Wakili Gubernur Olly, Dr Devi Suarakan Hal Terkait Desa, SDM, Pariwisata Hingga Toleransi

Jakarta, detiKawanua.com – Menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) “Instrumen Capaian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kawasan Perbatasan” yang berlangsung di Gedung Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI di Jakarta, Senin (02/09). Oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos mewakili Gubernur Sulut (Olly Dondokambey), telah menyampaikan materi terkait ‘Capaian Pembangunan Manusia di Provinsi Sulawesi Utara’, diantaranya soal kinerja pembangunan desa di Sulut. 
Diterangkannya, jika dibandingkan dari beberapa indikator dari desa maju, desa berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal, menunjukkan trend positif jika dibandingkan akan kondisi di tahun 2016 dengan capaian pada tahun 2018.
“Pada tahun 2016, di Sulut terdapat 15 desa maju, tapi di tahun 2018 menjadi 66 desa maju. Untuk indikator desa berkembang, dari 554 desa pada tahun 2016, bertambah menjadi 734 desa pada tahun 2018. Sebaliknya untuk desa tertinggal, dari 852 desa di tahun 2016, pada tahun 2018 berkurang menjadi 640 desa. Dan untuk desa sangat tertinggal, jika pada tahun 2016 ada 84 desa, pada tahun 2018 berkurang menjadi 66 desa sangat tertinggal,” kata Dr Devi (sapaan akrab isteri dari Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw) itu.
“Dengan demikian, secara makro kita bisa berpendapat bahwa pembangunan desa di Wilayah Sulawesi Utara relatif sudah baik. Tetapi masih ada pekerjaan rumah untuk menuntaskan 66 desa sangat tertinggal,” sambungnya.
Selain itu Dr Devi juga menyuarakan soal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Dimana Provinsi Sulut telah menjalin kerjasama dengan negara Tiongkok dan Jepang, dalam program magang bagi lulusan SMA sederajat selama kurang lebih tiga tahun. 
“Hal itu sebagai penguatan penguasaan bahasa asing dan keterampilan kerja, dalam menunjang program Global Sustainable Tourism Training. Kerjasama itu dilaksanakan mengingat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut yang kian meningkat tajam dari tahun 2018 tercatat jumlah wisman mencapai 127.879 orang, hal ini berdampak pada Occupancy Rate atau tingkat hunian hotel yang mencapai kurang lebih 70 persen,” terangnya.
Dirinya juga menjabarkan soal pencapaian Provinsi Sulut sebagai provinsi paling toleran berdasarkan hasil survei Setara Institute.
“Sulut menempati indeks kerukunan nomor satu se-Indonesia (Kementerian Agama). Satu hal lagi, indeks kebahagiaan menurut BPS, menempati ranking tiga nasional,” ujar Dr Devi sembari mengungkapkan bahwa, capaian dan permasalahan pembangunan yang ada, akan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
“Bersyukur diberikan kesempatan menyuarakan secara langsung akan kondisi, situasi, capaian pembangunan permasalahan dan tantangan dari wilayah perbatasan NKRI yang masih harus diselesaikan.Tentu saja ini membutuhkan komitmen dan perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tandasnya dihadapan
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Sonny Harry B. Harmadi, Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK RI, Wijanarko Setiawan, serta para undangan dari pejabat kementerian terkait.

(1s70/**)




Lanal Tahuna Gelar Flying Psychologist Di SMK Kelautan Tabut

Tahuna, detikawanua.com –  TNI AL Tahuna melaksanakan kegiatan Flying Psychologist di Aula SMK Kelautan Tabukan Utara selasa, (3/9/19). Giat yang dilaksanakan ini bertujuan untuk penyegaran dan motivasi kepada seluruh siswa/wi Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kolonel Laut (KH) Ahmad Rivai S. Psi. M. PPO. Psikolog, Kasubdin Psiops. Kolonel Laut (KH) Bambang Mulyono. S. Psi. Kasubsi Anevass. Kolonel Laut (KH) Sutrisno Kaur Anerta. Kepala Sekolah SMK Kelautan. Kepala Sekolah SMU Muhammadya Tabukan Utara.
Kolonel Laut (KH) Ahmad Rivai, S. Psi. M. PPO, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan penyegaran, motivasi dan pengenalan diri, “ketika kita sudah mengetahui diri kita sendiri maka kita dapat mengali minat dan talenta yang kita miliki. Selanjutnya, memberikan pembekalan atau informasi tertentu berguna bagi Anak – anak siswa/wi sehingga bisa dilakukan atau di laksanakan dan diterapkan dalam kesehariannya,” kata Rivai.
Pelaksanaan kegiatan yang diisi dengan penyampaian materi dan tanya jawab tentang flying phsicologist, motivasi belajar dan bagaimana mengatasi kejenuhan belajar, dalam kegiatan ini seluruh peserta menunjukkan keaktifan, semangat dan antusiasme tinggi saat pemaparan materi Flying Psychologist. Usai memberikan materi dilanjutkan dengan pengisian angket menyangkut psikologi. (js)



Warga Pesisir Pantai Baret Keluhkan Pasoka Air Bersih

Rumah warga Pantai Baret, Tutuyan. 

Boltim, detiKawanua.com – Warga sekitar pesisir pantai Tutuyan lll Baret, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang berprofesi sebagai nelayan, di musim kemarau ini kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Ditemui media ini, warga mengaku bahwa untuk mandi, mencuci, dan minum, mereka harus menempuh jarak ratusan meter dari 3 tempat berbeda guna mendapatkan air yang layak.
“Kami ambil air untuk, mandi kira-kira ada sekilometer jaraknya, yakni sumur yang lokasinya berada di pasar milik pemerintah daerah. Sedangkan air dipakai untuk minum, kami mengambil air bersih dari rumah warga yang letaknya berada di samping masjid, kemudian diangkut lagi menggunakan kendaraan becak motor (bentor) seharga Rp 10.000 empat galon. Untuk mencuci pakaian terkadang kami harus pergi ke kali yang jaraknya cukup jauh juga. Apalagi kemarau yang sudah hampir 2 bulan ini,” jelas Lili, warga setempat saat ditemui awak media ini,
Sejumlah warga lainnya, juga menuturkan, pada tahun 2015 lalu sempat ada pembuatan imstalasi saluran air bersih untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Namun, hanya berfungsi beberap bulan saja. Dan kemudian sudah tidak berfungsi lagi sampai sekarang.
“Tak hanya di musim kemarau seperti ini, di hari-hari biasa juga kami sering kesulitan pasokan air bersih,” terang warga lainnya.
Kepala desa (Sangadi-red) Tutuyan III Irman Pakaya, membenarkan minimnya air bersih untuk warganya di pesisir Pantai Baret.
“Kami juga perihatin dengan kebutuhan air yang tidak memadai. Dan memang benar adanya saluran air bersih di sini sekitar tahun 2015, tetapi sudah tidak beroperasi lagi. Mungkin ada penyumbatan saluran air itu dan kemudian hanya dibiarkan. Kami dari aparat desa hanya bisa memberikan permohonan kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait, agar bisa memberikan pasokan air bersih untuk warga masyarakat pesisir Pantai Baret, terlebih di musim kemarau seperti ini,” terang Irman.
Terkait kekurangan air bersih tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Boltim saat ini sedang berupaya untuk menanggulangi masaalah air bersih kebutuhan di pesisir pantai
“Kami sedang berusaha membantu warga kekurangan air bersih. kami akan suplay air bersih, tetapi kendaraan (tangki) masih terkendala dengan kerusakan roda (ban). Namun begitu dalam waktu dekat kami suplay air bersih kebutuhan warga. Kami upayakan untuk menanggulanginya,” ujar Sekretaris Dinsos Boltim Lan Sumendap, Selasa (03/09) siang tadi.
(Fidh)



Wabup Rusdi Resmi Buka LSS Tingkat Provinsi Sulut

Wabup Rusdi foto bersama seusai pembukaan LSS Tingkat Provinsi Sulut.

Boltim, detiKawanua.com – Kegiatan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2019, resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Drs. Rusdi Gumalangit. Pelaksanaan bertempat di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Boltim, Kecamatan Modayag Barat, pada Selasa (03/09).
Dalam sambutannya, Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada tim penilai LSS tingkat kabupaten dan provinsi.
“Dan kepada kepala sekolah beserta jajaran pengajar MTs Negeri 1 Modayag Boltim, yang telah berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan sekolah yang memenuhi kriteria-kriteria sekolah sehat, serta menghadirkan sekolah yang layak mengikuti ajang LSS tingkat Provinsi Sulut tahun 2019. Juga selamat datang kepada tim penilai LSS Provinsi yang sudah bertandang ke Boltim,” ucap Rusdi.
Perlu diketahui, katanya, bahwa pelaksanaan LSS tingkat kabupaten yang tengah dilaksanakan tahun 2019 ini, merupakan pelaksanaan yang ke-2 kali, terhitung sejak tahun 2018 kemarin.
“Ini adalah kedua kalinya Boltim menjadi peserta LLS. Juga yang kedua kalinya ikut serta dalam ajang LSS tingkat Provinsi Sulut,” jelasnya.
Melihat dari dampak positif yang timbul atas pelaksanaan kegiatan tersebut, maka Saya mengajak agar bersama-sama menciptakan kualitas lingkungan sekolah yang sehat sebagaimana tertuang dalam Trias UKS.
“Trias UKS itu yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, juga lingkungan sekolah bersih dan sehat,” kata Rusdi.
Dirinya berharap, supaya kualitas dan lingkungan pendidikan di kabupaten Boltim akan terus meningkat.
“Saya harap, kegiatan ini akan terus berlanjut agar kualitas pendidikan juga lingkungan pendidikan yang sehat di Kabupaten Boltim terus meningkat,” harapnya.
(Fidh)



Sekrpov Silangen Minta SKPD Serius Merespon Perintah SPP Ini

Manado, detiKawanua.com – Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen dalam sambutanya di Workshop Hasil Diseminasi Kajian Kebijakan Ombudsman RI Perwakilan Sulut terkait pencatatan perkawinan agama Kristen di lingkup Sinode GMIM dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se-Sulut yang digelar di Manado, Selasa (3/9/2019) mengatakan, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang, Pemprov Sulut telah mengupayakan berbagai langkah strategis dan menerapkan beberapa program, mulai dari optimalisasi pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009, peningkatan peran Ombudsman hingga mendorong setiap instansi untuk menciptakan satu inovasi (one agency, one inovation).

“Kami senantiasa mengupayakan peningkatan pelayanan publik di lingkungan Perangkat Daerah untuk memenuhi kriteria atau komponen standar pelayanan, seperti: SOP, ISO, Maklumat, Alur Pelayanan, Dasar Hukum, Persyaratan, Sarana Prasarana, Produk Pelayanan, dan Kualifikasi Pelaksana,” kata Silangen.

Disamping itu, dirinya memastikan setiap Perangkat Daerah di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara lebih serius merespon perintah Standar Pelayanan Publik (SPP) ini agar setiap kriteria ataupun komponen standar pelayanan, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 mampu dicapai optimal.

“Kami juga terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Terkait peningkatan peran ombudsman, Silangen mengharapkan pendampingan dari Ombudsman RI Perwakilan Sulut untuk mengarahkan Perangkat Daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanannya bagi masyarakat khususnya dalam pencatatan perkawinan agama Kristen lingkup Sinode GMIM dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se-Sulut.

“Saya harapkan Ombudsman RI Perwakilan Sulut dapat terus mendampingi seluruh Perangkat Daerah sehingga secara akumulatif akan bermuara pada tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutup Silangen.

Workshop turut dihadiri Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulut Helda Tirajoh dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.

