Guru SDN Kalikondang Akan Teruskan Program Literasi yang Didorong TNI

DEMAK, detiKawanua.com – Ada satu program yang akan ditindaklanjuti atau diteruskan oleh guru-guru SDN 4 Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, atas dorongan perlunya  literasi media dari Para Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak.

Dikemukakan Yoshilawati Hary P, S.Pd, salah satu guru SDN 4 Kalikondang, ajaran literasi media yang dilakukan oleh sejumlah anggota Satgas TMMD, yakni Serma Sunardi, Sertu Mahmudin dan Serda subur, telah membuka cakrawala pentingnya Literasi media kepada murid-muridnya.

”Dengan literasi akan menggiring kemampuan siswa memahami  bagaimana sebuah berita diproses oleh media. Termasuk memilahkan berita yang harus dikonsumsi,” ujar Yoshilawati.

Saat sejumlah anggota Satgas TMMD Kalikondang melakukan literasi membaca surat kabar, tentang ketokohan sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman, tampak sejumlah siswa begitu antusias untuk mengikutinya. Dan Kepala  SDN 4 Kalikondang, Markhiatun,S.Pd.SD sangat mengapresiasi kegiatan literasi tersebut . (Pendim 0716/Demak)




Disela-sela Kongres PDIP di Bali, Sosok JG Diakui Layak Pimpin Minut Ungkap YesJo

Minut, detiKawanua.com – Pernyataan dukungan terhadap sosok Joune Ganda, SE untuk maju dalam Pilkada Minahasa Utara datang dari berbagai kalangan, bahkan Bupati Sitaro Evangelian Sasingen dan Wakilnya John Hein Palandung (Yes-Jo) dengan tegas dan terbuka menyatakan dukungan.

“Sosok seperti anda layak pimpin Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Evangelian disela-sela pembukaan Kongres V PDI-P di Bali, Kamis (8/8).

Menurutnya, untuk saat ini baik internal partai dan diluar partai Joune Ganda memiliki daya tarik secara politik dan sosial kemasyarakatan.

“Jika berkapasitas untuk memilih, Saya pribadi dan kami berdua  menyatuhkan pilihan kepada Joune Ganda untuk calon Bupati Minut pada pilkada 2020 mendatang,” ujar istri mantan Bupati Sitaro itu sambil diamini Wabup Palandung.

Mendapat dukungan moral secara spontan dari Bupati dan Wakil Bupati Sitaro itu, Joune mengatakan bahwa semua aspirasi yang disampaikan  internal partai dan publik, akan semakin menguatkan untuk mempersiapkan diri.

“Atas nama pribadi dan keluarga menyatakan apresiasi yang tinggi dari berbagai kalangan masyarakat”kata Owner Raewaya Group itu sambil menambahkan secara keseluruhan proses menghadapi Pilkada Minut 2020 adalah kewenangan dan mekanisme partai yang menentukkan.

(tim/1s70)




Sanksi Tegas Staf dan Atasan Pemprov Sulut Terancam Potong TKD Sebulan

Manado, detiKawanua.com – Kedisiplinan dan peningkatan kinerja menjadi fokus pemerintah guna terwujudnya pelayanan yang maksimal dalam instansi pemerintahan yang tentunya hal itu diawali dari diri para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tujuannya guna mengantisipasi/menekan terjadinya pelanggaran.
Hal itu pun dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menseriusi dengan giat Inspeksi Mendadak atau Sidak. Yang oleh Kepala BKD Sulut, Femmy Suluh melalui Kepala Bidang Pembinaan Kesejahteraan Aparatur BKD Sulut, Andra Mawuntu mengatakan, pelaksanaan sidak diseluruh dinas/badan menjadi satu hal keharusan guna mengontrol serta menjadi bahan evaluasi.
“Saat ini kami terus melakukan sidak disetiap instansi,” ujar Kabid Andra, Selasa (6/8) di ruang kerjanya di BKD Sulut.
Dirinya menegaskan, jika saat sidak jam kantor didapati ada ASN yang tidak berada dikantor dengan tidak mempunyai alasan jelas maka akan ada sanksi.
“Sanksinya jelas, yakni jika tak ada ditempat maka tidak akan menerima TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) selama sebulan,” ungkapnya sembari menambahkan hal ini juga bertujuan untuk peningkatan sumber daya manusia para ASN. 
“Selain itu juga kedisiplinan dimaksud untuk menunjang program terkait reformasi birokras dari pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wagub Steven Kandouw (OD-SK). Sebab, reformasi birokrasi bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN. Tak hanya itu, ASN pun harus mampu melayani masyarakat secara maksimal,” ujar Andra.
Adapun bagi sanksi lainnya juga menurutnya berlaku bagi atasan diinstansi dinas badan masing-masing yang mempunyai aturan untuk memantau kinerja para staf bawahan ASN. Jika tidak, maka atasan tersebut yang dapat sanksi. Sebab, ini sudah berdasarkan PP 53 tahun 2010.

(1s70/*)




Langkah Pencegahan Dini Teroris, FKPT Sulut dan BNPT Libatkan Aparatur Desa


Minahasa, detiKawanua.com – Melibatkan jajaran aparat desa hingga penegak hukum TNI Polri di Kabupaten Minahasa, pada Kamis (08/07) siang tadi di Tasik Ria Resort Tateli, telah mengikuti kegiatan Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi yang diprakarsai Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulut bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).
Agenda rutin tahunan ini dari penyampaian sambutannya Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius melalui Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban BNPT, Kolonel TNI, Roedy Widodo mengungkapkan, bahwa aksi terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang mendapatkan kecaman oleh semua negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah membentuk lembaga khusus menangani tindak pidana terorisme dan merumuskan kebijakan dalam melakukan pencegahan dini. 
BNPT sendiri merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menangani permasalahan dimaksud, seiring berjalannya waktu organisasi teroris terus bertansformasi hingga ada kelompok terorisme versi lama dan versi baru. 
“Perbedaannya ada pada dinamika propaganda dan rekrutmen antara lain: terorisme versi lama memanfaatkan kekeluargaan, pertemanan, ketokohan dan lembaga keagamaan dengan rekrutmen tertutup dan pembaiatan langsung sedangkan versi baru yaitu memanfaatkan website, media sosial, dan social messenger dengan rekrutmen terbuka dan pembaiatan via media sosial. Artinya wajah baru terorisme lebih berbahaya, karena mereka tidak lagi tertutup melainkan terbuka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian potensi keterpaparan masyarakat cukup tinggi, apa lagi mereka yang aktif di media sosial atau dunia maya” jelas Roedy sembari menambahkan bahwa potensi tersebut sesuai data berdasarkan hasil survey pemanfaatan internet 2017 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa 143,26 juta dari total populasi penduduk Indonesia 262 juta orang adalah pengguna internet atau sekitar 54,68% dari total penduduk Indonesia.
“Alasan lainnya merupakan perang psikologi, propaganda, jaringan kelompok terorisme, perekrutan dan mobilisasi, pengumpulan dana, data mining/pengumpulan informasi, pemberian intruksi serta tempat diskusi antara individu-kelompok,” ungkapnya.
Mengapa teroris menggunakan dunia maya (fasilitas internet)?, alasannya menurut Roedy adalah muda diakses, sulit dikontrol, audien yang luas, anonim (tanpa nama), kecepatan informasi, media yang interkatif, murah untuk membuat dan memelihara, bersifat multi media (gambar, suara, foto dan video), serta internet menjadi salah satu sumber pemberitaan.
Sementara itu melalui Ketua FKPT Sulut, James Tulangao menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing seperti, Roedy Widodo (Kasubdit Pemulihan Korban BNPT) dan Yosep Adi Prasetyo (Mantan Ketua Dewan Pers), dengan jumlah peserta sebanyak 95 orang yang terdiri dari Aparatur Kelurahan dan Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan awak Media. 
“Kita harapkan bahwa peserta yang hadir akan memahami bahaya radikalisme dan terorisme serta bersama-sama BNPT dan FKPT dalam melakukan pencegahan dini di tengah-tengah masyarakat,” ujar James, seraya menambahkan kepada wartawan, kegiatan dimaksud sangatlah penting guna kepentingan bangsa dan negara beserta semua elemen masyarakat.
“Stratergisnya penguatan forum ini difokuskan diwilayah pesisir Sulut, yang nantinya juga kedepan akan dilaksanakan di wilayah Bolmong Raya. Pentingnya informasi dari semua pihak termasuk informasi warga, karena potensi yang ada itu banyak terjadi diwilayah perbatasan dan pesisir,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Bupati Minahasa Royke O. Roring yang diwakili oleh Kasat Pol PP Meidy Rengkuan, bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan informasi internet adalah media yang efektif dan digunakan kelompok teroris dalam menjalankan aksinya dan perekrutan anggota. 
“Sebagaian besar masyarakat Indonesia banyak berselancar di media sosial” jelas bupati melalui sambutannya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan.

