45 Legislator Sulut Masa Bakti 2019-2024 Resmi Dilantik

45 Anggota DPRD Sulut masa Bakti 2019-2024 saat di ambil Sumpah/janji anggota DPRD.

Manado, detiKawanua.com  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara  (Sulut) menggelar Rapat Paripurna Pelantikan dan pengambilan Sumpah/janji Anggota DPRD Sulut masa jabatan 2019-2024.
Proses Pelantikan dan pengambilan Sumpah 45 legislator  Sulut dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Robinson Tarigan berjalan khidmat yang di hadiri langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, Senin (09/09).
45 anggota DPRD Sulut yang dilantik tersebut terdiri  dari 18 anggota dari PDIP, 7 anggota dari Partai Golkar, 2 anggota dari Gerindra, 4 anggota dari Partai Demokrat, 2 anggota dari PAN, 1 anggota dari PKS, 9 anggota dari Partai Nasdem, 1 anggota dari PKB dan 1 anggota dari PSI.
Dalam Sambutan Gubernur  Sulut Olly Dondokambey  terkait pelantikan, menyampaikan selamat kepada seluruh anggota DPRD yang akan mengabdi untuk daerah nyiur melambai.
“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, saya ucapkan selamat kepada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang hari ini melaksanakan sumpah. Ini akan semakin memacu dan memotivasi diri kita pribadi untuk ke depan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta mampu menjawab amanah rakyat Sulawesi Utara dengan kinerja yang optimal dan mendukung gerak langkah pembangunan di Sulut,” ujar Dondokambey.
Gubernur Sulut juga mengimbau seluruh anggota DPRD yang baru dilantik untuk senantiasa memahami tugas fungsi dan kewajiban sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah dan mendukung gerak langkah pembangunan di daerah.
“Tempatkan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan kelompok. Kita harus melaksanakan tugas tanggung jawab kita bagaimana agar supaya janji-janji politik kita sebagai anggota DPRD sebagai pemerintah dan semua eksekutif yang bercita-cita untuk membangun Sulawesi Utara lebih maju ke depan,” kata Dondokambey.
Turut hadir dalam pelantikan, jajaran Forkopimda, Wakil  Sekdaprov Edwin Silangen, Kepala daerah Kab/Kota,  para pejabat Pemprov Sulut dan tamu undangan Keluarga anggota DPRD.
Berikut daftar 45 anggota DPRD Provinsi Sulut masa jabatan 2019-2024.
Dapil I Manado
1. Andrei Angouw (PDIP)
2. Richard Sualang (PDIP)
3. Kristo Ivan Lumentut (Demokrat)
4. Victor Mailangkay (Nasdem)
5. Yongkie Limen (Golkar)
6. Arthur Anthonius Kotambunan (PDIP)
7. Ayub Ali (PAN)
8. Amir Liputo (PKS)
Dapil II Minut-Bitung
1. Hengky Honandar (PDIP)
2. Nick Adicipta Lomban (Nasdem)
3. Pricilya Cindy Wurangian (Golkar)
4. Berty Kapojos (PDIP)
5. Netty Agnes Pantouw (Demokrat)
6. Fabian Kaloh (PDIP)
7. Johny Panambunan (Nasdem)
8. Melky Pangemanan (PSI)
Dapil III Nusa Utara
1. Toni Supit (PDIP)
2. Winsulangi Salindeho (Golkar)
3. dr Fransiskus Andi Silangen (PDIP)
4. Ronald Sampel (Demokrat)
5. Syerly Tjanggulung (Nasdem)
Dapil IV Bolmong Raya
1. Rocky Wowor (PDIP)
2. Alfian Bara (Nasdem)
3. Muslimah Mongilong (PDIP)
4. Raski Mokodompit (Golkar)
5. Nursiwin Dunggio (PAN)
6. Yusra Alhabsyi (PKB)
7. Mohammad Wongso (Nasdem)
8. Jems Tuuk (PDIP)
9. Sjenny Kalangie (Gerindra)
10. I Nyoman Sarwa (Nasdem)
Dapil V Minsel-Mitra
1. Jein Rende (PDIP)
2. James Arthur Kojongian (Golkar)
3. Sandra Rondonuwu (PDIP)
4. Billy Lombok (Demokrat)
5. Boy Tumiwa (PDIP)
6. Stela Runtuwene (Nasdem)
Dapil VI Minahasa-Tomohon
1. Melisa Gerungan (PDIP)
2. Careigh Naichel Runtu (Golkar)
3. Vonny Paat (PDIP)
4. Braiyen Waworuntu (Nasdem)
5. Wenny Lumentut (Gerindra)
6. Imelda Novita Rewah (PDIP)
7. Fanny Legoh (PDIP)
8. Inggried Sondakh (Golkar).
(Adv)



Sifrit Pangulimang : 1 Miliar Fokus Infrastruktur, Soataloara Tanpa Kumu

Tahuna, detikawanua.com – Pekerjaan sejumlah infrastruktur melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Soataloara II  Kecamatan Tahuna terus dilaksanakan dengan melibatkan warga setempat dan tak lepas dari pengawasan warga Soataloara II.
Kordinator BKM Sengkanaung Soataloara II Sifrit Pangulimang yang ditemui media ini mengatakan, di wilayah ini, pembangunan yang dilakukan berupa pengerjaaan drainase di RT 01. 76 meter,  RT 02 56 meter ditiga lokasi pekerjaan RT 03. 34 meter, RT 70 meter lengkap dengan penutupnya, selain itu ada juga pengerjaan jalan rambat beton di RT 11 sepanjang 132 meter.
“Program yang digagas oleh Kementerian PUPR ini mulai dikerjakan akhir Juli 2019 lalu, untuk Soataloara mendapat suntikan dana sebesar Rp1 miliar, kami optimis semua pekerjaan akan rampung pada 10 Desember 2019 nanti,” katanya.
Siprit Pangulimang juga menyampaikan apresiasinya karena digagasnya Program KotaKu ini yang dinilai baik, apalagi jika diintegrasikan dengan seluruh program kabupaten/kota, serta warga masyarakat memiliki nilai tampa dengan hadirnya pekerjaan melalui program Kotako.



Sah, 45 Legislator Sulut Dilantik,Gubernur Olly: Tempatkan Kepentingan Masyarakat Diatas Kepentingan Kelompok

Manado, detiKawanua.com – Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara periode 2019-2024 resmi dilantik. Pelantikan itu dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Robinson Tarigan pada rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Sulut masa jabatan 2019-2024 di Gedung DPRD Sulut, Senin (9/9/2019).
Keempat puluh lima anggota DPRD Sulut yang dilantik itu terdiri 18 anggota dari PDIP, 7 anggota dari Partai Golkar, 2 anggota dari Gerindra, 4 anggota dari Partai Demokrat, 2 anggota dari PAN, 1 anggota dari PKS, 9 anggota dari Partai Nasdem, 1 anggota dari PKB dan 1 anggota dari PSI.
Terkait pelantikan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyampaikan selamat kepada seluruh anggota DPRD yang baru dilantik.
“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, saya ucapkan selamat kepada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang hari ini melaksanakan sumpah. Ini akan semakin memacu dan memotivasi diri kita pribadi untuk ke depan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta mampu menjawab amanah rakyat Sulawesi Utara dengan kinerja yang optimal dan mendukung gerak langkah pembangunan di Sulut,” kata Olly.
Disamping itu, Olly juga mengimbau seluruh anggota DPRD yang baru dilantik untuk senantiasa memahami tugas fungsi dan kewajiban sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah dan mendukung gerak langkah pembangunan di daerah.
“Tempatkan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan kelompok. Kita harus melaksanakan tugas tanggung jawab kita bagaimana agar supaya janji-janji politik kita sebagai anggota DPRD sebagai pemerintah dan semua eksekutif yang bercita-cita untuk membangun Sulawesi Utara lebih maju ke depan,” tutup Olly.
Dalam pelantikan, nampak hadir jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut.

Berikut daftar 45 anggota DPRD Provinsi Sulut masa jabatan 2019-2024.

