Sekprov Silangen ‘Duduk Bersama’ Korwilgah 3 KPK Untuk Cegah Korupsi Dilingkup Aset Pemda se-Sulut

Manado, detiKawanua.comSecara virtual video conference (Vidcon) rapat koordinasi (Rakor) Pemprov Sulut melalui Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen didampingi Asisten III Gammy Kawatu dan Kepala Inspektorat Daerah Sulut, Meki Onibala pada Kamis (11/06/2020), telah membahas terkait Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Bidang Penertiban Aset Pemerintah Daerah se-Sulut, bersama Koordinator Wilayah Pencegahan (Korwilgah) 3 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Abdul Haris.

Dalam rakor tersebut juga nampak hadir perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut dan BPN Wilayah Sulut. Yang pada kesempatan itu, Sekprov Silangen mengapresiasi kegiatan yang digelar KPK tersebut, karena di tengah-tengah Pemerintah dan masyarakat Indonesia sedang giat-giatnya menangani pandemi Covid19, secara simultan kegiatan pemerintahan juga berjalan sesuai dengan persyaratan protokol Covid19 termasuk kegiatan pendampingan koordinasi program pencegahan korupsi oleh KPK RI di daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada jajaran KPK RI melalui koordinator wilayah 3 dan satgas, yang secara kontinu memberikan arahan kepada pemerintah daerah dalam hal koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi termasuk bidang aset,” kata Silangen.

Silangen menuturkan bahwa pemerintah daerah telah merasakan manfaat yang optimal dari berbagai pelaksanaan koordinasi program pencegahan pemberantasan korupsi di bidang aset.

“Kunci manajemen pengelolaan aset daerah terdiri dari 4 indikator yaitu, penyediaan database aset, pengelolaan aset, rekonsiliasi aset serta penertiban dan pemulihan aset,” terangnya.

Lebih lanjut, Sekprov juga mengapresiasi Kakanwil BPN Sulut dan Kepala Kantor BPN Kabupaten/Kota Se-Sulut yang secara terus menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dalam rangka melengkapi sertifikasi aset tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Sampai saat ini kegiatan koordinasi masih sementara berjalan terus menerus dengan mencari solusi terhadap berbagai masalah yang muncul sehingga kita bisa mewujudkan tujuan kita bersama agar semua aset tanah yang ada di pemerintah daerah ini bisa disertifikasi,” tandasnya. (*/mild70)




Kadinsos Mitra Pantau Penyaluran BST Tahap II

Mitra,https://detiKawanua.com – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap II di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) langsung di pantau pihak Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Mitra, Franky Wowor yang turut turun langsung dalam pemantauan penyaluran mengatakan, untuk proses penyaluran dibantu petugas POS.

” Proses penyaluran langsung oleh petugas Kantor POS, kami hanya memantau proses penyaluran kepada para penerima BST,” ungkap Wowor.

Wowor juga mengatakan, dalam penyaluran ditengah pandemi covid 19 tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan yang ada.

” Proses distribusi selama ini masih lancar-lancar belum ada kendala yang didapati,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar terealisasinya BST tahap II ini dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat akibat pandemi yang ada.

” Kiranya penerima bisa memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang telah pemerintah berikan, jangan sampai disalahgunakan hanya ingin memenuhi keinginan mata,” pungkas wowor.




Pemerintah Kampung Lipang Seriusi Pengembangan Tambak Raksasa

Tahuna, detiKawanua.com – Pemerintah Desa pulau lipang Kecamatan Kendahe kedepan akan  mengembangkan potensi desa. Salah satunya, mengembangkan lokasi tambak ikan dengan luas, lebih kurang 2H hal ini dilakukan untuk mendongkrat ekonomi masyarakat pembudidayaan ikan bandeng sebagi tempat wisata.

Kapitalaung Hasanuddin Andaria ditemui mengatakan, tambak raksasa milik kampung lipang ini pada tahun sebelumnya memang sudah perna membudidaya ikan bandeng namun dikarenakan faktor alam sehingga gagal panen diwaktu itu, dikarenakan pintu tambak tersebut berdekatan dengan pingiran pantai sehingga ombak gampang menghantam untuk itu saat ini kami dan seluruh warga masyarakat bersepakat untuk membersikan kembali tambak tersebut  akan menyulap lokasi budidaya ikan bandeng sebagai tempat berwisata.

