Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Kandouw Ajak Pemuda Perangi Ancaman Sosial Di Masyarakat, Kemiskinan, Radikalisme dan Terorisme


Minahasa, detiKawanua.com - Generasi muda khususnya di Provinsi Sulawesi Utara di era.sekarang ini haruslah melawan kemiskinan, radikalisme dan terorisme yang hingga kini menjadi ancaman nyata dalam kehidupan sosial masyarakat di daerah. Hal tersebut diterangkan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat pembukaan Musda XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut di Mercure hotel Tateli Minahasa, Rabu (27/11/2019).

“Saya menantang para pemuda untuk mampu melawan kemiskinan, radikalisme dan terorisme yang saat ini masih ada dalam masyarakat kita,” tandas wagub.

Menurut wagub, permasalahan ekonomi global sejatinya ikut berdampak pada Sulut, bahkan pemasalahan seperti kemiskinan, radikalisme dan terorisme masih ada saat ini.

Hal ini tidak saja diletakkan pada tanggungjawab pemerintah semata, akan tetapi ikut menjadi tanggungjawab generasi muda, khususnya para pemuda di Provinsi Sulut.

“Tingkat kemiskinan di daerah kita ini, masih ada. Sekalipun pemerintah daerah melalui program pengentasan kemiskinan, telah berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 7,59 persen pada September 2018,” ungkap Kandouw.

Dijelaskan, selama dirinya selaku Wakil Gubernur dan Olly Dondokambey sebagai Gubernur, memimpin Sulut selang 4 tahun terakhir, angka kemiskinan menurun tajam hingga di titik 7,59 persen pada September 2018.

Bahkan angka tersebut menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menjadi yang terendah di Pulau Sulawesi. Dengan perhitungan bahwa pada September 2018, jumlah penduduk miskin di Sulut mencapai 189.050 orang (7,59 persen), berkurang 4.260 orang dari kondisi Maret 2018 yang mencapai 193.310 orang (7,80 persen).

Selain itu, selama periode Maret hingga September 2018 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan juga turun sebanyak 1.770 ribu orang (dari 63.880 ribu orang turun menjadi 62.110 orang). Sementara, di daerah perdesaan turun sebanyak 2.500 orang (dari 129.430 orang turun menjadi 126.930 orang).

Sedangkan masalah Radikalisme dan Terorisme pun menjadi ancaman di Sulut, karena beberapa waktu lalu, aparat keamanan berhasil mengamankan terduga teroris di Sulut.

“Jadi, radikalisme dan terorisme, nyatanya ada di daerah kita. Ini fakta dengan tertangkapnya terduga teroris di daerah ini, ” ucap Wagub Kandouw.

Dengan begitu, tambah mantan Ketua DPRD Sulut ini, peran dari para generasi muda di daerah, sangatlah penting untuk bersama-sama dengan pemerintah mengeliminir permasalahan yang ada di daerah.

Wagub Kandouw pun menyampaikan selamat datang bagi para peserta Musda XIV KNPI Sulut, sekaligus mengapresiasi panitia pelaksana dan kehadiran para OKP di lokasi Musda XIV KNPI Sulut.

“Welcome, the land of smilling people, selamat ber-Musda, kalau ada permasalahan, disederhanakan dan dibahas tuntas. Lebih baik pahit di depan tapi berakhir manis. Pintarlah membaca arah angin dan arus air. Semoga Musda ini membawa hasil sebagaimana diharapkan bersama,” ucap Wagub Kandouw.

Wagub Kandouw berharap sebagai institusi pemuda, KNPI dapat bersama pemerintah menjadi mitra kerja yang turut serta berkontribusi untuk pembangunan di daerah.

Hadir pada Pembukaan Musda XIV KNPI Sulut diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajriansyah dan jajaran, para pimpinan dan pengurus OKP–OKP, Caretaker DPD KNPI Sulut, DPC KNPI Kabupaten dan Kota se-Sulut, Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut Mecky Onibala, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa serta undangan. (fa/Mail70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 27 November 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional