Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
MANADOSULAWESI UTARA

Hadiri HUT Ke-117 Jemaat GMIM Paulus, Ini Pesan Wagub Kandouw

×

Hadiri HUT Ke-117 Jemaat GMIM Paulus, Ini Pesan Wagub Kandouw

Sebarkan artikel ini

Sulut, detiKawanua.com – Bangunan Gereja ini di bangun dengan anggaran mencapai ratusan juta. Namun apakah jemaat GMIM sudah menjadi sumber cinta kasih dan sukcita serta harapan. Itu harus jadi kotemplasi dan refleksi di hari ulang tahun, bukan seremonial.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Steven Kandouw kepada Jemaat GMIM Paulus Tonsaru Tondano sedang merayakan HUT ke 117.

Lanjut orang nomor dua di Sulut itu, melihat tampilan gereja dan pastori dibangun megah, jemaat tetap dapat memelihara iman Kristiani tanpa mengabaikan esensi gereja, lebih mengedepankan damai sejahtera dan sukacita.

Lalu Wagub mengisahkan tentang suatu bagian wilayah di India, tepatnya di negara bagian utara dekat Nepal, menurutnya, di sana penduduknya beragama Hindu semua. Menariknya, selama 300 tahun tidak didapati adanya perceraian. Demikian juga di wilayah di Iwo Jima bagian selatan Jepang, selama 80 tahun ini tidak didapati tindak pidana ringan.

Di sana tidak ada GMIM. Nah, apakah Jemaat GMIM Paulus Tonsaru selama 117 tahun ini, tidak ada perceraian dan tindak pidana. Itu substansinya, jadi gereja bukan terletak pada bangunan secara fisik.

Wagub juga menyampaikan bangunan gereja dan pastori sudah rampung, tetap dapat mengedepankan damai sejahtera dan sukacita. “Puji Tuhan gereja dan pastori sudah bagus tapi substansinya itu, harus ada damai sejahtera dan cinta kasih. Harapan untuk kita semua. Kalau tidak ada itu semuanya sia-sia,” ujarnya.

Kandouw juga memberikan apresiasi atas kesadaran dan peran jemaat ikut menyokong program sentralisasi Sinode GMIM.”Saya bangga sekali dari 1.050 jemaat di Tondano Raya yang telah berpartisipasi terhadap sentralisasi Sinode GMIM,” tegasnya.

Wagub Kandouw juga melakukan peninjauan pembangunan rumah sakit Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Dia berharap, setelah rampung nanti, pekerjanya disupport oleh tenaga kerja lokal.

“Harapan saya, setelah rumah sakit Tonsaru beroperasi, agar supaya putra-putri di Tonsaru dapat jadi karyawan. Ini juga yang menjadi keinginan Pak Gubernur Olly Dondokambey,” ujarnya sembari berharap, tenaga kerja rumah sakit nantinya, memiliki determinasi, atau kepastian serta daya tahan dalam bekerja. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.