni Sungai Buyat, air baku Kotabunan, dan Sungai Paret. Sampelnya kita bawa ke Laboratorium Water Lap Nusantaran (WLN) di Manado,” papar Sjukri kepada detiKawanua.com saat disambagi di ruang kerjanya, Selasa (16/07).

Untuk Sungai Paret, katanya, kita dapati hanya bakteri ekoli yang melampaui ambang batas. Selama ini kita temui hanya baku mutu air dangan bakteri koliform serta kekeruhan air seperti Sungai Paret.

“Hari ini, kita rencanakan turun pemantauan bersama tim DLH Boltim, di PDAM Kotabuan. Kita akan ambil 1 titik mata air, dan 4 titik air kran di rumah warga. Sejauh ini tidak ada indikasi pencemaran lingkungan di sungai maupun di danau. Juga tidak ada pencemaran limbah, namun kita perlu atur sesuai prosedur,” ungkap Sjukri didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Persampahan Pengendalian Limbah B3 dan Pencemaran Lingkungan DLH Boltim, Reza Pahlevi Ani, siang tadi.

(Fidh)



Roring : Waspada Dengan Cuaca Extrim

Tahuna, detikawanua.com – Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe meminta kepada Masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca extrem. Karena beberapa hari terakhir ini perubahan cuaca sering terjadi. Bahkan hujan lebat beserta dengan angin kencang sering melanda daerah perbatasan Indonesia-Philipina ini.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring SE, kepada sejumlah wartawan mengatakan, kepada masyarakat agar mengantisiasi cuaca extrem, seperti yang disampaikan oleh BMKG, tentang beberapa hari kedepan cuaca extrem masih akan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Jadi disampaikan kepada masyarakat nelayan untuk dapat memperhatikan cuaca serta angin kencang, untuk tidak dulu pergi melaut. Begitu juga bila saat turun hujan, ketika hujan lebat masyarakat yang bermukim di lokasi rawan longsor dan di pinggir sungai untuk segera mencari tempat yang aman, ini mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ujar Roring.
Dirinya berharap, masyarakat juga dapat memperhatikan perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Kami juga berharap masyarakat tetap tanggap dengan perubahan cuaca sekarang ini yang tidak bisa diprediksi. Mengingat Kabupaten Kepuluan Sangihe karakteristik rawan bencana,” pintanya.
Disinggung tentang batu pemecah ombak yang sempat diminta oleh warga Kelurahan Tidore untuk mengantisipasi gelombang ombak air laut yang saat cuaca ekstrem sampai keluar melewati batas talud. Roring menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.
“Nanti kita lihat, karena itu kewenangan pusat. Tapi kalau ada sisa anggaran dari Pemda, akan kami kerjakan. Kalau dana APBN itu kan untuk beberapa provinsi, jangkauannya agak panjang. Jadi kalau bisa dikerjakan oleh kabupaten misalnya untuk pendeteksi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa dikerjakan oleh Pemkab. Kami juga berharap seperti itu Karena butuh proses jika mengharapkan APBN,” tandasnya. (js)



Menurut Data BPS Angka Penduduk Miskin Di Sulut Rendah, Berikut Jelasnya



Manado, detiKawanua.com- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Ateng Hartono menerangkan bahwa persentase penduduk miskin di Sulut pada bulan Maret tahun 2019 sebesar 7,66 persen atau terendah se-Sulawesi bahkan juga berada di bawah nasional yang besarnya 9,41 persen.

Kendati demikian, Kepala BPS Sulut menyebut angka kemiskinan Sulut tersebut meningkat sedikit atau sekitar 0,07 point dibandingkan dengan September 2018 yang besarnya 7,59 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018 atau Maret 2018 yang mencapai 7,80 persen, berarti mengalami penurunan sebesar 0,14 point.

Kepala BPS Sulut menuturkan, peningkatan penduduk miskin maret 2019 dibandingkan dengan September 2018 disebabkan meningkatnya jumlah penduduk miskin di perkotaan. Maret 2019 penduduk miskin di perkotaan sebanyak 65,49 (ribu) jiwa atau sekitar 5,01 persen dari total penduduk perkotaan. Sedangkan pada bulan September jumlah penduduk miskin perkotaan sebanyak 62,11 ribu jiwa atau 4,82 persen.

Sebagai bahan perbandingan, jumlah penduduk miskin di pedesaan pada bulan September 2018 sebanyak 126,93 ribu atau sekitar 10,57 persen dari total penduduk di pedesaan. Maret tahun 2019 menangalami penurunan menjadi 126,20 ribu atau sekitar 10,56 persen dari total penduduk pedesaan.

Tambah dia, peningkatan penduduk miskin di perkotaan ternyata juga diikuti dengan peningkatan indeks kedalaman kemiskinan dari 0,627 pada bulan September 2018 menjadi 0,773 pada bulan Maret 2019. Hal tersebut berarti rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan cenderung samakin jauh dari garis kemiskinan. Demikian juga dengan indeks keparahan kemiskinan perkotaan bulan Maret 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan September 2018, masing-masing nilainya 0,112 menjadi 0,158. Artinya, ketimpangan rata-rata pengeluaran antara penduduk miskin di perkotaan semakin melebar.

Adapun untuk pedesaan, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan Maret 2019 lebih rendah dibandingkan dengan Septermber 2018. Hal ini berarti rata-rata pengeluaran penduduk miskin pedesaan semakin mendekati garis kemiskinan serta juga ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin rendah.

Berikut Faktor-faktor yang Kecenderungan Berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan selama periode September 2018 – Maret 2019 antara lain:

1. Selama periode September 2018 – Maret 2019 terjadi inflasi atau peningkatan harga-harga secara umum sebesar 2,54 persen, dimana kelompok bahan makanan mengalami inflasi paling tinggi, yaitu mencapai 6,99 persen.

2. Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk pada kelompok 40 persen menengah dan 20 persen teratas mengalami penurunan dibanding September 2018, yaitu secara berurutan sebesar 1,03 persen dan 0,80 persen. Secara total, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk mengalami penurunan 0,25 persen.

3. Pada periode Agustus 2018 – Februari 2019, persentase pekerja rentan mengalami peningkatan sebesar 2,20 persen poin. Pekerja Rentan adalah pekerja yang mempunyai status berusaha sendiri, pekerja bebas (pertanian dan nonpertanian), dan pekerja keluarga/pekerja tidak dibayar. Pekerja ini rentan terhadap gejolak ekonomi dengan kondisi kerja di bawah standar, risiko tinggi, berpenghasilan rendah dengan tingkat kesejahteraan di bawah rata-rata.

4. Khusus untuk perkotaan, berdasarkan hasil Susenas Maret 2019: rata-rata pengeluaran perkapita perbulan pada semua kelompok lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan Garis Kemiskinan Perkotaan, ini menyebabkan kemiskinan di perkotaan naik.

5. Sebagai bahan perbandingan, rata-rata pengeluaran perkapita perbulan pada kelompok desil bawah di pedesaan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan Garis Kemiskinan pedesaan. Hal tersebut menyebabkan kemiskinan di daerah pedesaan menurun.

(Is70/tim)