Taat Hukum, Gubernur Olly Angkat Bicara Soal Pelantikan Elly Mochtar

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulut, Olly menegaskan bahwa dirinya taat hukum soal belum dilantiknya Elly Engelbert Lasut dan Mochtar Parapaga sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud periode 2019-2024. Gubernur Olly mengaku tak bisa melantik kalau belum menerima SK Kemendagri untuk pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Talaud terpilih. 
“Sampai saat ini, Gubernur baru ada radiogram untuk Plh Bupati,” ujar Gubernur usai sidang paripurna KUA-PPAS di Gedung DPRD Sulut, Senin 22 Juli 2019.
Menurutnya, radiogram dari Kemendagri bernomor: T.131.71/3827/OTDA tertanggal 18 Juli 2019 itu terkait penunjukan Sekretaris Daerah Adolf Binilang sebagai Plh Bupati Talaud mengisi kekosongan usai habis masa pemerintahan Sri Wahyumi Manalip dan Petrus Tuange pada 21 Juli 2019. “Radiogramnya menunjuk Sekretaris Daerah sebagai Plh Bupati sampai ada perkembangan kemudian,” sambungnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Humas Pemprov Sulut.
Sebagai informasi, Gubernur Olly kembali mengirimkan surat ke Kemendagri untuk meminta jawaban atas surat yang dikirimkan Gubernur sebelumnya bernomor 100/19.4999/Sekr.Ro.Pem tertanggal 19 Juni 2019 perihal Pertimbangan Usul Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud Terpilih.
Dalam isi surat itu, gubernur meminta Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mengkaji kembali usul pengesahan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud terpilih masa jabatan 2019-2022 berdasarkan surat Gubernur Sulut Nomor 100/19.4381/Sekr.Ro.Pem tanggal 28 Maret 2019. Usul pertimbangan ini dilakukan karena terdapat fakta hukum baru dimana Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.71-3200 Tahun 2014 tentang Pemberhentian Bupati Kepulauan Talaud dalam diktum kesatu mencantumkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) RI nomor 1122 K/Pid.Sus/2011 tanggal 10 Agustus 2011 sebagai dasar pemberhentian Elly Lasut. Padahal sesuai dengan fakta hukum yang ada bahwa sejak tanggal 30 Januari 2014 6 (bulan) sebelum Surat Keputusan Mendagri tersebut ditetapkan sudah ada putusan Peninjauan Kembali (PK) MA Nomor 292 PK/Pidsus.2012 yang menolak permohonan PK ini yang dijadikan dasar dalam diktum kesatu Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.71-3200 Tahun 2014 tersebut.
Diketahui, Surat Mendagri nomor 131.71-3200 tanggal 24 Juni 2014 tentang pemberhentian Bupati Talaud telah digugat oleh Elly Lasut di peradilan tata usaha negara baik di pengadilan tingkat pertama TUN, tingkat banding dan kasasi MA, pada tingkat kasasi permohonan Elly Lasut ditolak, sehingga keputusan Mendagri yang menjadi objek gugatan sah dan mengikat menurut hukum untuk dilaksanakan.
Masih mengenai isi surat tersebut, Gubernur Olly menerangkan bahwa dengan adanya putusan kasasi MA nomor 367/TUN 2017 tanggal 15 Agustus 2017 menolak permohonan kasasi Elly Lasut, maka Surat Keputusan Mendagri nomor 131.71-3241 tanggal 2 Juni 2017 sebaiknya batal demi hukum. Alasannya, surat keputusan Mendagri nomor 131.71.3241 tanggal 2 Juni 2017, ini yang digunakan sebagai dokumen pendaftaran calon pasangan Elly Lasut dan Mochtar Parapaga di KPUD Talaud.

(hms/1s70)




Di Hari Bhakti Adhyaksa, Gubernur Olly Sebutkan Peran Kejaksaan Dalam 6 Tugas Utama Tunjang Azas Penyelenggaraa Negara

Manado, detiKawanua.com – Menghadiri kegiatan syukur Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 Tahun 2019 Kejaksaan yang digelar di Gedung Graha Bumi Beringin Manado, Senin (22/7), Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya atas peran Kejaksaan Tinggi Sulut dalam mengawal program pembangunan di Sulut yang termasuk didalamnya Tim TPAD yang bertugas mengawal seluruh proyek percepatan pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga berjalan dengan baik dan memuaskan bagi kepentingan masyarakat.
“Saya sangat mengharapkan hal ini berjalan terus sehingga harapan-harapan masyarakat yang ada di Sulut dalam rangka mempercepat pembangunan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Olly sembari mengatakan bahwa, dalam penyelenggaraan negara, semua pihak wajib berpedoman pada azas-azas penyelenggaraan negara.
“Azas dimaksud adalah kepastian hukum, tertib penyelenggara negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan keadilan. Hal ini penting untuk menjadi pedoman serta acuan dalam menjalankan penyelenggaraan negara yang good governance dan clean goverment,” ungkapnya.
Terkait itu jelas gubernur dalam menjamin semua hal tersebut (diatas) berjalan dengan baik dan benar, agar perlu ditunjang dengan peran kejaksaan dalam melaksanakan tugas utamanya yakni, penegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Adapun kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh Iqbal Arief, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw serta Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen.
Dimana sebelumnya mengikuti acara syukur HBA itu, oleh gubernur telah turut menghadiri upacara peringatan HBA ke-59 Tahun 2019 yang digelar di Lapangan Sparta Tikala Manado.

 (1s70/tim)




Besok PT. TMC Beroprasi kembali, Karyawan : ” Terima Kasih Pimpinan DPRD dan DLH Minsel “

MINSEL, detiKawanua.com – Kejelasan Nasib hampir 500 karyawan PT. Tri Mustika Cocominaesa Teep ( PT. TMC)  yang dinanti sejak pekan lalu akhirnya membuahkan hasil, demo damai karyawan PT TMC ke Kantor DPRD Minsel yang menuntut Perusahaan beroprasi dan Karyawan bekerja kembali.  pasalnya sudah 4 hari karyawan tidak bekerja maka keluhan ini disuarakan oleh karyawan yang secara spontan longmars dari Perusahaan menujuh Kantor DPRD Minsel. Senin, 22/07/2019.

Koordinator Lapangan ( Korlap)  PT. TMC Otniel Nayoan menyatakan dalam orasinya yang dibacakan Dolly Rumengan menuntut agar Kariawan PT TMC bekerja kembali dan Menuntut Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) untuk mencabut Surat Pemberitahuan bagi PT TMC,  meski menurut managemen surat tersebut bukan sebagai sanksi tutup namun hal ini sangat berpengaruh pada opini publik.

” kami juga mengapresiasi sikap Pimpinan dan anggota DPRD Minsel yang cepat merespon keinginan dan harapan seluruh Karyawan dan managemen PT TMC Amurang.  Ucap Otniel

Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan SE saat menerimah pengunjuk rasa langsung merespon dan menghubungi langsung pihak DLH Minsel dalam hal ini Kadis DLH Roy Sumangkut ST MT namun secara prosedur dan Tupoksi Kadis DLH langsung menjawab keinginan Ketua Dewan JJT dengan memperbolehkan beroprasi kembali namun TMC harus memperhatikan IPAL yang telah diperbaiki mulai pekan lalu.

Adapun Anggota Dewan Minsel Drs. Robby Sangkoy menyatakan apresiasi bagi pihak perusahaan yang menyalurkan apresiasi di tempat yang tepat dan hal ini sangat baik bagi perusahaan kedepan.

Hadir juga dalam Demo damai ini Anggota Dewan Jerry Pangkey,  Jopie Mongkareng, Ridel Marentek dan Harianto Suratinoyo yang terus mendampingi ketua DPRD JJT

Demo berlangsung aman dan diikuti oleh Ratusan Karyawan dan Pimpinan Managemen PT TMC dan hasilnya Karyawan kembali bernafas legah karena bisa bekerja untuk kehidupan keluarga
Teriak pendemo ” hidup Anggota Dewan, hidup ibu Nini.  para  pendemo pun berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Minsel yang sudah memenuhi mencabut Sanksi administrasi ke PT TMC Amurang.
( Vandytrisno)




Bonus 25 Juta Untuk Tim Sulut United, Adalah Uang Pribadi OD Atas Apresiasi

Manado, detiKawanua.com – Sebagai bentuk apresiasi dan juga janji pribadi dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey atas kemenangan skuad tim besutan Herry Kiswanto yakni FBC Sulut United yang selama tiga kali berlaga di Lapangan Stadion Klabat Manado menuai kemenangan yang begitu cemerlang. Oleh karenya gubernur diwakili Staf Khusus Bidang Media, Victor Rarung pada Senin (22/07) sore tadi di Lapangan Stadion Klabat Manado telah menyerahkan uang sebesar Rp25 Juta sebagai bonus perjauangan mereka dalam mengharumkan nama Sulut di kanca sepak bola nasional Liga 2 PSSI.
Rarung dalam keterangannya kepada wartawan usai prosesi penyerahan bonus mengungkapkan bahwa, gubernur sangat mengapresiasikan usaha semangat juang dari tim Sulut United, dengan harapan kedepan lebih mantap dan bisa melaju ke Liga I.
“Diharapakan pak gubernur kepada tim Sulut United lebih mantap dan solid dalam meraih berjuang untuk menang,” terang Rarung.
Dibeberkannya juga untuk lebih jelasnya bahwa, total uang tunai yang merupakan bonus dan telah diterima pihak tim Sulut United itu, bukan merupakan uang yang diambil dari anggaran pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut namun itu merupakan uang pribadi dari Gubernur Olly Dondokambey.
“Jadi itu (Bonus) bukan diambil Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tapi milik pribadi pak Olly,” jelasnya lagi.
Sementara itu mewakili Tim Sulut United yakni Kepala Pelatih Tim, Herkis (sebutan akrab Herry Kiswanto) mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey yang sangat menyuport Tim Sulut United dan telah memberikan bonus dimaksud.
“Tentunya kami akan terus berjuang hingga maksimal untuk permainan juga tentunya, berharap dukungan penuh dari masyarakat Sulut. Kami sekarang ini mengejar target awal, saya dan anak-anak (pemain) jangan dulu takabur itu yang selalu saya sampaikan kepada mereka. Yang pasti kami terus berusaha untuk maksimalkan perjuangan raih kemenangan permainan,” terang Herkis.
Diketahui prosesi penyerahan bonus itu dilaksanakan di Lapangan Stadion Klabat dan dihadiri seluru tim Sulut United.
(1s70)



Peringati HUT Boltim ke-11, Ini Pesan Bupati Sehan Landjar

Bupati Boltim Sehan Landjar saat bertindak sebagai Irup Peringatan HUT Boltim ke-11.

Boltim, detiKawanua.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dilaksanakan tepat di halaman Kantor Bupati pada Senin (22/07) pagi tadi, dengan mengusung tema “Memantapkan Pelayanan Mencapai Masyarakat Mandiri, dan Sejahtera”.
Dalam upacara HUT Boltim tersebut, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) mengatakan, dalam roda pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan di Boltim selang 11 tahun dengan segala dinamikanya, senantiasa merefleksikan beragam kemajuan di berbagai bidang dan sejumlah persoalan dengan beragam tantangan sekaligus menjanjikan sejumlah peluang, yang secara signifikan telah memberi warna bagi wajah Bolaang Mongondow Timur.
Di era otonomi dan globalisasi saat ini, yang terus berjalan maju kita pun harus berpacu dengan waktu dan mampu menjawab semua tantangan. Guna mengubah masalah menjadi peluang dengan kesiapan daerah, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDM).

Juga Bupati menuturkan, Boltim ada dalam genggaman kita semua. Sebab, kita semua yang akan merubah tantangan dan rintangan menjadi peluang dalam menggapai cita-cita. Olehnya, melalui kesempatan ini, Saya ingin menegingatkan beberapa hal penting kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), para Kepala desa (Sangadi-red), tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Labupaten Boltim.

“Pertama tingkatkan disiplin, semangat kerja, profesionalisme, dan kerja tuntas sebagai abdi negara. Karena semuanya, merupakan landasan utama dalam berkreativitas,” jelas Bupati dalam sambutannya.

Kedua, lanjut Bupati, ketaatan terhadap sumpah dan janji sebagai abdi negara, perlu diingat kembali, karena hingga hari ini tidak sedikit abdi negara yang dinilai tidak mentaati isi makna dari sumpah dan janji PNS.

“Yang Ketiga, mampu meningkatkan serta mengembangkan potensi diri sebagai abdi negara. Keempat pada momentum HUT ke-11, Saya tekankan untuk memantapkan pelayanan mencapai masyarakat mandiri dan sejahtera. Hal ini supaya benar-benar diindahkan oleh seluruh abdi negara di kabupaten Boltim yang sama kita cintai,” papar Bupati Boltim.

Sebagaimana secara historis Kabupaten Boltim, mengenai pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow Raya (BMR), menjadi kabupaten baru di tahun 2008. Pada moment yang baik ini, sebagaimana proses terbentuknya Boltim yang telah dibacakan oleh ketua DPRD Boltim, yang diprakarsai oleh tokoh bersejarah BMR yakni, Ibu Hj. Marlina Moga Siahaan.

“Alhamdulillah bersama tokoh bersejarah, dan atas semua kerja sama masyarakat serta pemerintah, maka lahirlah dan terbentuknya Kabupaten Boltim. Ini perjuangan yang sangat luar biasa. Dari hasil pemekaran Kabupaten Boltim, yang saat ini sudah berumur 11 tahun. Cikal bakal berdirinya Kabupaten Boltim, sudah sesuai dengan Undang-Undang Tahun 2009,” terang Bupati.

Dengan begitu, bagaimana kita meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan kedisiplinan, yang akan lebih memajukan daerah ini dan bangsa ini. Mari kita tingkatkan rasa tanggungjawab kita, menjaga nama baik dan berbuat untuk daerah yang kita cintai ini.

“Kedisiplinan, ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa, dan ketaatan rasa tanggung jawab pada pekerjaan adalah penting. Keberhasilan seorang pemimpin, bukan dinilai dari pembangunan fisik, infrastruktur, tetapi berhasilnya seorang pemimpin dari seberapa besar daya penurunan angka kemiskinan, pengangguran, serta seberapa besar daya beli masyarakat, melalui ekonomi masyarakat. Masa depan Boltim ada di genggaman kita. Kita harus memanfaatkan waktu untuk berbuat dan membangun hal yang baik demi menuju masyarakat Madani,” ucap Bupati berpesan.

Bagi ASN, Saya tekankan agar lebih meningkatkan kinerja pelayanan dan kedisiplinan, pengelolaan keuangan terbaik, karena kita sudah 6 Kali WTP. Kedepan masih banyak tantangan yang akan kita hadapi.

Di akhir sambutannya, Bupati mengatakan, rasa terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Boltim khususnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua baik tokoh-tokoh agama, pemuda, guru, ASN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat Boltim. Mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa, sebab atas izinnya, pada hari ini Senin (22/07/2019) kita semua dapat memperingati HUT Boltim yang ke-11. Kita wajib bersyukur. Mototompiaan Mototabian Bo Mototanoban,” kata Eyang, sapaan akrab Bupati Boltim.

Upacara HUT Boltim ini, turut dihadiri Wakil Bupati Boltim, Sekda, Asisten, Ketua DPRD serta anggota, Wakapolres Bolmong, Dandim 1303/Bolmong, seluruh ASN lingkup Pemkab Boltim, Camat, Sangadi dan seluruh aparat desa se-Kabupaten Boltim, serta tokoh agama, pemuda dan masyarakat Boltim.
(Fidh)



BNN Sangihe Sosialisasi Bahaya Narkoba

Tahuna, detikawanua.com – Pengguna Narkoba didominasi oleh kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kepulauan Sangihe lebih mengedepankan pencegahan bahaya Narkoba pada tingkatan ini secara lebih dini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh FKUB bekerja sama dengan BNN Kabupaten Kepulauan Sangihe pekan lalu, sulitnya pemberantasan Narkoba secara total diakui BNN sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama-sama.
Kepala BNN Kabupaten Kepulauan Sangihe Melky Tuwankotta mengungkapkan, bahaya Narkoba perlu pencegahan sejak dini. “Pengguna Narkoba sebagian besar adalah usia produktif,  itulah perlunya sosilisasi sejak dini terhadap generasi muda baik secara formal maupun informal. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan, pentingnya bahaya narkoba, serta upaya-upaya pencegahan berkembangnya pengguna narkoba di tengah masyarakat,” katanya
“Narkoba itu sulit diberantas secara mutlak. Namun kita berupaya melakukan pembinaan dasar bahaya narkoba, salah satunya pengenalan bahaya Narkoba ke kalangan pelajar, SMP maupun SMU. Sebab, mereka dianggap produktif sebagai pengguna. Tak hanya pelajar, elemen lainpun akan menjadi tujuan pencegahan dan pemberantasan Narkoba,” terang Tuwankotta lagi.
Ditambakannya, Pemberantasan Narkoba tak hanya tugas BNN. “Narkoba adalah bahaya laten. Kapanpun dan dimanapun, pemberantasan dan pencegahan penggunaan Narkoba butuh waktu. Tak hanya menjadi tugas BNN, tapi seluruh lapisan masyarakat harus aktif, terutama orang tua untuk bisa mengawasi anak-anaknya, jangan sampai terjerumus. Bahaya Narkoba adalah tugas kita bersama,” tutupnya. (hs)



Turut Berduka Cita, Joune Ganda Melayat Kerumah Duka Mertua Wabup Minahasa

Minahasa, detiKawanua.com – Suasana dukacita menyelimuti keluarga besar Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey-Lengkong. Hal ini dikarenakan meninggalnya Conny Sigarlaki yang adalah mertua dari Wabup Minahasa.
Terlihat keluarga dan handai taulan turut hadir memberikan ucapan turut berdukacita di rumah duka di Tondano, Minggu (21/7) sore. Salah satunya, Joune Ganda yang saat ini digadang-gadang maju dalam pilbup Minahasa Utara (Minut) tahun 2020 nanti.
Pada saat melayat dirumah duka, Joune Ganda terlihat memberikan ucapan turut berdukacita kepada Wabup Robby Dondokambey dan keluarga.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah Conny Sigarlaki,” ujarnya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan memperoleh penghiburan dari Tuhan YME,” pungkasnya.
Sementara itu, Wabup Robby Dondokambey mengucapkan terimakasih atas kunjungan Joune tersebut.
“Terimakasih juga bagi pak Joune yang sudah datang memberikan penghiburan bagi kami keluarga. Semoga apa yang direncanakan kedepan bisa sukses dan berhasil,” singkat Wabup Robby.

(1s70/tim)




Sampaikan kesan Kamtibmas, Kapolsek Amurang hadiri Acara Musyawarah Badan Takmir Masjid

Hadiri Musyawarah Badan Takmir Masjid, Kapolsek Amurang sampaikan pesan kamtibmas

Humas Polres Minsel

MINSEL, detiKawanua.com – Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, SH,SIK, menghadiri acara Pemilihan Badan Takmir Masjid (BTM) Al-Mukminun, di Kelurahan  Ranoiapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (21/07/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, SH,SIK menyampaikan pesan dan himbauan kamtibmas kepada takmir masjid untuk selalu menjaga kerukunan antara sesama pengurus dan anggota takmir, saling menghormati antar umat beragama dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Perkuat soliditas antar umat beragama dengan tetap menjaga kerukunan, toleransi, saling menghormati, menghargai serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan kesatuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” imbau Kapolsek.

Kapolsek menambahkan bahwa menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif merupakan kewajiban bersama  untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan bermasyarakat.
( Vandytrisno)




Tim Formatur Mulai Susun ‘Kabinet’ Ulyas Taha di PWNU Sulut

Ulyas Taha, Ketua PWNU Sulut. /ist


Manado, detiKawanua.com – Rapat tim formatur menyusun struktur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara (PWNU Sulut) masa khidmat 2019-2024, berhasil disusun tanpa adanya tekanan dari manapun.

Penyusunan personil yang akan membantu Ulyas Taha selaku Ketua PWNU terpilih, berlangsung di Hotel Aston Manado, Sabtu (20/07) malam.

Tim formatur terbentuk merupakan hasil keputusan Rapat Pleno ke-6 pada Konferensi Wilayah XI yang berlangsung minggu lalu di Manado, terdiri dari Ketua Formatur KH Abdul Wahab Abdul Gafur LC selaku Ketua Rois Suriyah terpilih, Sekretaris Drs Hi Ulyas Taha MPd selaku Ketua Tanfidziah terpilih, unsur PBNU, dan dibantu empat orang anggota dari unsur PCNU di Sulut, yakni dari PCNU Boltim, PCNU Satal, PCNU Bolmut, dan PCNU Mitra.

Dalam rapat semalam, kata Ulyas Taha, tim formatur berhasil menyusun pengurus mulai dari jajaran Rois Suriyah dipimpin Ketua KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc, dibantu beberapa wakil ketua. Sementara untuk posisi Khatib, tim formatur memberi kepercayaan kepada KH Yaser Bin Salim Bahmid. Sedangkan Mustasyar diangkat KH Abdurrahman Latukau LC dan sejumlah nama.

