Yasti Mokoagow: “Menhub Tetapkan Pembangunan Bandara di Bolmong”

  • Whatsapp

Yasti Soepredjo Mokoagow, Anggota DPR RI. /Ist

Bolmong, detiKawanua.comKeinginan warga Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk memiliki Bandar Udara
(Bandara) sendiri, mendapatkan titik terang.  Hal ini disampaikan Anggota DPR-RI Yasti Soepredjo Mokoagow.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI ini, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan telah
menandatangani Surat Keputusan (SK) Penentuan Lokasi dan Masterplan
Bandara di Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. “Pada Sabtu 23 Mei, Pak Jonan, melalui
pesan singkat (SMS) mengabari saya bahwa masterplan bandara di Lolak
telah ditandatangani,” kata Mokoagow.
Sebab sebelumnya, kata  Polisi PAN ini, pada Rabu (20/5) dalam
rapat dengar pendapat Komisi V dan Menteri Perhubungan (Menhub) berlangsung alot
hingga pukul 03.00 WIB. Dalam rapat tersebut, srikandi BMR ini  terus mendesak Menhub agar segera
menetapkan lokasi pembangunan bandara, apakah di
Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) atau di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
“Beberapa kali saya desak agar Pak
Menteri, mohon segera menentukan dan menetapkan lokasi bandara di
wilayah BMR. Apakah di Kabupaten Bolmong atau Kabupaten
Bolsel. Saya pikir Direktorat Jendral Udara
sudah memilliki semua kajian teknis dan administrasi serta letak
strategisnya.  Jangan biarkan masyarakat BMR dan pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Selatan dalam situasi
ketidakpastian,” ungkap Yasti dalam rilis yang diterima awak media, Minggu (24/05).
Menurutnya, dengan adanya SK ini,
sudah pasti lokasi pembangunan bandara ada di Lolak Kabupaten Bolmong. Namun dengan catatan, pemerintah daerah Kabupaten
Bolaang Mongondow paling lambat Juli 2015 menyerahkan atau hibah
sertifikat  lahan kepada Menteri Perhubungan. Jika tidak, maka akan
ditinjau kembali.
“Saya berharap, Pemkab Bolmong
benar-benar serius dan bersungguh-sungguh mengenai ketersediaan lahan
dan jaminan sertifikatnya”, terang Mokoagow, sembari menambahkan, tidak tertutup
kemungkinan 15-20 tahun kedepan akan dikembangkan menjadi bandara
udara komersil asal memenuhi persyaratan dan ketentuan
perundang-undangan.
Namun, dirinya sendiri belum bisa
memberikan jaminan apakah pada tahun 2016 sudah mulai pembangunan
konstuksinya. Karena ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan. “Antara lain Survey Investigasi dan Design (SID), studi Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL) dan penyusunan Detail Engineer Design (DED),” ujarnya.
Sementara bagi masyarakat Bolsel, harap Mokoagow, untuk tidak berkecil hati. “Bupati Bolsel dan
jajarannya telah berjuang dengan gigih dan tak kenal lelah agar lokasi
bandara ada di Bolsel. Namun ada aspek teknis dan strategis yang tidak
memungkinkan,”  ungkapnya. (*/ttb/Try Saleh)

Pos terkait