Bupati Hadiri Sosialisasi Pembebasan Lahan yang Digelar PT ASA

Bupati Boltim menghadiri Sosialisasi Pembebasan Lahan.

Boltim, detiKawanua.com – Kegiatan sosialisasi pembebasan lahan yang digelar PT. Arafura Surya Alam (ASA) Cabang Kabupaten Bolaang Mongonfow Timur (Boltim), tepat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kotabunan Induk, Kecamatan Kotabunan pada Kamis (22/08), dihadiri oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan, dirinya selaku Pemerintah daerah (Pemda) menghadiri sosialisasi tersebut untuk memediasikan terkait pembebasan lahan warga.
“Saya berdiri disini, agar pembahasan ini berjalan lancar. Selain itu, saya berada di tempat ini untuk masyarakat Kotabunan dan Bulawan Bersatu yang lahannya akan dibebaskan guna keperluan Pertambangan pihak PT. ASA. Jangan sampai ada masyarakat lain yang tidak memiliki lahan, namun mengaku bahwa lahan itu miliknya,” ujar Sehan.
Ditegaskannya, jika PT. ASA sudah mulai bergerak, maka perekrutan tenaga non teknis harus diambil dari masyarakat Kotabunan dan Bulawan Bersatu.
“Itu adalah perjanjian Saya dengan pihak PT. ASA. Harus merekrut tenaga kerja lingkar tambang, dan itu wajib,” tegasnya.
Dikatakannya, ada beberapa hal yang menjadi komitmen antara perusahan dan pemerintah terkait pengelolaan.
“Kalau sudah jalan, ada kewajiban PT. ASA yang harus dilaksanakan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Mulai dari pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kemasyarakatan,” jelas Bupati.
Pemerintah akan terus mengawal kegiatan dari PT. ASA terkait tawar-menawar pembebasan lahan masyarakat sampai tuntas.
“Disini, pihak perusahaan akan menyampaikan klasifikasi harga tentang lahan kosong maupun produksi. Jadi, jangan sampai PT. ASA diberatkan, dan atau rakyat dirugikan,” tukasnya.
Sementara itu, Manager Eksternal PT. ASA, Andreas Bolitobi juga mengatakan, pihaknya di tahap awal tersebut sedang melakukan pengukuran lahan masyarakat di area 1 seluas 740 Hektare (Ha). Pertama, pengukuran lahan yang melibatkan pihak kecamatan dan desa. Kedua, perhitungan tanaman melibatkan instansi terkait, dan ketiga, terkait bangunan. 
“Untuk soal harga, ada klasifikasi yang ditawarkan perusahaan, namun pemilik lahan juga berhak dan punya angka sendiri,” terang Andreas kepada sejumlah awak media.
Pihak PT. ASA menawarkan sebesar Rp 250 juta per hektare untuk lahan sekalian tanam tumbuh yang berada di tepi jalan. Sedangkan yang agak jauh dari jalan, ditawarkan senilai Rp 200 juta per hektare sekalian tanam tumbuh.
“Ini adalah penawaran pihak perusahaan, dan kami akan menegosiasikan langsung dengan pemilik lahan. Jika pemilik lahan berada diluar daerah dan tidak punya kesempatan bernegosiasi, bisa dikuasakan kepada orang lain. Intinya agar mendapatkan kesepakatan bersama antara pemilik lahan dan PT. ASA,” bebernya.
(Fidh)



Deklarasi Stop BABS, Wabup Rusdi Minta Langkah Ini Diikuti Pemdes Lainnya

Wabup Boltim saat Deklarasi Stop BABS di Desa Bongkudai Baru. 

Boltim, detiKawanua.com – Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongodow Timur (Boltim), Drs. Rusdi Gumalangit menghadiri Deklarasi Stop Buang Air Besar  Sembarangan (BABS), di desa Bongkudai Baru, Kecamatan Mooat, Kamis (22/08). 
Acara ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan ikrar bersama tentang stop BABS.
Pada kesempatan itu, Wabup menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Fesa Bongkudai Baru yang telah mendeklarasikan Stop BABS. Dirinya meminta langkah ini, diikuti oleh Pemerintah desa (Pemdes) lainnya dengan melaksanakan dan mensosialisasikan stop BABS kepada masyarakat, sehingga perilaku BABS dapat dihentikan.
“Pemerintah desa agar mendata warga masyarakat atau KK yang belum ada tempat sanitasi sehingga boleh dibangun dengan anggaran Dana Desa (DD),” terang Wabup.
Dia juga mengatakan, stop BABS merupakan salah satu program pemerintah kabupaten sehingga perlu mendapat dukungan dari masyarakat.
“Stop BABS perlu diaplikasikan oleh seluruh masyarakat, karena Stop BABS sangat berdampak positif bagi kesehatan kita bersama,” ujarnya.
Dia mengimbau pemerintah desa, dapat bersama-sama mendukung program stop BABS dan berkoordinasi dengan dinas terkait, sehingga lingkungan maupun desa bersih, bebas dari penyakit.
“Mari tingkatkan kesehatan, mulai dari rumah masing-masing sampai ke lingkungan yang lebih luas,” tutur Wabup.
Turut hadir Kadis Kesehatan Boltim Eko Marsidi, Camat Mooat Jeane Kapantouw, aparat desa dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Mooat.
(Fidh)



FGD Wawasan Kebangsaan Kesbangpolda Sulut, Kondisi Keamanan Terjaga

Manado, detiKawanua.com – Memberikan pemahaman tentang ‘wawasan kebangsaan’ kepada para peserta Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (22/08) pagi tadi yang bertempat di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Sulut, melalui Kepala Badan (Kaban), Drs Meki M Onibala, MSi yang juga menjadi narasumber mengatakan, untuk lebih ke bagaimana cara pandang melihat suatu masalah dengan secara komprehensif dan parsial salah satunya Sulawesi Utara ini dalam keadaan aman dan damai dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK).

“Sulawesi Utara masyarakatnya jangan terpancing dengan isu-isu yang yang tidak berbobot atau hoax. Masyarakat Sulut sekarang ini sudah cerdas dan luar biasa. Kemarin kami memantau langsung   dilapangan dan kami juga bekerjasama bersama unsur TNI Polri. Ini juga menjadi pembahasan hari ini yang selesai acara tersebut, dilanjutkan dengan pertemuan membahas pelaksanaan revolusi mental,” terang Meki saat diwawancarai wartawan.
Sementara itu, melalui Kabid Pembinaan Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Johnny AA Suak,SE, MSi yang juga merupakan salah satu narasumber mengatakan bahwa, Wawasan kebangsaan adalah cara pandang Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
“Wawasan kebangsaan juga menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. 
Wawasan kebangsaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional,” ujarnya.
Adapun ditambahkan Suak, bahwa wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.
“Wawasan kebangsaan dapat juga diartikan sebagai sudut pandang/cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal,” tandasnya.
Giat tersebut hadir pula selain Kesbangpol Kabupaten Kota dan Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky I Rumopa, MTh.

(1s70/*)




Bentuk Kemanusiaan dan Komitmen, Joune Ganda Serahkan 1 Unit Ambulance Untuk Masyarakat Minut

Minut, detiKawanua.com – Bentuk komitmen dan ketulusan hati membangun Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam berbagai aspek, termasuk dalam pelayanan operasional kesehatan, menjadi fokus dari sosok Owner Raewaya Group, Joune Ganda. Salah satunya menyediakan kebutuhan fasilitas satu unit kendaraan Ambulance untuk masyarakat Minut.
“Kirannya fasilitas ambulance ini dapat membantu dan meringankan beban khususnya warga yang kurang beruntung,”kata Joune pada wartawan, Kamis (22/8/2019) via telepon genggamnya.
Menurut Joune, soal kemudian nanti terakomodir sebagai bakal calon Bupati Minut oleh PDI Perjuangan itu adalah persoalan nomor dua sebab membantu masyarakat harus di awali dengan tulus.
“Saya menyerahkan bantuan kendaraan ambulance ini adalah karena dorongan untuk berbagi dengan sesama manusia, dan peduli terhadap kondisi sosial warga di Kabupaten Minahasa utara,” tegas Ketua GABSI Sulut itu sembari mengatakan, kiranya bantuan Ambulance yang telah diserahkan itu untuk pengelolaannya kepada pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minut.
“Kiranya dimanfaatkan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kabupaten Minut tanpa terkecuali. Saya titipkan bantuan sosial kemanusian ini untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk sosial kemanusiaan di Minut,” tandas Joune yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDI Perjuangan Sulut itu.
“Berbuat bagi kemanusiaan seperti ini akan terus dilakukannya sesuai dengan tuntutan dan kebutuhannya.
Adapun bantuan kemanusiaan tersebut diterima langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minut, Denny Lolong.
“Pak Joune Ganda adalah sosok politikus yang selalu berupaya menyesuaikan antara perkataan,perbuatan dan tindakan khususnya dalam bentuk dukungan bagi kemanusiaan dan olahraga serta kerohanian di Kabupaten Minut,” ucap Denny sambil menyatakan ucapan terima kasih kepada Joune Ganda bersama keluarga atas bantuan kendaraan ambulance ini.

