Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
BOLTIM

Antisipasi Kasus DBD di Kecamatan Mooat, Dinkes Boltim Intens Lakukan Fogging

×

Antisipasi Kasus DBD di Kecamatan Mooat, Dinkes Boltim Intens Lakukan Fogging

Sebarkan artikel ini

Boltim, detiKawanua.com – Tingginya kasus Demam Berdarah Deague (DBD) yang terjadi di wilayah Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim intens melakukan fogging untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah kasus DBD susulan.

Kepala Dinkes Boltim, Helmi Lasama, S.Kep mengatakan menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus DBD akhir-akhir ini, maka antisipasi awal pihaknya melakukan fogging di wilayah desa yang terserang DBD.

“Sekarang kami tim Dinkes Boltim sedang melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau (PSN) di wilayah Kecamatan Mooat. Menyusul adanya kasus DBD di wilayah tersebut, maka kami harus melakukan fogging agar tidak terjadi penyebaran atau peningkatan kasus DBD,” ujar Helmi, ketika ditemui pada Kamis (20/06/2024), diruang kerjanya.

Lanjut Helmi, pihaknya melalui Bidang Penanganan dan Pencegahan Penyakit (P2P) saat ini telah fokus untuk memberantas sarang nyamuk. Dimana sudah sepekan ini intens melakukan fogging di beberapa rumah warga yang terserang DBD di Kecamatan Mooat.

“Fogging kami fokuskan di Desa Bongkudai Selatan, Mototompiaan, Guaan, Bongkudai Timur dan Bongkudai Baru. Untuk pelaksanaan fogging sudah berjalan selama 4 hari ini,” kata Hekmi.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinkes Boltim, Aviv M Sangki. S.Kep, MM menyebutkan, berdasarkan data kasus DBD dari seluruh Puskesmas di Boltim, sejauh ini sudah terdapat 57 kasus DBD, dimana angka tersebut terhitung sejak Januari sampai dengan 22 Juni 2024.

“Namun dari jumlah kasus DBD tersebut, sangat bersyukur kepada Tuhan, tidak ada pasien atau warga yang mengalami kematian. Jadi angka 57 kasus itu langsung mendapat penanganan medis,” tutur Aviv.

Aviv pun menjelaskan, pihaknya tidak hanya melakukan fogging di wilayah tersebut, melainkan juga memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat tentang penanganan DBD serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Jadi kami juga melakukan treatment dimana masyarakat diberikan pemahaman tentang kasus DBD. Selain itu, penting dihimbau kroada masyarakat agar selalu jaga kebersihan rumah serta lingkungan,” terang Aviv.

Dia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Boltim agar selalu menjaga kebersihan. Untuk menghindari terjadinya kasus DBD, maka masyarakat harus pro aktif melakukan langkah 3MPlus yakni Menguras tempat penampungan air. Menutup tempat-tempat penampungan air. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. (Billy Mokodompit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.