DAPIL I MANADO:
1. Andrei Angouw (PDIP)
2. Richard Sualang (PDIP)
3. Kristo Ivan Lumentut (Demokrat)
4. Victor Mailangkay (Nasdem)
5. Yongkie Limen (Golkar)
6. Arthur Anthonius Kotambunan (PDIP)
7. Ayub Ali (PAN)
8. Amir Liputo (PKS)

DAPIL II MINUT-BITUNG:
1. Hengky Honandar (PDIP)
2. Nick Adicipta Lomban (Nasdem)
3. Pricilya Cindy Wurangian (Golkar)
4. Berty Kapojos (PDIP)
5. Netty Agnes Pantouw (Demokrat)
6. Fabian Kaloh (PDIP)
7. Johny Panambunan (Nasdem)
8. Melky Pangemanan (PSI)

DAPIL III NUSA UTARA:
1. Toni Supit (PDIP)
2. Winsulangi Salindeho (Golkar)
3. dr Fransiskus Andi Silangen (PDIP)
4. Ronald Sampel (Demokrat)
5. Syerly Tjanggulung (Nasdem)

DAPIL IV BOLMONG RAYA:
1. Rocky Wowor (PDIP)
2. Alfian Bara (Nasdem)
3. Muslimah Mongilong (PDIP)
4. Raski Mokodompit (Golkar)
5. Nursiwin Dunggio (PAN)
6. Yusra Alhabsyi (PKB)
7. Mohammad Wongso (Nasdem)
8. Jems Tuuk (PDIP)
9. Sjenny Kalangie (Gerindra)
10. I Nyoman Sarwa (Nasdem)

DAPIL V MINSEL-MITRA
1. Jein Rende (PDIP)
2. James Arthur Kojongian (Golkar)
3. Sandra Rondonuwu (PDIP)
4. Billy Lombok (Demokrat)
5. Boy Tumiwa (PDIP)
6. Stela Runtuwene (Nasdem)

DAPIL VI MINAHASA-TOMOHON:
1. Melisa Gerungan (PDIP)
2. Careigh Naichel Runtu (Golkar)
3. Vonny Paat (PDIP)
4. Braiyen Waworuntu (Nasdem)
5. Wenny Lumentut (Gerindra)
6. Imelda Novita Rewah (PDIP)
7. Fanny Legoh (PDIP)
8. Inggried Sondakh (Golkar).


(Hms/1s70)




Tingkatkan PAD, Bupati Tegaskan Sangadi serta Pihak Terkait Lebih Maksimalkan Kinerja

Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar. 

Boltim, detiKawanua.com – Untuk meningkatkan Pendapaan Asli Daerah (PAD), Bupati kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH, tegaskan kepada seluruh pihak terkait, lebih khusus para Kepala desa (Sangadi-red) agar lebih memaksimalkan kinerja soal pajak dan retribusi daerah.
Menurut Bupati, terkait PAD, dirinya mengakui jika angka Rp 18 milyar masih sangat minim. Untuk itu, ditekankan kepada seluruh pihak terkait, lebih khusus para Sangadi, agar lebih maksimal dalam hal pajak dan retribusi daerah “Saya mewarning para Sangadi supaya, memaksimalkan pendapatan dalam perpajakan. Seperti, disejumlah desa terdapat transaksi jual beli lahan hingga mencapai angka milyaran rupiah, tapi tidak ada sama sekali retribusi pajak yang masuk ke kas daerah. Saya warning, jangan -jangan sudah ada permainan dengan Sangadi dan pihak lain” tegas, Bupati pekan kemarin saat bersua dengan sejumlah awak media
Lanjut Bupati katakan, target kebijakan Pendapatan serta target kebijakan belanja daerah Boltim tahun 2020 kurang lebih Rp 645 miliar “target kebijakan pendapatan ini, berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, serta lain-lain pendapatan. Sedangkan target kebijakan belanja daerah antara lain, belanja langsung dan belanja tidak langsung, dengan total angka yang sama dengan pendapatan, sehingga hasil akhir surplus (defisit) pada angka nol” papar, Bupati
Bupati juga menambahkan, substansi yang termuat dalam pengantar nota keuangan ini, di pembahasan Ranperda APBD tahun 2020 bersama DPRD adalah, mengemukakan berbagai hal terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebagai kerangka dasarnya “tujuan utama penyusunan pengantar nota keuangan Ranperda ini, untuk memberikan arah kebijakan pembangunan daerah yang dituangkan melalui program dan kegiatan serta penentuan pengalokasian anggaran.
Selain itu, untuk menerapkan urutan prioritas program dan kegiatan dari setiap urusan pemerintah” jelas, Bupati
(Fidh)



September Bulan Penegakan Disiplin, Sekprov Silangen Pimpin Apel Keasistenan III

Manado, detiKawanua.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen mengajak kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) untuk terus menjaga kekompakan dalam bekerja dan memberikan dedikasi yang terbaik demi suksesnya roda pemerintahan di Provinsi Sulut.
Penegasan tersebut disampaikan Sekdaprov saat memimpin apel pagi di lingkup Keasistenan III Sekretariat daerah provinsi Sulut, Senin (9/9/2019).
Sekdaprov mengajak kepada semua pegawai yang ada di lingkup keasistenan III untuk menjadi contoh bagi pegawai lainnya terlebih khusus bagi pegawai yang ada di lingkup kantor Gubernur Sulut dan tetap mendukung kerja pimpinan.
Bulan September merupakan ‘Bulan Penegakan Disiplin’, untuk itu Sekdaprov menekankan agar semua pegawai tetap disiplin serta terus menggelorakan semangat dengan mengedepankan kekompakan, kebersamaan serta tidak melakukan perbuatan tercelah yang merusak citra diri.
Turut hadir dalam apel tersebut, Asisten Administrasi Umum Asiano Gamy Kawatu, Kepala Biro Protokol dan Humas, Dantje Lantang, Kepala Biro Organisasi, Glady Kawatu, Kepala Biro Umum, Clay Dondokambey, Pejabat Eselon III dan IV serta staf lingkup keasistenan III.

(Hms/1s70)




Patras Sebut Penempatan Pegawai Belum Sesuai Basic

Tahuna, detikawanua.com – Pernyataan Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME terkait penempatan pejabat di lingkup Pemkab Sangihe yang sesuai dengan basic dan pendekatan kinerja, pada prinsipnya masih belum menyentuh. Hal ini sendiri diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Sangihe Ricky Arnesius Patras.
“Kalau apa yang diungkapkan Bupati soal penempatan pejabat sudah sesuai dengan pendekatan kinerja seutuhnya masih belum menyentuh”, ungkap Patras.
Sebab lanjut Patras saat ini masih banyak penempatan pejabat di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak sesuai dengan basic atau latar belakang pendidikan yang ada.
“Bagaimana bisa dikata penempatan pejabat sesuai dengan pendekatan kinerja kalau kabatan dan latar belakang pendidikan saja berbeda”, jelasnya kembali.
Bahkan lanjut Patras lagi ada pimpinan OPD juga tidak mampu memahami penempatan pejabat sesuai dengan pendekatan kinerja.
“Yang banyak ditemui di OPD penempatan pejabat kerap dikaitkan dengan kedekatan emosional hubungan kekeluargaan hingga pendekatan yang tidak melihat kebutuhan kinerja”, imbuh Patras sambil berharap Bupati untuk tidak selalu mempercayai pimpinan OPD secara langsung tanpa cek dan ricek. (js)



Antisipasi Musim Kemarau, Embung Pertanian Disiapkan Untuk Petani

Tampak salah satu embung pertanian di Desa Tombolikat yang airnya surut.

Boltim, detiKawanua.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), beberapa tahun kemarin, hingga di tahun 2018 lalu membangun puluhan tempat penampung air (embung) pertanian guna mengantisipasi anomali (cuaca ekstrim) atau musim kemarau untuk membantu petani.
Kepala Dispertanak Boltim melalui Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Mesin serta PPTK DAK, Zulkifly Lahay mengatakan, embung pertanian di Boltim itu ada puluhan. Pada tahap pertama pembangunannya, pertama dibangun tahun 2016 ada 3 embung.
“Di antaranya, terdapat di Kecamatan Tutuyan di Desa Tombolikat, Kecamatan Modayag  di Desa Liberia, Lecamatan Modayag Barat di dlDesa Bangunan Wuwuk,” terangnya.
Di tahun 2017, kata Dia, kembali dibangun embung di desa Molobog, Moyongkota, Nuangan Satu, serta Desa Candiredjo.
“Sedangkan tahun 2018, terdapat di Desa Matabulu Timur di Kecamatan Nuangan, Desa Liberia Timur, Desa Bongkudai, Desa Bangunan Wuwuk Timur, dan desa Bongkudai Barat di Kecamatan Modayag. Untuk anggaran 1 bangunan embung senilai Rp 350 juta pada 2016. berbeda dengan pembangunan embung 2017 – 2018, itu dananya hanya Rp 120 juta. Sebab, sudah tidak ada lagi pembangunan tersier, hanya embung pertanian saja. Anggarannya semua bersumber dari Anggaran Alokasi Khusus (DAK). Ukuran kapasitas penampung air (embung), yakni 500 meter kubik. Dengan ukuran luas 25 x 10 meter, dan tinggi 2 meter,” jelas Zulkifly saat dismbangi di ruang kerjanya.
Namun bagitu, ada sejumlah embung debit airnya surut, disebabkan pengaturan debit air tidak teratur sehingga saat ini tidak bisa digunakan.
“Iya, gunanya antisipasi anomali untuk petani pada cuaca ekstrim atau musim kemarau. Saat ini, Kita tunggu pengaturan pintu air tersier dari Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA). Sebab, memang kita menyambungkan pipa air ke embung itu dari Daerah Irigasi (DI) Tombolikat – Sita. Dalam waktu dekat ini, kita akan upayakan koordinasi dengan bidang SDA supaya embung bisa berfungsi guna dipakai para petani. Salah satunya embung di Desa Tombolikat airnya surut. Namun, untuk embung dari sejumlah desa lainnya masih berfungsi hingga sekarang,” kata Dia, Senin (09/09) siang tadi.
(Fidh)



Berikut Himbauan dan Upaya Distanak Sulut Hadapi Musim Kering Di Sulut

Manado, detiKawanua.com – Langkah bijak yang diambil Dinas Pertanian Peternakan (Distanak) Daerah Sulut dalam menghadapi musim kemarau dengan kekeringan lahan yang sudah hampir tiga bulan berjalan ini, dengan menyarankan dua hal kepada masyarakat khususnya para petani yakni, dengan menunda tanam dan percepat olah lahan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Distanak Daerah Sulut, Novly Wowiling kepada wartawan pada Senin (09/09) pagi tadi.
Dijelaskannya soal penundaan tanam dimaksudkan dikarenakan bertanam dimusim kemarau ini, tidak efektif. Namun, untuk pengelolaan (menggarap) lahan cepat itu merupakan kesempatan dimusim kemarau ini.
“Tapi yang digarap cepat lahannya itu adalah lahan yang tidak baik airnya, kalau dia baik lokasi airnya itu di dorong terus penanamannya,” terang Wowiling.
Disisi lain diingatkannya pula bahwa dalam proses pengelolaan garap lahan, jangan dalam bentuk pembakaran karena berdampak tidak baik dan berbahaya.
“Karena musim kekeringan, kalau membakar itu menjaga dari kebakaran meluas, juga menimbulkan humus yang bisa berdampak pengrusakan kualitas lahan,” jelasnya sembari mengatakan contoh kekeringan yang juga dirasakan diseluruh provinsi di Indonesia ini, khususnya di Sulut terdapat di 5 Kecamatan di Bolaang Mongondow (Bolmong) seperti, Kecamatan Poigar, Lolak, Santombolang, Bolaang Timur dan 
“Kami sudah turun langsung mengecek lapangan dan memang terasakan. Kalau upaya-upaya kami sebagai pemerintah telah menyediakan dan menyalurkan bantuan berupa pompa air, irigasi, penampungan air, terus digalakkan. Semoga dengan adanya tanda-tanda hujan disejumlah kabupaten kota, yang diprediksikan pada bulan Oktober nanti akan membawa hasil baik dalam pengelolaan lahan yang sebelumnya telah digarap,” tandas kadis yang mendapatkan predikat rangking 3 nasional terbaik PIM II di Makassar itu.

(1s70)




Joune Ganda Nilai Ada Peran OD Dibalik 18 Legislator PDIP Baru Dewan Sulut

Manado, detiKawanua.com – Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sulut Joune Ganda, SE mengungkapkan, 18 kader PDIP yang telah dilantik sebagai Anggota DPRD Provonsi Sulut Massa Bhakti 2019-2024, pada Senin (09/09) kemarin, merupakan bentuk kebanggaan tersendiri bagi partai PDIP di Sulut yang dikarenakan dari 45 anggota yang dilantik, terdapat 18 anggota dari PDIP.
“Sebagai kader dan pengurus PDI Perjuangan saya bangga hari ini 18 kader resmi wakili PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Sulut,”kata Joune.
Lanjutnya bahwa, dengan adanya 18 kader PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Sulut itu diharapkan akan semakin mensinergikkan dengan kebijakkan Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dengan Wakil Gubernur Steven O. E. Kandou.
“Secara politis kebijakkan Pemprov Sulut dan Deprov Sulut akan semakin sinergis dan dinamis,”kata Owner Raewaya Group itu saat didampingi sang istri tercinta Risya Ganda Davega.
Selain itu ujar Joune, sebagai masyarakat Kabupaten Minahasa Utara,dia berharap dan optimis kader PDI Perjuangan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bitung-Minut akan memperjuangkan dan mendukung penuh kebijakkan pembangunan khususnya di Kabupaten Minahasa Utara.
“Masuknya 18 kader PDI Perjuangan di Deprov Sulut merupakan hal yang membanggakan yang tidak lepas dari dukungan dan arahan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey serta pengurus partai lainnya.”tandas figur yang dijagokan PDI Perjuangan yang akan bertarung pada Pilkada Minut 2020 mendatang.
Adapun disisi lain fenomena menarik kehadiran dari Joune Ganda bersama istri saat pelantikan tersebut, sosok pebinis kanca nasional asal Kaima Minut itu ‘dibanjiri’ permintaan foto bersama para anggota dewan yang baru dilantik serta undangan pejabat lainnya.

