Tangani Covid19, Sudah Rp185 M Dana Tak Terduga Pemprov Sulut Keluar

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) telah merealisasikan 91,85% Anggaran Belanja Tidak Terduga untuk penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulut. Itu berarti sebanyak Rp. 185.000.000.000,00 dari total anggaran Rp. 201.418.513.000,00 telah direalisasi.

Hal itu terungkap saat Sekdaprov Sulut Edwin Silangen saat memimpin Rapat Evaluasi Pengelolaan Anggaran Covid-19 Tahun 2020 (APBN- APBD) di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (08/09/2020).

Rapat yang diikuti Perangkat Daerah (PD) terkait di Lingkup Pemprov Sulut ini diselenggarakan dalam rangka Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sulut.

Dana ini digunakan untuk bidang kesehatan pencegahan/penanganan Covid-19, penyediaan jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi.

Berikut rincian anggaran dan realisasi belanja tidak terduga untuk penanganan Covid-19 T.A. 2020 bersumber dari APBD Provinsi Sulut pada 9 Perangkat Daerah sebagai berikut :

1. Dinas Kesehatan Daerah anggaran Rp. 112.418.513.000, untuk Bidang Kesehatan/penanganan Covid-19, Realisasi pencairan sebesar Rp. 104.500.000.000, Presentase 92,96%.

2. Dinas Sosial Daerah anggaran Rp. 64.000.000.000, untuk jaring pengaman sosial, Realisasi Pencairan sebesar Rp. 56.500.000.000, Presentase 88,28%

3. Badan Penanggulangan Bencana Daerah anggaran Rp. 10.000.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan sebesar Rp. 9.000.000.000, presentase 90,00%

4. Dinas Perkebunan Daerah anggaran 3.500.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi Pencairan Rp. 3.500.000.000, Presentase 100%

5. Dinas Koperasi dan UKM Daerah anggaran Rp. 2.500.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan Rp. 2.500.000.000, Presentase 100%

6. Dinas Perindustrian dan Perdagangan anggaran Rp. 2.500.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan Rp. 2.500.000.000, Presentase 100%

7. Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah anggaran Rp. 3.500.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan Rp. 3.500.000.000, Presentase 100%

8. Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah anggaran Rp. 2.000.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan Rp. 2.000.000.000, Presentase 100%

9. Dinas Pangan Daerah anggaran Rp. 1.000.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi, Realisasi pencairan Rp. 1.000.000.000, Presentase 100%.

Adapun data alokasi APBN untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut dari kantor pusat per 26 Agustus 2020 sebagai berikut :

1. BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN nilai Rp.252.068.858.000 dengan jumlah 95.587 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan Juli

2. BANTUAN SOSIAL PROGRAM SEMBAKO/BPNT nilai Rp. 249.951.700.000 dengan Jumlah 164.750 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan Juli

3. PROGRAM BANSOS TUNAI Nilai Rp.189.535.200.000 dengan jumlah 105.120 orang penerima dan untuk data s/d bulan Juni.

4. PRA KERJA Nilai Rp.72.846.000.000 dengan jumlah 6.524 orang.
-nilai merupakan total kemanfaatan untuk 20.520 peserta
– jumlah peserta yangtelah menerima insentif sebesar 6.524
-satuan nilai manfaat Rp 3.550.000

5. INSENTIF TENAGA KESEHATAN Nilai Rp.12.022.360.330 – dari 18 Rumah Sakit jumlah penerima 2.603 orang

6. KLAIM RUMAH SAKIT Nilai Rp.33.464.061.000 – jumlah 10 Rumah Sakit dengan 408 pasien

7. PADAT KARYA KEMENTERIAN PERTANIAN Nilai Rp.12.397.860.260 dengan jumlah 23.606 orang dengan angka realisasi sebesar 23% dari pagu.

8. PADAT KARYA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Nilai Rp.8.589.259.900 jumlah Penerima 203 orang dengan angka realisasi sebesar 12% dari pagu.

9. PADAT KARYA KEMENTERIAN KKP Rp. 197.790.000 jumlah penerima 15 orang dengan angka realisasi sebesar 54% dari pagu.

10. PADAT KARYA KEMENTERIAN PUPR Nilai Rp. 172.269.464 jumlah penerima 3.505 orang dengan angka realisasi sebesar 51% dari pagu.

Sedangkan data pada Kanwil DJPb Provinsi Sulut per 2 September 2020 sebagai berikut :

1. Cluster Perlindungan Sosial Nilai Rp.1.225.242.894.000 dan Realisasi Rp.893.090.397.600 untuk BLT Dana Desa

2. Cluster Kesehatan Rp. 26.806.470.000 Realisai Rp 7.356.641.526 terbagi untuk Alat Kesehatan dan Obat-obatan

3. Cluster Sektoral K/L dan Pemda Rp. 407.908.874.000 Realisasi Rp.182.602.244.970 untuk Proyek Padat Karya melalui Satker di Sulut.

Total Pagu Rp.1.659.958.238.000 dan untuk Realisasi Rp 1.083.049.284.096. (Ril/*/mild)




Peletakan Batu Pertama Laboratorium SMAN 2 Tareran dihadiri Kacapdin Max Lengkong

Minsel, detiKawanua.com – Perletakan batu pertama Pembangunan Laboratorium Biologi SMA N 2 Tareran berlangsung penuh hikmat diawali dengan Ibadah oleh Ketua Jemaat GMIM Wuwuk Pdt Demsy Wosal MTh dengan Nats Pembimbing Nehemia 2 : 18 – 20.

Kepsek SMA N 2 Tareran Marthen Wonseke SPd menyatakan syukur atas kesempatan dan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Sulut melalui Cabang Dinas Minsel/Mitra dengan Verifikasi yang ketat sehingga SMA N 2 Tareran boleh mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan Sub Bidang Sekolah Menengah Atas, Tahun anggaran 2020.

“Puji Tuhan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut dan Kacapdin Minsel yang dengan Verifikasi ketat boleh masuk ke menjadi penerimah DAK Fisik Tahun 2020 dengan metode Swakelola dan pasti kepercayaan ini akan kami gunakan dengan sebaik-baiknya dan sesuai Juknis,” ucap Wonseke.

Kepala Cabang Dinas Minsel/Mitra Drs. Max Lengkong MPd dengan tegas menyatakan Pembangunan Laboratorium harus sesuai dengan Juknis dan aturan lainnya yang terkait dengan Laporan Pertanggung Jawaban, menurut Kacapdin Lengkong hari sudah ada 4 Sekolah yang melakukan acara yang sama dan saya yang harus hadir sebagai Pertanggung jawaban ke Pimpinan.

“Saya berharap pembangunan Laboratorium Biologi ini dilaksanakan sesuai dengan aturan dan sesuai Juknis dan Harus berdasar Laporan Persentase Pembangunan, jangan keluar dari koridor 120 hari kerja ini sangat membantu pihak sekolah disaat situasi Pendemi Covid19 ini , jangan lupa rangkul Komite dan jangan berbenturan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut ,ikuti saja aturan yang ada maka semua akan aman dan terkendali,” jelas Lengkong.

Adapun perletakan batu Pertama ini juga dilakukan masing-masing secara bergantian mulai Tokoh Agama, Kacapdin Minsel/Mitra dan Staf, Kepsek SMA N 2 Tareran dan Kepala Tukang, acara ini pun mengikuti Protokol Kesehatan. (Vandytrisno/*)




Jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng Siap Dikerjakan Pemerintah Provinsi

Tahuna, detiKawanua.com – Ditengah pesimisnya sejumlah warga atas kecintaan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven kandouw (ODSK) terhadap warga Sangihe, ODSK justru memberi bukti. Dimana janji untuk pekerjaan ruas Jalan Provinsi di Sangihe yakni jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng bakal segera dimulai pekerjaannya. Hal ini diungkapka oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Ir Adolf H Tamengkel melalui Kepala Seksi   Sistem Informasi Jasa Kontruksi dan Kebijakan Teknis Jalan Provinsi Adelbert Budy Jacobus ST kepada sejumlah media.

