Siap Bertarung di Pilkada Minsel ,Apa kata Ventje Tuela ( VT)

MINSEL,  DETIKAWANUA.COM – Perhelatan akbar di kabupaten Minahasa Selatan semakin dinanti warga ini terasa lewat pembicaan para tokoh masyarakat dan tokoh politik baik di forum resmi maupun pembicaraan di warung kopi

Pemilihan kepala Daerah ( Pilkada) Minsel 2020 menjadi event paling ditunggu-tunggu ada beberapa figur yang sudah siap baik kalangan tua maupun muda figur baru maupun lama siap mencurahkan semua ide,  gagasannya untuk minsel maju kedepan

Salah satu Figur lama yang juga siap maju di Pilkada Minsel adalah Ventje Tuela ( VT) ,  mantan wakil bupati masa Ramoy Markus Luntungan ( RML)  ini menyatakan siap maju di Pilkada mendatang

Ditemui para awak media di kediamannya VT tak ragu dengan posisinya sekarang ini ” coba liat mobil yang ada didepan warnanya apa,  ini membuktikan saya siap dan akan mendukung Partai Golkar di Pilkada Minsel 2020 mendatang

” jika saya mau dipasangkan dengan Michaela E Paruntu saya siap dan kalaupun tidak saya tetap akan mendukung Partai Golkar apalagi Calonnya MEP saya siap dukung dan ini komitmen saya, ucap Tuela

Kalaupun benar saya diposisi wakil Bupati dan MEP siap pasti saya juga siap yang pasti apapun keputusan partai itu saya siap dukung untuk kemenangan partai Golkar di Minsel

Dia tidak menampik jika dirinya ditawarkan untuk maju itu berdasarkan pertimbangan pasti partai Golkar Minsel memiliki pertimbangan figur mana yang tepat
” yang pasti perlu di ingat saya dulu Anggota Dewan Partai Golkar dan saya kader partai kemudian saya dicalonkan PDI – P di Pilkada  2004 – 2009 lalu jadi saya kembali ke Laptop . Ujar Ventje

Disela-sela pembicaraan dengan awak media VT tak segan menunjuk mobil warna kuning miliknya yang akan menjadi kendaraan dan warna dukungan di pilkada Minsel 2020 mendatang
( Vandytrisno)




Dua figur Birokrat Handal RML – SFT Siap di Pilkada Minsel 2020

MINSEL, DETIKAWANUA.COM – Pertemuan dua tokoh Birokrat yang dikenal dengan kepemimpinan yang Teguh Bersinar di kabupaten Minsel yaitu Ramoy Markus Luntungan ( RML)  dan Sonny Frans Tandayu ( SFT)  menjadi pandangan yang sangat berarti bagi ratusan mata memandang

Kedua sosok Birokrat handal ini bertemu saat HUT ke 64  Mantan wakil Bupati Minsel di erah 2009-2014 pada Periode pertama kepemimpinan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dengan mengusung slogan PANTAS keduanya melenggang masuk ke gedung Putih Minsel

Namun dalam pertemuan kedua figur RML dan SFT tidak menyinggung masa lalu yang dianggap sebagian orang sesuatu yang suram dan kelabu tapi sebagian juga menganggap inilah proses politik. Tapi kedua figur birokrat handal bertemu di momend acara HUT ini semata untuk menyakinkan publik bahwa apapun bisa terjadi

” ya memang saya pun siap di Pilkada Minsel 2020 mendatang kenapa tidak mau dipasangkan dengan siapapun saya siap dengan Sonny pun saya siap,  ucap RML sembari melihat kearah Tandayu

Hal ikwal tersebut pun RML nyatakan dihadapan awak media bersama SFT disampingnya, Ramoy tak menampik ada banyak tawaran dan beberapa partai juga ingin dirinya maju namun semua tetap berproses ” jika Sonny yang ditetapkan Tuhan melalui partai politik atau independen kenapa tidak kami siap , karena konsep kemajuan dengan Visi Misi yang ada akan mampu meningkatkan kesejaktraan masyarakat Minsel kedepan. Ucap Ramoy yang juga didampingi istri tercinta

Hal tersebut juga dinyakini Sonny dengan ucapan ” Saya pasti Siap bersama RML, kenapa tidak kami selalu siap , semabari tersenyum.

Adapun pertemuan kedua tokoh birokrat ini dalam rangka HUT mantan wakil Bupati Minsel Sonny Frans Tandayu ( SFT)  yang ke – 64 yang dihadiri tokoh agama,  tokoh politik,  masyarkat simpatisan dan undangan lainnya
( Vandytrisno)




Pelayanan Prima Polres Sangihe di Festival Pesona Sangihe 2019

Tahuna, detikawanua.com – Salah satu bentuk pelayanan prima yang diberikan kepada warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe oleh Polres Sangihe adalah  pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) lewat mobil SIM keliling di Festival Pesona Sangihe 2019.
Kasat Lantas Polres Sangihe IPTU Awaludin Puhi SIK, Kamis (12/9/19) ditemui Sejumlah media mengatakan, giat ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda tahunan Festival Pesona Sangihe 2019. Polres Sangihe melakukan palayanan bagi prima bagi warga masyarakat.
“Penyelenggaraan Festival Pesona Sangihe 2019, Polres Kepulauan Sangihe yakni Satlantas telah membuka stand yang didalamnya ada beberapa fungsi yang akan menyampaikan ataupun memamerkan terkait dengan pelayanan kepada masyarakat,” kata Puhi
“Dengan harapan ketika ada masyarakat yang datang di stand Kepolisian Sangihe, kami tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kuncinya. (js)



Bupati Sangihe Diminta Tindak Tegas “ASN Amoral”

Tahuna, detikawanua.com – Terkait dugaan adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sangihe yang doyan bahugel,  reaksi keras datang dari kalangan tokoh masyarakat di negeri Tampungang Lawo, (Sangihe). Mereka bahkan mendesak agar Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, segera mengambil tindakan tegas,”
“Mestinya Bupati tidak lagi memberi peringatan bagi bawahannya yang punya kebiasaan selingkuh atau bahugel. Tetapi tindakan tegas sudah saatnya diberlakukan bagi oknum ASN yang amoral, sebab selain rumah tangga mereka berantakan, citra pemerintah daerah akan menjadi rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat Sangihe, Ricky Patras, kepada sejumlah media, Kamis (12/9).
Menurut Patras, apa yang disampaikan Bupati pada saat melantik sejumlah pejabat eselon III, IV dan pejabat fungsional waktu lalu, jangan sampai ada ASN yang bahugel tidak hanya sekedar warning saja, namun sebuah bentuk kekecewaan seorang pemimpin daerah yang diyakini sudah mengetahui ada bawahannya yang menjalin hubungan gelap.
Agar tidak menimbulkan presenden buruk bagi citra pemerintah, Patras menyatakan sudah saatnya Bupati bertindak tegas. Apalagi peringatan Bupati terkait ASN amoral sudah berkali-kali disampaikan dalam berbagai agenda pemerintahan, namun karena tidak dibarengi dengan tindakan tegas, maka praktik enak sedap itu terus saja berlangsung.
“Kalau hanya sekedar himbauan namun tidak tidak dibarengi dengan tindakan tegas Bupati, maka jangan harap lingkungan pemerintah daerah akan menjadi bersih dari kasus amoral,” tegas Patras.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, mengingatkan kepada jajaranya, untuk menghindari dan tidak berbuat tindakan amoral dengan cara melakukan hubungan gelap atau bahugel, karena dampaknya sangat buruk sebuah rumah tangga dan akan merusak citra pemerintah, bahkan lebih dari itu kata Bupati, akan mendatangkan petaka bagi daearah. (js)



Kapendam : Tindakan Represif Karena Warga Tidak Bisa Dikendalikan

Semarang, detiKawanua.com – Anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad, Rabu (11/9/2019).
Hal tersebut dibenarkan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P, M.A.P., melalui sambungan telepon. 
Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pengerjaan proyek pemagaran tahap III  areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di  Desa Brencong, Kec. Buluspesantren Kab. Kebumen. Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah. 
Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak. Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.
“Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga”, tandasnya
Adanya pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik (persuasif). Masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat anarkis, maka terjadilah tindakan represif agar warga dapt meinggalkan lokasi, imbuhnya.
“Apa yang dilakukan TNI semata-mata melaksanakan perintah yang tertuang dalam PP No 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Jadi apa yang dilakukan TNI adalah kontitusional”, tegasnya.
Kapendam juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tetap mengedepankan tindakan persuasif dengan memaksimalkan mediasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.
Saat ini pekerjaan pemagaran untuk sementara dihentikan, tetapi kami minta masyarakat juga menghentikan aktivitasnya di sekitar area Lapbak.  Apabila masyarakat merasa memiliki kepemilikan lahan secara sah, silahkan menuntut jalur hukum di pengadilan, pinta Kapendam.
Mengenai adanya korban yang terjadi baik di pihak aparat maupun masyarakat, sampai saat ini masih di crosscheck oleh petugas kami di lapangan, pungkasnya. (*)



Dikawal Ibu Rita Di Kriya Nusa 2019, Sulut Tak Kalah Saing Produk Kerajinan Lokal

Jakarta, detiKawanua.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Utara, Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan pada Rabu (11/09/2019) tadi, telah menghadiri pembukaan Pameran Kriya Nusa 2019 yang prakarsai Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada Rabu (11/09/2019) tadi dan akan berlangsung hingga 5 hari kedepan (Tanggal 11 – 15 September) di Balai Kartini-Jakarta, yang dihadiri sekaligus membuka kegiatan, Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, beserta istri-istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja).

Adapun kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreatifitas dan Kewirausahaan” itu, dalam penjelasannya Ibu Rita mengatakan bahwa, digelarnya pameran Kriya Nusa 2019 itu, untuk menampilkan semua hasil karya kerajinan yang menjadi unggulan di masing-masing daerah.
“Dari masing-masing provinsi kabupaten kota se-Indonesia termasuk Provinsi Sulut turit ambil bagian dalam mempromosikan hasil kerajinan yang diunggulkan seperti, kerajinan dari Bambu Batik juga kerajinan berbagai jenis dari bahan Batang Kelapa dan Tempurung, serta kerajinan Kabela dari Kabupaten Bolaang Mongondow,”terang Ibu Rita.
Selain itu bentuk kerajinan Sulut yang ditonjolkan pada pameran Kriya itu kata Ibu Rita, berupa kerajinan anyaman juga dari bambu, tenunan dari Kain Kofo yang berbahan dasar dari Serat Pisang Abaka.
“Ada juga bentuk kerajinan pemanfaatan ‘limbah jaring’ yang diolah kembali menjadi keranjang belanjaan sebagai pengganti kantong plastik. Itu (keranjang belanja) gunanya untuk mengurangi sampah-sampah plastik,” terang istri dari Gubernur Olly Dondokambey itu sembari menambahkan bahwa, banyak kerajinan dengan berbagai bentuk yang ditampilkan itu berkualitas ekspor.
“Ada juga berbentuk perhiasan dari sisik ikan dan berbagai jenis kain daerah dengan sejumlah motif kain seperti, Bentenan, Kain Manado, Kain Batik Minahasa, Batik Sisi, Batik Lenso, Kain Kofo, Kain Karawang dari Sangihe serta Kain Penawetengan,” beber Ibu Rita.
Dimana dalam pelaksaan pameran Kriya ini kata Ibu Rita, ada juga keikutsertaan dari pihak UKM, dengan harapan kedepan parsitipasi para IKM/UKM di Provinsi Sulut agar lebih giat guna  peningkatan usaha, karena kondisi pasar sudah semakin tersedia atau terbuka luas.
Diketahui, pameran Kriyanusa 2019 ini diikuti Deskranada seluruh Indonesia yang memfasilitasi perajin di daerahnya masing-masing. Berikut sejumlah BUMN dan Kementerian yang memfasilitasi mitra binaannya. Dimana, kegiatan tersebut diikuti 265 stan, yang terdiri dari 37 stan Kementerian dan BUMN, 170 stan Dekranasda, 25 stan individu, 8 stan mitra, dan 6 stan asosiasi.
Turut hadir juga pada kegiatan tersebut, Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, Ketua DWP Sulut Dra. ivone Silangen-Lombok, Ketua Dekranasda Kab. Minahasa Dra Fenny Ch M Roring, Ketua Dekranasda Bitung Khouni Lomban-Rawung, Ketua Dekranasda Manado Prof DR Paula Lumentut Runtuwene MSI serta Kadisperindag Sulut Jenny Karouw.

