Pastikan Kondisi Pasien di Isolasi RS Kandou, Menkes RI Nyatakan Sulut Hingga Kini Tidak Ada Virus Corona

  • Whatsapp

Sulut, detiKawanua.com – Menteri Kesehatan RI Terawan A Putranto pada Minggu (26/01/2020) pukul 17.00 Wita sore tadi, tiba di RSUP Kandou Manado dan tanpa menggunakan pakaian safety (anti virus) langsung masuk ruang isolasi Irina F yang menjadi tempat inap pasien wanita (25) pemandu wisata dan merupakan warga Sulawesi Utara yang sebelumnya dikabarkan atas dugaan terjangkit Virus Corona dari Wuhan Cina.

Pantauan detikawanua.com saat berada dilokasi (RS Kandou), Menkes Putranto hanya sekitaran 15 menit berada dalam ruangan isolasi itu untuk memastikan kondisi dari pasien, kemudian beranjak ke gedung pusat kantor RS Kandou dan melangsungkan konferensi pers dengan puluhan wartawan media TV, Radio dan Online.

Bacaan Lainnya

Menkes pada kesempatan itu pun menjelaskan bahwa dirinya dihari yang sama tadi, sebelum ke Manado telah melakukan giat yang sama di Makassar untuk melakukan pengecekan langsung atas kondisi dilapangan, terlebih untuk mensingkronkan, konfirmasi dengan kondisi apa yang terjadi sebenarnya dilapangan.

“Kesiapan aparat-aparat kesehatan saya yang sudah saya perintahkan untuk bekerja 24 jam dalam menjaga pintu-pintu masuk daerah dengan melaksanakan pengecekan baik dengan Thermal scaning (alat deteksi) secara dipegang manual walaupun memakai infrared maupun memakai langsung kamera. Itu kita lakukan secara terpadu dan terus menerus,” terangnya dengan menambahkan hal itu bekerjasama dengan KKP di bandara dengan penuh kesigapan.

“Begitupun kerjasama dengan pihak rumah sakit bagaimana mereka menindaklanjuti arahan-arahan saya didalam keadaan siaga penuh. Jadi memang siap siaga terus aparat kesehatan dan memberikan himbauan-himbauan apa yang harus dilakukan kepada masyarakat terutama menyikapi keadaan-keadaan seperti ini,” kata Menkes.

Adapun soal perkembangan informasi tentang pasien wanita yang sekarang masih berada diruang isolasi Irina F RS Kandou, Putranto pun mengungkapkan kronologinya bahwa sang pasien hanya merasa dirinya tidak nyaman usai melaksanakan perjalanan dari daerah di Cina, kemudian dengan penuh kesadaran diri, pasien tersebut menghubungi pihak rumah sakit yang selanjutnya dilaksanakan peninjauan, pengecekan dan isolasi.

“Ternyata, sekarang ini (pasien) sudah membaik tidak ada demam, batuk pilek serta sudah tidak ada sesak nafas. Tetapi dengan rela (pasien) mau dilakukan pengecekan terus, ini luar biasa masyarakat mempunyai kesadaran yang tinggi, tidak panik resah namun dengan sadar minta dilakukan pengecekan. Sampai sekarang detik ini belum ada (virus corona di Sulut) dan doa kita jangan sampai ada,” jelas Menkes yang memastikan semuanya baik-baik saja tapi meminta para petugas keaehatan untuk tetap menjalankan sesuai prosedur, cek laboratorium semuanya berjalan.

“Ada juga kita mendengar berita 7 warga (Cina) yang kita scraning/periksa di pesawat, itu adalah bagian hasil kesadaran dari teman-teman di Cina yang sebelum memberangkatkan orangnya mereka sudah melakukan scraning kesehatan meskipun orang-orang itu mau berekreasi di Indonesia.Jadi pemerintah Cina juga sangat sadar harus mengecek kesehatan warganya yang mau keluar negeri dilakukan cleareans kesehatan,” sebutnya.

“Ada 7 orang yang kelewat cleareansnya dan itu langsung terkontak oleh kita dengan siaga langsung ditindaklanjuti periksa semuanya, begitu dinyatakan tim dokter clear, ya sudah dilepas tapi tetap dalam pengawasan meskipun mereka sebagai turis namun mereka sadar berkenan untuk diawasi. Jadi setiap ada berita saya selalu cek evaluasi langsung dilapangan,” tambah Menkes.

Diketahui penanganan antisipasi dilapangan melalui alat Thermalscan merupakan deteksi, dan oleh pretugas melalukan cleareans semua data-data untuk dicocokkan dengan kondisi nyata yang ada (walaupun tidak ada tanda-tanda demam namun tetap dilakukan cleareans periksa. Sekarang kondisi Indonesia siaga terutama dijajaran kesehatan 100 rumah sakit, 135 pintu masuk ke Indonesia sudah dijaga ketat oleh KKP, 195 alat Thermal Scaner sudah didistribusikan ke daerah-daerah termasuk kalau ada daerah yang dinyatakan rawan. (Mild70)

Pos terkait