Taat Hukum, Gubernur Olly Angkat Bicara Soal Pelantikan Elly Mochtar
(hms/1s70)
(hms/1s70)
(1s70/tim)
MINSEL, detiKawanua.com – Kejelasan Nasib hampir 500 karyawan PT. Tri Mustika Cocominaesa Teep ( PT. TMC) yang dinanti sejak pekan lalu akhirnya membuahkan hasil, demo damai karyawan PT TMC ke Kantor DPRD Minsel yang menuntut Perusahaan beroprasi dan Karyawan bekerja kembali. pasalnya sudah 4 hari karyawan tidak bekerja maka keluhan ini disuarakan oleh karyawan yang secara spontan longmars dari Perusahaan menujuh Kantor DPRD Minsel. Senin, 22/07/2019.
Koordinator Lapangan ( Korlap) PT. TMC Otniel Nayoan menyatakan dalam orasinya yang dibacakan Dolly Rumengan menuntut agar Kariawan PT TMC bekerja kembali dan Menuntut Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) untuk mencabut Surat Pemberitahuan bagi PT TMC, meski menurut managemen surat tersebut bukan sebagai sanksi tutup namun hal ini sangat berpengaruh pada opini publik.
” kami juga mengapresiasi sikap Pimpinan dan anggota DPRD Minsel yang cepat merespon keinginan dan harapan seluruh Karyawan dan managemen PT TMC Amurang. Ucap Otniel
Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan SE saat menerimah pengunjuk rasa langsung merespon dan menghubungi langsung pihak DLH Minsel dalam hal ini Kadis DLH Roy Sumangkut ST MT namun secara prosedur dan Tupoksi Kadis DLH langsung menjawab keinginan Ketua Dewan JJT dengan memperbolehkan beroprasi kembali namun TMC harus memperhatikan IPAL yang telah diperbaiki mulai pekan lalu.
Adapun Anggota Dewan Minsel Drs. Robby Sangkoy menyatakan apresiasi bagi pihak perusahaan yang menyalurkan apresiasi di tempat yang tepat dan hal ini sangat baik bagi perusahaan kedepan.
Hadir juga dalam Demo damai ini Anggota Dewan Jerry Pangkey, Jopie Mongkareng, Ridel Marentek dan Harianto Suratinoyo yang terus mendampingi ketua DPRD JJT
Demo berlangsung aman dan diikuti oleh Ratusan Karyawan dan Pimpinan Managemen PT TMC dan hasilnya Karyawan kembali bernafas legah karena bisa bekerja untuk kehidupan keluarga
Teriak pendemo ” hidup Anggota Dewan, hidup ibu Nini. para pendemo pun berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Minsel yang sudah memenuhi mencabut Sanksi administrasi ke PT TMC Amurang.
( Vandytrisno)
Juga Bupati menuturkan, Boltim ada dalam genggaman kita semua. Sebab, kita semua yang akan merubah tantangan dan rintangan menjadi peluang dalam menggapai cita-cita. Olehnya, melalui kesempatan ini, Saya ingin menegingatkan beberapa hal penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), para Kepala desa (Sangadi-red), tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Labupaten Boltim.
“Pertama tingkatkan disiplin, semangat kerja, profesionalisme, dan kerja tuntas sebagai abdi negara. Karena semuanya, merupakan landasan utama dalam berkreativitas,” jelas Bupati dalam sambutannya.
“Yang Ketiga, mampu meningkatkan serta mengembangkan potensi diri sebagai abdi negara. Keempat pada momentum HUT ke-11, Saya tekankan untuk memantapkan pelayanan mencapai masyarakat mandiri dan sejahtera. Hal ini supaya benar-benar diindahkan oleh seluruh abdi negara di kabupaten Boltim yang sama kita cintai,” papar Bupati Boltim.
“Alhamdulillah bersama tokoh bersejarah, dan atas semua kerja sama masyarakat serta pemerintah, maka lahirlah dan terbentuknya Kabupaten Boltim. Ini perjuangan yang sangat luar biasa. Dari hasil pemekaran Kabupaten Boltim, yang saat ini sudah berumur 11 tahun. Cikal bakal berdirinya Kabupaten Boltim, sudah sesuai dengan Undang-Undang Tahun 2009,” terang Bupati.
Dengan begitu, bagaimana kita meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan kedisiplinan, yang akan lebih memajukan daerah ini dan bangsa ini. Mari kita tingkatkan rasa tanggungjawab kita, menjaga nama baik dan berbuat untuk daerah yang kita cintai ini.
“Kedisiplinan, ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa, dan ketaatan rasa tanggung jawab pada pekerjaan adalah penting. Keberhasilan seorang pemimpin, bukan dinilai dari pembangunan fisik, infrastruktur, tetapi berhasilnya seorang pemimpin dari seberapa besar daya penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta seberapa besar daya beli masyarakat, melalui ekonomi masyarakat. Masa depan Boltim ada di genggaman kita. Kita harus memanfaatkan waktu untuk berbuat dan membangun hal yang baik demi menuju masyarakat Madani,” ucap Bupati berpesan.