(Is70/**)




Bambu Batik Dan Kerawang Sangihe, Ikut Dekranas Award di Jakarta

Tahuna, detikawanua.com – Selain menyelenggarakan iven tahunan Festival Pesona Sangihe (FPS) Tahun 2019, dengan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga mengikuti Lomba Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Award di Jakarta.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ir Felix Gaghaube, pelaksanaannya dimulai tanggal 10 hingga 15 September 2019 yang berlangsung di Jakarta.
“Dalam lomba ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mengutus dua  Daerah, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Minahasa. Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe menampilkan kerajinan bambu batik dan sulaman kerawang,” kata Gagaube.
Lanjut dijelaskan, sebelumnya juga telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selasa (10/09/2019), di Kantor Menhankam RI, dan dibuka oleh ibu Hj Mufida Jusuf Kalla.
“Pameran Dekranas ini, dibuka oleh ibu Iriana Joko Widodo, Rabu (11/09/2019), sekitar pukul 10.00 WIB, di Gedung Balai Kartini Jakarta, yakni Pameran Kerajinan Nusantara, berlangsung 11 hingga 15 September 2019,” terang dia.
Ditambahkannya, tujuan pelaksanaan pameran ini, yakni untuk peningkatan kreativitas daerah yakni kabupaten/kota melalui kerajinan tangan. 
“Kita berharap menampilkan hasil kerajinan tangan dari Sangihe berupa kerajinan bambu batik dan sulaman kerawang khas daerah Sangihe tersebut tentunya yang terbaik di tingkat nasional. Ini juga memotivasi kita dalam berkarya sesuai potensi yang dimiliki. (js)



Si Jago Merah “Mengamuk” di Pulau Mahengetang

Tahuna, detikawanua.com – Kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Sangihe selang sebulan terakhir mulai membuat masyarakat resah. Selain suplay air bersih yang berkurang, ancama bencana seperti kebakaran menghantui warga. Seperti yang terjadi di Kampung Pulau Mahengetang Kecamatan Tatoareng, dimana Selasa (10/9/2019) petang, hutan yang berada di pulau tersebut diamuk si jago merah.
Alhasil kebakaran yang terjadi membuat warga setempat panik dan secara spontan melakukan pemadaman api yang kian membesar. Dengan menggunakan peralatan seadanya masyarakat secara bergotong royong melakukan pemadaman agar api tidak merembes lebih besar lagi.
Camat Tatoareng Nursal Tumbale membenarkan kebakaran lahan dan hutan. “Benar sesuai laporan masyarakat setempat telah terjadi kebakaran lahan dan hutan di Pulau Mahengetang. Dan sampai pagi Rabu (11/9/2019) api sudah mulai mengecil dan terus dipadamkan oleh warga”, ujar Tumbale.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan membakar perumahan warga, Tumbale mewarnning warga agar tetap waspada.
“Musim kemarau yang berkepanjangan ini rentan terhadap kebakaran. Diharapkan warga waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan”, imbuh Tumbale sambil menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mendetail dari Kampung Pulau Mahengetang. (js)



OPD Pemkab Sangihe, “Setengah Hati” Sukseskan FPS

Tahuna, detikawanua.com – Ivent tahunan Festival Pesona Sangihe (FPS) yang digelar tiap bulan September merupakan salah satu wadah promosi kebudayaan sekaligus potensi Kabupaten Sangihe. Namun sangat disayangkan anggaran ratusan juta yang digelontorkan dari APBD tidak mendapat dukungan penuh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Sejumlah masyarakat Sangihe ketika ditemui di lokasi pelaksanaan pameran FPS di kawasan Pelabuhan Tua (Peltu) mempertanyakan hal ini.
“Pembukaan pelaksanaan FPS mendapat pantauan langsung Bupati Sangihe di lokasi. Namun sangat disayangkan menjelang 1 jam pembukaan kegiatan, masih banyak OPD yang belum menyelesaikan pembuatan stand pameran”, jelas sejumlah warga.
Hal ini memberikan signal bahwa jajaran OPD setengah hati dalam mendukung suksesnya program ini. “Kalau sudah seperti ini baiknya pimpinan daerah punya ketegasan terhadap pimpinan OPD yang dinilai justru menjadi penghambat suksesnya berbagai kegiatan pemerintah yang intinya untuk kemajuan daerah yabg kita cintai bersama ini”, jelas mereka kembali.
Demikian halnya dengan pelaksanaan pawai pembangunan yang merupakan salah satu kegiatan di FPS. Dimana hanya ada sekitar 8 OPD saja yang mengikuti pawai dari 32 OPD di jajaran Pemkab Sangihe. Demikian halnya dengan 15 kecamatan dan 12 Bagian tidak satupun yang mengikuti pawai tersebut.
Dari pantauan di lokasi pembukaan FPS, masih banyak stand pameran khususnya  OPD di lingkup Pemkab Sangihe yang masih berbenah, padahal Bupati Jabes E Gaghana SE ME bersama unsur Forkompimda sempat melakukan pemantauan terakhir pada Selasa (10/9/2019), sekitar pukul 17.30 Wita atau satu jam setengah pembukaan FPS masih banyak stand pameran yang belum menuntaskan standnya.
Sekretaris Daerah Edwin Roring SE ME ketika dihubungi menyatakan ada plus maupun minusnya setiap pelaksanaan FPS.
“Setiap kekurangan maupun kelebihan pasti ada olehnya kita akan evaluasi. Namun untuk FPS kali ini dipastikan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Setiap kekurangan yang ada akan kita benahi untuk disempurnakan pada tahun-tahun mendatang”, singkat Roring sambil menambahkan bahwa setiap program pemerintah baiknya wajib mendapat dukungan penuh dari setiap pimpinan OPD. (js)



MAMA YO, Buka Festival Pesona Sangihe Ke-6

Tahuna, detikawanua.com – Festival Pesona Sangihe resmi dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ( P3A) Gubernur Sulut,  Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe
“Festival Pesona Sangihe merupakan agenda tahunan untuk mengangkat kebudayaan leluhur di tanah Tampungang Lawo , juga mengajak generasi muda untuk mencintai budaya Sangihe. Event ini juga sebagai upaya agar promosi agar kedepan melalui FPS Kabupaten Sangihe semakin maju,” kata Menteri P3A Yohana Yabise  dalam sambutannya
Festival Pesona Sangihe tahun ini memasuki tahun penyelenggaraan ke – 6 dan rutin diadakan tiap tahun. Beragam kompetisi diselenggarakan seperti kompetisi, pameran kerajinan dan kuliner setempat, serta pertunjukan seni
Semua dilakukan tak lain untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Sangihe . Mama Yo, juga mengatakan Kabupaten Sangihe terus berusaha untuk mengembangkan pariwisata, yang menjadi sektor andalan serta unggulan dari masyarakat Kabupaten Sangihe.
“Pariwisata jadi ing sector, tentunya harus didukung dengan sektor-sektor lainnya, di antaranya kelautan dan perikanan, potensi budaya, kuliner serta kearifan lokal lainnya,” Ungkap Mama Yo lagi.
“Setidaknya ada dua ribu orang memadati pembukaan FPS 10/9/19 di Boulivard  Acara akan terus dilanjutkan sampai tanggal 15/9/19 dengan ragam acara menarik seperti, panggung hiburan rakyat,kuliner, lomba bahari,” kuncinya.(js)