PPMI Dan Dispora Sulut Seleksi PPAP tahun 2022

  • Whatsapp

Manado, detikawanua.com – Belum lama ini, Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Propinsi Sulawesi Utara melaksanakan seleksi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) tahun 2022.

PPMI adalah organisasi yang menghimpun Alumni PPAP, BPAP, KKP dan JPI. Dan, kali ini dipercayakan untuk melakukan proses seleksi perekrutan calon PPAP di kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (Kadispora), Marsel Sendoh, SH., M.Si, yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Rinny Mamahit, SE pada sambutannya mengungkapkan, apresiasi atas kerjasama yang dilakukan oleh Dispora Sulut bersama PPMI.

“Kerjasama yang dilakukan membuahkan hasil yang baik. Baik, tahapan penjaringan di tingkat Kabupaten/Kota, hingga tahapan tes secara tatap muka bagi calon peserta PPA,” ungkapnya.

Diwaktu yang bersamaan Ketua PPMI Sulut Tonni Kaeng, S.Sos ikut memberikan apresiasi kepada Dispora Sulut. “Apresiasi kembali kepada Dispora, yang sudah merespon apa yang menjadi inisiatif dari PPMI sebagai penyeleksi peserta PPAP Provinsi Sulut tahun 2022,” ujarnya.

“Kegiatan pertukaran pemuda antar Provinsi ini, merujuk pada peraturan Deputi bidang pengembangan pemuda olahraga Indonesia nomor 3, 21 dan 2 tahun 2022,” ucapnya.

Sedangkan ketua panitia pelaksana seleksi PPAP Sulut, Fridolin Kukus, S.Pd., M.Si saat diwawancara menjelaskan persyaratan bagi peserta PPA Sulut 2022. “Ada beberapa tahapan yang harus dilewati para peserta yakni tahapan umum, khusus dan administrasi,” jelasnya.

“Persyaratan khusus dimana peserta pernah mengikuti kegiatan atau komunitas sosial dan kepemudaan, mampu mengoperasikan Microsoft word, Excel dan kamera,” imbuhnya

Bukan itu saja, peserta juga dinilai dari keaktifan media sosial. Kemudian, kasus hukum, dan mampu membuat proposal dan makalah secara individu.

Sedangkan persyaratan umum, disampaikan langsung Rajiv Sahempa selaku sekretaris Panitia. “persyaratan umum yakni sebagai warna negara Indonesia (WNI), Pria dan Wanita berusia 16-30 tahun, pendidikan minimal SMA/sederajat, sehat jasmani rohani serta bebas narkoba, dan tidak pernah terlibat kriminal,” tambahnya.

Dari persyaratan yang ada, adapun yang sukses melewatinya dengan berbagai nilai yang diberikan oleh tim seleksi kepada peserta PAPP baik Putra maupun putri, yakni Graciano Solideo Putra Saul, dari Kota Manado yang mendapatkan hasil 545, Riski Living Kalalo (Cadangan) urusan Kab. Minahasa Utara, dengan nilai 541. Sedangkan putri.

Marcelina Margaretha Ngangi utusan dari Kabupaten Minahasa Utara dengan nilai 499, Chrisanta T. Ngangi (Cadangan), utusan dari Kabupaten Minahasa Utara dengan nilai 465.

Perlu diketahui seleksi sudah dilakukan pada hari Sabtu (14/05/2022), yang bertempat di Dispora Sulut.b.A

Pos terkait