Hadiri Prosesi Perayaan HUT Jemaat Pinaesaan, Wagub Kandouw Berpesan

Manado, detiKawanu.com – Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, saat menghadiri prosesi ibadah perayaan HUT ke-11 Jemaat Pinaesaan, Minggu (15/09), dihadapan jemaat Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) Manado, berpesan terkait akan nama dari Jemaat Pinaesaan itu, memiliki arti ‘tempat orang sehati dan bersatu’. Menurutnya, tumbuh dan kembang gereja yang begitu cepat merupakan sebuah mujizat.

“Pinaesaan diartikan tempat orang sehati bersatu. Merupakan sebuah mujizat Gereja Pinaesaan hanya dalam 11 tahun sudah bisa menjadi jemaat yang besar seperti ini. Karena itu, mari jadikan Gereja Pinaesaan ini menjadi Sion yang baru. Gereja harus jadi inspirasi, sumber kasih dan damai sejahtera. Kiranya jemaat GMIM Pinaesaan GPI dapat terus bertahan hingga ulang tahun yang ke-1000,” ungkap Wagub yang saat itu didampingi istri tercinta, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, dan putra bungsunya, Oswaldo Kandouw.
menghadiri Ibadah syukur perayaan HUT ke-11 Jemaat GMIM Pinaesaan Griya Paniki Indah, Wilayah Manado III, Minggu 15 September 2019.
Usai sambutan, Wagub Kandouw memberikan bantuan uang sebesar Rp50 juta dan juga menyerahkan lonceng gereja pemberian Gubernur Olly Dondokambey sebagai hadiah HUT ke-11 Jemaat GMIM Pinaesaan, GPI.
Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt Decky Lolowang mewakili BPMS GMIM. “Manusia, gereja maupun jemaat harus Bangkit dan Bersinar. Jangan terpuruk dalam pencobaan dan harus mampu menjabarkan dalam kehidupan sehari-hari kapanpun dan di manapun dengan semangat yang Imamat dan Rajani,” kata Lolowang.
Ibadah pengucapan syukur turut dihadiri Asisten 1 Pemprov Sulut Edison Humiang, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut Tineke Adam, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulut, Mieke Pangkong, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh dan Dirut PT. Bank SulutGo Jefry AM Dendeng. (hms/1s70)




Terpanggil Hati dan Peduli, Rizya Istri Joune Ganda Bantu Para Korban Kebakaran PA Nazareth Tomohon

Tomohon, detiKawanua.com – Komitmen moral dan rasa kepedulian bagi sesama yang tertimpa musibah, terlihat nyata dari keluarga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Joune Ganda (JG). Pasalnya, rasa kepedulian itu tak hanya dimilik sang suami (JG) namun sang istri pun mempunyai jiwa sosial tinggi kepada masyarakat yang walaupun itu bukan pada daerah domisili keluarga Joune Ganda, yang hal itu terlihat jelas pada Senin (17/09) kemarin di Kota Tomohon, sang istri Rizya Ganda Davega telah turun melihat lagsung kondisi para korban kebakaran Panti Asuhan Nazareth.
Tak hanya sampai disitu saja, sosok Rizya yang murah senyum dan ramah itu telah menyerahkan bantuan kemanusiaan yang diterima langsung pihak yayasan panti asuhan.
“Jadi saat saya mendengar kabar musibah itu, saya langsung meminta Rizya bersama tim untuk mengunjungi lokasi kejadian. Sedianya saya yang mempunyai niat ingin melihat langsung kondisi disana, namun karena kesibukkan maka saya minta kesediaan dari istri saya,” tutur JG yang merupakan figur kuat bakal calon dari PDI Perjuangan pada Pilkada Minut di 2020 mendatang.
Pada kesempatan itu juga, Rizya membenarkan bahwa giat kepedulian yang dilakukannya selain atas ketulusan dan keterpangilan hati, juga sesuai permintaan sang suami.
“Saat disana (lokasi kebakaran) saya sudah menyerahkan langsung bantuan berupa uang tunai, bahan pokok makanan serta popok bagi balita. Kami memberikan ini dengan iman, saya pun terharu ketika melihat langsung kondisi gedung yang terbakar, namun rasa prihatin dan bersyukur juga dapat berbagi bersama untuk meringankan beban dari pengurus yayasan dan keluarga korban musibah kebakaran itu,” ungkap Rizya sembari menyatakan punya kebanggaan tersendiri terhadap sang suaminya yang memiliki kepekaan sosial tinggi ke sesama, tanpa melihat latar belakang sosial seseorang yang membutuhkan perhatian dan uluran kasih.

