Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Berkurang, Gubernur Pastikan APBD 2020 Pemprov Sulut 'Tersisa' Yang Pro Rakyat


Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menjamin seluruh program pembangunan pro rakyat di tahun 2020 tak terganggu kendati ada perampingan APBD untuk dana hibah penyelenggaraan Pilkada Serentak.

Orang nomor satu di Sulut ini optimis pada akhir tahun anggaran 2020, Pemprov Sulut dapat merealisasikan berbagai target pembangunan yang telah ditetapkan, antara lain: pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 6,2 %, inflasi pada angka 5 %, tingkat pengangguran turun menjadi 6.63 %, Rasio Gini di level 0,39, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada angka 73.

“Pengurangan anggaran ini tidak akan mengurangi anggaran untuk kepentingan rakyat malah dibanding dengan tahun lalu mengalami peningkatan,” kata Olly di Manado, Sabtu, 16 November 2019.

Olly mengatakan, perampingan tersebut dipastikan tak mengurangi anggaran prioritas pembangunan untuk mensejahterakan rakyat Sulut.

Karenanya dia meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemprov Sulut untuk memangkas anggaran tidak pro rakyat.

“Anggaran-anggaran yang tidak pro rakyat pasti dipangkas, misalnya anggaran perjalanan, rapat dalam kantor, pembelanjaan ATK dan lainnya,” tandas Olly.

Sebelumnya, pada rapat paripurna pengambilan keputusan Ranperda APBD 2020 yang digelar di Gedung DPRD Sulut, Jumat, 15 November 2019, Olly menerangkan, Ranperda APBD Provinsi Sulut T.A. 2020 mengacu pada Tema RKPD Tahun 2020, yaitu : Memantapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan peningkatan pemerataan Infrastruktur yang tersebar di 7 prioritas pembangunan.

“Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Pemantapan Sumber Daya Manusia; Pariwisata, ketahanan pangan dan industri ekonomi kreatif; Pemerataan Infrastruktur; Ketentraman dan ketertiban masyarakat, dan sukses Pemilu Kepala Daerah; Reformasi Birokrasi; serta Mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan hidup,” urai Olly.

Berikut penyusunan struktur APBD T.A. 2020 untuk mencapai target 7 prioritas pembangunan tersebut.

Pendapatan Daerah: Total pendapatan ditetapkan sebesar Rp. 4.105.706.151.102,- dengan rincian: (a). Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebesar Rp. 1.306.462.695.102,- (b). Dana Perimbangan, sebesar Rp. 2.778.993.456.000,-  (c). Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, sebesar Rp 20.250.000.000,-Belanja Daerah: Total Belanja Daerah, ditetapkan sebesar Rp. 4.510.706.151.102,- dengan rincian: (a). Belanja Tidak Langsung, ditetapkan sebesar Rp 2.479.309.063.000,-  (b). Belanja Langsung, ditetapkan sebesar Rp 2.031.397.088.102,-Pembiayaan Daerah: Penerimaan Pembiayaan Daerah ditetapkan sebesar Rp 425.000.000.000,- sementara Pengeluaran Pembiayaan Daerah, ditetapkan sebesar Rp. 20.000.000.000,-. 

Diketahui sebelumnya, Gubernur Olly mengapresiasi DPRD Sulut atas disetujuinya Ranperda APBD T.A. 2020. Hal itu disampaikan orang nomor satu di Sulut ini saat menghadiri rapat paripurna bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Edwin Silangen yang digelar di Gedung DPRD Sulut, Jumat (15/11) lalu.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota DPRD Sulut, atas penyelenggaraan rapat paripurna ini, dan memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2020,” ucap gubernur. (hps/Mail70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Sabtu, 16 November 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional