Kolaborasi Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan KKP, Warga Manado Tua Terima 18.200 L Air Bersih

Sulut, detiKawanua.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Manado Tua. Atas instruksi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, Pemprov Sulut bersama Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan distribusi air bersih ke Manado Tua.

Kegiatan yang berlangsung, Senin, (31/8/26), tersebut menggunakan dukungan dua kapal milik Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni KM Matthew 3 dan KP Hiu.

Kedua kapal tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi dan distribusi air bersih menuju masyarakat Manado Tua, dengan total delivery sebanyak 18.200 liter air bersih.

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Yulius Selvanus agar pemerintah segera merespons kebutuhan dasar masyarakat dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, SIP, MM, mengarahkan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan koordinasi dan mengambil langkah konkret bersama Pemerintah Kota Manado serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, mengatakan distribusi air bersih ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Bapak Gubernur memberikan instruksi agar kebutuhan masyarakat segera ditangani. Bapak Sekprov juga mengarahkan agar koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat dan konkret. Hari ini kita tindak lanjuti bersama Pemkot Manado, PDAM dan KKP melalui distribusi 18.200 liter air bersih ke Manado Tua,” ujar Jemmy.

Menurutnya, karakter geografis Manado Tua sebagai wilayah kepulauan membutuhkan dukungan transportasi laut dalam distribusi kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, penggunaan KM Matthew 3 dan KP Hiu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan air bersih dapat dimobilisasi menuju Manado Tua.

“Dukungan KKP melalui KM Matthew 3 dan KP Hiu sangat penting dalam proses delivery air bersih. Ini adalah bentuk kolaborasi konkret antarpemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Jemmy.

Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin persoalan geografis menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan dasar.

«“Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Masyarakat di pulau harus merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, ketika ada kebutuhan yang harus segera ditangani, kita bergerak bersama dan mencari solusi,” tegasnya.»

Distribusi 18.200 liter air bersih ini merupakan langkah respons cepat. Selanjutnya, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado akan terus melakukan pemantauan kebutuhan masyarakat serta mendorong solusi yang lebih berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan.

Jemmy menegaskan bahwa kolaborasi tersebut mencerminkan pola kerja pemerintahan yang mengedepankan koordinasi, respons cepat dan penyelesaian masalah secara bersama.

“Ini bukan tentang kewenangan sektoral, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir menyelesaikan persoalan masyarakat. Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan KKP bergerak dalam satu semangat: memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus memperkuat sinergi lintas pemerintah dan kementerian/lembaga dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus memperkuat pelayanan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. **




Komisi I DPRD Sulut Sambut Hangat Kapolda Baru, Muliadi Paputungan: Pengalaman Brigjen Yudho Hermanto Modal Berharga Jaga Kamtibmas

SULUT – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali bergerak. Tongkat komando Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) dipastikan berganti tangan dari Irjen Pol. Roycke Harry Langie kepada Brigjen Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M. Penunjukan perwira tinggi berlatar belakang Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan legislatif di Sulawesi Utara.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang membidangi Pemerintahan, Hukum, dan HAM, Muliadi Paputungan, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas amanah baru yang diemban oleh Brigjen Pol. Yudho Hermanto. Politisi vokal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai bahwa keputusan Kapolri menunjuk Yudho Hermanto adalah langkah taktis yang sangat tepat.

“Atas nama pribadi, serta mewakili masyarakat Sulawesi Utara khususnya konstituen dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Brigjen Pol. Yudho Hermanto sebagai Kapolda Sulawesi Utara yang baru. Kami menyambut gembira kehadiran beliau di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Muliadi Paputungan, Senin (31/8/2026).

Rekam Jejak Hukum yang Matang Jadi Jaminan

Muliadi menggarisbawahi pentingnya latar belakang karier sang jenderal ini. Diketahui, sebelum dipromosikan sebagai Kapolda Sulut, Yudho Hermanto memegang posisi strategis sebagai Karopaminal Divpropam Polri sejak Maret 2025.

