Bupati Minahasa ikuti Doa Zoom Meeting Antar Umat Beragama

Minahasa, detiKawanua.com – Bupati Kabupaten Minahasa DR. Ir. Royke Octavian Roring, MSi (ROR), melalui zoom meeting mengikuti doa bersama antar umat beragama di Minahasa.

Doa bersama dengan tema  ‘Minahasa Berdoa, Minahasa Dipulihkan” yang disiarkan langsung di Chanel Youtube R3D Command Center ini dilakukan Bupati ROR dari ruangan RR-RD Command Center di Kantor Bupati Minahasa di Tondano, Jumat (24/07).

Adapun doa bersama ini dalam rangkaian HUT ke 47 KNPI yang jatuh tepatnya pada tanggal 23 Juli kemarin, dan diselenggarakan oleh DPD KNPI Minahasa bersama RR-RD Command Center dan FKUB Minahasa juga ditayangkan beberapa video kesaksian dari pasien sembuh Covid-19.

Doa bersama ini juga digelar sebagai bentuk kepedulian dalam rangka dan upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, dengan dituntun Pimpinan FKUB Minahasa Pdt Evert Tangel STh MPdk, Pdt Ronny Luwuk STH Pndt I Wayan Damai, Meichi Pannavati dan Drs Hi Suyitno Kangiden MPd. (Baim)




Ibu Rita Berbaur Bersama Para Anak Di Estella RS Kandou Di Hari Anak Nasional

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com -Memperingati Hari Anak Nasional 2020 yang mengusung tema ‘anak terlindungi, Indonesia maju, Sulut hebat, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Ibu Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan bersama Kadis Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan MKes mengunjungi anak-anak penderita kanker di Klinik Kanker Estella, RSUP Prof R D Kandou Manado, Jumat (24/7/2020).

Mendapat kunjungan dari Ibu Rita, seluruh anak bergembira menyambutnya. Demikian sebaliknya Ibu Rita pun dengan penuh keramahan menyapa sekaligus memberi semangat kepada seluruh anak.

Selain itu, ibu Rita dan Kadinsos Sulut juga memberikan memberikan bantuan makanan siap saji, handuk mandi dan 35 paket bantuan lainnya berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula putih 1 kg, sabun cuci 1 kg, pasta gigi 2 buah, sabun mandi 3 buah. Selain itu bagi keluarga anak diberikan bantuan sembako yang dititipkan warga Kawanua Washington USA.

Pada kesempatan itu, Ibu Rita memberikan motivasi rohani kepada seluruh anak di klinik estella bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka dalam keadaan apapun.

Ia meminta mereka tetap berpengharapan agar Tuhan memberikan mujizat, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

“Tentunya anak-anak harus tetap semangat, harus kuat, tetap semangat karena tetap Tuhan pasti akan memberikan mujizat kepada para anak-anak sekalian,” ujar Ibu Rita.

Adapun kunjungan ke Klinik Estella turut dihadiri anggota DPRD Sulut Fransiscus Silangen dan Dirut RSUP Kandou Jemmy Panelewen.(tim/mld70)




Nama Olly Dondokambey Masuk Dalam Deretan Gubernur Di Indonesia Terbaik Penanganan Covid19

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Gugus Tugas Covid-19 Sulut yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey bakal meningkatkan kapasitas pemeriksaan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari 500 spesimen swab test menjadi 2.000 spesimen per hari.

“Lab PCR yang ada di Provinsi Sulut tinggal 2 minggu lagi 1 hari so boleh periksa 2 ribu orang, kalo so 2 ribu so nda ada yang mo tatunda,” kata Gubernur Olly saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin pekan ini.

Strategi tersebut bukan tanpa alasan. Gubernur Olly memahami kapasitas pemeriksaan laboratorium di Sulut saat ini belum mampu mengakomodasi banyaknya spesimen swab test terkait Covid-19 yang masuk setiap harinya sehingga sebagian sampel ada yang dikirim ke laboratorium di luar Sulut yang mengakibatkan perpanjangan waktu tunggu hasil pemeriksaan swab.

Kondisi ini pun tak mencerminkan perkembangan epidemiologi per hari, melainkan mencerminkan situasi 2-3 minggu ke belakang.

Sebagai solusi atas kendala tersebut, Olly menyiapkan lab PCR di Universitas Sam Ratulangi berkapasitas 1.000-1.500 spesimen per hari dan meningkatkan kapasitas lab RSUP Prof Kandou untuk menambah jumlah pemeriksaan Covid-19 di Sulut.

Selain itu, GTC-19 Sulut juga bakal mendapatkan bantuan mobil tes PCR dari pemerintah pusat dalam dua pekan mendatang. Mobil ini bisa memproses 120 spesimen yang bisa diketahui hasil tesnya dalam jangka waktu 8 jam.

Menurut Olly, jika kapasitas pemeriksaan berhasil ditingkatkan maka tidak ada lagi keterlambatan pemeriksaan spesimen swab test di Sulut.

“Kalo sekarang masih ada tatunda 10 hari, 11 hari, makanya tiba-tiba jaga nae torang pe Covid-19, itu so lama punya bukan baru so tatunda di laboratorium, karena sampe hari ini sampel yang diambil di lab ada 2117 yang belum kaluar dari lab,” ungkap Olly.

Terkait bantuan mobil PCR, Olly memastikan kesiapan GTC-19 Sulut mengoperasikan fasilitas canggih tersebut untuk melakukan pemeriksaan secara massal.

“Jadi kalo ada tes massal bagini trus banyak orang telepon Pemprov kita datang,” beber Olly.

Lebih lanjut, Olly mengajak masyarakat bersama pemerintah melawan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan air sabun.

“Torang harus lawan ini Covid-19 karena kalo torang nyanda lawan ini Covid-19 torang tidak bisa bergerak apapun, jadi Pemprov menyiapkan sarana prasarana untuk melawan Covid-19 ini,” kunci Olly.

Sementara itu, keseriusan Olly menangani Covid-19 di Sulut ternyata mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia.

Terbukti, Hasil Survei Charta Politika Indonesia mengungkap persepsi publik soal kinerja kepala daerah yang dianggap paling baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menempatkan Olly pada urutan 9 dari ratusan kada meliputi gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam diskusi daring bertema “Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu (22/7/2020).

Responden diberi pertanyaan terbuka soal kepala daerah yang memiliki kinerja terbaik dalam penanganan pandemi Corona yang hasilnya sebagai berikut:

Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat): 15,6%
Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah): 13,4%
Anies Baswedan (Gubernur DKI): 11,8%
Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur): 5,1%
Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya): 2,2%
Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor): 1,3%
Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi): 1,1%
Airin Rachmi Diany (Wali Kota Tangerang Selatan): 1,0%
Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara): 1,0%
Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara): 1,0%
Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan): 0,9%
Wahidin Halim (Gubernur Banten): 0,7%
Ade Yasin (Bupati Bogor): 0,5%
Rusli Habibie (Gubernur Gorontalo): 0,5%
Lainnya: 7,8%
Tidak Jawab/Tidak Jawab: 36,4%.(*tim/mld70)




Terus Bergerak Pemprov Sulut Berinovasi Antisipasi Ribuan Naker Terimbas PHK, Seperti Ini Jelasnya

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangatlah memukul keberadaan tenaga kerja yang berada di semua lini. Dapat dibayangkan ada ribuan tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terpaksa dirumahkan bahkan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Gelombang PHK dan kebijakan merumahkan karyawan atau tenaga kerja memang tak dapat dihindari. Sebab, operasional perusahaan terpaksa mandeg dan tak dapat melakukan aktivitasnya.

Berdasarkan data yang diungkap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulut, dimana hasil verifikasi hingga 26 Mei 2020, terdapat 681 perusahaan yang terdampak dengan jumlah tenaga kerja 8.416 orang. Dari jumlah tersebut, perusahaan dan industri yang telah merumahkan pekerja sebanyak 609 perusahaan/industri dengan jumlah tenaga kerja sekitar 6.952 orang.

Selanjutnya, jumlah perusahaan/industri yang melakukan PHK pekerjanya sebanyak 72 perusahaan/industri dengan jumlah tenaga kerja 1.464 orang.

Jumlah pekerja informal yang terdampak Covid-19 yang mengakibatkan usahanya menurun atau berhenti sebanyak 17.008 orang.

Sektor yang terdampak yang harus merumahkan pekerjanya, yang prosentase tertinggi secara berurut adalah sektor akomodasi/restoran dengan jumlah 34,2%, hiburan/rekreasi 26,30%, perdagangan17,54% dan lainnya 9,43%, property/kontraktor 5,82%, industri 2,5% dan keuangan 0,17%.

Sedangkan, karyawan yang terkena PHK, yang paling banyak adalah sektor akomodasi/restoran 39,02%, hiburan/rekreasi 35,72%, industri 9,97% dan perdagangan 5,9%, transportasi/travel 4,57%, keuangan 3,34% lainnya 0,4% dan pertambangan 0,27%.

Tentu dalam menyikapi dampak pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir, dan agar pekerja tetap survive di masa pandemi ini, ada beberapa Kebijakan yang diambil oleh Pemprov, tak muluk-muluk, tapi langsung pada program yang menyentuh, dan membawa hasil yang patut di banggakan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw intens mengaktifkan serta mengeksplorasi berbagai peluang dan potensi sumber daya manusia yang ada.

Antara lain dengan menggulir program yang menyentuh terhadap kebutuhan tenaga kerja dengan tujuannya, agar para tenaga kerja tetap dapat memenuhi kebutuhannya selama pandemi. Sekaligus juga memiliki keahlian yang semakin terasah. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erny Tumund selama pandemi berbagai program yang direalisasikan merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat maupun sejumlah pihak terkait.

Sebut saja, program Bantuan Covid-19, pemerintah telah menggalang tenaga kerja dengan melibatkan dalam pembuatan wastafel portabel yang kemudian didistribusikan sebagai bantuan.

“BLK Bitung membuat wastafel yang memanfaatkan tong air plastik, membuat masker, face shield, APD, handsanitizer dan desinfektan. Semuanya merupakan bantuan Covid-19. Para pekerja yang terlibat adalah mereka yang kena PHK dan dirumahkan. Mereka mendapatkan upah dari hasil pekerjaan tersebut. Sekaligus juga ketrampilannya terasah,” sambil menyebutkan setiap kelas diikuti 16 orang dengan ketrampilan yang berbeda.

Bukan itu saja tapi para pekerja juga dilibatkan dalam penyediaan makanan kotak atau cooking yang kemudian dibagikan di berbagai tempat mulai panti asuhan, panti werda hingga sopir dan tukang ojek.

Data yang didapat ada 2 ribu kotak makanan didistribusikan. Dan itu dikerjakan oleh mereka yang terkena PHK dan dirumahkan.

Sementara itu, untuk tenaga kerja yang tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, yang jumlahnya mencapai 272 orang juga diberikan pelatihan maupun kegiatan yang sangat membantu.

Dan ternyata dana Rp. 610 juta yang sudah terealisasi, untuk pendapatan tenaga kerja selama pelatihan tidak sampai disitu saja, selanjutnya mereka juga dapat mengembangkan pelatihan dimaksud.

Sementara itu, Pemprov Sulut juga merealisasikan program Pelatihan Bantuan Vokasi Indonesia Bekerja tahap pertama sebanyak 250 orang.

Mereka mengikuti kegiatan cooking sebanyak 2 kelas, yang hasilnya juga didonasikan untuk panti asuhan dan panti werda.
Kemudian office komputer 2 kelas, design grafis 2 kelas dan operator alat berat 1 kelas.

Gubernur Olly tak henti-hentinya mengingatkan untuk mereka yang kena PHK memberikan pelatihan sehingga secara mandiri mendapat income untuk diri sendiri. Saat ini ada pelatihan mengikuti kelas, yang tersebar di 7 kelas dengan jumlah 61 orang. Nantinya, pada bulan Agustus 2020 akan kita buka tahap 2.

Pelatihan ini merupakan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, nantinya juga akan di buka kuota 250.

Silahkan mendaftar tapi harus memenuhi syarat, yakni tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, Disnaker juga memberikan kesempatan pemagangan dalam negeri. Mereka ikut magang di perusahaan yang masih beroperasi, seperti perbankan, retail dan sejumlah hotel pariwisata diving. Kegiatan ini diikuti 230 orang.

Gubernur mengatakan beberapa Program Pemprov yang sudah dilaksanakan sangatlah membantu dan bermafaat bagi pekerja di masa pandemi yang tiada tahu kapan berakhirnya.

Lebih dari pada itu ada juga Program yang bermanfaat di masa pandemi yaitu Kartu Pra Kerja. Dimana Program ini dari pemerintah untuk pekerja yang kena PHK, dan yang terdaftar ada sekitar 6.059 orang.

Mereka mendapatkan uang tunai setiap bulannya sebesar Rp. 600 ribu selama 4 bulan. Yakni nominalnya sebesar Rp. 3,550 juta per orang.

Dengan rincian Rp 1 juta untuk pelatihan sisanya insentif Rp. 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Dan Rp.150 ribu untuk survey mendapatkan pekerjaan.

Sampai saat ini sudah Rp. 21,509,450 Miliar dana kartu pra kerja yang sudah beredar di Sulut.

Untuk gelombang IV, masih dengan program yang sama, dan saat ini sedang disiapkan.

Jumlah pemagangan selama 5 bulan diikuti 230 orang, juga dibiayai pemerintah. Pelatihan bantuan Covid-19 ada 272 orang.

Kini dengan penerapan Peraturan Gubernur yang mengacu pada Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Provinsi Sulut, yang diikuti dengan geliat aktivitas kerja, dipastikan akan menggairahkan perekonomian.

Pusat perbelanjaan sudah mulai dibuka kendati dengan persentase terbatas. Namun ini cukup membantu, mereka yang sebelumnya di rumahkan.

“Untuk tenaga kerja yang dirumahkan, dengan dibukanya kembali aktivitas perekonomian di pusat perbelanjaan dipastikan akan mengurangi beban tenaga kerja”.

Pelaku usaha yang bergerak di sektor Industri Kecil Menengah (IKM), juga tak luput dari dampak pandemi Covid-19. Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw menginstruksikan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk cepat turun tangan memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak.

Memang cukup sulit mendata 20 ribu-an pelaku usaha yang hari ini ada, besok sudah tak lagi menekuni usahanya karena gulung tikar.

Untuk proses ini, Disperindag memberikan perhatian kepada usaha kecil namun yang tetap konsisten menjalankan usahanya.

Alhasil ada 1,500 usaha kecil yang perlu dibantu dan disupport, sehingga tetap eksis dan kembali menghasilkan pendapatan.

Menurut keterangan Kepala Disperindag Sulut Edwin Kindangen, usaha yang tetap eksis namun perlu bantuan adalah sektor pangan dan kuliner.

“Bantuan yang diberikan dalam bentuk natura seperti tepung terigu, gula, mentega, telur, minyak goreng dan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan pangan.

Bantuan dilihat dari jenis usaha supaya produksi, sampai pemasaran dibantu oleh Pemprov Sulut,”.

Sejauh ini, sektor IKM yang terdampak adalah sektor pariwisata. Yakni para pengrajin. Berikut usaha kuliner yang masuk di pasar modern.