“Selain itu, di posisi A’wan atau lebih dikenal dengan sebutan dewan pakar, terdapat para ahli dari perguruan tinggi yang ada di Sulut, di antaranya Prof Dr Ihdar Domu dan Dr Michael Mamentu, serta beberapa nama yang sangat berpengaruh  di perguruan tinggi yang ada di Sulut, baik Unsrat Manado, Unima Tondano,  dan  IAIN Manado,” jelas Ulyas via rilis yang diterima media ini, Minggu (21/07).

Khusus di jajaran Tanfidziah, yang selalu menjadi rebutan para kader NU, kini berada di genggaman tangan Drs Hi Ulyas Taha MPd. Diembannya jabatan tersebut, karena Ulyas begitu mulus mendapat dukungan 8 suara pengurus cabang dari 9 yang berhak memberi suara.

Tak kala hebat juga adalah jabatan sekertaris. Sederet nama yang menumpuk di atas meja tim formatur. Memang, kata Taha, jabatan ini sangat strategis. Jangan heran banyak kader-kader NU yang berpengalaman, berminat pada posisi ini.

“Alhamdulillah, semua keinginan dapat disatukan dan mengerucut kesatu nama, yakni Drs Masri Suleman, yang dibantu oleh wakil-wakil sekertaris yang sempat menguat di beberapa hari terakhir ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di jabatan bendahara, banyak juga yang mengincar. Sayang dominasi Ir Hi Iskandar Modjo sangat kuat dan sukar dipatahkan. Karena Pak Is, sapaan akrab beliau, adalah salah satu staf teras di “torang pe bank”, Bank SulutGo.

“Kalau dilihat dari komposisi yang ada, memang terkesan terlalu ‘gemuk’. Sebab  di unsur ketua terdapat 12 orang, di unsur sekretaris juga terdapat 12 nama, sementara di unsur bendahara hanya terdapat 7 nama saja. Ini terjadi karena diambil dari unsur daerah tingkat dua,” jelas Taha.  


Lebih menarik lagi, kata Ketua PWNU Sulut terpilih ini, adalah menyusun posisi wakil-wakil ketua. Tak dapat dihindari karena begitu banyak nama-nama yang ada di tangan setiap anggota formatur agar kader-kader NU terbaik boleh masuk dalam ‘Kabinet’ Ulyas Taha.

“Salut buat ketua formatur begitu bijak membagi porsi sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing. Salah satu yang tak perlu diragukan lagi nama tokoh pers nasional yang ada di daerah ini dan juga sebagai wartawan senior, Hi Midun Loho, masuk salah satu unsur wakil ketua di kepengurusan NU Wilayah Sulut untuk periode 5 tahun ke depan,” terangnya.

“Setiap kader yang masuk struktur PWNU Sulut, harus mengisi surat penyataan bermaterai, yang isinya antara lain: bersedia meluangkan waktu untuk Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dan menerima Pancasila sebagai Dasar dan Azas negara serta NKRI sebagai bentuk final negara,” tambahnya.

Di akhir rilis, Ulyas Taha mengimbau dan mengingatkan kepada kader-kader yang tidak masuk dalam pengurus harian, agar tidak berkecil hati.

“Jangan khawatir, kalian semua sangat diperlukan di badan-badan otonom dan lembaga NU. Disitulah karier kalian diuji,'” pungkasnya.

(*/Indra)



Silaturahmi Pengucapan Minahasa, Gubernur Olly, Ketua PKK, Wagub dan Sekprov Disambut Bupati ROR dan Ibu

Minahasa, detiKawanua.com – Bertempat di rumah dinas Bupati Minahasa, Royke O.Roring (ROR) di Tondano, pada Minggu (21/07) siang tadi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur, Steven kandouw, Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen beserta Ketua TP PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw didampingi sejumlah pejabat eselon II menghadiri Perayaan Pengucapan Kabupaten Minahasa.
Pada kesempatan itu juga rombongan disambut langsung, Bupati Roy Roring (sapaan akrabnya) didampingi Ketua TP PKK Minahasa, Fenny Roring Lumanauw, dengan dijamu makan siang bersama.
Pantauan media, terlihat hadir pula dalam agenda penuh kebahagiaan dan kekeluargaan itu, Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, Franky Wongkar turut hadir dalam acara itu.
(1s70)