Sejumlah Pejabat Pemprov Sulut Tiga Hari Digodok Potensi dan Kompetensinya
(Hms/1s70)
(Hms/1s70)
“Kami selaku pemerintah telah menyediakan mobil ambulance, yang hanya ada di setiap Puskesmas di tujuh kecamatan. Sedangkan di Boltim ada 80 desa,” ujar Bupati, Senin (22/07) kemarin, di hadapan masyarakat tepat di HUT ke-11 Boltim.
“Memang mobil ambulance di desa sangat dibutuhkan, ketika warganya sakit jika harus dirujuk ke Puskesmas, ataupun ke rumah sakit butuh mobil,” tegas Bupati.
“Saya rekomendasikan setiap sangadi saat kelola ADD, untuk pengadaan mobil ambulance buat masyarakat. Ini sangat membantu atas keluhan masyarakat yang di pelosok, dan belum ada fasilitas kendaraan ambulance,” jelasnya.
“Untuk pengadaan mobil ambulance, di Boltim ada dealer mobil Wuling. Mobil merek ini, selain harganya murah, juga bagus untuk alambulance.
“Nah, anggarannya diambil dari DD, itu bisa untuk kebutuhan masyarakat di desa jika ada warganya yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit,” tandas Bupati.
“Tentang adanya kebijakan pendapat belanja, serta asumsi dalam rapat paripurna yang diselenggarakan untuk kemajuan, pembangunan, serta perkembangan daerah,” terangnya.
“Untuk mewujudkannya, harus bersinergi, berkesinambungan guna kemajuan daerah,” kata Bupati.
“Tentunya, adanya berdasarkan anggaran, pertanggungjawaban, serta asumsi maupun PPAS pergeseran anggaran perubahan atau KUA, sehingga pendapatan anggaran akan lebih baik, dan regulasi kebijakan di bidang pendapatan,” ucap Bupati.
“Sebab di sini kita sudah mempunyai spot-spot menarik yang sangat berpotensi, dari darat hingga laut. Di Tutuyan sendiri sebagai Ibukota, sangatlah penting membangun akses penunjang untuk menampung wisatawan yang datang berkunjung. Agar, ada tempat bagi mereka (wisatawan-red) menginap,” ucap Bupati.
“Wisata Boltim sudah dikunjungi lebih dari 300.000 pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan tidak sedikit yang datang dari negara-negara asing. Sehingga, salah satu strategi untuk membuat para tamu nyaman barada di Boltim, yaitu lewat tutur bicara yang sopan, lembut, ramah dan pelayanan baik dari masyarakat kita sendiri,” kata Bupati.
Wisata pada umumnya, identik dengan kecantikan alamnya, serta kebersihan. Itu menjadi tolak ukur untuk menarik minat wisatawan. Jika masyarakat tidak sadar lingkungan, itu bisa membawa dampak negatif dan membuat para pengunjung tidak betah berlama-lama di Boltim.
“Tujuan dilaksanakannya event ini, tidak lain adalah untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adanya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Dispar Boltim telah membuktikan bahwa Kabupaten Boltim layak dan terus dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelas Eyang, sapaan Bupati Boltim
“Saya berharap, ilmu pengetahuan dan kecakapan bisa dikantongi pemenang Uyo dan Anu tahun 2019, agar bisa menjabarkan kabupaten dengan baik. Karena mereka yang terpilih akan menjadi duta pariwisata Boltim,” tuturnya.
Sementara Kepala Dispar Boltim Rizky Lamaluta mengatakan, event ini erupakan agenda rutin tahunan oleh Dispar Boltim, yang pelaksanaannya dilakulan di tingkat kabupaten.
“Untuk pelaksanaan rangkaian kegiatan atau latar belakang pelaksanaan pemilihan Uyo – Anu ini, sebagai wadah bagi generasi muda untuk turut serta dalam berpartisipasi sebagai duta wisata Botim, didalam maupun di luar daerah. Dan akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu terwujudnya Bolaang Mongondow Timur sebagai bagian dari destinasi pariwisata, yang kreatif dinamis dan berdaya saing tinggi,” ungkap Rizky.
“Kegiatan FDM merupakan event tahunan. Sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya dan sudah tercatat di dalam kalender of event provinsi Sulawesi Utara. Rencana kedepan kami, adalah FDM bisa masuk dalam kalender of event nasional. Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam FDM ini juga merupakan bentuk inovasi, dan kreatifitas pemerintah melalui Dispar sebagai salah satu media untuk melakukan pengembangan promosi wisata yang akan memberikan dampak, sangat baik bagi peningkatan daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat setempat khususnya sektor pariwisata,” jelas Dia.
“Kiranya pemilihan Uyo – Anu Tahun 2019 ini dapat melahirkan figur generasi muda Boltim yang mampu mengembangkan dalam potensi daerah, terutama dalam sektor pariwisata daerah dan mendukung penyelenggaraan sektor pariwisata daerah, untuk peningkatan perekonomian dengan mempromosikan pariwisata khususnya kabupaten Boltim, dan Sulawesi Utara pada umumnya, tutut Lamaluta.
“Jika sudah selesi pembangunannya pada waktu masa kerja ditentukan yakni (03/10) mendatan, maka jelas sangat membatu kegiatan belajar mengajar dan pastinya salah satu peningkatan mutu pendidikan, karena ditunjang dengan sarana parasarana. Saya bersyukur dapat rehab RKB,” terang Artenan kepada media ini.
“Kemungkinan jumlahnya akan bertambah, sebab saat ini kita masih membuka penerimaan murid baru,” bebernya.
SDN 1 Tutuyan 3 berdiri pada Tahun 1977 silam yang sebelumnya adalah SD Inpres. Sejak tahun 1993, saya menjadi guru bantu di sekolah ini. Pada 18 November 2016, saya dilantik menjadi Kepsek.
“Awalnya puluhan tahun silam, sekolah ini hanya memiliki 6 RKB. Dan sekitar tahun 2011 lalu ketambahan menjadi 10 RKB. Tahun 2014 menjadi 12 RKB,” papar Artenan, Selasa (23/07) siang tadi.
“Dari jumlah sekolah tersebut, kita lakukan perehaban bangunan sekolah. Sebab, dinilai sangat urgen untuk dilakukan perehaban atau perbaikan RKB. 42 sekolah yang urgen diperbaiki bangunannya, ditambah dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ikut direhab. Jadi, total anggaran keseluruhan Rp 17,6 miliar DAK dari kementerian. Dilakukannya rehab RKB, guna pemenuhan sarana prasarana demi peningakatan kwalitas serta mutu pendidikan,” ungkap Yusri.
“Dengan adanya rencana Pemda Boltim melalui BKPSDM, untuk pengangkatan CPNS tahun ini, maka kita akan upayakan pemenuhan guru di setiap sekolah bakal terealisasi,” jelas Yusri.
“Pelaksanaan kegiatan untuk memperingati hari lahir kabupaten yang jatuh setiap 21 Juli, disesuaikan dengan pemekaran Kabupaten Boltim berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Bolmong Timur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sehingga itu diharapakan kepada seluruh elemen masyarakat, agar bersama-sama dengan pemerintah membangun daerah melalui inovasi-inovasi yang potensial,” kata Marsaole melalui sambutannya.
“Sudah banyak prestasi yang diraih daerah ini selama 11 tahun ini. Hal itu dibuktikan dengan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI),” bebernya.
Sementara itu, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH, dalam sambutannya, mengapresiasi seluruh jajaran perangkat daerah yang sudah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya.
“Ini tercipta berkat kerja sama antara pemerintah daerah dengan DPRD. Sehingga Boltim, bisa menerima WTP Enam kali berturut-turut,” jelas Bupati.
“Tahun 2019, Boltim mempunyai program unggulan yakni pariwisata. Dengan mengembangkan potensi-potensi wisata yang tersedia. Tidak menutup kemungkinan dan saya yakin, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat,” terang Bupati.