(**/tim)




Wagub Kandouw Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus Bagi Lansia

Manado, detiKawanua.com – Tetaplah memiliki semangat hidup dan harus optimis, jangan sampai kehilangan harapan hidup. Walaupun tua, masih banyak berguna dalam memberikan panutan, petuah dan nasehat kepada anak-anak dan cucu. Demikian motivasi Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw dalam sambutan peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional tahun 2019 yang bertema “Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat” di Kompleks Lapangan Boki Hotinimbang Kota Kotamobagu, Senin (02/09).
Lanjutnya, dengan bertambahnya tingkat harapan hidup juga memberikan pengaruh yang cukup besar dalam segala aspek bagi masyarakat.
“Apalagi di Sulut tadinya merupakan piramida demografinya yang kaum muda lebih banyak dari pada yang tua, tapi sekarang sudah sebaliknya,” sebutnya.
Kandouw menambahkan, Sulut memiliki dua aset penting bonus demografi, yaitu angkatan kerjanya tinggi dan lansia semakin banyak yang hal itupun menimbulkan konsekuensi.
“Yang pertama, tenaga kerja yang muda dan masih kuat banyak dan itu pemerintah harus siap dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Kandouw.
“Dengan UMP peringkat ketiga tertinggi di Indonesia ini, memiliki konsekuensi bahwa SDM kita harus di tingkatkan. Dari Sekolah sampai dengan perguruan tinggi harus disiapkan betul-betul. Faktanya harus diakui telah terjadi decline untuk kualitas pendidikan kita,” tambahnya.
Disamping itu, Kandouw menyampaikan bahwa melalui momentum ini dapat mengingatkan kepada pemerintah, agar lansia itu harus diperhatikan. Dengan mengapresiasikan kepada Pemerintah Kota Kotamobagu tentang pelayanan kesehatan di Kotamobagu dengan membuat Rumah Sakit dengan taraf Rumah Sakit Rujukan yang sebentar lagi akan diresmikan.
“Pemprov Sulut akan membantu dalam penyediaan alat ronsen dan Hemodialisis. Agar supaya tidak jauh-jauh lagi ke Manado untuk memeriksa,” ujar wagub sembari mengatakan bahwa Gubernur (Olly Dondokambey) menginginkan semua masyarakat Sulut tercover dalam jaminan kesehatan BPJS.
“Jadi kalau ada kabupaten kota yang kurang akan dipenuhi oleh pemerintah. Saya mengajak kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk selalu kompak saling suplementer dan komplementer, serta koordinasi horizontal itu penting,” terangnya.
“Pesan Pak Gubernur kepada Bolmong Raya untuk bekerja secara berkelanjutan dan menjadi target kita bersama supaya Bolmong Raya ini dalam pembangunannya holistik dalam segala aspek. Dan kepada para lansia untuk tetap semangat,” tandas Kandouw.
Sebelumnya dalam laporan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut, Rinny Tamuntuan juga mengatakan pelaksanaan kali ini menjadi tuan rumah Kota Kotamobagu.
“Pelaksanaan ini setiap tahun kita gelar. Acaranya Provinsi, dilaksanakan di Kotamobagu,” kata dr Rinny serata mengungkapkan, bantuan yang diberikan bervariasi termasuk kursi roda yang dibagi di seluruh daerah yang ada di Sulawesi Utara.
“Kita memberikan bantuan kursi roda untuk daerah-daerah. Ada juga pelayanan kesehatan secara gratis dan pesertanya dari Lansia di sekua daerah se Sulut, ujar Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan.
Adapun pada kesempatan itu, oleh Walikota Kotamobagu, Tatong Bara telah melantik Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia (Lansia) Kota Kotamobagu yang diketuai Wakil Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan.
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena, Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit, Forkopimda Kota Kotamobagu Pejabat Eselon II Pemprov Sulut dan Kota Kotamobagu.

(1s70/*)




PKM Unsrat Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan

Sosialisasi di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan.

Minut, detiKawanua.com – Program dana desa oleh pemerintah pusat sudah dilaksanakan sejak tahun 2015,. 
Namun masih ada juga kesalahan-kesalaham atau penyelwengan yang dilakukan, sehingga program ini bukan membawa berkah bagi desa tapi justru membawa “bencana” akibat kesalahan pengelolaan. 
Untuk mencegah terjadinya kesalahan pengelolaan, Tim PKM FEB Unsrat Manado yang terdiri dari Ketua Dr. Herman Karamoy, SE. MSi. Ak.CA, dengan anggota Victorina Z. Tirayoh, SE. MM. Ak.CA  melaksanakan sosialisasi di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Menurut Herman, tujuan pelaksanaan kegiatan yang mengangkat tema ‘PKM Pengelolaan Dana Desa di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara’ itu, untuk memberikan pengetahuan bagaimana memanfaatkan dan mengelola bantuan pemerintah.
“Bagaimana pemerintah desa memanfaatkan dan mengelola bantuan, dalam hal ini dana desa dengan baik dan benar sesuai dengan undang-undang atau aturan yang berlaku,” terang Karamoy. 
Turut hadir dalam sosialisasi pada Kamis Agustus 2019 itu para dosen FEB Unsrat, Hukum Tua (Kumtua) Desa Kaima Nontje K. Mandang, S.Pd. M.M, dan warga sekitar. 
(Indra



Sumendap Tegaskan 2020 Mitra Fokus Peningkatan Sektor Pariwisata

Mitra,detiKawanua.com- Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap SH, menegaskan di tahun 2020, kabupaten Mitra fokus mengembangkan potensi sektor pariwisata.

” Tahun depan potensi pariwisata yang akan jadi fokus  untuk dikembangkan, dikarenakan sektor infrastruktur sudah memadai di kabupaten Mitra, ” ungkap Sumendap saat memberikan sambutan pada kegiatan Rakorev Dana Desa dan pemilihn Hukum Tua, di sporthall Pemkab Mitra, (2/9/2019).

Sumendap juga mengatakan kedepannya pemkab siap menganggarkan anggaran untuk menunjang peningkatan sektor pariwisata yang ada dikarenakan setiap potensi yang ada  harus dipertahankan

” Pemkab akan anggarkan dan hasilnya nanti akan kita serahkan ke bumdes  untuk pengelolaannya,” ucap Bupati.

Lebih lanjut sumendap mengatakan disetiap potensi potensi pariwisata yang ada di kabupaten mitra tidak akan luput dari sasaran pemkab mitra untuk di kembangkan baik itu wisata pantai maupun wisata gunung dan potensi wisata lainnya .

” Kita bangun penginapan di pulau- pulau yang ada begitu juga akan kita bangun terminal di gunung soputan dan nantinya motor motor adventure parkir dan bisa dimanfaatkan sebagai kendaraan yang bisa di pakai untuk naik ke lokasi,” ujarnya. (Indri Rambi)




Gubernur Olly Ingatkan Pentingnya Makna Pancasila Dihadapan Mahasiswa UKIT

Tomohon, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajarkan Empat Pilar Kebangsaan kepada Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dalam Kuliah Umum yang digelar di Auditorium Bukit Inspirasi, Kota Tomohon, Senin (2/9/2019).
Pada kesempatan itu, Olly menjelaskan alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya oleh kalangan mahasiswa karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia sempat mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang mulai melupakan Pancasila.
“Amnesia bangsa terhadap Pancasila harus dicegah. Untuk itu, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila,” ujar Olly.
Karenanya, Olly meminta semua mahasiswa UKIT untuk memahami pentingnya sejarah lahirnya Pancasila.
“Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, agar kelestarian Pancasila dapat terus dijaga, dikawal dan diamalkan dalam praktis kehidupan kemasyarakatan,” ucap Olly.
Selain Pancasila, Olly juga mengingatkan mahasiwa UKIT untuk memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan lainnya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD RI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
Orang nomor satu di Sulut ini mengutip pandangan Presiden Soekarno bahwa empat pilar kebangsaan adalah karakteristik khas Bangsa Indonesia.
“Dalam pandangan Presiden Soekarno, tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama. Tiap-tiap bangsa memiliki karakteristik sendiri dengan cara berjuang sendiri. Karakteristik Indonesia adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukan. Perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang karakteristik tersebut,” ucap Olly.
Lebih jauh, Olly menjelaskan konstruksi Empat Pilar Kebangsaan.  menegaskan penyebutan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah dimaksudkan bahwa keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda.
“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain. Pilar NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah terkandung dalam UUD 1945, tetapi dipandang perlu untuk dieksplisitkan sebagai pilar-pilar tersendiri sebagai upaya preventif mengingat besarnya potensi ancaman dan gangguan terhadap NKRI dan wawasan kebangsaan,” tandas Olly.
“Adapun UUD1945 adalah konstitusi negara sebagai landasan konstitusional bangsa Indonesia yang menjadi hukum dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan di bawahnya. Sedangkan NKRI merupakan bentuk negara yang dipilih sebagai komitmen bersama. NKRI adalah pilihan yang tepat untuk mewadahi kemajemukan bangsa,” sambung Olly.
Sebelumnya, Gubernur Olly melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rektorat UKIT Tomohon dan pentahbisan asrama. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang ini diharapkan semakin memantapkan langkah kerja UKIT dalam mencetak SDM yang berkualitas, berdaya saing, memiliki karakter tangguh, dan unggul.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, Plt. Rektor UKIT Oktovian Berty Sompie dan civitas akademika UKIT.

