Secara Virtual Dibuka Sekprov Silangen, Tim Akan Menilai Juga Dorong Sinergitas Pusat Hingga Daerah

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Bertempat disalah satu hotel ternama di Manado, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD/Bappeda) Provinsi Sulut menggelar kegiatan Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota Thn 2021 yang dibuka secara Virtual Sekertaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen SE , Senin (08/02/2021).

Adapun pelaksanaan kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat dimana untuk setiap tamu maupun undangan yang hadir harus mengikuti Rapid Test Antigen.

Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya yang dibacakan Sekprov Silangen memberikan apresiasi kepada Bappeda Sulut yang dapat menggelar kegiatan Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2021 ditengah-tengah kita sedang menangani Pandemi Covid-19.

“Acara ini sangat strategis dalam rangka kita menjaga semangat dalam memajukan Pembangunan Daerah di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Silangen.

Menurut Sekprov dari informasi yang disampaikan Kaban Bappeda Sulut bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, konferhesif, terukur dan dapat dilaksanakan.

“Artinya bahwa proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan ini nantinya akan dinilai oleh tim, disamping itu juga untuk mendorong integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara perencanaan baik itu dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota serta mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan secarah efektif, efisien dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan,” harapnya.

Kepala Bappeda Sulut, Jenny Karouw dalam sambutannya menuturkan antara lain bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini UU No.25 Tahun 2004 Tentang sistim perencanaan pembangunan daerah dan UU No.23 Tahun 2014 Tentang pemerintahan Daerah dan PP nomor 39 tahun 2006 tentang tata cara dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.

” Adapun tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini
1. Mendorong pemerintah daerah agar dapat menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, konferhesif, terukur dan dapat dilaksanakan
2. Mendorong integrasi, singkronisasi dan sinergitas antara pemerintah Pusat, dan perencanaan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian sasaran Pembangunan serta mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi di bidang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” urai Kaban Bappeda Jenny Karouw.

Selanjutnya Karouw mengharapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah yaitu seperti motifasi dan pembelajaran untuk Pembangunan Daerah yang lebih berkualitas.

(*/mild70)




Gaghana Perjuangkan Komoditas Ekspor Hasil Laut Hingga Implementasi SRG Kopra dan Pala

Tahuna, detiKawanua.com -Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME  terus bergerak dalam komitmem membangun wilayah kepulauan perbatasan. Buktinya Rabu (03/02/2021) hingga Kamis  (04/02/2021) Gaghana memimpim tim untuk audience dengan Direktur Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan Luther Palimbong hingga audience dengan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Prof Sidhata Utama Ph.D.CFA dan Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tadjudin Sainkadir melalui Kabid Perdagangan Fera Massora. Menurut Massora dalam kesempatan  bertemu dengan

Direktur Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan Luther Palimbong membahas tentang potensi Eksport hasil Perikanan & hasil Perkebunan serta persiapan Eksport Sabut Kelapa/coco fiber ke Turqi.

“Bupati serius ingin agar komoditi hasil laut Sangihe akan mampu menembus pasar Internasional dengan tujuan berbagai negara. Demikian halnya dengan keberadaan eskpor Kelapa/coco fiber ke Turqi”, ujar Massora.

Sedangkan dalam audience dengan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Prof. Sidhata Utama Ph.D.CFA bersama kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG & Pasar Lelang Komoditas besamama jajarannya dlm rangka implementasi Sistem Resi Gudang (SRG). Bupati Kepulauan Sangihe memaparkan potensi unggulan daerah terutama komoditi hasil perkebunan.

