Tak Bisa Pulang Kampung, AIPI Manado Bantu Para Mahasiswa Lokal Dan Provinsi Luar Sulut

Manado, detiKawanua.comBentuk kepedulian akan situasi pandemi Covid19 yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat saat ini khususnya di Sulawesi Utara, oleh Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado pun pada Jumat (08/05/2020), langsung bergerak menyalurkan bantuan bagi kalangan Mahasiswa dari berbagai provinsi dan lokal Sulut yang sekarang ini tengah berada di Kota Manado karena belum bisa kembali pulang ke kampung halaman mereka dikarenakan langkah antisipasi pemerintah dalam memutus mata rantai Covid19.

Adapun diketahui para Mahasiswa yang telah menerima bantuan berupa sembako dari AIPI tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Sangihe, Talaud dan Bolaang Mongondow Raya (BMR), namum juga para Mahasiswa dari Ternate Maluku Utara, Papua hingga dari sebagian provinsi tetangga.

Dimana dalam proses penyaluran itu, oleh tim AIPI Cabang Manado menyambangi langsung sejumlah asrama daerah mahasiswa yang ada di Kota Manado dan sekitarnya.

“Bantuan pada mahasiswa yang tidak pulang akang dilakukan bertahap sesuai persedian yang ada. Dan besok Sabtu (09/05/2020), bantuan akan kembali disalurkan pada para mahasiswa,” terang Ketua AIPI Manado, Steven Kandouw.

Dirinya juga berpesan agar para mahasiswa serta masyarakat dapat mentaati himbuan pemerintah dalam melakukan Social Distancing dan Physical Distancing.

“Ayo kita kerja dari rumah saja dan tak lupa kita tetap berdoa bersama pada yang kuasa agar Pandemi Covid19 ini cepat berakhir,” pesan Kandouw yang juga merupakan Wakil Gubernur Sulut itu.

(Mild70/*)




Sertijab Dipimpin Pangdam XIII Mdk, Mantan Danrem Robert Giri Jabat Danpuslatpur Kodiklatad

Manado, detiKawanua.comPangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Santos G Matondang M.M., M.Tr(Han) memimpin serah terima jabatan Danrem 131/Santiago, Danrem 133/Nani Wartabone, Irdam XIII/Mdk, dan Kapoksahli Pangdam XIII/Mdk bertempat di Grhadika Jayasakti, Manado, Jumat (8/5/2020).

Menurut Kapendam XIII/Merdeka bahwa Pejabat Utama yang diserah terimakan diantaranya Danrem 131/Santiago dari Brigjen TNI Joseph Robert Giri, S.I.P. kepada Kolonel Kav Prince Meyer Putong, S.Pd., Danrem 133/Nani Wartabone dari Kolonel Czi Arnold Aristoteles Ritiauw kepada Kolonel Czi Bagus Antonov Hardito, M.A., Irdam XIII/Mdk dari kolonel Inf Setio Budi Raharjo, S.I.P. kepada Kolonel Czi Junior Tumilar, S.I.P., M.M., dan Kapoksahli Pangdam XIII/Mdk diserahkan kepada Kolonel Inf Josias Mamuko, S.I.P.

Lebih lanjut Kapendam sampaikan bahwa Brigjen TNI Joseph Robert Giri, S.I.P. akan menjadi Danpuslatpur Kodiklatad. sedang penggantinya
Kolonel Kav Prince Meyer Putong, S.Pd. sebelumnya Paban II/Puanter Sterad.

Kolonel Czi Arnold Aristoteles Ritiauw akan menjadi Danrem 151/Binaiya (Ambon) Kodam XVI/Ptm, sedang penggantinya Kolonel Czi Bagus Antonov Hardito, M.A. sebelumnya Danpoltekad Kodiklatad.

kolonel Inf Setio Budi Raharjo, S.I.P. akan menjadi Irlat Itum Itjenad, sedang penggantinya Kolonel Czi Junior Tumilar, S.I.P., M.M. dari sebelumnya Staf Khusus Dirziad.
Kolonel Inf Josias Mamuko, S.I.P. dari sebelumnya Pamen Denma Mabesad.

Turut hadir dalam Sertijab pejabat utama Kodam XIII/Merdeka Kasdam XIII/Merdeka, Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka Ny. Eva Santos G Matondang beserta pengurus, Danrem 131/Santiago, Danrem 133/Nani Wartabone, Irdam XIII/Merdeka, Para Asisten Kabalak Kodam XIII/Merdeka, perwakilan Perwira Kodam XIII/Merdeka.

Autentikasi
Kapendam XIII/Mdk Kolonel Kav M Jaelani

(Mild70/*)




Peralatan Medis Senilai 1 M PT Hasjrat Abadi Manado Diterima Pemprov Sulut

Manado, detiKawanua.comBantuan berupa peralatan kebutuhan medis serta Alat Pelindung Diri (APD) senilai Rp1 Miliar lebih yang diserahkan dalam bentuk barang berupa Ventilator Versamed Iven 201 (1 unit), Ventilator Transport Philips A-40 (2 unit), Baju APD 150 Pcs, Nursecap 50 box (100 pcs/box), Latex Gloves 50 box (100 pcs/box), dan Masker Tie on Diapro 100 pack (50 pcs/box) dari PT Hasjrat Abadi Group pada Jumat (08/05/2020), telah diterima pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Asisten I Edison Humiang yang disaksikan Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen.

Adapun bantuan yang diserahkan Kepala Cabang PT Hasjrat Abadi Manado, Harold Kansil itu guna membantu paramedis dan rumah sakit di Sulut yang menangani para pasien Covid19.

Sekprov Silangen saat itu dalam sambutannya mewakili Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, selain mengungkapkan rasa terima kasih juga sangat mengapresiasikan langkah sosial dari pihak PT Hasjrat Abadi Group atas pemberian bantuan tersebut yang nantinya akan segera disalurkan.

“Terima kasih atas kepedulian pada upaya penanganan Covid-19 yang sedang dilakukan Pemprov Sulut saat ini. Bantuan ini, pasti sangat bermanfaat bagi para dokter dan tenaga medis sebagai garda terdepan serta Rumah Sakit yang saat ini sedang menangani pasien Covid-19 di Sulut,” terang Silangen.

Ucapan serupa juga dikatakan Silangen bagi seluruh komponen masyarakat, para pelaku usaha yang turut peduli bersama pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan di sektor kesehatan dan ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid19 saat ini.

“Bantuan-bantuan ini juga ikut dicatat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dipublikasikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat luas. Yang utama harapan kita semua, kiranya terus mematuhi imbauan pemerintah juga selalu berdoa semoga pandemi Covid19 ini cepat berlalu dan kita semua kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata Silangen.

Adapun sebelumnya, oleh Kacab PT Hasjrat Abadi Manado Harold Kansil menyampaikan bahwa pihak perusahaan baik di kantor pusat Jakarta maupun cabang-cabang di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Utara, walaupun dalam keterbatasan yang ada, berkenan memberikan dan menyalurkan bantuan barang donasi dalam bentuk peralatan kesehatan.

“Untuk penyerahan bantuan barang donasi di Jakarta telah dilaksanakan sejak hari Rabu (06/05/2020 yang diserahkan Iangsung oleh Wakil Dirut PT. Hasjrat Abadi, Johanes Roy Tandaju kepada Menteri Sosial RI Juliari Batubara, sebesar Rp2,9 miliar. Sedangkan untuk Provinsi Sulut ini telah diserahkan alat-alat kesehatan sebesar Rp1 miliar lebih” terang Harold.

“Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara, dan harapan kami dapat diteruskan kepada pihak rumah sakit di Manado, dalam hal ini RSUP Kandou, sebagai salah satu instansi garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten II Praseno Hadi, Kadis Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Debie KR Kalalo dan Karo Ekonomi Hanny Wajong bersama jajaran PT Hasjrat Abadi Manado.

(Mild70/*)




Misi Kemanusiaan Wagub Kandouw dan TNI Polri Arungi Laut Bawa Sembako di 3 Kab Ini

Manado, detiKawanua.comSetelah menggelar bakti sosial pembagian bantuan sembako bagi warga di beberapa daerah kabupaten yang terletak di pesisir pantai selatan Sulawesi Utara pada beberapa waktu lalu, kini Pemprov Sulut bersama TNI-Polri kembali menyalurkan sembako kepada warga terdampak Covid19 yang kali ini wilayah pesisir Pantai Utara Sulut, Selasa (5/5/2020).

Baksos ini diikuti Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bersama Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa, Danlantamal VIII Sulut, Brigjen TNI Donar Philip Rompas dan Komandan Lanud Sam Ratulangi, Kolonel Pnb Johnny Sumaryana

Bertolak dari Manado, tepatnya di belakang Gedung Youth Center Megamas, rombongan menyisir jalur laut menggunakan speed boat dan kapal menuju wilayah pantai utara Sulut, yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Ketika di Bolmut, Wagub Kandouw dan Forkopimda disambut Bupati Depri Pontoh lalu dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

Wagub Kandouw mengapresiasi TNI dan Polri yang peduli kepada masyarakat terdampak covid-19 hingga menemui langsung masyarakat Bolmut dan daerah lainnya di pesisir pantai utara.

“Bersyukur kegiatan ini boleh terlaksana. Dan ini murni ide dari Forkopimda, TNI Polri. Saya selaku Wakil Gubernur mengapresiasi kepedulian TNI Polri karena ini menandakan bahwa penanggulangan covid-19, adalah gerakan gotong royong, dengan harapan covid-19 ini segera berakhir, karena saya yakin dan percaya sebelum perayaan idul fitri covid-19 ini akan berakhir,” ungkap Kandouw.

Sementara itu, Bupati Bolmut Depri Pontoh dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Fokompimda Sulut di Bolmut.

“Ini menandakan betapa pedulinya Forkompimda Sulut kepada masyarakat, dan semoga kunjungan ini dapat dilakukan secara terus menerus,” kata Pontoh.

Sebelumnya, Wagub Kandouw dan jajaran Forkopimda juga membagikan sembako bagi masyarakat di Amurang, Minsel dan Lolak Bolmong.

Di Minsel, rombongan disambut Bupati Minsel Tetty Paruntu. Adapun pembagian sembako dilakukan di tengah laut yang disambut gembira para nelayan penerima bantuan.

Usai dari Minsel, Wagub Kandouw dan Forkopimda bergerak menuju Lolak, Bolmong tepatnya di PT Cons. Kedatangan Wagub Kandouw diterima Bupati Bolmong Yasti Mokoagouw dan Pimpinan PT Cons yang dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat Bolmong. (Mild70/*)




Bansos Progres LU 4,93 Miliar Telah Diserahkan Gubernur Untuk Lansia di 8 Kab Kota di Sulut, Berikut Rinciannya

Manado, detiKawanua.comKementerian Sosial (Kemensos) RI menyantuni 1.826 warga Lanjut Usia (Lansia) di Sulawesi Utara dengan total anggaran Rp4,93 miliar. Dimana santunan bersifat bantuan sosial (Bansos) itu telah diserahkan langsung secara solimbolis oleh Gubernur Olly Dondokambey pada Selasa (05/05/2020) tadi di Lobi Kantor Gubernur.

Adapun manfaat fungsi bansos tersebut diantaranya untuk Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres-LU) sebesar Rp 4.930.200.000 dari Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari Kementerian Sosial kepada perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU). Yang dimana target sasaran penerima bantuan tersebut yakni lansia berusia 60 tahun ke atas yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan bukan penerima PKH serta berada dalam binaan LKS-LU.

Dimana untuk jumlah penerima Bansos Progres-LU sebanyak 1.826 orang lansia yang tersebar dalam binaan 26 LKS-LU yaitu : Kota Manado 2 LKS-LU; Kota Bitung 1 LKS-LU; Kota Tomohon 1 LKS-LU; Kota Kotamobagu 2 LKS-LU; Kabupaten Minahasa 11 LKS-LU; Kabupaten Minahasa Utara 1 LKS-LU; Kabupaten Minahasa Selatan 6 LKS-LU dan Kabupaten BolaangMongondow 2 LKS-LU.

Yang setiap lansianya mendapatkan bantuan senilai Rp 2.700.000 dengan perincian bantuan sebagai berikut: Bantuan bertujuan (bantu) lanjut usia Rp 1.500.000; dukungan keluarga Rp 500.000 dan perawatan sosial serta terapi diberikan dalam bentuk bahan-bahan (susu buat lansia, madu, vitamin, masker,vitamin/suplemen, cairan disinfektan sabun cuci tangan) senilai Rp 700.000.

Selain Bansos Progres-LU, di tempat yang sama Gubernur Olly juga menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp 42.000.000 bagi pekerja sosial keagamaan yang merupakan program Pemprov Sulut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh ahli waris.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan dan Kadisnaker Erny Tumundo. (Mild70/*)




Dihadapan Para ‘Pakar’ Ekonomi ISEI Gubernur Beberkan Solusi Penanganan Kini Hingga Penguatan Ekonomi Pasca Covid19 Di Sulut Nanti

Manado, detiKawanua.comDiundang tampil sebagai pembicara di Webinar (seminar dilakukan secara online) yang digagas Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado-Sulawesi Utara pada Selasa (05/05/2020) tadi, oleh Gubernur Olly Dondokambey telah mengulas materi pembahasan terkait Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Covid19 dan Penguatan Ekonomi Pasca Pandemi Covid19.

Soal penanganan Covid19 di Sulut sendiri, oleh Gubernur menerangkan tidak lepas dari arahan instruksi pemerintah pusat, yang lebih ditujukan untuk bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial dan bidang ekonomi.

Menurut Olly, terdapat 6 permasalahan utama sebagai dampak pandemi covid-19 ini yaitu: Harga bahan pokok meningkat, sementara jumlah barang cukup tersedia; Daya beli masyarakat menurun akibat banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan terutama yang bergerak di sektor ekonomi kecil/mikro; Distribusi barang dan jasa terganggu akibat kebijakan PSBB; Dikawatirkan kondisi ini akan memacu berkurangnya gairah masyarakat petani untuk melanjutkan usaha taninya; Semakin tingginya angka pengangguran dan Meningkatnya jumlah penduduk miskin.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Olly menjelaskan bahwa pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota telah melaksanakan refocusing dan realokasi penggunaan APBD. APBD Provinsi Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 171,5 miliar. Jika dijumlahkan kekuatan apbd provinsi dan kabupaten/kota se-sulut, ada kurang lebih Rp 521 miliar yang menjadi refocusing dan realokasi APBD tahun 2020 dalam penanganan covid-19 ini.

Selain itu, Olly menyebut adanya kerjasama antar pemerintah yaitu pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota bagi masyarakat yang terdampak covid-19 melalui 6 sumber bantuan sosial selama covid-19 ini yaitu: Kartu program keluarga harapan (PKH); Kartu Prakerja; Dana desa (30% dana desa); Bantuan sosial Kemensos Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan; Bantuan provinsi, paket bapok, kerjasama dengan tokoh agama dan Bantuan kabupaten/kota di Provinsi Sulut.

Olly juga memaparkan bahwa pandemi covid-19 ini memberikan pengaruh terhadap pencapaian target pembangunan makro yang telah ditetapkan, khususnya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi daerah sejak 2017 bergerak lebih lambat dari rencana RPJMD tahun 2019 mengalami kontraksi pada angka 5,66%. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global baik oleh perang dagang usa dan china ditambah dengan dampak pandemi covid -19.

“Berdasarkan kondisi ini dan kondisi aktual baik internal dan eksternal pertumbuhan ekonomi sulawesi utara tahun 2020 sampai 2021, diperkirakan masi akan mengalami konstraksi antara 3-2%,” kata Olly dalam materi webinar.

Meskipun demikian, Olly optimis berdasarkan pembentukan struktur perekonomian di tahun 2019, kekuatan ekonomi Sulut yang bertumpu pada sektor pertanian dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan struktur ekonomi daerah.

“Oleh karena itu, apabila semua kabupaten/kota terus mendorong sektor pertanian sehingga dapat tumbuh secara positif maka saya optimis Sulut tahun 2021 dapat bertumbuh positif diatas rata-rata nasional,” beber Olly.

Lebih jauh, Olly menyampaikan kebijakan strategis 2021 penekanannya pada sektor pertanian termasuk didalamnya bidang perikanan, sehingga program utama yang harus dilakukan adalah bagaimana mendorong lapangan usaha atau sektor pertanian tidak ditinggalkan.

“Untuk itu pemerintah akan mendukung dengan pemberian KUR (kredit usaha rakyat)/KUT (kredit usaha tani) untuk penyediaan permodalan, serta penyediaan benih dan pupuk yang cukup,” ujarnya.

Kemudian, dengan memperhatikan sektor unggulan parwisata, pemerintah bekerja sama dengan stakeholders pariwisata untuk mengiatkan kembali sektor pariwisata, meningkatkan mice (meeting, insentives, conference and, exibition), serta percepatan pembangunan kek pariwisata likupang sebagai kawasan strategis pariwisata nasional & destinasi pariwisata super prioritas.

Disamping itu terus mendorong ekpor produk perkebunan dan perikanan, serta pengendalian distribusi barang dan jasa.

“Semua program dan kebijakan ini harus terintegrasi dari tingkat pusat, provinsi sampai kabupaten/kota, dengan terus meningkatkan kesinambungan pembangunan sektor pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sesuai potensi daerah masing-masing,” tutupnya. (Mild70/*)




Jangan Terlena Tidak Bertambah PDP, Gubernur Contohkan Ada Hampir Satu Kampung Terpapar Corona Karena Tak Taat

Manado, detiKawanua.comTetap mengikuti anjuran pemerintah jika ingin daerah tercinta Provinsi Sulawesi Utara sehat dan pulih kembali dari ancaman Pandemi Corona (Covid19), terutama dalam kesadaran diri melaksanakan Protokol Kesehatan, Social Distancing dan Physical Distancing.

Gubernur Olly Dondokambey mencontohkan jangan seperti salah satu desa di Provinsi Bali yang hampir 400an jiwa masyarakatnya terpapar Corona, hanya karena tidak disiplin dalam menaati himbauan dan aturan pemerintah.

Adapun kata Olly untuk hal pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) itu (jikalau diharuskan) dan pemerintah serta pemda kabupaten kota sudah menyetujuinya maka akan diberlakukan, namun terdapat konsekwensi berat diantaranya hukum (bagi yang melanggar) dan dari segi perekonomian tidak bergerak (tidak ada yang lakukan aktivitas diluar rumah).

“Oleh karenanya di Sulawesi Utara saya bersyukur sampai saat ini belum ada penambahan untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terlebih dengan sudah adanya laboratorium sendiri, belum ada setelah dilakukan tes,” terangnya saat diwawancarai wartawan yang didampingi Kepala Dinsos Sulut Rinny Tamuntuan dan Kadisnakertrans Erny Tumundo di Kantor Gubernur, usai kegiatan penyerahan secara simbolis bantuan sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres-LU) sebesar Rp 4.930.200.000 dari Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari Kementerian Sosial kepada perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU), Selasa (05/05/2020).

“Tapi ingat, jangan terlena denga semua itu (tidak ada penambahan PDP) dan saya himbau masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap taat dan disiplin dalam menjaga kesehatan melalui himbauan dan protokol kesehatan,” himbau Gubernur. (Mild70)




Pemprov Sulut Terus Bergerak Lawan Corona Dengan Berbagai Strategi Kebijakan Ini

Manado, detiKawanua.comBerbagai strategi dan kebijakan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Adapun strategi dan kebijakan dari Pemprov Sulut tersebut dijalankan diantaranya dengan membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di Sulut melalui SK Gubernur Sulut Nomor 126 tahun 2020, recofusing anggaran untuk penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial, menyiapkan rumah singgah untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan laboratorium PCR untuk memeriksa swab tes pasien covid-19.

Kemudian, Pemprov Sulut juga menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) covid-19, sosialisasi pencegahan dan penanganan covid-19 baik melalui media cetak dan elektronik serta menyampaikan perkembangan penanganan pasien covid-19 melalui konferensi pers yang juga disiarkan melalui channel YouTube Pemprov Sulut.

Berikut penjelasan dari strategi dan kebijakan Pemprov Sulut untuk menangani pandemi covid-19 :

I. Melakukan refocusing anggaran sebesar 96 Miliar yang terdiri dari :

1). 50,5 Miliar untuk penanganan kesehatan, yang diperuntukan bagi pengadaan ventilator, tandu darurat, bilik disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Tes, Ruang Isolasi, disinfektan, alkohol, vitamin, obat-obatan dan penunjang satuan tugas di bidang kesehatan.

2). 45,5 Miliar untuk Bantuan Sosial dan Jaring Pengaman Sosial (s.d. 2 Mei 2020 telah disalurkan Total 47.001 Paket Bahan Pokok dengan perincian sebagai berikut :

Minut 13.907

Minahasa 2.069

Manado 9.175

Bitung 7.380

Bolsel 150

Tomohon 5.706

Mitra 257

Boltim 150

Bolmut 3.000

Minsel 45

Bolmong 1.939

Sangihe 3.223

II. Membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara melalui SK Gubernur Sulawesi Utara Nomor 126 tahun 2020, dimana Gubernur sebagai Ketua dan Wakil Ketua adalah Pangdam XIII Merdeka dan Kapolda Sulut.

III. Menyiapkan Rumah Singgah untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) covid-19, yaitu:

1). Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan di Teterusan Mapanget (30 bed/tempat tidur)

2). Kantor Bandiklat Maumbi (100 bed)

3). Kantor Bapelkes di Malalayang (270 bed)

4). Asrama Haji di Tuminting (300 bed)

5). RSUD Bitung (20 bed ruang khusus isolasi)

6). Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (eks BPG) di Pineleng (40 bed blm termasuk kamar ber AC)

7). RSUD Noongan (6 bed ruang khusus isolasi)

8). Gedung P3C di Kairagi Manado

Pemerintah Provinsi Sulut juga mendorong Kabupaten Kota agar menyiapkan Rumah Singgah bagi ODP, dan yang telah mengkonfirmasi kesiapan adalah Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung

IV. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan SWAB Covid19 di 2 lokasi yaitu:

1). Laboratorium Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKLPP) di Mapanget Kota Manado (beroperasi mulai 4 Mei 2020)

2). Laboratorium RSUP Prof. Kandou Manado

V. Menerbitkan Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid 19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, dimana dalam Pergub ini diatur tentang Pembatasan sebagai berikut :

1). Pembatasan Pelaksanaan Pembelajaran di sekolah dan atau instansi Pendidikan lainnya;

2). Pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja;

3). Pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah;

4). Kegiatan di tempat atau fasilitas umum;

5). Pembatasan Moda Transportasi

VI. Menyiapkan lahan pekuburan untuk jenazah pasien covid-19 di lokasi :

1). Ilo-Ilo Desa Wori Minahasa Utara (masih belum disetujui Pemkab Minahasa Utara)

2). Desa Kalasey Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kota agar menyiapkan lahan pemakaman bagi korban positif Covid 19 dan PDP, dan yang sudah terkonfirmasi menyiapkannya adalah Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

VII. Sejak awal penyebaran covid-19 terdeteksi di Sulut, Pemprov secara gencar melakukan sosialisasi melalui baliho, media cetak, media elektronik dan televisi terhadap pencegahan dan penanganan Covid19 dan mengajak masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap di rumah, cuci tangan, menyediakan tempat cuci tangan di rumah masing-masing, pakai masker, makan makanan bergizi, physical distancing, tidak berkerumun dan berkumpul ditempat tempat ramai atau tempat umum, disamping itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan dan pemasangan bilik disinfektan serta tempat cuci tangan di kantor-kantor, rumah ibadah, pasar, terminal dan tempat-tempat umum lainnya.

VIII. Pemprov Sulut secara rutin melakukan konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui Channel YouTube untuk menyampaikan perkembangan terkini perihal jumlah pasien yang terinfeksi Covid19 di samping itu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat perihal sejauhmana penanganan Covid19 di Sulawesi Utara yang dilakukan Pemprov Sulut.

“Provinsi dan kabupaten/kota bisa siapkan dana untuk bersama-sama menangani corona di Sulut,” kata Olly usai mengikuti video teleconference didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen saat melakukan rapat lewat video teleconference dengan Bupati dan Walikota se-Sulut dari Kantor Gubernur, Selasa (31/3/2020). (Mild70/*)




Sulut Bertambah Lagi Satu Lab PCR Covid19, Gubernur: Lab Pertama Bisa Tangani 92 Hasil

Manado, detiKawanua.com – Dengan dimulainya pengoperasian Laboratorium PCR Covid19 Sulut yang berlokasi di BTKLPP Kelas I Manado pada Senin (04/05/2020), oleh Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan bahwa lab tersebut bisa mengeluarkan 92 hasil Swab Tes bagi para pasien yang diduga terpapar virus Corona.

“Kita bersyukur karena laboratorium untuk tes Covid19 sudah bisa berjalan (mulai Senin). Jadi kita bisa terus berjalan melakukan pemantauan dan tidak perlu lagi mengirim pemeriksaan Swab ke Jakarta atau Makassar,” terang Gubernur.

Selain Lab Covid19 di BTKLPP Kelas I Manado dimaksud, kata Olly juga masih akan ada penambahan lab kedua yang rencananya jika tidak berhalangan akan beroperasi mulai pekan depan dengan tugas kerja serupa.

“Mudah-mudahan pada pekan depan mungkin laboratorium kedua juga sudah bisa beroperasi. Untuk yang pertama ini bisa beroperasi dalam satu hari mampu memeriksa 92 orang,” terang gubernur.

“Jadi saya kira juga kita sudah ambil langkah-langkah (solusi) dan bagi semua orang yang kini berada di rumah singgah tidak rapid test lagi, namun langsung swab,” ungkapnya yang menambahkan dimana keberadaan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dirumah-rumah singgah bisa cepat diketahui hasilnya (positif atau negatif).

“Dengan begitu rumah singgah maksimal dimanfaatkan untuk orang lain,” tandas Guberbur. (Mild70/*)




Per Hari Mampu Siapkan Ribuan Makanan, Dapur Gabungan TNI Polri dan Pemprov Sulut Ini Beroperasi

Manado, detiKawanua.comGubernur Sulut Olly Dondokambey bersama jajaran Forkopimda Sulut melaunching Dapur Umum Lapangan TNI-Polri dan Pemprov Sulut Bersatu melawan Covid-19 di Ex Batalyon 712 Teling, Manado, Senin (4/5/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengatakan dapur lapangan ini setiap harinya sanggup menyediakan makanan bagi ribuan masyarakat Sulut terdampak covid-19.

“Rencana ini tiga hari dapur lapangan kita action dulu dan kita lihat perkembangan. Kita akan pindah juga di daerah-daerah lain selama menjelang bulan puasa ini. Saya pikir kita akan cek juga di tempat-tempat yang masyarakat perlu untuk kita memberikan bantuan secara langsung,” kata Olly.

“Setiap hari dua ribu selama tiga hari. Ini kita evaluasi selama tiga hari ini baru kita evaluasi manfaat dan dampaknya supaya kita akan lanjutkan lagi beberapa hari kemudian,” lanjutnya.

Selain itu, Olly juga menyampaikan kesiapan Laboratorium PCR di BTKLPP Kelas I Manado yang sudah beroperasi untuk memeriksa swab tes covid-19.

“Hari ini juga kita bersyukur karena laboratorium untuk tes covid l-19 sudah bisa berjalan. Jadi kita tidak perlu lagi mengirim ke Jakarta dan Makassar. Jadi kita bisa sekaligus berjalan. Nah minggu depan mungkin laboratorium kedua juga sudah bisa beroperasi. Laboratorium pertama ini bisa beroperasi dalam satu hari memeriksa 92 orang. Jadi saya kira juga tadi kita sudah ambil langkah-langkah seluruh org yang ada di rumah singgah tidak rapid test lagi, langsung swab agar supaya kita tahu dalam waktu satu hari mana yang positif dan mana yg negatif sehingga rumah singgah kita ini bisa dimanfaatkan lagi yang lain,” tutup Olly.

(*/Mild70)