Untuk Kelancaran Jalan TMMD, Pengecekan Material Terus Dilakukan

Kendal, detiKawanua.com – Pelaksanaan kegiatan TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tinggal sepekan lagi akan selesai.

Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.200 meter sasaran fisik utama program TMMD Reguler Ke-109 Kodim 0715/Kendal hampir memasuki titik akhir pada minggu keempat ini.

Untuk itu, Bati Bakti TNI Kodim Kendal, Serma Suwandi selalu aktif mengecek ketersediaan material agar pelaksanaan pembangunan pengecoran jalan dapat berjalan lancar dan bisa selesai sebelum pelaksanaan penutupan program TMMD Ke-109 .

“Saya harus selalu aktif mengecek ketersediaan material baik semen, pasir maupun batu yang akan digunakan untuk pengecoran jalan,’’ beber Serma Suwandi.

Menurutnya, sema itu supaya satgas TMMD yang dan warga yang bekerja di sasaran fisik rabat beton program TMMD bisa selalu bekerja dan bisa lancar dalam menyelesaikan pengecoran jalan dan selesai tepat waktu. ‘’Jangan sampai gara-gara material terlambat lantas menghambat pekerjaan,’’ imbuh Serma Suwandi. (Pendim 0715/Kendal)




Komunikasi jalin Kedekatan antara SatGas dan Warga

Kendal, detiKawanua.com – Kemanunggalan TNI dan rakyat harus jadi prioritas utama dalam TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kuncinya, komunikasi merupakan wujud kegiatan sederhana yang mereka lakukan.

Adalah Praka Yanto, anggota satgas TMMD Kodim Kendal yang selalu berupaya melakukan pendekatan kepada warga desa. ‘’ Ngobrol apa saja dan mungkin apa-apa yang menjadi keluh kesah mereka kita bisa membantunya,” terangnya.

Apa yang ditanam oleh Praka Yano juga membuahkan hasil. Warga pun menaruh simpati kepadanya. ‘’Alhamdulilah, Pak ternyata bapak-bapak TNI disini baik-baik dan berkat kehadiran beliau disini selain membangun desa kami menjadi lebih maju, juga sering membantu saya apabila ada kendala masalah yang belum terpecahkan di seputar lingkungan desa,” beber Maryadi (41) yang tokoh masyarakat. (Pendim 0715/Kendal)




Selalu Hadir dan Motivasi Warga di Lokasi Pengecoran Jalan TMMD

Kendal, detiKawanua.com – Danpos Ramil Kangkung, Pelda Supriyadi selalu datang di lokasi rabat beton, jalan sepanjang 1.200 meter yang menjadi program TMMD TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pelda Supriyadi selama pelaksanaan TMMD Reguler Ke-109 yang diberi mandat sebagai koordinator rabat beton pada program TMMD beliau selalu hadir setiap hari sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai koordinator pengecoran jalan.

”Sudah tugas dan tanggung jawab saya sebagai koordinator sasaran fisik pengecoran jalan, maka saya harus ada setiap hari di lokasi untuk mengarahkan satgas TMMD dan masyarakat yang bekerja di lokasi. Sekaligus untuk memacu semangat mereka,’’ungkap Pelda Supriyadi mantan pasukan Raider itu.

Menurutnya, semua itu supaya pengecoran jalan agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan nantinya dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan,” ungkap (Pendim 0715/Kendal)




Satgas TMMD Terus Pacu Semangat Warga

Kendal, detiKawanua.com – Sejumlah anggota TNI yang terlibat TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, utamanya di lokasi pengecoran jalan (salah satu sasaran fisik TMMD), terus tunjukan semangat membara.

Hal itu dilakukan disamping untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan TMMD sekaligus untuk memberi contoh dan memacu semangat warga yang ikut gotong royong.

‘’Paling tidak mereka para warga akan terbawa untuk terus bersemangat menyelesaikan pekerjaan sisa TMMD, apalagi tidak lama lagi TMMD akan segera usai,’’ papar Pratu Yusuf, anggota Satgas TMMD Kodim Kendal yang dari satuan Yonif 410/Alugoro.

