Tak Kenal Waktu Lowong, Gubernur Olly Selain Fokus Tangani Covid19 Juga Sebagai Tani Pun Edukasikan Rakyat Sulut Bercocok Tanam

Manado, detiKawanua.comTak terkecuali, semua orang apapun status sosial maupun jabatannya hingga sekarang ini merasakan dampak dari pandemik Covid19 yang melanda hampir keseluruhan negara dunia. Untuk Indonesia terlebih khususnya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), imbas dari pandemik Corona itu pun ‘memaksa’ tidak sedikit para pejabat, pimpinan/kepala daerah harus melakukan kebanyakan tugas kerja kantor dan pemerintahan serta rutinitas dari rumah dikarenakan kebijakan pemerintah Work From Home (WFH) ataupun Stay at Home (dirumah saja) demi memutus mata ranta penyebaran wabah Corona.

Salah satunya Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang sehari-harinya dikenal dengan kesibukan tugas tanggungjawab kerja dalam mendrive pemerintahan provinsi dan harus terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, harus memantau perkembangan di kabupaten kota serta berkoordinasi bersama jajaran forkopimda dan instansi vertikal kementerian yang ada di Sulut baik melalui Video Teleconference maupun rapat terbatas (ratas) langsung di Kantor Gubernur, akan penanganan Covid19 dan terus berupaya fokus melayani rakyat yang terdampak pandemik tersebut.

Disisi lain, sosok Olly dengan jabatan gubernur itu juga dikenal berjiwa tani itu pun ternyata hampir tak ada waktu lowong baginya karena harus melakukan rutinitas bertani bercocok tanam saat mengisi waktunya yang lowong.

Seperti halnya yang kerap kali terpantau media akan aktivitas berkebun yang dilakukan Gubernur Olly, yang pada Rabu (29/02/2020) pagi sudah berada dikebun bersama sang istri Ibu Rita Tamuntuan, yang kali ini bercocok tanam tanaman Jahe (Goraka) yang merupakan suatu edukasi bahwa Jahe disebut-sebut merupakan salah satu tanaman berkhasiat untuk menangkal Virus Corona.

“Penanganan Covid 19 menjadi prioritas, baik warga terdampak langsung maupun yang tidak langsung. Seperti pelaksanaan pemberian bantuan pada warga sementara dipersiapkan dan segera akan disalurkan lagi,” terang Gubernur.

Sekilas pula dijelaskan Ibu Rita bahwa tanaman Jahe memiliki banyak manfaat kelebihannya, yakni selain mudah ditanam di lokasi lahan yang tidak luas atau bisa ditanam di pekarangan rumah, juga mudah dalam perawatannya.

Adapun juga Gubernur Olly pada laman akun Facebook miliknya mengatakan bahwa tanaman ini banyak dibutuhkan masyarakat juga, di pasar itu sebagai salah satu bahan penting untuk dikonsumsi masyarakat. Untuk itu marilah kita untuk dapat menanam Jahe. Disamping sebagai bahan rempah rempah juga sebagai bahan obat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. (tim/mild70)




Langkah Bijak BSG Ditengah Pandemik Corona, Bantu 7623 Pensiunan ASN Dengan Bapok

Manado, detiKawanua.comDitengah situasi pandemik Covid-19 atau Corona yang dampaknya sekarang ini melanda hampir seluruh negara hingga di Indonesia di daerah Sulawesi Utara (Sulut) pun turut merasakan dampak wabah yang dinilai berbahaya itu, yang pada akhirnya oleh seluruh pihak baik pemerintah maupun swasta harus mengambil berbagai langkah strategis dalam menghadapi situasi sekarang ini baik penanganan pencegahan bahkan dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat yang berjuang memutus mata rantai penyebaran virus melalui Stay at Home (dirumah saja).

Seperti halnya langkah bijak yang diambil pihak perbankan daerah yakni Bank SulutGo (BSG) sebagai bentuk kepedulian serta upaya membantu masyarakat di Sulut, dengan menyalurkan bantuan bahan pokok (Bapok) bagi kalangan pensiunan yang tercatat/terdata sebagai nasabah pembayaran pensiun lewat BSG di wilayah Provinsi Sulut dan Gorontalo.