(tim)




Di FSPG Sinode GMIM 2019, Gubernur Olly: Marilah Kita Isi Dengan Hal Positif

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka secara resmi Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG) Sinode GMIM 2019 di Auditorium Mapalus, Kamis (22/8/2019).

Dalam pembukaan FSPG, nampak hadir Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina dan Ketua Komisi Pemuda GMIM Pnt. Pricillia Tangel beserta ribuan pemuda.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengajak seluruh pemuda GMIM sebagai obor pembangunan berperan aktif di era 4.0 ini dengan melakukan berbagai kegiatan positif dengan satu tekad membawa Sulut yang damai, sejahtera dan diberkati Tuhan.
“Mari kita mengisi dengan hal-hal yang positif, kita tinggalkan hal-hal negatif , pergaulan bebas narkoba dan segala macam yang sangat tidak baik mari kita sama-sama tingalkan. Kita kuatkan iman kita, iman Kristiani yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita agar supaya kita kuat didalam segala persoalan dan kehidupan yang kita hadapi pada saat kita mengisi masa muda kita,” kata Olly.
Disamping itu, Dondokambey juga mengapresiasi peran GMIM yang selalu bekerjasama dengan program-program pemerintah termasuk dalam pelaksanaan FSPG GMIM.
“Ini saya akan dorong terus. Kegiatan-kegiatan ini untuk mempersatukan kita semua membawa Sulut lebih hebat kedepan,” ujar gubernur seraya kembali mengucap terima kasih dan berharap semoga pertandingan ini berjalan dengan semangat Pemuda GMIM dan menjadi obor pembangunan.

(Tim/170)




Ngongoloy : Peruntukan Dandes Harus Berpihak Pada Masyarakat

Mitra,detiKawanua.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Robby Ngongoloy menegaskan peruntukan Dana desa (Dandes) harus berpihak pada masyarakat.

” Penggunaan Dandes harus kita utamakan untuk kepentingan umum jangan untuk kepentingan pribadi,” tegas Ngongoloy saat memberikan sambutan padq Sertijab Camat Pasan, (22/8/2019).

Ngongoloy juga mengatakan dandes diperuntukan untuk kebutuhan bukannya untuk kemauan tetapi barasal dari hasil musyawarah di desa.

” Kami ingatkan juga penggunaan  dandes harus sesuai peruntukan dan pertanggung jawaban jangan terbiasa selalu terlambat dan harus transparan,” ungkap Sekda. (Indri Rambi)




Ini Pesan Sekda Mitra Pada Sertijab Camat Pasan

Mitra,detiKawanua.com – Tugas seorang pejabat merupakan kepercayaan pimpinan yang harus di jaga dan menjadikan sebagai tanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Robby Ngongoloy, pada acara serah terima camat Pasan dari Martinus Ratulangi yang kini di percayakan sebagai Inspektur Pembantu (Irban) di Inspektorat kepada Camat Pasan Selvie Umboh yang sebelumnya menjabat sekertaris Dinas Ketahanan Pangan.

Dalam kesempatan serah terima tersebut, Sekda juga berpesan tiga aspek utama yakni aspek keuangan, aspek peralatan serta personiliti harus di utamakan dalam proses serah terima.

” Selain tugas kita yang merupakan kepercayaan pimoinan , tiga aspek utama penunjang pekerjaan juga harus diperhatikan,” ungkap Ngongoloy.

Ngongoloy juga mengingatkan kepada camat yang baru untuk membangun sinergitas dengan jajaran yang ada untuk membangun daerah yang di pimpin sertaa terus menginformasikan terkait edaran dan instruksi yang ada.

” Diharapkan tidak ada lagi budaya saling lapor terkait kinerja janganlan terlihat damai tapi gersang tapi bagaimana kita saling bahu membahu membangun desa yang ada,” tutur sekda yang juga mengingatkan camat yang baru untuk menindaklanjuti setiap instruksi seperti mempersiapkan proses pemilihan hukum tua serta instruksi presiden mengenai waspada kebakaran hutan dan lahan tak terkecuali terkait wajib pajak.