(1s70/*)




Pedagang Blewah Rasa Kehilangan Namun Tetap Ucapkan Terima Kasih

DEMAK, detiKawanua.com – Sardi (43), petani Blewah asal Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota merasa kehilangan sosok TNI menyusul telah berakhirnya pelaksanaan TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak di desanya.

”Terus terang saya benar-benar merasa kehilangan sosok Tentara dengan berakhirnya TMMD. Namun demikian kami mengucapkan banyak terimakasih atas jasa-jasanya,” ungkap Sardi kepada Tim Pendim Demak.

Merasa kehilangan, aku Sardi, dalam sebulan terakhir ini ia sudah begitu akrab dengan para Satgas TMMD yang banyak memberi saran masukan kepada dirinya yang membudidayakan buah blewah.

”Setelah TMMD Pak Tentara itu khan akan meninggalkan Desa Kalikondang untuk  kembali ke kesatuannya masing-masing, sehingga tidak ada lagi teman untuk curhat atau untuk berkonsultasi mengembangan tanaman blewah.”

Namun di pihak lain, Sardi sangat mengucapkan banyak terimakasih karena selama pelaksanaan TMMD, TNI Satgas telah banyak melakukan pembangunan di Desa Kalikondang. Salah satunya membangun sejumlah ruas jalan sehingga akan memudahkan dirinya untuk memasarkan panenan blewah. (Pendim 0716/Demak)




TNI Satgas TMMD Ini Merasa Lega Bisa Bantu Warga yang Kesusahan

DEMAK, detiKawanua.com – Kopda Ari, anggota Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak yang  berasal dari Yonif 410/Alugoro, mengaku mempunyai banyak kenangan indah selama menjadi bagian dari Satgas TMMD di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota.

Dia mengaku, sejak dari awal dia dan sejumlah Satgas TMMD lainnya menyadari bahwa dalam melaksanakan TMMD tidak hanya terpaku dengan tugas melakukan bangunan fisik. Melainkan menjalin silahturahmi dengan warga desa sasaran, dan membantu warga dalam banyak hal.

Kopda Ari menyatakan dirinya tidak akan bisa melupakan kenangan bisa membantu warga Kalikondang yang sedang tertimpa kesusahan.

”Bangga dan lega rasanya bisa membantu warga yang sedang mengalami kesusahan,” paparnya.

Dituturkan, pernah suatu ketika dia dan TNI Satgas lainnya tengah sibuk bekerja di pengecoran jalan yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD, tiba-tiba ada seorang warga, Bu Warsini yang motornya mogok.

Spontan Kopda Ari dan beberapa anggota Satgas lainnya menghampiri untuk memberi pertolongan.

”Alhamdulilah, akhirnya kerusakan motor bisa teratasi dan Bu Warsini bisa melanjutkan perjalanan membawa beras belanjaannya,” pungkas Kopda Ari. (Pendim 0716/Demak)




”Diajari Pak Tentara, Kami Sudah Lihai Cara Memberi Salam Hormat yang Benar”

DEMAK, detiKawanua.com – Meski ikut juga merasakan kehilangan sosok Tentara, pasca upacara penutupan TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak, sejumlah murid SDN 1 Kalikondang mempunyai banyak kenangan manis. Menyusul para anggota Satgas TMMD mengajari banyak hal kepadanya.

”Salah satunya kami telah diajari untuk memberi salam hormat yang benar.Termasuk diajari kedisiplinan, baris berbaris, dan didorong untuk gemar membaca agar bertambah luas wawasannya,” ungkap Bagas (11), salah satu siswa kelas 5 SDN 1 Kalikondang.

Dikemukakan, Sertu Mahmudin, salah satu anggota Satgas TMMD Kodim Demak,
kegiatan TNI Satgas baik dalam fisik maupun non fisik ternyata membawa perubahan. terlihat warga Desa kalikondang saat ini sudah banyak berubah dari sikap dan kedisiplinannya.

Menurutnya, selain orang dewasa, anak-anak SD di Desa Kalikondang (desa sasaran TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak, juga ikut merasakan kehadiran Satgas TMMD Kodim demak.

Terlihat mereka menyambut dengan ceria kehadiran satgas TMMD, tanpa dikomando anak SD langsung memberi penghormatan. 