Menurut Budy sapaan akrab Jacobus, pada Senin (07/09/2020) dirinya memimpin Tim untuk melaksanakan Mutual Cek Awal (MCA) persiapan dimulainya pekerjaan proyek ruas Jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng.

“Proses lelang untuk pekerjaan Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng (DAK) dengan pagu anggaran sekira Rp 11.130.688.532,20 sudah melalui tahapan lelang dan dimenangkan oleh PT Gading Murni Perkasa. Untuk itu dalam persiapan akan dimulainya pekerjaan proyek tersebut, saya bersama Tim turun lapangan melakukan MCA”, jelas Jacobus.

Lebih lanjut Jacobus menyatakan usai pelaksanaan MCA, dipastikan pekerjaan proyek akan diselesaikan.

“Bisa saja pekan depan pihak ketiga akan memulai pekerjaan. Mulai dari mobilisasi peralatan ke lokasi proyek. Kita berharap pekerjaan akan segera dimulai dan selesai sehingga masyarakat sudah bisa menikmati pembangunan yang merupakan bentuk kepedilian ODSK di Sangihe”, imbuh Jacobus sambil menyatakan bahwa akan ada anggaran lagi untuk penuntasan pekerjaan tuas jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng yang tinggal menunggu waktu pencairan dari pusat di tahun anggaran 2020 ini. (Js)




Anne Langi Banta isu Gerindra Putar Haluan, Sanksi Tegas Untuk DPC Minsel

Minsel, detiKawanua.com – Menanggapi beredarnya kabar salah satu Partai Pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati FDW – PYR bermain “dua kaki “alias tak sejalan dengan keputusan partai, Anne Langi yang juga Bendahara DPD SULUT Partai Gerindra Sulut mengaku kaget dengan info tersebut.

Langi pun langsung mengambil tindahkan menghubungi Ketua DPC Partai Gerindra Minsel Yudi Moniaga untuk menanyakan sejauhmana berita merapatnya Yudi di Acara Deklarasi Pasangan MEP – VT sesuai dengan Foto yang beredar di media sosial , dari informasi Ketua Yudi Moniaga bahwa dirinya tidak bisa lagi keluar dari komunikasi bersama tim MEP karena hanya mereka yang membuka komunikasi selama ini, dari informasi ini Yudi pun bersedia jika partai memberikan sanksi.

Anne Langi yang juga mantan ketua DPC Gerindra Minsel mengaku , sejauh yang dikomunikasikan dengan Yudi Moniaga bahwa beliau siap jika ada Sanksi namun dirinya tidak akan keluar dari keputusan untuk bergabung dengan kubuh Partai Golkar.

Bendahara DPD SULUT Partai Gerindra ANNE LANGI dengan tegas menyatakan seorang Ketua Partai Gerindra Harusnya punya sikap yang tegas dan tidak boleh keluar dari Keputusan Partai, mau tidak mau suka tidak suka harus mengamankan SK Partai karena ini wibawa dari DPP untuk DPD SULUT dan Juga DPC MINSEL.

“Saya kira laporan atas tindahkan Saudara Yudi Moniaga ini sudah jauh dari marwa partai yang harus kita junjung tinggi , SK DPP untuk Dukungan ke FDW – PYR harus dilaksanakan jangan justru mengambil haluan lain yang seakan memeca bela keutuhan Partai Gerindra Minsel,” ucap Anne.

Langi menambahkan semua laporan dan dokumentasi itu sudah jelas menunjukan Saudara Yudi Moniaga tidak lagi mendengar arahan dan petunjuk Partai sesuai SK yang diterbitkan dan ditanda tangani Ketua Umum jadi harus diikuti dan dijalankan sesuai amanat SK.

Yudi Moniaga Saat di hubungi via telepon seluler sedang aktif tapi tidak menerima telepon, kembali menghubungi Pagi sekitar pukul 8.39 wita di nomor 08124442XXX tidak aktif, setelah dihubungi via telepon seluler di nomor 085256067XXX ternyata ditrima oleh istri dari Yudi Moniaga sekitar pukul 8.40 wita.

“Pak Yudi Moniaga sedang berangkat ke Jakarta,” ucap istri dari Yudi Moniaga
(Vandytrisno)




Peduli Kebutuhan Air, TMP Minsel Bantu Warga Desa Wanga Raya

Minsel, detiKawanua.com – Kerinduan dan tindahkan nyata untuk membantu masyarakat terus di upayakan bagi Organisasi yang satu ini , Taruna Merah Putih (TMP) terbentuk karena kepedulian akan kelangsungan hidup manusia dan kesejaktraan dan keadilan bagi orang tidak mampu, menjadi tujuan untuk TMP Kabupaten Minahasa Selatan pada Selasa, (08/09) tindahkan nyata yaitu dengan mendistribusikan air bersih bagi warga desa Wanga, Kecamatan Motoling Timur.

Hal ini dilakukan semata untuk membantu meringankan beban sulitnya air bersih bagi warga Desa Wanga , organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diharapkan dapat membantu keperluan masyarakat yang sejak beberapa bulan terakhir kesulitan untuk mendapatkan air.

Ketua Taruna Merah Putih, Vanny Pua, menyatakan semua tindahkan nyata dari TMP ini semata hanya membantu meringankan beban kebutuhan air sebab tanpa air tidak mungkin akan ada kehidupan. Begitu pula dengan kehidupan manusia tidak mungkin akan dapat bertahan hidup tanpa air.

“Pendistribusian air bersih dari Taruna Merah Putih Minsel  merupakan bantuan sosial dari organisasi sayap PDIP yang sangat peduli dengan kehidupan masyarakat khususnya di desa Wanga,” papar Vanny Pua.

“Terima Kasih Taruna Merah Putih Sayap Partai PDI-P dan Tim Relawan yang sudah berbagi bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Wanga Raya, ” ucap Pua

Koordinator bidang Lingkungan Hidup, Taruna Merah Putih, Inri Wongkar yang juga Anak dari Calon bupati Minsel Frangky Donny Wongkar SH (FDW) menyatakan Air merupakan kebutuhan Pokok yaitu bagian penting Makan dan Minum , juga untuk kesehatan masyarakat jika dibiarkan.

“Menjadi harapan TMP agar bantuan air bersih yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat demi kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat desa dan kita semua,” ketus Inri
(Vandytrisno)




Nyatakan Dukungan ke FDW- PYR, RML : Keduanya Figur Tepat Untuk Perubahan Minsel

Minsel, detiKawanua.com – Sangat dinanti dan kejutan yang berarti bagi pasangan calon Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH dan Pdt Petra Yani Rembang (FDW-PYR) pasalnya , Paslon yang menggaungkan Perubahan untuk Minsel lebih Maju dan Terdepan dikejutkan dengan hadirnya dukungan dari Mantan Bupati Minsel yang Fenomenal yaitu Ramoy Markus Luntungan (RML)

Kembalinya RML di Minsel semata untuk membangun Minsel dengan konsep yang luar biasa bagi masyarakat seperti yang dilakukannya dahulu saat menjabat , meletakan dasar pembangunan yang dinikmati banyak orang di kabupaten Minsel.

Mengalirnya dukungan ke paslon FDW – PYR menambah deretan panjang para tokoh masyarakat dan tokoh politik Minsel bahkan para mantan Birokrat Periode lalu menapakan kakinya ke Paslon yang Paripurna yaitu FDW yang Rendah hati dan PYR yang Relegius .

Pasangan yang diusung PDI-P, Perindo, PSI , Gerindra dan PKB itu datang dari Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) terbilang kejutan karena beredar informasi RML akan digadang-gadang oleh Poros tengah akhirnya harus kandas.

Secara terbuka dan mengejutkan RML yang juga mantan Bupati Minsel periode 2005 – 2010 ini menyatakan dukungannya terhadap pasangan FDW-PYR dan siap bekerja turun ke masyarakat untuk membantu memenangkan pasangan FDW-PYR di Pilkada Minsel tanggal 9 Desember 2020.

“Saya Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) dan keluarga menyatakan mendukung FDW – PYR untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Minsel karena Figur yang tepat untuk membangun Minsel dengan Perubahan wajah Minsel yang sesunggunya” ucap RML dihadapan FDW-PYR dan Tim Pemenangan, Selasa (09/09 ) siang.

Terkesan dengan Sosok FDW yang Rendah hati dan PYR yang Religius ,RML mengaku FDW dinilainya sebagai figur muda pekerja keras, merakyat, rendah hati dan memiliki kapasitas yang tak bisa diragukan kemampuannya untuk menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya. Ditambah lagi dengan sosok PYR yang populer dan dinilainya sebagai calon wakil bupati yang ramah.

Cabup Minsel FDW mengaku sangat bangga dan bersyukur dengan dukungan yang diberikan oleh mantan Bupati Minsel tersebut. dirinya berharap dukungan yang diberikan RML menjadi tambahan motivasi bagi dirinya dan tim untuk memenangkan kontestasi Pilkada Minsel.

“Saya bersykur RML mendukung ssya dan Tim menambah semangat dan saya dan pak Pdt PYR dengan doa dan harapan kepada Tuhan saja akan mewujudkan perubahan yang jauh lebih baik seperti yang diharapkan masyarakat Minsel,” tandasnya.
(Vandytrisno)




Permudah Pendaftar Calon KPID, Setwan Sulut Siapkan Help Desk

Sulut, detiKawanua.com – Pendaftaran calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lewat tim seleksi mendapat dukungan dari Sekwan Glady Kawatu.

Hal itu di buktikan dengan sekertariat Dewan melayani pendaftar untuk memverifikasi berkas yang masuk dari pendaftar calon anggota KPID.

“Berkas yang masuk langsung diverifikasi. Agar 21 September sudah langsung mulai dengan pembukaan tahap seleksi,” ungkap Kawatu.

Selain itu, Sekretariat Dewan menyiapkan help desk di kantor DPRD Sulut bagi calon pendaftar yang ingin mengetahui lebih jelas mengenai syarat-syarat menjadi calon anggota KPID.

“Silakan datang ke kantor dewan kalau ada tidak jelas. Lamaran juga bisa dialamatkan ke email yang sudah dicantumkan di pengumuman,” jelas Kawatu.

Ketua Timsel Calon Anggota KPID Stefanus Vreeke Runtu (SVR) sebelumnya telah membeberkan jika syarat penerimaan calon anggota KPID ini sangat mudah.

“Tidak ada pungutan biaya dan persyaratannya mudah. Di antaranya mengenai rapid test, calon pendaftar akan difasilitas pemerintah di rumah sakit milih Pemprov. Demikian juga dengan surat keterangan kesehatan. Pendaftaran akan ditutup pada 19 September,” ungkap SVR.  (***)




Silvia Gobel Sebut Pelayanan JKN-KIS Lebih Tinggi Tak Sebanding Biaya Iuran BPJS Kesehatan

Bolsel, detiKawanua.com – Silvia Gobel tercatat sebagai peserta segmen mandiri sejak tahun 2018, berdomisili di desa Tangagah Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Silvia berakitivitas sehari – hari seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai petani, bersama 4 anggota keluarganya.

Menurut Silvia dirinya belum pernah memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dirinya bercerita bahwa banyak sekali masyarakat yang belum memahami arti pentingnya jaminan kesehatan, meski sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan sudah mengunakan untuk berobat namun lupa untuk membayar iuran padahal membayar Iuran  Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia sehat (JKN-KIS ) adalah salah satu cara melindungi ekonomi keluarganya dari musibah sakit yang kapan saja bisa menimpa keluarganya.

“Membayar Iuran JKN-KIS adalah cara untuk melindungi ekonomi keluaraga dari musibah sakit yang kapan saja datang menimpah keluarga padahal iuran yang sudah dibayar digunakan untuk saudara kita yang sakit, dan begitupun sebaliknya, jika kita sakit iuran itu digunakan untuk membiayai biaya pengobatan sendiri, artinya saling mebantu dan melindungi,” tutur silvia belum lama ini.

Lebih lanjut ia bercerita bahwa, ia bersyukur karena selama ini keluarganya masih diberikan kesehatan, dan belum mengunakan kartu JKN-KIS, semoga selalu tetap sehat dan diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT.amin

“Alhamdulillah, kami masih diberi kesehatan sekeluarga. Tetapi kami tetap membayar iuran BPJS Kesehatan,” terangnya.

Dirinyapun menyadari bahwa iuran BPJS Kesehatan tidak sebanding dengan manfaat pelayanan kesehatan.

“Ekonomi sedang susah, BPJS Kesehatan saya hitung-hitung sebagai perlindungan ekonomi jika sewaktu-waktu sakit,” lanjutnya.

Diapun berpesan agar masyarakat tetap membayar iuran JKN-KIS  secara rutin mengingat pentingnya BPJS Kesehatan sebagai kewajiban dan wujud gotong royong menolong yang sakit. (Baim)




Telan Milliaran Rupiah, PUPR Boltim Bangun Sejumlah Pekerjaan Peningkatan Jalan

Salah satu Pekerjaan peningkatan jalan pantai desa Tombolikat.

Boltim, detiKawanua.com – Pekerjaan peningkatan jalan pantai desa Tombolikat kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Boltim, saat ini realisasi pekerjaan sudah masuk 22 persen.

Kepada awak media ini, Kepala PUPR Boltim, Ari Purwadi Mokoginta mengatakan bahwa pekerjaan peningkatan jalan di desa Tombolikat sudah masuk 22 % pekerjaannya. Untuk total panjang 2,5 Kilo meter (Km) dengan anggaran sebesar Rp 7,915.834.761 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Total panjang pekerjaan 2,5 Km dari titik 0, lebar jalan 14 meter, dengan pengaspalan hotmix. Waktu pekerjaan 210 hari kalender,” jelas Ari, saat disambangi diruang kerjanya.

Dirinya menambahkan, selain di desa Tombolikat, juga ada pekerjaan saat ini sementara action di desa Togid kecamatan Tutuyan.

“Di Togid, itu pekerjaan peningkatan jalan desa dengan anggaran senilai Rp 2,863 miliar bersumber dari DAK. Realisasinya sudah capai 47 persen. Volume pekerjaan sekitar 1,5 Km hotmix. Kedua pekerjaan jalan Tombolikat dan Togid saat ini sedang action,” ujarnya, Selasa (8/09) siang tadi.

(Fidh)




Pekan Kemarin, BST Juli – Agustus Sudah Direalisasikan

Kepala Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin, Ni’ma Mokoagow.

Boltim, detiKawanua.com – Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap lanjutan bulan Juli hingga Agustus kepada penerima dampak covid-19 selesai direalisasikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boltim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Fakir Miskin, Ni’ma Mokoagow mengatakan, bahwa perealisasian BST tersebut, sudah tersalur pada pekan kemarin, Jumat (4/09).

“Untuk penyaluran BST bulan Juli-Agustus sudah selesai. Penyalurannya kami lakukan selama 3 hari,” jelas Ni’ma kepada awak media ini, Selasa (8/09) diruang kerjanya.

Sebanyak 4.151 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat berhak menerima di kabupaten Boltim, “jumlahnya sebanyak 4.151 keluarga penerima manfaat, yang mendapatkan bantuan,” bebernya.

Penyaluran tahap lanjutan tersebut, kata Ni’ma, ada pengurangan total Rupiah yang awalnya senilai Rp 600.000.00 per-KPM, setiap 1 bulan. Namun, saat ini tinggal setengah dari nilai tersebut.

“Per-KPM menerima, sebesar Rp 300 ribu per Bulan. Pada tahap penyaluran kali ini, kami berikan dua bulan sekaligus, jadi total jumlah yang diterima KPM yakni sejumlah Rp 600.000.00,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk BST per bulan September, nantinya akan direalisasikan pada bulan November mendatang. “BST untuk bulan September, akan kami salurkan kembali pada bulan November mendatang” ucap, Ni’ma siang tadi. (Fidh)