Sementara itu, Camat Pasan yang baru Selvie Umboh dalam kesempatan memberikan sambutan mengatakan dirinya dalam memimpin kecamatan Pasan akan membangun komunikasi serta transparan.

” Tentunya saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan bupati James Sumendap dan tentunya apa yang telah di lakukan oleh camat pasan yang lama selama memimpin akan diteladani dan akan dilanjutkan,” ungkap Umboh

Hadir dalam sertijab kali ini Ass II pemkab Mitra Joutje Wawointana, Kepala dinas Perhubungan Desten Katiandago serta dihadiri oleh seluruh hukum tua dan BPD di kecamatan Pasan.




Waspada HOAX, Gubernur Olly Terima Info Di Sulut Ada Kelompok Ingin Manfaatkan Ketidaknyamanan

Manado, detiKawanua.com – Segala bentuk informasi atau pemberitaan di media sosial (Medsos) kiranya jangan langsung ditelan mentah-mentah isi dan sumbernya. Hal ini guna mengantisipasi atau mencegah berbagai kemungkinan situasi yang tidak diinginkan untuk terjadi di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey pun terkait hal tersebut menghimbau bagi masyarakat agar mewaspadai masuknya informasi/pemberitaan yang dinilai HOAX atau hanya membuat resah masyarakat.
“khususnya bagi para mahasiswa Papua (terkait sejumlah pemberitaan informasi yang ada) mari kita jaga, jangan terpengaruh akan informasi bersifat HOAX yang hanya berdampak tidak baik,” terang gubernur, baru-baru ini di Kantor Gubernur.
Lanjutnya, menilai untuk di Sulut diduga ada yang ingin mengambil kesempatan dari informasi-informasi menyesatkan dan memanfaatkannya.
“Banyak orang yang ingin memanfaatkan kondisi ketidaknyamanan di Provinsi Sulawesi Utara ini. Jadi mari kita saling jaga, karena ada oknum-oknum pasti akan memanfaatkan setiap agenda-agenda besar bagi Sulawesi Utara dalam hal ketidaknyamanan itu,” jelas Olly.
Namun disamping itu, gubernur meyakini akan situasi dan keamanan dari para Mahasiswa Papua yang ada di Sulut itu aman, dengan catatan jangan sampai terpancing dengan hal-hal informasi yang tidak baik.
“Jangan sampai terpancing karena saya sudah mendapatkan informasi, bahwa ada kelompok-kelompok yang menyebarkan issu-issu ini ke mahasiswa Papua, ke mahasiswa sini dan sini, agar tercipta ketidak harmonisan,” ungkap Olly.
(1s70)Gubernur Olly Himbau Waspadai Info HOAX Medsos, Di Sulut Banyak Ingin Manfaatkan Situasi
Manado, detiKawanua.com – Segala bentuk informasi atau pemberitaan di media sosial (Medsos) kiranya jangan langsung ditelan mentah-mentah isi dan sumbernya. Hal ini guna mengantisipasi atau mencegah berbagai kemungkinan situasi yang tidak diinginkan untuk terjadi di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey pun terkait hal tersebut menghimbau bagi masyarakat agar mewaspadai masuknya informasi/pemberitaan yang dinilai HOAX atau hanya membuat resah masyarakat.
“khususnya bagi para mahasiswa Papua (terkait sejumlah pemberitaan informasi yang ada) mari kita jaga, jangan terpengaruh akan informasi bersifat HOAX yang hanya berdampak tidak baik,” terang gubernur.
Lanjutnya, menilai untuk di Sulut diduga ada yang ingin mengambil kesempatan dari informasi-informasi menyesatkan dan memanfaatkannya.
“Banyak orang yang ingin memanfaatkan kondisi ketidaknyamanan di Provinsi Sulawesi Utara ini. Jadi mari kita saling jaga, karena ada oknum-oknum pasti akan memanfaatkan setiap agenda-agenda besar bagi Sulawesi Utara dalam hal ketidaknyamanan itu,” jelas Olly.
Namun disamping itu, gubernur meyakini akan situasi dan keamanan dari para Mahasiswa Papua yang ada di Sulut itu aman, dengan catatan jangan sampai terpancing dengan hal-hal informasi yang tidak baik.
“Jangan sampai terpancing karena saya sudah mendapatkan informasi, bahwa ada kelompok-kelompok yang menyebarkan issu-issu ini ke mahasiswa Papua, ke mahasiswa sini dan sini, agar tercipta ketidak harmonisan,” ungkap Olly.