(**/1s70)




Satu Niat Dengan Gubernur Olly, Joune Ganda Ingin Majukan Pendidikan Minut

Minut, detiKawanua.com – Memiliki niat dan keinginan besar dalam mendukung peningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang merupakan tanah kelahirannya, sosok pebisnis muda kanca nasional dan juga merupakan Owner Raewaya Group yakni, Joune Ganda, SE, pun berkomitmen yang salah satunya pada Senin (02/09) kemarin yang bersamaan dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, oleh Joune Ganda telah menyerahkan bantuan saldo awal untuk penerbitan kartu ATM tabungan di Bank SulutGo sebesar Rp.50.000 per siswa-siswi SMA, SMK dan Madrasah Aliyah untuk Kelas 11 dan 12 se-Kabupaten Minut.
“Salah satu alasannya saya kembali pulang ke Minut ini adalah, ingin menjadikan mutu pendidikan bagi putera putri didaerah ini maju dan berdaya saing,”ujar Joune.
Yang selain itu, dirinya (Joune Ganda) sangat merespon baik dan mendukung suksesnya program pemerintah ‘gerakan menabung’, yang digagas Gubernur Olly Dondokambey yang bekerjasama dengan pihak PT Bank SulutGo, Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut.
Joune Ganda juga ketika diwawancarai wartawan mengungkapkan bahwa, adanya program pemberian bantuan dari gubernur itu, membuat dirinya (Joune Ganda) termotivasi dan mendorong agar para siswa menengah keatas yang telah memenuhi syarat, untuk segera memiliki rekening pribadi di Bank Sulutgo.
“Ini menjadi komitmen saya mewujudkan pendidikan di Kabupaten Minut ini untuk berbasis teknologi tinggi,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya (pada acara gsrakan menabung) itu mengingatkan bahwa, memasuki era teknologi 4.0 yang identik dengan sistem digitalisasi maka, semua elemen masyarakat termasuk para siswa-siswi, mau tidaku harus ikut menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Gerakan menabung ini untuk mengajarkan kepada para siswa siswi agar sedari dini, dapat mengatur keuangan sendiri dengan memanfaatkan teknologi tinggi perbankan yakni pembayaran non tunai,”ungkap Olly.
Untuk itu dikatakan gubernur, bahwa Pemprov Sulut akan mendorong kabupaten/kota lainnya secara bertahap melalui Dinas Pendidikan, agar secepatnya melangsungkan gerakan menabung itu diwilayah masing-masing dengan maksimal.
“Gerakan menabung ini merupakan bentuk dukungan Pemprov Sulut dibidang pendidikan, yang selain itu turut mendorong pertumbuhan dari Bank SulutGo sebagai bank daerah dari Pemerintah Provinsi Sulut, yang manfaat hasilnya kedepan untuk membangun kemajuan Provinsi Sulut,” terang gubernur yang juga mengapresiasikan dukungan pihak OJK Sulut dalam sisi pengawasan perbankan.
Diketahui dari informasi yang ada, jumlah pelajar SMA, SMK/Madrasah Aliyah di Kabupate Minut berjumlah sekitar 8.000-an orang.

(1s70/*)