Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
HEADLINEMINAHASA RAYAPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Bawakan Materi di Ibadah Pelsus GMIM Tomohon IV, Wagub Kandouw Paparkan Kiat-kiat Tingkatkan Finasial Jemaat

×

Bawakan Materi di Ibadah Pelsus GMIM Tomohon IV, Wagub Kandouw Paparkan Kiat-kiat Tingkatkan Finasial Jemaat

Sebarkan artikel ini

Sulut, detiKawanua.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Drs. Steven Kandouw, Sabtu (15/6/2024) siang tadi, diundang sebagai Pemateri pada Ibadah Pantai Pelsus dan Perangkat Pelayanan Se-Wilayah Kota Tomohon IV.

Dengan Tema “Pemberdayaan Ekonomi Jemaat”, Wagub Kandouw memaparkan sejumlah kiat-kiat penting bagaimana meningkatkan finansial Jemaat.

“Yang pertama, optimalkan potensi Jemaat. Semua punya potensi, apa lagi di Tomohon, SDM kita luar biasa, akan tetap kita ini terlalu banyak di zona nyaman, kita tidak mampu mendorong anak-anak kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Penatua Kandouw yang juga Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Diakonia.

Di Provinsi Sulut, lanjut Kandouw, dana UMKM ada 7 Triliun, yang terpakai hanya 300 Miliyar.

“Saya dari Tahun lalu sudah minta tiap Jemaat untuk bikin Koperasi, terus nanti kita fasilitasi, yang penting ada tanda tangan ketua Jemaat, selain Koperasi, kelompok usaha boleh dapat tunjangan 100 juta tanpa agunan. Susah sekali, ternyata banyak sekali nama-nama yang di cek Bank Indonesia, banyak sudah kena Pinjaman Online. Jadi hati-hati, belum lagi setoran motor dan mobil. Ini semua menjadi jebakan buat kita. Pemerintah Provinsi boleh kasih tapi memang semua harus bersih,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wagub Kandouw menerangkan, Jemaat perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal ini, belajar dari pemberian persembahan beberapa gereja di daerah lain, seperti di Jawa, bukan lagi dalam bentuk tunai melainkan non tunai.

“Jadi tidak lagi menjalankan sompoi, tapi lewat QRIS (transaksi digital menggunakan QR Code),” imbuhnya.

Terkait pengelolaan keuangan jemaat, Penatua Kandouw menitikberatkan pada tiga penting.

Yang pertama akuntabilitas, dimana semua keuangan dipertanggungjawabkan dengan benar. Kedua, aksesibilitas dalam arti keterbukaan dan transparansi anggaran. Serta presisi yakni ketepatan dalam memanfaatkan anggaran.

“Tiga hal ini akan sangat membantu dalam pengelolaan keuangan,” ucap Kandouw seraya mengapresiasi sentralisasi ke sinode dari jemaat di wilayah Tomohon empat.

Lebih jauh, Penatua Kandouw mengingatkan pelayan khusus untuk meningkatkan pelayanan. Mampu menjaga dan mengayomi jemaat.

Dia mengutip firman Tuhan dalam Kitab Galatia 5 ayat 22-23, dan lebih memberi penekanan pada kelemahlembutan dan penguasaan diri yang perlu dimiliki pelayan khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.