Pendaftaran ke Partai Golkar, RML ” kembali ” ke panggung politik

MINSEL, DETIKAWANUA.COM – Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Minsel semakin ramai ,seperti diketahui masing-masing partai politik secara resmi sudah membuka pendaftaran Calon baik di Kabupaten maupun di Provinsi dengan Pendaftaran bakal Calon Kepala Daerah.

Seperti diketahui Partai politik yang sudah membuka pendaftaran dan sementara berlangsung dikabupaten Minsel adalah Partai Golkar dan Nasdem sementara untuk partai PDIP akan menunggu keputusan di internal partai

Dari beberapa nama yang sudah mendaftar di Partai Golkar ada nama yang secara spontan dan mengejutkan merapat ke partai Golkar yaitu Ramoy Markus Luntungan ( RML )

Ramoy yang juga mantan bupati Minsel periode 2004 – 2009 ini mengaku bersyukur atas keputusan ini meski dengan pertimbangan matang disertai dengan kajian politis maka RML yang disegani sebagai Birokrat Handal dijamannya mengaku siap masuk kembali ke kanca perpolitikan di kabupaten Minsel lewat jalur Partai Golongan Karya ( Golkar )

Adapun kedatangan RML di Sekretariat DPD 1 Partai Golkar Sulut , Jumat ( 29/11/2019 ) hanya dengan beberapa tokoh politik , tokoh masyarakat dan simpatisan dirinya juga hampir bersamaan dengan pendaftaran Christiany Eugenia Paruntu yang juga Bupati Minsel di Partai Golkar dan Partai Nasdem, khusus RML ini membuktikan bahwa suami dari ibu Hetty Mawuntu ini masih disegani dan diharapkan masyarakat Minsel

Menanggapi soal pendaftaran RML ke partai berlambang pohon beringin Hentje Mangindaan yang juga mantan Hukumtua menyatakan ini hal yang wajar dan apapun keputusan RML dengan segala resiko persepsi orang pasti sudah beliau pikirkan maka percaturan politik pada Pilkada mendatang di Minsel akan semakin ramai

” tentu sebagai masyarakat kita menunggu saja karena ini baru pendaftaran dan kedepan partailah yang menentukan , ibarat Pelamar menanti keputusan Managemen atau bidang Personalia di perusahaan untuk menentukan siapa yang akan maju di Pilkada nanti ‘ jelas Hentje

Meski pendaftaran ini tak terlalu menghebohkan dunia maya namun beredar kabar RML bisa menjadi ancaman bagi figur yang lebih dulu menggaungkan kesiapan , kemapanan dan popolaritas figur ( Ketokohan ) dalam pertarungan politik di Minsel , sebut saja Royke Sondakh ( Roso ), Ventje Tuela  ( VT ) , Verna GM Inkiriwang ( VGMI ) , Franky D Wongkar ( FDW ) , Maikel F Pangkey ( MFP ) , Roby Sangkoy ( Rosa ) , Frangky Pasla ( FP ) dan lainnya baik pendatang baru maupun yang sudah lama berkipra di dunia politik Minsel.
( Vandytrisno )




Diterima Wagub, Tim Kemenpar RI Boyong Puluhan Media Nasional Guna Roadmap Pariwisata Gubernur

Manado, detiKawanua.com – Tim Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI pada Jumat (29/11/2019) siang tadi yang memboyong puluhan wartawan media nasional, telah bertatap langsung muka dengan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw di ruang kerjanya di Kantor Gubernur.
Pada kesempatan itu wagub pun membeberkan tentang roadmap pariwisata yang dimotori Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) dihadapan tim Kementerian Pariwisata serta para media nasional.
“Itu media nasional terdiri atas cetak, online, dan media elektronik di bawa oleh teman-teman dari kementerian pariwisata guna ‘Cek On The Spot’ tentang roadmap pariwisata dari bapak gubernur. Saya sudah sampaikan tadi rencana besar kita di Sulut dan mereka sendiri telah saksikan, melihat datanya bagaimana pertumbuhan pariwisata kita,” ujar Kandouw.
“Apa rencana kita kedepan dan apa tanggapan kita dengan status destinasi super prioritas dari presiden. Semua saya sudah beberkan dihadapan para media nasional tersebut,” tambahnya lagi. (Mail70/*)



Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Herson Mayulu ‘Lepas Kangen’ di Manado

Herson Mayulu saat memaparkan 4 Pilar Kebangsaam MPR RI.


Manado, detiKawanua.com – Anggota DPR RI Hi Herson Mayulu (H2M) menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kota Manado.

Selain H2M, sosialisasi yang dirangkaikan dengan silaturahmi Ketua PW DMI Sulut dan Banom-banom yang dilaksanakan di Aula Masjid Raya Ahmad Yani Manado pada Jumat (29/11) siang, juga menghadirkan Mahyudin Damis (Antropolog Unsrat Manado) sebagai narasumber.

Di awal penyampaiannya, H2M memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan PDIP yang mempercayainya sebagai Ketua Kelompok Fraksi PDIP di Komisi V DPR RI, juga kepada warga Sulut yang telah mempercayai dirinya sebagai wakil mereka di Senayan.

“Keberadaan saya di Komisi V sejalan dengan visi misi gubernur yang berfokus pada kemajuan pembangunan di Sulut. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh konstituen saya. Jadi saya gembira ditugasi memberikan sosialisasi, karena itu berarti melepas kangen dengan warga Sulut,” ujar Herson, yang juga selaku Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sulut.

Menurutnya, sosialisasi ini dalam rangka memberikan pemahaman dan wawasan tentang kebangsaan, sesuai amanat pasal 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 j.o Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

“Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara; merupakan modal untuk membangun bangsa yang majemuk,” jelas Ketua LPTQ Sulut ini.

Lebih lanjut dikatakannya, pemahaman yang komprehensif terhadap empat pilar ini merupakan suatu keharusan dan kebutuhan. Karena tantangan kebangsaan kita ada dari internal dan eksternal. Tantangan Eksternal yaitu pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, dan makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

“Sedangkan tantangan internal yakni: pertama, Masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit; kedua, Pengabaian terhadap kepentingan daerah  serta timbulnya fanatisme kedaerahan; ketiga, Kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan; keempat, Kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa; dan kelima, Tidak berjalannya penegakkan hukum secara optimal,” paparnya.

“Jelas semua itu memerlukan kesadaran dan komitmen seluruh warga negara, sehingga bisa hidup dalam kemajemukan dan mengelolanya dengan baik,” pungkas Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dua periode ini. 
Turut hadir dalam acara antara lain: KH Rizali M Noor, KH Abdurrahman Latukau, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli, Ketua KKIG Sulut Ismail Moo, Ketua Baznas Manado Ubaidillah Ma’ruf, Sekretaris PW DMI Sulut Wahyudi Karaeng bersama jajaran PW DMI Sulut, dan pengurus DMI kabupaten/kota di Sulut, serta tamu undangan. 
(Indra)



Suhendro Boroma ‘Ditantang’ Tarung di Pilkada Boltim 2020

Flyer Suhendro Boroma for Boltim 2020. /ist

Boltim, detiKawanua.com – Musyawarah Wilayah KAHMI Sulut di Molibagu, Bolsel, pekan lalu, di luar dugaan meningkatkan suhu politik jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 2020 nanti. 
sosok Suhendro Boroma, putra asli Togid ini, ‘ditantang’ sejumlah tokoh KAHMI Sulut untuk bertarung di Pilkada Boltim tahun depan. Mereka ingin Suhendro untuk besarkan Boltim.
“Dia putra asli Togid Boltim. Banyak yang mendorong maju pilkada Boltim,” tutur tokoh masyarakat Muslim Suardi Hamzah kemarin.
Memang beberapa nama mulai pencitraan. Malah sudah mengklaim punya tiket.
PAN Boltim yang punya 4 kursi hampir pasti dikapling Amalia Landjar, putri mahkota Ketua PAN Sulut Sehan Landjar.
PDIP dengan tiga tiket kans kuat dihadiahkan ke Robby Wowor, ayah dari Rocky Wowor anggota DPRD Sulut dari PDIP.
Ada juga nama Robby Mamonto, Syachrul Mamonto, dan Oscar Manoppo.
Om Edo, sapaan akrab pimpinan media Manado Post dan Jawa Pos grup ini, tidak menyangka akan ditodong sejumlah tokoh asal Bolmong.
“Sudah saatnya anda bangun daerah. Saya 100 persen dukung kamu Hendro. Kami akan bantu,” tutur tokoh Bolmong Hamdi Paputungan.
Mantan anggota KPU Manado Suardi Hamzah, dan tokoh muda lainnya, Hamzah Latif, dan sepuh Muhammadiyah Anwar Sandiah, serta Uten Moki saat itu juga mendesak Suhendro maju.
“Kami sangat dukung. Hendro sosok yang paling pas melanjutkan pembangunan Boltim,” kata mereka.
Boroma lebih banyak senyum. Dia ucapkan terima kasih dan akan mempertimbangkan dorongan para tokoh itu.
“Insya Allah. Kita melihat perkembangan di Boltim ada perubahan. Sudah oke lah,” tutur Hendro yang kelihatan masih malu.
Nama Suhendro ternyata sudah masuk radar  Partai PAN, NasDem, Golkar, dan PDIP.
Salah seorang petinggi NasDem Boltim merespon positif. NasDem, katanya, butuh figur kuat seperti Boroma. NasDem punya tiga kursi, tinggal tambah satu seat.
“Saya siap mengawal kalau pak Hendro maju dengan Nasdem. Saya akan menunggu jika akan mendaftar,” tandasnya.
(*/Redaksi)



Yusri: Kualitas Pendidikan di Boltim Mengalami Progres Baik

Kadis Dikbud Boltim, Yusri Damopolii. 

Boltim, detiKawanua.com – Dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dari tahun ke tahun dinilai mengalami progres yang baik.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim Yusri Damopolii usai pelaksanaan upacara Hari Guru Nasional. Menurutnya, jika dilihat peningkatan dunia pendidikan Boltim tahun sebelumnya hingga tahun ini, maka mengalami progres yang baik. Kita lihat tahun ini, untuk pelaksaan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer, Boltim dapat juara 2 tingkat provinsi se-Sulawesi Utara (Sulut).

“Pelaksanaan UN, kita raih juara 2 se-Sulut. Kemudian dari aspek pemetaan mutu, Kabupaten Boltim juga raih peringkat ke-3 se-Sulut” terang Yusri saat disambangi di ruang kerjanya usai upacara (29/11).

Tahun ini, lanjut dikatakannya, Dikbud Boltim akan melaksanakan seleksi guru berprestasi. Sebab, dua tahun kemarin juga kita melakukan seleksi kepala sekolah mendominasi jumlah kelulusan dengan persentasinya terbesar. Ini mengambarkan kualitas pendidikan di Boltim, mengalami peningkatan.

“Dalam waktu dekat ini, kita gelar seleksi guru berprestasi,” ujar Yusri.

Yusri juga menambahkan, di dua tahun terakhir ini, pihaknya mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sekitar tahun pertama senilai Rp 17,6 miliar. Dan tahun ini  Rp 12,7 miliar.

“Ini jelas bahwa perhatian pemerintah khususnya di bidang pendidikan sangat diseriusi oleh Kemendikbud. Sehingga, sebagaian besar kebutuhan sarana-prasarana penunjang mutu serta kualitas pendidikan terpenuhi dengan adanya ketersediaan anggaran,” ungkap Yusri kepada detiKawanua.com siang tadi

Di momen hari guru ini, Saya selaku Kepala Dikbud Boltim menyampaikan, bahwa guru itu harus memiliki kemampuan yang lebih dalam untuk mengaplikasikan diri selaku figur atau tenaga pendidik yang mampu membawa perubahan bangsa, dalam hal ini guna meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Boltim yang sama kita cinta ini.

“Tentunya, atas nama Pemerintah daerah, Saya ucapkan rasa terima kasih kepada semua jajaran guru di Boltim, dan semua komponen yang memberikan andil di dunia pendidikan,” tutup Yusri berpesan.

(Fidh)



Bupati Boltim Irup Peringatan Hari Korpri yang Dirangkai Hari Guru Nasional

Bupati Boltim saat peringatan Hari Korpri tahun 2019.

Boltim, detiKawanua.com – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan HUT ke-48 Korpri yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI, di lapangan Kantor Bupati Boltim, pada Jumat (29/11) pafgi tadi. 
Pada kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo selaku penasihat nasional Korpri. Presiden dalam sambutan yang dibacakan Bupati, mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus bergerak mencari terobosan dan terus-menerus melakukan inovasi serta memangkas pola pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan menyulitkan rakyat

“Kecepatan pelayanan menjadi kunci reformasi birokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Bahkan, Dia meminta Eselon 3 dan 4 ditiadakan, sehingga pengambilan keputusan lebih cepat.

“Hal yang pahit harus kita lakukan. Karena di ra persaingan antar negara yang semakin sengit seperti saat ini, jika kita lambat kita pasti tertinggal,” ucapnya.

Masih dalam sambutan yang dibacakan Bupati, Presiden Jokowi juga mengingatkan untuk mengurangi kegiatan seremonial dan lebih meningkatkan produktivitas serta, berorientasi pada hasil. Kata Dia, Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan,” katanya.

Di akhir acara Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru dan menyalurkan hak rakyat di antaranya motor tempel untuk nelayan. 