Lebih lanjut dikatakannya, Pengembangan lokasi wisata tambak ini sebagai komitmen kami bersama, untuk saat ini pulau lipang harus  berinovasi agar supaya warga juga memiliki nilai tamba

Andaria menerangkan, lokasi budidaya ikan bandeng yang berada di pulau lipang dalam proses pembersihan, pihaknya juga akan melakukan pembenahan fasilitas.

“Dari lokasi tambak ini cukup berdekatan dengan pantai jadi hal ini memiliki potensi  untuk dijadikan tempat wisata. Saat ini masih tahap pembenahan, seperti pembuatan gasebo dibeberapa titik yang berdekatan dengan tambak maupun pantai,” ujarnya.

“Meski baru dalam pembersihan namun saat ini sudah ada pengunjung yang didominasi oleh masyarakat sekitar dan warga kota tahuna Mereka  ingin tahu seperti apa tambak raksasa milik pulau lipang dan keindahan pantai,” ucapnya.

Kedepannya, lanjut Andaria, pihaknya juga akan mengembangkan pengolahan ikan asin hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga masyarakat di pulau lipang. (Js)




Desa Rasi Terapkan Jumat Kerja Bakti Dan Penerapan Bahasa Daerah

Mitra,https://detiKawanua.com – Penerapan budaya lokal terus dipertahankan desa Rasi kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Hukum Tua Desa Rasi, Saul S lumopa kepada media ini mengatakan, sesuai kesepakan dari hasil usulan LPMD dan Pemerintah Desa, diputuskam disetiap hari jumat akan dilakukan kerja bakti serta penerapan bahasa daerah yakni bahasa Ratahan Pasan.

” Program ini sudah berjalan sejak jumat pekan sebelumnya dan masyarakat sangat antusias dengan penerapan kali ini,” ungkap Lumopa, (12/6/2020).

Lumopa juga meminta agar semua komponen yang ada di desa rasi terlebih para pemuka agama agar bisa mengarahkan untuk terus membudayakan kearifan lokal yang ada agar tidak punah.

” Saya harap setiap gereja yang ada untuk bisa  menunjang dan mengarahkan setiap jemaat agar kita bisa terus mempertahankan budaya torang orang minahasa,” pungkas Lumopa.




Bahas OPP 7 Poin Ini Jadi Fokus Tim GTC-19 Se-Sulut

Manado, detiKawanua.comAsisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut Edison Humiang didampingi Kepala BPBD Sulut Joi Oroh memimpin rapat virtual melalui video conference (Vicon) membahas Optimalisasi Percepatan Penanganan (OPP) Covid-19 di Sulut, Kamis (11/6/2020).

Rapat tersebut diikuti oleh jajaran Gugus Tugas Covid (GTC)-19 Sulut dan para sekretaris GTC-19 kabupaten/kota se-Sulut.

Dalam pertemuan ini terungkap sebanyak 7 poin penting, yaitu : ketersediaan sarana prasarana kesehatan, pembatasan keluar masuk orang, persiapan penerapan new normal, persiapan pembukaan kembali tempati ibadah, rekomendasi tek is intervensi pemerintah sesuai zonasi penyebaran, rekomendasi teknis umtuk fasilitas layanan kesehatan serta koordinasi dan laporan kegiatan dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Ketersediaan Sarana Prasarana Kesehatan

– GTC-19 kabupaten/kota agar memastikan ketersediaan sarpras kesehatan penunjang penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 antara lain :

a. Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan dan petugas yang terkait lainya.

b. Perlengkapan Test Rapid dan/atau Test PCR/SWAB.

c. Penyediaan Rumah Singgah.

d. Penyediaan Masker, hand sanitizer dan cairan disinfektan.

e. Penyediaan vitamin dan obat-obatan yang diperlukan.

2. Pembatasan Keluar Masuk Orang

– Pelaksanaan prosedur pembatasan keluar masuk orang di daerah kabupaten/kota harus mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut serta tidak membebani masyarakat.

3. Persiapan Penerapan New Normal

– Dalam persiapan penerapan Kebiasaan Baru (New Normal) agar tetap terus disosialisasikan kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan dan memastikan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkannya.