”Saya senang sekali anak-anak Desa kalikondang ini juga ikut merasakan dampak dari kehadiran kami disini, semua itu terlihat dari wajah mereka, yang dulunya di awal-awal kita hadir disini mereka tampak tertutup dan tidak merespon kalau bertemu dengan kita, tetapi sekarang mereka tampak ceria dan langsung menyapa apabila bertemu dengan kita,” tutur Sertu Mahmuddin. (Pendim 0716/Demak)




Semoga Warga Mau “Teladani” Apa yang Sudah Kami Lakukan Selama TMMD

DEMAK, detiKawanua.com – Bagi sejumlah TNI Anggota Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak, meninggalkan Desa Kalikondang terasa sangat besar. Hanya demi tugas baru yang harus dijalani di kesatuannya masing-masing, mereka harus rela.

Kopda Arifin, salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan, ada harapan yang ditaruh oleh para Satgas TMMD yang telah melakukan banyak hal di Desa Kalikondang, termasuk bersih-bersih lingkungan, meski hal itu diluar program fisik maupun non fisik TMMD.

”Semoga saja warga Desa Kalikondang mau “meneladani” apa yang sudah kami lakukan selama bertugas di TMMD. Yakni, selain merawat semua hasil pembangunan, hendaknya warga mau gotong royong memperhatikan kebersihan lingkungan,”ujar Kopka Arifin.

Dikemukakan, mempelopori warga untuk  bersih-bersih lingkungan dilakukan para TNI Satgas sejak hari pertama pelaksanaan TMMD. Bahkan menjelang penutupan sejumlah prajurit anggota Satgas juga mengajak warga masyarakat untuk membersihkan lingkungan. (Pendim 0716/Demak)




”Kami Akan Rindu Disambangi Para Tentara”

DEMAK, detiKawanua.com – Menyusul telah usainya upacara penutupan TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak dilanjutkan kembalinya prajurit anggota Satgas ke kesatuannya masing-masing, banyak warga Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota merasa kehilangan.

”Meski usainya TMMD di desa kami tidak bisa ditawar lagi, namun kami benar-benar merasa kehilangan. Kami tentu akan sangat rindu disambangi para Tentara itu, mengobrol banyak hal, saling tukar pengalaman,” ujar Jatmiko (49), salah satu warga Desa Kalikondang.

Kerinduan dari Jatmiko tentu akan dirasakan oleh banyak warga Desa Kalikondang lainnya. Menyusul selama pelaksanaan TMMD, di setiap harinya banyak Tentara Satgas yang beranjangsana ke rumah-rumah warga. Bahkan terkadang menggelar acara makan bersama atau suatu saat dengan ngopi bareng merupakan kenangan tersendiri.

Pasiter Kodim Demak, Kapten Inf. Mulyadi mengaku wajar jika warga Desa Kalikondang merasa kehilangan sehubungan dengan berakhirnya TMMD Reguler ke-105 Kodim Demak. Pasalnya, hidup bersama selama satu bulan penuh telah terjalin persaudaraan yang begitu akrab. 

Selama pelaksanaan TMMD, demikian Kapten Mulyadi, para TNI Satgas di setiap harinya rajin menjalin tali silaturahmi dengan warga desa sasaran. Di saat sore hari setelah usai kerja di lokasi TMMD, para Satgas datang ke rumah-rumah warga  untuk menjalin tali silaturahmi yang lebih erat. (Pendim 0716/Demak)




Sejumlah Satgas TMMD Kelak Ingin Lihat Pohon Hasil Tanamannya

DEMAK, detiKawanua.com – Sejumlah Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak meninggalkan Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota dengan begitu gagah, pasca digelarnya upacara penutupan TMMD tersebut. Banyak kenangan suka dan duka selama melaksanakan TMMD selama 30 hari itu. Termasuk banyak “warisan” yang ditanamkan di Desa Kalikondang.

Beberapa TNI Satgas menyatakan, kelak suatu saat akan menyempatkan waktu untuk melongok sejumlah pohon buah yang telah ditanam di Desa Kalikondang bersamaan dengan pelaksanaan TMMD tersebut.

”Mudah-mudahan dirawat dengan baik sehingga bisa tumbuh besar dan berbuah dan bisa dinikmati warga,” harap Kopka Doni yang dari Yonif 410/Alugoro itu.

Sebagaimana diketahui, untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sejumlah TNI Satgas menjelang penutupan TMMD Kalikondang, melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon buah-buahan di desa setempat.

Aksi penghijauan yang dipimpin langsung oleh Letda Kasrin itu menanam berbagai jenis pohon buah, mulai pohon jambu biji, jambu air,  srikaya dan mangga sebanyak.

Menurut Letda Kasrin, aksi penghijauan tersebut dalam rangka menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan Desa Kalikondang. Tidak hanya itu, kelak jika sudah berbuah bisa dinikmati oleh warga setempat. (Pendim 0716/Demak)