Untuk Sulut OD-SK Didoakan Majelis GPDI Sulut

(foto:ist)
Sulut, detiKawanua.com – Pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) terus berusaha mendukung pembangunan keumatan seluruh kepercayaan dan agama di Sulut.Hal ini membuat hampir semua pemimpin dan tokoh agama memberikan dukunga moral lewat topangan doa.
Seperti yang dilakukan oleh ketua Majelis Daerah GPDI Sulut Gembala Ivon Awuy bersama Gembala Wempie Jhonson Kumendong bersama para petinggi dan gembala GPDI Sulut lainya, Jumat (6/11/2020) di kediaman pribadi Olly Dondokambey di Kolongan Minahasa Utara.
“Tugas moral kami adalah mendoakan siapa saja calon pemimpin Sulut yang berkenan kami doakan, termasuk Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandouw”ujar Ivon Awuy usai mendoakan dan memberi tumpangan
Pengutusan kepada Olly Dondokambey bersama Steven Kandouw.
Awuy menuturkan terlepas dalam konteks politik, selama memimpin Sulut selama lima tahun silam, Olly-Steven telah menempatkan para tokoh agama khususnya di kalangan GPDI sebagai partner pemerintahan dalam mendorong pembangunan moral dan sarana peribadatan interdenominasi gereja dan semua agama di Sulut.
“Saya atas nama para Gembala dan jemaat GPDI se-Sulut berterima kasih atas atensi selama ini dan akan mendoakan semua rencana dan usaha serta turut mendukung Pilkada serentak di Sulut 9 Desember 2020 akan lancar sesuai rencana,”kata orang nomor satu di Majelis Daerah GPDI Sulut.
Sementara itu, calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan sejak memimpin Sulut pada periode pertama, salah satu prioritas pembangunan dengan alokasi dana APBD yang cukup signifikan adalah pembangunan mental dan moral masyarakat salah satu diantaranya adalah bantuan pembangunan rumah tempat beribadah, bantuan bagi ormas dan kegiatan keagamaan semua agama yang ada.
“Fakta yang ada, selama kami memimpin Sulut pada periode lima tahun lalu, hampir semua golongan agama di Sulut tersentuh dengan perhatian bantuan dana yang besar.”tandas ketua MPH-PGI itu sambil berterima kasih kepada petinggi Majelis Daerah GPDI serta tetap meminta doa dan dukungan kepada tokoh agama se-Sulut dalam menghadapi seluruh tahapan Pilgub Sulut yang akan puncak pada 9 Desember 2020 mendatang.
(**/Rils)




“Berbagai capaian pembangunan sudah mulai dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Minahasa. Geliat ekonomi Minahasa makin menunjukkan trend yang baik, dimana klim investasi daerah makin baik. Kinerja ekonomi daerah ini tentu memberikan kontribusi penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran dalam tiga tahun,” kata ROR dalam sambutannya.
“Di bidang pemerintahan, fungsi pelayanan publik dirasakan makin baik dengan wadah R3D Call Center, yang menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai keluhan masyarakat dan respon cepat untuk menjawab keluhan tersebut,” ungkapnya.
“Pelaksanaan program menyentuh kepentingan masyarakat Minahasa seperti bantuan seragam sekolah bagi anak kelas 1 SD dan 7 SLTP, Program bantuan dana duka, BPJS Ketenagakerjaan yang makin meluas dengan dukungan ASN melalui ASN Care, bantuan keluarga yang terkena bencana, Bantuan tas ramah lingkungan bagi setiap keluarga di Minahasa serta mengcover rakyat Minahasa melalui BPJS Kesehatan telah diaktualisasikan,” tukasnya.
“Perjuangan memutus mata rantai COVID-19, mengobati yang sakit dan mencegah kematian, sudah di lakukan. Untuk itu, ROR RD atas nama Pemerintah Minahasa dan rakyat Minahasa menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada dokter dan perawat serta seluruh petugas kesehatan, kepada tokoh masyarakat, para relawan awak media, aparat TNI dan POLRI serta para ASN di Tanah Toar Lumimuut, yang tanpa lelah memberikan tenaga dan pikiran dan kepada semua pihak yang ikut membantu penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak COVID-19,” ujarnya.
Sementara, pada Rapat Paripurna Hari Jadi Minahasa ini juga, dilakukan pemberian gelar adat pada Dua Tokoh yang oleh Majelis Kebudayaan Minahasa di pandang layak untuk memperoleh Gelar teesebut yaitu DR Jan Maringka SH MH sebagai Tonaas Wangko Gumi’iroth Um Banua dan DR Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA, sebagai Tonaas Papendangan Um Banua. Gelar adat ini merupakan penghargaan dan penghormatan masyarakat Minahasa atas dedikasi dan pengabdian yang sudah disumbangsihkan bagi bangsa dan negara di berbagai bidang. (Adve)