– Dalam rangka penerapan New Normal bagi pelaku usaha di daerah kabupaten/kota diwajibkan :

a. Membuat protocol atau SOP terutama pembatasan pekerja dan pengunjung (Departemen Store, Mall, Tempat Hiburan, Restoran)

b. Mengupayakan Test Rapid bagi karyawan sebelum tempat usahanya beroperasi.

c. Melakukan penyemprotan disinfektan lingkungan kerja.

d. Menyediakan fasilitas tempat cuci tangan, hand sanitizer dan masker.

– GTC-19 kabupaten/kota agar melakukan evaluasi dan kajian sesuai endemic

Covid-19 sebelum mengijinkan pembukaan usaha.

4. Persiapan Pembukaan Kembali Tempat Ibadah

– GTC-19 kabupaten/kota agar segera melakukan koordinasi penerapan protokol kebiasaan baru (New Normal) dengan instansi dan lembaga keagamaan untuk persiapan pembukaan kembali tempat ibadah.

5. Rekomendasi Teknis Intervensi Pemerintah Sesuai Zonasi Penyebaran

– Untuk daerah zona merah, yaitu Kota Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara agar dilakukan intervensi sebagai berikut :

a. Aktifitas Testing agar makin ditingkatkan.

b. Tracing atau penelusuran kontak yang terkait erat dengan yang kasus positif, PDP dan ODP.

c. Masyarakat harus tetap berada di rumah.

d. Perjalanan tidak diperbolehkan.

e. Pertemuan public tidak diperbolehkan dan tempat umum/public ditutup.

f. Aktifitas bisnis ditutup kecuali untuk keperluan esensial seperti farmasi, supermarket bahan pokok, klinik dan stasiun bahan bakar.

g. Prioritas penggunaan fasilitas kesehatan.

h. Fasilitas pendidikan ditutup dan tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

6. Rekomendasi Teknis Untuk Fasilitas Layanan Kesehatan

– Untuk fasilitas layanan kesehatan agar dilakukan intervensi spesifik dengan penguatan-penguatan sebagai berikut (terutama daerah zona merah) :

a. Pembentukan klinik flu di fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP) serta fasilitas yang terpisah dari layanan umum untuk meminimalkan pemaparan kepada masyarakat umum dan petugas kesehatan yang memerlukan layanan kesehatan.

b. Pelayanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu PTM) dengan menggabungkan Program Perawatan Kesehatan Masyarakat untuk melayani penduduk usia 45 tahun dan dengan penyakit penyerta (PTM dan Tuberkulosis) langsung di rumah yang bersangkutan. Ini untuk melindungi kelompok rentan dari paparan Covid-19 di lokasi layanan kesehatan.

c. Menambah kapasitas pemeriksaan laboratorium diagnostic berupa pemeriksaan TCM dan RT PCR di Prov. Sulut. Antara lain yang bisa dikembangkan adalah Balai Labkes Prov. Sulut untuk RT PCR dan RSUD Type B, RSUD Noongan dan RSUD Manembo-Nembo untuk pemeriksaan TCM (GenXpert).

– Menyiapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19 dengan mengkonversi Rumah Sakit yang telah ada dan menaikkan kapasitas ruang isolasi menjadi 1000 bed sementara layanan kesehatan lainnya dialihkan ke Rumah Sakit yang ada disekitarnya.

1) Kandidat Rumah Sakit Covid-19 antara lain :

a. RSUD Manembo-Nembo Bitung, 120 bed (untuk Bitung dan Minahasa Utara)

b. RSUD Noongan Minahasa, 120 bed (untuk Minahasa, Minahsa Tenggara dan Boltim)

c. RSU Pancaran Kasih, 120 bed (untuk Manado, Minahasa dan Minahasa Utara)

d. RSU Siloam Paal Dua, 40 bed (untuk Manado, Minahasa dan Minahasa Utara)

e. RSU JH. Awaloei, 100 bed (untuk Manado, Minahasa dan Minahasa Utara).

f. RSU Advent Teling, 100 bed (untuk Manado, Minahasa dan Minahasa Selatan)

2) Rumah Sakit yang tetap membuka pelayanan ganda (Umum dan Covid-19) dengan pemberlakuan sistem screening (triage) yang ketat di Poliklinik dan IGD dan akan memprioritaskan rujukan pasien terkonfirmasi positif dengan penyakit penyerta berat :

a. RSUP Prof. Kandou, 150 bed.

b. RSU Tk II Wolter Mongisidi, 125 bed.

c. RSU Bhayangkara, 25 bed.

– Seluruh masyarakat dengan hasil Rapid Test screeningnya REAKTIF diwajibkan melakukan isolasi di rumah isolasi / rumah singgah untuk menekan potensi penularan sehingga diperlukan peningkatan jumlah ruang isolasi.

7. Koordinasi Dan Pelaporan Kegiatan

– Kiat dan upaya pengendalian penanganan Covid-19 di Kab. Kepl. Sitaro dan Kab. Boltim yang masih nihil positif Covid-19 agar tetap dipertahankan dan makin diintensifkan agar tidak ada penduduk yang terkena Covid-19.

– Perkuat koordinasi antara GTC-19 kabupaten/kota dengan GTC-19 Prov dan GTC Pusat agar bersinergi demi kepentingan bersama.

– Ketua GTC-19 Kab/Kota agar melaporkan pelaksanaan operasi terkait hal-hal tersebut di atas kepada Ketua GTC-19 Prov. Sulut dan Ketua GTC-19 Nasional. (*)




Protokol Covid19 Tiba Di Manado Menteri Eddy Dan Rombongan ‘Disambut’ Rapid Test Di VVIP Bandara Samrat

Manado, detiKawanua.comMenjadi ‘orang nomor satu’ di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak membuat Menteri KKP Edhy Prabowo berbuat semaunya. Terbukti ketika sang menteri bersama rombongan sebanyak 7 orang baru tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (11/6/2020) tadi malam, usai melakukan kunjungan kerja dari Provinsi Gorontalo, Menteri Edhy tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid19 dengan melakukan rapid test ruang VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado.

Menteri Eddy nampak mengikuti semua arahan petugas yang melakukan pemeriksaan rapid test dan mengambil sampel darah yang akan diperiksa oleh alat rapid test dan setelah menunggu hasil pemeriksaan dan dinyatakan Non Reaktif.

Menteri Edhy Prabowo berada di Sulut hingga Jumat besok (12/6/2020). Menteri KKP didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey akan menghadiri sejumlah agenda diantaranya mengunjungi PT. Celebes New Hope, meninjau lokasi Tambak, Lokasi Coral Stock Center Malalayang, Snorkling dan penyerahan bantuan secara simbolis snorkling stock assessment terumbu karang sekaligus menyerahkan bantuan dan sertifikat rak karang buatan, ikan sehat bermutu, penyerahan sertifikat HACC dan CPIB supplier dan penyerahan No Register Ekspor tujuan Korea dan China.

Selain itu, Menteri KKP dan Gubernur Sulut akan mengunjungi dan menyerahkan bantuan di PPP Tumumpa lalu meninjau kawasan budidaya ikan nila di Desa Tetey Kabupaten Minahasa Utara.

(*/mld70)




Pemerintah Ada Bersama Rakyat, Pemprov Sulut Salurkan Paket Bantuan Bagi Jemaat GPDI Kakas Kota

Minahasa, detiKawanua.comSebanyak 504 paket bantuan sembako Pemrov Sulut telah diserahkan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw kepada Jemaat GPDI Kakas Kota, Kabupaten Minahasa pada Kamis (11/06/2020). Hal tersebut merupakan bukti nyata salah satu bentuk komitmen pemerintah melalui Pemprov Sulut itu selalu ada dan hadir bersama rakyat dalam meringankan beban ditengah keadaan pandemi Covid19.

Adapun dalam kegiatan penyaluran bantuan paket sembako berupa 5 kilogram beras, 10 bungkus mie instan, 1 liter minyak goreng, 3 kaleng ikan siap saji dan 5 buah masker saat itu, dihadiri pula Bupati Minahasa Royke O Roring dan Kadis Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan, yang juga turut serta menyerahkan bantuan tersebut.

Diketahui, penyaluran bantuan Pemprov Sulut melalui lembaga-lembaga keagamaan untuk warga warga jemaat atau jamaah (sebutan bagi umat Islam) terdampak Covid19 dinilai efektif dan hal itu sudah berlangsung selama masa pandemi berlangsung.

Dimana selanjutnya, usai penyerahan bantuan tersebut, Gubernur Olly beserta rombongan langsung mengunjungi Rumah Singgah Basecamp di Desa Paleloan Tondano yang diketahui merupakan tempat pribadi milik Wagub Kandouw yang kini dijadikan tempat isolasi bagi warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sebagaimana diketahui bersama bahwa keberadaan, peran dan fungsi dari Rumah Singgah sangatlah penting sebagai tempat isolasi alternatif dalam memutuskan rantai penularan Covid19.

(*/mld70)




Berikan Bantuan ROR Dampingi OD-SK Pantau Rumah Singgah ODP Minahasa

Minahasa, detiKawanua.com – Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengunjungi basecamp pribadi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw yang dijadikan rumah singgah bagi warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), Kamis (11/6/2020).

Selain itu, ROR juga mendampingi Gubernur Olly dan Wagub Kandouw, menyerahkan bantuan sembako untuk Jemaat GPDI Kakas di Kecamatan Kakas, sekaligus pembagian masker dari Pemkab Minahasa.

“Kami memberi apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pemprov Sulut, atas perhatian untuk masyarakat di Minahasa,” ujarnya.

Usai penyerahan bantuan, ROR mendampingi pula Gubernur Olly dan Wagub Kandouw, meninjau pembersihan eceng gondok di Danau Tondano, di Dermaga Desa Tasuka Kecamatan Kakas. (Baim)




Pasar Rakyat Sonder Diresmikan

Minahasa, detiKawanua.com – Mewakili Bupati Minahasa Royke Octavian Roring Sekretaris Daerah Frits Muntu meresmikan Pasar Rakyat Sonder, Kamis (11/6).

Dalam sambutannya, bupati melalui Sekda Frits R. Muntu menyampaikan bahwa peresmian Pasar Rakyat Sonder merupakan bagian dari realisasi program pembangunan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Pasar seperti ini juga merupakan salah satu objek vital yang sangat diperlukan masyarakat, baik dari sisi pembeli maupun penjual. Kedepan tidak ada lagi kesan kumuh, kotor dan rasa tidak nyaman,” ungkap Muntu.

Ditambahkannya, pembangunan Pasar Rakyat Sonder juga sejalan dengan visi pemerintah yaitu terwujudnya Minahasa maju dalam ekonomi dan budaya, berdaulat, adil dan sejahtera.

Visi ini diturunkan pada misi keempat yaitu meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Pengoperasian gedung baru Pasar Rakyat Sonder rencananya akan dibuka Senin 15 Juni 2020.

“Satu hal yang pasti terjadi yaitu adanya aktivitas pasar, pasti ada juga sampah dimana sampah dari pasar harus segera diangkut agar tidak menimbulkan polusi. Demikian juga dengan lapak-lapak milik pedagang yang ada di pinggir jalan agar ditertibkan agar tidak mengganggu lalu lintas dan kenyamanan masyarakat,” terang Muntu.

Peresmian pasar ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita, sekaligus meninjau pasar Sonder yang baru.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Debby Bukara, Kabag Protokol dan Komunimasi Pimpinan Maya Marina Kainde, Kabag Umum Lona Wattie, Camat Sonder Denny Mangundap, Kapolsek Sonder, Danramil Sonder serta para hukum tua. (Baim)




Pemkab Minahasa-BPJS Ketenagakerjaan Teken MOU Kepesertaan Korpri

Minahasa, detiKawanua.com – Kerjasama Operasional (KSO) BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahanan (MOU) kepesertaan Korpri Pemkab Minahasa, bertempat di ruang sidang kantor bupati Minahasa, Kamis (11/6).

BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan secara simbolis bantuan sembako kepada Pemkab Minahasa melalui Sekda Kabupaten Minahasa Frits Muntu, berupa beras satu ton, minyak goreng 200 liter, masker 200 dan penyerahan santunan kematian aparat Kelurahan Luaan atas nama Brurtje Gontha sebesar Rp42 juta yang diterima secara simbolis oleh Jenie Sangari dilanjutkan dengan penandatanganan MOU kepesertaan Korpri.

Muntu menyampaikan atas nama Pemkab Minahasa, Bupati Minahasa Royke O. Roring dan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang turut memberikan bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat Minahasa yang terdampak covid 19.

“Kiranya bantuan ini dapat membantu masyarakat Minahasa. Kami ucapkan terima kasih,” sebutnya.

Kegiatan turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Hendrayanto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Minahasa Agnes Puji Hastuti, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDA Minahasa Moudy Pangerapan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Arody Tangkere, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Maya Kainde, Kepala Bagian Hukum Willem Nainggolan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Martha Aguw. (Baim)