Menurut Muliadi, pengalaman panjang di bidang pengawasan internal, penegakan disiplin, dan pengamanan personel (Propam) akan menjadi modal berharga bagi Yudho Hermanto dalam memimpin korps-korps baju cokelat di Sulawesi Utara, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian lokal.

“Sebagai mantan Karopaminal, beliau tentu sangat paham bagaimana mewujudkan personel kepolisian yang presisi, berintegritas, dan mengayomi masyarakat. Rekam jejak di bidang Propam ini menjadi jaminan mutlak bahwa penegakan hukum di Sulawesi Utara ke depan akan semakin transparan, tegas, dan berkeadilan,” tutur Muliadi.

Kesiapan Sinergi Menghadapi Agenda Strategis Daerah

Lebih lanjut, legislator asal Totabuan ini mengingatkan bahwa agenda daerah ke depan akan semakin dinamis. Oleh karena itu, Komisi I DPRD Sulut berkomitmen penuh untuk membangun kemitraan yang solid dan bersinergi dengan Polda Sulut demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh program pembangunan daerah bergulir tanpa hambatan, termasuk menjaga iklim investasi dan rasa aman hingga ke tingkat pedesaan.

“Tantangan geopolitik dan keamanan lokal ke depan membutuhkan koordinasi yang cepat dan tidak berjarak antara legislatif dan eksekutif, khususnya aparat penegak hukum. Kami di DPRD Sulut siap membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya untuk mendukung program-program kerja Kapolda yang baru dalam menjaga kondusivitas wilayah,” tambahnya.

Apresiasi untuk Pejabat Lama

Di akhir penyampaiannya, Muliadi Paputungan tidak lupa memberikan penghormatan khusus kepada Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang telah mendedikasikan waktu dan energinya selama memimpin Polda Sulut. Ia menilai sinergi yang terbangun selama kepemimpinan pejabat lama sudah berjalan sangat baik dan meletakkan fondasi keamanan yang kokoh.

“Kepada Bapak Irjen Pol. Roycke Harry Langie, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian, kerja keras, dan dedikasi luar biasa yang telah diberikan bagi masyarakat Sulawesi Utara. Selamat mengemban tugas baru di Mabes Polri, semoga kesuksesan dan keberkahan selalu menyertai karier beliau,” pungkas Muliadi.




Feramitha Mokodompit Sambut Hangat Kapolda Sulut yang Baru Brigjen Pol. Yudho Hermanto

MANADO – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Feramitha Tiffani Mokodompit, menyampaikan ucapan selamat dan menyambut hangat penunjukan Brigjen Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M. sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara yang baru.

Yudho Hermanto resmi ditunjuk menggantikan Irjen Pol. Roycke Harry Langie berdasarkan surat telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.

Politisi muda PDI Perjuangan asal daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini menyatakan keyakinannya terhadap rekam jejak mumpuni yang dimiliki oleh Kapolda baru, khususnya pengalamannya yang matang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

“Atas nama pribadi dan sebagai perwakilan masyarakat, saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Bumi Nyiur Melambai kepada Brigjen Pol. Yudho Hermanto. Kami sangat optimis di bawah kepemimpinan beliau, sinergitas antara kepolisian, pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat akan semakin solid,” ujar Feramitha, Senin (31/8/2026).

Sebagai legislator yang duduk di Komisi 1 DPRD Sulut yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan, Feramitha menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Utara. Ia juga berharap adanya penguatan penegakan hukum yang humanis demi kenyamanan warga serta iklim investasi daerah.

“Tantangan ke depan tentu tidak mudah, namun dengan kapabilitas serta kepemimpinan Brigjen Pol. Yudho Hermanto, kami yakin Polda Sulut akan terus mengayomi, melindungi, dan memberikan rasa aman yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Tidak lupa, srikandi legislatif Sulut ini juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pejabat lama, Irjen Pol. Roycke Harry Langie, atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin jalannya korps Bhayangkara di Sulawesi Utara.




Ketua BKPRMI Sulut Donal Pakuku Sampaikan Apresiasi dan Ucapan Selamat Kepada Komjen Pol Roycke Harry Langie

MANADO – Gelombang apresiasi dan rasa bangga terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Sulawesi Utara pasca-terbitnya Surat Telegram Kapolri mengenai mutasi di tubuh Korps Bhayangkara. Salah satu ucapan selamat datang dari Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara, Donal Pakuku.

Donal Pakuku secara khusus menyampaikan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie atas amanah baru yang diembannya sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri). Jabatan strategis di tingkat Markas Besar (Mabes) Polri ini juga secara otomatis membawa kenaikan pangkat bagi Roycke menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) dengan bintang tiga di pundak.

Pengusaha muda ini tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya sebagai sesama putra daerah Sulawesi Utara. Menurutnya, pencapaian gemilang yang diraih oleh mantan Kapolda Sulut tersebut merupakan buah manis dari dedikasi tanpa pamrih, loyalitas tinggi, serta rekam jejak kepemimpinan yang bersih dan berintegritas selama ini.

“Kami, keluarga besar DPW BKPRMI beserta seluruh masyarakat Sulawesi Utara, merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Promosi jabatan sebagai Astamaops Kapolri merupakan bukti sahih bahwa pimpinan tertinggi Polri menaruh kepercayaan yang luar biasa terhadap kapasitas, kapabilitas, dan komitmen Jenderal Roycke Harry Langie,” ujar Donal Pakuku dengan nada mantap, Senin (31/08/2026).

Lebih lanjut, Donal yang baru saja dilantik menakhodai organisasi kepemudaan masjid di Sulut ini menilai bahwa penunjukan Roycke Harry Langie merupakan momentum inspiratif bagi generasi muda di Bumi Nyiur Melambai. Jabatan Astamaops Kapolri yang bertugas mengendalikan seluruh operasi kepolisian di skala nasional dinilai sangat krusial, terlebih dalam mengawal stabilitas keamanan negara ke depan.

“Jenderal Roycke bukan sekadar seorang perwira tinggi, tetapi beliau adalah teladan nyata bagi kami para pemuda di daerah. Beliau membuktikan bahwa dengan kerja keras, integritas, dan pengabdian yang tulus, putra daerah dari Sulawesi Utara mampu berbicara banyak dan menduduki posisi-posisi elite di tingkat nasional,” tambah Donal.

Menutup penyampaiannya, Donal Pakuku menyematkan doa terbaik agar Komjen Pol Roycke Harry Langie senantiasa dinaungi kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan hikmat yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin gerbong besar operasi kepolisian di seluruh penjuru Nusantara.

“Selamat bertugas di tempat yang baru kepada Jenderal Roycke Harry Langie. Doa kami masyarakat Sulawesi Utara akan selalu menyertai setiap langkah pengabdian Jenderal demi bangsa, negara, dan institusi Polri yang dicintai,” pungkasnya.




Sambut Kepemimpinan Baru, Donal Pakuku Ucapkan Selamat Bertugas kepada Kapolda Sulut Brigjen Pol. Yudho Hermanto

MANADO – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali bergerak. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Brigjen Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M, sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara yang baru. Langkah strategis ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri per tanggal 30 Agustus 2026, di mana Brigjen Pol. Yudho Hermanto menggantikan Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang mendapatkan promosi jabatan baru sebagai Astamaops Kapolri.

Pergantian kepemimpinan ini langsung memicu respons positif serta mengalirkan dukungan penuh dari berbagai elemen kepemudaan dan tokoh masyarakat di Sulawesi Utara. Salah satu apresiasi datang dari Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara, Donal Pakuku.

Mantan Aktivis HMI Manado ini secara terbuka menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada pucuk pimpinan kepolisian di Bumi Nyiur Melambai tersebut. Ia mengaku sangat optimistis bahwa di bawah nakhoda baru, Polda Sulawesi Utara akan semakin solid dan dicintai oleh segenap lapisan masyarakat.

“Atas nama keluarga besar DPW BKPRMI Sulawesi Utara beserta seluruh jajaran pemuda remaja masjid, kami mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh Brigjen Pol. Yudho Hermanto sebagai Kapolda Sulut,” ungkap Donal Pakuku, Senin (31/08/2026).

Donal menambahkan, rekam jejak panjang Brigjen Pol. Yudho Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri menjadi jaminan mutu atas profesionalisme, integritas, serta kedisiplinan yang tinggi.

“Latar belakang beliau di bidang profesi dan pengamanan (Propam) tentu menjadi modal yang sangat kuat untuk menegakkan hukum secara adil, transparan, serta objektif di daerah ini,” tambah tokoh muda Sulut tersebut.

Lebih jauh, Donal Pakuku menitipkan harapan besar masyarakat terhadap stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Utara. Mengingat Sulut dikenal sebagai laboratorium toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia, sinergi antara kepolisian dengan organisasi kepemudaan menjadi krusial.

Ia menyatakan bahwa BKPRMI Sulut selalu siap berkolaborasi guna mendukung visi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

“Kami di BKPRMI siap menjadi garda terdepan bersama jajaran Polda Sulut untuk menjaga keharmonisan, keamanan, dan kedamaian daerah. Selamat bertugas Jenderal, mari bersama-sama kita bawa Sulawesi Utara semakin aman, maju, dan sejahtera,” kunci Donal Pakuku.




Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BKPRMI Sulawesi Utara Tegaskan Sikap Satu Komando dengan Pemerintah

MANADO – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara menyatakan kesiapannya untuk bersinergi penuh dengan pemerintah daerah maupun pusat. Organisasi kepemudaan ini berkomitmen menyukseskan program kerja nasional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku. Ia menegaskan bahwa seluruh program kerja yang dirancang oleh BKPRMI Sulut diorientasikan untuk menopang agenda strategis nasional.

“Program-program kerja dari BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara ini sudah tentu adalah program kerja untuk menopang maupun menyukseskan program nasional dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Donal, dalam pernyataan resminya, Minggu (30/08/2026).

Apresiasi untuk Gubernur dan Tokoh Literasi

Dalam kesempatan yang sama, Donal menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Secara khusus, apresiasi ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, yang dinilai memberikan dukungan besar terhadap eksistensi pemuda di Bumi Nyiur Melambai.

Selain kepada jajaran pemerintah, BKPRMI Sulut juga mengapresiasi kontribusi aktif dari Tokoh Pemuda Literasi Sulawesi Utara, Standius Bara Prima. Sinergi lintas sektor ini diakui menjadi kunci kelancaran berbagai program kerja yang telah dijalankan oleh organisasi.

Satu Komando untuk Indonesia Emas

Menutup pernyataannya, Donal memastikan bahwa BKPRMI Sulut akan terus membuka ruang koordinasi dan kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kebijakan, baik di tingkat regional maupun nasional. Ia memastikan arah gerak organisasi akan selalu selaras dengan kebijakan pemerintah.

“BKPRMI Sulawesi Utara selalu siap mendukung dan berkoordinasi serta berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah nasional. BKPRMI satu komando,” tegasnya.

Langkah taktis ini diharapkan dapat memperkuat peran pemuda masjid di Sulawesi Utara dalam pembangunan daerah, penguatan literasi, serta penciptaan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.




HUT ke-81 DPR RI: Donal Pakuku Harapkan Parlemen Terus Suarakan Aspirasi Umat dan Jaga Moral Bangsa

MANADO – Momentum Hari Ulang Tahun Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke-81 mendapat respons positif dari kalangan tokoh pemuda keagamaan di Sulawesi Utara. Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara, Donal Pakuku, menyampaikan harapan agar lembaga legislatif tersebut konsisten menjaga amanah rakyat dan memperkuat fondasi moral generasi muda bangsa.

Menurut Donal, DPR RI bukan sekadar pusat regulasi nasional, melainkan benteng pertahanan utama bagi keadilan sosial dan keberagaman di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kehadiran undang-undang dan kebijakan yang mampu melindungi nilai-nilai keagamaan serta mendorong pembangunan karakter berbasis akhlak mulia.

“Selamat HUT ke-81 DPR RI. Kami berharap para wakil rakyat di parlemen senantiasa diberikan kekuatan dan hidayah untuk terus menyuarakan jeritan serta aspirasi umat. Perjalanan panjang lembaga ini harus dibarengi dengan komitmen kuat menjaga moralitas bangsa di tengah gempuran tantangan zaman,” ujar Donal, Sabtu (29/8/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pemuda masjid di Sulawesi Utara siap berdiri di garda terdepan untuk mendukung program kemitraan bersama pemerintah maupun legislatif. Kerja sama ini penting demi merawat kerukunan beragama dan mengikis potensi radikalisme di kalangan milenial serta Gen Z.

“Eksistensi DPR RI harus dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat bawah, termasuk para penggerak dakwah dan pemuda di daerah. Sinergi yang solid antara ulama, umara (pemerintah), legislatif, dan organisasi kepemudaan adalah modal utama membawa Indonesia ke arah yang lebih berkah dan maju,” kunci Donal.




Harry Porung Apresiasi Peluncuran Buku ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’: Legacy Olly Dondokambey Jadi Inspirasi Generasi Muda

SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Harry Edward Porung, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluncuran buku rekam jejak kepemimpinan Olly Dondokambey periode 2016–2025. Buku biografi dan refleksi pembangunan yang bertajukMenjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025 tersebut resmi dirilis dalam sebuah acara hangat di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kompleks Gedung Kompas-Gramedia, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Acara peluncuran buku setebal 168 halaman ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, serta sejumlah pejabat lintas sektoral dan kader senior partai.

Menurut Harry Porung, buku ini bukan sekadar rangkuman administratif, melainkan sebuah dokumen historis yang sangat berharga bagi masyarakat Sulawesi Utara. Ia menilai dedikasi sembilan tahun Olly Dondokambey dalam membangun konektivitas, memperkuat infrastruktur, hingga melejitkan sektor pariwisata regional merupakan standar kepemimpinan yang nyata dan berdampak luas.

“Buku ini memotret rekam jejak yang sangat jelas tentang bagaimana sebuah daerah dipimpin dengan komitmen, kerja lapangan yang konsisten, dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat. Bapak Olly Dondokambey telah meletakkan fondasi kokoh yang membawa Sulawesi Utara menjadi salah satu gerbang utama Indonesia ke kawasan Pasifik,” ujar legislator muda dari Dapil Bolaang Mongondow Raya tersebut, Jumat (28/08/2026).

Harry juga menggarisbawahi pentingnya buku ini sebagai rujukan bagi generasi muda dan para politisi masa depan di Sulawesi Utara. Judul  dianggap sangat filosofis karena mencerminkan pohon kelapa sebagai simbol ketahanan daerah, sekaligus pengingat bahwa kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan politik.

Melalui momentum peluncuran buku ini, Harry Porung menegaskan komitmennya di DPRD Sulut untuk terus mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa semangat kolaborasi serta pembangunan berkelanjutan yang telah diwariskan oleh sang mantan gubernur dapat terus terjaga demi kesejahteraan Bumi Nyiur Melambai.




Apresiasi Buku ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’, Feramitha Mokodompit: Komitmen Nyata untuk Kesejahteraan Sulut

SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Feramitha Tiffani Mokodompit, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku rekam jejak kepemimpinan Olly Dondokambey. Buku bertajuk “Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025” tersebut resmi diluncurkan di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Feramitha, buku setebal 168 halaman tersebut bukan sekadar dokumentasi biografi, melainkan sebuah panduan penting yang merekam visi besar, kebijakan strategis, serta kerja nyata. Ia menilai dedikasi Olly Dondokambey selama sembilan tahun memimpin Bumi Nyiur Melambai telah membawa transformasi signifikan bagi kemajuan daerah.

“Buku ini menjadi catatan sejarah yang sangat berharga bagi generasi muda dan para pelaku politik di Sulawesi Utara. Di dalamnya, kita bisa melihat bagaimana falsafah hidup masyarakat Minahasa, ‘Sitou Timou Tumou Tou’ (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain), benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan publik,” ujar politisi muda PDI Perjuangan tersebut, Jumat (28/08/2026).

Legislator perwakilan Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini juga menambahkan bahwa warisan kepemimpinan (legacy) yang ditinggalkan Olly Dondokambey mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari konektivitas infrastruktur, penguatan pariwisata, hingga keberhasilan menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.

Judul buku ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ dinilai sangat relevan dengan komitmen berkelanjutan dalam menjaga kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat Sulut. Feramitha berharap nilai-nilai kepemimpinan yang aktif dan produktif tersebut dapat terus dirawat dan dilanjutkan demi masa depan daerah yang lebih gemilang.

Acara peluncuran dan bedah buku tersebut turut dihadiri oleh deretan tokoh nasional, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, serta sejumlah pejabat lintas sektoraya.




Jeane Laluyan Apresiasi Peluncuran Buku Legacy Olly Dondokambey: Bukti Politik Menghadirkan Manfaat bagi Rakyat!

SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Jeane Laluyan, memberikan apresiasi mendalam atas peluncuran buku rekam jejak kepemimpinan Olly Dondokambey periode 2016–2025 yang bertajuk “Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025”. Buku setebal 168 halaman tersebut resmi dirilis di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kompleks Gedung Kompas-Gramedia, Jakarta, pada Rabu (26/08).

Bagi Jeane Laluyan, esensi pengabdian sembilan tahun Olly Dondokambey di Sulawesi Utara merupakan potret nyata dari idealisme politik yang sesungguhnya. Politisi perempuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan Olly harus menjadi cerminan bagi seluruh pejabat publik dalam melahirkan kebijakan.

“Politik bukan sekadar tentang kekuasaan, tetapi tentang kebijakan yang menghadirkan manfaat bagi rakyat. Terima kasih, Pak Olly, atas pengabdian dan karya nyata untuk Sulawesi Utara,” ujar Jeane Laluyan, Jumat (28/08/2026).

Sebagai wakil rakyat yang vokal, Jeane Laluyan menilai dokumen literatur ini sangat penting karena membedah arah pembangunan Sulawesi Utara secara terperinci ke dalam lima bab utama.

Bab pertama mengangkat tema Sulut sebagai “Pintu Gerbang” Pasifik, yang membahas posisi strategis Sulawesi Utara. Bab kedua membahas infrastruktur, pariwisata, dan tenaga kerja sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Selanjutnya, bab ketiga mengulas persoalan kemiskinan, “Bakobong”, serta penanganan korban erupsi Gunung Ruang. Bab keempat menyoroti upaya menguatkan budaya dan spirit toleransi yang menjadi salah satu karakter penting kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

Sementara itu, bab kelima berjudul “Apa Kata Mereka”, yang berisi pandangan dan tanggapan sejumlah tokoh, baik tokoh nasional maupun tokoh lokal Sulawesi Utara, mengenai kepemimpinan Olly Dondokambey.

Jeane Laluyan berharap nilai-nilai kerja nyata, gotong royong, dan integritas yang tertuang dalam buku ini tidak berhenti sebagai catatan sejarah saja. Menurutnya, buku ini harus menjadi benchmark atau standar baku bagi keberlanjutan roda pemerintahan Sulawesi Utara ke depan agar selalu berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di akar rumput.