(1s70/tim)




Jambore Jeep Rekatkan Komunitas Dan Promosikan Wisata

Pati, detiKawanua.com – 200 peserta mengikuti “Jambore dan Rally wisata Jeep” dalam rangka memperingati HUT Ke- 74 Republik Indonesia dan Hari Jadi Pati ke-696 hari ini. Start dari Plaza Pragola Jl. Raya Pati-Kudus Km 3 Desa Margorejo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Sabtu 14 september 2019.
Dalam kegiatan Jambore dan Rally wisata Jeep ini dihadiri oleh Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Wakapolres Pati Kompol Irfan Hariyat, Dewan pembina IOF Pengda Pati Joni Kurnianto, Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sekda kab. Pati Ir Suharyono, Ketua IOF Kabupaten Pati Benny, dan Komunitas Jeep Kabupaten Pati dari Jateng dan Jatim.
Sedangkan rute yg akan dilalui para peserta adalah: Start dari Plaza Pragola- Ds.Pegandan menuju Ds. Banyu Urip, Ds. Bremi, Ds. Pohgading- Ds. Siti Luhur (Gunung Rowo) dan Finish di Regaloh (Bumi perkemahan) kecamatan Tlogowungu.
Tak cuma kegiatan Rally, namun Peserta Jambore Jeep ini akan bermalam di Waduk Gunung Rowo Ds. Sitiluhur kecamatan Gembong.
Dalam sambutannya, H. Joni Kurnianto,ST sebagai Dewan pembina IOF Pengda Pati menyampaikan ucapan selamat datang dan semoga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata di Kabupaten Pati, dan kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik setiap tahun,” ujar Joni.
Sementara itu Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin mengatakan, “Mari kita bersenang-senang dan mempromosikan Kabupaten Pati ini dengan baik,” Katanya.
“Diharapkan dalam kegiatan ini tidak ada yang melakukan kegiatan yang dapat melanggar hukum dan diharapkan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi buat para peserta dan kita dapat  mempromosikan potensi wisata yang ada dikabupaten Pati ini,” tandas Wabup.
Setelah acara pembukaan serta sambutan-sambutan dari panitia dan wakil bupati  selanjutnya dilaksanakan kegiatan pelepasan peserta Jambore dan Rally wisata Jeep oleh wakil Bupati Pati untuk melanjutkan perjalanan sampai ke finish melalui rute yang telah ditentukan oleh panitia. (snpt/pdmpati).



Selama 24 Tahun, Tak Tersentu Bantuan Pemerintah

Tahuna, detikawanua.com – Daya saing membuat para pengayam atap daun rumbia tradisonal mengalami penyusutan penjualan seiring dengan berjalannya waktu, yang kian hari makin sedikit, baik pengayam maupun penjual.
Pasalnya, ada beberapa faktor yaitu, kedaan cuaca kurang memungkinkan, bahan pengolahan, kurangnya peminat dikarenakan daya saing.
Sarjono Papunas adalah salah satu pengrajin sekaligus penjual Di Tabukan Utara Kampung Kalurae, ketika ditanya mengenai penjualan atap rumbia mengatakan, untuk saat ini permintaan konsumen meningkat dikarenakan ada agenda tahunan Festival Pesona Sangihe dimana semua stand harus mengunakan atap daun rumbia, namun setelah selesainya kegiatan ini, maka kembali seperti semua karena faktor daya saing.
Dirinya juga sudah puluhan tahun mengerjakan kerajinan anyaman atap rumbia ini, mulai harga penjualan 250 Rupiah.
“Adapun bahan yang dibutukan adalah Bambu Patung, Pengikat anyaman (Ginto) dan Daun rumbia, jika bahan – bahan ini lengkap baru dikerjakan dan walaupun ada bahan kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan tidak bisa juga,”ungkap Papunas
Dikatakannya lagi, untuk mengerjakan 100 lebar atap bisa dicapai selama dua hari dan dijual Rp. 12000 / daun untuk sekarng ini. Itupun kalau pengarajin yang lihai mengayam.
Papunas juga berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan pengrajin anyaman tradisonal agar tidak punah, sebab pekerjaan ini merupakan warisan nenek moyang. (js)



Gubernur Nilai Pembentukan Jemaat GMIM Yang Baru, Program Pemerintah Semakin Mudah Disebarkan

Minut, detiKawanua.com – Menghadiri ibadah peresmian Jemaat GMIM Imanuel Airmadidi Atas dan penerimaan Pdt Helena Dondokambey sebagai Ketua BPMJ, di Airmadidi Atas Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Minggu (15/9/2019). Oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi GMIM yang kembali membentuk jemaat baru di wilayah pelayanan GMIM yang ada di kabupaten dan kota di Sulut. Yang hal itu, semakin memudahkan penyebaran program pemerintah kepada seluruh masyarakat Sulut.

“Tentunya pemprov sangat mendukung program GMIM agar supaya semua kegiatan-kegiatan pelayanan bisa dirasakan oleh jemaat semakin banyak gereja saya rasa pelayanannya semakin dekat dengan jemaatnya semakin baik karena program pemerintah juga semakin cepat sampai ditengah-tengah masyarakat,” kata Olly.

Menurut Olly, solidnya hubungan Pemprov Sulut dengan GMIM yang terjalin hingga kini dapat semakin mengoptimalkan jalannya pembangunan di Sulut.

“Apabila kerjasama gereja dan pemerintah berjalan dengan baik sehingga program kerja kita tersusun dengan baik dan tersampaikan di tengah-tengah jemaat ini paling penting karena kalau kerjasama pemerintah dengan gereja bisa berjalan saya kira tidak ada hambatan untuk Sulut lebih hebat kedepan,” tandas Olly.

Disamping itu, Gubernur Sulut juga mengucapkan selamat melayani kepada Pdt Helena Dondokambey sebagai Ketua BPMJ GMIM Imanuel Airmadidi Atas yang baru.

“Saya ucapkan selamat buat ibu Pdt Helena Dondokambey yang bisa melayani di jemaat GMIM Imanuel Airmadidi Atas dan tentunya juga terima kasih buat jemaat GMIM Imanuel Wanea yang sudah mengantar ibu Helena datang ke Airmadidi Atas,” ucap Olly.

Dalam ibadah, nampak hadir Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel, Ketua BPMJ Sentrum Airmadidi Pdt Felmy Mawuntu-Suwu dan peserta karantina Pemilihan Nyong Noni Sulut (PNNS) 2019.

(1s70/hms)




Pusran: Perlu Ada Penerangan Lampu Jalan di Kecamatan Nuangan

Pusran Beeg.


Boltim, detiKawanua.com – Tokoh Pemuda Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Pusran Beeg yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), meminta Pemerintah Mabupaten (Pemkab) Boltim dapat mengalokasikan program di tahun 2020 untuk pengadaan lampu penerangan jalan yang ada di Kecamatan Nuangan.

Dalam hal ini, pemuda pemerhati masyarakat kecil ini, Pusran Beeg menilai perlu adanya sarana dan prasarana penerangan (lampu mercury atau solar cell), yang memadai guna menunjang fasilitas umum disetiap pelosok desa.

“Penerangan jalan perlu untuk mempermudah masyarakat dalam beraktifitas pada malam hari. Terlebih di tempat (desa) itu memiliki lokasi strategis, potensi yang sering dikunjungi masyarakat,” kata Pusran, Jumat (13/09).

Menurutnya, Pemkab Boltim dapat mengalokasikan program di tahun 2020 untuk mengadakan lampu penerangan jalan di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kecamatan Nuangan bersatu banyak memiliki potensi wisata seperti yang ada di tiga desa Iyok, Idumun dan Loyow. Desa Iyok dan Loyow memiliki destinasi pantai yang indah, selain itu di Iyok ada lokasi pasar yang tempat bertemunya pedagang dan mayarakat, untuk berjualan ikan juga bahan sembako lainya. Lokasi itu ramai maka perlu penerangan,” terangnya.

Dirinya juga mengapresiasi pemerintah atas pembangunan yang ada di beberapa kecamatan dan desa.

“Sekarang infrastrukturnya sudah bagus, lihat saja ada beberapa jalan trans juga jalan perkebunan yang telah diperlebar oleh dinas PUPR, ini patut diapresiasi kinerja pemerintah yang telah mempermudah akses jalan masyarakat. Memang Boltim, memilik potensi wisata ataupun mempunya lokasi yang strategis, maka perlu adanya penerangan, agar pada malam hari pengendara maupun pengunjung, nyaman dengan suasananya. Kalau gelap apa yang akan kita lihat di Boltim pada malam hari,” ucapnya saat bersua sejumlah awak media.

Hal ini tidak hanya di Kecamatan Nuangan, tapi seluruhnya. “Seluruh desa di Boltim yang memilik potensi wisata ataupun mempunya lokasi yang strategis, perlu adanya penerangan juga sarana prasarana yang memadai, demi menuju Kabupaten Boltim unggul,” harap Pusran.

(Fidh)




Joune Ganda ‘Sentuh Langsung’ Jemaat GMIM dan Umat Katholik di Aermadidi

Minut, detiKawanua.com – Sosok Wakil Ketua bidang Ekonomi DPD PDI Perjuangan Sulut Joune Ganda, SE terus menunjukkan simpatik dan empatinya terhadap kondisi sosial kemasyarakat di Kabupaten Minahasa Utara.
Dalam beberapa pekan terakhir ini, sejumlah giat sosial dalam bentuk donasi bagi pembangunan gereja dari berbagai tempat dilakukannya, seperti pada Minggu (15/9/2019), Joune Ganda bersama tim didampingi ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minut, Denny Lolong melihat dari dekat kondisi Gereja Katolik Stasi St Stefanus Sampiri di Paroki St Anthonius di Padua Aermadidi.
Adapun tempat ibadah bagi umat Katholik ini mengalami kerusakan akibat dampak bencana alam tahun 2018 silam, hingga saat ini belum tersentuh perhatian dan bantuan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
“Harusnya dalam kondisi seperti ini perintah daerah memberikan perhatian melalui kebijakkan anggaran secara cepat,”ujar Joune Ganda yang di amini Jemaat setempat yang sedang bergotong royong membangun tempat mereka beribadah.
Menurut Joune Ganda, belajar dari pemerintahan OD-SK, setiap persoalan umat baik soal fisik dan non fisik pemerintah secepatnya hadir dan memberikan perhatian serta solusi yang terbaik.
“Seyogyanya pemerintah berterima kasih kepada para Hamba Tuhan dan tokoh agama lainya, sebab melalui mereka mental dan moral masyarakat dibentuk agar taat kepada Tuhan dan aturan yang berlaku,”ujar Joune sambil menegaskan jika diperkenankan Tuhan menjadi pemimpin di Kabupaten Minut, sembari berjanji akan memberikan prioritas bagi pembangunan rohani selurun aliran agama yang resmi di negara ini.
Ditempat yang sama, ketua Dewan Stasi St Stefanus Sampiri, Paroki St Antonius di Padua Airmadidi Johny tampa menyatakan ungkapan syukur dan terima kasih atas bantuan tahap pertama sebesar Rp.10 juta rupiah dari pribadi Joune Ganda untuk mendukung rehabilitasi gedung Gereja yang rusak.
“Atas nama jemaat Katholik St Anthonius khususnya Stasi Sampiri saya menyampaikan ucapan terima kasih banyak dengan iringan doa untuk rencana Joune Ganda mencalonkan pada Pilbub Minut 2020 mendatang,”tandasnya sambil menegaskan sosok Joune Ganda layak jadi pemimpin Minut yang akan datang.
Dihari yang sama, Joune Ganda juga mendampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE menghadiri ibadah   Syukur Peresmian Jemaat GMIM IMANUEL Airmadidi Atas dan Penerimaan Pdt. Helena Dondokambey sebagai Ketua BPMJ.
Dalam kesempatan itu kedua Tokoh PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey, SE dan Joune Ganda, SE memberikan donasi untuk mendukung pelayanan  Gereja setempat. (tim)