“Ketika produksi macet karena tidak ada pasar, kita bantu produksinya. Bahkan untuk pemasaran juga dibantu dengan memanfaatkan aplikasi gojek grab,” sambil menambahkan selama pandemi sudah terjadi 20 ribu transaksi yang dibantu dengan alokasi biaya sebesar Rp10 sampai 15 ribu per transaksi.

Tak berhenti sampai di situ, usaha yang mengalami dampak karena tak lagi dapat berusaha akibat kehabisan dana, Pemprov memfasilitasi untuk mendapatkan pinjaman lunak dari perbankan.

“Kita buka akses untuk ke bank supaya dapat bantuan. Karena mereka ada fasilitas seperti KUR,”

Selain itu, Disperindag juga melakukan operasi pasar murah yang menyasar masyarakat yang terdampak di 80 titik yang tersebar di kabupaten/kota.

Gubernur Sulawesi Utara selalu dan selalu mendorong bahkan memantau setiap program yang dilakukan oleh Perangkat Daerah termasuk Pasar murah yang sangat membantu masyarakat yang telah dan akan dilaksanakan di bulan Mei, Juni dan Juli.

Ada berbagai produk seperti beras, gula, minyak goreng dan lainnya dengan minimal harga distributor di 80 titik yang disebar di kabupaten/kota.

Intinya, di masa pandemi ini ada solusi dari Pemerintah Provinsi, Gubernur dan wakil Gubernur lewat Perangkat Daerah termasuk Disnaker dan Disperindag Sulut berupaya membantu para pekerja yang terdampak dalam memberi pelatihan-pelatihan, memberi uang tunai bahkan ada pasar murah juga membantu usaha masyarakat agar tetap terdongkrak ekonominya.(Dkips,Ik/mld70)




Tim PKK Sulut Terus Eksis Bantu Berdayakan PKK Tingkat Desa 15 Kab Kota

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Bantuan Program Peningkatan Peran Perempuan untuk Kelompok Perempuan Desa di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kamis (23/7/2020), diserahkan Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan.

Ibu Rita yang juga istri tercinta Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyerahkan bantuan tersebut terdiri dari paket wadah makanan dan juga peralatan catering berupa 9 panstove.

Kelompok Perempuan Desa di Mitra yang mendapatkan bantuan yaitu Desa Molompar Atas dan Minanga.

Sedangkan di Boltim, bantuan disalurkan untuk Kelompok Perempuan Desa di Desa Modayag, Bai, Kokapoi, Motongkad dan Bukawan.

Saat menyerahkan bantuan di Mitra, Ibu Rita dalam sambutannya menyebut ada 50 desa di Sulut yang mendapatkan bantuan serupa.

“Perlu bapak, ibu ketahui bahwa tahun ini ada 50 desa yang dibagikan bantuan oleh Pak Gubernur, jadi bantuan ini sudah 3 tahun beturut- turut, nah untuk tahun ini 50 desa yang diberikan Pak Gubernur kepada desa-desa yang ada di 15 kabupaten/kota,” kata Ibu Rita.

Ia berharap agar kelompok perempuan desa penerima bantuan dapat memanfaatkan peralatan catering menjadi sumber penghasilan tambahan dengan menyewakannya ke masyarakat.

“Saya titip bantuan ini ke Ibu Ketua TP PKK desa untuk dikelola, jadi bukan menjadi aset desa atau aset TP PKK jadi boleh disewakan atau dibuat catering, jadi hasil dari pengelolaaan itu ibu-ibu kader PKK di desa untuk peningkatan pendapatan ibu2-ibu maksudnya di desa yang mendapatkan bantuan kali ini. Semoga ini bermanfaat bantuannya dan saya berharap kita semua dapat bekerjasama dalam membangun Provinsi Sulut dan untuk kedepan PKK akan semakin jaya,” lanjut dia.

Ibu Rita saat kunker didampingi Ketua TP PKK Sulut ke Mitra dan Boltim, Wakil Bupati Mitra, Ketua TP PKK Mitra, Bupati Boltim dan Ketua TP PKK Boltim, mengimbau seluruh kader PKK untuk mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah pandemi Covid-19.

“Semoga kita selalu tetap sehat dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini, kita tetap harus pake masker setiap hari menghadapi kebiasaan baru menjaga jarak dan selalu mencuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir,” imbuhnya. (*/mld70)




Operasi Patuh 2020, Digelar Polres Boltim

Boltim, detiKawanua.com – Oреrаѕі pаtuh tahun 2020, digelar Kероlіѕіаn Rеѕоrt (Pоlrеѕ) Bolaang Mоngоndоw Tіmur (Boltim), diruаѕ jаlаn trans lingkar selatan tepat perbatasan аntаrа dеѕа Tоmbоlіkаt Sеlаtаn dan Tutuуаn II pada Kamis (23/07)

Kераlа Satuan Lalu Lintаѕ (Kasat Lantas) Polres Boltim, AKP Jaya Sіmbаlа mеlаluі Kераlа Kepala sub bаgіаn (Kаѕubаg) DALOP Pоlrеѕ Boltim, Sudаrѕоnо menjelaskan, operasi раtuh ini bеrtujuаn untuk mеnіndаk pengendara roda duа maupun roda еmраt, dan operasi ini juga dilakukan supaya masyarakat bisa mematuhi peraturan lalu lintas.

“Operasi patuh ini kami lakukan, agar warga masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam berkendara, dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas,” ujar Sudarsono.

Sasaran operasi patuh 2020 diantaranya, pelanggaran pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus lalu lintas, menggunakan handphone saat berkendara, memakai knalpot bising (racing-red) dan tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat. “Nah, poin-poin tersebut yang jadi sasaran khusus dalam operasi patuh ini,” jelasnya, kepada sejumlah awak media.

Lanjut dikatakannya, bahwa operasi patuh inі аkаn dіlаkukаn selama dua pekan kеdераn, (14 hari) mulаі 23 Julі hіnggа 5 Agustus 2020, serta dilaksanakan ѕесаrа serentak ѕе-Indоnеѕіа.

“Kami mеngіngаtkаn, agar warga untuk tеtар mеnеrарkаn рrоtар kеѕеhаtаn ѕааt berkendara menggunakan mаѕkеr. Dan tertib berlalu lintas serta melengkapi surat-surat kendaraan dan juga Surat Izin Mengemudi (SIM). Patuhi aturan lalu lintas,” imbau Sudarsono.

(Fidh)




Pasca TMMD, Warga Tambakselo Tidak Sulit Dapatkan Air

Purwodadi, detiKawanua.com – Pembicaraan hangat warga di desa sasaran TMMD Reguler ke -108/Kodim 0717/Purwodadi, di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, masih seputar pembangunan bak air oleh Satgas TMMD.

Menurut Saelan (54), salah satu warga Desa Tambakselo, keberhasilan TNI satgas TMMD yang mengadakan air bersih di desanya, akan sangat besar manfaatnya bagi warga .

”Pasca TMMD, kami warga Desa Tambakselo tidak akan lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kini semuanya masih disempurnakan, termasuk pembangunan bak penampungan air juga masih terus dikebut. Terima kasih TNI atas ini semua. Jasamu tidak akan terlupakan oleh warga Desa Tambakselo,” papar Saelan.

Sekedar diketahui, di sela-sela melaksanakan sejumlah proyek fisik TMMD , sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Purwodadi menyempatkan diri untuk mencari sumber air untuk mencarikan solusi warga desa sasaran, yakni warga Desa Tambakselo yang selalu kesulitan air disaat musim kemarau.

Hingga akhirnya ditemukan sumber air yang mumpuni, dan diperkirakan akan bisa mencukupi kebutuhan air warga sekaligus menjawab keluhan dari warga setempat yang selalu kesulitan untuk mendapatkan air disaat musim kemarau. (Pendim Purwodadi)




Pos Kamling Hasil TMMD Diharapkan Mampu Tingkatkan Keamanan

Purwodadi, detiKawanua.com – Sebanyak tiga unit Pos Kamling yang menjadi sasaran fisik TMMD Reguler ke -108/Kodim 0717/Purwodadi, di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sudah selesai di H -7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD.

Ke depan, diharapkan tiga unit Pos Kamling itu bisa maksimal digunakan oleh warga desa sasaran untuk meningkatkan keamanan di desanya. Kegiatan ronda malam akan aktif dilaksanakan sehingga akan meningkatkan sistem keamanan di desa itu.

Dikemukakan Danramil 07/Wirosari, Kapten Arh. Slamet, setelah dibangunkan tiga unit Pos Kamling oleh Satgas TMMD, diharapkan warga semakin terdorong untuk menjaga keamanan di desanya dengan menggunakan fasilitas Pos Kamling yang sudah ada.

”Kalau perlu nanti Ketua RW, segera koordinir warganya untuk meningkatkan ronda malam. Jadwal segera disusun, sehingga pasca TMMD, kegiatan ronda malam di Tambakselo benar-benar terjadwal,” harap Danramil Kapten Arh. Slamet. (Pendim Purwodadi)




TNI Tak ingin Meninggalkan Pekerjaan Sisa di Lokasi TMMD

Purwodadi, detiKawanua.com – TNI satgas TMMD Reguler ke -108/Kodim 0717/Purwodadi, tak ingin meninggalkan pekerjaan sisa di desa sasaran TMMD, yakni Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Untuk itu di H-5 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, semua pekerjaan sisa yang ada terus dikebut. Salah satunya di perehaban Mushola Al Ikhlas yang ada di Dusun Gadon, Desa Tambakselo.

Dikemukakan Babinsa Tambakselo, Serda Suparman, untuk sasaran fisik rehab Mushola Al – Ikhlas di Dusun Gadon memang masih meninggalkan sisa pekerjaan. Yakni tahap pengacian di sebagian dinding.

”Hanya saja kami tetap optimis, rehab mushola itu akan selesai sebelum TMMD ditutup. Dan memang kami tidak ingin meninggalkan pekerjaan sisa. Semua pekerjaan harus rampung sebelum penutupan MMD,’ ” tandas Babinsa Serda Suparman. (Pendim Purwodadi)




JS Instruksikan Siswa di Mitra Diperlakukan Layaknya Anak Bangsawan

Mitra,detiKawanua.com – Terobosan kembali diambil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), dengan menginstruksikan proses belajar mengajar segera dimulai.

JS sapaan Bupati Mitra, menegaskan, dimulainya proses belajar mengajar harus di mulai dikarenakan hingga saat ini mitra telah masuk zoan hijau dan penerapan misi Sukses Pendidikan harus terus di terapkan.

” Mitra sesuai gugus tugas sudah masuk zona hijau, Kegiatan belajar saya printahkan segera dimulai proses belajar mengajar yang tidak tercover dalam metode dalam jaringan (daring) maka gagasan dan ide kreatif saya adalah Siswa-siswa di Minahasa Tenggara wajib diistimewakan dan diperlakukan sebagai layaknya anak bangsawan!!!,” Tegas JS, (24/7/2020).

Sumendap bahkan menginstruksikan dalam penerapan pembelajaran, para pendidik bisa berkunjung langsung kerumah para siswa dengan mengutamakan protokol kesehatan.

” Guru guru dengan mengunakan Alat pelindung diri mengunjungi dirumah-rumah yang ada halaman luas, ruangan terbuka dan place rumah yang boleh kase blajar akang..
kase mengajar pada siswa dengan batas maksimal 5 peserta didik satu kelompok,”jelasnya.

Dirinya bahkan meminta untuk setiap waktu pembelajaran bersama para siswa, para guru untuk membawa perlengkapan belajar mengajar.

” Bawa papan tulis dan spidol ditampa mokase belajar akang, supaya anak- anak so nyandak kasana kamari,” pungkas sumendap.