MINSEL, detiKawanua.com – Tindak lanjut dari Sanksi Administrasi paksaan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Minsel kepada Perusahaan Tepung Kelapa PT Tri Mustika Cocominaesa ( PT. TMC ) Teep Amurang nomor 40 Tahun 2019 maka mendorong pihak managemen melakukan perbaikan dan Peningkatan Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL) dan Pembenahan lain terkait dengan Lingkungan dan managemen perusahaan Tepung kelapa TMC secara keseluruhan
Hal ini juga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) kabupaten Minsel, dengan persoalan IPAL PT. TMC yang baru saja menjadi perhatian publik karena adanya surat dari Dinas Lingkungan Hidup nomor 660/DLH/175/VII-2019 tentang Pemberitahuan untuk ditindaklanjuti oleh PT. TMC terkait
1. Menyiapkan rencana teknis perbaikan atau peningkatan kinerja IPAL ( harap dipresentasikan dan dibuat laporan)
2. Tidak membuang limbah cair apabila masih melebihi baku mutu lingkungan
3. Apabila point 2 ( dua) diatas tidak dilaksanakan maka bsrdasarkan UU nomor 32 Tahun 2009 tentang Izin Perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup pemberian sanksi administrasi akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya yaitu pembekuan Izin Lingkungan.
Gerak cepat managemen PT. TMC yaitu memperbaiki atau Peningkatan Kinerja IPAL sesuai prosedur dan berupaya menyiapkan fasilitas pembuangan limbah cair menjadi standar baku mutu lingkungan dan hal ini dibuktikan lewat Sosialisasi sistem pengolahan limbah pada industri tepung kelapa PT TMC di Teep Amurang yang bertempat dilantai dua Hotel Sutan Raja Amurang.
Presentasi yang dilakukan oleh Konsultan Lingkungan Hidup PT. TMC Herlin Tangkuman mempertegas soal kinerja IPAL yang sudah diperbaharui dari gambar yang diperlihatkan kini peserta sosialisasi disugukan peningkatan sistem pengolahan Limbah PT TMC yang sudah di perbaiki mulai pekan lalu
” Perusahaan tenga berupaya memperbaiki IPAL karena memang semua perusahaan tepung Kelapa harus memperhatikan IPAL secara kontinu jika kerusakan terjadi atau kinerja harus ditingkatkan”. ucap konsultan
Kadis DLH Minsel Roy Sumangkut ST MT mengaku Pembinaan bukan karena ada masalah seperti ini tapi sebenarnya pembinaraan rutin dilakukan dan semua ada brita acara bersama
” tentu Pengawasan dan pembinaan rutin kami lakukan, Kalau IPAL sudah selesai maka kami terus memantau sesuai dengan baku mutu Lingkungan sesuai dengan UU nomor 32 Tahun 2009 tapi DLH melihat sejak Sanksi Administrasi Paksaan diberikan Ada progres sampai 70 persen dan saat ini tinggal 30 persen dan IPAL dari PT TMC Sebenarnya sudah selesai tapi ini peningkatannya dan kami nyakin sesuai 5 parameter dari upaya perbaikan IPAL dan pembersihan limbah di sungai Liwason sudah dilaksanakan maka ini progres yang sangat baik dan perlu di Apresiasi. Jelas Roy
Maka menurut Kadis DLH permintaan ketua dewan dan anggota dewan lainnya kita respon positif dengan memberikan kesempatan berproduksi dan karyawan siap bekerja lagi ini sudah ada jaminannya yaitu perbaikan secara Kontinu dan dengan pengawasan 1 X 24 jam setiap hari dilaporkan hasil perbaikan dan peningkatan tersebut.
( Vandytrisno)
Humas Pemkab Minsel
MINSEL, detiKawanua.com – Luar biasa Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke – 59 tahun 2019 yang penuh makna dan ini menjadi momend tersendiri bagi para insan Adhyaksa di Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut)
Apalagi hari spesial ini karena kehadiran para Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota pada puncak acara dengan momend saling berbagi dengan jajaran Korps Baju Coklat tersebut.
Adapun kehadiran Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Tetty Paruntu pun ikut menambah semarak untuk berbagi syukur atas momend tersebut yang dilaksanakan di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Senin (22/07/2019).
Selain menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Adhyaksa Sulut, Bupati Tetty Paruntu melantunkan lagu guna berbagi rasa syukur dan kegembiraan.
Hadir pada kesempatan ini Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan unsur Muspida, para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota serta pimpinan daerah lainnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief SH MH dalam sambutan, mengajak para Adhyaksa untuk menjalankan amanat Negara dan membuka cakrawala pengetahuan masyarakat tentang hukum.
“Selamat HBA ke 59 thn 2019 harapan kedepan kinerja kejaksaan tinggi akan semakin maju, ” ujar Bupati CEP.
( Vandytrisno/sk )