Turut hadir Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK, Perwira Penghubung Kapten Inf. Supardi, serta jajaran ASN lingkup Pemkab Boltim.
(Fidh)



Dihadiri Gubernur Olly, Di PTBI Presiden Jokowi Sebut 2020 Sulut Manado Jadi Fokus Infrastruktur

Jakarta, detiKawanua.com

Gubernur Sulut Olly Dondokambey turut menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 yang bertemakan Sinergi Transformasi Inovasi Menuju Indonesia Maju, di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (28/11/2019).
PTBI 2019 ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Wakil Presiden dan Gubernur BI Boediono. Bank Indonesia (BI) meminta kepada perbankan nasional untuk mempercepat penyaluran kredit serta mempercepat penurunan bunga di tengah stance bank sentral yang akomodatif. Presiden Jokowi dalam acara tersebut berbicara masalah ekonomi yang salah satunya mengenai destinasi Bali baru untuk tambahan devisa.
“Berkaitan dengan tambahan devisa. Saya kira kita sering bercerita bahwa kita akan bangun 10 Bali baru, yang dalam 3 tahun sampai nanti 2020 hanya fokus di 5 lokasi yakni, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Borobudur, dan di (Sulawesi Utara) Manado. Infrastrukturnya insyaallah di akhir 2020 selesai semuanya,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sejak Juli 2019, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 5%. Selain itu, BI juga telah menurunkan giro wajib minimum (GWM) perbankan sebesar 100 bps menjadi 5,5%.
Respons dari kebijakan moneter tersebut dilakukan perbankan dengan menurunkan suku bunga, terutama pada simpanan. Sementara itu penurunan bunga kredit masih terbatas. (tim/Mail70)



KAHMI Launching dan Bedah Buku Spiritual Neuroscience Karya Taufiq Pasiak

Taufiq Pasiak saat presentasi buku Spiritual Neuroscience: Implication in Clinics and Leadership.


Manado, detiKawanua.com – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menggelar launching dan bedah buku berjudul Spiritual Neuroscience: Implication in Clinics and Leadership, Kamis (28/11).
Buku berbahasa Inggris karya dr Taufiq Pasiak ini, berisi 3 ceramah ilmiah dalam forum internasional. Buku ini diterbitkan oleh Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial LPPM UNSRAT (2019).
Buku dibedah oleh Prof Dr Fasli Djalal (Rektor Universitas YARSI Jakarta), Prof Dr. Ali Gufron (Dirjen Dikti), dan Dr. Taufiqulhadi (Politisi NasDem).
Buku yang dibedah merupakan karya Dokter Taufiq yang ke-15, dan membahas tentang interaksi antara otak, perilaku Spiritual dan Kesehatan. 
Taufiq mengenalkan Cognitive Transcendence Strategies sebagai strategi kognitif dalam perawatan penyakit.
“Interaksi ini memiliki implikasi dalam perawatan kesehatan dan kepemimpinan. Dalam klinik, terkait bidang kepemimpinan, saya memperkenalkan Cognitive Flexibility Disorder (CFD) berupa perilaku hoax, radikalisme dan korupsi,” jelas Pasiak.

Untuk diketahui, Taufiq Pasiak (TP) adalah dosen FK UNSRAT dan Koordinator Pusat Studi Otakn dan Perilaku Sosial LPPM UNSRAT. Ia merupakan pakar di bidang neurosains (ilmu otak) khususnya tentang Perilaku Spiritual, Kendali Diri, Sistem Emosi dan Perilaku Agresif. 

Selain sebagai dosen dan ilmuwan, TP juga aktivitas dalam organisasi profesional dengan menjadi Sekertaris Bid Leadership PB IDI. Wasek PW IDI Sulut dan Sekjen Masyarakat Neurosains Indonesia. Di organisasi sosial ia merupakan Presidium MN KAHMI SULUT, Ketua Dewan Pakar DMI Sulut dan Ketua Bidang Hub Antar Agama MUI Sulut. Selain aktif di sini, TP menjadikan organisasi sdbagai laboratoriumnya mempelajari perilaku manusia. 
Bedah buku yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Jakarta ini, dihadiri oleh 300-an orang dari pelbagai kalangan, seperti ilmuwan, dosen, pegiat sosial, politisi, dan sebagainya. 
Selain sejumlah dokter terkenal seperti Prof Hakim Pohan, Sp.OG., dr. Adib Khumaidi, SpOT, dr.M Akbar, Sp.S., juga pegiat filsafat dan sastra seperti Tommy F Awuy dan novelis Akmal Nasery Basral; para politisi nasional juga hadir seperti Herson Mayulu, Jafar Alkatiri, Taufiqulhadi, Elli Lasut, dan lain-lain, juga aktivis dan jurnalis seperti Zaim Uchrowi.
(*/Redaksi) 



