DPRD Sulut Dan Pemprov Menyaksikan Siaran Langsung Pidato Kenegaraan Presiden RI Jokowi

Sulut, detiKawanua.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dengan agenda Mendengar Pidato Kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo Dalam Rangka Memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia bertempat di ruang Paripurna DPRD Sulut, Jumat (14/08).

Rapat yang digelar di gedung cengkih ini dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw yang didampingi para Wakil Ketua DPRD Sulut, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu, Anggota-anggota DPRD Sulut, jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Adv)




Ditengah Pandemi, PWI Bolmut Gelar Upacara Kemerdekaan RI Di Pulau Terluar

Bolmut, detiKawanua.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang mongondow Utara (Bolmut) serta Sembilan Komunitas pecinta Alam gelar upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Yang ke-75 di pulau Bongkil. Senin (17/8/20).

Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan Ri  Tahun 2020 dimulai pukul 10.00 WITA ini dilakukan secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

Para peserta upacara terlihat berdiri dengan jarak sekitar dua meter dengan mengenakan masker. Hal yang sama juga berlaku kepada petugas upacara.

Dalam Pidatonya Satrin Lasama Sangat berterima kasih kepada para peserta upacara dan dia merasa bangga pada panitia perayaan 17 agustus 2020 Di pulau bongkil,”Berkat kerja keras dan dedikasi kita semua, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ucap Satrin lasama dalam pidatonya.
Lanjut, apa yang kita lakukan ini merupakan salah satu bentuk ucapan syukur dan penghormatan kita terhadap para pejuang dan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia, “Perjuangan mereka akan selalu kita kenang dan pengorbanan nyawa mereka tidak akan pernah pudar dari ingatan bangsa ini,” kata Satrin Lasama.
Dia juga mengatakan, meski berada di salah satu Pulau Terluar di Provinsi Sulawesi Utara, marilah kita merayakan hari kemerdekaan ini dengan semangat para pahlawan kita.
“Marilah membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang merdeka. Jangan pula kita menjadi penjajah-penjajah modern yang menindas bangsanya sendiri,” pesan Lasama.
Diketahui,Bertindak sebagai Inspektur Upacara Satrin Lasama selaku Pembina PWI Bolmut, pemimpin upacara Ramly Padju yang merupakan Ketua PWI dan naskah proklamasi dibacakan oleh Sekertaris PWI Bolmut Ramdhan Buhang. (i)



Di HUT RI Selain Bantu 600 Veteran, Gubernur Olly Serahkan 1 Triliun BSG dan Terima Penghargaan BPS

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Gubernur Olly Dondokambey pada Senin (17/08/2020) usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI ke75, selain telah menyerahkan secara simbolis ‘Bantuan Penghormatan’ sebesar Rp300 juta dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kepada Ketua LVRI Sulut Kolonel (Purn) Boyke Kambey untuk 600 anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sulut, dengan estimasi masing-masing anggota akan menerima Rp500 ribu yang akan ditransfer ke rekening tabungan para anggota.

Selanjutnya bersamaan dengan itu juga oleh gubernur telah menyerahkan secara simbolis dana bantuan perbaikan ekonomi di tengah Covid19 sebesar Rp1 triliun dari Kementerian Keuangan RI ke pihak Bank Sulut-Gorontalo (BSG) selaku pengelolah anggaran yang diterima Direktur Utama BSG Jeffry Dendeng.

Dimana, oleh gubernur berpesan agar pihak BSG selaku penyalur dana bantuan dalam bentuk pinjaman ini dapat diberikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Keberadaan dana bantuan ini juga diharapkan akan ikut memacu pertumbuhan ekonomi di daerah kita semakin lebih baik,” ujar gubernur.

Tak hanya itu saja, pada kesempatan itu juga melalui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono telah menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Olly atas suksesnya Pelaksanaan Sensus Penduduk Online di Sulut yang tercatat sebagai provinsi tertinggi ketiga dalam Sensus Penduduk Online (SP Online) yang dilaksanakan sejak 15 Februari sampai dengan 29 Mei 2020.

Adapun atas penghargaan itu, Provinsi Sulut dinilai akan capaian response rate mampu mengalahkan sebagian besar provinsi di Jawa, Sumatera dan lainnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat Sulut terhadap SP Online sekitar 32 persen dari total penduduk dan didukung oleh semua unsur, oleh kerja sama TIM BPS Provinsi dan BPS Kabupaten Kota bekerja sama dengan Bapak Gubernur, Bupati dan Walikota, Ketua DPRD, dinas/instansi terkait hingga camat dan lurah/Kades dan Ketua SLS beserta jajarannya dalam mensosialisaikan SP Online didukung masyarakat.

Adapun dalam tiga rangkaian kegiatan itu dihadiri pula jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK yang juga Karo Kesra Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Sekdaprov Edwin Silangen. (mld70/*)




Gaghana Ikuti Upacara Secara Virtual

Tahuna, detiKawanua.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana SE ME bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 tahun secara virtual (online) di ruang serbaguna Rumah jabatan Bupati.

Giat peringatan proklamasi secara daring yang diikuti serentak oleh pimpinan kabupaten/kota se-Indonesia ini memang baru kali ini dilaksanakan mengingat tindakan pencegahan terkait penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Ditemui usai giat tersebut, Gaghana mengatakan, bahwa rangkaian upacara yg sudah dilaksanakan mungkin baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia tersebut sebenarnya standar dan aturan terkait pelaksanaannya sudah ditentukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI.

“Menurut Gaghana, hal ini dilakukan sebagai tindakan untuk menghindari penyebaran COVID-19 di Indonesia, khususnya di daerah Kepulauan Sangihe dengan menerapkan protokol kesehatan dalam giat upacara yang dilakukan secara normal, ataupun secara virtual,” kata Gaghana.

“Walaupun negara kita sekarang ini masih berkutat dengan pandemi COVID-19, tetapi sebagai warga negara yang mempunyai jiwa yang kuat, sudah seharusnya kita tidak boleh menyerah pada penyebaran wabah yang sudah menghantam kehidupan kita baik di bidang ekonomi, maupun sosial,” sambungnya.

Lanjut dirinya, peringatan HUT Proklamasi RI yang diselenggarakan tidak boleh menurunkan semangat kita sebagai masyarakat Indonesia yang berintegritas untuk terus berinovasi, tetap bekerja menemukan berbagai terobosan, terutama bagi kaum muda yang ada di kepulauan Sangihe.

“Saya salut kepada anak-anak muda sekarang yang mempunyai kreasi, inovasi, khususnya dibidang IT (Informasi Teknologi) yang banyak membantu pemerintah melakukan terobosan,” kunci Gaghana. (Js)




Dampak Covid 19, Paskibraka Hut RI Ke 75 Hanya Tiga Orang, Ini Penjelasan Pasiale

Tahuna, detiKawanua.com – Dampak pandemi covid 19, pada peringatan detik-detik Proklamasi HUT RI ke 75 di Kabupaten Sangihe dibatasi mulai dari peserta upacara hingga Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)  dibatasi hanya berjumlah tiga orang yang bertugas selaku pembawa bendera penggerek dan pembentang bendera.

Menurut salah satu pelatih pemantapan Paskibraka yang juga berasal dari unsur Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sangihe, Ronny Jaya Pasiale S.sos ME, menjelaskan, perihal personil Paskibraka yang melaksanakan tugas di 17 Agustus tahun 2020 ini sesuai dengan surat edaran Kementrian Pemuda dan Olahraga RI yang ditujukan kepada seluruh Sekertaris daerah dengan nomor surat PP. 00.00/7.13.1/D-II.1/VII/2020. Perihal Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) HUT RI ke-75. Tertanggal 13 Juli 2020.

“Dimana dalam surat tersebut dijelaskan untuk personil Paskibraka itu diambil dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) tahun 2019 berjumlah 8orang yang akan bertugas pada pagi hari pengibaran bendera tiga orang dan sore hari penurunan tiga orang serta dua orang cadangan,” kata Pasiale.

Lebih lanjut dijelaskan, penentuan Paskibraka di daerah memperhatikan hal-hal sebagai berikut tidak ada rekrutmen yang berdampak pada terlanggarnya Protokol Kesehatan Covid-19.  Paskibraka tahun 2020 berjumlah 3 orang, yang berasal dari cadangan pengibar Paskibraka tahun 2019.
Namun jika 2019 daerah tidak menetapkan cadangan, maka dilakukan penilaian kelayakan dari anggota Paskibraka yang telah bertugas pada 2019.

“Karena kita di Sangihe pada tahun 2019 tidak menerapkan cadangan maka kami memilih sesuai dengan penilaian kelayakan dan yang masih berstatus pelajar,” jelasnya

“Pemantapan yang berlangsung dari tanggal 11-16 Agustus seluruh peserta diasramakan dan tetap mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti kegiatan,” kunci Pasiale. (Js)




Dipimpin Kandou, DPRD Minahasa Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Minahasa, detiKawanua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Minahasa menggelar Rapat Paripurna untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI Dalam Rangka HUT ke -75 Kemerdekaan Republik Indonesia Dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Manguni Sasaran Tondano, Jumat 14 Agustus 2020.

Sidang Paripurna ini di Pimpin ole Ketua DPRD Glady Kandouw yang di ikuti Bupati Minahasa DR. Ir. Royke Octavian Roring MSi IPU Asean, Eng, bersama Wakil Bupati Minahasa DR Robby Dondokambey S.Si lewat Video Conference.

Sementara mendampingi Ketua DPRD, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Minahasa adalah Wakil Ketua Okstesi Runtu dan Denny Kalangi yang dihadiri oleh, Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, SIK, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf. Andi Sinaga, SIP, Kepala Kejari Rahmat Budiman Taufani, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Frits Muntus, Anggota DPRD Minahasa, para Asisten, Sekretaris DPRD Dolfie Kuron, beserta jajaran pemerintah kabupaten Minahasa.

Ketua DPRD Glady Kandouw menyampaikan bahwa tema HUT RI ke 75 ini yaitu “Indonesia Maju” yang merupakan representasi dari pancasila sebagai pedemon dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan simbol dari indonesia yang mampu memperkokoh kedaulatan persatuan dan kesatuan serta bangga buatan indonesia sebagai upaya menumbukan kecintaan warga negara kepada produk dalam negeri sekaligus mengkuhkan persatuan sebagai satu indonesia.

Dalam rapat paripurna istimewa ini, pula Bupati ROR sapaan akranbya serta Wakil Bupati RD mendengarkan pula Pidato Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah Atas RUU tentang APBN TA. 2021 Beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya Pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2020-2021. Jumat, 14 Agustus 2020.

Dalam Pidato Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo menyampaikan bahwa perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada tahun ini berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya karena saat ini negara indonesia sedang dilanda dengan pandemi covid-19 bukan hanya di negara Indonesia saja tetapi juga di negara- negara lain terkena dampak pandemi covid-19.

Namun presiden Republik Indonesia tetap mengingatkan kita untuk tetap memaknai hari kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan penuh semangat dan pantang menyerah. (Baim)




Rangkaian Hingga Puncak Peringatan HUT RI ke 75 Sukses Digelar Pemprov Sulut

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, bersama Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw dan Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Kandouw-Tanos MARS.(Foto: ist)

Manado, detiKawanua.com -Berlangsung di tengah pandemi Covid-19, rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun, sangatlah berbeda dan tidak biasa. Kegiatannya dilaksanakan secara sederhana, dan virtual, dengan menggunakan protokol Covid-19 sehingga menjadi terbatas.

Tapi dengan adanya pembatasan tersebut, bukan berarti spirit juang kita dibatasi, melainkan semakin berkobar dalam berkarya, mengisi kisi-kisi pembangunan Bangsa Indonesia dan menjaga bumi nyiur melambai untuk tetap berkibar menjadikan Sulut Hebat yang dimotori oleh Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw.

Peserta upacara menerapkan protokol kesehatan dengan pakai masker dan menjaga jarak.(Foto: ist)

Gubernur Olly saat diwawancara wartawan berharap, tahun 2021 nanti, Indonesia dan Sulut khususnya, sudah terbebas dari ancaman Covid-19. “Mari kita sama-sama berdoa agar HUT Kemerdekaan RI tahun depan, sudah tidak ada lagi Virus Corona. Karena itu, saya mengajak semua elemen masyarakat Sulut untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata Gubernur usai memimpin upacara pengibaran bendera merah putih, di halaman kantor gubernur.

Pengibaran bendera merah putih oleh anggota Paskibraka Sulut.(Foto: ist)

Upacara penaikan bendera merah putih yang biasanya dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari pasukan TNI dan Polri, ASN, hingga kelompok pelajar, kini hanya dibatasi dengan beberapa personel saja sebagai perwakilan, dalam barisan dengan tetap menjaga jarak.

Ritual pengibaran bendera, hanya dilakukan oleh tiga anggota Paskibraka, yang diseleksi dari para anggota Paskibraka tahun 2019 lalu. Dalam melaksanakan tugas, putra-putri pilihan ini harus mengenakan masker dan menjaga jarak. Meski begitu, tidak mengurangi kekhidmatan dalam pengibaran bendera merah putih. Bahkan protokol kesehatan sudah diterapkan kepada para Paskibraka yang jumlahnya sebanyak 10 orang saja. Setelah diseleksi, ke-10 anggota Paskibraka ini dikarantina, dimana sebelumnya mereka harus menjalani tes rapid, dan swab test.

Jajaran Forkopimda Provinsi Sulut mengikuti upacara.(Foto: ist)

Selanjutnya, kehadiran para tamu dan undangan juga diminimalisir, dan dibatasi hanya pejabat eselon dua. Padahal tahun-tahun sebelumnya, para pejabat eselon tiga pun harus hadir.

Tak heran, parkiran kendaraan di kantor gubernur yang terletak di Jl. 17 Agustus, Manado, yang biasanya mengular hingga di jalan sekitarnya, kini sepi dari kendaraan. Adalun peringatan detik-detik kemerdekaan dilaksanakan terpisah dengan upacara penaikan bendera.

Usai upacara penaikan bendera, Gubernur, Wagub, Sekprov Edwin Silangen, Ketua TP PKK Provinsi Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, jajaran Forkopimda berpindah tempat ke rumah dinas gubernur di Bumi Beringin, Manado, untuk mengikuti peringatan detik-detik proklamasi secara virtual, dipimpin Presiden RI Ir Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dengan pakaian adat Minahasa mengikuti Peringatan Detik Proklamasi dipimpin Presiden RI Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat.(Foto: ist)

Sama seperti Presiden Joko Widodo yang mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Wapres Amin Ma’ruf dengan balutan baju adat Melayu, Gubernur Olly pun mengenakan pakaian adat Minahasa. Warga yang sedang melaksanakan aktivitas turut mengikuti peringatan detik-detik proklamasi dari layar televisi maupun radio, juga menghentikan aktivitasnya untuk mengheningkan cipta.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyerahkan bantuan bagi LVRI, yang diserahkan secara simbolis.(Foto: ist)

Selanjutnya, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-75 dan HUT ke-56 Provinsi Sulut Asisten III Bidang Administrasi Umum Aseano Gamy Kawatu SE MSi, dan Sekretaris Panitia, Kepala Biro Umum Setprov Clay Dondokambey SSTP MAP, menjelaskan, dengan pertimbangan protokol kesehatan, maka acara silaturahmi Gubernur dan Wagub dengan para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), pun dibatasi hanya menghadirkan perwakilan.

Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw menyerahkan remisi HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Rumah Dinas Gubernuran Bumi Beringin, Senin 17 Agustus 2020.(Foto: hbm)

Begitu juga acara penyerahan remisi, yang biasanya dilaksanakan pagi hari di Lapas, kini dialihkan di rumah dinas gubernur di Bumi Beringin, Manado, hanya dihadiri pejabat teras Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut, dipimpin Kakanwil, serta penyerahannya secara simbolis oleh Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, kepada dua orang napi sebagai perwakilan. Pelaksanaannya dilakukan siang hari, bersamaan dengan penyerahan remisi di daerah-daerah lain di Indonesia, yang secara virtual disaksikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Upacara penurunan bendera pun berjalan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Hanya waktu pelaksanaannya saja yang dimajukan satu jam, yakni pukul 17.00, tidak seperti biasanya yang digelar pukul 18.00. Pasalnya, usai penurunan bendera tingkat provinsi, Gubernur, Wagub, Sekprov Edwin Silangen, unsur Forkopimda dan undangan lainnya, harus mengikuti upacara penurunan bendera merah-putih secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, yang dipimpin Presiden’Joko Widodo.

Gubernur Olly Dondokambey kembali menjadi Irup pada upacara penurunan bendera, di halaman kantor gubernur Sulut, Senin 17 Agustus 2020, sore.(Foto: ist)

Penurunan bendera secara virtual yang diikuti Gubernur, Wagub, Sekprov, dan jajaran Forkopimda tingkat provinsi adalah akhir dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun. Malam harinya, tidak ada gelaran malam resepsi dan toast kenegaraan seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia pelaksana pun bersama seluruh tim, menggelar doa bersama untuk mensyukuri terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan dengan sukses dan berjalan lancar, meski dengan keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

Diketahui yang bertugas sebagai komandan upacara penaikan bendera yakni Letkol Inf. Slamet Raharjo dan komandan pada penurunan bendera
Letkol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi.

(Advetorial Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Daerah Sulut)




Disaksikan Menteri Yasonna, Wagub Kandouw Serahkan SK Remisi Umum 1407 Napi Sulut Di HUT RI ke 75

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Ke 1.407 warga binaan narapidana (Napi) se-Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (17/08/2020) siang bertepatan dengan peringatan HUT RI ke75 dan bertempat di Rumah Dinas Gubernur Sulut di Bumi Beringin Manado, telah menerima remisi umum serentak dari Kementerian Hukum dan HAM yang diserahkan Wakil Gubernur Steven Kandouw secara simbolis kepada dua napi warga binaan yang didampingi Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulut, Lumaksono.

Adapun pada saat bersamaan itu, oleh Menteri KumHAM RI Yasonna Laoly secara virtual (video conference) telah menyaksikan penyerahan serentak dimasing-masing wilayah Lapas (lembaga pemasyarakatan) di 13 Provinsi di Indonesia termasuk di Peovinsi Sulut

Adapun kegiatan peyerahan SK Remisi Umum itu, serentak dilakukan se-Indonesia yang pelaksanaannya dipusatkan dari Lapas Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut digelar secara virtual online (Video Conference) disaksikan Menteri Yasonna.

“Ini suatu hal yang menurut hemat saya ritual yang bagus sekali di momentum proklamasi anak-anak bangsa yang melakukan kesalahan diberikan remisi oleh Menkumham dalam satu momentum yang memberi nilai lebih tidak hanya bagi saudara-saudara kita itu tapi untuk kita semua,” kata Kandouw dengan menambahkan bahwa kegiatan ini sebagai bukti kehadiran negara bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia.

“Negara itu hadir pada siapa saja, bukan hanya bagi kita-kita tapi juga untuk saudara kita yang melaksanakan rehabilitasi. Dimana merupakan satu bukti akan hak anak bangsa yang diberikan negara berdasarkan proses mekanisme berlaku,” ujarnya.

Dengan rincian remisi satu bulan berjumlah 281 orang, remisi dua bulan berjumlah 189 orang, remisi tiga bulan berjumlah 385 orang, remisi empat bulan berjumlah 304 orang, remisi lima bulan berjumlah 211 orang dan remisi enam bulan berjumlah 26 orang. Sementara untuk kategori RU berjumlah 5 orang. Dan remisi umum berjumlah 15 orang. (mld70/*)




Di Pemprov Sulut Peringatan HUT RI ke 75 Dipimpin Gubernur Olly Berlangsung Khidmat dan Sukses

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com -Berlangsung di tengah pandemi Covid-19, rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun, sangatlah berbeda dan tidak biasa. Kegiatannya dilaksanakan secara sederhana, dan virtual, dengan menggunakan protokol Covid-19 sehingga menjadi terbatas.

Tapi dengan adanya pembatasan tersebut, bukan berarti spirit juang kita dibatasi, melainkan semakin berkobar dalam berkarya, mengisi kisi-kisi pembangunan Bangsa Indonesia dan menjaga bumi nyiur melambai untuk tetap berkibar menjadikan Sulut Hebat yang dimotori oleh Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw.

Gubernur Olly saat diwawancara wartawan berharap, tahun 2021 nanti, Indonesia dan Sulut khususnya, sudah terbebas dari ancaman Covid-19. “Mari kita sama-sama berdoa agar HUT Kemerdekaan RI tahun depan, sudah tidak ada lagi Virus Corona. Karena itu, saya mengajak semua elemen masyarakat Sulut untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata Gubernur usai memimpin upacara pengibaran bendera merah putih, di halaman kantor gubernur.

Upacara penaikan bendera merah putih yang biasanya dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari pasukan TNI dan Polri, ASN, hingga kelompok pelajar, kini hanya dibatasi dengan beberapa personel saja sebagai perwakilan, dalam barisan dengan tetap menjaga jarak.

Ritual pengibaran bendera, hanya dilakukan oleh tiga anggota Paskibraka, yang diseleksi dari para anggota Paskibraka tahun 2019 lalu. Dalam melaksanakan tugas, putra-putri pilihan ini harus mengenakan masker dan menjaga jarak. Meski begitu, tidak mengurangi kekhidmatan dalam pengibaran bendera merah putih. Bahkan protokol kesehatan sudah diterapkan kepada para Paskibraka yang jumlahnya sebanyak 10 orang saja. Setelah diseleksi, ke-10 anggota Paskibraka ini dikarantina, dimana sebelumnya mereka harus menjalani tes rapid, dan swab test.

Selanjutnya, kehadiran para tamu dan undangan juga diminimalisir, dan dibatasi hanya pejabat eselon dua. Padahal tahun-tahun sebelumnya, para pejabat eselon tiga pun harus hadir.

Tak heran, parkiran kendaraan di kantor gubernur yang terletak di Jl. 17 Agustus, Manado, yang biasanya mengular hingga di jalan sekitarnya, kini sepi dari kendaraan. Adalun peringatan detik-detik kemerdekaan dilaksanakan terpisah dengan upacara penaikan bendera.

Usai upacara penaikan bendera, Gubernur, Wagub, Sekprov Edwin Silangen, Ketua TP PKK Provinsi Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, jajaran Forkopimda berpindah tempat ke rumah dinas gubernur di Bumi Beringin, Manado, untuk mengikuti peringatan detik-detik proklamasi secara virtual, dipimpin Presiden RI Ir Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Sama seperti Presiden Joko Widodo yang mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Wapres Amin Ma’ruf dengan balutan baju adat Melayu, Gubernur Olly pun mengenakan pakaian adat Minahasa. Warga yang sedang melaksanakan aktivitas turut mengikuti peringatan detik-detik proklamasi dari layar televisi maupun radio, juga menghentikan aktivitasnya untuk mengheningkan cipta.

Selanjutnya, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-75 dan HUT ke-56 Provinsi Sulut Asisten III Bidang Administrasi Umum Aseano Gamy Kawatu SE MSi, dan Sekretaris Panitia, Kepala Biro Umum Setprov Clay Dondokambey SSTP MAP, menjelaskan, dengan pertimbangan protokol kesehatan, maka acara silaturahmi Gubernur dan Wagub dengan para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), pun dibatasi hanya menghadirkan perwakilan.

Begitu juga acara penyerahan remisi, yang biasanya dilaksanakan pagi hari di Lapas, kini dialihkan di rumah dinas gubernur di Bumi Beringin, Manado, hanya dihadiri pejabat teras Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut, dipimpin Kakanwil, serta penyerahannya secara simbolis oleh Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, kepada dua orang napi sebagai perwakilan. Pelaksanaannya dilakukan siang hari, bersamaan dengan penyerahan remisi di daerah-daerah lain di Indonesia, yang secara virtual disaksikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Upacara penurunan bendera pun berjalan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Hanya waktu pelaksanaannya saja yang dimajukan satu jam, yakni pukul 17.00, tidak seperti biasanya yang digelar pukul 18.00. Pasalnya, usai penurunan bendera tingkat provinsi, Gubernur, Wagub, Sekprov Edwin Silangen, unsur Forkopimda dan undangan lainnya, harus mengikuti upacara penurunan bendera merah-putih secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, yang dipimpin Presiden’Joko Widodo.

Penurunan bendera secara virtual yang diikuti Gubernur, Wagub, Sekprov, dan jajaran Forkopimda tingkat provinsi adalah akhir dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun. Malam harinya, tidak ada gelaran malam resepsi dan toast kenegaraan seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia pelaksana pun bersama seluruh tim, menggelar doa bersama untuk mensyukuri terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan dengan sukses dan berjalan lancar, meski dengan keterbatasan akibat pandemi Covid-19. (mld70/*)




Peringatan Hut RI Ke 75 Pemkab Minahasa Upacara Secara Sederhana

Minahasa, detiKawanua.com – Puncak Peringatan HUT ke 75 Proklamasi Kemerdekaan Repoblik Indonesia (RI) ke-75, di Kabupaten Minahasa, yang ditandai dengan Upacara Bendera di Lapangan Manguni Sasaran Tondano, Senin (17/08/2020).

Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi bertindak selaku Inspektur Upacara yang berjalan dengan kesederhanaan namun sarat makna itu.

Berbeda dari tahun tahun sebelumnya, akibat dampak pandemi COVID-19, pelakasaan Upacara Bendera sebagai puncak HUT Kemerdekaan RI ini tahun ini tidak melibatkan banyak peserta atau undangan, namun berjalan khusuk, dengan pengibar Bendera Merah Putih hanya tiga orang saja dan Komandan Upacara yakni AKP Lilik Setiono, berasal dari unsur Polres Minahasa, menjabat sebagai Kepala Satuan Sabhara.

Pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Minahasa Glady E P Kandouw SE, yang kemudian diakhiri dengan Pembacaan Doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Sonya Mongkau SE.

Sementara untuk detik-detik Proklamasi dilakukan serentak secara nasional melalui virtual zoom bersama dari Istana Merdeka Jakarta, dimana Upacara Bendera dari Istana yang dipimpin Presiden RI Ir H Joko Widodo, disaksikan secara virtual oleh Bupati ROR bersama Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi dan jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

Bupati ROR saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengatakan, HUT Kemerdekaan tahun diperingati dalam nuansa berbeda karena pandemi COVID-19.

“Upacara HUT Kemerdekaan di seluruh Indonesia harus dilaksanakan secara sederhana namun tetap khidmat, serta wajib memenuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” ujar ROR.

Meskipun diperingati di tengah situasi pandemi, momentum Kemerdekaan RI hari ini, kata ROR, dapat dimaknai dan dihayati untuk kembali menata peranan, tugas dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dalam melanjutkan perjuangan para pendahalu untuk mengisi Kemerdekaan di tanah air tercinta.

“Tema HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun adalah Indonesia Maju. Indonesia Maju merupakan sebuah representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah simbolisasi dari Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan Indonesia,” tukasnya.

“Dengan tema Indonesia Maju, diharapkan kita tetap bersatu dalam kehidupan berbangsa, dalam melanjutkan pembangunan daerah, termasuk dalam menghadapi masa-masa sulit seperti halnya masa pandemi COVID-19 yang menjadi tantangan terbesar kita saat ini,” pungkasnya.
Dalam Upacara Pengibaran Bendera pagi hari, dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan Pemberian Remisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, untuk para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Papakelan Tondano, oleh Bupati ROR didampingi Kepala Lapas, Mulyoko.

Turut hadir dalam Upacara Pengibaran Bendera pagi hari yakni, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi, Kapolres Minahasa AKBP M Denny I Situmorang SIK, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Helbert Andi Amino Sinaga SIP, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rahmat Budiman Taufani SH MKn, Ketua TP-PKK Minahasa Fenny Ch M Roring-Lumanauw SIP, Wakil Ketua TP-PKK Martina Dondokambey-Lengkong, para Asisten Sekdakab Minahasa dan jajaran Pejabat Pemkab Minahasa yang ditunjuk, Ketua KNPI Minahasa Rifky Roring, serta Putri Indonesia 2020 Puteri Intelegensia dan Puteri Sosial Media Kepulauan 2020 Desiree M Roring SSos, mewakili Veteran, juga undangan terbatas lainnya.

Kemudian, pada sore harinya, dilakukan Upacara Penurunan Bendera dengan Inspektur Upacara yakni Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi dan Komandan Upacara yakni Kapten Inf Dony Lumenta, dari unsur TNI Kodim 1302 Minahasa, menjabat sebagai Pasi Intel.

Upacara Penurunan Bendera yang juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para Pasukan Pengibar Bendera ini, turut dihadiri Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw SE, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rahmat Budiman Taufani SH MKn, Wakapolres Minahasa Kompol Ahmad Sutrisno, mewakili Kodim 1302 Minahasa, Mayor Inf Feky Welang, para Asisten Sekdakab Minahasa dan jajaran pejabat Pemkab. (Adv)