Hal serupa juga dilakukan para TNI anggota Satgas lainnya, di pengecoran betonisasi jalan. Selalu berbaur dengan warga dan menunjukan kerja keras dan trengginas, semua itu dilakukan untuk kejar target, bahwa betonisasi jalan harus selesai sebelum TMMD usai.

Adalah Pratu Yusuf yang dari Yon 410/Alugoro yang terlibat satgas TMMD Kodim 0715/Kendal, karena kerja keras yang dilakukan, ia menjadi sorotan warga saat antri mengambil adukan material yang keluar dari mesin molen. Dengan tubuhnya yang kecil, tegap penuh berisi dengan cekatan serta terampil membawa angkong untuk diisi adukan molen yang sudah jadi.

“Wah Pak TNI yang masih muda-muda tubuhnya kecil tapi sigap sigap dan cekatan serta terampil dalam bekerja. Itu mau tidak mau warga terbawa untuk ikut kerja keras,” ujar Sarmadi ( 54) warga dusun Pening yang kebetulan mendapat giliran untuk ikut kerja bakti membangun jalan TMMD. (Pendim 0715/Kendal)




Satgas TMMD Tetap Jaga Kesehatan dan Patuhi Kesehatan

Kendal, detiKawanua.com – Suasana sore hari di lokasi TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tampak suara mesin molen sudah mulai berangsur angsur berhenti.

Bersamaan dengan itu pertanda jam istirahat kerja sore di lokasi TMMD sudah tiba. Tandanya bersamaan dengan suara mesin molen yang sudah berhenti. Disusul para TNI Satgas dan warga berkemas untuk pulang ke rumah masing-masing.

Disaat itulah Danpos Kangkung Pelda Supriadi, selaku yang dituakan di lokasi pengecoran jalan memberikan contoh kepada para anggota Satgas TMMD maupun warga yang terlibat pengerjaan betonisasi jalan, untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum kembali kerumah masing – masing.

“Saya berikan contoh mencuci tangan ini, setidaknya Satgas TMMD dan masyarakat, setelah sampai di rumah tangan sudah dalam keadaan bersih tidak membawa kuman atau bakteri yang lain dan memutus mata rantai penyebaran covid 19, ” ungkap pelda Supriadi.

Dikatakan, hal itu menjadi protap di pelaksanaan TMMD dari Kodim Kendal di Desa Sendang Kulon, yakni melakukan pembangunan tanpa meninggalkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. (Pendim 0715/Kendal)




Pastikan “Aman”, Dansatgas TMMD Terus Kunjungi Jalan TMMD di Sendang Kulon

Kendal, detiKawanua.com – Pastikan aman, artinya jalan yang merupakan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, selesai sebelum TMMD ditutup, Letkol Inf Iman Widhiarto S.T. selaku Dansatgas TMMD terus kunjungi sasaran fisik tersebut.

Hampir tiap hari, orang nomor satu di jajaran Kodim Kendal itu terus semangat untuk melangkahkan kaki menuju lokasi betonisasi jalan. Terlebih tidak lama lagi TMMD akan segera berakhir.

Letkol Inf Iman Widhiarto S.T. selaku Dansatgas TMMD, bahkan selalu menyempatkan waktu luangnya untuk memantau bahkan ikut terjun berbaur dengan anggota satgas dan warga di lokasi proyek pengerjaan betonisasi jalan yang memang sangat dibutuhkan warga desa sasaran.

“Hal ini penting saya lakukan, dan memang sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai Dansatgas, untuk selalu mengontrol, mengawasi, dan meyakinkan betul kualitas betonisasi jalan sesuai dengan yang diinginkan serta diharapkan masyarakat Desa Sendang Kulon. Selain itu untuk memastikan proyek jalan selesai sebelum TMMD ditutup,” papar Letkol Iman Widhiarto S.T. (Pendim 0715/Kendal)




Maksimal Membantu, Petani Diuntungkan Pembangunan Jalan TMMD

Kendal, detiKawanua.com – Area persawahan yang luas membentang, sebanding dengan jumlah penduduk Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,yang rata rata warga setempat berprofesi sebagai petani.

Dengan adanya TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, di mana di salah satunya mmebangun jalan cor sepanjang 12 Km, para petani di Desa Sendang Kulon, termasuk Karang Taruna Desa Sendang akan terbantu dengan pembangunan jalan itu.

Merasa terbantu, mereka para petani sebagai wujud syukurnya tidak hanya mendoakan saja, melainkan mereka juga ikut nyengkuyung bahu membahu bekerja bersama TNI.

“Kami para petani Desa Sendang Kulon mengucapkan matur suwun kepada Bapak TNI, jalan kulo sampung dibangunke. Apalagi jakan yangdibangun jalan betoni, yang ada di tengah-tengah area persawahan, tentu akan memudahkan aktivi para petani,’’ ujar Ngasroni (55) salah seorang petani desa Sendang Kulon. (Pendim 0715/Kendal)




Untungkan Proyek TMMD, “Petaka” Bagi Petani Bawang

Kendal, detiKawanua.com – Cuaca yang tak menentu akhir akhir ini di Kabupaten Kendal, khususnya di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, yakni sering turun hujan, sangat berpengaruh pada petani, terutama petani bawang.

Hanya, sering turunnya hujan itu sangat menguntungkan untuk penyelesaian salah satu proyek fisik TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa Sendang Kulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yakni betonisasi jalan yang berada di Desa Sendang Kulon.

Dengan sering turunya hujan (kebanyakan di malam hari), membuat irigasi di pinggir proyek betonisasi jalan airnya melimpah dan itu akan memudahkan proses pengecoran yang memang butuh air dalam jumlah besar.

“Biasanya kemarin, sebelum hujan turun susah mencari air untuk bahan mencampur adukan semen atau sarana mencuci. Sekarang Alhamdulillah dengan sering turunya hujan meringankan beban saya untuk menimba air yang akan digunakan untuk membuat adonan cor jalan,” ujar Praka Wahyu Adi Prabowo anggota Satgas TMMD Kodim Kendal yang dasi satuan Arhanudse 15/TK. (Pendim 0715/Kendal)




Pjs Bupati Boltim, Berikan Materi Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Boltim, detiKawanua.com – Penjabat (Pjs) Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Christiano Talumepa membuka resmi acara pelatihan tata kelola destinasi wisata bertempat di Goba’ Molunow Kecamatan Mooat yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Boltim.

Talumepa menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat strategis tentang bagaimana peran pemerintah didalam mengupgrade pengetahuan dan pemahaman untuk bagaimana tata kelola pariwisata yang baik.

“Pariwisata ini, kita harus lihat dalam perspektif industri pariwisata. Bukan pariwisata dalam artian yang sempit, pada industri patiwisata semua stakeholder terkait seperti wisatawan, travelnya, angkutannya, destinasinya semua dalam bentuk industri dan harus ada managemen pengelolaan, agar menjadi industri yang profesional.
Pariwisata ini sangat menarik karna, bisnis ini sebenarnya given, contoh wisata Goba’ Molunow ini hanya dibangun bangunan dan sarana penunjang lain. Tetapi yang dijual adalah destinasi alam yang merupakan pemberian Tuhan,” ujarnya.

Ada istilah triple buttom line dalam pariwisata yang terdiri dari 3P yakni, pertama planet terdiri dari bumi, sumber daya alam yang di Boltim sangat kaya, sangat diberkati semua ada disini dan ini bisa di jual.

Kedua, people orang atau wisatawan.
Ketiga, Profit ini yang menjadi tujuan bisnis pariwisata.

“Yang akan dikembangkan oleh pemerintah sekarang, adalah destinasi sistem klaster, destination of differend atau menjual pariwisata yang beda-beda sesuai dengan local distand, sesuai dengan keunggulan kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah supaya punya daya tarik, tidak monoton banyak pilihan destinasi,” jelas Talumepa.

Dan untuk menunjang hal diatas, kata dia, tidak lepas dari tiga pilar yakni state govermen, pelaku usaha dan masyarakat. “Tiga pilar ini yang menciptakan destination of future, pariwisata masa depan dan titik sentral dari itu semua adalah, bagaimana peran masyarakat yang harus kita libatkan agar akan terjadi multiplayer effect. Karena, adanya kegiatan ekonomi yang lebih besar dalam bidang pariwisata yang diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi dibawahnya yang memiliki lingkup yang lebih kecil atau trikle down effect, efek menetes kebawah,” ujarnya.

Selanjutnya, dikondisi pandemi covid sekarang ini adalah kesempatan kita untuk membenahi sarana-prasarana pariwisata supaya ketika covid berakhir, maka dunia pariwisata akan bergeliat karena iklim investasi akan masuk.

“Kedepan akan ada satu kebijakan Pemprov, agar destinasi pariwisata yang ada di Boltim dipaketkan dengan daerah lain yang ada di Sulut dalam paket pariwisata,” terang Talumepa.

Kegiatan pelatihan ini di ikuti oleh 50 orang pelaku usaha pariwisata, dan dibagi dalam dua sift atau dua kelas. Pemateri provinsi, Dino Gobel staf khusus Gubernur bidang pariwisata serta dari Dinas Pariwisata Boltim.

(Fidh)




Pelayanan Terbaik JKN-KIS, Dua Rumah Sakit BPJS Kesehatan Tondano Terima Penghargaan

Minahasa, detiKawanua.com – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus mengalami peningkatam, Itu tak lepas dari usaha pemerintah untuk terus mengupayakan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Salah satunya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Kepastian jaminan pelayanan kesehatan di Fasilitas kesehatan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia, yang telah lama merindukan pelayanan kesehatan bermutu dan terjangkau. Meski harus diakui masih terdapat kekurangan, akan tetapi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rumah Sakit (RS) yang menerima peserta JKN-KIS terus berusaha memberikan pelayanan terbaiknya.

Sebagai penghargaan terhadap fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi dalam menyukseskan Program JKN-KIS dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta diselenggarakanlah BPJS Kesehatan Awards 2020, Rabu (14/10/) BPJS Kesehatan diselenggarakan award FKTP paling berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN- KIS Kategori klinik pratama tingkat kedeputian wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tondano, Irfan Chandra Nugraha mengatakan, untuk wilayah BPJS Kesehatan Cabang Tondano ada sembilan kabupaten/kota yakni di wilayah Minahasa Raya dan Bolaang Mongondow Raya. Yang dalam hal ini sebagai penerima penghargaan yaitu Rumah Sakit Budi Setia dan Rumah Sakit Gunung Maria. Award kali ini diikuti oleh seluruh wilayah BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. Khusus untuk Cabang Tondano sistem penilaiannya diantaranya pihak BPJS Tondano memberi masukan ke pusat tentang rumah sakit yang berkompeten.

Contohnya berupa inovasi dan pelayanan kepada masyarakat terutama kepada JKN-KIS yang dilaksanakan oleh rumah sakit tersebut. “Untuk wilayah BPJS Tondano, dari sembilan Kabupaten/Kota terdapat 19 rumah sakit. Berdasarkan jumlah tersebut kami buat seleksi rumah sakit mana yang memenuhi kriteria dari award ini,” katanya.

Bagi rumah sakit yang belum mendapat penghargaan, lanjut dirinya, pihak BPJS Kesehatan Tondano lanjut Nugraha, bakal melakukan koordinasi dalam meningkatkan layanan dan inovasi. “Kami juga berharap agar nantinya seluruh rumah sakit dibawah BPJS Tondano bisa menerima penghargaan secara merata, dengan cara melakukan studi banding antara rumah sakit yang sudah menerima penghargaan dengan yang belum,” ujar Nugraha.

“Karena memang kalau kita lihat jenis kelas rumah sakit maka terdapat sejumlah perbedaan baik dari segi sarana maupun pra sarana dengan rumah sakit dibawah kelas A. Sehingga kami berencana bakal melaksanakan Bimtek untuk rumah sakit yang memiliki tingkat C dan D, kita akan lakukan komitmen juga untuk meningkatkan teknologi dalam pelayanan,” tandasnya. (Baim)