Gaghana Terima Penghargaan Indeks Kelola 2019

Tahuna, detikawanua.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe Menjadi satu-satunya Kabupaten Kota yang menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Utara menerima penghargaan Indeks Kelola 2019, melalui penilaian Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD, pada kategori Outcome Bidang Pendidikan, oleh Kata Data Insight Center, di Djakarta Teather XXI, Kamis Malam (28/11).
Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, yang menerima langsung penghargaan tersebut, menjadi salah satu narasumber pada diskusi panel. Gaghana memaparkan inovasi dalam memecahkan permasalah pada sektor pendidikan di Sangihe dengan kondisi wilayah kepulauan.
“Dalam konteks mengatasi pendidikan, ada beberapa arah kebijakan yang kami lakukan untuk mengejar target pendidikan yang berkualitas. Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah berusaha memenuhi ruang kelas dan ruang guru yang memadai, serta jumlah guru yang signifikan,” ujar Gaghana.
Lanjut disampaikan Gaghana, di Sangihe pernah mengalami jumlah guru yang sangat rendah, karena sebelumnya tidak ada penerimaan CPNS dari pemerintah pusat.
“Dalam dua tahun terakhir ini karena banyak guru yang sudah pensiun, kami mengambil kebijakan dengan program Sangihe mengajar untuk wilayah sekolah di kepulauan melalui APBD,” kata Gahana.
Pada kesempatan itu, Gaghana juga menyampaikan selain tingkat kesulitan yang tinggi, ada regulasi pemerintah pusat yang perlu dievaluasi, seperti syarat untuk Guru menerima sertifikasi harus memenuhi standar jumlah jam mengajar sesuai aturan nasional, dalam seminggu jumlah jam mengajar harus 24-26 jam.
“Untuk wilayah Sangihe dengan jarak antar pulau yang cukup jauh, tentu standar jumlah jam mengajar sangat sulit disesuaikan oleh guru, maka dari itu kami berharap, jangan melihat Indonesia hanya Jakarta saja, namun dengan wilayah luas, sehingga harus ada kriteria untuk dipedomani dalam mengatasi problem seperti yang ada di daerah kepulauan,” ungkap Gaghana.
Dia menuturkan, walaupun demikian, Pemerintah Daerah tidak menyerah pada keadaan, namum ada berbagai terobosan seperti aksesbilitas transportasi ke wilayah wilayah pulau dengan menyisip pembiayan dari APBD, sehingga kunjungan dari pulau ke pulau dapat terfasilitasi.
“Selain itu, kami juga punya program untuk mengurangi angka putus sekolah, dimana sekolah tidak hanya melulusakn anak didiknya, namun kepala sekolah dan Gurunya harus mengantar muridnya dari SD ke SMP begitu juga ke SMA, sehingga ini dapat mendorong perubahan pada pendidikan dan perolehan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sangihe cukup tinggi, di atas rata-rata,” tutup Gaghana. (js)



Atas 3 Hal Ini, Gubernur Olly Pun Bawa Pulang Paramakarya 2019 Diserahkan Wapres Ma’aruf

Jakarta, detiKawanua.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali menerima penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat. Kali ini Gubernur Olly menerima penghargaan Paramakarya tahun 2019 yang diserahkan Iangsung Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Adapun dasar pemberian penghargaan tersebut kepada Gubernur Olly dinilai telah memberikan dukungan dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil menengah, serta berhasil meningkatkan produktivitas perusahaan.
Dalam pidatonya Wapres Ma’ruf menuturkan, anugerah bagi pelaku usaha ini telah menjadi salah satu tolak ukur bagi peningkatan kualitas usaha di Indonesia. Para penerima anugerah Paramakarya diminta meningkatkan inovasi untuk menjadi contoh di wilayah masing-masing.
“Saya menyampaikan selamat kepada perusahaan yang menerima penghargaan Paramakarya 2019 ini baik perusahaan skala kecil, menengah dan besar,” kata Ma’ruf.
Dirinya juga mengharapkan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas di wilayah masing-masing. Keberhasilan birokrasi mempermudah dunia usaha memperluas lapangan kerja akan menciptakan efek berlanjut bagi kesejahteraan masyarakat.
“Penerima penghargaan Paramakarya ini sudah seharusnya menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam hal peningkatan produktivitas,” tandasnya.
Untuk diketahui, Paramakarya merupakan penghargaan produktivitas tingkat nasional yang diberikan Presiden RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI yang digelar setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. (Mail70/*)