RUPS Luar Biasa, Hasil Pendapatan PT. MSH Harus Kembali Ke Rakyat
(1s70/*)
Buka Kegiatan Penyusunan SSH ASB, Bupati: Kedepan Kita Terapkan e-Budgeting Secara Bertahap
Buka Boltim Sehan Landjar saat membuka kegiatan Penyusunan SSH ASB.
Boltim, detiKawanua.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH membuka kegiatan Penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Belanja (ASB) Pemkab Boltim Tahun anggaran 2020, di Hotel Quality Manado pada Senin (19/08) siang tadi.
Bupati mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam pengaplikasian E-Budgeting “kedepan kita akan menerapkan e-budgeting secara bertahap. Dan materi yang kalian dapatkan saat ini, diharapkan akan mampu membangun komitmen yang kuat dalam penerapannya nanti” ujar, Bupati
Pendekatan SSH, kata Bupati, dapat memberi beberapa manfaat seperti mempermudah perhitungan, penetapan plafon anggaran pada saat penetapan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan meminimalisir pengeluaran yang kurang jelas “manfaat lainnya, penentuan pagu anggaran akan berdasar pada tolak ukur yang jelas serta penentuan besaran alokasi setiap kegiatan menjadi objektif serta penyusunan anggaran lebih efektif, efisien dan tepat waktu,” papar, Bupati
Sementara, Sekretaris Panitia Kegiatan, Syukur Monoarfa juga menambahkan selama lima hari ke depan, 19 – 23 Agustus 2019, para peserta akan dibimbing oleh pemateri dari BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) “peserta kegiatan ini sebanyak 24 orang yang merupakan perwakilan dari SKPD – SKPD yang melakukan survey harga untuk tahun 2020” ucap Syukur.
(Fidh)
BPBD Botim Imbau Warga di Musim Kemarau, Yanto: Mencegah Lebih Baik Daripada Menanggulangi
Kabid Kesiapsiagaan Pencegahan dan Rekonstruksi BPBD Boltim, Yanto Modeong.
Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau kepada warga masyarakat, dimusim kemarau saat ini, supaya dapat menghindari atau selalu waspada melakukan tindakan yang menyebabkan kebakaran atau hal yang tidak inginkan bersama.
Hal ini dikatakan, Kepala BPBD Boltim, Elvis H Siagian melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan Pencegahan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Yanto Modeong agar mengurangi aktivitas pembakaran lahan dan hutan serta, rumput kering terutama yang berdekatan atau berada di wilayah pemukiman warga “demi meminimalisir terjadinya kebakaran lahan hutan, perkebunan, dan pemukiman warga” ucapnya
Menjaga serta merawat sumber mata air bersih, kata Dia, agar dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan warga masyarakat “dilarang membuang puntung rokok di areal perkebunan atau di pinggiran jalan, demi menghindari pemicu terjadinya kebakaran. Meminta bantuan, serta koordinasi antar instansi lintas sektoral terutama pihak kecamatan supaya dapat bekerjasama guna menginformasihkan hal ini kepada perangkat desa di wilayah kecamatan masing – masing” jelas, Yanto
Lanjut dikatakannya, segera menginformasihkan kepada instansi terkait, apabila ada wilayah atau desa yang mengalami krisis air bersih. Tujuannya agar dapat dilakukan tindakan penyaluaran bantuan air bersih “upaya pencegahan merupakan cara terbaik, dan sangat penting untuk dilakukan. Karena upaya ini, relatif lebih mudah dan murah dibandingkan jika kita melakukan penanggulangan kebakaran yang sudah terjadi” terang, Yanto sembari mengimbau
Dalam konteks pencegahan, lanjut dirinya tuturkan, kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan sejak dini. Pelibatan satuan tugas gabungan dari Pemerintah daerah, yakni TNI/Polri, masyarakat dan dunia usaha dalam mencegah dan menanggulangi merupakan alternatif penguatan. Ini bertujuan, meminimalisir terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan “semoga Himbauan dan informasi ini, dapat bermanfaat bagi kita semua. Terutama bagi warga masyarakat Bolaang Mongondow Timur” ujar, Yanto (19/08) siang tadi.
(Fidh)
Dinsos Boltim Salurkan Sejumlah Bantuan Sosial
Rapat Perdana GABSI Sulut,Ketum Joune Ganda Langsung Action 3 Program Ini
(Tim)
Usai Pawai Pembangunan JS OK Makan di Atas Daun Pisang Serta Ikut Dansa Polineis
Mitra,detiKawanua.com – Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap dan Wakil Bupati Joke Legi (JS OK) terus mempertahankanbudaya dan adat daerah seperti makan di atas daun pisang serta dansa polineis.