“Kopra dan Pala yang cukup potensial untuk mendapatkan Gudang yang ber-SRG karena sangat membantu para Petani ketika harga anjlok artinya SRG berfungsi sebagai tempat menampung atau menyimpan hasil komoditi Perkebunan saat harga Kopra dan Pala turun dan juga mendapatkan kemudahan bagi petani atau nelayan dan pengusaha dalam meminjam uang di Bank atau Non perbankan dgn bunga murah”, imbuh Massora sambil menambahkan bahwa Bupati berkomitmen untuk terus membangun dan memajukan Sangihe di semua sektor. (js)




Menli Menajang Jabat Plt Kasub Administrasi Sekretariat DPRD Sulut

Sulut, detiKawanua.com – Menli I.O Menajang resmi menjabat sebagai Pelaksana Kepala Sub Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.

Jabatan Menli tersebut tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) nomor 800/21.134/Sekr-BKD yang di tandatangani Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin H.Silangen.

Jabatan Plt. Kasub Administrasi yang di amanahkan ke Menli terhitung mulai tanggal 4 Januari 2021 untuk melaksanakan surat perintah dengan seksama dan penuh tanggungjawab disamping jabatannya sebagai Pelaksana pada Sekretariat DPRD Sulawesi Utara.

Selain itu, surat perintah dengan nomor yang sama, mengangkat O. Fabiola Sumampouw sebagai Plt. Kepala Sub Bagian Perundang-undangan dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Sekretariat DPRD Sulawesi Utara.

(Enda)




Cabuli Anak Kandung, RT Diamankan Polres Sangihe

Tahuna, detiKawanua.com – Entah apa yang ada di pikiran RT (35) warga Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Barat yang berprofesi sebagai nelayan ini kepada perempuan yang tak lain anak kandungnya sendiri. Bukannya menjadi seorang ayah yang menjadi pelindung bagi anaknya, RT malah menodai Bunga (nama samaran) yang masih berusia 13 tahun dengan memegang buah dadanya. 

Kronologi kejadian, RT yang sehabis mabuk dengan teman-temannya pulang ke rumah dan seperti biasa tidur bertiga dengan istri dan anaknya. Dan pagi harinya Tanggal 26 Desember 2016 saat setengah sadar dari rasa kantuknya, tangannya tersentuh dada anaknya. Ehh, bukannya menarik jauh tangannya, RT malah meneruskan perbuatannya dengan meremas bukit kembar milik bunga.

“Saya mabuk bang, waktu bangun tidur pagi tangan ku enggak sengaja tersentuh badannya, kita buka malah aku teruskan bang karena sudah khilaf saya remas bang. Saya menyesal bang, saya khilaf dan ga akan mengulanginya lagi bang. Dan saya tanggung perbuatan saya ini bang,” ujar RT.

Sementara itu Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK membenarkan peristiwa tersebut menurutnya kejadian itu sudah dua kali dilakukan pelaku, dan ketiga kalinya pelaku sempat mengintimidasi korban dengan perkataan hendak mencabulinya lagi.

“Telah dilakukan kasus pencabulan anak dibawah umur, dengan pelaku RT (35) warga Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe dan korbannya adalah anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Kejadiannya pada saat itu dilakukan pertama kali dalam keadaan mabuk pada tanggal 26 Desember 2020,” katanya.

Kedua pada tanggal 20 Januari 2021, dan yang ketiga pada tanggal 21 Januari 2021 tersangka hanya mengintimidasi korban dengan berkata hendak melakukan perbuatan pencabulan itu kembali,” sambungnya.

Ditahannya tersangka atas laporan masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sangihe, dan pada Rabu (03/02/2021) tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

“Awalnya dari laporan dari masyarakat dan dilakukan penyelidikan ternyata benar. Laporannya dari seorang pendeta yang menjadi guru korban. Dan korban bercerita kepadanya bahwa bapaknya telah melakukan perbuatan pencabulan, selanjutnya menghubungi Polres ke Sat Reskrim Unit PPA. Selanjutnya pada hari Rabu (03/02/0/2021) sekitar pukul 13.00 wita diamankan dari rumahnya tanpa perlawanan,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Js)




Dipimpin OD-SK Sinergitas Gerak Cepat, Pemprov Sulut Terus Tangani Sampah Kota Manado

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Kota Manado selain merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara juga merupakan pusat perekonomian. Jikalau Kota Manado kotor bagaimana orang-orang mau datang berkunjung ke Sulawesi Utara?, jadi hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Demikian yang disampaikan Gubernur Olly Dondokambey SE, pada kegiatan kerja bhakti bersama unsur Forkopimda Sulut dalam membersihkan sampah di Kota Manado yang dilaksanakan di Kompleks Marina Plaza Manado, pada Sabtu (06/02/2021).

Menurut gubernur yang saat itu juga didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw, untuk memuluskan pelaksanaan kegiatan dimaksud telah melakukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, dengan melihat keadaan saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo Manado yang sudah penuh dan tidak dapat lagi menampung sampah yang ada, dan harus dicarikan solusinya.

“Makanya karena tempat pembuangan sampah di Sumompo sudah mulai penuh, makanya kita melakukan koordinasi dengan kabupaten Minahasa dan memang ada lokasi pembangunan sampahnya masih belum maksimal dimanfaatkan dan sampah-sampah yang ada di Kota Manado kita angkut kesana,” ujar Gubernur.

Menurut Olly, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Minahasa serta juga telah memantau TPA yang ada di Minahasa Utara dan Kota Bitung dimana diharapkan bisa dipergunakan sembari menunggu TPA Regional Ilo-ilo rampung dikerjakan.

“Ini memang kami lakukan supaya masyarakat khususnya yang ada di Kota Manado merasakan kehadiran pemerintahnya,” kata gubernur yang menambahkan bahwa dirinya juga telah mengirimkan beberapa alat berat/ekskavator di TPA Sumompo guna sedikit meratakan timbunan sampah yang nantinya dapat dipergunakan (didaur) lagi.

“Ini kita libatkan semua, harus serentak dan Fokopimda memang kita libatkan karena ini adalah tanggung jawab kita semua,” beber Olly yang mengungkapkan harapannya agar sinergitas antar kabupaten/kota harus dapat berjalan dengan baik agar supaya dalam menangani persoalan-persoalan darurat dapat dilakukan dan dicarikan solusinya bersama.

“Ini kan salah satu jalan keluarnya lihat saja Kabupaten Minahasa dapat membantu dalam menyiapkan penampungan sampah,” tandas gubernur.

Adapun dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini juga diikuti Sekdaprov Edwin Silangen serta para ASN dan THL dari seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Sulut yang terlibat dalam pembersihan sampah di 17 titik yang ada di Manado.

(*/mild70)




Jateng Di Rumah Saja, Bupati Pati : Pasar Tidak Tutup Total

Pati, detiKawanua.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0001933 tanggal 2 Februari 2021 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) gerakan Jateng di Rumah Saja, pada Kamis (4/2) di Pendopo Kabupaten Pati.

Rakor ini dipimpim langsung oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati, Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafa’at. Adapun rapat diikuti oleh para Kepala OPD, Camat, dan Kepala bagian serta pejabat lainnya yang mengikuti secara virtual.

Pemkab Pati mendukung penuh gerakan Jateng Di Rumah Saja, namun menurut Bupati Haryanto, masih ada hal-hal yang harus didiskusikan bersama untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal wilayah Kabupaten Pati. Oleh sebab itu, rapat koordinasi tersebut digelar, pun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Situasi saat ini, disampaikan oleh Bupati Haryanto saat memimpin rapat, memang dilematis. Bak buah simalakama. Sebab jika tidak menyelenggarakan maka sudah pasti Pemkab Pati dianggap tidak mendukung gerakan ini, namun jika melaksanakan pun akan berbenturan dengan masyarakat, utamanya pedagang dan pelaku usaha.

“Untuk itu, kita ambil jalan tengah. Supaya dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama tidak menyalahi aturan birokrasi. Karena pada dasarnya, semua kebijakan yang kita keluarkan itu berdasarkan dari perintah dan petunjuk kesepakatan dari kepentingan bersama. Bukan semata-mata saya membuat sendiri,” tegasnya.

Bupati Haryanto menyampaikan bahwa gerakan Jateng Di Rumah Saja akan berlangsung selama dua hari pada 6-7 Februari 2021. Gerakan ini bertujuan untuk menekan mobilitas dan aktivitas masyarakat sehingga diharapkan dapat mengurangi laju persebaran Covid-19 di Jawa Tengah.

“Gerakan Jateng di Rumah Saja ini kan untuk menguji, kira-kira selama dua hari kasusnya menurun atau tidak. Tapi kalau dalam dua hari itu mobilitas dan aktivitas masyarakat masih tinggi, ya percuma, tidak ada efeknya lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pasar tidak mungkin ditutup secara total. Sebab aktivitas pasar merupakan gerakan ekonomi masyarakat. Sehingga jalan tengah yang akan diambil adalah pembatasan jam operasional.

Adapun hasil rakor hari ini akan dituangkan dalam Surat Edaran Bupati, dengan beberapa poin penting sebagai berikut:

1. Pasar diperbolehkan buka sampai dengan jam 14.00 siang. Sementara Sabtu sore sampai dengan Minggu sore tanggal 6 – 7 Februari pasar pagi dan pasar sore tutup. Dan Minggu sore kembali buka.

2. Selama pasar tutup, dilakukan penyemprotan disinfektan. Yaitu pada Sabtu sore dan Minggu pagi.

3. Sabtu malam PKL diliburkan. Dan diperbolehkan buka pada Minggu malam.

4. Kafe mulai tanggal 6 – 7 Februari 2021 tutup.

5. TPI Juwana tanggal 6 – 7 Februari 2021 tutup. Sementara TPI lainnya dengan skala lebih kecil boleh buka.

6. Ijab Qobul diperbolehkan pada tanggal 6 – 7 Februari 2021. Terlebih apabila dilakukan di rumah, namun dengan tetap membatasi undangan serta menerapkan protokol kesehatan.

7. Obyek Wisata ditutup pada tanggal 6 – 7 Februari 2021.

Bupati berharap dengan adanya penerapan gerakan Jateng di Rumah Saja, tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Pihaknya selalu berusaha menjalankan aturan yang ada dengan mengedepankan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Pati. (po1/m@s)




Pemda Bolmut Terus Genjot Program Kurangi Buta Aksara

Bolmut, detiKawanua.com –  Upaya Pemerintah Pusat Untuk menurunkan angka buta aksara melalui berbagai strategi dan program telah memperoleh hasil yang membanggakan.
Seperti yang di lakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Terus Menggenjot Program Buta Aksara dari Tahun 2018 sampai dengan sekarang.
Hal ini Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dan kebudayaan (Dikbud) Bolmut melalui kepala Bidang  PAUD dan Pendidikan Masyarakat Hilda potabuga SPd MSi kepeda Media ini Jumat (5/02/2021) mengatakan, awalnya program dari kementerian Dikbud untuk mengurangi Buta Huruf yang ada di daerah terpencil, “dari tahun 2014 Program ini Sudah ada di Bolmut sampai dengan sekarang,” jelas Potabuga.
Menurutnya, tujuan program ini untuk Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dengan huruf latin dan berhitung serta berketrampilan, “data masyarakat yang Buta huruf untuk saat ini  528 orang untuk kabupaten Bolmut, dan yang sudah selesai Belajar 130 orang,” ungkap Hilda Potabuga.
Dia juga berharap di Tahun  akan datang masyarakat Bolmut sudah tidak ada lagi yang Buta Huruf,dan sudah memiliki keterampilan Khusus. (i***)



DWP Basarnas Manado Berbagi Kasih Bagi Warga Terdampak Banjir Longsor

Manado, detikawanua.com – Guna meringankan beban para korban banjir dan longsor di Kota Manado Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas Manado, jumat 5 februari 2021, menggalang dana membantu warga masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Bencana atau musibah akan datang secara tiba tiba, seperti kejadian beberapa hari lalu melanda Kota Manado dan sekitarnya yang telah terjadi banjir dan tanah longsor, hingga mengakibatkan kerugian material dan harta benda.

Dalam kesempatan ini, Ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan) Basarnas Manado menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan berbagi kasih kepada masyarakat Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea yang dirasa sangat membutuhkan bantuan.

Bencana yang melanda di sebagian besar wilayah Manado, menyebabkan dampak kerugian material bagi warga korban banjir dan longsor.

Ketua DWP Basarnas Manado, Rospita Sinaga menyampaikan dalam kesempatan ini, mengajak seluruh masyarakat agar taat dan peraturan pemerintah yang membuang sampah jangan sembarangan, dikarenakan banyak drainase yang tersumbat lantaran sampah. “kami selaku istri – istri pegawai basarnas selalu mendukung penuh kerja, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan”, kata Rospita.b.A




Aksi Kolaborasi Pemprov Sulut dan Sulut United Tangani Sampah di Kota Manado

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Dalam rangka mendukung upaya pemerintah Kota Manado mengatasi persoalan sampah di Kota Manado, Manajemen Sulut United bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulut melaksanakan bakti sosial mengangkut sampah, Jumat (5/2/2021).

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kami atas polemik persampahan di kota Manado.”ujar manajemen Sulut United Handry Kalangi dan Vian Rondonuwu kepada media ini.

Menurut Handry dan Vian ,kegiatan bakti sosial pengangkutan sampah ini didukung oleh Kelompok Suporter Brigata The Man, Kelompok Suporter Barol Sulut United, Djarum Foundation, Charle Talumingan dari KNPI Manado serta suporter Yansen Baban dan Deddy Lakoy serta bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut yang koordinasikan dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan di Kota Manado.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pemerintah Kota dalam mengatasi masalah sampah di kota Manado.”ujarnya keduanya sambil berterima kasih kepada semua pihak terkait yang telah membantu menyukseskan kegiatan sosial ini.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulut yang diwakili oleh staf khusus bidang Olah Raga Victor Rarung, SE saat meninjau kegiatan itu menegaskan dukungan dan kepedulian manajemen Sulut United ini patut di apresiasi dan sangat tepat sasaran.

Dikatakannya, persoalan sampah di Manado beberapa waktu terakhir ini tidak dapat teratasi secara maksimal, khususnya pasca banjir dan tanah longsor.

“Polemik dan solusi atasi persampahan saat ini juga menjadi salah satu perhatian pak Gubernur, mengingat kota Manado merupakan ibu kota Provinsi yang harus tertata dengan indah, bersih dan asri.”kata Rarung sambil berharap pihak swasta lain perlu mendukung dan berkontribusi untuk mengatasi persoalan sampah di kota Manado.

Adapun kegiatan manajemen Sulut united ini juga di suport oleh para maniak dan support tim Sulut United di Manado.

Inilah rute dan lokasi Tim bakti sosial Sulut United ini mengangkut sampah.

*Truck 1 – Kec. Malalayang*

Stadion Klabat – Kodim – Pagar Panjang – Kleak – St. Yoseph – Bahu – Malalayang – Boulevard – Boulevard 2 (Sindulang Mas)

*Truck 2 – Kec. Sario*

Stadion Klabat – SMA 1- Jalan Siswa – Depan Gereja Sakobar – KONI – Jalan Ahmad Yani – RS Ratumbuysang – Jalan Bethesda – Jalan Kembang – Gedung DPRD Sulut Lama – Boulevard 2 (Sindulang Mas)

*Truck 3 – Kec. Wanea*

SPN Karombasan – SMP 4 – Gereja Syalom Karombasan – Wanea Plaza – Tanjung Batu – Rike – RS Mata – Kandep – SMA 2 – RS Advent – Kodam – Lampu Merah Teling – Boulevard 2 (Sindulang Mas)

*Truck 4 Kec. Tikala & Paal 2*

Pomorouw – Banjer – Pertigaan Taas – Paal 4 – Belok Kiri Kantor Camat Paal 2 – Jalan Raya Perkamil – Putar Balik Poltekes – Dendengan Dalam – Keluar Jembatan Miangas – Belok Kiri Tikala Ares – Balai Kota – Martadinata – Belok Kampung Ternate – Boulevard 2 (Sindulang Mas)

*Truck 5 – Kec. Wenang, Kec. Singkil & Kec. Tuminting*

Jalan 17 Agustus Bumi Beringin – Lampu Merah Teling – Jalan Toar – Gereja Paulus – Jalan Sam Ratulangi – Belok Kanan Orlane – Boulevard – Belok SMA Rex Mundi – Jalan Garuda – Jalan Sarapung – Belok Saroja – SMP 1 – Jalan Sudirman – Plaza – Perlimaan – Belok Kanan Maramba – Kanaka – Komo Luar – Kombos – Wonasa – Tuminting – Boulevard 2 (Sindulang Mas).

Pantauan media ini, sampah yang berhasil di angkut oleh truk yang disiapkan oleh Manajemen terpaksa membuang sampah ke TPA yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa.Hal itu dikarenakan volume sampah di kota Manado sangat tinggi sehingga menyebabkan lokasi Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Sumompo tidak dapat menampung sampah.

(*/mild70)




Aksi Peduli Bencana Manado, INNS Sulut Turun Salurkan Bantuan Langsung

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com – Peduli bencana banjir dan longsor di Manado, Ikatan Nyong dan Noni (INNS) Sulawesi Utara  menggelar bhakti sosial dalam upaya meringankan beban bagi para korban bencana yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kota Manado.

Jumat (5/2/2021) siang tadi, di pimpin Ketua INNS Provinsi Sulut, dr Kartika Devi Tanos bersama para pengurus lainnya menyalurkan bahan pangan kepada para korban bencana banjir dan tanah longsor bertempat di Kelurahan Taas Kota Manado.

 

dr Kartika Devi Tanos mengatakan kegiatan saat ini bersama para pengurus INNS, dalam rangka menggelar aksi bakti sosial (baksos) untuk korban bencana alam.

“Daerah Kelurahan Taas menjadi sasaran kami saat ini dalam penyaluran bantuan sosial dan bahan natura lainnya. Ini merupakan bentuk kepedulian dari para teman-teman pengurus INNS dalam membantu para korban bencana alam di Manado. Bantuan semuanya ini hanya dalam waktu dua hari kami kumpulkan. Seperti bantuan kasur, minyak, dispenser, tikar, beras dan bantuan natura lainnya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi para korban banjir dan longsor,” ungkap istri tercinta Wakil Gubernur Sulut  Steven Kandouw itu.

Sembari dirinya mengatakan penerima bantuan ini sudah didaftarkan. Artinya sebelum kami kesini sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat Kelurahan yang ada.

“Jadi mana yang di prioritaskan untuk mendapatkan bantuan. Karena bantuannya tidak banyak. Namun bantuan ini sangat membantu. Semoga berkenan untuk keluarga yang dibantu,” pungkas Devi sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pala Lingkungan IV Kelurahan Taas, Herdy Maleke menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh pengurus INNS yang peduli terhadap para korban banjir dan longsor di Kelurahan Taas.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah Kelurahan Taas, Kepala Lingkungan IV dan Lurah serta para keluarga korban menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh pengurus INNS yang peduli terhadap korban bencana alam. Semoga selalu diberkati Tuhan, dan selalu dibukakan jalan serta tetap semangat,” tuturnya.

(*/mild70)