Dinkes Minahasa Himbau Antisipasi Penyakit Dengan PHSB

  • Whatsapp

Kepala Dinkes, dr. Maya Rambitan MKes

Minahasa, detiKawanua.com – Saat ini dunia digemparkan dengan salah satu virus mematikan Corona yang bersumber dari Wuhan Negara China. Pasalnya, adanya temuan warga Wuhan yang sudah banyak terinfeksi hinggah meninggal dunia, sehingga daerah tersebut saat ini sudah diisolasi.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah serta mengantisipasi masuknya virus tersebut di Sulawesi utara, khususnya di Minahasa, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Maya Rambitan MKes mengatakan, belum kedapatan warga yang terinfeksi.

Menurutnya, langkah pecegahan untuk menghindari virus tersebut sangat sederhana yaitu menjaga stamina kekebelan tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan membiasakan diri lewat pola hidup sehat dan bersih (PHSB).

“Kesehatan itu datang dari kebiasaan hidup kita sehari hari, jika fisik kita lemah bukan hanya coruna namun penyakit lainnya bisa muncul,” kata Rambitan saat ditemui diruangannya, Senin (27/01).

Mantan kepala puskesmas kawangkoan ini mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu hidup sehat sebagai cara efektif dalam menangkal terinfeksi virus Corona dan penyakit lainnya.

“Hidup sehat bisa meningkatkan anti body tubuh, sehingga bisa menetralisir akan virus yang akan masuk ke tubuh kita. Selain itu penggunaan masker serta selalu melakukan cuci tangan juga memiliki peran menangkal terjangkitnya virus tersebut,” ujar Rambitan.

Lebih lanjut, Ia mengatakan himbauan serta surat edaran sudah disebar ke semua puskesmas dan mereka segera menindak lanjuti surat tersebut. Gerak cepat telah dilakukan Dinkes Minahasa, mengenai sosialisasi penanganan virus Corona, walaupun di Minahasa belum ada yang terinfeksi.

“Ini merupakan penjagaan, dan jika memang ada kedapatan warga yang terinfeksi, maka penanganan sigap sudah disiapkan baik dari puskesmas sampai ke rumah sakit pesan saya hanyalah marilah menerapkan PHSB,” pungkas Rambitan.

Seperti diketahui, sekarang virus ini sudah menjadi momok yang ditakuti di dunia total sudah 2019 pasien yang terinfeksi dan tersebar di 14 negara. Untuk Sulut sendiri sudah dikunjungi oleh Menteri Kesehatan dr Terawan Agusb Putranto khususnya di RSUP Kandouw,Dan dari kunjungan kerja tersebut Sulut masih bebas dengan virus mematikan tersebut. (Baim)

Pos terkait