Direktur Umum BSG, Revino Pepah saat didampingi Pemimpin Corporate Secretary, Jane Rombepajung dan
Pemimpin Departemen Public Relation, Heince Rumende pun menjelaskan bahwa pihaknya sesegera mungkin menyalurkan bantuan bahan pokok tersebut kepada kalangan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami telah melakukan pendataan jumlah pensiunan tersebut dengan jumlah 7.623 orang yang terbagi di wilayah Sulut sebanyak 5.869 orang dan wilayah Gorontalo ada 1.754 orang, yang penyalurannya dilaksanakan pada Bulan Mei (bulan dimuka) sejak tanggal 4 hingga 8 Mei bersamaan dengan penyerahan uang pensiun,” terang Rumende yang menambahkan bahwa, kegiatan penyaluran bantuan pokok serupa juga telah dilaksanakan kepada Ojek Online yang berjumlah sekitar 2000an lebih di wilayah Manado dan sekitarnya. (tim/mild70)




Viral Penolakan Lahan Kubur Jenazah Covid19 Di Minut, Legislator Sulut Ini Soroti Bupati

Manado, detiKawanua.comViral persoalan penolakan warga di Desa Ilo-Ilo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terkait rencana pengadaan lahan penguburan khusus jenazah pasien terkonfirmasi (positif) Covid19 atau Corona baru-baru ini, yang penolakan itu juga diduga didukung Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan, menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Sulut Jems Tuuk.

Pasalnya, penolakan atas niat rencana baik dari Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal memfasilitasi penyediaan lahan penguburan yang rencananya berlokasi di Kecamatan Wori itu, menurut Tuuk tidak layak bahkan terkesan (alasan penolakan itu) merupakan tindakan yang dinilai suatu kebodohan hanya karena alasan Bupati Minut soal tidak adanya permintaan izin.

“Yang dimaksud izin apa? Apakah Gubernur harus minta izin Bupati untuk pembangunan lahan pekuburan? Apalagi jika lahan tersebut ternyata milik Pemerintah Provinsi. Jika mengacu pada hirarki pemerintahan, Bupati itu di bawah Gubernur dan Gubernur itu dibawah Presiden. Gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah,” jelas Jems Tuuk kepada wartawan, seperti yang dilansir Elnusanews.com pada Rabu (29/4/2020).

Lanjut Tuuk, seharusnya hal tersebut (rencana pengadaan lahan penguburan) itu, oleh Bupati memberikan dukungan setidaknya dengan mensosialisasikan kepada masyarakat akan langkah yang akan dilakukan oleh Pemprov Sulut.

“Yang terjadi malah sebaliknya. Apakah Ibu Bupati tidak tahu bahwa wabah Covid-19 merupakan masalah dunia? Covid ini bukan masalah Pemprov yang mau di bawa ke Minut. Tapi mestinya, seorang pemimpin harus berpikir negarawan,” tegasnya dengan menerangkan bahwa, pengadaan lahan pekuburan khusus pasien Covid19 oleh Pemprov Sulut itu merupakan implementasi perintah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Darurat Bencana, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

“Jika menolak berarti melawan undang-undang. Ini sangat disayangkan jika dilakukan oleh seorang kepala daerah,” ujar Tuuk.

Sementara itu dari pihak Pemprov Sulut, oleh Asisten I Edison Humiang menjelaskan, bahwa pemerintah dalam mengambil langkah itu (rencana pengadaan lahan penguburan bagi jenazah pasien Covid19) sungguh berpikir dan melakukan hal-hal yang bersifat membantu atau tidak akan merugikan masyarakat.

“Kami akan segera menggelar rapat lanjutan  dengan Gugus Tugas Covid19 Provinsi Sulut yang didalamnya terdapat unsur TNI, Polri dan Forum pimpinan lainnya. Prinsipnya dalam hal penanganan Covid19, apakah akan ditegakan aturan dan pemberlakuan sanksi bagi yang menghambat upaya pencegahan penyebaran Covid19? atau bagaimana, Ini masih akan dibicarakan dulu dengan semua anggota gugus tugas,” terang Humiang.

Adapun dirinya kembali menyinggung soal Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Darurat Bencana, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara.

“Jadi perlu persepsi yang sama tentang optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulut. Apa dan bagaimana, pandemik wabah Corona ini agar cepat berlalu menghantui daerah ini. Saya kira hal ini sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat, apalagi sudah di level Bupati,” ungkapnya yang menyayangkan jika masih ada unsur yang kurang serius dalam menangani wabah Covid19, apalagi jika terkesan ada sesuatu dengan membela kepentingan rakyat padahal itu terselubung pencitraan.

Adapun diketahui, viralnya penolakan rencana pengadaan lahan pekuburan seluas 5 Ha khusus korban Covid-19 di Ilo-Ilo oleh Bupati Minut Vonnie Panambunan itu menuai sorotan protes keras warga Sulut. Bahkan, di media sosial pun para netizen menanggapinya dengan menuliskan di wall “RIP Hati Nurani” disertai gambar sebuah peristiwa pemakaman jenazah Covid19.

Seperti pemberitaan sebelumnya yang dilansir ViralBerita.Net pada Rabu (29/4/2020), bahwa Bupati Vonnie Panambunan yang terkenal kontroversial ini, mengaku tidak ingin kecolongan lagi seperti yang terjadi di Kantor Diklat Desa Watutumou yang dijadikan Rumah Singgah ODP oleh Pemprov Sulut. Dimana menurut Vonnie, pengadaan rumah singgah itu juga tanpa pemberitahuan, dan dapat membahayakan karena berada di tengah pemukiman masyarakat. (*/tim/mild70)




Di Musrenbang RKPD Sulut Secara Virtual Bersama KaBappenas, Gubernur Olly Sampaikan Hingga Penanganan Covid19

Manado, DetiKawanua.comTerus menunaikan tugas tanggungjawab kerja pemerintah dalam pembangunan, perekonomian daerah hingga persoalan penanganan wabah Covid19 atau Corona ditengah kondisi sekarang ini, oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Sekertaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen pun pada Selasa (28/04/2020), telah mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulut melalui sistem Virtual Video Teleconference dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Dalam Musrenbang tersebut juga nampak hadir Pelaksana harian Dirjen Bangda Kemendagri Hari Nurcahya Murni, jajaran Forkopimda Sulut, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan para bupati dan walikota se-Sulut.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly telah menyampaikan dua hal penting mengenai penanganan pandemi covid-19 dan arah kebijakan perencanaan pembangunan Sulut tahun 2021.

Terkait penanganan pandemi covid-19, Olly menerangkan bahwa pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota telah melaksanakan refocusing dan realokasi penggunaan APBD yang diantaranya digunakan untuk membantu masyarakat yang berada di golongan pendapatan terendah yang berjumlah 741.342 Orang atau 182.026 KK, yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota.

“APBD Provinsi Sulawesi Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 171,5 Miliar. Jika dijumlahkan kekuatan APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, ada kurang lebih Rp. 521 Miliar yang menjadi refocusing dan realokasi APBD Tahun 2020 dalam penanganan Covid-19,” kata Olly.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Walikota yang telah melaksanakan refocusing dan realokasi anggaran APBD 2020 dan mengajak kita semua untuk bangkit dan berkolaborasi dalam menangani pandemi ini,” sambungnya.

Menurutnya, penanganan covid-19 di Sulut, dilaksanakan sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat, yaitu ditujukan untuk bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial dan bidang ekonomi.

Sebagai informasi, ada 9 kelompok besar masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 ini, rata-rata bekerja di sektor informal, yaitu : Pekerja yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa dengan skala Usaha Mikro dan Kecil; Pekerja yang bergerak di bidang pertanian skala Usaha Mikro dan Kecil; Pekerja yang bergerak di bidang pariwisata skala Usaha Mikro dan Kecil; Pekerja yang bergerak di bidang transportasi skala Usaha Mikro dan Kecil;

Kemudian pekerja yang bergerak di bidang industri skala Usaha Mikro dan Kecil; Penduduk yang bekerja sebagai pemulung; Penduduk Lanjut Usia; Penduduk dengan kebutuhan khusus (Disabilitas) dan Penduduk yang anggota keluarganya terindikasi ODP, PDP, Suspect dan terinfeksi Covid-19.

Lanjut Olly, dengan memperhatikan kondisi eksternal dan internal maka dalam penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan tahun 2021 Sulut mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat yang menetapkan Tema Pembangunan: Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat, dengan fokus: Pemulihan Industri, Pariwisata dan Investasi Penguatan Sistem Kesehatan Nasional.

“Sebagaimana tertuang dalam rancangan RKP Tahun 2021, Sulawesi Utara menetapkan Tema Pembangunan Tahun 2021 yaitu: Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat didukung Pengembangan Pariwisata dan Industri Berbasis Sumberdaya Lokal,” paparnya.

Tambah dia, tahun 2021 adalah tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2016-2021, maka prioritas pembangunan di Sulut diarahkan untuk pencapaian sasaran pembangunan sebagaimana yang sudah ditetapkan di dalam RPJMD tersebut dengan fokus terhadap 7 isu strategis.

“Penguatan Ketahanan Perekonomian Daerah Pasca Pandemik Covid 19; Memperkuat Sektor Pertanian dan Pariwisata; Penanggulangan Kemiskinan, Penanganan Stunting, Penyediaan SDM Promotif & Preventif, dan Sarpras Kesehatan; Peningkatan Kualitas Pendidikan; Memperkecil Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT); Pencapaian 100-0-100 Infrastruktur (Air Bersih-Kawasan Kumuh-Sanitasi), Infrastruktur Konektivitas Wilayah, & Energi; dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Birokrasi Berbasis Elektronik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gubernur Olly menerangkan bahwa kondisi global pandemi Covid-19 ini mempengaruhi pencapaian target pembangunan makro yang telah ditetapkan sehingga akan dilakukan koreksi terhadap proyeksi target indikator makro pembangunan Sulut, yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Kemiskinan, PDRB, Inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kekuatan ekonomi Sulawesi Utara bertumpu pada sektor pertanian yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan struktur ekonomi daerah. Karena itu, apabila semua Kabupaten/Kota terus mendorong sektor pertanian sehingga dapat tumbuh secara positif, maka saya optimis Sulawesi Utara Tahun 2021 dapat bertumbuh positif diatas rata-rata nasional,” ujarnya.

“Menjadi harapan kami, Pemerintah dan Masyarakat Sulawesi Utara, kami boleh menjadi Provinsi yang memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui Transformasi Ekonomi,” pungkas Gubernur. (Mild70/tim)




Lab Swab Test Covid19 di Sulut Segera Beroperasi Tim Teknisi Sudah Turun

Manado,  https://DetiKawanua.comGuna lebih memudahkan dan mempercepat proses hasil indentifikasi akurat/Swab Test bagi status pasien yang dicurigai terpapar Virus Corona (Covid19) di Sulawesi Utara (Sulut), oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) sendiri terus berupaya keras menyediakan berbagai fasilitas termasuk penyediaan laboratorium (Lab) Covid19 di Sulut.

Atas hal tersebut pun terlihat jelas bahwa keseriusan Pemprov Sulut yang dibawahi kebijakan Gubernur Olly Dondokambey dalam memerangi pandemi Corona, segera menghadirkan Lab Covid19 untuk Sulut yang jika tak berhalangan diperkirakan pekan ini sudah siap difungsikan.

Seperti yang ungkap Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid19 Sulut dr Steven Dandel tim Teknisi Setting Laboratorium Covid19 sudah ada di Manado.

Yang selain itu juga menurutnya, bantuan APD yang diantar pesawat TNI AU pun sudah ada yang secepatnya APD tersebut akan didistribusikan. (*/mild70/tim)




Dipimpin Dr Devi, Para Dokter Umum di Sulut Ini Turun Langsung ke 23 Puskesmas di Manado Tomohon Bantu APD Set

Manado, detiKawanua.comKeseriusan dan komitmen memerangi bersama pandemi virus Corona (Covid19) diperlihatkan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sulut. Adapun komunitas gabungan dari para dokter umum di Bumi Nyiur Melambai itupun menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi 16 Puskesmas di Kota Manado, dan 7 Puskesmas di Kota Tomohon.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua PDUI Sulut, dr Kartika Devi Tanos. Adapun APD yang disalurkan terdiri dari baju hazmat, face shield dan masker untuk membantu tenaga medis puskesmas dalam melawan virus korona.

“Penyaluran bantuan ini dilakukan di 16 puskesmas di Manado dan tujuh di Tomohon. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk upaya PDUI Sulut memerangi penyebaran Covid-19,” jelas Devi, Kamis baru-baru ini.

Istri tercinta Wakil Gubernur Steven Kandouw ini mengatakan, bantuan APD tersebut untuk para tenaga medis di puskesmas agar lebih terlindungi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk bantuan masker kain, diperuntukan juga kepada masyarakat yang kebetulan berobat ke puskesmas, kemudian tidak menggunakan masker. Masker kain ini dapat dicuci dan bisa dipakai kembali,” terangnya.

Pihak puskesmas pun memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan tersebut. Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Ranotana Manado, dr Maya Pelle yang menyebut, pihaknya memberikan ucapan terimak asih atas bantuan PDUI Sulut yang memang sangat membantu tenaga medis di sini dalam pelayanan kesehatan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam melakukan pelayanan bagi masyarakat,” tandasnya. (mild70/tim)




Giliran 5 RS Ini Terima Bantuan Pribadi 1700 APD Set Dari Keluarga Olly Rita

Manado, detiKawanua.comKeluarga Olly Dondokambey-Tamuntuan pada Jumat (24/04/2020) ditengah pandemi Covid19 atau Virus Corona, kembali menyerahkan bantuan 1700 set Alat Pelengkap Diri (APD) yang terdiri dari 200 set APD berupa masker, Hazmat, Face Shield dan susu steril (siap minum) kepada para tenaga medis, serta 1500 masker untuk penjaga pasien di 5 rumah sakit (RS) yakni, RSUD Anugerah Tomohon, RS GMIM Siloam Sonder, RS Budi Setia Langowan, RS Advent Teling dan RSUD Maria Walanda Maramis.

Adapun bantuan bersifat pribadi dari keluarga Olly Dondokambey dan Rita Tamuntuan itu telah diserahkan oleh perwakilan keluarga yakni Ibu Jean Sumilat.

“Bantuan keluarga ini merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan dan support kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan yang hingga saat ini terus berjuang menjalani tugas di tengah merawat dan mencegah penyebaran Virus Corona

Hal tersebut pun mendapat apresiasi pihak rumah sakit, seperti halnya yang terpantau media dari postingan di Media Sosial Facebook (FB) yang menggunakan akun RS Budi Setia Langowan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada Keluarga Dondokambey-Tamuntuan atas sumbangan APD set untuk tim medis Rumah Sakit Budi Setia Langowan. Kiranya senantiasa diberkati Tuhan yang membalas semua budi baik keluarga Dondokambey-Tamuntuan,” tulis akun tersebut.

Diketahui, pada kondisi pandemi Corona sekarang ini tim tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid19 yang berhadapan langsung dengan pasien baik yang terkonfirmasi positif maupun memiliki kontak erat/Pasien Dalam Pengawasan




Bersama TNI AU Ditengah Pandemi Corona, Kandouw Donorkan Darahnya Demi Kemanusiaan

Manado, detiKawanua.comMemaknai HUT ke-74 TNI Angkatan Udara (AU), Wakil Gubernur Sulut pada Kamis (23/04/2020) pagi tadi bersama Komandan Lanudsri Kolonel (Pnb) Johnny Sumaryana telah melangsungkan aksi kemanusiaan donor darah bersama jajaran TNI AU serta pejabat Pemprov Sulut lainnya yang bertempat di Markas Lanud Sam Ratulangi Manado di Mapanget.

Wagub Kandouw yang juga Ketua PMI Sulut itu saat tiba tanpa berlama-lama usai melakukan tes darah kemudian langsung ditangani petugas PMI Sam Ratulangi untuk proses donor darah.

Seusai itu, Kandouw menyampaikan apresiasi dari Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) atas terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut walaupun kini ditengah pandemi Covid19.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh TNI AU. Semoga ini akan terus berlanjut terus,” terang Wagub seraya menambahkan bahwa selain untuk kemanusiaan, dengan mendonorkan darah itu akan memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.

“Semoga setetes darah kita juga akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah Pandemi Covid 19 ini. Marilah, saya mengajak masyarakat untuk rajin donor darah untuk kesehatan dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Tentara Langit jaya terus,” ujar Kandouw.(mild70/*)




Komitmen Moral Gubernur Olly Bagi Garda Terdepan Medis Covid19 RS Kandou Terpenuhi

Manado, detiKawanua.comPemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui kebijakan Gubernur Olly Dondokambey yang didukung Wakil Gubernur Steven Kandouw, terus berupaya dengan segala daya strategi membantu baik dari segi penyaluran bantuan kepada masyarakat, juga terutama mewujudkan komitmen dukungan moral kepada tim medis Covid19 sebagai garda terdepan dalam memerangi pasien Corona di Bumi Nyiur Melambai (Sulut), yang kali ini kepada tim medis Covid19 yang bertugas di RS Pusat Prof Kandou Malalayang Manado.

Hal tersebut pun langsung ditindaklanjuti Gubernur Olly yang pada Rabu (22/04/2020) kemarin telah meninjau sekaligus cek langsung kesiapan fasilitas tempat tinggal sementara di Villa Dahlia Kompleks Jl. Trans Sulawesi Kalasey Minahahasa dengan kapasitas kamar sebanyak 23 unit yang dikhususkan bagi tim medis Irina F Isolasi pasien Corona RS Kandou.

Gubernur yang saat itu didampingi Pangdam XIII Merdeka Mayen TNI. Tiopan Aritonang bersama Sekertaris Provinsi Sulut Edwin Silangen pun memastikan bukan hanya menyediakan tempat tinggal namun juga menjamin mobilisasi layanan antar jemput para medis tersebut.

Gubernur mengungkapkan bahwa Villa Dahlia dipilih karena lokasinya cukup strategis, dan tak jauh dari RSUP Prof Kandou Manado.

“Tempat ini disiapkan agar para tenaga medis bisa beristirahat secara maksimal. Kami akan terus memberikan support moral kepada mereka, supaya bisa fokus menangani pasien Covid-19,” ujarnya dengan menambahkan selain strategis, disamping itu juga dengan jarak tempuh memudahkan mobilitas para petugas saat berangkat dan pulang dari rumah sakit.

“Ada disiapkan kendaraan antar jemput untuk tenaga medis,” ucapnya.

Disamping itu, Gubernur Olly sangat mengapresiasi pelayanan optimal yang diberikan para tenaga medis kepada seluruh pasien tanpa mengenal waktu dan harus meninggalkan keluarga.

“Segala sesuatu pemerintah bisa penuhi, apa yang diinginkan oleh para dokter. Karena tentunya kita sangat berterimakasih kepada para dokter dan tenaga medis lainnya yang dengan serius mau bekerja dalam rangka melayani para pasien Covid-19, yang tentunya ini juga bisa beresiko, tetapi dalam rangka pelayanan bagi masyarakat tenaga medis berani meninggalkan keluarga dan tentunya juga mengambil banyak resiko dalam rangka pelayanan,” sebut Olly.

Diketahui, penyiapan Villa Dahlia sebagai tempat tinggal sementara yang memiliki fasilitas lengkap dengan suasana tenang dan representatif bagi tenaga medis ini telah jauh hari direncanakan Gubernur Olly dan diutarakannya kembali saat melakukan video conference dengan tim medis Covid-19 RSUP Kandou pada Senin (20/04/2020) lalu.

Dimana untuk struktur koordinasi Tim Medis Covid-19 RSUP Prof Kandou Manado terdiri dari, Ketua Tim Medis Pandemi Covid-19 Dokter Agung Nugroho, Dokter Efata Polii, Prof Dr Linda Rotty Danes serta para tenaga medis/perawat dan dokter lainnya.(mild70/*)




Ramadhan Ditengah Pandemi Corona Tak Redupkan Ketaqwaan Umat Islam Sulut

Manado, detiKawanua.comUmat Islam di seluruh tanah air Indonsia terlebih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat, 24 April 2020 hari ini memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H. Namun akibat mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19), maka tidak dapat dilakukan seperti biasa dan menjadi serba tidak biasa.

Karena biasanya dilakukan secara berjamaah, tetapi kali ini hanya di rumah saja. Toh, umat Islam tak redup untuk tetap menunaikan kewajibannya sebagai salah satu rukun agama Islam.

Bagi umat Islam bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, bulan pengampunan dan bulan penuh berkah. Dan bukan hanya sekedar sebagai ritual keagamaan tapi merupakan media untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subbahaanahuu Wa Ta’aalah.

Ini menjadi momentum yang tepat dalam peningkatan kualitas iman, memperkuat ketaqwaan, memperbanyak amalan, disamping merupakan perwujudan rasa solidaritas terhadap umat dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman kepada Tuhan.

Bulan suci Ramadhan di tengah kekalutan dunia, tentu membuat kaum muslimin dan muslimat mengerti dan ikhtiar bahwa tindakan untuk beribadah puasa di rumah saja adalah hal yang tepat untuk saling menjaga agar tidak terjadi kontak, dan tidak terjadi penularan.

Mungkin saja di dalam benak ada pro-kontra yang bergejolak membuat hati tidak menentu, apalagi tidak dapat mudik, untuk bertemu dengan sanak saudara. Tetapi demi kecintaan, tahan dirilah, karena keadaan yang mengharuskan seperti ini.

Demikian juga Pemprov Sulut yang biasanya di bulan suci Ramadhan setiap tahunnya ada agenda Gubernur dan Wakil Gubernur bersilahturahmi, melalui safari Ramadhan di kabupaten/kota dengan umat, yang dirangkaikan berbuka puasa bersama (bukber). Biasanya dalam momen ini, akan ada pemberian bantuan kepada kaum duafa.

Tetapi di tahun 2020 , tidak dapat dilaksanakan, karena situasi yang tidak memungkinkan, apalagi saat ini ada begitu banyak orang yang kehilangan keluarga, kehilangan pekerjaan dan juga kehilangan harta. Sehingga baik pemerintah maupun umat dan masyarakat agar tidak teledor menjalankan aturan dan himbauan pemerintah itu sendiri, untuk Stay at Home.

Keadaan ini tentu, tidak menjadi hambatan bagi umat muslim, dalam beribadah tapi tetap berpasrah, bersabar, dan kuat serta tidak melupakan untuk sisipkan dalam Doa agar mujizat diberlakukan bagi kita semua dan Dunia semakin di pulihkan.

Untuk itu sambutlah bulan Ramadhan, dengan mempersiapkan diri lahir bathin, agar ibadah puasa tahun ini walaupun di rumah, tapi dapat dilakukan secara sempurna.

Tentu dengan mengaktualisasikan diri secara nyata perbuatan amal dalam memberi sedekah, memberi bantuan kepada orang yang terdampak, dan juga kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Bukan hanya umat Islam saja tapi juga diajak kepada kita semua masyarakat Bumi Nyiur Melambai untuk melakukan hal yang sama.

Jadikanlah kesempatan emas ini, untuk saling memaafkan, sekaligus menjadikan wahana pembaharuan diri melalui pikiran, tindakan mulia, luhur dan berkenan kepada Sang Pencipta.

Diingatkan kepada kita semua, masyarakat Sulawesi Utara, agar saling mendukung, menguatkan dan menciptakan suasana kekeluargaan, saling mendoakan saling membantu dengan tulus, dan toleransi, sehingga yang beragama Islam dapat berpuasa dengan baik untuk meraih kemenangan di hari yang Fitri ini.

Bangun terus kebersamaan dan jaga kerukunan yang sudah tercipta selama ini, karena torang samua basudara dan torang samua adalah ciptaan Tuhan.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin.

#Jaga jarak, jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan pakai masker ketika di luar rumah.

Penulis: Dra. Ivonne Kawatu (Kepala Bidang Infokom dan Publikasi Publik. (Tim/mild70)