Hal tersebut terlihat usai pawai pembangunan yang finis di wilayah kelurahan Lowu Dua kecamatan Ratahan, Bupati dan wakil bupati serta jajaran disuguhi makanan yang diletakkan diatas daun pisang dan dilanjutkan dengan mengikuti dansa polineis musik bambu yang merupakan budaya warga mitra.
lurah Lowu Dua Meyta Ompi mengatakan, pihaknya memang sengaja memberi jamuan sesuai dengan budaya yang ada dikabupaten Mitra seperti makanan yang dimasak dalam bambu .
” Ini juga untuk terus mempertahankan budaya kita seperti makan di daun pisang dengan menu ayam dan saut yang isi di bambu dan tak ketinggalan dansa polineis,” ucap Ompi
Indri Rambi
Sumendap Tegaskan Perangkat Desa dan BPD Yang Maju Calon Hukum Tua Harus Mundur
Mitra,detiKawanua.com – Jelang Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut), Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap SH menegaskan Perangkat desa dan BPD yang ingin menjadi calon harus mundur dari jabatan.
” Ini sudah keputusan bersama, perangkat desa dan BPD yang ingin maju dan tidak mundur per 1 September tidak akan di loloskan,” Tegas Sumendap saat membawakan sambutan dalam acara tos kenegaraan
Sumendap juga meminta kepada seluruh hukum tua yang berstatus Pelaksana Tugas untuk mempersiapkan segala keperluan dalam menghadapi pilhut yang direncanakan digelar bulan september mendatang.
” Pilhut paling lambat 10 september, jadi para PLT harus mulai mempersiapkan, terlebih administrasi dan pertanggung jawaban selama menjadi PLT,” tutur sumendap.
Bupati bahkan menambahkan selain adanya pengamanan dari pihak keamanan bupati juga akam meminta Bawaslu kabupaten Mitra untuk melakukan pengawasan dalam tahapan pilhut.
” Saya akan minta polisi dan jaksa untuk turut mengawasi terlebih terkait adanya praktek uang, saya juga akan meminta bawaslu mitra untuk membantu terkait pengawasan,” tutur bupati Mitra.
Dimintanya kepolisian dan kejaksaan serta Bawaslu untuk melakukam pengawasan dikatakan sumendap dikarenakan budaya bagi bagi uang bikam lahi budaya yang ada di kabupaten Mitra.
” Hal ini tidak bole ditafsirkan lagi, Yang kedapatan tentu akan di tindak dan setiap deaa akan ada personil,” pungkas Sumendap.
Ditambahkan juga, untuk ASN yang ingin maju menjadi calon tidak akan direkomendasikan, dikarenakan kabupaten Mitra masih membutuhkan tenaga ASN
Gubernur Olly Jadi Pemateri Untuk Ribuan Mahasiswa UI Jumat Nanti
(1s70)
Dua Nelayan Sulut Dikabarkan Hilang 1 Bulan 10 Hari, Sore Ini Bakal Dijemput Pemprov Sulut
Manado, detiKawanua.com – Bila tak ada aral melintang, dua WNI asal Sulawesi Utara Marfrenly Sampul dan Altin Awawangi yang sempat terombang-ambing di laut selama 1 bulan 10 hari akibat kapal boat yang ditumpanginya kehabisan bahan bakar rencananya akan dijemput jajaran Pemprov Sulut di Ruang VIP Bandara Sam Ratulangi Manado pada Senin, 19 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 Wita.
Keduanya dibantu nelayan Filipina dan kapal boat yang ditumpanginya didorong ke Pulau Rabaul, Papua Nugini tanggal 6 Agustus 2019. Diketahui, dari enam penumpang kapal boat, dilaporkan 2 orang meninggal di atas kapal dan sudah dimakamkan di laut. Sementara empat penumpang lainnya yang selamat adalah Sampul, Awawangi dan 2 warga negara Filipina.
Sampul dan Awawangi saat ini berada di penampungan KBRI Papua Nugini di Port Moresby setelah diterbangkan dari Pulau Rabaul menuju Port Moresby pada tanggal 15 Agustus 2019. Selanjutnya Sampul dan Awawangi akan diterbangkan ke Vanimo pada tanggal 18 Agustus.
Dari Vanimo, keduanya akan dibawa oleh KRI Vanimo ke Jayapura pada Senin pagi tadi via perjalanan darat. Sesuai rencana, pada hari yang sama keduanya akan diberangkatkan dari Bandara Sentani, Jayapura menuju Manado dan diperkirakan tiba di Bandara Sam Ratulangi pada sore hari.
Sebelumnya, Informasi kehilangan itu dilaporkan seorang jurnalis asal Sulut melalui Dubes RI untuk Serbia dan Montenegro Harry Kandouw mengenai adanya Kapal Boat berpenumpang 6 orang yang hilang sejak berangkat tanggal 28 Juni dari Pulau Marore, Sangihe menuju Talaud.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan KBRI Papua Nugini setelah mengetahui kedua korban berada di Papua Nugini. Kemudian Pemprov Sulut melalui Kepala Biro Umum Clay Dondokambey berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulangkan Sampul dan Awawangi dari KBRI Port Moresby ke Sulut.
(**)