Di akhir sambutannya, Bupati mengatakan, rasa terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Boltim khususnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua baik tokoh-tokoh agama, pemuda, guru, ASN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat Boltim. Mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa, sebab atas izinnya, pada hari ini Senin (22/07/2019) kita semua dapat memperingati HUT Boltim yang ke-11. Kita wajib bersyukur. Mototompiaan Mototabian Bo Mototanoban,” kata Eyang, sapaan akrab Bupati Boltim.
(1s70/tim)
Hadiri Musyawarah Badan Takmir Masjid, Kapolsek Amurang sampaikan pesan kamtibmas
Humas Polres Minsel
MINSEL, detiKawanua.com – Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, SH,SIK, menghadiri acara Pemilihan Badan Takmir Masjid (BTM) Al-Mukminun, di Kelurahan Ranoiapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (21/07/2019).
Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, SH,SIK menyampaikan pesan dan himbauan kamtibmas kepada takmir masjid untuk selalu menjaga kerukunan antara sesama pengurus dan anggota takmir, saling menghormati antar umat beragama dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Perkuat soliditas antar umat beragama dengan tetap menjaga kerukunan, toleransi, saling menghormati, menghargai serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan kesatuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” imbau Kapolsek.
Kapolsek menambahkan bahwa menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif merupakan kewajiban bersama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan bermasyarakat.
( Vandytrisno)
Penyusunan personil yang akan membantu Ulyas Taha selaku Ketua PWNU terpilih, berlangsung di Hotel Aston Manado, Sabtu (20/07) malam.
Tim formatur terbentuk merupakan hasil keputusan Rapat Pleno ke-6 pada Konferensi Wilayah XI yang berlangsung minggu lalu di Manado, terdiri dari Ketua Formatur KH Abdul Wahab Abdul Gafur LC selaku Ketua Rois Suriyah terpilih, Sekretaris Drs Hi Ulyas Taha MPd selaku Ketua Tanfidziah terpilih, unsur PBNU, dan dibantu empat orang anggota dari unsur PCNU di Sulut, yakni dari PCNU Boltim, PCNU Satal, PCNU Bolmut, dan PCNU Mitra.
“Selain itu, di posisi A’wan atau lebih dikenal dengan sebutan dewan pakar, terdapat para ahli dari perguruan tinggi yang ada di Sulut, di antaranya Prof Dr Ihdar Domu dan Dr Michael Mamentu, serta beberapa nama yang sangat berpengaruh di perguruan tinggi yang ada di Sulut, baik Unsrat Manado, Unima Tondano, dan IAIN Manado,” jelas Ulyas via rilis yang diterima media ini, Minggu (21/07).
Khusus di jajaran Tanfidziah, yang selalu menjadi rebutan para kader NU, kini berada di genggaman tangan Drs Hi Ulyas Taha MPd. Diembannya jabatan tersebut, karena Ulyas begitu mulus mendapat dukungan 8 suara pengurus cabang dari 9 yang berhak memberi suara.
Tak kala hebat juga adalah jabatan sekertaris. Sederet nama yang menumpuk di atas meja tim formatur. Memang, kata Taha, jabatan ini sangat strategis. Jangan heran banyak kader-kader NU yang berpengalaman, berminat pada posisi ini.
“Alhamdulillah, semua keinginan dapat disatukan dan mengerucut kesatu nama, yakni Drs Masri Suleman, yang dibantu oleh wakil-wakil sekertaris yang sempat menguat di beberapa hari terakhir ini,” ujarnya.
Hal yang sama juga terjadi di jabatan bendahara, banyak juga yang mengincar. Sayang dominasi Ir Hi Iskandar Modjo sangat kuat dan sukar dipatahkan. Karena Pak Is, sapaan akrab beliau, adalah salah satu staf teras di “torang pe bank”, Bank SulutGo.
“Kalau dilihat dari komposisi yang ada, memang terkesan terlalu ‘gemuk’. Sebab di unsur ketua terdapat 12 orang, di unsur sekretaris juga terdapat 12 nama, sementara di unsur bendahara hanya terdapat 7 nama saja. Ini terjadi karena diambil dari unsur daerah tingkat dua,” jelas Taha.
“Salut buat ketua formatur begitu bijak membagi porsi sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing. Salah satu yang tak perlu diragukan lagi nama tokoh pers nasional yang ada di daerah ini dan juga sebagai wartawan senior, Hi Midun Loho, masuk salah satu unsur wakil ketua di kepengurusan NU Wilayah Sulut untuk periode 5 tahun ke depan,” terangnya.
“Setiap kader yang masuk struktur PWNU Sulut, harus mengisi surat penyataan bermaterai, yang isinya antara lain: bersedia meluangkan waktu untuk Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dan menerima Pancasila sebagai Dasar dan Azas negara serta NKRI sebagai bentuk final negara,” tambahnya.
Di akhir rilis, Ulyas Taha mengimbau dan mengingatkan kepada kader-kader yang tidak masuk dalam pengurus harian, agar tidak berkecil hati.
“Jangan khawatir, kalian semua sangat diperlukan di badan-badan otonom dan lembaga NU. Disitulah karier kalian diuji,'” pungkasnya.