Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
BOLTIMSULAWESI UTARA

8 Tahun Mengidap Filariasis ‘Kaki Gajah’, Anak 10 Tahun di Boltim Dijenguk Tim Kemenkes RI

×

8 Tahun Mengidap Filariasis ‘Kaki Gajah’, Anak 10 Tahun di Boltim Dijenguk Tim Kemenkes RI

Sebarkan artikel ini

Boltim, detiKawanua.com – Kasus Filariasis atau Kaki Gajah yang diderita SP, anak berumur 10 tahun di Desa Inaton, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akhirnya mendapat kunjungan dari Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada Kamis (04/07/2024).

Setelah melangsungkan rapat bersama Dinas Kesehatan Boltim yang berlangsung di Puskesmas Modayag Barat, Tim Kemenkes RI yang dipimpin oleh Lita Renata Sianipar, SKM.M.Epid, langsung diarahkan oleh Kepala Dinkes Helmi Lasama S.Kep beserta Kepala Bidang P2P Aviv M Sangki, S.Kep MM, untuk menuju rumah kediaman penderita Filariasis di Desa Inaton.

Kepala Dinkes Boltim, Helmi Lasama S.Kep kepada awak media menuturkan, sedianya kasus Filariasis yang terjadi di Boltim merupakan penemuan kasus pertama yang terjadi di Kabupaten Boltim. Kendati sudah mendapat penanganan medis dari Dinas Kesehatan, namun kondisi pasien tentunya perlu ada penanganan khusus dari Kemenkes RI.

“Kami memang langsung melaporkan tentang adanya kasus Filariasis yang dialami oleh SP pasien umur 10 tahun di Desa Inaton. Alhamdulillah, pada kesempatan ini Tim Kemenkes RI berkesempatan hadir di Boltim khusus untuk menemui dan melihat langsung kondisi pasien,” ujar Helmi.

Sementara itu, Project Manager Officer Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI, Lita Renata Sianipar, SKM, M.Epid menjelaskan bahwa Filariasis atau penyakit kaki gajah disebabkan oleh tiga spesies cacing Filaria, yaitu Wucheria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori, yang ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya.

“Jadi sudah jelas penyebab Filariasis ini adalah cacing yang ditularkan oleh nyamuk. Agar terhindar dari penyakit ini tentunya kita harus menjaga kebersihan baik rumah dan juga lingkungan,” kata Lita.

Lita pun menyampaikan bahwa jika dilihat dari kondisi pasien saat ini tentunya perlu adanya perhatian khusus dari Dinkes Boltim. Perlu diperhatikan untuk merawat pasien terutama dalam mengkonsumsi obat-obatan secara rutin agar tidak terjadi infeksi.

“Sekiranya perlu perhatian khusus kepada pasien agar tidak terjadi pembengkakan yang menyebabkan infeksi berkepanjangan. Karena ini sudah diderita pasien kurang lebih selama 8 tahun, maka tolong dikontrol langsung pengobatannya dan diajari bagaimana cara merawat luka yang disebabkan infeksi Filariasis ini,” pesan Lita.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinkes Boltim Aviv M Sangki S.Kep MM, menambahkan bahwa untuk saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Desa Inaton untuk segera menyiapkan jamban sehat untuk digunakan oleh pasien di rumahnya.

“Mengingat pasien sekarang dalam perawatan dari Dinkes Boltim dirumahnya, maka kami akan menyediakan kursi roda dan jamban sehat. Sekiranya ini akan dapat membantu juga selama kami melakukan perawatan pada pasien,” pungkas Aviv. (Billy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.