(1s70)




Duet Pemprov Sulut dan KPK Ini Guna Monitoring Stranas PK

Manado, detiKawanua.com  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menyelenggarakan kegiatan monitoring capaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) khusus Pengadaan Barang dan Jasa, Sistem Merit dan Manajemen Anti Suap di Ruang C.J. Rantung, Rabu (21/8/2019).
Dalam pertemuan, nampak hadir Tenaga Ahli Strategi Nasional Pencegahan Korupsi KPK Audy Wuisang dan para pejabat lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulut.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Edwin Silangen mengapresiasi peran KPK yang telah memberi perhatian kepada Pemprov Sulut atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Lanjut Silangen, Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pemerintah mempunyai peranan yang sangat vital dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk meningkatkan pelayanan publik. Sehingga dalam pelaksanaannya harus senantiasa dilaksanakan secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Disamping itu, dalam upaya mendukung transparansi penyelenggaraan Sistem PBJ pemerintah serta terhindar dari tindakan-tindakan korupsi, secara berkala dilakukan penataan struktur kelembagaan UKPBJ,” kata Silangen.
Terkait sistem merit, Silangen mengatakan bahwa Pemprov Sulut telah ditetapkan sebagai salah satu pilot project penerapan sistem merit di lingkungan instansi Pemerintah Daerah se-Indonesia.
“Sejauh ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah mengupayakan berbagai langkah strategis dalam rangka penerapan sistem merit, serta berusaha memenuhi 8 aspek penilaian mandiri sistem merit,” ungkap Silangen.
Kendati demikian, Silangen menuturkan,  penerapan sistem merit di lingkungan Pemprov Sulut masih memerlukan bimbingan, serta perbaikan-perbaikan, khususnya dalam menyusun perencanaan kebutuhan dan pengadaan ASN sesuai prinsip merit; menyusun dan menetapkan kebijakan terkait pembinaan karir dan peningkatan kompetensi.
Selain itu, membangun talent pool dan meningkatkan kompetensi pegawai berdasarkan analisis kesenjangan kompetensi dan kinerja serta pengelolaan kinerja secara obyektif, terukur dan berkala.
Lebih jauh, Sekdaprov Silangen menerangkan upaya Pemprov Sulut untuk terus mengoptimalkan Manajemen Anti Suap (MAS) dalam setiap sendi pelayanan publik di Sulut.
Hal itu disesuaikan dan diselaraskan dengan arah kebijakan, baik yang menjadi pedoman seperti Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, maupun yang menyangkut pelayanan publik, seperti Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016, yang di dalamnya tercantum 5 Program, yakni : Program Gerakan Indonesia Melayani; Program Gerakan Indonesia Bersih; Program Gerakan Indonesia Tertib; Program Gerakan Indonesia Mandiri; dan Program Gerakan Indonesia Bersatu.
“Dalam penerapan aksi PBJ, sistem merit, dan MAS memerlukan evaluasi untuk perbaikan kedepan, sehingga mengharapkan dukungan dari mitra kerja pemerintah, tidak terkecuali KPK RI,” imbuh Silangen.
Kegiatan tersebut diikuti para pejabat lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulut. 

(1s70/*)




Efek Berantai, Terobosan dan Strategi Gubernur Olly ‘Berbuah Manis’ Bagi Sulut

Manado, detiKawanua.com – Terciptanya efek berantai pariwisata pada pengembangan sektor primer dan sektor sekunder ternyata merupakan strategi brilian Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
Dimana, menjadikan minyak kelapa murni dalam kemasan botol menarik sebagai oleh-oleh wajib wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut.
“Di Sulut setiap hari ada 1.000 turis yang datang. Agar menarik minyak kelapa ini dikemas dengan botol yang menarik, seperti botol Olive Oil dari luar negeri,” kata Olly belum lama ini.
Selain itu, gubernur juga mengapresiasi keberadaan sejumlah kawasan wisata kuliner yang mampu menarik minat wisman untuk membelanjakan uangnya.
Diketahui, pengembangan sektor primer dan sektor sekunder ini mendorong pengembangan produk pertanian/perkebunan atau industri berbasis UMKM yang dapat dinikmati dan dibawa sebagai buah tangan oleh wisatawan tentunya akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Strategi Olly ini diperkuat dengan pendapat dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono soal efek berantai pariwisata Sulut.
Dalam catatannya, Ateng menjelaskan efek berantai tersebut dengan jumlah penumpang pesawat dan kapal laut yang datang ke Sulut pada bulan Juni 2019 sebanyak 165.216 orang. Sedangkan yang berangkat dari Sulut ke daerah lainnya melalui angkutan laut dan udara pada bulan tersebut sebanyak 148.495 orang.
Tambah Ateng, dengan demikian rata-rata penumpang yang berangkat ke daerah lainnya di luar Sulawesi Utara setiap hari di bulan Juni sekitar 4.950 orang. Penumpang yang datang dan berangkat tersebut tentunya sebagian berasal dari wisatawan dalam negeri.
“Sebagai bahan perbandingan, pada bulan Juni 2019 penumpang yang datang dari luar negeri sebanyak 9.190 orang dan yang berangkat sebanyak 9.356 orang,” tandas Kepala BPS Sulut.
Ateng menuturkan, jika saja penumpang yang berangkat atau sebagian wisatawan dalam negeri membawa buah tangan atau oleh-oleh minimal Rp. 200.000 maka akan ada perputaran uang yang cukup besar setiap harinya ke UMKM yang menyediakan barang-barang khas Sulut. Tambah dia, perputaran tersebut akan semakin besar saat wisatawan menikmati kuliner dan lainnya di Sulut.
“Inilah yang dinamakan efek berantai pariwisata yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi tercinta ini,” tutup Ateng.
(Tim/1s70)Terobosan dan Strategi Gubernur Olly Ini Berbuah Manis Bagi Sulut Disejumlah Sektor Ini
Manado, detiKawanua.com – Terciptanya efek berantai pariwisata pada pengembangan sektor primer dan sektor sekunder ternyata merupakan strategi brilian Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
Dimana, menjadikan minyak kelapa murni dalam kemasan botol menarik sebagai oleh-oleh wajib wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut.
“Di Sulut setiap hari ada 1.000 turis yang datang. Agar menarik minyak kelapa ini dikemas dengan botol yang menarik, seperti botol Olive Oil dari luar negeri,” kata Olly belum lama ini.
Selain itu, gubernur juga mengapresiasi keberadaan sejumlah kawasan wisata kuliner yang mampu menarik minat wisman untuk membelanjakan uangnya.
Diketahui, pengembangan sektor primer dan sektor sekunder ini mendorong pengembangan produk pertanian/perkebunan atau industri berbasis UMKM yang dapat dinikmati dan dibawa sebagai buah tangan oleh wisatawan tentunya akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Strategi Olly ini diperkuat dengan pendapat dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono soal efek berantai pariwisata Sulut.
Dalam catatannya, Ateng menjelaskan efek berantai tersebut dengan jumlah penumpang pesawat dan kapal laut yang datang ke Sulut pada bulan Juni 2019 sebanyak 165.216 orang. Sedangkan yang berangkat dari Sulut ke daerah lainnya melalui angkutan laut dan udara pada bulan tersebut sebanyak 148.495 orang.
Tambah Ateng, dengan demikian rata-rata penumpang yang berangkat ke daerah lainnya di luar Sulawesi Utara setiap hari di bulan Juni sekitar 4.950 orang. Penumpang yang datang dan berangkat tersebut tentunya sebagian berasal dari wisatawan dalam negeri.
“Sebagai bahan perbandingan, pada bulan Juni 2019 penumpang yang datang dari luar negeri sebanyak 9.190 orang dan yang berangkat sebanyak 9.356 orang,” tandas Kepala BPS Sulut.
Ateng menuturkan, jika saja penumpang yang berangkat atau sebagian wisatawan dalam negeri membawa buah tangan atau oleh-oleh minimal Rp. 200.000 maka akan ada perputaran uang yang cukup besar setiap harinya ke UMKM yang menyediakan barang-barang khas Sulut. Tambah dia, perputaran tersebut akan semakin besar saat wisatawan menikmati kuliner dan lainnya di Sulut.
“Inilah yang dinamakan efek berantai pariwisata yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi tercinta ini,” tutup Ateng.

(Tim/1s70)