Adapun ke-Delapan belas Anggota Deprov asal PDI Perjuangan Sulut adalah:
1. Andrei Angouw
2. Richard Sualang
3. Arthur Anthonius Kotambunan
4.Hengky Honandar
5.Berty Kapojos
6.Fabian Kaloh
7.Toni Supit
8.dr Fransiskus Andi Silangen
9.Rocky Wowor
10.Muslimah Mongilong
11.Jems Tuuk
12.Jein Rende
13.Sandra Rondonuwu
14.Boy Tumiwa
15.Melisa Gerungan
16.Vonny Paat
17.Imelda Novita Rewah
18.Fanny Legoh.

(tim)




Maknai Sumpah Jabatan Legislator Minahasa Yang Baru, Wagub Kandouw Sebut Soal Hak dan Kewajiban

Manado, detiKawanua.com – Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengingatkan kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Minahasa yang baru dilantik dapat melakukan kewajibannya secara optimal.

Hal itu disampaikan Wagub Kandouw saat menghadiri pelantikan anggota DPRD Minahasa Periode 2019-2024, di Gedung Wale Ne Tou di Tondano, Senin (09/09).
“Hak dan kewajiban ini pararel. Gubernur mengingatkan supaya selalu ada di mindset kita, bahwa hak dan kewajiban itu pararel. Jangan selalu yang diutamakan hak, sementara kewajiban tidak. Harus sesuai sumpah, tupoksi DPRD harus tahu. Kewajibannya dalam aspek legislasi, budgeting dan pengawasan, itu tak boleh dilihat satu persatu. Tapi harus persatuan karena muaranya demi memuluskan jalannya pemerintahan, menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata Kandouw.
Lanjutnya yang juga merupakan Ketua DPRD Sulut itu bahwa, peran DPRD bukan untuk merongrong jalannya pemerintahan, namun legislatif adalah salah satu pilar jalannya pemerintahan.
“Aneh rasanya kalau ada legislatif yang merongrong dan memboikot. Harapan dan optimis, yang baru dilantik 5 tahun ke depan mempunyai output dan out come dan bahkan Perda yang jelas. Tak hanya Perda rutin, tapi Perda inisiatif,” beber Kandouw.
“Anggota dewan harus yang benar-benar mewakili masyarakat. Bukan mewakili diri sendiri, kelompok atau partai sendiri. Tapi dituntut super aktif dan pro aktif. Karena juga, parlemen itu artinya bicara. Kalau anggota dewan hanya diam, dia mengkhianati substansi parlemen. Tapi di sisi lain, bicara yang kontekstual. Jangan asal bicara,” sambungnya.
Selain pelantikan anggota DPRD Minahasa, di tempat yang sama dilakukan pelantikan Asisten Administrasi Umum Pemkab Minahasa, Frits Muntu sebagai Penjabat Sekdakab Minahasa, yang dipimpin Bupati Royke O. Roring.
Terkait pelantikan tersebut, Wagub Kandouw meminta Penjabat Sekdakab yang baru dilantik dapat secara optimal membantu tugas Bupati dan Wakil Bupati Minahasa.
“Penjabat Sekda yang baru dilantik ini luar biasa, sebab dilantik saat paripurna lima tahunan. Memang di aturan, pasca dilepas Sekda lama, harus segera ada Plh. Setelah ada pemberitahuan, 5 hari paling lambat harus dilantik pejabatnya.
Untuk itu, kepercayaan yang sangat luar biasa ini dipergunakan dengan baik. Bantu Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Wagub.

(I70/**)