Example floating
Example floating
Example 728x250
BOLTIM

2022 Kemarin, Angka Stunting di Kabupaten Boltim Alami Penurunan

×

2022 Kemarin, Angka Stunting di Kabupaten Boltim Alami Penurunan

Sebarkan artikel ini

Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), selama 6 bulan terakhir berhasil menurunkan angka stunting hingga 6,99 persen.

Angka penurunan stunting ini, karena adanya upaya intervensi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltim.

Seperti disampaikan Kepala Dinkes Boltim Saifudin Gobel SKM M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sherly Robot S.Kep kepada wartawan pada Rabu (18/1/2023) bahwa pada pengukuran stunting bulan Februari 2022 lalu, jumlah balita stunting di Kabupaten Boltim sebanyak 5.626 orang atau 8,34 persen. Sementara pada pengukuran bulan Agustus 2022, progres stunting alami penurunan menjadi 5.511 balita atau menurun sebesar 6,99 persen “Jadi selama tahun 2022 angka stunting mengalami penurunan, dari angka 469 anak turun menjadi 385 anak. Ini juga tak lepas dari upaya OPD yang juga gencar dalam penanganan stunting di Boltim,” ungkap, Sherly Robot.

Penurunan angka stunting di kabupaten Boltim, juga adanya intervensi dan pemantauan yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam hal ini, 8 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Boltim.

Data Dinkes yang diterima media ini, dari 8 Puskesmas di kabupaten Boltim yang dilakukan pengukuran paling banyak terdapat di Puskesmas Modayag, sebanyak 1.068 balita. Sedangkan terendah di Puskesmas Buyat yaitu 409 balita.

Sherly pun mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan upaya-upaya intervensi, seperti pemberian makanan tambahan pada balita dan ibu hamil, ASI ekslusif pada bayi, hingga pemberian vitamin dan tablet tambah darah bagi remaja perempuan “Harapan kami, selain upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting perlu dukungan masyarakat, dan lembaga non pemerintah lainnya memperhatikan gizi ibu dan anak,” harapnya.

(Fidh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.