Atlit Senior Ini Menilai Ditangan JG Mutu Bridge di Sulut Akan Cemerlang

Manado, detiKawanua.com -Provinsi Sulut khususnya kota Manado telah melegenda sebagai penghasil dan gudangnya atlit Bridge tingkat nasional dan Internasional. Dua sosok yang merupakan “dedengkot” atlit Bridge Sulut adalah Hengky Lasut dan Eddy Manoppo.
Kepada media ini, Hengky mengatakan telah menekuni olahraga Bridge ini sejak usia 20 tahun, dan hingga saat ini telah lima puluh tahun lebih sebagai atlit Bridge andalan Sulut pada event nasional maupun internasional.
“Hingga saat ini saya telah 50 tahun lebih menggeluti Bridge dengan berbagai pengalaman pahit dan manisnya,”katanya.
Dia menceritakan, sebagai apresiasi pemerintah Sulut atas prestasi dia dan tim Bridge Sulut saat itu, pada tahun 1996 ketua umum GABSI saat itu Wiranto didampingi oleh Gubernur Sulut saat itu dijabat oleh Letjen TNI Evert Ernest Mangindaan, S.I.P. melakukan peletakkan batu pertama pembangunan gedung Bridge Centre “Hengki-Eddy” di jalan stadion Kelabat selatan, Manado.
“Pencatuman nama saya dan Eddy sebagai apresiasi pemerintah Sulut dan Indonesia atas prestasi kami mengharumkan nama Sulut dan Indonesia untuk cabang Bridge pada saat itu,”katanya sambil menegaskan lokasi Bridge Centre”Hengki-Eddi” adalah tanah Pemerintah Provinsi Sulut.
Lebih jauh pria paruh baya kelahiran 6 Agustus 1947 ini mengatakan, dari perjalanan panjang sebagai atlit Bridge Sulut, sederetatan prestasi nasioñal dan internasional yang telah dia raih, diantaranya medali Emas PON, medali Emas pada sejumlah Kejurnas, medali Perak Olimpiade Bridge serta medali emas pada kejuaraan Bridge Asia Pasific.
“Rentang waktu setengah abad lebih bermain Bridge bukan waktu yang singkat, jadi saya tidak mampu menjelaskan secara ringkas khususnya prestasi yang telah saya raih, Eddi dan teman-teman lainnya.”tegas Hengky sambil berharap anak dapat mengikuti jejaknya sebagai atlit Bridge Sulut dengan segudang prestasi.
Sementara itu, terkait dengan kepengurusan Bridge Sulut masa bakti 2019-2023 di bawah kepempinan Joune Ganda,SE sang maestro Bridge Sulut ini mengungkapkan bahwa kapasitas dan kapabilitas seorang Joune Ganda  menjanjikan banyak harapan baru bagi masa depan organisasi dan atlet Bridge Sulut.
“Meski bukan seorang atlit Bridge,namun melihat komitmen dan kesungguhan pak Joune Ganda maka dipastikan cabang olahraga Bridge di Sulut bakal bergairah dan lebih maju lagi,”katanya sembari menambahkan komitmen Joune Ganda terlihat jelas saat pelantikan, pembenahan internal dan solusi pembersihan administrasi kepengurusan yang sebelumnya hingga renovasi gedung Bridge Centre”Hengki-Eddi” yang kini sedang berjalan.

