Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Wagub Dorong Masyarakat dan Pemda se-Sulut Pahami Informasi Geospasial


Sulut, detiKawanua.com - Kegiatan rapat koordinasi (rakor) yang mengangkat tema "Indonesia Connected Satu Peta, Satu Data, Prestasi Bangsa" yang berkaitan dengan geospasial dan merupakan semua informasi dan berbagai jenis data mengenai kenampakan bumi, atau biasa dikenal dengan istilah Informasi Geospasial (IG), pada Rabu (02/10) pagi tadi dibuka Wakil Gubernur Steven Kandouw. 

Ada berbagai macam IG antara lain, peta dasar yang meliputi peta tematik datar, peta tutupan lahan, peta risiko bencana, peta zonasi wilayah, dan peta sosial-ekonom, oleh wagub menegaskan pentingnya geospasial untuk perencanaan pembangunan daerah kendati ada hambatan yang erat kaitannya dengan geospasial sendiri.

“Karena selama saya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut banyak sekali hambatan dan masalah yang saya temui terkait geospasial ini. Saya baca-baca memang ternyata di Indonesia sendiri regulasinya belum lama, baru sejak zaman Pak Presiden SBY,” terang Kandouw yang menambahkan bahwa sejak dahulu sekolah di Amerika mulai dari anak-anak, setiap harinya semua sudah bicara soal cuaca dan memgerti akan peta.

"Jadi semua benar-benar memahami apa itu geospasial yang sebenarnya,” ujarnya.

Lanjutnya mengungkapkan, masih banyak pula kalangan masyarakat yang belum mengerti tentang geospasial dan definisinya yang dalam pepatahnya, masih jauh panggang daripada api.

"Contoh konkretnya untuk Sulut sendiri telah lama memiliki semangat dan komitmen tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun baru mulai berani berbicara setelah KEK itu ditetapkan pada waktu yang lalu. Semangat dan komitmen soal KEK itu sudah sejak lama dikarenakan waktu itu ada kendala soal pemahaman geospasial ini,” bebernya.

Disisi lain, Kandouw juga membeberkan bahwa di wilayah KEK sebelum dibangun itu dulunya merupakan wilayah sebaran ranjau yang diketahui melalui geospasial.

“Jadi pas di geospasial, ternyata kawasan KEK ini ada sebaran ranjau, yang sudah tertanam disitu sejak zaman perang dunia kedua, makanya nanti sudah bersih baru ditetapkan,” jelasnya lagi.

Namun, wagub sangat mendukung penuh pelaksanaan rakor dimaksud guna membantu pihak pemerintah maupun masyarakat awam untuk memahami geospasial.

“Saya sangat mendukung terlaksananya kegiatan ini, karena jujur saja SDM kita yang paham soal geospasial masih sangat minim. Untuk itu saya meminta seluruh elemen pemerintah kabupaten dan kota untuk benar-benar mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Yang setelah pelaksanaan rakor kiranya dapat dilanjutkan dengan pelatihan rutin terkait geospasial bagi jajaran pemerintah daerah agar benar-benar paham tentang semua hal terkait dalam geospasial,” tandas Kandouw.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin, Walikota Manado Vicky Lumentut, Kepala Topografi Angkatan Darat Kodam XIII Merdeka Letkol Ctp Teddy Karwur dan seluruh peserta rakor.

(Mild70/*)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 03 Oktober 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional