Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
BOLMUTSOSIALBUDAYASULAWESI UTARA

Kadis Lukas Apresiasi Panitia Serta Harapkan Sinergitas Lewat Sosialisasi Museum dan Koleksi Bermanfaat

×

Kadis Lukas Apresiasi Panitia Serta Harapkan Sinergitas Lewat Sosialisasi Museum dan Koleksi Bermanfaat

Sebarkan artikel ini

Sulut, detiKawanua.com – Sosialisasi koleksi museum di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolnut) digelar UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut dalam mendukung program ODSK dalam sektor kebudayaan khususnya menyangkut koleksi museum, Jumat (20/10/23)

Kebudayaan Janny Lukas SPi MSI mengapreasiasi panitia yang menggelar kegiatan yang penting ini serta bersinergi dengan instansi terkait di Kabupaten Bolang Mongondow Selatan.

Dikatakan Kadis Lukas didampingi Kasub Berti Langi dan jajaran UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Sementara Koleksi adalah Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya dan/atau Bukan Cagar Budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan/atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan/atau pariwisata

“Museum dan koleksi merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Suatu lembaga dapat dikatakan sebagai museum apabila memiliki koleksi serta untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi tersebut untuk dikomunikasikan kepada masyarakat. Jenis-jenis koleksi museum dapat berupa benda utuh, fragmen, benda hasil perbanyakan atau replika, spesimen, hasil rekonstruksi, dan/atau hasil restorasi,” jelas Lukas

Ditambahkannya pula, Koleksi harus memenuhi syarat di antaranya, sesuai dengan visi dan misi museum, dan jelas asal-usulnya, kemudian diperoleh dengan cara yang sah, serta ada keterawatan, dan tidak mempunyai efek negatif bagi kelangsungan hidup manusia dan alam.

“Menurut PP No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, koleksi yang dipamerkan di museum didapatkan melalui hasil penemuan, hasil pencarian; hibah; Imbalan jasa; Pertukaran; Pembelian; Hadiah; Warisan; atau Konversi,” tukasnya.

Lukas berharap, lewat sosialisasi ini akan ada koleksi-koleksi museum yang bisa dijaga dan dilestarikan dalam mendukung program ODSK dalam bidang kebudayaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.