(tim)




Wakili OD-SK, Karo Kesra dr Devi Sambut Jamaah Haji Sulut di Balikpapan

Kaltim, detiKawanua.com – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulawesi Utara dr Kartika Devi Kandouw-Tanos menyambut langsung kedatangan 455 Jamaah Haji kelompok terbang (kloter) 12 asal Sulut di debarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur (Provinsi yang merupakan calon Ibukota Negara RI) pada Jumat (13/9/2019).
Dalam penyambutan, nampak hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut H. Abdul Rasyid dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Transit Provinsi Sulut.
Karo Devi nampak bahagia dan bersyukur atas kedatangan Jamaah Haji Sulut. Diharapkan jemaah haji setelah tiba di tanah air dapat kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga di Sulut dalam keadaan selamat dan jadi haji yang mabrur.
Adapun usai kedatangan jamaah haji kloter 12 tersebut, pada Sabtu besok 429 jamaah haji kloter 13 (satu jamaah haji meninggal) akan tiba di debarkasi Balikpapan.
Sebagai informasi, diembarkasi Balikpapan selain melayani Jamaah Haji Sulut, juga melayani Jamaah Haji Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah.

(1s70/*)




Haornas 2019 dan Sambut HUT Sulut ke-55, Pangdam Aritonang Pimpin Apel Olahraga bersama

Manado, detiKawanua.com – Dalam rangka HUT Provinsi Sulut ke–55 dan memperingati Hari Olah raga Nasional (Haornas) ke-36 Tahun 2019, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin Apel Olahraga bersama di Stadion Klabat Manado, Jumat (13/9/2019).
Dalam apel yang dihadiri Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw (mewakili Gubernur Olly Dondokambey), Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto (Kapolda Sulut), Brigjen TNI Joseph Robert Giri (Danrem 131/Santiago), Laksamana TNI Gig Jonias Mozes Sipalsulta (Danlantamal VIII Manado), Edison Humiang (Asisten 1 Pemprov. Sulut), G.S Vicky Lumentut (Walikota Manado), para Asisten dan Kabalakdam XIIIMdk, jajaran anggota TNI-POLRI, beserta ASN lingkup Pemrov Sulut dan Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), tersebut oleh Pangdam menyampaikan bahwa kita bersyukur atas kehadirat Nya karna kita masih diberi kesempatan bisa berkumpul di tempat ini.
“Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya kita semua bisa berkumpul dalam kegiatan apel olahraga bersama ini dengan keadaan sehat” Ujar Pangdam
Sesuai harapan menteri olahraga pada hari olahraga bahwa pembangunan didalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani nya, berarti telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang Resolusi Mental serta SDM Unggul Indonesia Maju. Jadi dengan memanfaatkan olahraga kesehatan kita semua dapat terjaga.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini kita semua dapat menjalin silaturahmi dan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana olahraga bersama sehingga kesehatan kita semua dapat terjaga dan memiliki tubuh yang sehat,” Harap Pangdam.
kegiatan Apel bersama selesai dilanjutkan dengan senam poco-poco dan Friendly Games Sepak Bola dengan dibagi 4 Tim, diantaranya Tim Pemprov. Sulut VS Tim Polda Sulut, kemudian. Tim Kodam XIII/Mdk VS JIPS (Wartawan). Diikuti oleh  sekitar 1500 orang.

(Autentikasi
Kapendam XIII/Mdk Kolonel Kav M Jaelani.)